Sinopsis
Kelaziman cinta menggambarkan siapa dan apa saja yang patut
dicintai dan yang patut dibenci. Cinta kepada Allah berarti juga mencintai
siapa-siapa yang dicintai Kekasih (Allah) dan mencintai apa saja yang dicintai
kekasih (Allah).
Mencintai siapa dan apa yang dicintai Allah ini akan menghasilkan
wala (loyalitas) kepada Allah.
Sebaliknya apabila membenci siapa saja yang dibenci Kekasih
(Allah) dan membenci apa saja yang dibenci Kekasih (Allah) akan menghasilkan
bara (melepaskan diri) dari segala perbuatan kufur. Wala dan bara merupakan sikap yang jelas kepada
objek cinta.
Al Wala' (Loyalitas)
Loyalitas kepada Allah dapat
dibuktikan dengan mencintai siapa saja yang dicintai Allah. Misalnya Allah
mencintai Nabi SAW, maka untuk mendapatkan balasan dan cinta dari Allah, kita
harus pula mencintai Nabi SAW. Hal ini dijelaskan dalam banyak Al Quran tentang
cinta kepada Allah wajib diikuti dengan cinta kepada Rasul. Apabila kita
mencintai Allah maka cintailah Rasul. Begitu juga dengan apa yang dicintai Nabi
SAW, kita ikut mencintai apa yang dicintai Nabi SAW.
A. Mahabbatu Man Ahabbatu Al Mahbub (Mencintai Siapapun Yang Dicintai
Kekasih)
·
Mencintai siapapun yang dicintai
kekasih merupakan bagian tingkah laku wujud dari cinta kepada yang dicintai.
Mencintai Nabi SAW maka kita juga perlu mencintai para sahabat Nabi yang
dicintai oleh Nabi. Misalnya Nabi SAW mencintai Abu Bakar Unar bin Khatab,
Usman bin Affan dan Ali bin Abi Talib maka untuk lebih cintanya kepada Nabi,
kita mesti juga mencintai para sahabat tersebut dengan mengikuti beberapa
contoh teladan yang dimilikinya.
B. Mahabbatu Ma Ahabbatu
Al Mahbub (Mencintai Apapun Yang
Dicintai Kekasih)
·
Rasul mencintai beberapa kebiasaan
dan benda yang biasa diamalkannya. Mencintai Rasul berarti kita perlu mengikuti
amalan dan kebiasaannya. Rasul biasa membersihkan giginya dengan siwak, maka
dibolehkan kita menggunakan siwak. Banyak lagi tingkah laku nabi yang perlu
diikuti sebagai bentuk cinta kepada Nabi SAW Mengikuti kebiasaan Nabi SAW juga
wujud dari loyalitas kita kepada Nabi SAW
2. Al Baro (Melepaskan Diri)
· Melepaskan diri
dari kekufuran merupakan sikap muslim yang tegas. Di antara bara yang dikehendaki adalah membenci
siapa saja yang dibenci kekasih (Allah dan Rasul) dan membenci apa saja yang
dibenci kekasih (Allah dan Rasul). Hal-hal yang dibenci Nabi SAW seperti
perbuatan mungkar perlu kita ingkari juga dengan sikap bara. Hal-hal yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, juga perlu
disikapi dengan bara. Sikap bara ini juga merupakan wujud cinta
kepada Allah dan Rasulnya.
A. Bughdhu Man Abghadhahu Al Mahbub (Membenci Siapapun
Yang Dibenci Kekasih)
Membenci siapa-siapa yang dibenci
Nabi SAW, seperti membenci orang yang menyembah berhala, dan membenci orang
yang melaksanakan perbuatan mungkar, merupakan bagian dari sikap cinta kepada
Nabi dan bara kepada kemungkaran.
Walaupun membeci orang yang berbuat mungkar tetapi tidak memusuhi orang
tersebut. Kebencian lebih diarahkan kepada perbuatannya bukan kepada orangnya.
B. Bughdhu Ma
Abghadhahu Al Mahbub (Membenci Apapun Yang
Dibenci Kekasih)
Membenci apapun yang dibenci Rasul
juga perlu kita ikuti, hal ini disebabkan karena kebencian Rasul kepada sesuatu
bukan karena kemanusiaannya tetapi karena risalah yang dibawanya dan aqidah
yang dipegangnya. Membenci apaapa yang dibenci Rasul bagian dari sikap bara kita untuk menggambarkan cinta kita
kepadanya.
Ringkasan
·
Perangkat cinta
·
Mencintai siapa-siapa yang dicintai
Kekasih
·
Mencintai apa saja yang dicintai
Kekasih
·
Menghasilkan wala (loyalitas)
·
Membenci siapa saja yang dibenci
Kekasih Membenci apa saja yang dibenci Kekasih
No comments:
Post a Comment