Sinopsis
Jiwa manusia diberi dua jalan yaitu takwa dan fujur (kesesatan). Jalan yang benar adalah jalan takwa sedangkan jalan
yang salah adalah jalan fujur. Manusia yang bertakwa adalah manusia yang senantiasa membersihkan dirinya (tazkiatun
nafs). Jiwa yang bersih akan
memunculkan sifat seperti syukur,
sabar, penyantun, penyayang, bijaksana, suka bertaubat, lemah lembut,
jujur, dan dapat dipercaya, hingga akhirnya akan memperoleh keberhasilan. Allah
memberikan dua pilihan kepada manusia.
Manusia dengan potensi yang dimilikinya
sangat mampu untuk menentukan mana yang benar dan many yang salah. Oleh
karena itu, balasan yang diberikan Allah sangat tergantung kepada pilihan apa
yang diambil manusia. Apabila fujur yang
diambil maka nerakalah balasannya,
sedangkan pilihan ketakwaan maka surga tempatnya.
Balasan ini merupakan keadilan Allah kepada manusia. Mereka yang mengambil jalan ketakwaan akan mendapatkan sifat-sifat terpuji. Sifat terpuji
yang diamalkan oleh orang yang
bertakwa akan membawa kehidupannya baik dan diterima oleh masyarakatnya.
Sedangkan manusia yang menjalani hidupnya dengan jalan yang salah akan mengotori jiwanya. Mereka yang memperturutkan syahwatnya cenderung bersifat tergesa-gesa, berkeluh
kesah, gelisah, enggan berbuat, bakhil, kufur, susah payah, senang berdebat, membantah, zalim, jahil, merugi dan akhirnya mereka akan merasakan kegagalan. Sifat
tidak terpuji merupakan hasil dari
pilihan fujur yang diambil manusia, sehingga mereka tidak disenangi oleh
masyarakatnya dan tidak memperoleh
kehidupan yang berbahagia.
1. Nafsul
Insan (Jiwa Manusia)
·
Jiwa
manusia diberikan kebebasan untuk memilih yang baik atau yang buruk. Sebelumnya, manusia sudah mengenal Islam
melalui nabi dan rasul-Nya. Manusia dengan akal dan potensinya dapat memilih
untuk mengikuti Islam atau tidak mengikutinya, serta memilih untuk
menempuh jalan takwa atau jalan fujur. Dari pilihan ini manusia akan mendapatkan
keberhasilan atau kegagalannya.
· Jiwa manusia diberi dua jalan, walaupun
demikian Allah telah menunjukkan jalan yang benar dari pada jalan yang salah. Tetapi sebagi an manusia tidak menggunakan akalnya mencerna
kebenaran yang akhirnya menjadikan mereka sesat.
Allah membiarkan mereka kafir dan mengajak mereka beriman. Begitu banyak petunjuk di alarn dan pada diri
manusia untuk beriman kepada Allah, tetapi manusia tidak mengambil tanda
keimanan tersebut.
Dalil
·
Q.
90:10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.
· Q. 91:8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya.
·
Q. 76:3. Sesungguhnya Kami telahmenunjukinya jalanyang lurus ada yang
bcrsyukur dan ada pula yang kafir.
·
Q.
64:2. Dialah yang menciptakan kamu maka di antara karnu ada yang kafir dan di antaramu ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
·
Q.18:29. Dan
katakanlah kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu
maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah is beriman dan barang siapa yang ingin kafir biarlah is kafir. Sesungguhnya telah Kami sediakan bagi orang zalim
itu neraka, yang gejolaknya
rnengepung mereka. Dan jika mereka
meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang men ghanguskan muka. Itulah minuman yang paling
buruk dan tempat istirahat yang
paling jelek.
2. At Takwa (Takwa)
·
Takwa
adalah jalan kebenaran. Barang siapa yang mengikutinya,
is akan memiliki beberapa sifat seperti syukur, sabar, penyantun, penyayang,
bijaksana, suka bertaubat, lemah lembut, jujur, serta dapat dipercaya. Allah menyebutkan bahwa beruntunglah mereka yang membersihkan jiwanya. Merekalah yang akan
memperoleh kesuksesan serta
kemenangan. Begitupun orang yang sering menyebut nama Allah serta melakukan ibadah.
·
Tazkiyatun
nafs (membersihkan diri) sebagai upaya untuk mencapai
ketakwaan. Allah memuliakan orang yang bertakwa
(Q. 49: 13) dan meninggikan derajatnya.
·
Orang yang bertakwa akan memperoleh keberuntungan dan
kedamaian serta karunia dari Allah SWT
Dalil
·
Q.
91:9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan
jiwa itu
·
Q.
87:14-15. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri
dengan beriman. Dan dia ingat nama Tuhannya lalu dia sembahyang.
·
Q. 62:4. Demikianlah
karunia Allah diberikanNya kepada siapa
yang dikehendakinya dan Allah mempunyai karunia yang besar.
3. Al Fujur (Kejahatan)
·
Mereka
yang memilih jalan fujur akan mengotori dirinya sendiri dengan
kesesatan dan kemaksiatan. Mereka yang berada di jalan ini akan mengalami
kegoncangan jiwa dan tekanan. Mereka tidak
akan merasakan kedamaian dan ketenangan,
justru mereka merasakan kesusahan dan kegelisahan
yang berakibat pada kegagalan. Mereka yang mengikuti sifat fujur ini
sering berkeluh kesah, gelisah, merasa
sulit, zalim, jahil, dan bakhil. Sifat-sifat ini dialarni oleh mereka sehingga potensi diri dan jiwa yang
bersih akan hilang, bahkan menghujam
ke dasar tanah yang hina dan kotor.
·
Orang
yang memilih kejahatan akan merugi dan akan memperoleh
kegagalan kehidupan di dunia dan di akhirat.
Dalil
·
Q. 103:1-3. Demi masa
sesungguhnya manusia itu benarbenar berada
dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan aural saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati
supaya menetapi kesabaran.
4. At Tazkiyah
(Membersihkan Diri
- Syukur
(Bersyukur)
- Sobur
(Bersabar)
- Roufun
(Penyantun)
- Rahim
(Penyayang)
- Halim (Bijaksana)
- Awab (Suka Bertaubat)
- Awah (Lemah Lembut)
- Sodiqun (Sidiq)
- Aminun (Dapat Dipercaya)
·
Tazkiyatun
nafs (membersihkan diri) adalah aktivitas orang yang memilih jalan ketakwaan. Takwa juga merupakan hasi dari ibadah dan akan memunculkan sifat-sifat yang baik. Di antara sifat yang baik tersebut adalah hubungannya kepada manusia dan juga kepada Allah. Dengan sifat baik ini, manusia akan mendapatkan keridhaan dari Allah dan juga disenangi oleh manusia yang lainnya. Dengan sifat baik ini, kita tidak merusak alam dan bahkan membangun alam
ini dengan kebaikannya.
·
Akan
memperoleh keberuntungan bagi mereka yang bersifat
baik. Syukur dan sabar adalah sikap utama dalarn menghadapi
berbagai gejolak kehidupan dunia. Orang bertakwa tidak akan sombong
apabila mendapatkan rezki karena bersyukur,
dan tidak akan frustasi apabila mendapatkan
musibah karena bersabar. Berbahagialah mereka
yang bertakwa, segala macam keadaan dapat dilaluinya dengan ketenangan.
Hubungannya dengan manusia seperti penyantun, penyayang, bijaksana, lemah lembut, sidiq dan dapat dipercaya merupakan sifat yang disenangi oleh siapapun. Kepada Allah, orang yang bertakwa suka bertaubat. Manusia cendrung
berbuat salah oleh karena itu perlu bertaubat setiap
saat.
Dalil
·
Q. 91:9. Sesungguhnya beruntunglah
orang yang mensucikan jiwa itu
·
Q. 87:14-15. Sesungguhnya beruntunglah
orang yang membersihkan diri dengan beriman. Dan dia ingat nama Tuhannya lalu dia sembahyang.
·
Q. 62:4. Demikianlah karunia Allah diberikanNya kepada siapa yang
dikehendakinya dan Allah mempunyai karunia yang
besar.
7. Muflihun (Kesuksesan)
·
Seperti yang digambarkan tadi, bahwa sifat mulia tersebut akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah, dari manusia
dan dari dirinya sendiri. Orang yang bertaubat disayangi oleh Allah, sehingga diberinya banyak kesuksesan dalarn hidupnya. Terhadap dirinya manusia
memperoleh kemenangan karena sifat
syukur dan sabar, manakala terhadap
orang lain mendapatkan kasih saying dan penghargaan karena sifat
penyantun, penyayang, lemah lei-abut dan
bijaksana.
·
Dalam
Al Quran, Allah berfirman bahwa dengan ketakwaan
akan diberinya kesuksesan, selain itu mereka yang beriman, beramal saleh,
persaudaraan muslim dan melakukan kegiatan amar makruf wa nahiy anil mungkar (menyuruh kebaikan dan melarang kemungkaran).
Dalil
·
Q. 3: 102-104.Orang yang mendapatkan kesuksesan adalah orang yang bertakwa, berukhuwah islamiyah dan berdakwah.
6. At Tadsiyah (Mengotori Jiwa)
· Ajula (Tergesa-Gesa)
·
Halu'a
(Keluh
Kesah Lagi Kikir)
· Jazu'a (Gelisah)
·
Thogia
(Ogah Berbuat Baik)
·
Futuro (Pelit)
·
Kafuro
(Ku fur)
·
Jadala (
·
Kanuda (Pembantah)
·
Zuluma (Zalim)
·
Jahula (Bodoh)
·
Mengotori jiwa merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manusia yang
mengambil pililian fujur (kejahatan). Am t rugi
bagi manusia yang mengotori jiwanya yang telah A. lah berikan kebersihan (fitrah)
dengan kekotoran syahwa-. Mereka yang
memperturutkan syahwat akan
mempengaruhi sifatnya menjadi tergesa-gesa
dan bahkan memperturutkan
sifat tergesa-Q,esa. Ini adalah pengaruh da-i syahwat.
·
Allah
menjadikan beberapa sift dasar manusia di antaranya adalah sifat tergesa-gesa, berkeluh kesah dan kikir. Namun demikian sikap dasar ini bisa di atasi dengan ketakwaaa apabila manusia menginginkannya. Manusia yang
tidal mampu mengendalikan
dirinya untuk kebaikan maka dia akan tetap bertingkah laku seperti dasarnya yaitu kelu1
kesah kalau ada kesulitan, tergesa-gesa
kalau ada keingina-1 dan
kikir kalau mempunyai uarsg• Sifat
tergesa-gesa tersebut adalah sifat
syaitan.
·
Selain
beberapa sifat dasar di atas, enggan berbuat bail, susah
payah, pembantah, pndebat, zalim, dan jahil. Allah berfirman bahwa manusia dilam menerima kebenaran seringkali mereka membantah dan mendebat perintah
Dalil
Q. 91:10. Dan sesungguhn,~ra merugilah orang yang mengotorinya
·
Q. 17:11. Dan
manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana is mendoa untuk kebaikan dan adalah manusia
bersifat tergesa-gesa
·
Q. 21:37. Manusia telah dijadikan bertabiat tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda azabKu. Maka janganlah kamu minta kepadaku mendatangkannya dengan segera.
·
Q.
70:19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
·
Q. 70:21. Dan apabila is mendapat kebaikan is amat kikir.
·
Q. 17:100. Katakanlah
kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku niscaya
perbendaharaan itu kamu tahan karena takut
membelenjakannya dan adalah manusia
itu sangat kikir.
·
Q.
14:34. Dan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu
dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya
dan jika kamu menghitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu
menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu
sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah.
·
Q.
90:4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
·
Q. 18:54. Dan sesungguhnya Kami telah mengulangi bagi manusia dalam Al Quran itu bermacam-macam perumpamaan.
Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak
membantah.
·
Q. 100:6. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterinla
kasih kepada Tuhannya.
·
Q.33:72.
Sesungguhnya Kami telah mengernukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan
untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan
mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya
manusia itu amat zalim dan amat bodoh.
Khoibun (Gagal)
Tentunya sesuatu yang tidak
sesuai dengan fitrah akan berlawanan dengan
diri manusia. Allah telah memberikan nilai
dan perintah yang fitrah tetapi manusia mengingkarinya. Nilai dan aturan tersebut akan membawa kemenangan tetapi bagi yang mengingkari akan mendapatkan kegagalan. Kegagalan terjadi karena
yang diamalkannya berlawanan dengan fitrah manusia.
·
Perbuatan tidak baik yang digambarkan dalam tingkah laku buruk seperti keluh kesah, enggan beramal dan gelisah selain merugikan diri sendiri juga akan merusak hubungan dengan masyarakatnya seperti keluarga dan teman temannya. Hubungan dengan Allah pun menjadi tidak baik akibat dari sifat buruk orang-orang yang fujur tersebut.
Ringkasan
Dalil
·
Jiwa manusia diberi dua jalan (Q. 90:10, 91:8, 76:3, 64:2,
·
Jalan benar:
·
Tazkiyatun
nafs (Q. 91:9, 87:14-15, 62:4): dengan
bersyukur, bersabar, penyantun, penyayang, bijaksana, suka
bertaubat, lemah lembut, senantiasa jujur, dapat dipercaya
- akan memperoleh kejayaan (kesuksesan)
·
Jalan salah: -mengotori jiwa (Q. 91:10)
·
Dengan
memperturutkan sifat tergesa-gesa (Q.
·
Berkeluh
kesah (Q. 70:19)
·
Gelisah
(Q. 70:20)
·
Ogah
berbuat baik (70:21)
·
Pelit (17:100)
·
Kufur (Q.
·
• Pendebat (Q.
·
Pembantah (Q. 100:6)
·
Zhalim
(Q.
·
Jahil (Q.
33:72)
·
Merugi (Q. 103: 1-3)
·
Akan memperoleh kegagalan

No comments:
Post a Comment