Thursday, April 16, 2026

Membangun Kepribadian Islam

URGENSI

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan paling mulia dibanding dengan

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ ٧٠

"Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam, Kami angkut mereka didaratan dan dilautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan  yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan." (Al-Isra: 70)

Menjadi pribadi yang Islami   merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan  dalam agama Islam. Hal ini karena Islam itu tidak hanya  ajaran normatif yang hanya diyakini dan difahami tanpa diwujudkan dalam kehidupan nyata, tapi Islam memadukan dua hal  antara keyakinan dan aplikasi, antara norma dan perbuatan , antara keimanan dan amal saleh. Oleh sebab itulah ajaran yang diyakini dalam islam harus tercermin dalam setiap tingkah laku, perbuatan dan sikap pribadi pribadi muslim.

Memang setiap jiwa yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Tapi bukan berarti kesucian dari lahir itu meniadakan upaya untuk membangun dan menjaganya, justru karena telah diawali dengan fitrah itulah, jiwa tersebut harus dijaga dan dirawat kesuciaannya dan selanjutnya dibangun agar menjadi pribadi yang islami.

RUANG LINGKUP

Sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sbb:

1.Ruhiyah (ma’nawiyah)

Aspek ruhiyah adalah aspek yang harus mendapatkan perhatian khusus oleh setiap muslim. Sebab ruhiyah menjadi motor utama sisi lainnya, hal ini bisa kita simak firman Allah swt di S. Asy-Syams : 7.-10

وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ ٦ وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ ٧ فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ ٨

"Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sungguh sangat merugi orang yang mensucikannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya,”(QS. Asy Syams:6-8).

Dan S. Al Hadid 16.

۞ اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ ١٦

" Belumkah datang waktunya untuk orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka berdzikir kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kapada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan alkitab didalamnya,kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik " QS.Al-Hadid:16).

Ayat ayat diatas memberikan pelajaran kapada kita akan pentingnya untuk senantiasa menjaga ruhiyah , kerugian yang besar bagi orang yang mengotorinya dan peringatan keras agar kita meninggalkan amalan yang bisa mengeraskan hati. Bahkan tarbiyah ruhiyah adalah dasar dari seluruh bentuk tarbiyah, menjadi pendorong untuk beramal saleh dan dia juga memperkokoh jiwa manusia dalam mensikapi berbagai problematika kehidupan.

Aspek aspek yang sangat  terkait dengan dengan ma’nawiyah seseorang adalah:

  1. Aqidah.  Ruhiyah yng baik akan melahirkan aqidah yang lurus dan kokoh, dan sebaliknya ruhiyah  yang lemah bisa menyebabkan lemahnya aqidah. Padahal aqidah adalah suatu keyakinan yang akan mewarnai sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh sebab itu kalau ingin aqidahnya terbangun dengan baik maka ruhiyahnya harus dikokohkan .Jadi ruhiyah menempati posisi yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim karena dia akan mempengaruhi bangunan aqidahnya..
  2. Aspek akhlaq. Akhlaq adalah bukti tingkah laku dari nilai yang diyakini seseorang. Akhlaq merupakan bagian penting dari keimanan. Akhlaq juga salah satu tolok ukur  kesempurnaan iman seseorang .Terawatnya ruhiyah akan membuahkan bagusnya akhlaq seseorang. Allah swt dalam beberpa ayat senantiasa menggandengkan antara iman dengan berbuat baik. Rasulullah saw pun ketika ditanya tentang siapakah yang paling baik imannya ternyata jawab rasulullah saw adalah yang baik akhlaqnya ("ahsnuhum khuluqan")

أي المؤمنين افضل إيمانا ؟ قال احسنهم خلقا. رواه ابو داود والترمذى والنسائ والحاكم.

"Mu'min mana yang paling baik imannya? Jawab Rasulullah " yang paling baik akhlaqnya" (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa'i)

Bahkan diutusnya Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam-  pun untuk menyempurnakan akhlaq manusia sehingga menjadi akhlaq yang islami

َ                             إًَِنما بعثت لأتمم مكا رم الأخلاق

Tolok ukur dan patokan baik dan tidaknya akhlaq adalah al-qur'an.Itulah sebabnya akhlaq keseharian  Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam- merupakan cerminan dari Alquran yang beliau yakini. Hal ini terbukti dari jawaban Aisyah ra ketika ditanya tentang bagaimana akhlaq Rasulullah –shallallâhu `alaih i wa sallam-  , jawab beliau "Akhlaq Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam-  adalah al-Qur'an.

كان خلقه القرآن  

  1. Aspek tingkah laku. Tingkah laku adalah cerminan dari akhlaq yang melekat pada diri seseorang….

2. Fikriyah ('aqliyah) .Kepribadian islamy juga ditentukan oleh sejauh mana kokoh dan tidaknya aspek fikriyah. Kejernihan fikrah ,kekuatn akal seseorang akan memunculkan  amalan, kreatifitas dan akan lebih dirasa daya manfaat seseorang untuk orang lain. Fikrah yang dimaksud meliputi:

  1. Wawasan keislaman. Sebagai seorang muslim menjadi keniscayaan bagi dia untuk memperluas wawasan keislaman. Sebab dengan wawasan keislaman akan memperkokoh keyakinan keimanan dan daya manfaat diri untuk orag lain.
  2. Pola pikir islami. Pola pikir islami juga harus bibangun dalam diri seorang muslim.Semua alur berpikir seorang muslim harus mengarah dan bersumber pada satu sumber yaitu kebenaran dari Allah swt. Islam sangat menghargai kerja pikir ummtnya.Di dalam al-Qur'anpun sering kita jumpai ayat ayat yang mengnjurkan untuk berpikir, "afala ta'qiluun, afala tatafakkaruun, la'allakum ta'qiluun, la'allakum tadzakkaruun,"

افلا تعقلون ,أفلا تذكرون, افلا تتفكرون, لعلكم تعقلون,لعلكم تذكرون

Seorang muslim harus senatiasa menggunakan daya pikirnya .Allah mewujudkan fenomena alam untuk difikirkan, beraneka macamnya tingkah laku manusia sampai adanya aneka pemikiran dan pemahaman manusia hendaknya menjadi pemikiran seorang muslim. Tetapi satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa tujuan berpikir tidak lain adalah untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah –subhânahu wa ta`âlâ- bukan sebaliknnya.

  1. Disiplin (tepat) dan tetap (tsabat) dalam berislam. Sungguh kehidupan ini tidak terlepas dari ujian, rintangan dan tantangan serta hambatan.Ujian tersebut tidak akan berakhir sebelum nafasnya berakhir.Oleh sebab itulah untuk menghadapinya perlu tsabat dalam berpegang pada syariat Allah swt.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ ࣖࣖ ٩٩

99. dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

Disurat Ali Imran :102 Allah menjelaskan

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢

"Wahai orang orang yang beriman bertaqwalah kamu sebenar-benar taqwa. Dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.

Begitu pentingnya tsabat dijalan Allah, sampai Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam-  mengajarkan do'a kepada ummatnya,sbb:

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك  (رواه الترمذى)

"Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati hati kami untuk tetap berada pada agamaMu "

3. Amaliyah (harokiyah). Diantara sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sisi amaliahnya. Amaliah harakiah yang merubah kehidupan seorang mu'min menjadi lebih baik. Hal ini penting sebab amaliah adalah satu diantara tiga tuntutan iman dan islam seseorang. Tiga tuntutan tersebut adalah: al-iqror bil- lisan (ikrar dengan lisan), at-tashdiq bil-qalb ( meyakii dengan hati), dan  al-amal bil jawarih (beramal dengan seluruh anggota badan). Jadi tidak cukup seseorang menyatakan beriman tanpa mewujudkan apa yang diyakininya dalam bentuk amal yang nyata.

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ ١٠٥

"Maka katakanlah "beramallah kamu niscaya Allah dan Rasulnya serta orang-orang beriman akan melihat amalanmu itu. Dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberititakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan "(QS at-Taubah 105).

Umat islam dituntut oleh Allah –subhânahu wa ta`âlâ- untuk menunaikan sejumlah amal, baik yang bersifat individual maupun yang kolektif bahkan  kewajiban yang sisitemik. Kewajiban individual  akan lebih khusyu' dan lebih baik pelaksanaannya jika ditunjang dengan sisitem yang kondusif. Shalat, puasa , zakat dan haji misalnya akan lebih baik dan lebih khusyu' kalau dilaksanakan ditengah suasana yang aman tentram dan kondusif. Apalagi kewajiban yang bersifat sistemik seperti da'wah, amar ma'ruf nahi mungkar, jihad dsb, mutlak memerlukan  ketersediaan perangkat sistem yang memungkinkan terlaksananya amal tersebut.

Pentingnya amaliah harakiah dalam kehidupan seorang mu'min laksana air. Semakin banyak air bergerak dan mengalir semakin jernih dan semakin sehat air tersebut.  Demikian juga seorang muslim semakin banyak amal baiknya, akan semakin banyak daya untuk membersihkan dirinya, sebab amalan yang baik bisa menjadi penghapus dosa. Simaklah QS. Huud: 114

وَاِنَّ كُلًّا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ اَعْمَالَهُمْ ۗاِنَّهٗ بِمَا يَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١١

"Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam, sesungguhnya perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuaan yang buruk (dosa), itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat".

Ada sedikitnya tiga alasan kenapa seorang harus beramal:

  1. Kewajiban diri pribadi.

Sebagai hamba Allah tentunya harus menyadari bahwa dirinya diciptakan bukan untuk hal yang sia-sia. Baik jin dan manusia Allah ciptakan untuk tujuan yang amat mulia yaitu untuk beribadah, menghamba kepada Allah –subhânahu wa ta`âlâ-.Amalan adalah bentuk refleksi dari rasa penghambaan diri kepada dzat yang mencipta.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦

" Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah" (Adz-Dzariyat: 56)

Disamping itu pertanggung jawaban didepan mahkamah Allah nanti bersifat undividu. Setiap individu akan merasakan balasan amalan diri pribadinya.

وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ ٣٩ وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ ٤٠ ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ ٤١

" Dan bahwasannya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.Dan bahwasannya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna"(QS,an-Najm:39-41).

  1. Kewajiban terhadap keluarga.

Keluarga adalah adalah lapisan kedua dalam pembentukan ummat. Lapisan ini akan memiliki pengaruh yang kuat baik dan rusaknya sebuah ummat. Oleh sebab itulah seseorang dituntut  untuk beramal karena terkait dengan kewajiban dia membentuk keluarga yang islamy,sebab tidak akan terbentuk masyarakat yang baik tanpa melalui pembentukan keluarga yang baik dan islami.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ٦

" Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (QS. At-Tahrim :6)

Setiap muslim seharusnya mampu membentuk keluarga yang berkhidmad untuk Islam, seluruh anggota keluarga terlibat dalam amal islami diseluruh bidang kehidupan.

  1. Kewajiban terhadap da'wah.

Beramal haraki bagi seorang muslim bukan hanya atas tuntutan kewajiban diri dan keluarganya saja, akan tetapi juga karena tuntutan da'wah.Islam tidak hanya menuntut seseorang saleh secara individu tapi juga saleh secara sosial.

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ٧١

71. dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. At-Taubah:71)

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ١٠٤

104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung. (Ali Imran: 104)

Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

Juga di QS. Fushshilat :33

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ٣٣

33. siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

 

Ahwalul Musliminal Yaum

Setelah mad’u ditalaqqikan materi ghazwul fikri yang berasal dari luar dalam pengertian musuh-musuh Islam secara umum, kemudian dijelaskan dengan hizbusyeitan --yang merupakan musuh eksternal yang mungkin juga internal-- dalam bentuk tandzim hizb yang akan berhadapan dengan hizbullah. Kedua bahan ini cukup memadai untuk meyadarkan bagaimana musuh-musuh Allah mengajak kita menjauhi Islam. Tetapi selain serangan eksternal, kejatuhan umat Islam juga disebabkan oleh faktor-faktor internal seperti qadhaya ummat dan da’wah. Bahan ini ditalaqqikan agar mendapatkan pemahaman dan penjelasan yang menyeluruh tentang musuh-musuh ekternal dan keadaan internal. Kesadaran yang muncul dari bahan-bahan ini akan membawa mad’u kepada motivasi dan keinginan-keinginan untuk berda’wah, berjihad dan menjalankan da’wah serta tarbiyah. Usaha-usaha ini yang kemudian akan membentuk mad’u dari syakhsiyah Islamiyah (dicapai melalui bahan A – F) menjadi syakhsiyah da’iyah.

Masalah ummat Islam secara internal hari ini memang cukup memprihatinkan dimana secara umum di negara-negara Islam banyak muslim yang aqidahnya sudah di kotori oleh kepercayaan yang bukan Islam, tarbiyah tidak berjalan seperti yang dikehendaki samada secara formal ataupun informal, tsaqafah (pengetahuan) di kalangan ummat Islam dirasakan kurang. Da’wah tidak berjalan sementara yang berjalanpun kurang memberi kesan membentuk generasi rabbani. Tandzim yang di bawa oleh Islam kurang kemas dan tidak professional sehingga dapat menjatuhkan imej (persepsi) Islam secara keseluruhan. Akhlak umat Islam secara keseluruhan ramai yang di pengaruhi oleh tingkah laku dan budaya barat jahiliyah. Itulah keadaan adalah secara umum. Hanya sebagian kecil umat Islam yang mempunyai komitmen dengan Islam dan da’wah serta dapat memelihara keimanannya dengan baik. Jalan keluar menghadapi masalah ini adalah perlu segera melaksanakan da’wah harakah yang bersifat integral dan mempunyai cirri-ciri rabbaniyah, minhajiyah dan seimbang.

Setelah membincangkan muslim yang terkena penyakit, kemudian melihat bagaimana da’wah Islam yang dijalankan yang juga diliputi pelbagai kelemahan dan kekurangan. Secara umum da’wah yang kita jalankan oleh umat Islam secara sendirian tidak melalui jama’ah yang kemudian akan menghasilkan sesuatu yang kurang berkesan. Da’i ataupun ustadz dan ulama yang berda’wah secara sendirian akan mengalami kepenatan dari segala perjalan da’wahnya. Secara ringkasnya penyakit infiradiyah ini disebabkan oleh keadaan ma’nawi dan aktiviti. Keadaan ini perlu diobati dengan da’wah yang menumpukkan pada amal jama’i. Beberapa cadangan yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini adalah perlu kesadaran yang bersumber dari pengetahuan, berorientasi Islami, berjiwa rendah hati, menyeluruh, moden, manhaji, dan perubahan secara total.

Kemudian mad’u dijelaskan pula dengan bagaimana keadaan umat Islam. Pada dasarnya keadaan muslim, da’wah dan umat Islam sama saja yaitu dalam keadaan sakit tetapi sakit yang dialaminya agak berbeda sehingga dari segi penyelesaiannya juga agak berbeda.

Qadhaya ummat (masalah umat) dibagi dalam beberapa persoalan diantaranya ialah persoalan yang senantiasa wujud pada diri umat dan persoalan kontemporer yang muncul mengikut suasana dan keadaan lokal. Persoalan yang senantiasa muncul adalah masalah kejiwaan manusia itu sendiri misalnya kecenderungan, watak, syahwat, dan insting. Sedangkan persoalan kontemporer disebabkan oleh pengaruh penjajahan yang masih membekas, penyakit akibat penjajahan, dan kekuatan yang menentang.

Masalah ummat yang kita hadapi saat ini sangatlah berat dan tidak akan mungkin dihadapai dengan sendirian atau da’wah yang tidak tertata. Masalah yang berat ini bagaikan penyakit kronis yang susah di sembuhkan dan bahkan berbagai jalan keluar belum lagi dapat diatasi. Sakit yang diderita ummat Islam dan kejatuhan yang bertubi-tubi menjadikan ummat Islam setelah da’wah berjalan secara marhalah dan pasti menuju kejayaan.

Bagaimanapun masalah ummat dan da’wah ada jalan keluarnya dan jelas obatnya hanya bagaimana kita sebagai da’i dan aktivis yang sudah berazam dan komitmen dengan Islam dan da’wah ini bisa berbuat dan beramal secara sungguh-sungguh maksimal dan manhaji. Islam tidak akan pernah hilang dan penyakit bukan terletak pada Islam tetapi lebih terletak kepada umat yang membawa Islam. Islam sebagai dien yang haq dan diridhai Allah SWT telah terbukti kebenarannya tetapi ummat yang menganutnya tidaklah tahan dan mampu menghadapi tentangan dan tantangan dalam mempertahankan aqidah dan akhlak Islam.

I.                AHWAL MUSLIMIN

Keadaan ummat Islam sekarang ini memang hina dan berada dibawah tangan-tangan kekuasaan musuh Islam. Ummat Islam sebagai umat yang baik dan mulia ternyata tidak nampak kemuliannya ditengah manusia lain, bahkan nampak semakin terpuruk sebagaai buah kejahiliyahan yang semakin merajalela saat ini. Kondisi kaum muslimin hari ini mempunyai kelemahan-kelemahan diantaranya adalah aqidah, tarbiyah, tsaqafah, da’wah, pengorganisasian/tanzim, akhlak. Keadaan ini berlaku disebahagian muslim tersebut nampak tidak mengamalkan ibadah wajib seperti shalat, berpakaian muslimah, zakat dan berpuasa. Keadaan demikian harus diperbaiki dengan menyediakan da’wah harakiyah yang integral dan bersifat rabbaniyah, minhajiyah, marhaliyah dan aulawiyah serta sesuai dengan realitas dan seimbang.

Penjelasan Rasmul Bayan

A.   Kelemahan kaum muslimin

Berbagai kelemahan muslim pada saat ini yang merupakan kelemahan utama dan prinsip adalah kelemahan aqidah dikalangan muslim. Aqidah muslim pada sebagian muslim telah tercemar dengan berbagai kepercayaan yang merusak aqidah sebenarnya. Kepercayaan kepada nenek moyang dengan mengamalkan amalan kepercayaan tradisi jahiliyah yang diwarnai oleh animisme dan dinamisme. Sebagian kepercayaan tersebut dipengaruhi oleh Hindu. Aqidah Islam juga di cemari oleh faham tareqat yang sesat dan kepercayaan syiah yang bertentangan dengan aqidah ahlus sunah wal jamaah. Aqidah yang di bawa oleh umat Islam tidak lagi tertanam secara baik di dada kaum muslimin, mereka mencampuri dengan kepercayaan kebendaan, keduniaan dan sebagainya yang menjelaskan aqidahnya kepada Allah SWT.

1.     Tarbiyah dikalangan ummat Islam masih sangat sedikit. Secara formal melalui sekolah-sekolah yang hanya beberapa jam saja. Sedangkan sekolah Islam sedikit. Keadaan ini masih kurang bila dibandingkan dengan kebutuhan saat ini. Sekolah Islam pun tidak semuanya dapat menyajikan Islam dan tarbiyah yang baik sehingga dapat merubah pribadi pelajar dan gurunya. Perlaksanaan tarbiyah secara informal juga belum banyak dilaksanakan dengan cukup memuaskan.

2.     Tsaqafah Islamiyah dikalangan muslim juga kurang seiring dengan kurang efektifnya peranan tarbiyah dan sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh umat Islam. Tsaqafah ini berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan wawasan ynag bersifat Islam atau umum. Kemampuan ini belum banyak dimiliki oleh muslim. Sebahagian menguasai tsaqafah Islam tetapi dalam masalah umum kurang menguasai (misalnya politik, ekonomi, kemasyarakan), begitupun sebaliknya kurang di dapati muslim yang mempunyai pemnguasaan bidang umum dan memiliki tsaqafah Islamiyah. Muslim yang mempunyai ilmu dan tsaqafah tidaklah banyak, dan masih kecil prosentasenya dibandingkan dengan jumlah muslim dan kebutuhan yang ada. Sebagian muslim yang mempunyai tsaqafah ini kurang sesuai dengan pemahaman aqidah Islamiyah, kurang merujuk kepada minhaj yang asal yaitu Al Qur’an dan sunnah. Masih banyak merujuk kepada nilai Barat yang bertentangan dengan Islam. Juga ada tsaqafah yang di suburkan oleh kepercayaan jahiliyah seperti ashabiyah, nasionalisme, sekuler, kapitalisme dan komunisme.

3.     Da’wah Islam pun nampaknya terkena gangguan. Banyak yang hidup segan dan mati tak mau. Da’wah sebagian ummat yang berjalan pun mungkin perlu dipertanyakan ghayah (sasaran akhir) yang akan dituju dan cara (langkah) yang dilakukannya. Hasil da’wah sekarang ini belum dapat di banggakan bahkan keadaan sekarang ini menunjukkan bahawa da’wah tidak berjalan karena tidak nampak bertambahnya pengikut atau pengikut yang ada pun semakin berkurangan. Da’wah Islam tidak berkesan karena sebahagian sudah hilang tujuan akhir yang sebenarnya kerana sudah terpengaruh oleh berbagai pendekatan yang kurang Islamiyah. Da’wah kurang berkesan disebabakan menjadikan da’wah sebagai organisasi kekauman atau kumpulan elite atau pun perkumpulan yang tidak berdasarkan kepada nilai-nilai Islam. Da’wah yang tidak berjalan adalah satu masalah sendiri yang sedang berjalanpun perlu dilihat bagaimana keadaan yang sebenarnya adakah sesuai dengan minhaj atau tidak. Mereka yang tidak berda’wah juga merupakan masalah besar kerana mereka dijadikan sebagai mangsa yang sangat senang di makan oleh pihak musuh.

4.     Tanzim atau organisasi yang di kendalikan oleh Islam perlu dipertanyakan sejauuh mana mereka mengamalkan Islam dalam dalam tanzimnya. Tanzim dapat dibagi-bagi kepada tanzim berupa jamaah yang komitmen pesertanya melalui bai’ah, organisasi Islam yang terbuka dengan menjalankan beberapa keperluan dan aktiviti Islam secara terbuka, atau organisasi Islam yang berwarna syarikat, pertubuhan, NGO dan yang lainnya. Bagaimanapun tanzin ini perlu dilihat semula kerana keadaan ini mungkin juga sama dengan keadaan umat Islam yang sedang sakit. Apabila pengendali sedang sakit maka ada kemungkianan yang di bawanya pun menjadi sakit.

Akhlak sebagai cermin muslim sudah di cemari oleh berbagai akhlak jahiliyah yang dilandasi oleh budaya dan gaya hidup masyarakat jahiliyah. Banyak didapati muslim yang secara statusnya masih sebagai muslim tetapi tidak mencerminkan lagi akhlak Islam yang susah di bezakan dengan mereka yang bukan muslim. Akhlak remaja sangat kentara merupakan wujud yang salah. Akhlak muslim tidak mewarnai diri muslim secara keseluruhan. Muslim lupa kepada akhlak sebenar yang mesti dimiliki. Keadaan demikian tidaklah mustahil mengingat ghazwul fikri yang sangat kuat dan hizbusyetan menguasai dunia saat ini.

B.      Perbaikan dengan mewujudkan da’wah harakiah syaamilah

Realiti yang ada sekarang ini memerlukan suatu harakah inkaz(gerakan penyelamatan) untuk merubah keadaan umat Islam menjadi lebih baik dan terlepas dari segala penyakit yang membawa kita kepada kematian. Da’wah dan harakah yang mempunyai harapan kejayaan mesti mempunyai beberapa cirri-ciri yang dipenuhi diantaranya adalah raabaniyah, minhajiyah, marhaliyah dan ulawiyah serta sesuai dengan reality dan seimbang.

1.     Raabaniyah di dalam Al Qur’an mempunyai cirri pribadi yang senantiasa mengajarkan Islam dan juga mempelajari nilai Islam. Selain itu cirri rabbani adalah mereka yang tidak merasa duka cita, hina dan lemah di dalam menjalankan da’wah IslamHarakah dan da’wah Islam yang rabani mesti mempunyai ahli dan system yang demikian . Ahlinya tidak diam begitu saja tetapi ia bergerak dan senantiasa,berda’wah,dalam menjalankan da’wahnya mereka tidak putus asa tetapi berterusan dan selalu berjalan dengan komitmen yang kuat dan kukuh.

2.     Da’wah Islam mesti mengikuti minhaj yang benar dengan kesedaran yang jelas dan bersih.. Minhaj dengan basirah ini tentunya merujuk kepada Al qur’an dan sunah serta merujuk kepada sirah nabawiyah. Kemudian dari panduan ini kita mempertimbangkan keadaan tempatan seperti situasi, kondisi, keadaan, peristiwa dan sikap yang muncul sehingga muncul fiqhud da’wah yang dapat dijalankan di tempat tertentu. Minhaj yang jelas akan membawa ke jalan yang jelas dan juga akan membawa kita kepada tujuan yang benar sehingga Allah meredhainya.

3.     Da’wah dan harakiyah  mesti mengikuti marhalah sesuai dengan marhalah kesediaan, penerimaan, pengetahuan, kemampuan dan penguasaan mad’u atau aktivis harakah tersebut. Dengan marhalah ini maka da’wah dapat berjalan dengan baik dan berkesan. Ahli yang membawa da’wah akan mengalami ketenangan tanpa paksaan dan sesuai dengan kemampuan atau marhalah yang ada pada dirinya. Marhalah ini diperlukan di dalam da’wah dan harakah karena nabi SAW mengamalkan dan menyebarkan da’wah mengikuti dan memperhatikan marhalah ini. Misalnya da’wah pada marhalah tabligh yang mengajak kepada manusia secara umum, kemudian diteruskan kepada da’wah secara taklim dengan suasana pengajaran, kemudian diteruskan kpada da’wah marhalah takwin yang lebih kepada latihan dan pembntukan, kemudian ditingkatkan kepada marhalah tanzim dan tanfiz.

4.     Da’wah dan harakah juga memperhatikan keutamaan dari kerja-kerja yang akan dilakukan. Perlu memfokus kepada suatu isu dan aktiviti yang dapat memberikan sumbangn kepada ummat Islam sehingga da’wah dapat tampil ditengah masyarakat dengan kehadiran yang dialu-alukan. Misalnya keutamaan tarbiyah adalah suatu keutamaan bagi mana-mana da’wah dan harakah karena tanpa tarbiyah ini tidak akan dapat meneruskan da’wah. Tarbiyah akan menciptakan kader dan generasi penerus da’wah itu sendiri. Keutamaan lainnya yang menjadikan keutamaan adalah melihat isu semasa dan mencari jalan keluar yang dapat mengembangkan pengaruh ditengah masyarakat misalnya tampil da’wah dalam mengatasi kemiskinan, pengangguran, khidmat perubatan dan pendidikan yang membawa kearah kejayaan.

5.     Da’wah yang sesuai dengan reality ini merupakan sunnah dan minhaj da’wah Islamiyah. Da’wah mesti membumi dimana ia berpijak jangan melangit sehingga tidak dapat diamalkan di dalam kehidupan sehari-hari mad’u. Keadaan yang mempertimbangkan reality ini secara berkesan di contohkan oleh nabi di dalam berda’wah di Mekah ataupun Madinah. Jahiliyah dimasa itu yang sangat kuat memungkinkan untuk menghancurkan Islam secar cepat tetapi da’wah Nabi secra bertahap dan pasti memulainya dengan sir dan kemudian cepat mempersiapkan keadaan di Madinah. Da’wah secara kotroversial adalah pendekatan yang dibawa oleh Nabi sebagai pendekatan hasil pembacaannya diatas reliti yang ada di persekitaran. Banyak lagi contoh lainnya yang dijadikan pelajaran oleh umat Islam saat ini.

Da’wah yang seimbang bermaksud da’wah yang memperhatikan semua keperluan al akh dan Islam secara keseluruhan dan memenuhinya secara seimbang. Aktivis juga menghendaki keperluan pribadi dan keluarganya terpenuhi maka da’wah perlu memberikan peluang kepada aktivis ini memelihara dan menjaga keperluannya. Pelajar memerlukan waktu belajar dan mesti mendapatkan markah yang tinggi, ia pun perlu bertemu dengan ibu bapak di kampumg. Keperluan di dalam menjalankan da’wah seperti keperluan ruhiyah, aqliyah dan amaliyah. Keseimbangan ini sesuai dengan prinsip keseimbangan yang Allah terapkan kepada mahlukNya. Dengan seimbang ini maka setiap aktivis merasakan senang dan bahagia.

Dalil

3:79;…. Hendaklah kamu menjadi rabbani yang kamu mengajarkan kitab dan kamu membacanya.

مَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّؤْتِيَهُ اللّٰهُ الْكِتٰبَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُوْلَ لِلنَّاسِ كُوْنُوْا عِبَادًا لِّيْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَلٰكِنْ كُوْنُوْا رَبَّانِيّٖنَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُوْنَ الْكِتٰبَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُوْنَ ۙ ٧٩

79.  Tidak sepatutnya seseorang diberi Alkitab, hukum, dan kenabian oleh Allah, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu para penyembahku, bukan (penyembah) Allah,” tetapi (hendaknya dia berkata), “Jadilah kamu para pengabdi Allah karena kamu selalu mengajarkan kitab dan mempelajarinya!”

3:146; Beberapa banyaknya nabi yang berperang bersama orang rabbani. Mereka iti tidak pengecut, kerana bahaya yang menimpa mereka pada jalan Allah dan tiada Iemah dan tiada pula tunduk dan Allah mengasihi orang-orang yang sabar.

وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قٰتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْا ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ ١٤٦

146.  Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah Karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

12:108; Katakanlah: Inilah jalanku, aku seru kepada Allah, aku atas keterangan yang jelas (minhaj yang jelas) dan orang yang mengikuti aku. Mahasuci Allah dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mempersekutukannya.

قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْٓ اَدْعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗعَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَا۠ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ ۗوَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ١٠٨

108.  Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Ringkasan

Kondisi kaum muslimin hari ini dilihat dari kelemahan-kelemahan kaum muslimin yaitu: aqidah, tarbiyah, tsaqafah, da’wah, pengorganisasian akhlak harus diperbaiki dengan: da’wah harakyah yang integral: bersifat rabaniyah, minhajiyah, marhaliyah, ulawiyah sesuai dengan reality, seimbang.

AMRUD UMMAH FI DA’WAH

Sinopsis

Keadaan umat di dalam da’wah Islamiyah menunjukan sesuatu yang kurang menggembirakan. Perkara ini dibuktikan dengan banyaknya umat yang mengalami kekosongan jiwa dan kehilangan pegangan hidup sehingga menampilkan da’wah yang dibawanya ssesuatu yang tidak efektif. Pengenalan kepada penyakit yang menjangkit umat di dalm dida’wah bermaksud agar dapat menyedarkan kita kepada keadaan yang sebenarnya dan memerlukan kita untuk memakan ubat walaupun pahit dan tidak sedap agar da’wah dapat berjalan dengan baik. Penyakit ummat di dalam berda’wahsecara dasarnya disebabkan oleh penyakit peribadi da’i yaitu da’wah bersendirian (infiradiyah). Infiradiyah ini dibahagikan  kepada maknawiyah(mental) seperti keadaan emosi, da’wah yang berorientasi kepada tokoh, da’i merasa hebat dan banyak pengagum, mempunyai kecenderungan merendahkan orang lain. Infiradi juga dilihat dari segi aktiviti, diantaranya penyakit yang munkinmenjangkit aktiviti ini adalah da’wah yang asal-asalan dan tidak beraturan, da’wah dilakukan secata parsial tidak menyeluruh, da’wah yang sebahagian, tradisional dan tambal sulam.

Keadaan pribadi aktivis da’wah prlu diubati dengan menjalankan amal jama’i. Amal jama’I ini menumbuhkan kesedaran yang bersumber dari pengetahuan, berorientasi yang Islami, peribadi yang rendah hati, bersifat adil adil, berfikiran dan berwawasan yang menyeluruh, menggunakan pendekatan dan wasail yang modern, mempunyai konsep dan berorientasi kepada minhaj untuk merubah secara total.

Hasyiah

Penyakit ummat

Syarah

Penyakit ummat di dalam berda’wah setelah diagnosis di dapati banyak yang berda’wah secara bersendirian tidak berjamaah dan bersama-sama. Senang dan seronok da’wah bersendiri yang di jalankan oleh sebagaian dai dan usztad hanyalah bersifat sementara. Mereka akan menyedaari setelah da’wah yang dilaksanakan dengan ikhlas ini tidak membawa banyak hasil, diantaranya adalah da’wah yang dilaksanakan dengan ikhlas ini tidak membawa banyak hasil, diantaranya adalah da’wah amal jamai dan tarbiyah nuqbawiyah. Da’wah tablig adalah da’wah yang sering dilakukan ustadz seperti da’wah di surau, masjid, perairan dan ceramah-ceramah umum. Wujud infiradiyah ini sebagai masalah utama di kalangan dai yang berda’wah.

Infiradiyah

Syarah

Infiradiyah yaitu bersendirian. Selain tidak akan munculnyada’wah yang besar dengan menyelesaikan da’wah yang besar, da’wah dengan gaya bersendirian ini akan memunculkan suasana perpecahan di kalangan ummat khususnya diantara dai yang membawa fikrah berbeda dan pendekatan berlainan. Da’wah Nabi SAW mengajarkan kepada kita agar bersama-sama. Sunnahnya bersama-sama ini adalah sesuai dengan keadaan alam dan manusia yang diciptakan Allah. Mahlik pun dalam menjalankan aktivitasnya selalu bersama-sama. Mereka tidak akan pernah lepas dari kebersamaan. Sunnatullah yang mengajarkan demikian mestilah menjalankan da’wah secara bersama. Selain permasalahan da’wah infiradiyah ini disebabkan oleh maknawinya juga oleh aktiviti yang diamalkan

Secara maknawiyah

Syarah

·       Peribadi dai yang infiradiyah cenderung mempunyai sifat yang emosional dan tidak bertanggung jawab, mereka cenderung berda’wah mengikuti emosi dan kurang dapat menerima keadaan sebenarnya sehingga da’wah yang tidak berdasarkan rancangan dan tanggung jawab yang benar akan mewarnai da’wah infiradiyah.

·       Peribadi infiradi cenderung bekerja sendiri dan mereka mempunyai kecenderungan untuk dikenal oleh masyarakat. Dengan pendekatan ketokohan dan kehebatan yang dimilikinya untuk dimilikinya mereka merasa puas dan cukup untuk mengamalkan da’wah tablig yang di sokong oleh banyak pengikut umum.

·       Mengkultuskan dai yang infiradi sulit ditengah mengingat keadaan ini didasari oleh emosi dan perasaan yang kemudian wujud kharisma secara pribadi. Keadaan ini bukan wujud kerana amal atau program tetapi lebih peribadi yang membawa da’wah.

·       Perasaan diri hebat juga keadaan maknawiyah dai yang cenderung infiradiyah. Kehebatan ini disebabkan kerana kerjanya sendiri dan tidak ada yang mencuba menasehati apabibila mengalami kesalahan dan tidak ada yang menegurnya. Hebat dengan ukuran banyak njemputan dkawak dan banyak orang yang mendengarkan ceramahnya adalah standard yang berorientasikan kepada duniawi dan lebih kepada pengaruh jahiliyah. Standard ini juga yang dugunakan oleh iblis ketika enggan tunduk kepada Nabi Adam AS.

·       Meremehkan orang lain juga suatu akibat dari perasaan hebat dan merasa dirinya baik dan pandai.Keadaan ini yang memungkinkan peribadi dai menjadikan meremehkan orang lain dan merendahkan kemampuan yang ada di antara dai. Dialah seorang yang hebat dan yang lain kurang apabila dibandingkan dengan kepakaran menyampaikan da’wah.

Secara amaliyah

Syarah

  • Dai yang infiradi cenderung da’wah yang dilakukannya secara sembarangan tidak mengikuti cara dan tidak mengikuti msistem kecuali system yang dibuatnya sndiri dan juga bergantung kepada peribadi. Bahaya infiradi dalam berda’wah adalah da’wah yang tidak jelas kemana akan di bawadan kemana orientasi serta natiujah yang dicapai. Da’wah secara infiradi yang penting berda’wah dan masyarakat senang kemudian memanggilnya kembali pada saat berikutnya.
  • Da’wah secara parsial yaitu da’wah sebahagian dan tidak sempurna yang juga merupakan akibat dari da’wah infiradiyah. Kemampuannya terbatas kerana tidak bersama-sama sehingga da’wah hanya disampaikan yang sesuai kemampuannya sedangkan da’wah itu sendiri bersifat luas dan integral yang tidak mungkin dikerjakan secara bersendirian. Kelemahan peribadi kerana infiradi ini memungkinkan peribadi dai menjadi letih kerana kerja sendiri.
  • Pendekatan yang tradisioanal biasanya dibawa oleh dai infiradi. Alasan yang perlu dikemukakan kerana dai tradisional yang meluli pendekatan kitab kuning biasanya tidak mengenal da’wah beramal jamai. Ilmu yang diperolehnya adalah bagaimana ilmu itu di kembangkan kepada orang lain. Mereka kurang memahami bagaimana da’wah secara bersama. Da’wah tradisional biasnya berorientasikan kepada buku dan kemudian disyarahkan tanpa melihat keadaan sekitar atau isu-isu semasa.
  • Da’wah tambal sulam adalah da’wah yang melakukan pendekatan tidak sempurna dan tidak mempunyai minhaj sehingga da’wah ini hanya berorientasikan kepada perminyaan mad’u dan mengikuti kemahuan pelanggan. Selian itu da’wah tambal sulam ini berjalan mengikuti persoalan semasa yang di buat oleh orang lain, sedangkan kesibukan da’wah kita ini menjadikan kita lupa kemana daakwah kita yang sebenarnya dan bagaimana da’wah berjalan.

Obat (ilaj)

Syarah

·       Ubat keatas penyakit da’wah infiradi ini adalah da’wah dengan cara beramal jamai. Beramal jamai memerlukan indivivu tersebut mempunyai kesadaran yang bersumber kepada pengetahuan ; berorientasikan kepada Islamiyah bukan jahiliyah infiradiyah; mesti menjadi peribadi yang rendah hati sebagai bekal neramal jamai;bersikap adil kerana nantinya akan bekerja sma dan merasakan kesusahan dan kebahagiaan bersama; da’wah yang perlu dibawa mesti menyeluruh tidak sebagian dan membagikan tugasa ini secara bersama untuk mencapai tujuan bersama; pendekatan yang moden tidak tradisional yaitu dengan menggunakan berbagai fasiliti dan wasilah seperti komputer atau pendekatan yang menarik; da’wah yang di bawa mempunyai konsep yang canggih dalam menjawab permasalahan ummat masa kini dan minhaj yang berorientasi kepada perubahan dan pembentukan ummat.

 

Amal jamai

Syarah

·       Amal jamai ini merupakan sunnahnya mahluk hidup terhadap perlaksanaan aktiviti kehidupan untuk meneruskan kehidupannya secara sempurna sebagai mahluk. Tanpa amal jamai, maka masalah tidak akan diselesaikan dan da’wah semakin terbantut. Keadaan yang membawa kepada da’wah amal jamai mesti menjalnkan prinsip-prinsip Islam dengan dai atau ahli yang mempunyai berbagai kesamaan aqidah, fikrah dan amal. Sunatullah beramal jamai ini dapat dilihat bagaimana semut beramal jamai, burung-burung yang hidup bersamaa, pookok dan juga lam semesta dengan usrah bumi, bulan, mars, matahari dan beberapa planet lainnya seperti Pluto senantiasa berjamaah dan beramal jamai dengan pusingan yang saling berkaitan dan taawum diantaranya. Dalam keadaan ini matahari sebagai masul yang bertanggung jawab dan planet ynag menjadi pusat bagi planet di sekitarnya.

Ringkasan

·       Penyakit ummat pangkalnya adaah: infiradiyah: 1. Secara maknawiyah(mentl): emosional, berorientasi tookoh, merasa hebat, merendahkan orang lain. 2. Secara aktivi: asal-asalan, parsial, sebahagian-sebahagian, tradisional, tambal sulam.

·       Diobati oleh amal jamai dengan: kesedaran yang bersumber dari pengetahuan, brorientasi Islami, rendah hati, adil, menyeluruh. Modern, konsep dan minhaji merubah secara total.

Sasaran

1.     Memahami permasalahan umat Islam yang dihadapi seorang dai dan dapat menyebutkan penyebab

2.     Memahami bahawa tarkiz dari penyelesaian permasalahan tersebut adalah membentuk syakhsiyah Islamiyah dan umat Islam

3.     Menyedari peranan sikap komitmen terhadap akhlak dan tsaqafah Islamiyah dalam membentuk syakhsiyah Islamiyah mutakamilah

Sinopsis

  • Setelah perbincangan masalah umat di dalam da’wah yang memfokuskan infiradi sebagai bahagian penting dan isu utama di dalam keadaan da’wah saat ini. Persoalan da’wah yang berlaku secara umumnya da[at dibahagikan kepada persoalan yang senantiasa ada pada manusia dan mungkin berterusan ada kerana perkara ini tidak mengkin terlepas dari keadaan da’wah secara umumnya. Beberapa keadaan ini adalah di sebabkan kerana kejiwaan manusia dengan kecenderungannya, watak, syahwat dan instink.
  • Sedangkan persoalan berikutnya adalah berkaitan dengan persoalan semasa yang juga bergantung kepada keadaan tempatan negara Islam tersebut berada seperti persoalan yang di sebabkan oleh sisa-sisa masa penyelewengan seperti: dengan raja/penguasa dictator, adanya kebaikan yang berpenyakit, peninggalan para penyeru ke neraka jahanam, bekas penjajah yang meninggalkan hokum sampai ditinggalkannya sholat. Perkara-perkara diatas menyebabkan kaum muslimin jahil terhadap Islam. Persoalan lainnya adalah penyakit-penyakit hasil penjajahan seperti: wujudnya berbagai lembaga kekufuran, akibat penjajahan yang akhirnya keterbelakangan iptek, masyarakat Islam yang cara berfikirnya salah, kejiwaan ummat yang salah seperti rendah diri. Keadaan ini menyebabkan adanya dominasi musuh-musuh terhadap ummat. Kemudian persoalan lainnya yang wujud adalah terdapatnya kekuatan yang menantang seperti: musuh yang menyusn aktivitinya dengan perencanaannya, dengan penyusunannya dan dengan sarananya yang canggih. Mereka melkukan perang jahiliyah yang tersusun dengan rapi.Akibatnya ummat Islam seperti buih(hadist) yang ringan timbangannya dan mengikut arus.
  • Jalan keluar dari masalah yang dihadapi ummat demikian adalah mesti betul-betul bersedia dan berda’wah secara serius. Beberapa jalan keluarnya adalah muslim mesti memiliki ilmu pengetahuan, melaksanakan pembinaan/tarbiyah dan juga jihad. Penumpuan jihad hendaknya membangun syakhsiyah Islamiyah.

Hasyiah

Persoalan ummah

Syarah

·       Persoalan ummah disebabkan kerana da’wah yang tidak berjalan atau kurang berkesan. Da’wah dan jihad ini adalah sebagai penyokong dan atap bagi akhlak dan ibadah yang akan di bangun secara baik sehingga rumah Islam ini dapat di bangun secara baik  Tanpa da’wah maka permasalahan akan bermunculan secara bertahap dan kemudian memuncak keatas diri ummat Islam. Masalah ummat kerana da’wah tidak berkesan tidak di sebabkan oleh permasalah pembawa da’wah itu sendiri yang senantiasa ada mengiringi da’wah dan persoalan yang di sebabkan oleh keadaan semasa sebagai respon dan kesan keadaan sebelumnya dan keadaan akan dating.

Persoalan yang senantiasa ada

Syarah

·       Persoalan yang selalu muncul adalah persoalan mengnai manusia, persoalan ini selalu ada selama manusia ini tetap hidup dan bersama da’wah. Dari zaman Nabi Adam hingga sekarang, keadaan manusia adalah isu permasalahan utama yang tidak pernah habis dan tak kunjung padam.Masalah yang perlu dihadapi adalah bagaimana kita menghadapi keadaan manusia ini dengan baik dan dapat mengatasi pernasalahan sebagai sarana meningkatkan keupayaan dan ketahan diri. Beberapa persoalan manusia ini adalah masalah kejiwaan manusia yang unik dan mudah berubah mengikuti keadaan dan suasana, kecenderungan peribadi ke arah tertentu, masalah watak yang beragam, pengaruh syahwat dan keadaan instink manusia.

Persoalan kontemporer

Syarah

·       Keadaan semasa yang merupakan masalah yang ada pada reality saat ini berdasarkan kepada persoalan-persoalan sebelumnya seperti akibat dari sisa masa penyelewengan, penyakit dari penjajah dan adanya kekuatan yang menantang. Dari permasalahn ini akan mewarnai bagaimana keadaan dan masalah ummat sekarng ini. Pertimbangn kepada isu semasa ini merupakan suatu yang penting bagi menjalankan da’wah yang benar dan baik di tengah kancah perjuangan yang banyak dipengaruhi banyak factor.

 

Sisa masa penyelewengan

Syarah

·       Sebahagian dari negara dan masyarakat Islam barulah lepas dari keadaan yang dikuasai oleh dictator yang kejam dan raja yang tidak menjalankan Islam, juga berbagai keadaan yang muncul sebelum seperti pengaruh aliran sesat atau da’wah yang membawa kehancuran seperti da’wah yang berorientasikan kepada jihad senjata, da’wah sebelumnya yang membawa kesan dan imej yang negatif, dan kekuasaan yang menjadikan muslim tidak mengerjakan amalan Islam termasuk sholat.

·       Persoalan manusia yang selalu menyertai da’wah ini dan persoalan semasa akan menjadikan ummat bodoh kepada Islam.

Penyakit akibat penjajahan

Syarah

·       Penyakit yang juga diambil kira sebagai sebab munculnya suatu kekalahan dan kehancuran Islam adalah berbagai lembaga-lembaga kekufuran seperti mahkamah, hokum jahiliyah, system pentadbiran dan juga berbagai aturan yang dilembagakan seperti industrial court; penjajah juga meninggalkan keterbelakangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sengaja diciptakan oleh penjajah sehingga menjadikan umat semakin bodoh; penjajah juga menjadikan ummatsalah berfikir atau mempunyai pemikiran yang tidak betul dan kejiwaan yang menyertainya tidak normal seperti rasa rendah diri dan tidak percaya diri.

·       Keadaan ini menjadikan ummat Islam di dominasi oleh musuh-musuh Islam.

Kekuatan yang menentang

Syarah

·       Kekuatan-kekuatan yang menentang terhadap da’wah Islam sangat banyak di dalam masyarakat sekuler saat ini. Kepentingan-kepentingan sekuler merasa tidak terjaga apabila Islam berjaya.Keinginan hawa nafsu mereka tidak akan tersalurkan dengan tegaknya da’wah Islam sehingga mereka berusaha mati-matian menentang kekuatan Islam dan memadamkan da’wah Islam. Kekuatanyang menentang ini dirancang dengan perencanaannya dan sarana yang bak.Mereka melakukan perang jahiliyah yang disusun rapi.

·       Akibat kekuatan ini adalah ummat Islam seperti buih yang ringan timbangannya dan mengikuti arus.

Jalan keluar

Syarah

·       Jalankeluar dari permasalahan ini adalah masyarakat muslim mesti berilmu sehingga dengan ilmu ini tidak akan terpengaruh sesat dan umat Islam mempunyai benteng yang kuat.Ilmu yang benar tsaqafah yang luas perlu dipelihara dan diamalkan dengan menjalankan tarbiyah atau pembinaan. Kemudian jihad menjadi penegak dan pemeliharaan masalah walaupun demikian jihad yang dimaksudkan adalah lebih kepada da’wah untuk membangun syaksiyah Islamiyah.

Ringkasan dalil

·       Persoalan da’wah :1. Persoalan yang senantiasa ada : kejaiwaan manusia dengan kecenderungan, watak, syahwat dan instink. 2. Persoaalan semasa:A.sisa-sisa mesa penyelewengan dengan:Raja/penguasa dictator, kebaikan yang berpenyakit, para penyeru ke neraka jahanam, ditinggalkannya hukumsampai ditinggalkannya sholat. Dua perkara diatas menyebabkan kaum muslimin jahil terhadap Islam. B. penyakit penyakit hasil penjajahan : berbagai lembaga kekufuran, keterbelakangan iptek, cara berfikir yang salah, kejiwaan yang salah. Hal ini menyebabkan adanya dominasi musuhh-musuh terhadap ummat. C. Kekuatan yang menantang: dengan perencanaannya, dengan penyusunannya dan dengan sarananya. Mereka melakukan perang jahiyah yang tersusun rapi.

·       Akibat ummat Islam seperti buih(yang ringan timbangannya dan mengikuti arus.

·       Jalan keluarnya adalah ilmu pengetahuan, pembinaan/tarbiyah: dan jihad. Penumpuan jihad hendaknya membangun syakhsiyah Islamiyah.




 

Wednesday, April 15, 2026

Zionisme Internasional

 Al Anbiya  :16 – 18

16.  Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main

17.  Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).

18.  Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimua disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).

Pada kali ini kita akan membahas bahasan maudhu mengenai zionisme internasional atau ashohyuniah al ‘alamiah. Dalam pembahasan ini kita perlu mengetahui latar belakang kenapa kita perlu membahas kajian ini. Latar belakang kita membahas kajian  ini adalah kesadaran setiap muslim, mukmin bahwasanya di dunia ini ada satu pertarungan, konflik atau konfrontasi yang bersifat abadi sehingga dikenal juga dengan istilah ashiroq al’abadi, eternal conflict, eternal confrontation, antara al haq dengan al bathil, antara kebenaran dengan kebatilan. Dalam hal ini al haq diwakili oleh ahlul  haq, pembela kebenarana, dan al bathil diwakili oleh ahlul bathil.

Kesadaran mengenai pertarungan abadi antara haq dan batil ini sangatlah penting dan fundamental bagi setiap mukmin, karena betapapun dia sangat mencintai perdamaian dan keinginan hidup berdampingan dengan sebanyak-banyaknya pihak di muka bumi ini. Tetapi dengan adanya kesadaran ini dia akan memiliki kewaspadaan, memiliki sikap hati-hati dalam melangkah di muka bumi ini. Sebab pemahaman mengenai adanya ashiroh al ‘abadi baynal haq wal bathil, pertarungan abadi antara haq dan bathil bukanlah sebuah pemahaman yang sifatnya diada-adakan oleh kaum muslimin, tetapi dia merupakan sebuah pemahaman yang berlandaskan informasi Robbani yang datang dari Allah SWT. Di antaranya misalnya, Allah sebutkan di dalam surat yang kami kutip tadi dalam muqoddimah, yakni dalam surat  Al Anbiya:16-18.

Dari ayat ini jelaslah bahwa Allah SWT pertama tidak menciptakan jagad raya ini dengan senda gurau, dengan main-main, tapi ada maknanya, ada maksudnya, ada goal di belakang penciptaan langit dan bumi ini. Dan di antara maksud Allah tersebut menginginkan bahwa Al haq itu berfungsi itu berfungsi untuk menghancurkan al batil dan dari sinilah kemudian kita dapat menyimpulkan adanya ashiroq al’abadi, konfrontasi yang lestari, yang abadi antara kebenaran dan kebatilan.

Nah, ini latar belakang kita perlu membahas tema yang sedang kita bahas pada halaqoh kali ini. Yaitu tema mengenai Zionisme Internasional.

Sebab zionis internasional sebagai sebuah institusi atau organisasi internasional. Dia merupakan salah satu kalau tidak bisa dikatakan salah satu yang paling utama memerangi al Islam wal Muslimin. Sedangkan al Islamul muslimin disifati oleh Allah SWT sebagai perwakilan dari al haq itu sendiri. Dengan catatan tentunya Al Islam sebagai sebuah diin dia sempurna, tidak memerlukan tambahan lagi. Sehingga kalau al Islam dikatakan sebagai perwakilan dari kebenaran dia adalah kebenaran yang bersifat konsepsional. Adapun Al Muslimin sebagai perwakilan kebenaran bersifat operasional. Sehingga wajar saja kalau al muslimin sebagai perwakilan dari kebenaran dia terkadang berada di dalam kebenaran 100% tetapi lebih sering lagi dia tidak 100%. Nah, di sinilah sebenarnya perjuangan kita selaku kaum muslimin untuk senantiasa menyesuaikan diri kita dengan al Islam yang kebenarannya 100% itu agar kita dipercaya oleh Allah SWT menjadi representasi atau wakil dari ahlul haq itu. Yang kemudian kita diberi kepercayaan untuk menghadapi ahlul batil itu.

Zionisme sebagai sebuah faham dan juga sebagai institusi  atau lembaga atau organisasi internasional, dia memiliki kekuatan utama pada orang-orang Yahudi. Sehingga dalam organisasi zionisme ini kita akan temukan bahwa orang Yahudilah yang merupakan inner corr yang merupakan inti dari organisasi itu. Dan di dalam pembentukannya sesungguhnya organisasi zionisme ini relatif baru. Kalau kita baca kitab-kitab sejarah, kita akan temukan bahwa WZO (World Zionism Organization), dia sesungguhnya organisasi yang barangkali usianya sekitar satu abad lebih. Dia didirikan diakhir abad 19, dengan tokohnya yang bernama Theodore Hertzhel. Dan perlu diketahui bahwa gerakan zionisme internasional , sebuah gerakan Yahudi yang didirikan dengan maksud utamanya adalah untuk menghimpun bangsa Yahudi seluruh dunia, dari asal manapun agar mereka menyatukan kekuatan demi tegaknya negara zionisme., yang disebut dengan Israel. Dan semenjak mereka mengadakan kongres 1 di Brussel, Swiss pada akhir abad –19 + tahun 1886 M, maka mereka berjuang keras untuk menyatukan potensi, menyatukan berbagai jenis kekuatan, baik kekuatan intelektual, financial, politik dan sebagainya demi tegaknya secara formal negara zionis Israel. Dan ternyata mereka dengan kesungguhannya betapapun dalam kebatilan, mereka kemudian mendapatkan buah dari jerih payah mereka pada tahun 1948 dimana kita ketahui akhirnya mereka telah menetapkan bahwa bumi Palestina itulah sebagai tempat dimana mereka akan mendirikan Israel raya itu.

Hal ini bukan kebetulan mereka pilih bumi Palestina sebagai sasaran  mereka karena kalau dikaitkan dengan gerakan zionisme ini maka mereka memilih bumi Palestina karena di dalam bumi Paletina itulah terdapat suatu bukti yang disebut dengan bukit Zion. Karena bukit Zion itu adanya di Palestina itulah kemudian  gerakan zionisme ini mendapatkan momentumnya yang lebih optimal. Sehingga lebih mudah untuk memancing bersatunya bangsa-bangsa Yahudi di dunia.

Namun demikian walaupun zionisme ini sudah barang tentu menimbulkan suatu kekuatan pada skala global internasional yang begitu hebat untuk kepentingan kebatilan yang begitu mengerikan dan mengkhawatirkan tetapi yang sayautarakan tadi sebagai sebuah wakil dari kebatilan untuk sebenarnya sebelum terbentuknya organisasi zionisme internsional itu. Sudah ada perwakilan kebatilan itu termasuk dalam hal ini perwakilan kebatilan yang lagi-lagi tetap menjadikan bangsa Yahudi sebagai inner corr nya, sebagai inti daripada gerakan kebatilan itu. Sebagai contoh misalnya: kita mengenal adanya sebuah harokah, sebuah gerakan skala internasional bernama freemassonri, dia merupakan suatu gerakan yang bersifat underground, yang mereka menghimpun berbagai personil, tokoh-tokoh, dari berbagai bangsa dan negara untuk berhimpun di dalam gerakan internasional freemassonri. Betapapun dia menghimpun berbagai dan beragam latar belakang seperti itu, tetapi lagi-lagi yang menjadi inner corr  adalah al Yahud.

Nah, namun kita tidak terlalu banyak masuk ke dalam freemassonri karena ini akan lebih luas pembahasannya. Kita hanya akan menekankan kepada zionisme sebagai salah satu wakil utama dari kebatilan dizaman kita sekarang ini. Kembali ke masalah zionisme kemudian gerakan zionisme ini telah mengeluarkan semacam daftar agenda program yang sangat terkenal dengan sebutan Protokolat Zionisme. Saya bacakan bagaimana bisa tersingkapnya protokolat zionisme ini. Kutipan ini saya ambil dari sebuah buku yang berjudul Freemassonri Yahudi  Melanda Dunia Islam. Ditulis oleh seseorang bernama Ade el Mardedek. Diterbitkan oleh Gema Syahidah Bandung, di halaman 106. Ada sebuah sub judul kisah ditemukannya protokolat Yahudi. Sesungguhnya telah banyak dokumen-dokumen freemassonri Yahudi yang ditemukan seperti asas freemassonri yang dirahasiakan atau yang terselubung, kode-kode rahasia dan lambang-lambang yang dirahasiakan semacamnya itu. Jadi artinya kitapun sebenarnya bisa melihat sampai di masyarakat kita yang namanya lambang-lambang, simbol-simbol daripada freemassonri termasuk simbol-simbol dari gerakan zionisme sudah cukup mewabah. Seperti kalau Anda lihat di pinggir-pinggir jalan sudah ada graviti atau coret-coret gambar bintang daud atau gambar bintang normal tapi diletakkan terbalik, itu sesungguhnya simbol kekuatan iblis atau syetan. Simbol-simbol seperti ini sudah lama ditemukan, namun dalam konteks yang akan kita bahas ini yang sifatnya berupa sebuah tulisan yang teratur, sistematik mengenai agenda-agenda, rencana jahat mereka. Kelompok Yahudi sendiri mengakui bahwa kebocoran protokolat ini akibat seorang ghoyyim, anggota freemassonri yang munafik. Ghoyyim ini artinya kelompok orang-orang non Yahudi namun mereka bisa juga dilibatkan dalam gerakan freemassonri asal dia dinilai telah lulus beberapa ujian-ujian. Rupanya ada seorang ghoyyim anggota freemassonri yang dinilai oleh pimpinan freemassonri telah munafik (istilah kita insilah atau futur). Kemudian dia yang membocorkan protokolat itu. Mereka masuk ke dalam tubuh freemassonri  hanya untuk mencuri dokumen ini sejak dari awal. Dokumen protokolat yang dinamakan juga dengan program ke-7 dicuri oleh seorang wanita cantik yang sengaja dimasukkan orang untuk memata-matai kelompok freemassonri. Sedangkan wanita ini berasal dari kelompok anti freemassonri. Maka semenjak saat itulah freemassonri tidak lagi menerima keanggotaan perempuan, dia hanya menerima keanggotaan laki-laki. Dokumen itu sesungguhnya berasal dari tahun 1897 M bertepatan dengan berdirinya zionisme. Di luar sidang di Bersley, Swiss itu terdapat sidang rahasia yang diberi beban menyusun program perjuangan Yahudi itu. Jadi mereka punya semacam gerakan yang diformalkan. Dalam hal ini rapat zionisme internasional yang pertama di Swiss itu adalah sebuah bentuk konfrensi yang terbukanya. Tapi dibalik itu ada sebuah meeting yang tertutup, secret meeting, yang di dalam itulah disusunnya atau mereka para anggotanya dibebani tugas rahasia untuk menyusun program perjuangan Yahudi pada tahun 1901-1903.

Koran Rusia bernama Moskowskia Wisdomoski menyiarkan program ke-7 itu secara berurutan. Pada bulan Agustus 1903 disiarkan oleh koran Snamja. Pada tahun 1905 Prof. Seergeinilus menterjemahkan dokumen  itu ke dalam bahasa Rusia menjadi sebuah buku dan bahkan diterbitkannya setelah buku itu beredar di pasaran. Bulan Januari 1917 beredarlah buku program 10. Peredaran buku-buku tersebut membangkitkan kemarahan orang-orang Yahudi Rusia karena mendapat tekanan dari Tsar (penguasa Yahudi saat itu). Pada masa pemerintahan Tsar runtuh dan berdirilah negara Rusia di bawah pemerintahan Karenski, seorang Yahudi. Pemerintah baru itu berusaha memusnahkan dokumen-dokumen termasuk buku-buku tadi. Dan disebutkan bahwa semua yang tertulis itu issu belaka dari orang-orang yang anti Yahudi. Walaupun di Rusia dianggap punah, kelompok anti freemassonri Inggris menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris, dan diberilah judul Protocols abzions.

Jadi inilah latar belakang tersingkapnya dan kita semua bisa mengetahui adanya dan apa isinya protocols abzions ini. Salah seorang penerjemah itu yakni Victor Mazden beristrikan wanita Rusia. Dari bahasa Inggris itulah timbul terjemahan dalam bahasa-bahasa yang lainnya. Diantaranya bahasa Arab, Persia, Yunani, Italia, Spanyol, dan bahasa-bahasa lainnya. Ditemukannya pengantar protokol, dinamakan protokol/pengantar/pengawal karena isinya lebih tua dari protokolat itu sendiri. Pengantar ini bertujuan untuk memperkuat persaudaraan Yahudi sedunia, membina masyarakat Yahudi agar tidak mengadakan perkawinan dengan luar bangsa Yahudi yang mereka namakan Ghoyyim.

Disebutkan pula bahwa bangsa Yahudi harus mempunyai suatu program untuk melumpuhkan bangsa lain demi suksesnya mereka menguasai dunia ini. Pengantar protokol ditemukan diketik rapi tetapi sebagian sudah rusak dan mungkin sudah hilang. Penemunya adalah seorang pemuda bernama Dirk, pencari kertas bekas. Ia menemukannya dari keranjang sampah seorang perwira Nazi. Akhirnya diterjemahkan dan disiarkan dalam majalah tahun 1948. Ini dikutip dari penulis buku ini dari asas-asas freemassonri halaman 96. Kita lihat isinya apa.

Pengantar atau pengawal protokol

Dan inilah kasih sah Yahudi, dan demi menjaga keturunan bangsa Yahudi sehingga tidak punah di muka bumi ini. Imam besar penguasa Sinagok tinggi (tempat ibadah umat Yahudi), mengkhawatirkan terjadinya kepunahan itu, disebabkan karena negara Yahudi belum berdiri kembali dan sementara sebagian bangsa Yahudi banyak mengawini perempuan ghoyyim diantara bangsa-bangsa Eropa dan Turki. Dan sesungguhnya kemurnian Yahudi itu tetap dia jaga sesuai dengan pesan Ezra yang maha mulia. Ezra itu adalah salah seorang ulama yang mereka istilahkan dengan haqom, artinya para alim mereka. Jadi mereka ini bukan saja pemimpin dalam konotasi ulama/ilmu agama saja, tetapi juga dipersepsikan oleh bangsa Yahudi pemimpin yang kaitannya menentukan siyasah-siyasah , policy atau politik. Apa kata Ezra?

Dia berkata,” Kemurnian Yahudi tidak tergoyahkan faham yang dianut baik ia seorang Qobala, Nashoro, Theosof, Kahin, ataupun seorang Muslim atau juga Atheis. Kemurnian Yahudi hanya terkotori oleh satu kotoran, yakni darah ghoyyim. Makanya mulai ditulisnya hal ini karena mereka khawatir bangsa Yahudi sudah mulai menikahi orang-orang ghoyyim”. Ditekankan oleh sang ‘alim ini, “ Dan sesungguhnya Ezra yang maha mulia telah melarang keras perkawinan dengan bangsa lain karena akan menurunkan bangsa lain yang berbahasa lain pula. Pesan ini pesan tauroh. Apabila seorang Yahudi menebarkan Qobala dalam sebuah  sinagok ataupun kanisah ataupun di luar, sesungguhnya ia telah berbuat kebaikan juga. Bila seorang Yahudi menganut nasrani, sesungguhnya telah melangkahi 3 pelanggaran, walaupun dia tetap Yahudi. Tapi jika ia menganut Nasrani untuk membuat firqoh (perpecahan) baru di dalam barisan orang-orang Nasrani atau ia membuat fitnah di dalamnya sehingga kelompok Nasrani itu terpecah, lantiklah ia menjadi seorang pahlawan dan sematkanlah bintang daud di didadanya”. Salah satu toko yang terkenal melakukan kegiatan penetrasi di barisan Nasrani adalah Paulus. Dan dalam hal ini Pauluslah yang menggagaskan dan mensosialisasikan untuk pertama kali doktrin trinitas. Walaupun doktrin trinitas itu baru mendapatkan legitimasi formalnya setelah sekian waktu wafatnya Paulus. Dimana kemudian pada konsili tertentu di Niese, Selatan Perancis, pada saat itulah kemudian trinitas diterima sebagai gagasan doktrin akidah formal gereja. Tetapi seperti kita ketahui, dengan akhirnya itu diformalkan menjadi doktrin pokok gereja maka tentunya menimbulkan perpecahan di kalangan orang-orang Nasrani.

Ezra selanjutnya berkata,” apabila seorang Yahudi menjadi seorang filosof dan ia menemukan hal-hal baru yang mengejutkan dunia dan dapat mempengaruhi masa depan millah filsafat Yahudinya itu, ia pun harus dilantik menjadi seorang pahlawan dan sematkanlah bintang daud di dadanya”. Dalam hal ini kita mengenal salah satu tokoh yang melakukan tindakan berpenampilan sebagai filosof dan menyebarluaskan kerusakan adalah Karl Marxs, dengan gagasan Marxismenya. Ia telah mengintrodusir sebuah doktrin filosof ke falsafah tertentu yang menyebabkan kekacauan di muka bumi ini. Selanjutnya , kata Ezra lagi, “bila seorang Yahudi itu menjadi seorang Muslim, ia tetap Yahudi, tetapi ia seburuk-buruk orang Yahudi. Tetapi jika ia memasukkan faham-faham atau millah-millah Yahudi ke dalamnya sehingga kelompok-kelompok Islam itu berubah menjadi pengamal-pengamal ajaran baru, ia pun harus dilantik menjadi pahlawan dan sematkanlah bintang daud di dadanya”. Tokoh yang kita kenal dalam sejarah Islam itu adalah Abdullah bin saba’. Dia adalah seorang tokoh Yahudi yang sengaja masuk menjadi muslim secara formal, dari dialah kemudian munculnya gagasa-gagasan memilah-milah dan memililih-milih barisan para sahabat yang mulia radhiyalluhuanhum ajma’in. Dimana ada sebagian yang begitu dicintai bahkan dieelu-elukan berlebihan, sementara sebagian begitu ditolak, dikafirkan , dihujat, bahkan diharapkan laknat Allah tertimpa kepadanya. Yang dalam hal ini tokoh sahabat yang diagung-agungkan oleh Abudullah bin Saba’ ini adalah Ali bin Abi Thalib r.a. Yang bahkan sampai dikatakan bahwa Ali itu Tuhan yang maha kuasa. Na’udzubillahimindzalik.

Nah, jadi memang apa yang dikatakan oleh Ezra ini sesungguhnya betul-betul dijalankan di dalam perjalanan. Kita lihat memang Ezra ini mengucapkannya disebutkan di abad-abad belakangan ini. Tapi kenapa di dalam sejarah bahkan jauh sebelum diucapkannya dia sudah menjadi sesuatu yang terlaksana di lapangan karena memang doktrin yang dikatakan Ezra ini adalah doktrin yang sudah lama dimiliki Yahudi. Doktrin untuk menyebarluaskan fikiran-fikiran yang bisa merusak masyarakat luas sehebat-hebatnya.

“Bila seorang Yahudi, kata Ezra lagi, menjadi seorang Kahin yang dapat mempengaruhi masa dengan ajarannya, ramalannya, ataupun ia menyebarkan theosofi, ataupun kebatinan yang serupa atau sejalan dengan qobala  ataupun membangkitkan kebatinan suatu bangsa dan mereka itu mengingkari agama yang mereka anut pada asalnya, maka ia seorang Yahudi kelas tinggi yang harus diberi mahkota solomon di atas kepalanya. Seorang rahib yang baik adalah seorang ahli kebatinan dan seorang theosof. Seorang Yahudi harus menjadi penebar bibit faham dimanapun ia diam, dimanapun ia bermukim, dan bukan bibit agama Musa as”. 

Ini yang menarik. Jadi dia bukan saja menegaskan apa-apa yang harus dilakukan yang semuanya mengandung kemungkaran, tetapi dia sampai  memproteksi bangsa Yahudi itu  agar jangan sampai menjadi menebar luas  bibit agama nabi Musa as.

Saya ulangi redaksinya. “Seorang Yahudi harus menjadi penebar bibit faham dimanapun ia diam, dimanapun ia bermukim, dan bukan bibit agama Musa as. Karena seorang ghoyyim tetap ghoyyim, walaupun mereka menganut agamamu dan melaksanakan adat istiadatmu hanya kamu dapat mengendalikan mereka demi kepentingan Israel bangsa terpilih. Dan kamu lihat di antara bangsa Kazar dan di antara bangsa kacauan Yahudi Turki atau di antara keturunan Yunani yang menganut agamamu ataupun di antara orang Arab yang meniru agamamu, atau orang Falasya di ethiopia  yang tercampuri darah Yahudi. Dan bila mereka mempunyai darah Yahudi, Yahudi kacauan namanya. Dan jika mereka berjuang di pihak Yahudi, jadikan mereka itu orang simpatisan”. Artinya jangan sampai orang-orang Yahudi terapan/kacauan ini menjadi yang inner corr, yang di barisan inti. Sesungguhnya di Amerika dan Eropa mereka berjuang di pihak Yahudi dan atas nama Yahudi, walaupun mereka tetap harus memanfaatkan Yahudi-Yahudi terapan ini, karena bagaimanapun mereka bisa menjadi anak-anak buah mereka.

Berkata Imam Ezra,”Hendaklah kamu berhati-hati terhadap mereka yang memilih agamamu sebagai agamanya, karena seorang ghoyyim tetap kambing perahanmu. Dan jika ternyata mereka itu berdarah ghoyyim, berdarah kacauan, pecatlah dia dari kebangsaanmu itu dengan siasat agar ia tetap menguntungkan kamu. Sesungguhnya telah dibuatkan bagi mereka suatu kubu yakni  kubu freemasson yang beratus-ratus dengan nama yang memukau dan kesosialan yang memukau”. Ada perbedaan antara freemassonri dengan zionisme. Kalau zionisme itu mengharuskan anggotanya itu Yahudi, sementara freemassonri bisa jadi anggotanya bukan Yahudi. Makanya freemassonri itu, dia adalah sebuah organisasi yang sifatnya underground dan memiliki lapis-lapis/tingkatan-tingkatan yang satu tingkat ke tingkat berikutnya itu memerlukan ujian-ujian dan ada baiatnya sendiri. Dan untuk orang yang non Yahudi, dia tidak akan bisa sampai ke tingkat yang tertinggi tentunya. Kalau tidak salah keseluruhan tingkatan itu ada 36, sedangkan orang non Yahudi hanya bisa sampai ke tingkat 33. Adapun tingkat selanjutnya itu haruslah orang yang berdarah Yahudi asli.

Masih menurut Ezra, “Semula seorang ghoyyim itu bersihkanlah fikirannya, kosongkanlah jiwanya sekosong-kosongnya, sehingga tiada tersisa ujung akarnya pun. Lalu masukkanlah faham freemasson sehingga ia benar-benar menjadi pemikir freemassson itu. Dan jika ia lulus, jadilah ia freemassson sejati”. Artinya begini, orang ghoyyim, keterlibatannya di dalam freemassonri itu keterlibatan yang makin ia meningkat levelnya harus semakin dipastikan bahwa latar belakang atau asal usul pemikiran masa lalunya itu betul-betul sudah tersingkirkan. Makanya baiat demi baiat dari satu level ke level berikutnya itu menggunakan sebuah cara yang perlahan tapi pasti. Membuat orang itu meninggalkan identitas asalnya. Misalnya pada level 1, jika ia seorang muslim bergabung dengan freemassonri, ia harus berbaiat di hadapan Al Qur’anulkarim. Pada level 2, kalau ia dianggap lulus untuk masuk, maka ia akan berbaiat di hadapan Al qur’an dengan  sepotong lilin yang dipasang di samping Al Qur’an. Pada level 3 ditambah lagi, yang menjadi saksi baiatnya adalah Al Qur’an, lilin dan pisau  belati. Terus, level 4 ditambah lagi benda-benda lain yang akan mengelilingi Al Qur’anulkarim. Pada level 7 – 8, benda-benda lain itu sudah sedemikian banyaknya sambil Al Qur’annya sudah disingkirkan. Ini merupakan teknik atau metoda mereka yang secara perlahan namun pasti  menghilangkan asal-muasal seseorang. Ini yang disebut  dengan ia harus ditanamkan untuk menjadi freemasson sejati. Dan kita jangan lupa, kata freemasson sendiri terdiri dari 2 kata. Free itu bebas, masson (diambil dari bahasa Perancis) yang berarti rumah. Mereka menginginkan mendirikan rumah besar mereka yang namanya Israel itu. Yang mana mereka harus memastikan bahwa setiap orang yang bergabung di dalam barisan mendirikan rumah itu adalah orang-orang yang betul-betul sudah terbebaskan. Tidak lagi berfikir kecuali untuk menegakkan masson tersebut, minimal menjadi simpatisannya.

Kita lanjutkan. Masih pengantar protkol tadi. Kemudian imam Ezra berkata,”Dan jika seorang Yahudi penyebar bibit itu menemukan sebuah lembaga keagamaan dan jika perlu goyahkanlah lembaga itu. Tetapi jika kuat dan tetap berdiri tegak, carilah jalan lain diantaranya, tunjuklah seorang diantara tamatan lembaga itu mennjadi pemegang beasiswa untuk meningkatkan ilmu dari ilmu yang dia anut. Kemudian dengan biayamu itu masukkanlah ia ke perguruan tinggi freemasson terselubung ilmiah. Ia dididik dengan memasukkan jiwa ilmiah sehingga ia sadar dengan kefreemassonriannya itu tetap ia awwam dalam hal itu dan dianggapnya itulah faham yang benar yang ilmiah. Berilah ia selembar ijazah kehormatan dengan gelar-gelar memukau sehingga ia menjadi bangga terhadap apa yang sudah ia geluti selama ini. Jika perlu kembalikanlah ia ke kandangnya dan nanti ia akan membawa pembaharuan di dalam kandangnya itu sedikit demi sedikit, setingkat demi setingkat walau ia tidak menjadi seorang freemasson ia membawa misi freemasson.

Dengan faham pembaharuannya itu organisasi ataupun lembaga lainnya akan pecah, di samping ada penentang di situ pula ada pendukungnya. Dan jika perlu adakanlah persahabatan antara lembaga-lembaga freemasson itu dengan lembaga-lembaga luar freemasson. Diantaranya tukar menukar murid. Seorang murid freemasson akan menjadi penebar bibit dan anak titipan itu telah siap pula menerima bibit-bibit faham freemassonri. Sesungguhnya telah terjadi secara berulang penguasa ghoyyim hendak memusnahkan bangsa Israel. Ingatlah tatkala para farao (para raja mesir kuno/fir’aun) hendak memusnahkan bangsa Israel, yang terkena bahaya adalah Farao dan tentaranya sendiri, sedangkan bangsa Israel itu selamat. Begitupun ketika zaman Nebuket Nazar bangkitlah Daniel menjadi pelestarian atau yang melestarikan bangsa dan pembina bangsa dan akhirnya bangsa Israel dapat kembali.

Manakala bangsa Arab baru mengambil Yatsrib dan Khaibar dari tangan bangsa Israel dan bangsa Israel terusir, bangsa Israel dapat merasuk ke dalamnya sehingga mereka pun pecah karena jarum berbisa Yahudi telah ada di dalam dada-dadanya. Tatkala terusir Yahudi di Andalusia, Yahudi pun mendapat untung besar karena akal Yahudi sendiri. Yahudi tersingkir dari Spanyol tetapi ditemukan benua baru yang sangat menguntungkan bangsa Israel itu. Benua itu adalah benua Amerika.

Jadi mereka kemudian karena terusir dari Andalusia dari Spanyol, tetapi kemudian mereka menemukan the land of hope, sebuah tanahan harapan baru yang disebut dengan Amerika. Yang kemudian ini sangat jelas kaitannya karena Christopher Colombus itu sendiri adalah seorang al yahud

Kita lanjutkan.

“Wahai penakluk eropa, kata imam Ezra, bangsa Yahudi bukanlah kambing perahan dan bangsa Yahudi berusaha memasuki hati-hatimu dan ke dalam jantungmu, pada saat jantung dan hatimu berhenti dan bangsa Yahudi mengganti dengan  jantung dan hati yang lain sehingga otakmu akan menuruti hati yang baru”.

Di dalam buku ini selanjutnya ada peringatan yang diberikan oleh penulis buku ini, isinya :

Kita sebagai umat Islam harus berhati-hati akan seribu satu siyasah mereka dan pegang teguhlah Al Qur’an da sunnah nabi SAW. Kajilah sesuai dengan kajian ulama salaf dan berhati-hatilah terhadap faham-faham baru yang membawa nama Islam, tetapi isinya bertentangan dengan Islam itu sendiri. Kitapun harus berhati-hati terhadap bujuk rayu mereka, sebab seorang freemasson selalu adaptasi dengan lingkungan yang ia tempati. Dan dari tempat itulah ia memasang jerat-jerat yang halus.

Sekarang apa hubungan antara pengantar protokol dengan WZO. Dalam kongres WZO ke-25 di Yerussalem pada bulan Desember 1960 – Januari 1961, telah diputuskan beberapa perkara,

1.     Organisasi-organisasi Yahudi non zionis bekerja sama dengan WZO dalam perwakilan Yahudi, Zews Agency.

2.     Menciptakan kerja sama untuk menyatukan program Yahudi non WZO dengan program WZO demi kesatuan dan persatuan Yahudi

3.     Menampung program Yahudi non Zionis uuntuk kepentingan Israel.

4.     Mengubah program yang kurang sesuai dengan situasi sekarang dan menambah program-program baru.

Bangsa Yahudi itu mempunyai beberapa organisasi yang bergerak dalam pelbagai bidang diantaranya keagamaan, ekonomi dan pendidikan. Yang bergerak dalam bidang politik bersatu dalam WZO.

Sekarang kita masuk ke dalam protokolnya itu sendiri.

Inilah metode penguasaan negara dan ekonomi dunia agar semua kekuasaan pemerintahan dan ekonomi berada dalam pengaturan Bani Israil.

1.     Sudah termasuk kewajiban kita untuk memperkuat keyakinan dan mengembangkan kemaksiatan, agar kemaksiatan lebih banyak daripada amal kebajikan di muka bumi ini. Karena itulah jalan yang utama untuk menguasai dunia. Caranya yakni dengan meminjam tangan para penjahat untuk mengadakan makar, kudeta, meletuskan pemberontakan, peperangan, dan cara lain yang mempergunakan kekerasan dan kekuatan. Adalah Quwah Yahudi itu terletak pada kebebasan bersiasat (menghalalkan segala cara). Kita kenal dengan faham machiavelisme, kebebasan bersiasat untuk menguasai seseorang diri agar ia membantah pada atasannya itu dengan ia mempergunakan emas, uang, dan sejenisnya. Sehingga akan terkuasailah pihak atas dan pihak bawah. Maka bantulah rakyat itu untuk meletuskan pemberontakan dan lakukanlah penekanan pada kedua  belah pihak yang tengah berbantahan itu dengan berbagai siasat tipuan dan pemalsuan, sehingga cara itu mempermudah kita menguasai dunia. Sebagai contoh, pengobaran revolusi Perancis yang menarik perhatian dunia itu hanya dengan semboyan kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan.

2.     Kita harus dapat mempergunakan siasat pencabut tongkat umat dari adat istiadat dan kebiasaan yang lazim. Semua manusia memerlukan makan, minum, pakaian, uang, dan emas. Karenanya sangat diperlukan hadirnya ahli-ahli perbankan Yahudi untuk menghancurkan bursa dan membajakkan pasar dari tangan ghoyyim. Dengan cara  demikian, penguasapun bertekuk lutut dan meminta bantuan kita. Maka pergunakanlah kesempatan ini dengan suatu siasat, sehingga mereka mematuhi dan menyetujui program kita. Dan kita pun perlu menguasai perkoranan, penerangan, dan periklanan.

3.     Orang Yahudi harus tegas dalam menetapkan siasat. Dalam peraturan kepartaian yang dapat menghancurkan bangsa karena sudah lazim bahwa suatu partai hancur menghancurkan dengan jalan perdebatan metoda dan pertengkaran. Dan sementara itu penurunan harkat kekurangan dan kemiskinan kian merata dan cukuplah menampakkan diri. Bila sudah terjadi demikian, terbukalah jalan bagi kita untuk menebarkan bibit revolusi dan kemakmuran rakyat. Pada saat itulah kita dengan mudah menghantam penguasa dengan menghasut rakyat ddan jika jatuhlah kekuasaan itu  di tangan rakyat maka sudah lazim bahwa mereka itu bukan ahlinya. Dan kita pun yakin bahwa mereka itu akan memerlukan bantuan kita. Dan kita harus dapat mengendalikan mereka dengan satu fatwa siasat yang berbunyi : Hendaklah mereka itu diarahkan pada 2 pilihan, sosialisme atau kapitalisme. Karena pada saat itu mereka telah menjadi sahabat kita dalam pemahaman zionism, sehingga jumlah pihak kita bertambah. Mereka pun dapat kita jadikan sebagai pion penghantam lawan lainnya. Itulah program kita dalam usaha untuk memperkecil jumlah lawan sehingga mempermudah cara penaklukkannya.

Subhanallah, kalau butir demi butir ini kita baca, semakin fahamlah kita betapa mengapa dunia sekarang ini menjadi kacau balau. Karena disatu sisi pengaruh dari pada protokolat ini sudah begitu mendunia dan menggurita, sementara isi dari pada protokolat itu sendiri betul-betul merupakan bencana, kehancuran bagi umat manusia, khususunya bagi umat islam. Sementara itu dari pada protocol of zionis itu sendiri jelas tegas memperlihatkan niat, maksd, rencana-rencana kebatilan yang  sangat  mengerikan, mengkhawatirkan. Ditambah lagi kemudian kita baca tadi 3 butir dari protocol of zionism itu rasanya sambil kita mendengarkan protocol itu  di kepala kita sudah membayangkan contoh-contah faktual yang memang sudah terjadi. Sehingga protocol of zionism itu bukan lagi merupakan sebuah hipotensis-hipotensis perencanaan kegiatan tapi dia memang sudah sesuatu yang berlangsung sehingga penulisannya yang baru kita baca sekarang sifatnya hanya membuat kita semakin percaya bahwa ini memeng sesuatu yang rencananya sudah sangat matang dan akan berjalan. Untuk itu apalagi kita hidup disuatu zaman dimana zionisme yang diniatkan berdirinya untuk menyatukan bangsa yahudi  sedunia dan untuk mendirikan israel, dia memang sudah berdiri. Maka kita perlu menyadari betapa perjuangan yang harus kita lakukan itu sangatlah berat, kita dituntut sangat banyak sekali untuk melakukan pembenahan diri didalam menyambut seruan Allah SWT di dalam surat Al-Anfaal : 160: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka segala jenis kekuatan yang bisa engkau siapkan dan kekuatan berupa armada perang berupa kuda-kuda tambatan/pilihan yang merupakan simbolisasi armada perang, umtuk menggetarkan musush-musuh Allah dan musuh-musuh-mu dan orang-orang yang  kamuu tidak mengetahui mereka tetapi Allah mengetahui mereka”.

Maksudnya Al-Munafiquun yaitu orang-orang yang tidak secara formal menyebut dirinya yahudi, namun secara operasional, idiologis konsepsional mereka berpihak kepada ziolisme internasional, kepada ahlul batil kita dapat melihat sekarang setelah berdirinya israel betapa terorisme penjajahan israel ats bangsa palestina, dia bukanlah semata-mata sebuah penjajahan yang sifatnya kebangsaan tetapi dia adalah penjajahan terhadap umat islam sedunia bahkan umat manusia seduna. Karena apa, dibalik seluruh rencana/ protokolat mereka sesungguhnya mereka tidak mempunyai sedikitpun kebaikan bagi kemanusian.

Maka kesadaran kita akan hal ini membuat kita menjadi mengerti mengapa tidak kurang seorang ulama besar seperti Asy Syeikh Yusuf Al Qordhowi mengatakan atau  mengutarakan sebuah semboyan yang berbunyi Harbuuna maal yahud harbul wujud, peperangan kita dengan Yahudi adalah perang eksistensi. Sebab apa, jika kita yang mengaku mukmin mengakui sebagai ahlul haq itu berada dalam posisi yang menang menghadapi Yahudi yang kita pahami merupakan ahlul bathil, dengan sendirinya eksisitensi kebenaran itu akan kokoh di muka bumi. Tapi sebaliknya, jika kita biarkan diri kita dalam kelemahan komitmen kebenaran itu sendiri sehingga kebatilan yang walaupun dalam kebatilannya itu semakin hari semakin kokoh di dalam networking mereka, di dalam nidzom, di dalam tatanan infra/supra struktur mereka, maka dengan sendirinya kita akan menyaksikan betapa kebatilan itu merajalela, sementara kebenaran dan seluruh pembelaannya itu terpaksa berada di bawah angin.

Namun ada satu yang harus kita pahami, kalau kita menyebutkan bahwa harbuuna maal yahud itu harbul wujud, peperangan kita dengan yahudi adalah perang eksistensi, sesungguhnya umat Islam sebagai sebuah eksistensi bisa saja musnah, tetapi Islam sebagai representasi kebenaran yang 100% kebenarannya dari Allah SWT, mustahil bisa dimusnahkan. Apalagi kalau sampai kita berfikir bahwa kedaulatan Allah SWT di muka bumi ini terkalahkan oleh kedaulatan bangsa Yahudi. Na’udzubillahimindzalik. Tidak sehari pun, tidak sejam pun, tidak sedetik pun itu bisa terjadi. Betapapun merajalelanya pembela-pembela kebatilan di muka bumi ini dengan segala supra dan infra struktur mereka, tapi sesungguhnya kita orang beriman tetap  meyakini bahwa Allah SWT adalah malikal mulk, pemilik bahkan raja dari kerajaan di muka bumi ini. Sehingga bagi Allah SWT jika ingin menghancurkan hegemoni dari kebatilan orang-orangYahudi itu. Tetapi permasalahannya bukan di situ, permasalahannya adalah bagaimana kita yang sudah menyatakan komitmen kita sebagai ahlul haq terlibat di dalam upaya menjadi pion-pion Allah SWT, hamba Allah ST yang akan diberi kepercayaan untuk menghancurkan kebatilan itu. Sebagaimana ayat yang tadi kita jadikan pegangan dimana Allah menyatakan bahwa, Allah berkehendak untuk melontarkan kebenaran itu terhadap kebatilan sehingga kebatilan itu akan tersungkur jatuh dan dia akan musnah semusnah-musnahnya. Dalam ayat yang lain lagi  dikatakan’

“Jaalhaqqu wajahaqqol bathil, minal bathila kajahuqo”

“Telah datang kebenaran dan kebenaran itu pasti datang, dan kebenaran itu akan memusnahkan kebatilan”. Dan kebatilan itu adalah sesuatu yang kaana jahuqo yang pasti musnah.

Oleh karena itu kita harus waspada, kita harus meningkatkan kesadaran kita bahwa betapapun kita punya agenda  yang aneka rupa dalam hidup kita keseharian, agenda persiapan diri yang kaitannya untuk melawan musuh-musuh Allah SWT. Tapi sesungguhnya seluruh informasi, seluruh data yang bisa kita peroleh untuk semakin menyadari bahwa kita ini harus waspada itu harus kita miliki. Dan itulah maksud daripada materi kita, kenapa kita perlu membahas zionisme internasional. Supaya kita ma’rifatul bathil, kita mengerti apa itu kebatilan dengan segala kiprah-kiprahnya sebab Islam ini memerintahkan kita bukan sekedar mengenal kebenaran supaya kita bisa berpihak kepada kebenaran, tapi kita juga harus mengenal kebatilan supaya kita bisa menjauh dari kebatilan. Ada sebagian saudara-saudara kita yang sedemikian tidak ingin terkontaminasi oleh kebatilan, sampai tahap mengenal kebatilan pun tidak mau ia lakukan, padahal sebenarnya mengenali kebatilan itu merupakan salah satu bagian dari upaya untuk bisa mengalahkan kebatilan itu sendiri. Makanya doa kita sendiri yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW berbunyi,

“Ya Allah ya tuhan kami, perlihatkan kepada kami yang benar itu benar dan berikanlah rizki kekuatan untuk selalu berpihak kepada kebenaran itu dan tunjukkanlah pula kepada kami ya Allah yang batil itu sebagai kebatilan dan berikanlah kami rizki kekuatan untuk senantiasa dapat menjauh dari kebatilan itu bahkan untuk dapat melawannya, mengkonfrontir kebatilan itu sehingga kebatilan mudah-mudahan akibat tangan kita atas ijin Allah ia akan musnah dan tereliminir”.

Kita perlu melihat beberapa contoh daripada penyebarluasan paham zionisme ini di negri kita sendiri. Siapa yang bisa memberikan contoh saya persilahkan.

Contoh 1

Adanya hari-hari besar yang bukan hanya tidak selaras dengan budaya Islam, tapi juga tidak selaras dengan budaya Indonesia.  Misalnya Valentine’s day, dengan dalih kasih sayang padahal dia sebenarnya sebuah legitimasi penyebarluasan free sex, kebebasan hubungan pergaulan laki-laki dan perempuan  yang bukan muhrim. Begitu juga hari natal yang begitu diramaikan dan dibesarkan padahal negri kita ini negri yang mayoritas muslim. Tapi aneh kalau di bulan Desember di kota-kota besar seperti di Jakarta lebih hebat peenyambutan hari natal  daripada idul fitri. Seperti kita dengar di supermarket-supermarket rasanya lagu-lagu natal itu jauh lebih berkumandang daripada lag-lagu keislaman. Wallahualam  bishowab.

Contoh 2

Dalam hal pendidikan, anak negri di sekolahkan ke luar negri dengan bea siswa dan setelah selesai kembali ke negrinya dan kemudian menyebarkan faham-faham baru yang cukup kontroversi.

Saya kira di berbagai aspek sudah ada bukti, di dalam protokol ini pun menyebutkan pentingnya menyebarluaskan perkara-perkara yang sifatnya jelas-jelas kerusakan. Contoh : kita harus menguasai perniagaan barang-barang mewah dan segala perhiasannya dan dapat melumpuhkan kekayaan mereka, hendalah mempergunakan siasat untuk mempersengketakan dan memecah belah di antara kaum buruh dengan memperniagakan opium  (candu), hasyis (mariyuana), ganja, obat-obat bius, minuman keras serta semua perkara yang merangsang dan faham kebatilan yang semua itu dapat menghancurkan akhlak. Ini jelas bagaimana kita menyaksikan sendiri sekarang begitu suburnya penyebarluasan narkoba dan dia sudah  tidak lagi dalam satu bentuk paket tetapi dia adalah aneka paket. Bahkan penyebarluasan narkoba itu sudah sampai ke tingkat anak SD, melalui permen.

Di bidang budaya seperti misalnya sekarang ini yang paling mudah dijadikan senjata untuk menghancurkan generasi muda kita adalah dengan nyanyian, musik, lagu. Bahkan di dalam jenis aliran musik tertentu, khususnya aliran rock itu dikenal dengan aliran musik saitonism (aliran setanisme). Yang salah satu tokohnya yang begitu dibesarkan, diagungkan sampai dibuatkan gambar-gambar atau logo-logo di t-shirt yang padahal sudah jelas tokoh tersebut ketika mengakhiri hidupnya itu dengan bunuh diri. Dia adalah Kurt Cobain, tokoh dari barat, Amerika yang dikenal sebagai tokoh aliran musik setanisme. Dia setiap kali mau konser harus melakukan ritual-ritual setanisme dengan bentuk misalnya menyembelih seekor tikus dan meminum darahnya. Dan itu dilakukan dengan sebuah format ritual tertentu di hadapan simbol-simbol setan yang memang dilakukan di ruang rias dia menjelang dia masuk ke atas panggung.

Contoh 3

Pornografi di kota besar sampai di desa. Ditambah lagi dengan dibubarkannya departemen penerangan RI. Sehingga tidak ada lagi kontrol dari pemerintah terhadap perkembangan media-media yang  mengarah kepada alasan hiburan atau seni, padahal sebenarnya menyebarluaskan keruusakan  dan sekarang kita bisa saksikan sendiri betapa vulgarnya gambar-gambar bahkan tulisan-tulisan. Dan bukan hanya masalah-masalah pornografi, tetapi juga penyebarluasan kerusakan akidah, penyabarluasanfaham kemusyrikan, faham kebatinan begitu hebat sekarang di tengah masyarakat kita.

Namun sudah barang tentu kita tidak bisa melepaskan dari satu aspek kehidupan yang sangat besar pengaruhnya kepada publik yaitu aspek politik. Aspek itu juga luar biasa pengaruh zionisme di negeri ini. Sebagai contoh bagaimana di negeri yang mayoritas muslim ini  bisa terpilih seorang presiden yang pada hari dia terpilihnya anggota parlemen di negeri ini bersholawat dan takbir, tetapi pada saat yang sama anggota parlemen di Israel sana mereka pun bertepuk tangan gembira atas terpilihnya presiden ini. Padahal presiden ini secara status formal dikenal sebagai seorang yang katakanlah tokoh Islam, Kyai. Hal ini telah menarik perhatian seorang wartawan dari Timur Tengah, yang bernama Fahmi Huwaidi, seorang wartawan kawakan dari Mesir yang beberapa hari setelah yang Wahid ini terpilih menjadi presiden pada tanggal 26 Oktober 1999, maka harian Al-Ahromal Qohiriah yang termuka se-Timur Tengah bukan hanya se-Mesir, menerbitkan wawancara panjang lebar antara Fahmi Huwaidi dengan yang Wahid ini. Dimana didalam wawancara panjang lebar itu, perlu saya beri  catatan di sini bahwa wawancara tidak berlangsung tanggal 26 Oktober 1999 yang nota bene merupakan hari setelah yang Wahid ini terpilih menjadi presiden, tetapi wawancara ini  berlangsung sudah sekian bulan sebelumnya  yaitu bulan Maret 1999 dan langsung diadakan di rumah yang bersangkutan. Dalam wawancara itu banyak hal yang diutarakan oleh yang satu ini, tetapi yang saya ingat betul dia mengatakan 4 hal setidak-tidaknya. Dia berkata: 

1.     Indonesia akan tetap tentram dan stabil selagi syariat Islam tidak diberlakukan.

2.     Saya  paling tidak suka dengan partai-partai Islam di Indonesia yang membicarakan tentang syariat Islam.

3.     Saya paling benci dengan negara-negara Arab yang berusaha menerapkan syariay Islam.

4.     Sejujurnya dalam hati saya jika Anda beertanya, Israel itu lebih dekat daripada negara-negara Arab.

Nah, sang pewawancara ini sampai menuuliskan di dalam wawancara itu, Alhamdulillah orang ini tidak bisa melihat tatkala kami  bertiga yang mewawancarai di saling celingukan saking terkejutnya mendengarkan ucapan-ucapan orang ini.

Ini adalah satu gambaran yang saya kira bukan hanya di Indonesia, tapi di banyak negri-negri kaum Muslimin lain. Wajar kalau kemudian di bidang politik pun mereka begiru berpengaruh, begitu mencengkeram. Karena apa, mereka (Yahudi) itu sangat menginginkan, ingin memastikan bahwa pemimpin-pemimpin di seluruh dunia, apalagi di negri kaum muslimin, seperti Indonesia sebagai yang terbesar kaum musliminnya itu haruslah pemimpin politik yang dapat mereka atur-atur, yang dapat dikendalikan. Sebagai contoh yang dapat menguatkan pendapat seperti ini, bagaimana ketika kita lihat kemarin ketika pemilihan presiden Amerika Serikat yang terakhir. Kenapa terjadi kontroversi berkepanjangan setelah pemilihannya berlangsung kenapa tidak bisa keluar hasil pemilihannya dengan cepat. Sampai ada waktu + satu bulan barulah bisa diputuskan oleh Mahkamah Agung di Amerika Serikat siapa yang sepantasnya menang. Apakah Bush atau Algore. Padahal secara hitung-hitungan suara sudah cukup jelas sebenarnya Bush yang memenangkan pertarungan pemilihan presiden di AS. Dia harus berlangsung sekian lama sampai akhirnya Mahkamah harus turun tangan, karena sesungguhnya lobby Yahudi meenginginkan, menjagokan Algore sebagai pemenang presiden AS. Tetapi karena rakyat Amerika cenderung kepada Bush, mereka berusaha dengan sekuat tenaga mereka, dengan lobby-lobby mereka agar hasilnya bisa memenangkan Algore. Tapi ternyata sudah terlalu sulit untuk bisa mengelabui jika tahapannya sudah sedemikian rupa. Dan inipun bukan berarti kita harus begitu yakinnya bahwa Bush ini penenetang Yahudi. Ini masalahnya adalah pilihan bagi orang-orang Yahudi mana yang lebih baik.

Oleh karena itu, pantaslah kalau Nabi kita Muhammad SAW dalam berbagai kesempatan, salah satunya dalam riwayat yang mutafaq '‘laih bersabda :

“Tidak akan terjadi hari kiamat sebelum kaum muslimin  memerangi kaum Yahudi sehingga pada hari pperangan itu, pohon-pohon dan batu-batuan pun berbicara memanggil tentara Islam. Hai Muslim hai ‘abdallah di belakangmu  ada Yahudi yang bersembunyi, bunuhlah ia, kecuali pohon ghorqod, karena sesungguhnya pohon terseebut adalah pohon milik orang Yahudi”.

Konon katanya pohon ghorqod banyak ditanam di sana, yang menunjukkan betapa orang Yahudi lebih percaya kepada hadits Nabi SAW daripada kita sendiri.  Laa haulaa wa laa quwwata illabillah.

Lantas bagaimana  kita bisa menanggulangi kekuatan zionisme internasional secara khusus dan kekuatan Yahudi secara umum. Jalan keluarnya tidak lain adalah mari kita kembali kepada pesan-pesan Ilahi, pesan-pesan Nabawi. Dimana pesan Ilahi cukup jelas  bahwa Allah memerintahkan agar hendaknya kita semua mempersiapkan diri dengan segala jenis kekuatan termasuk kekuatan armada perang. Karena hanya dengan cara itulah kita dapat menghadapi mereka. Dan perlu diketahui adalagi hal lain yang terkait dengan pembahasan kita yang sangat fundamental, yaitu adanya sebuah hadits dimana Rosulullah SAW bersabda, diriwayatkan oleh Imam Ahmad,

“Dajjal akan  keluar dari kampung Yahudiah, kota Asbahan yang bersamanya ada 70.000 orang Yahudi yang  menjadi pengikut atau pengawal-pengawalnya”.

Kita sudah lama mendengarkan cerita tentang dajjal, tetapi mungkin saking sudah lamanya kita pun sudah tidak ingat lagi dengan apapun matri-materi yang selama ini kita bahas. Padahal sebenarnya permasalahan Al Masiihud dajjal adalah permasalahan yang sangat besar, sampai-sampai Nabi di dalam hadits yang lain menyatakan,” A’zhomufitnah fitnatuddajjal”.  Fitnah yang paling besar adalah fitnah munculnya al masiihud dajjal.

Melalui hadits ini kita diingatkan bahwa dajjal ketika ia muncul nantinya, dia akan muncul bersama 70.000 tentara Yahudi. Artinya, sesungguhnya kalau sekarang kita membayangkan bahwa kekuatan Yahudi atau zionisme internasional sekarang kita membayangkan bahwa kekuatan Yahudi atau zionisme internasional sudah sedemikian menggurita, tapi sebenarnya ini belum sampai kepada puncak daripada pengaruh kebatilan mereka. Karena apa, puncak pengaruh kebatilan itu akan terjadi pada saat pemimpin besar mereka muncul yaitu al masiihud dajjal. Dan ini merupakan  min asrootisaah, di antara tanda-tanda akan datangnya hari kiamat. Dan kita semua ketika mengkaitkan dengan perintah Allah tadi, “ waa’idullohummastatho’tumminquwah wamin ribatihil khoili”, maka kita harus mengkaitkan kerangka perlawanan bukan saja menghadapi para pengawal, para pengikut, tapi juga menghadapi sang pemimpin dajjal itu sendiri. Walaupun berdasarkan hadits-hadits yang shahih, nanti yang akan mampu menghancurkan dajjal adalah munculnya kembali Nabi Isa as, yang juga dikuatkan oleh hadits-hadits yang shahih, dan  kita insya Allah akan berada di belakang Nabi Isa as, untuk melawan al masiihud dajjal itu.

Kita tidak tahu kapan dajjal itu akan muncul. Tetapi yang pasti, berdasarkan istilah dajjal itu sendiri artinya adalah kepalsuan. Kita harus masuk ke dalam barisan yang hakiki, barisan kebenaran, yang barisan tersebut nantinya dipimpin oleh Nabi Isa as untuk menghancurkan dajjal dan juga bersama Imam Mahdi ra, yang nantinya kita akan bersama-sama bahu membahu melawan dajjal itu.

Tema ini menjadi sangat penting karena sesungguhnya segala daya dan upaya yang dilakukan oleh zionisme internasional, oleh kebatilan internasional, tampaknya merupakan tamhid, introduksi, muqoddimah bagi datangnya pemimpin besar mereka. Seehingga ada seorang pemikir dari Inggris bernama Ahmad Thompson, menulis buku berjudul sistem dajjal. Dimana di dalam buku tersebut beliau mengatakan  , dajjal itu mempunyai 3 sisi, yaitu sisi sebagai kekuatan ghaib, kedua sisi yang terkait dengan gejala budaya global, dan ketiga sisi yang terkait dengan oknumnya (dajjal).

Menurut Ahmad Thompson, sisi yang satu dan dua sudah ada sekarang. Maksudnya adalah bahwa sekarang ini ada semacam upaya untuk melahirkan sebuah budaya global yang seragam di seluruh dunia. Sebagai contoh, kalau seandainya anak muda ingin merujuk kepada rujukan musik mereka semua dengan budaya  MTV. Di bidang ekonomi, orang harus merujuk kepada sistem perbankan. Di bidang politik mereka semua merujuk kepada satu pembelaan/slogan yang sama yaitu demokrasi atau hak asasi manusi.

Adapun pengertian kekuatan ghaib maksudnya adalah gejala budaya global ini merasuk dan mempengaruhi serta mempenetrasi kaum muslimin khususnya dan umat manusia pada umumnya. Dengan sebuah pendekatan yang seolah-olah memiliki magical power, memiliki kekuatan ghaib, mensihir, menghipnotis manusia, sehingga mereka-mereka yang mengakui dirinya sebagai seorang pejuang Islam pun tanpa sadar dia sudah masuk ke dalam sihir-sihir daripada gejala budaya global (dajjal) tersebut. Hatta seorang politisi Islam sekalipun dia merasa dirinya sedang membela sebuah politik Islam padahal tanpa dia sadari diapun tersihir oleh gejala budaya global sang dajjal  itu.

Sesungguhnya ini harus kita antisipasi. Kita mengantisipasinya tidak lagi dengan cara lain kecuali kepada pesan Rosulullah SAW/pesan nabawi. Nabi bersabda dalam khutbatul wada’,

“Aku tinggalkan kepada kalian dua warisan yang kalian tidak akan sesat selama-lamanya selagi kalian beerpegang teguh kepadanya yaitu kitabullah Al Qur’anulkarim dan sunnahku”.

Saya kira inilah barangkali pesan-pesan yang bisa kita angkat dalam konteks zionisme internasional . Selanjutnya kita pergunakan untuk diskusi.

Kasus 1

Mendengar penjelasan tentang zionisme internasional terhadap saya jadi berfikir bahwa sekarang ini dunia bahkan kita secara pribadi telah menjadi buah catur di zionisme yang mereka memainkan gerak kita itu sesuai dengan kehendak mereka. Dan mungkin untuk mengalahkannya kitapun harus jadi pemain catuur pula bukan sebagai buah catur dan itu mungkin akibat hilangnya kewaspadaan kita sebagai umat islam terhadap hakikat dari konfrontasi antara al-haq dan al-bathil tersebut.

Pertanyaan : apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan kewaspadaan kita sehingga hakikat konfortasi itu bisa hadir dalam diri kita. 

Tanggapan : Ini pertanyaan sangat penting memang salah satu problem umat islam adalah ketika umat islam mengalami kemerosotan penghayatan akan fahmuul marokah, pemaham hakikat konfrontasi di dunia antara Al Haq dan Al Bathil. Dan itu bisa terjadi ketika kita mengalami penurunakesadaran akan identitas diri kita makanya ada ayat berbunyi, (Al Tbsyr)

 “ Walaa takuunu kalladiina nasrullaha fa ansuhuum anfusahum ulaaika humul fasikuun”.

“Dan janganlah kalian berlaku laksana orang-orang yang lupa kepada Allah sehingga Allah  akan menjadikan mereka lupa akan diri mereka sendiri, mereka itulah orang-orang yang fasik”.

Lupa diri itu sama dengan Orang yang lupa siapa dirinya, identitas diri, kalau kita terus menerus mengutarakan baik dalam ucapan maupun dalam fikiran-fikiran idiologi serta konsep, Isyhaduu bi anna muslimin, kita akan menumbuhkan dalam diri kesadaran bahwa kita ada wakil dari Al Haq, pembelaan kebenaran yang berarti harus selalu dalam keadaan stan by  dan waspada hati-hati terhadap ahlul batil. Dan siapapuun yang berfihak kepadanya bagaimana kita menumbuhkan kesadaran fahmul ma’rokah ini pertama adalah kembalikan penghayatan kita isyhadu bi anna muslimuun. Dua kita tidak boleh berhenti melakukan pengamatan situasi dan kondisi. Makanya salah satu ciri dari pada seorang muslim bahkan seorang ashhabul harokah dia itu harus memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap berbagai perkembangan yang ada di sekitar. Termasuk misalnya di harus sangat sensitif terhadap berbagai agenda yang sengaja dilangsir oleh media massa umum yang intimya seringkali justru merupakan strategi dan taktik di musuh-musuh Islam. Saya ambil contoh yang sebagian besar umat Islam sudah masuk  ke dalam agenda itu yaitu agenda tentang pentingnya kita menyebarluaskan  perdamaian universal, humanisme. Ini sekarang begitu banyak melanda dunia, yang padalah sebagai sebuah ajaran yang rahmatan lil’alamin kita tidak perlu lagi istilah-istilah seperti itu sendiri semua istilah itu sudah masuk tetapi ini sengaja dilansir.sebab mereka melansirnya dengan kemauan mereka dengan konteks mereka jadi perdamaian yang mereka maksud adalah bagaimana berdamainya orang-orang yang mengaku sebagai pembela kebenaran dengan orang-orang yang membela kebathilan walaupun tidak mengaku secara terang-terangan. Bagi kita tidak ada ceritanya. Kita ini pencinta perdamayan yang sejati dan salah  satu makna dari pada mencintai perdamayan yang sejati adalah tidak kompromi sedikitpun dengan kebatilan. Tetapi yang mereka maksud pengertian universal pease perdamayan secara universal adalah sampai ketingkat kita tidak lagi ada permusuhan dengan siapun termasuk mereka yang sebenarnya paling memusuhi kita.

·       Berkaiatan dengan pemilihan negeri Israel, awalnya negara ini akan ditetapkan dimana kemudian terjadi beberapa kesepakan dan ditetapkanlah  kemudian akhirnya di Palestina.Pertanyaan : Apakah dengan dipilihnya palestina ini merupakan suatu strategi adanya kesepakatan musuh bersama yang direpresentasikan oleh Islam karena Palaetina ini letaknya dekat sekali dengan negara-negara Arab, bahkan di jantung dunia Islam.

Tanggapan :Sesungguhnya ketika digagaskan pendirian negara Israel sebagai negara zionis itu terdapat beberapa alternatif pilihan-pilihan sasaran pendirianny. Ada alternatif Argentina., Afrika Selatan, Palestina. Namuuuan didalam perdebatannya, akhirnya kalangan yang membela Palestina sebagai pilihan itu yang menang. Dan ternyata pilihan Palestina itu buuukannya tampa lawan ada yang menentang gagasan palestina dipilih sebgai tempat berdirinya Israel  Raya terutama mereka-mereka yang menentang adalah kalangan yang sangat kuat berpegang kepada tradisi keagamaan adalah Yahudi dimana dalam tradisi keagamaan mereka,  mereeka sangat yakin bahwa bangsa Yahudi itu akan hancur dan terkalahkannya itu di Palestina. Makanya dari kalangan yang istilahnya Agamis mereka menolak gagasan dipilihnya palestina mereka sangat khawatir kalau ini jadi keputusan, maka ini akan merupakan tanda-tanda kehancuran Israel. Tetapi kalangan yang selainnya, dalam hal ini kalangan yang orientasinya politik, mereka melihat justru pilihan Palestina itu lebih strategis dan lebih influensial, lebih gampang mempengaruhi kepada bangsa Yahudi yang tercecer di seluruh dunia untuk dipersatukannya tenimbang kalau memilih Afrika Selatan atau Argentina. Karena pilihan Palestina ini ada bukit zion di dalamnya dan ada kuil solomon, yang mereka yakini adalah benda yang  semestinya berdiri di atas tanah yang sekarang berdiri Masjdil Aqsho itu. Sehingga ada heroisme untuk menghancurkan musuh, bisa menyatukan seluruh bangsa Yahudi di dunia dan sekaligus juga kalau mereka berhasil dan mereka sangat yakin pasti berhasil dengan segala arogansi dan kepercayaan diri mereka yang melampaui batas. Mereka jika berhasil memilih dan mendirikan di atas bumi Palestina itu negara Israel Raya sama saja mereka akan menghancurkan identitas mush utama mereka kaum muslimin sebagai pembela kebenaran di jantung dunia Islam itu sendiri. Dan itu jauh lebih ringkas biayanya daripada harus merubah identitas bangsa Arab dan bangsa Islam dari jarak jauh. Dan sekarang mulai terlihat pengaruh atau kesuksesan strategis seperti itu. Dimana sekarang dengan hadirnya di tengah-tengah dunia Islam, dunia Arab, negara Israel ini, maka tersebarlah kerusakan, kemaksiatan, kehancuran, kemungkaran begitu pesatnya di negri-negri Arab khususnya sekitar Israel leebih cepat daripada yang jauh dari Israel. Wallahu’alabishowab.

·       Freemassonri atau zionis telah menjadi gerakan underground yang telah menggurita dan menjadi ancaman secara global atau internasional.

Pertanyaan :

Bagaimanakah gerakan mereka di Indonesia sekarang ini dan sejauh manakah keberhasilan mereka pada saat ini?

Tanggapan :

Kalau kita melihat secara pheripheral atau permukaan saja itu cukup tertangkap sudah. Sebab mereka mempunyai apa yang disebut organisasi atau institusi underbow, sebagai kaki tangan mereka di Indonesia ini. Dan dia formal brdirinya di negri kita ini. Seperti misalnya ada Lions Club, Rotary Club, bahkan untuk yang muda-muda ada khusus Lionest Club, Leo Club. Ini semua satu paket sebenarnya, satu paket cabang ranting daripada zionisme internasional. Yang susahnya adalah karena mereka tampil secara formal, mereka tampil dengan pilihan sebagai gerakan sosial pendidikan yang kayaknya itu banyak memberikan kotribusi bagi pembangunan manusia Indonesia, dan mereka luar biasa menghabiskan biaya untuk mengangkat harkat seorang warga Indonesia yang bergabung dalam organisasi tersebut. Sehingga anak-anak Indonesia yang masuk di dalamnya mereka dibiayai studi di luar negri, mereka diberikan banyak fasilitas. Kalau perlu mereka dijagokan untuk memenangkan award-award, medali-medali skala internasional atau regional sehingga tumbuhlah semacam balas jasanya. Tapi sambil di setiap moment-moment mereka dikirim ke luar negri itu terjadi pencekokan-pencekokan yang luar biasa di dalam cara berfikir, berbudaya, life style, dan akhirnya di dalam ideologinya atau akidahnya. Sehingga pada umumnya aktivis-aktivis organisasi seperti ini salah satu ciri khas mereka adalah orang-orang di baris terdepan mudah mengeluarkan kata-kata, semua agama sama.

Saya kira itu jalsah kita kali ini, diridhoi oleh Allah SWT dan kita semua dikuatkan untuk benar-benar menjadi junudullah yang tergabung di dalam hizbullah yang nantinya mendapat peluang rizki untuk berjihad melawan junudusy syaithon yang bergabung dalam hizbusy syaithon dan mudah-mudahan kita tidak terkecoh untuk membedakan siapa yang hakikatnya adalah sahabat kita yang sesungguhnya dan siapa yang hakikatnya adalah lawan kita yang sesungguhnya, betapapun 1001 pakaian dan atribut yang mereka kenakan di diri mereka.

Sekian saja, kita akhiri dengan kafaratul majelis

 

Subhankallahumma…………

  

Membangun Kepribadian Islam