Pendahuluan
Ikhlas
karena Allah adalah tuntutan asasi dalam syari'at Islam dan sebagai syarat yang
harus dipenuhi agar diterimanya amal salih.Sedangkan sebab-sebab sampai dan
tercapainya adalah cinta kepada Allah,takut,berharap padaNya,senantiasa berdzikir
padaNya dan memperhatikan tanda-tand kebesaranNya serta ni'mat-ni'matNya yang
tidak terhingga bilangannya.Tidak ada bukti yang paling kuat akan adanya
keikhlasan di dalam hati seorang muslim selain tajarrudnya dalam beribadah
kepada Allah SWT.dan berpegang teguh dengan manhajNya serta menolak semua
sistem selainnya,dan dari sana-lah ia mengikuti jihad yang haq ...jihad dengan
jiwaraga dalam rangka taat kepada Allah.
Abul Qosim al-Qusyairi berkata: "Ikhlas adalah
mengesakan Allah SWT.dengan taat kepada-Nya, yaitu seseorang dengan ketaatannya
ingin mendekatkan diri kepada Allah bukan karena yang lain, yang artinya
membersihkan perbuatan dari perhatian/penilaian manusia, seperti jihad melawan
musuh-musuh Allah: orang-orang kafir dan munafik. Allah berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَـٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ
وَٱلْمُنَـٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
٩
Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang
munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka adalah Jahannam
dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.(at-Tahriim:9)
Tajarrud menurut
syar'i
Totalitas pada Allah di saat beraktivitas/bergerak dan diat
tidak beraktivitas/diam baik sendirian maupun dengan orang lain,tertutup atau
terbuka tidak dicampuri kepentingan
pribadi,hawanafsu,dunia kedudukan dan kekuasaan.Hal itu tidak berarti bahwa
manusia harus meninggalkan dunia dan segala tuntutannya,bahkan ia harus
menjadikannya tunduk untuk dijadikan
sarana meraih pahala di sisi Allah,Rasulullah menegaskan : وَفِي
بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ"hubungan seks salah seorang diantara
kamu bernilai shodaqoh".(HR.Muslim,1006,dari Abu Dzar).
تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ بِهَا
حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي
فِي امْرَأَتِكَ وَإِنَّكَ لَنْ
Dan sesungguhnya kamu tidak memberikan suatu nafkah
yang bertujuan untuk mengdapatkan pahala maka kamu mendapatkan pahalanya
walaupun kamu menyuapi isterimu. (HR.Bukhari dari Saad bin Abi Waqas).
Dan Allah berfirman:
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ فِىٓ
إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذْ قَالُوا۟ لِقَوْمِهِمْ إِنَّا
بُرَءَٰٓؤُا۟ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ
وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ٱلْعَدَٰوَةُ وَٱلْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ
تُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَحْدَهُۥٓ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ
لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ أَمْلِكُ لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ ۖ
رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ ٤
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu
pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata
kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari
daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan
telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya
sampai kamu beriman kepada Allah saja.."(al-Mumtahanah:4)
Kandungan ayat
Nabi Ibrahim dan para pengikutnya telah berlepas diri
dari kaum mereka yang terdapat di dalamnya orang tua, saudara dan keluarga
mereka. Membaikot dan menolak agama mereka yang batil dan jalan mereka yang
bengko seperti menyembah patung dan kemusyrikan, membenci dan memusuhi mereka, berkata
kepada mereka dengan kata-kata yang tegas, bahwa permusuhan dan kebencian ini
adalah untuk selamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.
Sikap yang tegas ini diambil oleh jama'ah muslimah
menunjukan totalitas yang sempurna, bukti keseriusan, keikhlasan orientasi yang
benar kepada Allah.
Karenanya umat ini-Ibrahim dan pengikutnya- dijadikan
oleh Allah sebagai qudwah hasanah (contoh teladan) bagi orang-orang beriman di
sepanjang zaman dan di semua tempat dalam menyikapi jahiliyah yang durjana:
"Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu
dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan
telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya
sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali Perkataan Ibrahim kepada
bapaknya "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada
dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata):
"Ya Tuhan Kami hanya kepada Engkaulah Kami bertawakkal dan hanya kepada
Engkaulah Kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah Kami kembali."
Ikatan iman
yang paling kuat:
Seorang
muslim harus mengetahui bahwa menteladani nabi Ibrahim dan orang-orang yang beriman bersamanya bukan
hanya berlepas diri dari semua ikatan yang bertentangan dengan ikatan
aqidah,bahkan menteladani mereka dalam perjalanan hidup dan pengalaman yang mereka laluai walaupun harus
mengorbankan ikatan emosional kekeluargaan. Ini adalah cabang dari pohon besar
,menjulang tinggi dan akarnya menghujam kedalam perut bumi, banyakcabang dan
daunnya rindang .Pohon yang ditanam oleh muslim pertama.. Ibrahim alaihissalam (Sayid
Qutub, Fizilalil Qur'an)
Ikhwah sekalian
! dari sini kita meyakini suatu hakikat
yang sangt jelas yaitu mengumumkan permusuhan
dan kebencian kepada orang-orang yang memilih kehidupan dunia ketimbang
akhirat dan sombong dengan tidak mau beribadah kpada Allah atau
menyekutukan-Nya dengan yang lain,sekalipun mereka orang yang terdekat dengan
kita seperti,bapak,ibu,anak,saudara,keluarga dan isteri.Maka jangan kita
biarkan ada celah kedalam hati kita perasaan suka pada mereka,sehingga kita
tidak konsisten dalam mengikuti Ibrahim alaihissalam.
قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ
وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا
وَتِجَـٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَـٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ
إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟
حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ
٢٤
https://quran.com/9/24Katakanlah: "Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan
yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah
lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". dan Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(at-Taubah:24).
Dan
Rasulullah saw bersabda:
إن أوثق عرى الإيمان أن تحب في الله ، وأن تبغض
في الله
"Sesungguhnya
ikatan iman yang paling kuat adalah kamu
mencintai seseorang karena Allah dan membencinya karena Allah.(HR.Baihaqi,syuabul iman).
Cinta dan
benci karena Allah bukti totalitas
Jika cinta
dan benci karena Allah sudah tertanam kuat dalam jiwa seseorang itu adalah
sebagai bukti bahwa orang tersebut sudah totalitas pada Allah.Dan totalitas ini
sebagai bukti adanya pokok agama pertama yang dengannya Allah mengutus rasul
dan menurunkan kitab,yaitu al-ikhlash (kemurnian),sebagaimana dijelaskan oleh
syaikhul islam Ibnu Taimiyah.
Pokok ini (ikhlas)
adalah pokok agama ,dengan merealisasikan keikhlasan berarti telah
merealisasikan agama, dengannya Allah mengutus para rasul dan menurunkan kitat.
Dan dengannya Rasulullah berda'wah, berjihad, menyeru, memotivasai. Ikhlas
adalah kutub (poros) agama di sekitarnya ajaran Islam beredar.
Dan ia
berkata:"Hti bila tidak bersih dan tidak menghadap Allah ,tidak berpling
dari selainNya,maka hati itu adalah musyrik.:
The Romans
(30:30)
فَأَقِمْ وَجْهَكَ
لِلدِّينِ حَنِيفًۭا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا
تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ
لَا يَعْلَمُونَ ٣٠
۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ
وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٣١
مِنَ ٱلَّذِينَ
فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًۭا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ
فَرِحُونَ ٣٢
Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus
kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia
menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang
lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan
bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk
orang-orang yang mempersekutukan Allah,
Yaitu
orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa
golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan
mereka.(ar-Rum:30-32).
Peliharalah
pokok kebaikan ini dan ketahuilah
bahwa kepuasan,k ebahagiaan keni'matan dalam agama ini terdapan dalam
keikhlasan kepada Allah dan pada totalitas serta kecintaan padaNya dengan
mengikuti Rasul dan takut pada Nya ,takut kepada Allah dengan konsisten di
jalan Allah dan tidak keluar darinya, mengharapNya dengan berlomba-lomba dalam
kebaikan, mengharapkan ridloNya dengan selalu berdzikir dan bersyukur, cinta
dan benci karenanya.Adakah ada arti kalimat ikhlas dan tauhid "laa
ilaaha illallah" yang berbeda dengan penjelasan kami? Wallahu a'alam.
Ibnul Qoyyim berkata: Bahwa jiwa manusia memiliki ruang
yang bertolak belakang dengan perintah Allah dan larangan-Nya, oleh karenanya
diperlukan tajarrud (bersih) ruang tersebut yang menyalahi atauran Allah, dan
istiqomah dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya sehngga
manusia menjadi hamba Allah bukan budak hawa nafsu. (madaarij as-saalikin
1/473-475).
Imam Hasan al –Bana berkata:" Tajarrud adalah kamu
membersihkan fikroh kamu dari semua prinsip dan figur, karena fikroh ini adalah
fikroh yang unggul, istimewa dan sempurna:
صِبْغَةَ ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ
صِبْغَةًۭ ۖ وَنَحْنُ لَهُۥ عَـٰبِدُونَ ١٣٨
Shibghah Allah dan siapakah yang lebih baik shibghahnya
dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah Kami menyembah. (Al Baqarah:138)
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ فِىٓ
إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu
pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.."(al-Mumtahanah:4)
Dampak dari mufashalah(pemutusan hubungan)
Akhi/ukhti fillah mari kita toropong masyarakat
jahiliyah, kita musuhi dan membencinya
agar supaya kita totalitas pada Allah, yang telah berfirman:
لَن تَنفَعَكُمْ أَرْحَامُكُمْ وَلَآ
أَوْلَـٰدُكُمْ ۚ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يَفْصِلُ بَيْنَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا
تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ ٣
Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-sekali tiada
bermanfaat bagimu pada hari kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. dan Allah Maha melihat apa yang kamu
kerjakan.(al-Mumtahanah :3 ).
Pemutusan
hubungan,permusuhan dan kebencian kita terhadap jahiliyah pada hakikatnya
adalah ni'mat di antara ni'mat-ni'mat Allah yang diberikan kepada kita, bahkan
ni'mat buat jahiliyah itu sendiri, karena Allah memerintahkan kepada kita untuk
melindungi diri kita dengan beribadah
kepadana dan menyelamatkan keluarga kita dari neraka.
Allah
berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟
أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًۭا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا
مَلَـٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌۭ شِدَادٌۭ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ٦
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada
apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan. (at-tahrim: 6).
وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ ٢١٤
Dan berilah
peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat (as-Syu'araa:214).
Abdullah
ibnu Abbas menjelaskan ma'na ayat di atas, ia berkata:ketahuilah dengan taat
kepada Allah, hindari maksiat pada-Nya dan perintahkan keluarga kamu untuk
berdzikir Allah menyelamatkan kamu dari azab neraka". dan tegasnya: "didiklah
keluargamu"
Demikian
halnya kita menyeru masyarakat agar da'wah tersebar , keadilan merata dan dan masyarakat selamat dari
pendertaan dunia dan azab akhirat menuju kebahagiaan dunia dan keni'matan
akhirat. Allah berfirman:
۞ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ
وَبَيْنَ ٱلَّذِينَ عَادَيْتُم مِّنْهُم مَّوَدَّةًۭ ۚ وَٱللَّهُ قَدِيرٌۭ ۚ وَٱللَّهُ
غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ٧
لَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ
لَمْ يُقَـٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَـٰرِكُمْ أَن
تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ ٨
إِنَّمَا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ
قَـٰتَلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَـٰرِكُمْ وَظَـٰهَرُوا۟
عَلَىٰٓ إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ ٩
Mudah-mudahan
Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di
antara mereka. dan Allah adalah Maha Kuasa. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Allah
tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang
yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari
negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan
sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu
dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa
menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (al-Mumtahanah:7-9).
Pada ayat-ayat di atas terdapat berita gembira dari
Allah untuk orang-orang yang beriman, bahwa Allah akan menjadikan kasih
sayang di antara mereka dan orang-orang
yang memusuhi .jika musuh-musuh menyambut seruan Allah dan kufur terhadap
thagut. Allah maha kuasa, Allah maha pengampun lagi penyayang.
Sikap dan
Pelajaran
Berikut ini
beberapa sikap dan pelajaran dari generasi unik, generasi sahabat yang mana mereka telah mencontoh jamaah
pertama –nabi Ibrahim dan pengikutnya- mereka tajarrud pada Allah dan berlepas diri selain-Nya, mereka telah
memberikan keteladanan yang ideal bagi generasi
sebelum dan sesudah kita dalam totalitas untuk da'wah, mereka memerangi
kekufuran dan orang-orang kafir untuk mendapatkan ridlo Allah, mereka telah
menjual jiwa raga untuk mendapatkan surga dan ni'mat melihat wajh Allah di
akhirat kelak.
1.Memerangi
orang-orang kafir dan kelompok-kelompok sesat
Abu
Ubaidah bin Jarrah telah memenggal kepala bapaknya dengan pedang, jatuh
tersungkur di hadapannya. Pada dasarnya Abu Ubaidah ra tidak membunuh bapaknya
akan tetapi membunuh kemusyrikannya yang ada pada bapaknya, maka turunlah ayat
al-Qur'an tentangnya dan bapaknya yang terus dibaca sampai hari kiamat:
لَّا تَجِدُ قَوْمًۭا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ
وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ
كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ
عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَـٰنَ وَأَيَّدَهُم
بِرُوحٍۢ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ
خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ
حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ ٢٢
Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum
yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu
bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang
dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan, dan Allah telah menguatkan
mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu Dia (Allah) memasukkan
mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.
Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan
rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah
itulah yang beruntung. (al-Mujadillah:22).
2.Meninggalkan
tanah air
Contoh
yang paling baik dalam hal ini adalah kisah Salman al-Farisi ,Rasullah
bersabda:" سلمان منا أهل البيت " Salman bagian dari keluarga
kami" Salman telah berkorban dengan meninggalkan tanah air dan kehidupan
mewah untuk berjuang mencari kebenaran (al-haq).memulai perjalanan yang panjang
dari negeri Asfahan,Persia berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri yang
lain mencari orang-orang yang masi menganut agama nasrani yang masih terjaga
dari penyimpangan sampai pada orang terakhir ,ketika orang tersebut mendekati
ajal,Salman bertanya kepadanya, dengan pertanyaan yang selalu diajukannya kepaa
setiaop orang yang ia temui,:Kamu tahu urusan saya ,siapa yang saya harus temui? Apa yang harus saya lakukan
?,lalu ia menjawab ,wahai anakku saya tidak tahu apakah masi ada orang
berpegang teguh dengan agamanya,akan tetapi sudah ekat waktunya di negeri arab
seorang nabi yang diutus dengan nabi Ibrohim,kemudian hijrah ke satu negeri
yang memiliki banyak pohok kurma,negeri berbatu hitam,di antara cirinya
;ia memakan makanan dari hadiah dan
tidak memakan harta shadaqoh,di pundaknya ada cap penutup kenabian ,jika kamu
bisa pergilah ke sana.
Salman
kemudian menetap di suatu daerah yang bernama Amuriyah sampai lewat di daerah
tersebut kafilah dagang dari suku kalb. Salman berkata kepada mereka: bolehkah
saya ikut kalian ke negeri arab ,saya akan berikan semua sapi dan barang-barang
saya?.mereka menjawab:ya kamu boleh ikut kami. Salman berkata: maka saya
berikan seluruh harta benda saya ,mereka bawa saya ke wadil quro(tempat antara
Madinah dan Syam, lalu mereka menghianati saya, mereka menjual saya kepada
seorang laki-laki yahudi.Setelah itu saya menjadi budaknya sampai datang
keponakan yahudi tersebut dari bani quraizhah, lalu ia membeli aku darinya, dan
aku dibawa ke Yasrib ,sesampai aku di sana aku lihat pohon-pohon kurma seperti
yang telah diceriterakan oleh kawanku dahulu di Amuriah, maka menetaplah aku di
Madinah, sedangkan Nabi pada wktu itu mendawahi kaumnya di Mekkah, akan tetapi
saya tidak pernah mendengar ada seorang nabi diutus karena kesibukan saya
sebagai budak.(Shuar Min Hayati As-Shahabah).
Sungguh
pengorbanan yag luar biasa yang telah diberikan Salman al-Farisi, Dia telah
meninggalkan kehidupan mewah di negerinya Ashfahan, kemudian meninggalkan
kampung halaman dengan perjalanan yang angat panjang, mengorbankan seluruh
harta bendany,sampai kumudian ia menjadi budak semua itu untuk mencari
kebenaran,untuk bertemu dengan Rasulullah yang membawa kebenaran itu.
وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا
لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ ٦٩
Dan
orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan
Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah
benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (al-Ankabut:69).
3.Berkoban
dengan harta
وَسَيُجَنَّبُهَا
ٱلْأَتْقَى ١٧
ٱلَّذِى
يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ ١٨
وَمَا
لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍۢ تُجْزَىٰٓ ١٩
إِلَّا
ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ ٢٠
وَلَسَوْفَ
يَرْضَىٰ ٢١
Dan kelak akan dijauhkan orang
yang paling takwa dari neraka itu,
Yang menafkahkan hartanya (di
jalan Allah) untuk membersihkannya,
Padahal tidak ada seseorangpun
memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,
Tetapi (dia memberikan itu semata-mata)
karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha tinggi.
Dan
kelak Dia benar-benar mendapat kepuasan. (al-Lail: 17-21)
Ayat-ayat
di atas turun pada Abu Bakar r.a. yang telah menginfakkan hartanya untuk
memerdekakan tujuh orang shahabat budak yang selalu disiksa karena menegakkan
agama Allah di bumi, shahabat ketika disiksa semakin kuat keimanan mereka, mereka
menjual diri mereka kepada Allah dengn tulus dan totalitas dalam beribadah
kepada Allah bersih dari hawa nafsu dan thagut untuk meraih surga. Maka,
turunlah ayat di atas membawa berita gembira buat Abu Bakar as-Shiddiq, atas
amal yang yang luar biasa dipersembahkan untuk mendapat ridla Allah. Sikap
terpuji Abu Bakar as-Shiddiq sangat banyak, dialah yang membawa seluruh
hartanya kepada Rasulullah sebanyak empat ribu dirham, lalu Rasulullah bertanya
:apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu wahai Abu Bakar?, Abu Bakar menjawab:
yang aku tinggalkan untuk keluargaku Allah dan Rasul Nya. (HR.an-Nasaai). Itu
terjadi pada hari-hari sulit ,saat persiapan perang tabuk.
Pada
kisah Abu Bakar terdapat rambu-rambu jalan: (1) memberikan semua hak Allah; (2)
tawakkal kepada Allah; (3) bahwa pemilik yang sebenarnya adalah Allah.
4.Berkorban
dengan nyawa di jalan Allah
Syadad bin
al-Haad berkata: seorang Badwi datang kepada Nabi lalu beriman dan mengikutinya,
ia berkata:aku ingin hijrah bersamamu!, kemudian Rasulullah meminta salah
seorang shahabat untuk membimbingnya. Pada perang Khaibar Rasulullah memberinya
bagian dari harta ghanimah, kemudian ia
datang kepada Rasulullah, ia bertanya: apa ini yaa Rasulullah? Rasulullah
menjawab: ini jatahmu, kemudian ia berkata: bukan untuk ini saya mengikutimu, akan
tetapi agar leherku terkena anak panah lalu aku mati di jalan Allah kemudian
aku masuk surga, Rasul berkata:jika dia benar maka Allah akan membuktikannya. setelah
itu terjadi peperangan, tidak lama kemudian syahid terkena anak panah pada
lehernya, Nabi bertanya, apakah itu dia pulan? Shahabat menjawab,: ia betul
dia, dan Rasulullah bersabda: ia jujur pada Allah maka Allah mengabulkannya.(HR.an-Nasaai).
Allah
berfirman:
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ
مَرْضَاتِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ ٢٠٧
Dan di
antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan
Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. (Al-Baqarah: 207)
Imam al-Bana berkata: Dan yang dimaksud dengan at-tajarrud
adalah kamu membersihkan fikroh kamu ari darisemu prinsif dan figur, karena
fikroh ini yang terbaik dan sempurna serta yang unggul,
صِبْغَةَ ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ
صِبْغَةًۭ ۖ وَنَحْنُ لَهُۥ عَـٰبِدُونَ ١٣٨
Shibghah Allah dan siapakah yang lebih baik shibghahnya
dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah Kami menyembah. (Al Baqarah:138)
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu
pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata
kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari
daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan
telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya
sampai kamu beriman kepada Allah saja.."(al-Mumtahanah:4)
Tipologi manusia
menurut muslim sejati ada enam: (1) muslim mujahid (aktif); (2) muslim qaid (tidak
aktif); (3)muslim atsim (ma'siat); (4)kafir dzimmi mu'ahid (komitmen dengan
janji); (5) kafir muhayid (netral); (6) kafir muharib (yang memerangi). Masing
–masing ada hukumnya dalam dalam perspektif islam dan pada batas-batas itulah
orang dan lembaga ditimbang atas dasar itu pulalah adanya perkawanan dan
permusuhan.
Aqidah ini
tidak bisa berkoalisi dengan yang lain di dalam hati seorang muslim, pilihannya
adalah murni untuknya atau keluar darinya. Ini bukan berarti seorang muslim (kader)
harus memutuskan hubungannya dengan isteri, anak, keluarga dan kaum kerabat, tidak...,
akan tetapi tidak boleh ada aqidah di dalam hati kita selain aqidah yang sudah
kita yakini ini dan kecintaan murni untuknya.Jika sudah demikian seorang kader
boleh meni'mati segala kebaikan dunia dengan syarat selalu siap untuk
menanggalkannya mana kala berbenturan dengan tuntutan aqidah. Demikian
seharusnya ikatan darah dan nasab putus apabila ikatan hati dan aqidah putus.
Totalitas
semacam ini tidak hanya untuk perorangan akan tetapi berlaku juga untuk jama'ah
muslimah dan negara islam.
Al-Qur'an
telah menjelaskan kepada kita bagaimana generasi awal bertajarrud yaitu
membersihkan jiwa mereka dari tuntutan hidup yang bersifat materi demi aqidah
mereka.Allah berfirman:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟
إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌۭ فَلَا يَقْرَبُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ بَعْدَ
عَامِهِمْ هَـٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةًۭ فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن
فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ ٢٨
Hai
orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, Maka
janganlah mereka mendekati Masjidil haram sesudah tahun ini. dan jika kamu
khawatir menjadi miskin, Maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari
karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
Bijaksana.(at-Taubah:28).
Pasar akbar
yang ditunggu –tunggu masyarakat quraisy, perdagangan yang menjadi tulang
punggung penduk jazirah arab, kafilah dagang di musim panas dan dingin menjadi
sumber ekonomi mereka, namun semua itu terancam hilang karena ada larangan bagi
orang-orang musyrikin untuk menunaikan ibadah hajji.
Ia, semua
itu telah terjadi, akan tetapi ini adalah masalah aqidah, dan Allah menghendaki
hati-hati orang-orang islam hanya untuk aqidah, tidak boleh ada ruang di
dalamnya untukyang lain, kemudian Allahlah yang mengatur urusan rizki mereka
dari sumber-sumber yang lain.
...dan jika
kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu
dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi
Maha Bijaksana.(at-Taubah:28).
Dan
Al-Qur'an telah menjelaskan kepada kita tentang apa yang seharusnya dilakukan
seorang muslim untuk membersihkan dirinya dari kecenderungan pribadi, sebagai
mana kisah Abu Bakar ra, ketika ia bersumpah untuk tidak menyantuni Masthah, kerabatnya
yang ikut menyebarka berita bohong (haditsul ifki). Allah menurunkan ayat,
وَلَا يَأْتَلِ أُو۟لُوا۟ ٱلْفَضْلِ مِنكُمْ
وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤْتُوٓا۟ أُو۟لِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينَ وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ
فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن
يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌ ٢٢
Dan
janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu
bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya),
orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan
hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa
Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (anNuur
:22).
Setelah
turun ayat ini Abu bakar membatalkan sumpahnya dengan membayar kifarat dan kembali
menyantuni Masthah sepeti sedia kala.
Adalah
menjadi kewajiban setiap muslim menimbang antara da'wah yang sumbernya manhaj
Allah dan sunnah Rasulullah dan tuntutan-tuntutan yang lain yang alasannya
kepentingan pragmatis dan maslahat sesaat.
Tajarrud (totalitas) adalah kembali kepada fitrah
Fitrah bagaikan
mikroskop dan kaca pembesar, di baliknya dapat dilihat hakikat sesuatu yang
sebenarnya dengan jelas. Penglihatan fitrah adalah anak panah kebenaran yang
menembus dinding-dinding kebatilan yang menutupi hati.
Memahami
kebenaran adalah mudah tidak susah,dengan fitrah yang bersih kita dapat melihat
kebenaran, perasaan tidak tenang dan tidak nyaman ketika melihat kejahatan
itulah fitrah, atau ketika kita sedang melaakukan sesuatu yang bertentangan
dengan syari'ah kita merasa tidak tenang, itu adalah fitrah. Oleh karenanya
kita harus membersihkan hati kita dari segala yang menutupi fitrah agar kita
dapat melihat sesuatu dengannya bukan
dengan syahwat dan hawa nafsu.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ
لِلدِّينِ حَنِيفًۭا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا
تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ
لَا يَعْلَمُونَ ٣٠
۞ مُنِيبِينَ إِلَيْهِ
وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٣١
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus
kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia
menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang
lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan
bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk
orang-orang yang mempersekutukan Allah. (ar-Ruum :30-31).
Beberapa contoh nyata tentang totalitas pejabat dan
konglemerat
1. Nabi Sulaiman
Bahwa bersihnya
hati dari syahwat dunia, kedudukan, kekuasaan dan harta benda bukan berarti
menolak untuk mendapatkannya dengan cara yang halaj...perhatikan Nabi Sulaiman
minta kepada Allah kerajaan yang tidak boleh diberikan kepada selainnya, lalu
Allah mengabulkan permintaanya. Apakah nabi Sulaiman minta kekuasaan karena
syahwat?, apakah kemudian ia
menggunakannnya seperti orang-orang menjadi budak syahwat?. tidak ..ia
tidak meminta kerajaan bukan karena ambisi pribadi akan tetapi karena permintaan Allah untuk
kepentungan da'wah dan dia gunakan untuk sesuatu yang dicintai Allah.
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًۭا مِّن قَوْلِهَا
وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ
وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى
بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١٩
Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena
(mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku,
anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan
kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam
golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (an-Naml:19).
Ini adalah
contoh nyata, Allah menjelaskn tentang zuhud, bagaimana seorang saleh sebagai
raja, menempati posisi tertinggi dengan segala kemewahannya?.Nabi Sulaiman
mengerahkan semua yang ia miliki berupa kekuasaan harta benda dan kekuatan
untuk membela kebenaran dan demi mencari ridha Allah.
Mintalah
kekayaan, mintalah kekuasaan bukan untuk memenuhi tuntutan syahwat, bukan untuk
menyombongkan diri dan bukan untuk memperkaya diri tapi mintalah semua itu
untuk membersihkan bumi dari kemunkaran dan untuk menegakkan kebenaran dan
keadilan.
2.Nabi Yusuf
Nabi Yusuf meminta jabatan posisi menteri kepada raja
Mesir, bukan minta kepada Allah seperti nabi Sulaiman, ini bukan berarti nabi
Yusuf jauh dari Allah dan haus jabatan, tidak..situasi dan kondisi negeri Mesir
pada waktu itu menutuntutnya untuk minta jabatan dalam rangka merealisasikan
kehendak Allah bagi rakyat Mesir untuk mendapatkan kemudahandan kemuliaan. Nabi
Yusuf dalam munajatnya kepada Allah berkata:
۞ رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ
وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ
أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًۭا
وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ ١٠١
Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan
kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir
mimpi. (ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan
di akhirat, wafatkanlah aku dalam Keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan
orang-orang yang saleh. (Yusuf:101).
Meminta jabatan dalam kondisi seperti itu tidak kurang
nilainya dari memintanya kepada Allah, dengan catatan memintanya hanya untuk
mencari ridlo Allah. Nabi yusuf meminta jabatan karena kemampuannya,
قَالَ ٱجْعَلْنِى عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلْأَرْضِ
ۖ إِنِّى حَفِيظٌ عَلِيمٌۭ ٥٥
Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara
(Mesir); Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi
berpengetahuan". (Yusuf: 55)
Nabi Yusuf dengan jabatan yang didapatkannya bisa
mengurangi penderitaan rakyat Mesir. Adapun bagi nabi Yusuf sendiri jabatan didapatkannya
tidak menyebabkan dia menjauh dari Allah dan lalai dari beribadah kepada-Nya, serta
tidak menyibukannya untuk memperkaya diri.
3. Rasulullah Muhammad saw.
Kekayaan dan harta berdatangan dari jazirah arab
kehadapan Rasulullah saw.serta harta ghanimah yang peruntukan buat beliau tidak
mengganggunya sedikitpun dari berdzikir kepada Allah dan tidak merubah gaya
hidup beliau dengan hidup sederhana,semua harta benda yang beliau dapatkan
disalurkan untuk kepentingan umum ,bahkan beliau mengganjal perutnya dengan
batkarena lapar, bukan karena tidak ada makanan atau tidak punya uang, akan
tetapi karena zuhud . A'isyah ra berkata:Rasulullah tidak pernah kenyang
berturut-turut selam tiga hari, seandainya kami mau maka kami selalu kenyang, tapi
beliuah lebih mementingkan para shahabatnya ketimbang dirinya sendiri.
Demikianlah contoh-contoh nyata yang telah diukir dalam
sejarah, yang menegaskan bahwa bersihnya hati dari keserakahan dunia yang fana
itu bukan berarti tidak mau dan menolak untuk mendapatkannya dengan cara yang
terhormat dan halal, bahkan harus lebih bersemangat dan sungguh-sungguh dalam
mencarinya ketimbang orang-orang hidupnya hanya untuk kesenangan dunia.
Harta
benda, kekuasaan dan kekuatan materi, semuanya bagi seorang muslim mengambil
dan memanfaatkan untuk keberlangsungan hidupnya, adapun sisanya digunakan
untuk:
- membantu orang-orang yang membutuhkannya, mengurangi beban hidup
mereka dan mempermudah urusan mereka.
- Haq (kebenaran) membutuhkan kekuatan materi, untuk melindungi dan
membelanya. kekuatan dalam bentuk harta, senjata dan tentara terlatih, seharusnya
seorang muslim menabung, mengumpulkan uang untuk itu, ia harus berusaha
mengambil kekayaan negerinya dari tangan para pendukung kebatilan ."
نعم المال الصالح للرجل الصالحsebaik-baiknya harta
yang halal di tangan orang saleh". (HR. Ahmad dan al Baihaqi).kalau
ia boleh bergembira ketika mendapatkan uang ,bergembira karena telah ikut
andil dalam mendanai kegiatan yang bertujuan untuk membela Islam.