Sinopsis
Ibadah dalam Islam adalah integral dan
lengkap. Disebut lengkap karena Ibadah di dalam Islam mempunyai beberapa aspek yang merangkum segala keperluan dan
persoalan kehidupan. Ibadah dalam
Islam yang integral mencakup seluruh
persoalan then seperti masalah yang wajib, sunnah dan mubah. Islam sebagai dien berarti agama yang
mengatur kehidupan manusia. Kehidupan
manusia yang dimaksud adalah
kehidupan di dalam pekerjaan, belajar, rumah tangga, berpolitik, berekonomi dan bermasyarakat. Islam
sebagai dien tidak saja mengatur tata
cara ibadah tetapi juga mengatur kehidupan
secara umum dan keseluruhan.Aspek aturan dalam kehidupan manusia tersebut ada yang diperintahkan sehingga
menjadi wajib seperti ibadah khusus (shalat, zakat, puasa dan haji), dan ada nilai yang dianjurkan seperti sunnahsunnah nabi SAW. Selain itu nilai Islam tersebut
bersifat mubah seperti nilai hubungan
sosial, pergaulan dan kemasyarakatan.
Ibadah juga mencakup seluruh aspek
kehidupan seperti amal-amal yang baik, amal-amal sosial dan
kehidupan, memakmurkan bumi, serta menegakkan dien.
Islam menggambarkan kesempurnaannya dengan ciri kekafahan dien. Di dalam Islam telah lengkap mengatur manusia
dari segi amal kemasyarakatan dan
amal -amal ibadah. Islam mengatur
segala kehidupan, tata cara ibadah dan kematian.
Dan ibadah dalam Islam mencakup seluruh unsur manusia yaitu hati, akal, dan anggota tubuh. Gerakan hati,
akal dan jasad beriringan dengan gerakan alam yang sujud dan tunduk di hadapan Allah. Gerakan-gerakan ini, diatur dalam beribadah seperti gerakan takbir di awal shalat, ruku, sujud, duduk dan salam. Manakala gerakan hati ini
diharapkan agar kita meyakini ibadah
yang dilakukan untuk memantapkan ibadah.
Perbuatan dengan anggota tubuh, hati dengan meyakini ibadah dan akal untuk membenarkan apa yang dipikirkan.
1. Al Ibadah (lbadah)
Allah
menyuruh manusia untuk beribadah seperti perintah diciptakannya manusia dan jin untuk beribadah, begitu pula perintah Allah untuk mengamalkan ibadah seperti kaumkaum
sebelumnya. Oleh karena ibadah adalah misi utama manusia maka tidak benar apabila ibadah akan membebani manusia khususnya yang beriman dan beramal shaleh.
Justru ibadah akan membawa manusia
kepada fitrahnya.
Bentuk-bentuk ibadah dalam Islam di antaranya mencakupi seluruh persoalan agama, mencakup seluruh aspek kehidupan dan mencakup seluruh keadaan manusia. Dengan demikian ibadah dalam Islam sangat komprehensif. Ibadah dalam Islam mencakupi seluruh hidup manusia sebagai pengabdian kepada Allah. Manusia akan termotivasi bahwa hidup ini untuk ibadah sesuai dengan firman
Allah di bawah ini.
Dalil
Q.2:21. Hai manusia, sembahlah tuhanmu
yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang
sebelummu agar kamu bertakwa.
Q.51:56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.
2. Tasyammuluddin Kulluha (Mencakup Seluruh Persoalan Agama)
·
Al
Wuj ub (Wajib)
·
An Nadbu (Sunnah)
·
Al
Ibadah (Mubah)
Ibadah yang dicontohkan oleh nabi SAW
sebagai kegiatan yang mencakup seluruh persoalan agama
termasuk ibadah yang wajib, sunnah dan mubah. Ibadah
wajib yang disebut juga dengan ibadah makhdah telah ada syariatnya dan telah dicontohkan
oleh nabi SAW dengan sunnahnya. Sehingga kegiatan
ibadah wajib ini merupakan suatu kewajiban bagi setiap
muslim untuk melaksanakannya. Di antara ibadah wajib
adalah shalat 5 kali sehari, puasa, zakat dan haji bagi yang mampu. Bagi muslim yang ingin mendapatkan amalan saleh yang lebih maka perlu melaksanakan ibadah yang sunah,
dimana kita mengamalkannya mendapatkan pahala sedangkan
tidak melaksanakan tidak mendapatkan apaapa,
beberapa contohnya adalah shalat sunnat, puasa sunnat,
infak, umrah dan banyak amalan lainnya yang dicontohkan
Nabi SAW. Manakala ibadah mubah ini adalah kegiatan yang dapat
dikategorikan ibadah tetapi mengerjakan.
atau tidak
mengerjakannya tidak mendapatkan
apa-apa.
Islam telah diturunkan secara sempurna
dan tidak ada kekuranganpun di dalamnya baik dari segi
ibadah, maupun konsep-konsep kehidupannya. Islam
sebagai Mien yang Allah ridhai. Dengan demikian Islam
memiliki bentuk ibadah yang sempurna.
Dalil
Q. 3: 19. Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada bcrselisih orang-orang yang
telah dibcri Al Kitab, kecuali
sesudah datang pengetahuan kepada
mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya.
Q. 5:3. Pada hari ini telah
kusempurnakan untuk kamu agamumu dan telah
Ku cukupkan kepadamu nikmatKu dan telah
Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.
3. Tasyammulu Al Hayah Kulluha (Mencakup Seluruh Aspek Kehidupan)
·
Al
Amal Al Khairiyah (Amal-Amal Yang Baik)
·
Al
A'mal Al Ijtimaiyah (Amal-Amal Sosial)
·
Al
A'mal Al Maayisy (Amal Kehidupan)
·
Imaratul
Ardi (Membangun Bumi)
·
Iqomatud
Din (Menegakkan Din)
Ibadah dalam
Islam juga mencakupi seluruh aspek kehidupan manusia seperti amal yang baik, anial sosial, aktivitas kehidupan,
membangun bumi dan menegakkan dien.
Allah menyuruh manusia untuk mengamalkan
Islam secara kafah (sempurna).
Kesempurnaan Islam yang digambarkan adalah
melaksanakan semua aktivitas kehidupan dalam kerangka Islam, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Semua kegiatan hidup kita adalah ibadah,
dengan syarat bahwa dasar kegiatan
tersebut adalah karena Allah (lillah),
mengikuti cara Islam (bil Islam) dan tujuan kegiatan tersebut adalah ridha Allah (ilallah).
·
Ibadah
juga mencakupi kegiatan-kegiatan sebagai khalifah yaitu membangun bumi dan menegakkan agama. Membangun bumi dengan menggunakan akal agar dapat mengoptimalkan segala sesuatu di bumi untuk kepentingan fasilitas manusia. Manakala menegakkan agama melalui kegiatan dakwah Islam.
Dalil
·
QS
2:208. Hai orang-orang yang
beriman masuklah kamu ke dalam Islam
secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
4. Tasymalu Al Kiyan Al Basyari Kulahu
(Mencakup Seluruh Keadaan Manusia)
·
Al
Qolbu (Hati)
·
Al
Aql (Akal)
·
Al
Jawarih (Anggota Badan)
Ibadah dalam Islam mempunyai bentuk mencakupi seluruh keadaan manusia. Dalam posisi atau keadaan apapun manusia wajib dalam keadaan beribadah. Keadaan manusia
sehari-hari apabila tidak berdiri maka duduk dan berbaring. Ketiga keadaan tersebut (berdiri, duduk dan berbaring) adalah keadaan manusia keshariannya. Allah menyatakan bahwa ketiga posisi ini mesti dalam keadaan ingat kepada Allah
(dzikrullah). Inti ibadah sebenarnya adalah ingat kepada Allah. Kegiatan yang ingat kepada Allah berarti dasar, cara dan tujuan kegiatan tersebut adalah
Islam.
Selain keadaan fisik selalu dalam ibadah, juga potensi akal, hati dan anggota badan perlu seirama dan kompak menjalankan ibadah kepada Allah. Sebagai contoh shalat adalah kegiatan yang perlu difahami dengan akal tentang cara dan makna shalat, diyakini dengan hati berupa kekhusyuan dan dipraktekkan dengan jasad berupa
gerakan shalat.
Dalil
· Q. 3: 191. Orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka
mimikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
·
Hadits. Shalatlah kamu
seperti halnya aku shalat. Selain itu shalat
dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam
Ringkasan Dalil
·
Integritas
ibadah
·
Ibadah dalam Islam
(Q.2:21, Q.51:56).
·
Mencakup
seluruh persoalan then - wajib - nadb –
ibahah (Q. 3: 19; Q. 5:3).
·
Mencakup
seluruh kehidupan: Aural-amal yang baik, amal-amal sosial, maayisy, membangun
bumi, menegakkan then (Q: 2 : 208).
·
Mencakup seluruh
keadaan manusia: hati, akal, anggota tubuh
(Q. 3: 191 dan Hadits)

No comments:
Post a Comment