Posts

Mengenal 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung." (Qs At-Taubah : 100) Berikut ini saya ambilkan dari bukunya Bey Arifin, Samudera Al-Fatihah yang diterbitkan pada tahun 1965, mengenai 10 orang sahabat terdekat Rasul sekaligus yang dijamin masuk surga ( Asratul Kiraam ).  1. Abu Bakar Siddiq ra. Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : "Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah meno...

As-Syakhshiyyah At-Tanfidziyyah (Kepribadian Pemimpin Eksekutif)

  Muqawimat Syakhshiyah Tanfidziyah (Karakteristik Figur Eksekutif) Ada beberapa muqawwimat asasi yang harus dimiliki seorang da’i yang selalu melakukan penghimpunan massa dan pengorganisasiannya. Jika muqawwimat ini tidak dimiliki akan mengankibatkan aktifitas da’i menjadi minim buah dan hasil. Tanpa sikap dasar itu da’i tidak akan mampu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh jama’ah. Muqawwimat terpenting itu ialah : 1.       Adz Dzaka’ At Tandhimiy / Kecerdasan organisatoris 2.       Ar Rashid al fikriy / Stok Pemikiran/gagasan 3.       His al Amniy / Kepekaan Amniyah 4.       Ruh at Tanafus / Semangat Kompetitif 5.       Ar Ruhaniyyah al ‘Aliyah / Ruhiyyah yang tinggi 6.       Al Qudwah al Amaliyyah / Keteladan operasional   1.      ADZ DZAKA’ AT TANDHIMIY (kecerdasan organisato...

Tafsir Surah As-Shaff

Pengantar Surat ini menargetkan dua sasaran dengan sangat jelas, di samping ada isyarat-isyarat dan sentuhan-sentuhan parsial yang dapat dirujukkan kepada dua perkara mendasar itu. Pertama, ia menargetkan agar menjadi stabil dan kokoh dalam nurani kaum muslimin bahwa agama-Nya adalah manhaj Ilahi untuk seluruh manusia dalam gambaran dan bentuknya yang paling akhir. Ia telah didahului oleh gambaran-gam­baran dan bentuk-bentuk manhaj masa lampau yang disesuaikan dengan periode-periode tertentu se­ panjang sejarah manusia. Ia pun telah berlalu pula dalam percobaan-percobaan kehidupan para Rasul dan kehidupan masyarakat. Semua percobaan itu sebagai pengantar dari gambaran dan bentuk ter akhir dari agama yang satu, yang diinginkan oleh Allah sebagai penutup risalah dan pasti dimenang­ kannya atas seluruh agama di muka bumi ini. Oleh karena itu, redaksi nash menyebutkan ten­ tang risalah Musa guna menetapkan bahwa sesung­ guhnya kaumnya di mana dia diutus kepada mereka, telah menyakit...