1. Makna Dzikir
Setiap muslim pasti sudah mengetahui dan memahami bahwa dzikir
itu merupakan sesuatu yang sangat penting dan besar faedahnya, dimana dzikir
merupakan amal yang efektif yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya di
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً
وَأَصِيلاً
“Hai
orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan
dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan
petang hari”.
Dalam ayat
ini Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk banyak bedzikir kepada-Nya;
karena pada hakikatnya seorang hamba memang sangat perlu berdzikir mengingat
Allah. Bahkan merupakan kebutuhan yang sangat urgen.
Pengertian
dzikir bisa berarti mengingat Allah SWT dengan banyak menyebut nama-Nya, baik
secara lisan maupun di dalam hati. Seperti banyak menyebut Subhanallah wabi
hamdihi subhanallah al ‘azim
Dua kalimat diatas
seperti yang disabdakan Rasulullah saw merupakan kalimat yang ringan di ucapkan
oleh lisan tapi sangat berat timbangan dan sangat dicintai oleh Allah. Sebagaimana Nabi bersabda:
كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ فِي الِّلسَانِ
ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ مَحْبُوْبَتَانِ إِلىَ الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ
اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ
“Dua
kalimat yang begitu ringan diucapkan lisan dan sangat berat ditimbangan serta
dangat disukai oleh Allah SWT yang Maha Pengasih, adalah Subhanallah
wabihamdihi subhanallah hil adzim”.
Dan
berdzikir juga bisa berarti mengingat Allah dalam berbagai keadaan, bagaimanapun keadaannya ia tetap mengingat
Allah. Ia selalu merasa dilihat dan diawasi segala gerak geriknya oleh Allah.
Sehingga dimanapun berada ia tidak berani melakukan hal yang dilarang oleh
Allah. Contoh : Puasa, ketika kita berpuasa kita menahan lapar dan haus
serta menahan dari perkataan dan
perbuatan yang tidak baik. Hal ini kita lakukan setiap hari sampai satu hulan
di bulan romadhan. Puasa melatih pikiran
dan hati kita untuk memahami bahwa Allah
mengetahui segala perbuatan yang kita lakukan. Dengan demikian kita tidak berani melakukan hal-hal yang dilarang
oleh Allah. Inilah makna dzikir kepada
Allah . Allah SWT berfirman :
الَّذِيْنَ
يَذْكُرُوْنَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَعَلىَ جُنُوْبٍهٍمْ
“(Yaitu)
Mereka yang berdzikir (mengingat) kepada Allah saat berdiri, duduk dan saat
berbaring”. (Ali Imron :
2. Hakikat Dzikir
Dzikir dan
seluruh amal shalih sangat erat kaitannya dengan ketenangan bathin. Dan
ketenangan bathin itu sangat erat hubungannya dengan kebahagiaan hidup. Seorang
salafushalih yang tinggal sendirian di tengah
Rumah orang
yang melakukan dzikrullah akan bercahaya bak bintang. Seperti disebutkan dalam
sebuah hadits, Abu Hurairah menyampaikan sabda Rasulullah saw bahwa Allah akan
menerangi rumah orang yang berdzikir hingga rumah itu akan terllihat oleh
penduduk langit. “Sesungguhnya penghuni langit melihat rumah-rumah ahli dzikir
yang diterangi oleh dzikir mereka. Sinar itu bercahaya seperti bintang bagi
penduduk bumi,” ucap Rasulullah saw. Tepatlah jawaban imam Hasan al Bashri saat
ditanya seorang pemuda, “Kenapa orang yang gemar melakukan shalat tahajjud
wajahnya enak dipandang?” Ia mengatakan, “Bagaimana tidak, mereka telah
berkhalwat dengan yang Maha Pengasih kemudian Allah pasti memberikan cahaya-Nya
pada orang tersebut.”
Lihatlah
betapa ketenangan yang dirasakan oleh Abu Bakar bin Ayash, salah seorang tokoh
Tabi’in. Ketika menjelang maut, ia berkata pada anaknya, “Apakah engkau mengira
Allah akan menyia-nyiakan ayahmu yang selama empat puluh tahun sudah
mengkhatamkan Al Qur`an hampir setiap malam?” Sementara itu, Adam bin Iyas,
tokoh Tabi’in yang lain, ketika akan meninggal mengatakan, “Dengan cintaku
kepada-Mu, Engkau pasti menemaniku pada saat ketakutan.” Ia mengucapkan, “Laaa
ilaaha illa Llah…” kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir….
Sebaik-baik
perbuatan yang dapat dilakukan seseorang dalam nafas hidupnya, paling
bermanfaat waktu yang diluangkan adalah berdzikir kepada Allah SWT, apalagi di iringi
dengan berdoa kepada-Nya, karena yang demikianlah hidup menjadi bermakna dan
waktu menjadi berharga, jiwa yang kian hari beretambah menjadi berbobot, bahkan
memiliki aspek kebahagiaan, ketenangan, ketentraman dan kelapangan dalam setiap
gerak dan aktivisnya, dzikir merupakan kunci segala kebaikan hamba didunia dan
diakhirat.
Tidak dipungkiri bahwa Nabi saw sebagai pemberi nasehat
umatnya, memberikan warisan yang baik seperti mahajjah baidla (kuda putih) yang
cemerlang, jalan yang jelas dalam menuntun pengikutnya untuk berdzikir dan berdoa,
menuntun segala kebaikan di dunia dan akhirat, tidak ada yang baik kecuali
beliau telah memberikan dalil (petunjuk) nya, memotivasi untuk bermulazamah
dengannya. Allah berfirman :
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ
أَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّم حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ
بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
“Telah datang
kepada kalian seorang Rasul dari golongan kalian sendiri, sangat belas kasih
terhadap penderitaan kalian, bersemangat atas kalian untuk beriman, pemaaf dan
kasih sayang”. (At-taubah : 128)
هُوُ
الَّذِي بَعَثَ فِي الأُمِّيِّيْنَ رَسُوْلاً مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ
آيَاتِهِ وَيُرَكِّيْكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ
كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَقِيْ ضَلاَلٍ مُبِيْنٍ
“Dialah (Allah)
yang telah mengutus ditengah umat yang ummi seorang Rasul dari kalian,
membacakan kepada kalian ayat-ayat-Nya, membersihkan jiwa kalian dan
mengajarkan kitab dan hikmah, padahal sebelumnya mereka sebelumnya dalam
keadaan sesat yang nyata”. (Al-Jumu’ah :
2)
3. Perintah
kewajiban berdzikir
Dzikir merupakan kewajiban hamba kepada Allah SWT,
karena dengan berdzikir seorang hamba akan selalu ingat Allah dan kewajiban
yang harus dijalankan dari mengingat Allah. Sebgaimana berdzikir juga merupakan
kewajiban karena dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan bagaimanapun
keadaannya, dzikir merupakan ibadah yang mudah dilakukan tidak memiliki syarat
yang berat seperti amal ibadah yang lainnya. Adaun diantara dalil kewajiban berdzikir
adalah beberapa firman Allah berikut ini :
Allah berfirman :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
“Maka ingatlah
kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu” (Al-Baqoroh
: 152)
وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
“Dan sungguh dzikir kepada
Allah adalah lebih besar (pahala dan manfaatnya)”. (Al-Ankabut : 45)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا
اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.
“Wahai orang-orang yang
beriman berdzikirlah kamu kepada Allah dengan dzikir yang banyak dan
bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang”. (Al-Ahzab : 41-42)
وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا
وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Dan orang-orang yang
berdzikir laki-laki dan berdzikir dari wanita maka Allah siapkan bagi mereka
ampunan dan ganjaran yang besar”.
(Al-Ahzab : 35)
وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ
بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ
“Dan berdzikirlah kepada
Tuhanmu dengan banyak dan bertasbihlah pada waktu pagi dan petang”. (Ali Imron : 41)
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا
وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ
“Mereka yang berdzikir kepada
Allah pada saat berdiri, duduk dan berbaring”. (Ali Imron : 191)
فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا
“Maka jika kalian telah
selesai menunaikan ibadah kalian maka berdzikirlah kepada Allah sebagaimana
yang telah dilakukan oleh orang tua kalian (sebelumnya) atau lebih banyak
dzikirnya (dari mereka)”. (Al-Baqoroh :
200)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ
“Wahai orang-orang yang
beriman janganlah harta dan anak-anak kamu membuat kamu lalai dari berdzikir
kepada Allah”. (Al-Munafiqun : 9)
إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ
وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ
“Kepada-Nya ucapan-ucapan
yang baik itu akan naik dan perbuatan shalih akan meninggikan derajatnya”. (Fathir : 10)
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا
وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا
تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dalam diri
kamu dengan penuh ketundukan dan rasa takut dan tanpa dikeraskan dari ucapan
(tersebut) pada saat pagi dan petang dan janganlah kemu menjadi orang yang
lalai”. (Al-A’raf : 205)
4. Pembagian
Dzikir
Orang-orang mempunyai bashiroh (mata hati) mengetahui
bahwa dzikir merupakan amalan paling utama. Akan tetapi dzikir juga mempunyai empat
lapisan kulit.
Dzikir mencakup tujuan
hidup sebenarnya, tujuan yang tinggi, yang memiliki kebaikan, manfaat, berkah,
faedah yang banyak dan nilai positif yang tidak mungkin disepelekan atau
disia-siakan begitu saja. Yang berjalan diatasnya akan mendapatkan ketenangan,
keselamatan, ketentraman dan kebahagiaan, berbeda dengan dzikir dan doa yang
dibuat-buat oleh orang lain, kadang terkandung didalamnya beban, pertentangan,
bid’ah atau syirik dan lain-lainnya dari kesalahan dan kesesatan yang dilakukan
oleh orang yang tidak memberikan hidayah untuk kehidupan manusia, bisa saja dzikir
tersebut benar namun dzikir yang ma’tsur seperti yang diajarkan oleh Rasulullah
saw lebih baik, lebih lurus dan lebih sempurna, apalagi bagi pelakunya akan
mendapatkan ganjaran yang besar, meraih kebaikan yang berlimpah, dan
mendappatkan keutamaan yang beragam; didunia dan diakhirat. Maka dari
itu,barangsiapa yang rajin membaca dzikir dan doa pada waktu-waktu dan keadaan
yang berbeda sesuai dengan arahan dan ajaran dalam kitabullah dan sunnah Rasulullah
saw; saat dipenghujung waktu shalat, waktu pagi dan sore, saat akan tidur dan
setelah bangun dari tidur, saat akan pergi dan keluar dari rumah dan lain
sebagainya maka akan ditulis oleh Allah sebagai ahli dzikir yang banyak kepada
Allah dan akan diberikan ganjaran yang terbaik dan ampunan dari Allah SWT.
5. Adab-adab dzikir :
a.
Dilakukan
dengan penuh khusu’ dan khidmat.
b.
Hendaknya
menggunakan bacaan yang ma’tsur baik ayat ataupun hadits nabi saw.
c.
Tidak
dilakukan dengan tergesa-gesa dan cepat.
d.
Sebaiknya
dalam keadaan (bersuci) berwudlu
e.
Memulai
dengan tahmid, tasbih dan tahlil kemudian shalawat nabi.
f.
Dilakukan
dengan suara yang tidak keras dan tidak terlalu pelan.
6. Keutamaan
berdzikir
Dzikir merupakan perbuatan yang sangat penting dalam
kehidupan insan. Dengannya justru kehidupan insan akan lebih bermakna dan tidak
sia-sia, dzikir akan dapat melanggengkannya untuk selalu taat kepada Allah, merasa
selalu diawasi dan selalu berada dalam naungan-Nya. Sebagaimana dzikir juga
akan memberikan ketenangan dan ketentraman hati dan jiwa kita, serta akan
memberikan keselamatan hidup kita baik di dunia dan diakhirat.
Allah berfirman dalam surat Ar-Ra’ad ayat 28 :
أَلا بِذِكْرِ
اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ketahuilah
bahwasanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tentram”
Adapun
keutamaan dzikir adalah sebagai berikut :
a.
Orang yang berdzikir
hatinya selalu hidup
عَنْ أَبِي مُوْسَى الأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَثَلُ الَّذِي
يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مِثْلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ »
. متفق عليه .
وَلَفْظُ مُسْلِمٍ : « مَثَلُ الْبَيْتِ
الَّذِي يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لاَ يَذْكُرُ اللهَ فِيْهِ مِثْلُ
الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ » . رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Musa Al- Asy’ari ra
berkata : Nabi saw bersabda : Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya
dengan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang
hidup dan yang mati”. (Muttafaqun alaih)
Dan dalam lafadz riwayat
imam Muslim : “Perumpaan rumah yang didalamnya berdzikir kepada Allah dan rumah
yang didalamnya tidak berdzikir kepada Allah adalah seperti orang hidup dan
orang yang mati”.
b.
Orang yang berdzikir akan mendapat
naungan dan rahmat dari Allah
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي
سَعِيْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيُّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : « لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ
اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ ، وَنَزَلَتْ
عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ » . رواه مسلم
Dan dari Au Hurairah ra
dan Abu Said ra keduanya menyaksikan bahwa Nabi saw telah bersabda : “Tidaklah
duduk suatu kaum yang berdzikir kepada Allah kecuali para malaikat
mengelillingi mereka, rahmat meliputi mereka dan turun ketegnanan atas mereka,
dan Allah akan selalu menyebutnya pada siapa yang ada disisi-Nya”. (HR. Muslim)
c. Orang yang berdzikir menjadi orang yang
istimewa disisi Allah
وَعَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : « كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيْرُ فِي طَرِيْقِ مَكَّةَ فَمَرَّ عَلَى جَبَلٍ يُقَالُ
لَهُ جَمْدَان فَقَالَ : سِيْرُوا هَذَا جَمْدَان ، سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ. قَالُوْا
: وَمَا الْمُفَرِّدُوْنَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : الذَّاكِرُوْنَ اللهَ كَثِيْرًا
وَالذَّاكِرَاتُ » . رواه مسلم
Dari Abu Hurairah ra
berkata : Saat Rasulullah saw berjalan disuatu simpang kota Makkah lewatlah
sekelompok orang yang dinamakan jamdan, beliau bersabda : “Berjalanlah wahai
Jamdan, telah berlalu Al-Mufarridun”. Mereka bertanya : Apa yang anda maksud
dengan al-Muafarridun wahai Rasulullah ? beliau bersabda : “Mereka yang selalu
berdzikir kepada Allah dengan banyak baik laki-laki dan perempuan”. (HR. Muslim)
a.
Allah akan kabulkan segala permohonan
وَعَنْهُ
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ : « إِنَّ للهِ مَلاَئِكَةٌ ، يَطُوْفُوْنَ فِي الطَّرُقِ يَلْتَمِسُوْنَ
أَهْلَ الذِّكْرِ ، فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَنَادُوْا : هَلُمُّوا
إِلَى حَاجَتِكُمْ ، قَالَ : فَيَحْفَوْنَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ
الدُّنْيَا ، قَالَ : فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ
: مَا يَقُوْلُ عِبَادِي ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : يُسَبِّحُوْنَكَ وَيُكَبِّرُوْنَكَ
وَيَحْمَدُوْنَكَ وَيُمَجِّدُوْنَكَ ، قَالَ : فَيَقُوْلُ عَزَّ وَجَلَّ : هَلْ رَأَوْنِي
؟ قَالَ : فَيَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ مَا رَأَوْكَ ، قَالَ : فَيَقُوْلُ : كَيْفَ
لَوْ رَأَوْنِي ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : لَوْ رَأَوْكَ كَانُوْا أَشَدُّ لَكَ عِبَادَةً
، وَأَشَدُّ لَكَ تَمْجِيْدًا ، وَأَكْثَرُ لَكَ تَسْبِيْحًا ، قَالَ : فَيَقُوْلُ
: فَمَا يَسْأَلُوْنِي ؟ قَالَ : يَسْأَلُوْنَكَ الْجَنَّةَ ، قَالَ : يَقُوْلُ :
وَهَلْ رَأَوْهَا ؟ قَالَ : فَيَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ يَا رَبُّ مَا رَأَوْهَا
، قَالَ : يَقُوْلُ : فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : كَانُوْا
أَشَدُّ عَلَيْهَا حِرْصًا ، وَأَشَدُّ لَهَا طَلَبًا ، وَأَعْظَمُ فِيْهَا رَغْبَةً
، قَالَ : فَمِمَّ يَتَعَوَّذُوْنَ ؟ قَالَ : يَقُوْلُوْنَ : مِنَ النَّارِ ، قَالَ
: يَقُوْلُ : وَهَلْ رَأَوْهَا ؟ قَالَ : فَيَقُوْلُوْنَ : لاَ وَاللهِ يَا رَبِّ
مَا رَأَوْهَا ، قَالَ : يَقُوْلُ : فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا ؟ قَالَ :
يَقُوْلُوْنَ : كَانُوْا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا ، وَأَشَدُّ لَهَا مَخَافَةً ،
قَالَ : فَيَقُوْلُ : فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ . قَالَ : يَقُوْلُ
مَلَكٌ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ : فِيْهِمْ فُلاَنٌ لَيْسَ مِنْهُمْ ، إِنَّمَا جَاءَ
لِحَاجَةٍ ، قَالَ : فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : هُمُ الْجُلَسَاءُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ
جَلِيْسُهُمْ » . رواه البخاري ومسلم
Dan dari Abu Hurairah ra
berkata : Rasulullah saw bersabda : “Bahwa memiliki malaikat yang selalu
berkeliling dijalan-jalan mencari orang yang berdzikir, jika mereka mendapati
kaum yang sedang berdzikir kepada Allah maka mereka menyeru : Marilah kemari
sampaikan kebutuhan kalian, dia berkata : kemudia mereka pergi dengan sayap
mereka menuju langit dunia, beliau berkata : mereka meminta kepada Tuhan
mereka, dan Allah lebih mengetahui dari mereka bertanya : Apa yang dilakukan
hamba-hamba-Ku ? mereka berkata : mereka sedang bertasbih, bertakbir, bertahmid
dan memuji-Mu, Nabi berkata : sekiranya mereka meliahtmu pasti mereka akan
lebih giat lagi beribadah dan memuji-Mu, akan lebih benyak bertasbih, beliau
berkata : Allah bertanya : Apa yang mereka minta ? mereka menjawab : mereka
meminta kepada-Mu surga. Beliau berkata : Allah berkata : Apakah mereka telah
melihatnya ?Beliau berkata : mereka berkata : Tidak, demi Allah wahai Tuhan,
mereka tidak melihatnya, beliau berkata : Allah berkata : bagaimana sekiranya
mereka melihatnya ? beliau berkata : mereka berkata : pasti mereka lebih
semangat melakukan dan memintanya, dan besar keinginan untuk menggapainya,
beliau berkata : lalu terhadap apa mereka memohon perlindungan ? beliau berkata
: mereka berkata : dari api neraka, beliau berkata : Allah berkata : Apakah
mereka melihatanya ? beliau berkata : mereka menjawab : tidak demi Alalh wahai
Tuahn mereka tiedak pernah melihatnya, baliau bersabda : Allah berkata :
bagaimana sekiranya mereka melihatnya ? Beliau bersabda : mereka menjawab :
mereka pasti akan cepat lari dan lebih takut, beliau bersabda : Allah berkata :
Maka saksikanlah sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka. Beliau bersabda :
salah dari para malaikat berkata : diantara mereka ada Fulan bukan dari mereka,
mereka hadir karena suatu kebutuhan,
beliau bersabda : Allah berkata : Mereka ikut duduk dengan mereka dan
tidak akan celaka mereka yang duduk diantara mereka”. (HR. Bukhari dan Muslim)
b.
Amalan yang dapat meneguhkan jiwa dan
diri
وَعَنْ
عَبْدِ اللهِ بْنِ بَسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : « أَنَّ رَجُلاً قَالَ : يَا رَسُوْلَ
اللهِ! إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ
أَتَشَبَّثُ بِهِ . قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رُطَبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ » .
رواه الترمذي وابن ماجه. )أتشبث
به : أي أستمسك به (.
Dari Abdullah bin basar
ra : bahwa seseorang berkata kepada Rasul, wahai Rasulullah ! sesunggunya
syariat Islam telah banyak atasku, beritahukan kepadaku apa yang harus saya
pegang teguh dengannya. Beliau bersabda : “Hendaknya lisanmu selalu basah dari
berdzikir kepada Allah”. (HR. Tirmidzi dan
Ibnu Majah)
f. Allah membanggakannya dihadapan para
malaikat
وَعَنْ
أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : « خَرَجَ مُعَاوِيَةٌ عَلَى
حَلَقَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ : مَا أْجْلَسَكُمْ ؟ قَالُوا : جَلَسْنَا نَذْكُرُ
اللهَ . قَالَ : آللهُ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلاَّ ذَاكَ ؟ قَالُوا : وَاللهِ مَا أَجْلَسْنَا
إِلاَّ ذَاكَ ، قَالَ : أَمَّا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفَكُمْ تُهْمَةً لَكُمْ ، وَمَا
كَانَ أَحَدٌ بِمَنْزِلَتِي مِنْ رَسُول اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَلُّ
عَنْهُ حَدِيْثًا مِنِّي ، وَإِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى حَلَقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ : " مَا أَجْلَسَكُمْ
؟ قَالُوا : جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا لِلإِسْلاَمِ
وَمَنْ بِهِ عَلَيْنَا . فَقَالَ : آللهُ مَا أَجْلَسَكُمْ إِلاَّ ذَاكَ ؟ قَالُوْا
: وَاللهِ مَا أَجْلَسْنَا إِلاَّ ذَاكَ ، قَالَ : أَمَّا إِنِّي لَمْ أَسْتَحْلِفُكُمْ
تُهْمَةً لَكُمْ ، وَلَكِنَّهٌ أَتَانِي جِبْرِيْلُ فَأَخْبَرَنِي أَنَّ اللهَ عَزَّ
وَجَلَّ يُبَاهِي بِكُمُ الْمَلاَئِكَةَ » . رواه مسلم. قَوْلُهُ : " تُهْمَةً
لَكُمْ " أَيْ : شَكًّا فِي صِدْقِكُمْ.
Dari abu Sa’id
Al-Khudriyyi ra berkata : suatu ketika Muawiyah keluar menuju halaqah yang ada
didaam masjid, dia berkata : Apa yang kalian duduk disini ? mereka berkata :
kami duduk berdzikir kepada Allah. Dia berkata : Apakah hanya Allah yang
membuat kalian duduk bukan yang lainnya ? mereka berkata : Demi Allah tidak ada
tujuan lain kami duduk kecuali itu. Dia
berkata : saya tidak pernah menuduh kalian, tidaklah salah seorang berada
ditempat Rasulullah saw lebih sedikit mendapatkan hadits dariku, dan ketika Rasulullah saw keluar menuju halaqah para
sahabat, beliau berkata : Apa yang kalian lakukan duduk disini ? Kami duduk berdzikir
kepada Allah, memuji Allah atas hidayah yang telah diberikan kepada kami dan
seseorang yang dengannya kami mendapat hidayah. Beliau berkata : Apakah karena
Allah kalian duduk bukan yang lain ? mereka berkata : demi Allah kami duduk
karena Allah bukan yang karena yang lain, beliau berkata : Saya tidak menuduh
kalian yang bukan-bukan, namun telah datang kepadaku Jibril dan mengabarkan kepadaku bahwa Allah
membanggakan kedudukan kalian ditengah para malaikat” (HR. Muslim) beliau berkata : tuduhan maksudnya adalah
ragu akan ucapan kalian.
g. Allah akan mengingat melebihi orang yang
mengingat-Nya
وَعَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي
نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٌ مِنْهُ » .
رواه البخاري ومسلم.
Dari abu Hurairah ra
berkata : nabi saw bersabda ; Allah SWT berfirman : “Saya berada menurut dugaan
hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika berdzikir kepada-Ku, jika dia berdzikir dalam
dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika dia berdzikir
didalam sekelompok orang maka Aku akan mengingatnya disekelompok yang lebih
baik dari mereka”. (HR. Bukhari dan
Muslim)
h.
Ibadah yang paling baik, paling suci dan paling tinggi
derajatnya disisi Allah.
وَعَنْ
أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ ، وَأَزْكَاهَا
عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ ، وَأَرْفَعَهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ
الذَّهَبِ وَالْوَرَقِ ، وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تُلْقُوا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا
أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ ؟ قَالُوا : بَلَى ، قَالَ : ذِكْرُ
اللهِ تَعَالَى » . رواه الترمذي وابن ماجه. الْوَرَقُ : الْفِضَّةُ .
Dari Abu Darda ra berkata :
Rasulullah bersabda : “Maukah aku beritahukan sebaik-baik perbuatan, lebih
bersih dan suci dihapan Tuhan kalian dan labih tinggi derajatnya, dan lebih
baik dari berinfaq dengan emas dan perak, bahkan lebih baik dari kalian berjumpa
dengan musuh lalu kalian penggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian
(syahid) ? mereka berkata : Tentu, Nabi bersabda : Dzikir kepada Allah”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
No comments:
Post a Comment