Posts

Hadits_18_Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Keutamaan Orang yang Menyiapkan Pejuang di Jalan Allah atau Mengurus Keluarganya dengan Baik

  Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Hadits_18: Keutamaan Orang yang Menyiapkan Pejuang di Jalan Allah atau Mengurus Keluarganya dengan Baik Dari Zaid bin Khalid radhiyallahu 'anhu , bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا "Barang siapa yang menyiapkan perbekalan seorang pejuang di jalan Allah, maka sungguh ia telah ikut berperang. Dan barang siapa yang mengurus keluarga pejuang yang ditinggalkannya dengan baik, maka sungguh ia telah ikut berperang." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari [2843] dan Muslim [1895]). Pengenalan Sahabat Perawi Hadis Zaid bin Khalid Al-Juhani Al-Madani. Beliau menyaksikan peristiwa Hudaibiyah dan memegang bendera kabilah Juhainah pada hari Fathu Makkah (Penaklukan Kota Mekkah). Beliau wafat di Madinah pada tahun 78 Hijriah dalam usia 85 tahun ...

Hadits_17_Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Keutamaan Orang yang Kedua Kakinya Berdebu di Jalan Allah

  Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Hadits_17: Keutamaan Orang yang Kedua Kakinya Berdebu di Jalan Allah Dari Abu 'Abs radhiyallahu 'anhu , ia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: مَنِ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ "Barang siapa yang kedua kakinya berdebu di jalan Allah, maka Allah mengharamkan dirinya dari api neraka." (HR. Al-Bukhari no. 907). Mengenal Sahabat Perawi Hadis Abu 'Abs adalah Abdurrahman bin Jabr bin 'Amr Al-Ausi, seorang sahabat senior alumni Perang Badar (Badri besar). Beliau memiliki keturunan di Madinah dan Baghdad. Beliau mampu menulis dalam bahasa Arab, serta pernah bersama Abu Burdah bin Niyar menghancurkan berhala-berhala milik Bani Haritsah. Beliau menghadiri Perang Badar dan seluruh peperangan lainnya. Umar dan Utsman pernah mengutusnya sebagai musaddiq (petugas pemungut zakat) [Yaitu: mengambil zakat dari para pemiliknya untuk dimasukkan ke d...

Hadits_16_Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Keutamaan Ribath di Jalan Allah

  Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Hadits_16: Keutamaan Ribath di Jalan Allah Dari Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu , ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ، وَأَمِنَ الْفَتَّانَ . "Ribath (berjaga-jaga di garis batas) sehari semalam itu lebih baik daripada puasa beserta shalat malam selama satu bulan. Jika ia meninggal dunia, maka pahala amal yang biasa ia kerjakan akan terus mengalir baginya, rezekinya akan terus dialirkan kepadanya, dan ia akan aman dari fitnah (ujian/siksa kubur)." (HR. Muslim no. 1913). Biografi Singkat Sahabat Perawi Hadis Salman Putra Islam, Abu Abdillah al-Farisi, sosok yang paling terdahulu dari bangsa Persi...

Hadits_15_Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Mencita-citakan Mati Syahid di Jalan Allah dan Keutamaannya

  Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Hadits_15: Mencita-citakan Mati Syahid di Jalan Allah dan Keutamaannya Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam , beliau bersabda: انْتَدَبَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ: لا يُخْرِجُهُ إِلَّا إِيمَانٌ بِي، وَتَصْدِيقٌ بِرُسُلِي، أَنْ أَرْجِعَهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ، أَوْ أُدْخِلَهُ الجَنَّةَ. وَلَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي مَا قَعَدْتُ خَلْفَ سَرِيَّةٍ، وَلَوَدِدْتُ أَنِّي أُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ، ثُمَّ أُحْيَا ثُمَّ أُقْتَلُ "Allah menjamin bagi siapa saja yang keluar (berperang) di jalan-Nya—yang tidak ada yang menyebabkannya keluar kecuali karena beriman kepada-Ku dan membenarkan rasul-rasul-Ku—bahwa Aku akan mengembalikannya dengan membawa pahala atau ghanimah (harta rampasan perang), atau Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Seandainya tidak berat bagi umatku, niscaya aku tidak akan pernah duduk tinggal di belakang (tida...

Hadits_14_Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Kedudukan Para Mujahid di Surga

  Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Hadits_14: Kedudukan Para Mujahid di Surga Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَبِرَسُولِهِ، وَأَقَامَ الصَّلاَةَ، وَصَامَ رَمَضَانَ، كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الجَنَّةَ، جَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللهِ، أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا»، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلاَ نُبَشِّرُ النَّاسَ؟ قَالَ: «إِنَّ فِي الجَنَّةِ مِئَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللهِ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ فَاسْأَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ، وَأَعْلَى الجَنَّةِ - أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ - وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ . "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa Ramadan, m...

Hadits_13_Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Jihad di Jalan Allah Adalah Amal yang Paling Utama untuk Mendekatkan Diri kepada Allah

  Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , ia berkata: Ditanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : "Amal apakah yang setara dengan jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab: "Kalian tidak akan sanggup melakukannya." Beliau mengulanginya dua atau tiga kali, dan setiap kali itu pula beliau bersabda: "Kalian tidak akan sanggup melakukannya." Kemudian pada kali yang ketiga beliau bersabda: مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللهِ ، لاَ يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ ، وَلاَ صَلاَةٍ ، حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللهِ تَعَالَى "Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah adalah seperti orang yang berpuasa, yang mendirikan shalat, dan yang khusyu' membaca ayat-ayat Allah; ia tidak berhenti dari puasa dan shalatnya hingga orang yang berjihad di jalan Allah Ta'ala itu kembali." (HR. Al-Bukhari (2785) dan Muslim (1878)). Makna Kata Asing ( Ghorib ) لا يفتر ( ...

Tarbiyah Antara Nukhbawiyah dan Jamahiriyah

  MUKADIMAH. Memahami fiqh tarbiyah sesuatu yang urgen karena dengan tarbiyah akan lahir syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah [kepribadian islami yang utuh dan seimbang]   yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika, ujian dan cobaannya. Agar upaya menghasilkan kader-kader seperti tersebut diatas dapat berhasil, maka manhaj tarbiyah harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: Pertama : memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi manusia yang bersifat universal [ syumul }, seimbang [ tawazun ], integral [ takamul ], global [‘ alamiyah ], fleksibel [ murunah ], realistis [ waqi’iyah ] dan bersumber dari Allah [rabbaniyah]. Kedua : memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya; sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya, sehingga semua teori [ nazhoriyah ] teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. Ketiga, :memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi, komunikasi dan interaksi dengan prinsi...