Saturday, April 18, 2026

Mahabbatullah

 

Sinopsis

Kintaan kepada Allah sebagai dasar untuk menjadikan yang shaleh dan ibadah yang shahih. Amal tanpa didasari cinta akan merusak amal yang dikerjakannya, namun sebaliknya apabila amal berdasarkan cinta akan menghasil­kan amal saleh yang dihayati dengan mendalam. Ibadah kepada Allah perlu  didasari kecintaan. Cinta kepada Allah maka akan rela dan ikhlas melaksanakan semua perintahNya. Bahkan dengan cinta, rela mengorbankan jiwa dan harta untuk mengikuti perintah yang kita cintai. Banyak ayat Al Qur’an menyuruh kita berkorban untuk melaksanakan nilai­Islam seperti surat 49:15 dan surat 9:111.

 

Cinta akan mempengaruhi kehidupan seseorang, baik cinta kepada Allah atau bukan kepada Allah. Cinta bukan kepada Allah sering membawa kepada cinta buta yang tak terkendali sedangkan cinta kepada Allah akan membawa kedamaian dan ketenangan. Cinta kepada makhluk mem­6tidakpastian, penasaran dan kesenangan semu. Cinta kepada benda akan hapus apabila benda tersebut hilang atau rusak, manakala cinta kepada Allah kekal dan abadi. Cinta kepada seseorang membawa kepada kehanyutan perasaan yang terkadang membawa kita emosional, manakala cinta kepada Allah akan membawa ketentraman jiwa. Kita diboleh. kan cinta kepada manusia (kepada orang tua, anak, istri dan keluarga) atau benda asalkan dibawah derajat kecintaan kepada Allah (Q.9: 24).

 

Cinta yang bukan kepada Allah biasanya didasari oleh syahwat dan cinta kepada Allah didasari oleh iman. Syahwat akan mengendalikan diri kita dan.bahkan kita memperturut­kan syahwat yang dapat membahayakan kita. Manakala iman akan membawa'kebaikan. Cinta memiliki beberapa ciri di antaranya adalah selalu ingat, mengagumi, rela, siap berkor­ban, takut, mengharap dan mentatati.

 

1. Mahabbah (Cinta)

 

·        Cinta bisa sebagai racun dan madu. Cinta menjadi racun apabila didasari oleh syahwat manakala sebagai madu apabila didasari oleh iman. Berapa banyaknya manusia bercinta yang mengakibatkan bunuh diri, frustrasi, stress, sakit jiwa, putus sekolah, tidak berprestasi kerja, hamil di luar nikah, perbuatan maksiat, tingkah laku a moral, dan lain-lain. Tentunya secara normal, cinta demikian adalah cinta yang perlu dihindari oleh kita. Tidak ada manusia normal menghendaki bunuh diri, gagal sekolah dan gagal bekerja, namun hal ini dengan mudah terjadi pada manusia yang bercinta. Cinta bukan kepada Allah bisa melupakan diri dan melupakan dunia. Sebaliknya cinta kepada Allah dan rasulNya membawa kebaikan.

 

A. Syar'iyah (Syariat) - Al Iman (Iman)

·       Cinta seorang mukmin lahir dari ketulusan imannya kepada Allah SWT, bukan semata-mata memenuhi kehendak nafsu dan iblis. Iblis membawa manusia kepada kehancuran sedang Allah mengajak manusia kepada surga dan jalan yang lurus.

·       Cinta kepada Allah dan rasulNya mesti diiringi nilai Islam yang benar. Kesalahan dalam mencintai Rasul akan membawa kepada taqlid yang membabi buta dan figuritas yang berlebihan bahkan cendrung menjadi tuhan baru. Kasih saying sebagai wujud cinta juga perlu ditunjukkan pada sesama muslim, hal ini sesuai dengan perintah Al­lah dalam surat 48: 29 dan 5: 54-56.

·       Cinta berdasarkan syariat akan kekal, tidak saja terjadi di nia tetapi di akhirat pun akan berlanjut. Cinta kepada Allah, Rasul dan orang beriman mesti berdasarkan iman hingga cinta dapat berjalan dengan cara yang benar. Para sahabat Nabi sangat mencintai Nabi SAW, sehingga dengan senang para sahabat mengamalkan semua perintah Nabi SAW. Bahkan para sahabat bersedia berkorban untuk kepentingan Nabi dan Islam. Sebagai contoh, para sahabat Nabi SAW yang melindungi Nabi SAW dalam perang uhud dari serangan panah kaum kafir Qurays.

Dalil

Q. 3:15. Katakanlah:"Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang­-orang ng yang bertakwa kepada Allah, pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan mereka dikaruniai istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah; Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Q. 52:21. Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Q. 3:170. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

B. Ghairu Syar,iyah (Tidak Sesuai Syariat) - Syahwat (Syahwat)

 

·        Cinta tanpa iman dan tidak mengikuti syariat Allah, akan dilakukan berdasarkan hawa nafsunya. Cinta tanpa iman adalah hanya memenuhi tuntutan syahwat semata. Cinta seperti itu bukanlah ciri-ciri pribadi mukmin yang yakin akan pembalasan hari akhirat.

·        Cinta bukan kepada Allah biasanya bersifat materi dan tidak kekal. Allah membenarkan cinta kepada syahwat (Q. 3: 14) misalnya kepada wanita, anak, harta benda, binatang, lading dan sebagainya. Namun, disebutkan bahwa itu semua kesenangan dunia sedangkan yang terbaik adalah akhirat. Kecintaan kita kepada syahwat merupakan tabiat manusia yang perlu dikendalikan oleh syariat. Tanpa syariat, maka cinta kepada selain Allah membawa kepada kesesatan bahkan membawa ke neraka.

·        Sangat berbahaya apabila bercinta tanpa mengikuti suatu panduan syariat. Selain cinta yang akan membawa emosi tak terkendali juga faktor eksternal berupa lingkungan bisa menjadikan cinta tak berujung dan tak jelas kemana perginya.

Dalil

·        Q. 3:14. Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita­wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang temak dan Sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).

·         Q. 80:34-37. Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiapdari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

·         Q.43:67. Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-or­ang yang bertakwa.

 

2. Alamatul Mahabbah (Tanda Tanda Cinta)

 

Ciri-ciri cinta ini terdapat pada manusia yang mencintai Allah atau yang mencintai selain Allah. Beberapa ciri-ciri tersebut adalah selalu mengingat, mengagumi, rela, siap berkorban, takut dan mengharap. Tanda cinta biasanya muncul ketika sudah berkenalan. Tanpa diawali dengan berkenalan maka cinta dengan cirinya tidak akan muncul. Bagaimana akan mengingat kalau belum kenal, begitu pula tidak akan mungkin mengagumi dan berharap kepada sesuatu yang tidak dikenalnya. Oleh karena itu, ciri cinta akan diperoleh apabila sudah berkenalan. Cinta kepada A11ah dan RasulNya juga mesti diawali denga kenal atau makrifah.

 

A. Katsratu Dzikri (Banyak Dzikir)

 

Tanda-tanda cinta yang benar adalah ketika seorang selalu mengingat apa yang dicintainya. Tindakan yang diambil selalu difikirkan manfaatnya bagi yang dicintai. Bahkan yang dicintai itu selalu diminta pendapatnya dan pertimbangannya.

Dalil

·                 Q. 8:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat­Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan kepada 'Tuhanlah mereka bertawakal.

 

Al I’hab (Kagum)

• Mencintai sesuatu karena ada kekaguman. Seperti kagum karena kecantikan, kemurahan, penyayang dan sebagainya Dalam hubungan cinta dengan Allah, kita senantiasa mengagumi kehebatan Allah. Kagum karena adanya simpati dan senang terhadap objek yang dikenalnya. Kagum biasanya muncul karena ada suatu kelebihan yang dilihatnya, apakah bersifat subjektif atau objektif. Kekaguman karena keindahannya, kemampuan, kepandaian dan penampilannya. Kagum mesti diawali dengan mengenal sesuatu yang lebih dibandingkan dengan yang lain.

 

Dalil

·        Q. 1: 1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

C. Ar Ridha (Ridha)

 

·        Ciri cinta yang lain ialah ketika hati kecil rela kepada yang dicintai. Juga rela berkorban bagi kepentingan yang dicintainya. Allah berfirman bahwa keridhaan yang patut adalah keridhaan kepada. Allah dan RasulNya.

·        Ridha (rela) kepada Allah dan Rasul sebagai ciri cinta kepada Allah dan Rasul. Rela kepada Allah dan Rasul berarti rela melakukan semua perintahNya dengan baik, bahkan dilaksanakannya dengan senang dan suka.

Dalil

·        Q. 9:61. Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengamya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kami". Dan or­ang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

·       Q. 9:62. Mereka bersumpah kepada kaum dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan aasulNya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaanNya tka mereka adalah orang-orang yang mukmin.

 

D. Tadhiyah (Siap Berkorban)

 

Mengenal Allah dan RasulNya akan mewujudkan kerelaan ntuk berkorban. Berkorban adalah konsekuensi dari rasa tanya kepada sesuatu. Cinta kepada istri dan anak berarti siap mengorbankan uang, waktu, tenaga dan fikiran untuk kepentingan istri dan anak. Kita mengeluarkan uang dalam ntuk memberinya nafkah dan menghabiskan waktu untuk mendidik anak. Cinta tidak akan mungkin diwujudkan tanpa adanya pengorbanan.

Cinta kepada Allah dan RasulNya berarti harus berani rkorban untuk membela syariatNya. Kita tidak hanya ngamalkan nilai perintahNya tetapi berkorban untuk embelanya habis-habisan sebagai wujud dari cinta kepada lah dan RasulNya.

 

Dalil

 

Q. 2:207. Dan di antara manusia ada orang yang me­rbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan ah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

 

E. Al Khauf (Takut)

Cinta mempunyai ciri takut dalam bentuk harap dan cemas. akut kepada yang dicintainya bukan berarti karena kesadisan dan kejahatannya, tetapi karena adanya harapan an kecemasan dalam penantian. Takut kepada Allah karena mempunyai harapan agar Allah mengabulkan doa an cemas apabila Allah tidak mengabulkan doa.

 

Cinta kepada anak dalam wujud memberikan harapan agar anak bisa berhasil dan berguna di masa depan dan khawatir apabila tidak dapat terpenuhi harapan tersebut.

 

Dalil

Q. 21:90. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Karni anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang­orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan­perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusuk kepada Kami.

E Ar Raja (Mengharap)

·        Cinta juga diwujudkan dalam mengharap kepada sesuatu. Harapan kepada Allah melalui doa biasanya dilakukan karena ada daftar keinginan yang perlu disampaikan kepada yang dicintai yaitu Allah. Mengharap bertemu dengan Allah di akhirat dan mengharap rahmat dari Allah adalah ciri orang yang beriman. Allah berfirman dalam surat 33: 21, bahwa ciri orang yang beriman adalah orang yang banyak menyebut nama Allah dan mengharapkan rahmat Allah.

 

Dalil

·       Q. 21:90. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang­orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan­perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.

G. At Tha'at (Mentaati)

·       Mentaati yang dicintainya sebagai bukti dari kecintaan kita kepada Allah SWT Taat mematuhi keinginannya dan bahkan secara membabi buta mengikuti kehendak yang dicintainya. Banyak contoh di masyarakat tentang seorang remaja yang sedang jatuh cinta, ia bersedia mengikuti apa yang dikehendaki pacarnya walaupun kehendak tersebut tidak disenanginya. Alangkah baiknya mentaati Allah yang dicintainya karena akan membawa kepada kebaikan daripada mentaati selain Allah.

 

 

Q. 4:80. Barang siapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling dari ketaatan itu, maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.

 

3. Mahabatullah (Mencintai Allah) - Mahabah Ghoirullah ,Mencintai Selain Allah)

 

Ciri cinta yang disebutkan di atas sebagai tolak ukur seorang menyatakan dirinya bercinta kepada sesuatu, apakah mencintai Allah atau mencintai selain Allah. Cinta "memiliki ciri yang sama tergantung objek cintanya.  Mencintai Allah akan mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah, tetapi mencintai selain Allah dan melebihi cintanya tersebut dari cinta kepada Allah, akan mendapatkan laknat dan azab dari Allah (Q. 9: 24).

 

Ringkasan Dalil

Hakikat cinta

Cinta yang syar'i - dasarnya iman (Q. 3:15, 52:21, 3:170) Cinta yang tidak syar'i - dasarnya syahwat (Q. 3:14, 80:34­E37, 43:67)

Ciri-ciri cinta

Selalu mengingat-ingat (Q. 8:2). Mengagumi(Q. 1:1). Ridho/rela (Q. 9:61) 'Siap berkorban (Q. 2:207) Takut (Q. 21:90) Mengharap (Q. 21:90) Mentaati (Q. 4:80)

 

No comments:

Post a Comment

Shifatur Rasul