Posts

Sejarah Yahudi di Palestina

Image
Sejarah Lengkap Penjajahan Israel atas Palestina 02 Oct 2024, 04:00 WIB Oleh FITRIYAN ZAMZAMI Kisah panjang penjajahan Israel dan perlawanan Palestina sudah merentang di tiga abad yang berbeda. Berikut kejadian-kejadian kunci yang mewarnai perjuangan panjang tersebut. Abad ke-19 Pada 29-31 Agustus 1897 Theodor Herzl memimpin Kongres Zionis Pertama. Mereka menyepakati langkah-langkah untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina yang saat itu dikuasai Turki Utsmani. Pendanaan kuat dari bankir-bankir Yahudi di Eropa menyokong gerakan ini. Melalui dana itu, imigran Yahudi mulai berdatangan ke Palestina dan membeli tanah-tanah warga Arab yang sudah berabad-abad tinggal lebih dulu di Palestina. Pada 1897 itu juga komisi Arab dibentuk di Yerusalem untuk menghentikan pencaplokan lahan oleh imigran Yahudi. Kala itu, para tuan tanah Yahudi mulai mengusir warga Arab. Warga Arab mulai mencurigai rencana pendirian negara Israel. Abad ke-20 Pada pergantian milenium, dengan semakin ban...

Rabbaniyah dan Materialisme

Rabbaniyah dan Materialisme : Sebuah Pengantar Fiqh Dakwah Musthafa Masyhur Oleh : Muhammad Abdullah Al Khatib Segala puji bagi Allah Penguasa semesta alam, shalawat serta salam tetap terlimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Kecintaan pada dunia yang melalaikan akhirat dan kenikmatannya yang abadi termasuk penyakit berbahaya yang bisa menggerogoti tubuh suatu masyarakat, baik di masa dulu maupun sekarang. Tidak satupun masyarakat yang didominasi oleh kecintaan terhadap dunia kecuali akibat akhirnya adalah kehancuran Kelemahan dan perpecahan yang diderita kaum muslimin sekarang ini, serta ambisi yang diderita kaum muslimin sekarang ini serta ambisi para musuh yang ingin menguasai wilayah, tempat-tempat suci dan sumber daya alam mereka, tidak lain merupakan konsekuensi yang pasti dari kecenderungan dan keterikatan mereka kepada dunia sehingga melalaikan akhirat. Pada hari ini kaum muslimin sedang dilanda perpecahan di kalangan para pemimp...

Qudrah Dzatiyyah Lil Mu'allim (Kemampuan dan Potensi Personal Seorang Pendidik)

Menggali Energi Intelektual dan Personal Murabbi “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizingNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” QS Al-Maidah: 16) Saat ini, kaum muslimin mulai bangkit dari tidur panjang yang membuat mereka lupa pada agamanya. Mereka memiliki keinginan untuk kembali bersandar pada agama ini. Semangat keislaman mereka pun tumbuh dan mulai bergelora seiring dengan perjuangan dakwah. Oleh sebab itu para dai, murabbi, maupun pemimpin cerdas yang memiliki cita-cita untuk mengembalikan kejayaan dan kemuliaan umat ini, harus segera...

Al-Ibda' (Kreativitas)

Prinsip-Prinsip Kreativitas/Inovasi ( Al-Ibdā‘ ) dalam Islam (Pengantar) Istilah "kreativitas" ( al-ibdā‘ ) beserta derivasi dan kaitan terminologisnya menemukan gaungnya di kalangan para pemikir, budayawan, sastrawan, dan seniman rupa pada era modern kita saat ini. Perhatian terhadapnya, klasifikasinya, pembedahannya, hingga pengagungan terhadapnya tidak melebihi rentang beberapa dekade terakhir dalam kehidupan kebudayaan manusia. Topik-topiknya dibahas melalui sudut pandang kebaruan yang bersumber dari pemikiran yang menghasilkan sesuatu yang sama sekali baru, sehingga dianggap tidak memiliki kaitan dengan masa lalu. Adapun agama—menurut pandangan kaum sekuler dan modernis—sangat jauh dari hal tersebut, karena dalam pandangan mereka agama adalah sesuatu dari masa lalu yang telah usai! Namun yang benar, perhatian terhadap kreativitas/inovasi ( al-ibdā‘ ) serta dorongan untuk melakukannya telah ada di dalam teks-teks Islam yang jelas sejak terbitnya fajar Islam. Teks-te...

Dzikrullah

Dzikir Secara Bahasa ( Lughatan ): Akar kata ( Al-Dzal , al-Kaf , dan al-Ra' ) berpusat pada dua makna mendasar: Pertama: kejantanan/maskulinitas ( al-dzukurah ) sebagai lawan dari kewanitaan ( al-anutsah ) serta hal-hal yang menyerupainya. Kedua: al-dzikr sebagai lawan dari kelupaan ( al-nisyan ). Ibn Faris mengatakan: ( Al-Dzal , al-Kaf , dan al-Ra' ) merupakan dua asal kata [akar kata]. Dari keduanya bercabang seluruh pembentukan kata ( kalam al-bab ). Maka, al-mudzkir adalah perempuan yang melahirkan anak laki-laki ( dzakaran ). Dan al-mudzkar adalah perempuan yang kebiasaannya melahirkan anak laki-laki. Sedangkan asal kata yang kedua: "Dzakartu al-syai'a" (aku mengingat sesuatu), merupakan lawan kata dari "nasiytuhu" (aku melupakannya). Kemudian kata dzikir dibawakan pada penggunaan lisan, lalu orang-orang mengucapkan: "Ij’alhu minka ’ala dzikrin" yang artinya: agar engkau tidak melupakannya. Dan al-dzikr ...