Keistimewaan Sejarah Nabi
Dalam sejarah hidup Nabi
Muhammad Saw. terdapat beberapa keistimewaan, dengan mempelajarinya akan
merupakan kekayaan rohaniah, pemikiran dan kesejarahan. Keistimewaan itu
mengharuskan para agamawan, da’i dan orang-orang yang memperjuangkan perbaikan
masyarakat untuk banyak rnempelajarinya, karena dan studi itu mereka akan dapat
menyampaikan ajaran-ajaran agama dengan menggunakan metode yang mampu
memperlihatkan hal-hal yang seyogyanya dijadikan pegangan oleh masyarakat,
terutama dalam situasi tak menentu. Dengan metode da’wah yang dipetik dan hasil
studi tersebut, para da’i akan mampu membuka hati publiknya, sehingga seruannya
akan sukses.
Keistimewaan-keistimewaan
yang menonjol dalam biografi Nabi Muhammad ini dapat disimpulkan
dalam lima unsur, sebagai berikut:
Pertama
Sejarah hidup Nabi Muhammad
paling benar dibandingkan dengan sejarah hidup Nabi-nabi yang lain dan dengan
biografi tokoh-tokoh masyarakat yang ada. Sejarah hidup Rasulullah
sampai ke tangan kita meialui jalur ilmiah yang paling terpercaya dan pasti,
sehingga fakta-fakta dan peristiwa-peristiwanya tidak mungkin diragukan.
Dengan metode penyampaian itu kita mudah mengetahui hal-hal yang dilebih-lebihkan
oleh tangan-tangan jahil berkenaan dengan din Nabi, baik yang berupa peristiwa
luar biasa maupun fakta-fakta.
Kebenaran yang tak
diragukan dalam sejarah hidup Nabi Muhammad ini tidak didapati dalam sejarah
hidup Nabi-nabi terdahulu. Sejarah hidup Nabi Musa As. yang sampai kepada kita
sekarang, misalnya, sudah dibumbui dan sudah ditambal sulam oleh orang-orang Yahudi.
Sementara Taurat yang ada, tak lagi dapat dijadikan rujukan untuk melihat
bagaimana sejarah hidup Nabi Musa yang sebenarnya. Kritikus Barat banyak yang
meragukan kebenaran sebagian isi Taurat tersebut, sementara kritikus yang lain
justru memastikan sebagian isi kitab ini tidak ditulis pada masa hidup Nabi
Musa dan tidak juga pada masa yang belum begitu jauh. Sebaliknya,
menurut kritikus-kritikus tersebut banyak di antaranya yang ditulis pada masa
yang sudah jauh dari itu dan penulisannya tidak diketahui persis. Hal
ini cukup meragukan kita tentang kebenaran sejarah hidup Nabi Musa yang ditulis
dalam Taurat. Oleh karena itu tidak ada satu pun sejarah hidup Musa yang dapat
dibenarkan oleh kaum Muslimin kecuali sebagaimana diceritakan oleh Al-Qur’an
dan Hadits-hadits shahih. Akan halnya
sejarah hidup Nabi Isa As. sama saja. Injil-injil yang mendapat pengakuan resmi
Gereja Masehi ditetapkan atau disusun ratusan tahun setelah Nabi Isa wafat.
Injil-injil tersebut adalah saduran dari beratus injil yang ada pada masa itu
dan penyadurannya pun tanpa dibatasi pedoman ilmiah. Disamping itu, penamaan Injil-injil menurut nama penulisnya
tidak juga didasari metode ilmiah yang meyakinkan, tidak diriwayatkan melalui
jalur (sanad) yang berurutan langsung sampai kepada Si penulis, sehingga
kritikus-kritikus Barat bertikai tentang siapa sebenarnya nama penulis-penulis
injil itu dan di zaman mana mereka hidup.
Jika demikian keraguan
mengenai kebenaran sejarah Rasul-rasul pembawa agama-agama yang tersebar di
seantero alam, maka sejarah pendiri-pendiri agama dan filsafat yang ratusan
juta penganutnya pun tentu lebih diragukan lagi. Taruhlah Budha Gautama dan Kungfutse,
sejarah hidup mereka yang diriwayatkan oleh pengikut-pengikutnya tidak digali
dari sumber-sumber yang terpercaya secara ilmiah. Sejarah mereka ini hanyalah
merupakan hasil formulasi para pendeta tentang kehidupan mereka sendiri, yang
diproyeksikan menjadi sejarah pendiri aliran-aliran tersebut. Setiap generasi
penerusnya juga menambah dongeng-dongeng ke dalam sejarah dimaksud, sekalipun
hal itu tidak masuk akal sehat dan tidak bebas dari fanatisme yang membabi
buta.
Setelah melihat-seperti di
atas, maka nyatalah sejarah hidup Nabi Muhammad Saw. merupakan sejarah yang
paling terpercaya kebenarannya.
Kedua
Fase-fase sejarah hidup
Nabi Muhammad Saw. jelas adanya, yakni sejak dari perkawinan ayahnya (Abdullah)
dengan ibunya (Aminah) sampai dengan wafatnya. Kita semua mengetahui
kelahirannya, masa kanak-kanak dan masa remajanya. Kita tahu
pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya
pada masa-masa sebelum menjadi Nabi, perjalanan-perjalanannya ke luar kota
Makkah sampai menjadi Nabi. Yang lebih jelas dan terperinci lagi ialah
sejarahnya setelah diangkat sebagai Rasul, sehingga dapat diketahui
kronologinya tahun demi tahun. Adalah beralasan jika kritikus-kritikus Barat
mengatakan “Muhammadlah satu-satunya Rasul yang dilahirkan dalam riwayat
hidup yang jelas.”
Tidak kita dapati sejarah
Rasul-rasul terdahulu yang sama atau hampir sama jelasnya dengan sejarah Nabi
Muhammad Saw. Biografi Nabi Musa dan Isa misalnya sedikit sekali yang dapat
diketahui.
Ketiga
Sejarah Nabi Muhammad Saw. merupakan lukisan
sejarah seorang manusia biasa yang mendapat keistimewaan berupa kerasulan,
sehingga tidak keluar dari kemanusiannya tidak dibumbui dengan dongeng-dongeng
dan tidak pula diberi atribut-atribut ketuhanan sedikit pun. Jika dibandingkan
dengan sejarah Nabi Isa As. yang disusun oleh orang-orang Masehi atau dengan
sejarah Budha dan lain sebagainya, maka tampak jelas bedanya. Apa-apa yang
diriwayatkan tentang mereka itu amat besar pengaruhnya terhadap sikap atau
tingkah laku individual dan sosial para pengikutnya. Pemberian atribut-atribut
kepada Nabi Isa dan Budha ternyata membuat kedua tokoh ini tidak mungkin
dijadikan contoh teladan oleh manusia lain, baik dalam kehidupan pribadi maupun
dalam kehidupan sosialnya. Nabi Muhammad adalah sebaliknya, karena tidak diberi
atribut ketuhanan dapatlah beliau dijadikan contoh oleh siapa pun. Inilah yang
dinyatakan oleh ayat:
لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا
اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya
pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagi orang yang mengharap Allah dan
hari akhir dan banyak berzikir.” (Q.S. Al-Ahzab: 21
Keempat
Sejarah
hidup Rasulullah mencakup semua segi kemanusiaan. Sejarahnya semasa belum
menjadi Rasul, merupakan sejarah seorang pemuda yang lurus. Sejarah seorang
Rasul mengajak ke jalan Allah dengan metode yang dapat diterima dan mencurahkan
seluruh kemampuan yang ada padanya guna menyampaikan risalah. Sejarah hidup
Nabi mengisahkan dirinya sebagai kepala
negara yang berhasil meletakkan setepat-tepat dan sebagus-bagus sistem
kenegaraan, mengawasinya dengan sigap, tulus dan jujur. Sejarah Rasulullah
melukiskan beliau sebagai seorang suami dan seorang ayah yang penuh kasih
sayang, ramah dan pandai membedakan mana hak dan mana kewajiban masing-masing
anggota keluarga, sebagai seorang pendidik dan pembimbing yang menuntun
sahabat-sahabatnya dengan pendidikan yang patut ditiru sebagai jalan menanamkan
semangatnya ke dalam jiwa mereka, hingga mengikuti teladannya, baik dalam soal
kecil maupun dalam soal besar. Sejarah Nabi Saw. juga mengisahkan dirinya
sebagai seorang Rasul yang benar, melaksanakan keharusan-keharusan dalam
persahabatan yang berupa kewajiban maupun tata tertibnya, sehingga
sahabat-sahabat tersebut sangat menyayanginya seperti menyayangi diri sendiri,
bahkan lebih sayang ketimbang terhadap keluarga dan sanak family. Sejarah hidup
Nabi Muhammad juga menceritakan beliau sebagai seorang ahli perang yang
perkasa, sebagai panglima yang unggul, sebagai politikus yang sukses, sebagai
seorang tetangga yang terpercaya dan seorang yang selalu menepati janji.
Pendeknya, sejarah Rasulullah Saw. benar-benar merupakan sejarah
yang mencakup semua segi manusiawi yang terdapat dalam masyarakat. Inilah yang
membuatnya menjadi teladan yang baik untuk setiap da’i, panglima, ayah, suami,
pendidik, politisi, negarawan dan seterusnya.
Kelengkapan serupa atau hampir serupa dengan kelengkapan sejarah
Nabi Muhammad Saw tidak pernah dijumpai dalam biografi Rasul-rasul terdahulu.
Nabi Musa As. misalnya hanya merupakan pemimpin yang berhasil membebaskan
umatnya dan perbudakan, kemudian berhasil meletakkan kaidah-kaidah dan
prinsip-prinsip kemasyarakatan yang berguna. Tetapi dalam sejarahnya tidak ada
sesuatu yang membuat beliau pantas dijadikan contoh oleh tentara, oleh para
pendidik, politikus-politikus, kepala-kepala negara, oleh bapak atau oleh
suami-suami. Sejarah Nabi Isa hanya menggambarkan beliau sebagai da’i yang
zuhud (tidak mementingkan dunia). Beliau tidak punya harta, rumah dan kekayaan
lainnya. Sejarah Nabi Isa seperti yang dipahami oleh orang-orang Kristen sama
sekali tidak menggambarkan beliau sebagai seorang panglima perang atau sebagai
kepala negara, tidak pula tergambarkan beliau sebagai seorang ayah, seorang
suarni, atau seorang yang berani. Ketidaklengkapan ini juga ditemui dalam sejarah
hidup Büdha, Kungfutse, Aristoteles, Plato, dan orang-orang bersejarah lainnya.
Mereka ini tidak menjadi suri tauladan. Kalaupun ada, hanya dalam segi tertentu
saja. Satu-satunya manusia bersejarah yang pantas dijadikan tauladan dalam
semua segi kehidupan adalah Muhammad Saw.
Kelima
Sejarah Nabi Muhammad Saw yang lengkap itu sendiri merupakan bukti
kebenaran risalah dan kerasulannya. Sejarah beliau merupakan sejarah insan
kamil yang melaksanakan da’wahnya setapak demi setapak. Tidak dengan
menggunakan mu’jizat atau hal-hal yang luar biasa, tetapi justru dengan cara
dan jalan biasa. Dalam melaksanakan da’wahnya beliau sering diganggu atau
disakiti, dan da’wah beliau memperoleh pengikut setia dan jika tidak dapat
mengelak dan terjadinya peperangan, maka beliau pun berperang. Beliau bertindak
bijaksana dan simpatik. Sampai saat wafatnya da’wah beliau telah meratai anak
benua Arab, tidak dengan menggunakan cara-cara kekuasaan, akan tetapi menggunakan
cara ihsan. Siapa saja yang paham benar adat keyakinan orang-orang Arab pada
waktu itu, mengetahui betul bagaimana kerasnya tantangan yang mereka berikan,
mengerti benar tidak seimbangnya kekuatan pihak Nabi dibanding dengan kekuatan
lawan, mengetahui singkatnya waktu yang dihabiskan dalam tugas kerasulannya,
pastilah orang itu yakin akan kebenaran kerasulan beliau. Allah Swt. memberikan
ketetapan hati, kekuatan jiwa, keluasan pengaruh dan kemenangan kepada Muhammad
Saw. tidak lain hanya karena dia benar-benar seorang Nabi yang benar. Tidak
mungkin Allah akan memberikan kualitas-kualitas seperti itu, kalau dia seorang
yang dusta. Sejarah hidup Rasulullah Saw. benar-benar membuat kita yakin
terhadap kebenaran risalahnya. Kita meyakininya hanyalah karena cocok dengan
akal pikiran, bukan karena mukjizat. Iman bangsa Arab kepada kebenaran
risalahnya tidak pertama-tama didasari oleh adanya mukjizat yang keluar. Tak
satu mukjizat Nabi pun yang menjadi sebab berimannya orangorang kafir yang
degil itu. Sebab suatu mukjizat material tentu hanya bernilai bagi orang-orang
yang menyaksikannya, sedangkan iman orang-orang yang tidak menyaksikan seperti
kita sekarang semata-mata berdasarkan pengakuan dan pembenaran secara akal atas
kebenaran nisalahnya. Al-Qur ‘an yang merupakan mukjizat akli itu pasti
menggoda setiap orang yang berakal dan berkeinsyafan untuk percaya kepada
risalah Muhammad Saw.
Tak pelak lagi hal inipun membedakan sejarah Nabi Muhammad dengan
Nabi-nabi sebelumnya. Percayanya umat Nabi terdahulu kepadanya hanya karena
menyaksikan keluarbiasaan yang dibawa, bukan karena pertimbangan akal sehat dan
pemahamannya tentang prinsip-prinsip ajarannya. Nabi Isa As. adalah contoh
dalam hal ini. Allah menceritakan dalam Al-Qur’an, senjata yang
diberikan Allah kepada beliau guna meyakinkan orang Yahudi ialah mukjizat.
Yaitu dapat menyembuhkan penyakit bisu dan belang, dapat menghidupkan orang
yang sudah mati, dapat menurunkan langsung makanan berlimpah ruah dari langit.
Apa yang kita katakan tadi ternyata dibenarkan oleh Injil-injil
yang ada, mukjizat-mukjizat materiallah satu-satunya sebab berimannya
sekelompok orang kepada Nabi Isa. Betapa bedanya antara keterangan Injil dan
Qur’an tentang sebab-sebab berimannya umat Nabi Isa. Kalau Al-Qur’an menyatakan
sebab dimaksud ialah kebenaran kerasulan Isa, maka Injil-injil yang ada kini
menyatakan karena keluarbiasaannya, bahkan beliau dianggap pula sebagai Tuhan
atau Anak Tuhan. Setelah wafatnya Nabi Isa, agama Masehi tersebar karena
hal-hal yang luar biasa. Agama Masehi benar-benar didasarkan kepada mukjizat.
Demikian menurut keterangan-keterangan yang dapat dibaca dalam Injil-injil yang
ada sekarang.
Jika dibandingkan dengan sejarah Nabi Muhammad, maka nyata benar
bedanya, kalau umat Nabi Isa beriman karena mukjizat, maka umat Nabi Muhammad
beriman karena memang ajarannya bisa diterima oleh akal sehat. Adanya mukjizat
Nabi Muhammad tidak lain merupakan bukti keagungannya, untuk mematahkan
alasan-alasan orang-orang yang ingkar lagi keras kepala. Orang yang meneliti
Al-Qur’an akan menemukan, metode yang dipakai guna meyakinkan setiap pembacanya
adalah metode akli dan fakta-fakta nyata mengenai keagungan ciptaan Allah. Memahami
kemukminan Rasulullah Saw. akan menjadi bukti dan kebenaran kerasulan Muhammad.
Firman Allah
وَقَالُوْا
لَوْلَآ اُنْزِلَ عَلَيْهِ اٰيٰتٌ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ قُلْ اِنَّمَا الْاٰيٰتُ
عِنْدَ اللّٰهِ ۗوَاِنَّمَآ اَنَا۠ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ اَوَلَمْ يَكْفِهِمْ
اَنَّآ اَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ يُتْلٰى عَلَيْهِمْ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ
لَرَحْمَةً وَّذِكْرٰى لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ࣖ
“Dan mereka berkata: mengapa tidak
diturunkan baginya mukjizat-mukjizat dan Tuhannya? Katakan, sesungguhnya
mukjizat itu adalah kuasa Allah dan aku hanyalah pemberi peringatan yang nyata.
Apakah mereka tidak menasa cukup, telah kami turunkan kitab yang dibacakan
kepada mereka. Sesungguhnya di dalamnya terdapat rahmat dan peningatan bagi
kaum yang beriman.” (Al-Ankabut: 50-51)
Ketika orang-orang Quraisy mendesak agar Nabi Muhammad
memperlihatkan mukjizat, maka Allah menyuruh beliau menjawab seperti dalam ayat
berikut
وَقَالُوْا
لَنْ نُّؤْمِنَ لَكَ حَتّٰى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْاَرْضِ يَنْۢبُوْعًاۙ اَوْ
تَكُوْنَ لَكَ جَنَّةٌ مِّنْ نَّخِيْلٍ وَّعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْاَنْهٰرَ
خِلٰلَهَا تَفْجِيْرًاۙ اَوْ تُسْقِطَ السَّمَاۤءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا
كِسَفًا اَوْ تَأْتِيَ بِاللّٰهِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ قَبِيْلًاۙ اَوْ يَكُوْنَ لَكَ
بَيْتٌ مِّنْ زُخْرُفٍ اَوْ تَرْقٰى فِى السَّمَاۤءِ ۗوَلَنْ نُّؤْمِنَ
لِرُقِيِّكَ حَتّٰى تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتٰبًا نَّقْرَؤُهٗۗ قُلْ سُبْحَانَ
رَبِّيْ هَلْ كُنْتُ اِلَّا بَشَرًا رَّسُوْلًا ࣖ
“Dan mereka berkata: kami tidak akan
percaya kepadamu sehingga engkau pancarkan untuk kami mata air dan bumi. Atau
engkau memiliki kebun korma dan anggur dan dicelah-celahnya ada sungai yang
mengalir. Atau engkau gugurkan langit berkeping-keping seperti yang engkau
katakan. Atau engkau hadapkan Allah Dan Malaikat kepada kami. Atau engkau
memiliki sebuah rumah dan emas dan engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan
percaya dengan kenaikanmu itu sebelum engkau turun membawa kitab yang dapat
kami baca. Katakan, Maha Suci Allah Tuhanku aku ini adalah seorang manusia yang
diutus.” (Al-Isra’: 90-93)
Demikian jelasnya Al-Qur’an menyatakan Muhammad adalah manusia yang
diutus tidak didasarkan kepada hal-hal yang luar biasa atau mukjizat, tetapi
diarahkan kepada pertimbangan akal dan hati nurani.
فَمَنْ
يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِۚ وَمَنْ
يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا
يَصَّعَّدُ فِى السَّمَاۤءِۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى
الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
“Siapa saja yang dikehendaki Allah untuk
beriman, maka akan dilapangkan dadanya untuk menenima Islam.” (Al-Anam:
125)
SUMBER SEJARAH NABI
Sumber-sumber utama yang dipakai dalam menyusun Biografi Nabi Saw.
dapat disimpulkan ke dalam empat sumber:
1. Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah sumber pokok yang memuat tonggak-tonggak Sejarah
Hidup Nabi Muhammad. Al-Qur’an meninggikan perihal kehidupan Rasulullah
sewaktu masih kecil, dalam ayat:
اَلَمْ
يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ
“Bukankah Dia dapati engkau dalam keadaan
yatim, lalu engkau dipelihara. Dan Dia dapati engkau dalam kebingungan lalu
kamu dibimbing?”(AdDhuha: 6-7)
Mengenai akhlaknya Al-Qur’an menyatakan:
وَاِنَّكَ
لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Sesungguhnya engkau berakhlak mulia.” (AlQalam:
4)
Di samping itu diceritakan pula kepedihan-kepedihan dan
penderitaan-penderitaan yang dialami Rasulullah dalam melaksanakan dakwahnya.
Begitu pula tuduhan-tuduhan negatif dan destruktif yang
digembar-gemborkan orang-orang kafir dan ingkar. Dalam Al-Qur’an terdapat pula
keterangan tentang hijrah Nabi dan peperangan-peperangan penting yang terjadi
setelah hijrah, seperti perang Badar, Uhud, Ahzab, Hunain, perjanjian
Hudaibiyah, perang Hunain dan takluknya kota Makkah. Ada juga disebut salah
satu mukjizatnya, yaitu Isra’ dan Mi’raj.
Secara global dapatlah dikatakan, Al-Qur’an menyinggung sebagian
besar fakta-fakta sejarah Rasulullah Saw. Oleh karena itu kitab suci ini merupakan
kitab yang keterangan-keterangannya paling terpercaya dan diakui secana
historis, maka penjelasan rnengenai sejarah Nabi Muhammad mutlak harus
dijadikan sumber data.
Memang Al-Qur’an hanya menyinggung peristiwa-peristiwa dimaksud
secara global. Suatu ketika Al-Qur an berbicara mengenai suatu peperangan,
tetapi dengan tidak menerangkan sebab-sebabnya, tempat terjadinya peperangan,
jumlah kekuatan Islam dan musuh, dan tidak pula mengatakan jumlah prajurit Muslim
yang gugur ataupun jumlah orang kafir yang tertawan. Sebaliknya Al-Qur’an hanya
berbicara mengenai pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik dan masing-masing
peperangan tersebut. Begitu pula ketika ia membicarakan tentang kisah Nabi-nabi
dan umat-umat sebelum Muhammad.
Oleh karenanya keterangan Al-Qur’an belum cukup untuk dapat
menyusun sebuah biografi Nabi Muhammad dalam bentuk yang lengkap dan utuh.
2. Sunnah
Sunnah Nabi yang diakui kebenarannya (sahih) di dunia Islam
adalah Hadits-hadits yang terkodifikasi dalam enam buah buku (Al-Kutub
as-sittah). Buku-buku dimaksud adalah Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan
Abu Daud, Sunan Nasa’i, Sunan Turmudzi dan Sunan Ibnu Majah. (Nama
Iengkap masing-masing Irnam Hadits itu adalah: Bukhari = Muhammad bin Ismail
Al-Mughirah. Lahir tahun 194 H. Muslim = Muslim bin Hajjaj AI-Qurasyi. Lahir
tahun 204 H. Abu Daud = Sulaiinan bin Asy’ast as-Sijistani. Lahir tahun 202 H. An-Nasa’I = Ahmad bin
Syuaib A1-Khurasl. Lahir tahun 200 H. Turmudzi = Muhammad bin Isa At-Turmudzl.
Lahir tahun 200 H. Ibnu Majah = Muhammad bin Yazid AlQazwInl. Lahir tahun 209) Termasuk
dalam katagori ini dua buah buku Hadits lagi, yaitu AlMuwattha Imam
Malik dan Musnad Imam Ahmad.
Sahih Bukhari dan Sahih Muslim menempati
kedudukan teratas dilihat dari segi kesahihannya, sedangkan selainnya
mengandung tidak saja Hadits-hadits sahih, tetapi juga memuat Hadits
hasan dan Hadits dha’if (tingkatan
Hadits: Mutawatir. Masyhur. Ahad. Hadits Ahad terbagi tiga: Sahih, Hasan dan
Dha’if.)
Dari kitab-kitab tersebut yang tercatat sebagian besar ihwal
kehidupan Nabi Saw., peperangan, sikap dan tingkah lakunya, dapatlah disusun
konsep yang menyeluruh bagi penyusunan biografi beliau. Hadits adalah sumber
yang terpercaya, karena diriwayatkan secara kronologis sampai kepada Nabi,
sehingga isinya tidak bisa diragukan lagi kebenarannya.
Para orientalis dan orang-orang Islam yang lemah agamanya dan telah
terpengaruh oleh ahli-ahli dan barat, selalu berusaha menanamkan rasa ragu akan
kebenaran isi kitab-kitab Hadits yang disebut di atas. Maksud mereka tidak lain
untuk menghancurkan agama dan membuat orang ragu terhadap fakta-fakta sejarah.
Tetapi dalam pada itu, ternyata masih selalu ada ulama-ulama yang mampu memutar
balik tuduhan-tuduhan mereka itu. Pengarang sendiri, dalam buku yang berjudul, Sunnah
dan Kedudukannya Dalam Hukum Islam, telah menyanggah apa-apa yang mereka
tuduhkan dan telah melacak keraguan mereka dengan keterangan-keterangan ilmiah.
3. Syair Yang Sezaman Dengan Kerasulan
Pada masa Nabi,
orang-orang Musyrik menyerang pribadi dan da’wah beliau melalui lisan para
penyair. Hal ini memaksa penyair-penyair Muslim seperti Hasan bin Tsabit dan
Abdullah bin Riwawah dan lain-lain memberikan pembelaan secara puitis pula. Hal
ini tertulis dalam buku-buku kesusastraan dan biografi yang dikarang kemudian.
Dari syair-syair itu dapat
disarikan atau diketahui fakta-fakta yang berkenaan dengan situasi pada masa
Rasulullah hidup dan pada saat da’wah Islamiyah untuk pertama kalinya tumbuh
subur.
4. Buku Biografi
Data sejarah Nabi
merupakan riwayat lisan, yang oleh para sahabat disampaikan kepada generasi
berikutnya. Sebagian sahabat ada yang mengkhususkan menyeleksi data itu secara
teliti dan terperinci. Kemudian data itu diterima oleh para tabi’in untuk
seterusnya ditulis.
Di antara kalangan tabi’in
yang banyak mencurahkan perhatian kepada biografi Nabi ialah:
· Abban bin Usman bin Affan
(32-105 H),
· Urwah bin Zuber bin Awwam
(23-93),
· Abdullah bin Abu Bakar
Al-Anshari (wafat 135 H),
· Muhammad bin
Musurn bin Shihab Az-Zuhry (wafat 129 H). Beliaulah yang mengkondifikasikan Hadist pada masa
pemerintahan Umar bin Abdul Aziz.)
Beralih kepada generasi
seterusnya dan mereka mulai menyusun buku masing-masing. Yang masyhur di antara
mereka adalah Muhammad bin Ishaq bin Yassar (wafat 152 H). Buku beliau ini
merupakan buku yang dipercaya kebenarannya oleh para ulama dan ahli-ahli
Hadits, terkecuali data yang diriwayatkannya dan Malik dan Hisyam bin Urwah bin
Zuber. Data yang diambil dari dua orang yang disebut terakhir ini dianggap invalid
(tak dapat dipercaya), karena antara keduanya dengan Muhammad bin Ishaq
terdapat sentimen pribadi.
Dalam mengarang bukunya “Al-Maghazi”
Muhammad bin Ishaq mengumpulkan data yang terdiri dari hadits-hadits dan
riwayat-riwayat yang didapatnya langsung dan masyarakat ketika dia tinggal di
Mesir dan Madinah. Sayang sekali buku ini tidak sampai ke tangan kita, hal mana
merupakan kerugian. Namun demikian isinya sempat terpelihara lewat Ibnu Hisyam yang
mengarang biografi Nabi dengan menimba bahannya dan Al-Bakkai - seorang murid
Muhammad bin Ishaq yang ternama.
a. Buku As-Sirah Karangan Ibnu Hisyam
Dia adalah Abdul Malik bin
Ayyub Al-Anshar~ dibesarkan di kota Basrah dan wafat tahun 213 H. (Bukan Malik yang menjadi pendiri mazhab
Maliki (penerjemah). Pendapat lain menunjuk tahun 218 H. dan Al-Khasyni (535 -
604 H). Dua tokoh yang terakhir ini adalah ulama-ulama Islam yang hidup di
Spanyol.) Ibnu Hisyam mengarang
buku beijudul As-Siratu An-Nabawiyah. Sumber datanya sama dengan sumber
data yang dipakai oleh Muhammad bin Ishaq, yaitu melalui muridnya Al-Bakkai
seperti disebutkan di atas. Tetapi ia mempunyai sumber data yang lain, yakni
guru-gurunya. Apa-apa yang belum ditulis oleh Muhammad bin Ishaq ditulisnya
dalam bukunya itu. Seringkali beliau menampilkan pandangan yang berbeda dengan
Muhammad bin Ishaq atau menyanggah pandangannya manakala bertentangan dengan
tinjauan ilmiah daya kritiknya.
Beliau menyusun sejarah
hidup Nabi yang dinilai paling lengkap, paling terpercaya dan mendetail. Buku
ini dijadikan referensi oleh banyak ahli dan telah diberi komentar oleh
As-Suhaily (508 -581 H)
b. Buku Tabaqat Karangan
Ibnu Saad
Beliau adalah Muhammad bin
Mani’ Az-Zuhry lahir di Basrah pada tahun 168 H., wafat di Bagdad pada tahun
230 H. Ia adalah sekretaris pribadi Muhammad bin Umar Al-Waqidi, seorang ahli
sejarah kenamaan dengan spesialisasi di bidang Sejarah Peperangan dan Biografi.
(130-207 H)
Dalam buku Tabaqat ini
diuraikan Sejarah Hidup Nabi Saw. Kemudian ditambahnya pula dengan uraian
mengenai tingkatan, suku dan tempat tinggal para sahabat dan tabi’in. Itulah
sebabnya buku ini dianggap sebagai sumber data yang utama dalam segi biografi
Nabi dan sejarah hidup para sahabat dan tabi’in.
c. Buku Tarikh Karangan At-Thabary
Ia adalah Muhammad bin
Jarir At-Thabary (224-310 H). Beliau juga seorang imam, ahli hukum Islam dan
ahli Hadits. Dalam fiqh dia pernah membangun mazhab tersendiri, tetapi tidak
menyebar luas. Buku-buku sejarah yang dikarangnya tidak hanya mengenai sejarah
hidup Nabi, tetapi juga sejarah pemerintahan Islam sejak mula sampai dengan
pemerintahan pada masanya.
Sungguhpun riwayat-riwayat
yang dikeluarkannya dianggap dapat dipercaya, namun seningkali beliau
mengetengahkan riwayat-riwayat yang invalid yang diambilnya dari
tokoh-tokoh yang memiliki beberapa kelemahan kuantitatif dan kualitatif
dan itu semua justru diketahui oleh umum. Contoh yang dapat kita catat di
sini misalnya Abu Muhnif, seorang penganut mazhab Syafi’i yang sangat fanatik.
Pada masa-masa ini
penulisan sejarah hidup Nabi mengalanu perkembangan pesat, dan timbullah
buku-buku yang khusus membicarakan aspek tertentu dengan tema tertentu pula. Di
antara buku-buku tersebut: Dalail An-Nubuwah, karangan Al-Isfahany, As-Syamailul
Muhammadiyah, karangan At-Turmudzi, Zaadul Maad, oleh Ibnu Qayyim
Al-Jauzi, As-Syifa’i al-QadhiIyadh dan Al-Mawahibul Ladunniyah oleh
Al-Qusthulany. Buku terakhir ini telah dikomentari oleh As-Zarqany (wafat 1122
H) dalam bukunya yang terdiri dari delapan jilid.
Sampai sekarang para ulama
masih terus mengarang buku-buku sejarah hidup Nabi dengan metode yang dapat
diterima oleh zaman kini. Di antara buku-buku biografi terkemuka dewasa ini
terdapat Nurul Yaqin karangan Syeikh Muhammad Al-Khudry. Buku ini banyak digemari dan dijadikan literatur pokok
pada beberapa perguruan tinggi yang ada di berbagai negeri Islam.
No comments:
Post a Comment