Posts

6 Hak Sosial Seorang Muslim

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  menggambarkan hubungan sosial orang-orang beriman bagaikan sebuah bangunan yang saling menguatkan. الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ “Orang mukmin terhadap orang mukmin yang lain bagaikan bangunan yang sebagiannya menyangga sebagian yang lain.”   (HR Bukhari dan Muslim) Dalam kesempatan lain Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  menggambarkan kasih sayang, dan tenggang rasa sesama mu’min bagaikan satu tubuh, yang jika ada salah satu bagian yang sakit maka sekujur tubuh akan ikut bersimpati dengan merasakan demam dan terjaga. مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى “Perumpamaan kaum Muslimin dalam cinta, kekompakan, dan kasih sayang bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuhnya mengeluh sakit, maka seluruh an...

Sabar

Kesabaran Adalah Cahaya Apabila krisis telah memuncak dan tali permasalahannya kian membelit, ketika kesempitan hidup datang bertubi-tubi dan malam kelam terasa begitu panjang, maka hanya kesabaranlah yang mampu memancarkan cahaya bagi seorang muslim—cahaya yang melindunginya dari kebingungan dan petunjuk yang menjaganya dari keputusasaan. Kesabaran merupakan sebuah keutamaan yang sangat dibutuhkan oleh seorang muslim, baik dalam urusan agama maupun dunianya. Setiap amal dan cita-citanya harus dibangun di atas kesabaran; jika tidak, ia hanya main-main belaka. Seorang muslim harus melatih dirinya untuk menanggung hal-hal yang tidak disukai tanpa keluh kesah, menantikan hasil meski terasa masih jauh, dan menghadapi berbagai beban betapa pun beratnya, dengan hati yang bersih dari keraguan dan akal yang tidak goyah oleh bencana. Ia wajib senantiasa memiliki kepercayaan yang penuh dan keteguhan yang nyata, tidak gentar oleh segumpal awan mendung yang muncul di ufuk meskipun disusul oleh a...

Dermawan dan Murah Hati

Kedermawanan dan Ketaatan Berbagi ( Al-Jud wal Karam ) Islam adalah agama yang berdiri di atas pilar pengorbanan dan infak, serta akan hancur oleh sifat kikir dan penahanan harta. Oleh karena itu, Islam menanamkan rasa cinta kepada pemeluknya agar memiliki jiwa yang pemurah dan tangan yang terbuka, serta memotivasi mereka untuk bersegera memenuhi panggilan kebaikan dan jalan-jalan kebajikan. Islam juga menganjurkan agar menyajikan kebaikan kepada sesama dijadikan sebagai kesibukan utama yang tiada henti, baik di waktu pagi maupun petang: Orang-orang yang menginfakkan meyakini hartanya pada malam dan siang hari secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al-Baqarah: 274) Seorang muslim wajib hidup hemat dalam memenuhi kebutuhan pribadinya agar tidak menghabiskan seluruh hartanya. Sebab, ia harus mengikutsertakan orang lain dalam sebagian karunia yang Allah ber...