Posts

At-Takhthith (Planning)

Perencanaan dalam Melayani Dakwah di Jalan Allah Tidak tersembunyi bagi setiap dai yang telah mewakafkan dirinya untuk mengemban amanah yang agung ini, betapa besarnya kebutuhan akan dakwah yang terbimbing (rasyidah) yang mampu membangkitkan umat ini, serta bersandar pada fondasi yang kokoh dari Kitabullah (Al-Qur'an), Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam , dan petunjuk Salafush Shalih (para pendahulu yang saleh). Tidak diragukan lagi bahwa salah satu karakteristik paling penting yang harus dimiliki oleh seorang dai di jalan Allah adalah bashirah (pandangan hati/ilmu yang mendalam) dalam maknanya yang luas. Makna ini, selain mencakup ilmu tentang materi dakwah itu sendiri, juga mencakup banyak makna penting lainnya, yang paling utama adalah: adanya pemahaman yang komprehensif pada diri dai mengenai tujuan-tujuan dan maksud-maksud dakwahnya, kesadarannya akan sarana-sarana syar'i yang harus ditempuhnya untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, serta kemampuanny...

Al-Bai'ah Wa Arkanuha

  إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (Q.S. Al-Fath: 10) Masdarnya adalah Mubai’atullah. Mubai’atullah terdiri dari 2 kata: Mubaya’ah , artinya melakukan transaksi jual beli. Ada 2 pihak yang terlibat. Ada penjual dan ada pembeli. Dalam bahasa Arab disebut musyarakah (kerja sama) Allah ( lafazh yang paling tinggi) sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara, Penguasa jagat raya termasuk manusia. Mubai’atullah dapat didefinisikan sebagai sebuah t...