Posts

Sistem Ekonomi

PENGANTAR Saya telah menulis beberapa artikel sebelumnya di bawah judul (Problematika Internal Kita dalam Naungan Sistem Islam) . Di dalamnya, saya menjelaskan bahwa sistem pemerintahan Islam bersandar pada tiga kaidah utama: a. Tanggung jawab penguasa b. Menghormati kehendak umat c. Menjaga persatuan umat Sungguh merupakan suatu keberuntungan bahwa hal-hal ini juga merupakan pilar-pilar sistem parlementer modern yang telah kita pilih untuk diri kita sendiri. Sebagaimana saya juga telah menjelaskan bahwa kita tidak menerapkan sistem ini (Islam) maupun sistem itu (parlemen modern) dengan penerapan yang benar. Akibatnya, urusan-urusan menjadi kacau karena hal tersebut. Sebab, urusan pemerintahan ini adalah poros utama, sedangkan yang selainnya mengikut kepadanya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ "Ketah...

Sistem Pemerintahan

PENGANTAR IMAM SYAHID HASAN AL-BANNA “...dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka, dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka menyimpangkan engkau dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu...” (QS. Al-Ma'idah: 49) Islam yang hanif meniscayakan pemerintahan sebagai salah satu kaidah dari kaidah-kaidah sistem sosial yang dibawanya untuk manusia. Islam tidak membenarkan anarki, dan tidak membiarkan jemaah kaum muslimin tanpa adanya seorang imam (pemimpin). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda kepada sebagian sahabatnya: إِذَا نَزَلْتَ بِبَلَدٍ وَلَيْسَ فِيْهِ سُلْطَانٌ فَا رْحَلْ عَنْهُ “Jika engkau singgah di suatu negeri yang tidak ada penguasa di dalamnya, maka berpindahlah dari sana.” Sebagaimana beliau juga bersabda dalam hadis lain kepada sebagian sahabatnya yang lain: إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَأَمِّرُوْا عَلَيْكُمْ رَجُل...