Posts

Bashirah dan Firasat

Al-Bashīrah (Mata Hati) dan Al-Firāsah (Firasat) (Terdapat 823 indeks tema: 15 Atsar, 9 Hadis, dan 7 Ayat) Al-Bashīrah secara Bahasa: Sibawaih berkata: Baṣura ( بَصُرَ ) artinya menjadi dapat melihat, dan abṣarahū ( أَبْصَرَهُ ) digunakan ketika seseorang mengabarkan tentang sesuatu yang tampak oleh matanya. Al-Lihyani meramaskan: Baṣira bihi ( بَصِرَ بِهِ ), dengan membariskasrahan huruf ṣād, bermakna abṣarahū (ia melihatnya). Kalimat abṣartusy-syai'a berarti: saya melihatnya. Kata Al-Bashīrah berada di atas wazan fa‘īlah ( فَعِيلَةٌ ) namun bermakna muf‘ilah ( مُفْعِلَةٌ ). Kata ini diambil dari akar kata ( b-ṣ-r / ب-ص-ر ) yang menunjukkan makna pengetahuan terhadap sesuatu. Dikatakan: huwa baṣīrun bihi (dia mempunyai pengetahuan tentangnya). Al-Raghib berkata: "Kata Al-Bashar ( الْبَصَرُ ) digunakan untuk indra penglihat (yaitu mata), seperti dalam firman Allah Ta'ala: "...seperti kejapan mata..." (QS. An-Nahl: 77) Dan digunakan pula unt...

Dakwah Keluarga

Landasan Syar’i Ayat dan hadits yang berkenaan dengan tanggung jawab terhadap keluarga “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6) “Berilah peringatan kepada orang-orang terdekatmu” (QS. Asy Syuara: 26) "Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)" (QS.Hud: 80) “Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada...

Membina Hubungan Dengan Orang Lain

Muqaddimah يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (QS. Al-Hajj:77) “Hai orang-orang yang beriman ruku’lah, sujudlah dan sembahlah Rabbmu serta perbuatlah kebajikan-kebajikan agar kalian memperoleh keberuntungan / kemenangan”. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 77 di atas mengisyaratkan bahwa untuk meraih keberuntungan di dunia dan akhirat dibutuhkan usaha terpadu berupa kegiatan ‘ubudiyah atau hablumminallah dan kegiatan memproduksi kebajikan atau hablumminannaas . Selain diperintahkan untuk ruku’, sujud dan menyembah Allah, seorang Mu’min juga dituntut aktif berbuat kebajikan terhadap sesama manusia. Korelasi antara hubungan vertikal ( hablumminallah ) dengan hubungan horizontal ( hablumminannaas ) juga terlihat jelas dalam Hadits Nabi SAW: عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَخَالِقْ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَ...