Friday, April 17, 2026

Syumuliyyatul Ibadah

Sinopsis

Ibadah dalam Islam adalah integral dan lengkap. Disebut lengkap karena Ibadah di dalam Islam mempunyai beberapa aspek yang merangkum segala keperluan dan persoalan kehidupan. Ibadah dalam Islam yang integral mencakup seluruh persoalan then seperti masalah yang wajib, sunnah dan mubah. Islam sebagai dien berarti agama yang mengatur kehidupan manusia. Kehidupan manusia yang dimaksud adalah kehidupan di dalam pekerjaan, belajar, rumah tangga, berpolitik, berekonomi dan bermasyarakat. Islam sebagai dien tidak saja mengatur tata cara ibadah tetapi juga mengatur kehidupan secara umum dan keseluruhan.Aspek aturan dalam kehidupan manusia tersebut ada yang diperintahkan sehingga menjadi wajib seperti ibadah khusus (shalat, zakat, puasa dan haji), dan ada nilai yang dianjurkan seperti sunnah­sunnah nabi SAW. Selain itu nilai Islam tersebut bersifat mubah seperti nilai hubungan sosial, pergaulan dan kemasyarakatan.

Ibadah juga mencakup seluruh aspek kehidupan seperti amal-amal yang baik, amal-amal sosial dan kehidupan, memakmurkan bumi, serta menegakkan dien. Islam menggambarkan kesempurnaannya dengan ciri kekafahan dien. Di dalam Islam telah lengkap mengatur manusia dari segi amal kemasyarakatan dan amal -amal ibadah. Islam mengatur segala kehidupan, tata cara ibadah dan kematian.

Dan ibadah dalam Islam mencakup seluruh unsur manusia yaitu hati, akal, dan anggota tubuh. Gerakan hati, akal dan jasad beriringan dengan gerakan alam yang sujud dan tunduk di hadapan Allah. Gerakan-gerakan ini, diatur dalam beribadah seperti gerakan takbir di awal shalat, ruku, sujud, duduk dan salam. Manakala gerakan hati ini diharapkan agar kita meyakini ibadah yang dilakukan untuk memantapkan ibadah. Perbuatan dengan anggota tubuh, hati dengan meyakini ibadah dan akal untuk membenarkan apa yang dipikirkan.

1. Al Ibadah (lbadah)

Allah menyuruh manusia untuk beribadah seperti perintah diciptakannya manusia dan jin untuk beribadah, begitu pula perintah Allah untuk mengamalkan ibadah seperti kaum­kaum sebelumnya. Oleh karena ibadah adalah misi utama manusia maka tidak benar apabila ibadah akan membebani manusia khususnya yang beriman dan beramal shaleh. Justru ibadah akan membawa manusia kepada fitrahnya.

Bentuk-bentuk ibadah dalam Islam di antaranya mencakupi seluruh persoalan agama, mencakup seluruh aspek kehidupan dan mencakup seluruh keadaan manusia. Dengan demikian ibadah dalam Islam sangat komprehensif. Ibadah dalam Islam mencakupi seluruh hidup manusia sebagai pengabdian kepada Allah. Manusia akan termotivasi bahwa hidup ini untuk ibadah sesuai dengan firman Allah di bawah ini.

Dalil

Q.2:21. Hai manusia, sembahlah tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa.

Q.51:56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.

2. Tasyammuluddin Kulluha (Mencakup Seluruh Persoalan Agama)

·                   Al Wuj ub (Wajib)

·               An Nadbu (Sunnah)

·               Al Ibadah (Mubah)

Ibadah yang dicontohkan oleh nabi SAW sebagai kegiatan yang mencakup seluruh persoalan agama termasuk ibadah yang wajib, sunnah dan mubah. Ibadah wajib yang disebut juga dengan ibadah makhdah telah ada syariatnya dan telah dicontohkan oleh nabi SAW dengan sunnahnya. Sehingga kegiatan ibadah wajib ini merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk melaksanakannya. Di antara ibadah wajib adalah shalat 5 kali sehari, puasa, zakat dan haji bagi yang mampu. Bagi muslim yang ingin mendapatkan amalan saleh yang lebih maka perlu melaksanakan ibadah yang sunah, dimana kita mengamalkannya mendapatkan pahala sedangkan tidak melaksanakan tidak mendapatkan apa­apa, beberapa contohnya adalah shalat sunnat, puasa sunnat, infak, umrah dan banyak amalan lainnya yang dicontohkan Nabi SAW. Manakala ibadah mubah ini adalah kegiatan yang dapat dikategorikan ibadah tetapi mengerjakan. atau tidak mengerjakannya tidak mendapatkan apa-apa.

Islam telah diturunkan secara sempurna dan tidak ada kekuranganpun di dalamnya baik dari segi ibadah, maupun konsep-konsep kehidupannya. Islam sebagai Mien yang Allah ridhai. Dengan demikian Islam memiliki bentuk ibadah yang sempurna.

Dalil

Q. 3: 19. Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada bcrselisih orang-orang yang telah dibcri Al Kitab, kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya.

Q. 5:3. Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamumu dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

3. Tasyammulu Al Hayah Kulluha (Mencakup Seluruh Aspek Kehidupan)

·          Al Amal Al Khairiyah (Amal-Amal Yang Baik)

·        Al A'mal Al Ijtimaiyah (Amal-Amal Sosial)

·        Al A'mal Al Maayisy (Amal Kehidupan)

·          Imaratul Ardi (Membangun Bumi)

·          Iqomatud Din (Menegakkan Din)

Ibadah dalam Islam juga mencakupi seluruh aspek kehidupan manusia seperti amal yang baik, anial sosial, aktivitas kehidupan, membangun bumi dan menegakkan dien.

Allah menyuruh manusia untuk mengamalkan Islam secara kafah (sempurna). Kesempurnaan Islam yang digambarkan adalah melaksanakan semua aktivitas kehidupan dalam kerangka Islam, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Semua kegiatan hidup kita adalah ibadah, dengan syarat bahwa dasar kegiatan tersebut adalah karena Allah (lillah), mengikuti cara Islam (bil Islam) dan tujuan kegiatan tersebut adalah ridha Allah (ilallah).

·         Ibadah juga mencakupi kegiatan-kegiatan sebagai khalifah yaitu membangun bumi dan menegakkan agama. Membangun bumi dengan menggunakan akal agar dapat mengoptimalkan segala sesuatu di bumi untuk kepentingan fasilitas manusia. Manakala menegakkan agama melalui kegiatan dakwah Islam.

Dalil

·        QS 2:208. Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

4. Tasymalu Al Kiyan Al Basyari Kulahu (Mencakup Seluruh Keadaan Manusia)

·        Al Qolbu (Hati)

·        Al Aql (Akal)

·          Al Jawarih (Anggota Badan)

Ibadah dalam Islam mempunyai bentuk mencakupi seluruh keadaan manusia. Dalam posisi atau keadaan apapun manusia wajib dalam keadaan beribadah. Keadaan manusia sehari-hari apabila tidak berdiri maka duduk dan berbaring. Ketiga keadaan tersebut (berdiri, duduk dan berbaring) adalah keadaan manusia keshariannya. Allah menyatakan bahwa ketiga posisi ini mesti dalam keadaan ingat kepada Allah (dzikrullah). Inti ibadah sebenarnya adalah ingat kepada Allah. Kegiatan yang ingat kepada Allah berarti dasar, cara dan tujuan kegiatan tersebut adalah Islam.

Selain keadaan fisik selalu dalam ibadah, juga potensi akal, hati dan anggota badan perlu seirama dan kompak menjalankan ibadah kepada Allah. Sebagai contoh shalat adalah kegiatan yang perlu difahami dengan akal tentang cara dan makna shalat, diyakini dengan hati berupa kekhusyuan dan dipraktekkan dengan jasad berupa gerakan shalat.

Dalil

·       Q. 3: 191. Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka mimikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

·        Hadits. Shalatlah kamu seperti halnya aku shalat. Selain itu shalat dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam

Ringkasan Dalil

·        Integritas ibadah

·        Ibadah dalam Islam (Q.2:21, Q.51:56).

·        Mencakup seluruh persoalan then - wajib - nadb – ibahah (Q. 3: 19; Q. 5:3).

·        Mencakup seluruh kehidupan: Aural-amal yang baik, amal-amal sosial, maayisy, membangun bumi, menegakkan then (Q: 2 : 208).

·        Mencakup seluruh keadaan manusia: hati, akal, anggota tubuh (Q. 3: 191 dan Hadits)




 

No comments:

Post a Comment

Tahqiqu Maknasy Syahadatain