Hadits_16_Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Keutamaan Ribath di Jalan Allah
Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Hadits_16: Keutamaan Ribath di Jalan Allah Dari Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu , ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ، وَأَمِنَ الْفَتَّانَ . "Ribath (berjaga-jaga di garis batas) sehari semalam itu lebih baik daripada puasa beserta shalat malam selama satu bulan. Jika ia meninggal dunia, maka pahala amal yang biasa ia kerjakan akan terus mengalir baginya, rezekinya akan terus dialirkan kepadanya, dan ia akan aman dari fitnah (ujian/siksa kubur)." (HR. Muslim no. 1913). Biografi Singkat Sahabat Perawi Hadis Salman Putra Islam, Abu Abdillah al-Farisi, sosok yang paling terdahulu dari bangsa Persi...