Posts

Futur

Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun. Kadang pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para Muharrik (orang yang bergerak) menemui jalam yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Satu saat ia memilikikondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. tabiat manusia memang menggariskan demikian. Dalam salah satu haditsnya Rosulullah SAW bersabda : “hati manusia itu bisa berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Lalu sahabat bertanya, “bagaimana cara mengobatinya ya Rasulallah ?”. jawab Rasul : “Membaca Alquran dan ingat mati”. Syarah dari hadits ini mensiratkan satu hal. Iman manusia tidak konstan. Ia dapat berubah. Karena itu dalam hadits yang lain, Rosul menyuruh para sahabat dan kita sekalian untuk selalu memperbaharui iman. Dalam kondisi iman yang turun ini, para mutaharrik kadang terkena satu penyakit yang membahayakan kelangsung...

Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah (Fathi Yakan)

Image
1. PENDAHULUAN Da'wah merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan duri dan rintangan. Kemenangan da'wah akan diperoleh apabila para anggota-anggotanya komitmen dan teguh dalam menapaki jalan da'wah. Sudah menjadi sunnatullah bahwa akan ada anggota da'wah yang berjatuhan, baik bentuknya penyelewengan, penyimpangan, pengunduran diri dan sebagainya, sebelum meraih kemenangan. Fenomena ini tidak bisa dihindari, sehingga ada sebagian orang memandang hal ini sebagai suatu fenomena yang wajar / sehat guna memperbaharui sel-sel intinya, dan membebaskan da'wah dari segala hal yang memberatkan dan menghambat pergerakan. Sebahagian fenomena yangakan ditimbulkan dari berjatuhan di jalan da’wah adalah: terbuangnya waktu, dan pergerakan yang di laluinya sangat sedikit sekali memberi manfaat menyebarnya berbagai fitnah,perpecahan dan kehancuran dalam lingkungan pergerakan bahkan dapat menjauhkan seseorang dari seseorang yang baru mengenal da’wah menyebabkan terbongkarnya...

Bashirah dan Firasat

Al-Bashīrah (Mata Hati) dan Al-Firāsah (Firasat) (Terdapat 823 indeks tema: 15 Atsar, 9 Hadis, dan 7 Ayat) Al-Bashīrah secara Bahasa: Sibawaih berkata: Baṣura ( بَصُرَ ) artinya menjadi dapat melihat, dan abṣarahū ( أَبْصَرَهُ ) digunakan ketika seseorang mengabarkan tentang sesuatu yang tampak oleh matanya. Al-Lihyani meramaskan: Baṣira bihi ( بَصِرَ بِهِ ), dengan membariskasrahan huruf ṣād, bermakna abṣarahū (ia melihatnya). Kalimat abṣartusy-syai'a berarti: saya melihatnya. Kata Al-Bashīrah berada di atas wazan fa‘īlah ( فَعِيلَةٌ ) namun bermakna muf‘ilah ( مُفْعِلَةٌ ). Kata ini diambil dari akar kata ( b-ṣ-r / ب-ص-ر ) yang menunjukkan makna pengetahuan terhadap sesuatu. Dikatakan: huwa baṣīrun bihi (dia mempunyai pengetahuan tentangnya). Al-Raghib berkata: "Kata Al-Bashar ( الْبَصَرُ ) digunakan untuk indra penglihat (yaitu mata), seperti dalam firman Allah Ta'ala: "...seperti kejapan mata..." (QS. An-Nahl: 77) Dan digunakan pula unt...