Posts

Dakwah Keluarga

Landasan Syar’i Ayat dan hadits yang berkenaan dengan tanggung jawab terhadap keluarga “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6) “Berilah peringatan kepada orang-orang terdekatmu” (QS. Asy Syuara: 26) "Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)" (QS.Hud: 80) “Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada...

Membina Hubungan Dengan Orang Lain

Muqaddimah يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (QS. Al-Hajj:77) “Hai orang-orang yang beriman ruku’lah, sujudlah dan sembahlah Rabbmu serta perbuatlah kebajikan-kebajikan agar kalian memperoleh keberuntungan / kemenangan”. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 77 di atas mengisyaratkan bahwa untuk meraih keberuntungan di dunia dan akhirat dibutuhkan usaha terpadu berupa kegiatan ‘ubudiyah atau hablumminallah dan kegiatan memproduksi kebajikan atau hablumminannaas . Selain diperintahkan untuk ruku’, sujud dan menyembah Allah, seorang Mu’min juga dituntut aktif berbuat kebajikan terhadap sesama manusia. Korelasi antara hubungan vertikal ( hablumminallah ) dengan hubungan horizontal ( hablumminannaas ) juga terlihat jelas dalam Hadits Nabi SAW: عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَخَالِقْ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَ...

Al Khashaisul Amal Syar’iyah

TUJUAN INSTRUKSIONAL Setelah mendapatkan materi ini, seorang peserta dapat: Membentuk orientasi yang positif bahwa Syari'at Islam memiliki karakter yang transendental namun tetap bercirikan logis (rasional), moralitas, realitas, dan universalitas. Menumbuhkan keberanian dan percaya diri dalam menanamkan konsep tatanan Islam secara universal dan integral pada tataran peraturan-peraturan formal maupun bidang sosial kemasyarakatan. TITIK TEKAN MATERI: Materi ini menekankan terhadap 6 aspek yang merupakan karakter dan ciri umum syariah Islam: bahwa syariah Islam transendental oleh karenanya agar tidak terjadi kesenjangan dengan kehidupan, ia harus mempertimbangkan aspek-aspek sbb: aspek kemanusiaan, aspek moralitas, aspek universalitas, aspek kesesuaian-keserasian, dan aspek realitas. POKOK-POKOK MATERI: 1. Karakteristik dan ciri-ciri syariah Islam                  2. Ciri moralitas dari syari'ah Isl...