Posts

Showing posts from September, 2020

Ma'iyyatullah

Image
  Aqidah Islam menetapkan adanya  ma’iyyatullah  (kebersamaan Allah), yaitu bahwa Allah  Ta’ala senantiasa membersamai hamba-hamba-Nya.  Ma’iyyatullah  ini memiliki dua konteks, yakni  ma’iyyah ‘ammah  (kebersamaan dalam arti umum), dan  ma’iyyah khashah  (kebersamaan dalam arti khusus). Ma’iyyah ‘Ammah Ma’iyyah ‘ammah  bersifat mutlak mencakup seluruh makhluk ciptaan-Nya. Yaitu bahwa selalu ada  muraqabatullah  (pengawasan Allah) kepada semua makhluk-Nya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di la...

Tauhidullah

Image
  Allah Ta’ala adalah Tuhan kita. Tidak ada sesembahan selain Dia, إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”   (QS. Thaha, 20: 14) Allah Ta’ala adalah Rabban (Tuhan), Malikan (Raja), dan Ilahan (Sesembahan) yang hak, قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ    مَلِكِ النَّاسِ    إِلَهِ النَّاسِ “Katakanlah: ‘Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sesembahan manusia.’”   (QS. An-Nas, 114: 1-3) Rabban  berasal dari kata  rabba-yarubbu-rabban , yang artinya mengasuh/memelihara dan memimpin. Dan  malikan  berasal dari kata  malaka-yamliku-milkan-mulkan-malakatan,  yang artinya memiliki dan berkuasa atas sesuatu. Sedangkan  ilaahan   berasal dari kata  aliha-ya’lahu,  yang artinya menyembah. Se...

Al Mawani’ min Ma’rifatullah

Image
  Oleh: Tim kajian dakwah alhikmah Apabila seorang hamba telah bertekad untuk mengenal Allah, mendekat kepada-Nya dan mengikuti kehendak-Nya, pasti ia akan dihadang oleh berbagai godaan dan tipu daya. Sudah menjadi sunatullah, di awal perjalanan seorang hamba, ia akan menghadapi berbaggai tipuan kesenangan, kelezatan, kepemimpinan, kedudukan, pakaian, perkawinan, keluarga, dan sejenisnya. Dilihat dari sumber dan penyebabnya, penghalang-penghalang itu ada dua macam yaitu penyakit syahwah (berkaitan dengan hati; berupa nafsu dan kesenangan) dan penyakit syubhat (berbagai hal yang menimbulkan keraguan, lebih banyak berkaitan dengan masalah akal dan logika). Sifat yang berasal dari penyakit syahwat. Fasiq Yaitu orang-orang yang melanggar janji Allah, memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah menghubungkannya dan mereka melakukan bencana di atas muka bumi. QS. Al-Baqarah (2): 26-27 Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapu...

Ath Thoriq ila Ma’rifatullah

Image
  Oleh: Tim kajian dakwah alhikmah alhikmah.ac.id  - Mungkin ada di kalangan kaum muslimin yang bertanya kenapa pada saat ini kita masih perlu berbicara tentang Allah padahal kita sudah sering mendengar dan menyebut namaNya, dan kita tahu bahwa Allah itu Tuhan kita. Tidakkah itu sudah cukup untuk kita? Tidak. Jangan sekali-kali kita merasa cukup dengan pemahaman dan pengenalan kita terhadap Allah. Karena, semakin memahami dan mengenaliNya kita merasa semakin dekat denganNya. Selain itu, dengan pengenalan yang lebih dalam lagi, kita bisa terhindar dari pemahaman-pemahaman yang keliru tentang Allah dan kita terhindar dari sikap-sikap yang salah terhadap Allah. Ketika kita membicarakan makrifatullah (mengenal Allah swt), maknanya kita berbicara tentang Rabb, Malik, dan Ilah kita. Rabb yang kita pahami dari istilah Al-Qur’an adalah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa. Kata Ilah mengandung arti yang dicintai, yang ditakuti, dan juga sebagai sumber pengharapan. Makna ...