Sinopsis
Hubungan mukmin dengan Allah SWT merupakan hubungan ubudiyah
(pengabdian). Hubungan ini didasari kepada
tiga unsur yaitu cinta, perniagaan dan amal atau jihad. Dengan transaksi ketiga unsur diatas, setiap
mukmin wajib menjalani hidupnya sebagai pejuang Islam dengan
senantiasa memper-siapkan watak
seorang mujahid. Dengan syahaadat yang diyakininya, kita mesti mengamalkan syahadat
di dalam kehidupan kita seharian seperti bertaubat,
mengabdikan diri kepada Allah SWT, memuji Allah SWT, melaksana kan siyahah, senantiasa ruku dan sujud, menyuruh
kepada makruf dan memelihara hukum Allah SWT.
Al-Mahabbah (Cinta)
Cinta yaitu suatu ikatan hati untuk mencintai apa saja
yang dicintai Allah SWT dan apa-apa yang
ditentukan Allah SWT baginya. Ikatan ini membuat pribadi mukmin dengan kecintaan dan keredaan Allah SWT. Hubungan cinta mukmin dengan Allah SWT
digambarkan dalam Al Quran sebagai
sesuatu yang teramat sangat kecintaannya
terhadap Allah SWT. Di antara tanda
cinta kepada Allah adalah senang membaca Kitabullah dan bergetar hatinya tatkala nama Allah SWT disebut. Orang yang mencintai Allah adalah orang yang
cenderung terhadap Kitabullah.
Dalil
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا
يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا
لِّلّٰهِ ۙوَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَۙ اَنَّ
الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ ١٦٥
Q. 2:165. Dan di antara manusia ada
orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya
sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat
siksa (pada hari kiamat), bahwa
kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya,
dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya
mereka menyesal).
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ
اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ
زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ ٢
Q. 8:2.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang
apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan
apabila dibacakan kepada mereka ayatayatNya bertambahlah iman mereka
(karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,
كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ
فَاَتٰىهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَ ٢٥
Q. 39:25.
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah
kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.
At-Tijaarah (Perniagaan)
Pada hakikatnya
semua manusia miskin dan faqir, tidak memiliki sesuatupun
termasuk dirinya sendiri. Semua yang ada hanyalah milik Allah
SWT Tetapi dalam perjanjian ini Allah SWT menawarkan kepada mukmin
untuk menjual apa-apa yang bukan miliknya itu kepada Allah SWT:
Perjanjian ini merupakan perniagaan dengan keuntungan di pihak
mukmin yang sangat besar. Penawaran Allah SWT untuk berjual beli
kepada orang mukmin baik harta atau jiwanya dengan surga yang
dimiliki Allah merupakan suatu keuntungan besar yang dapat membawa kebebasan dari neraka. Pernyataan Allah SWT bahwa Allah SWT telah
membeli mukminin dan jual beli ini tidak akan merugikan.
Dalil
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ
اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ ١٠
Q. 61:10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan
kamu dari azab yang pedih?
۞ اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ
وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ
فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰىةِ
وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ
فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ هُوَ
الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orangorang mukmin,
diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang
pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi)
janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan
siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah?
Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah
kemenangan yang besar.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ
اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا
وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ٢٩
Q. 35:29. Sesungguhnya
orang-orang yang selalu membaca kitab
Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan
diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak
akan merugi, Hadits.
Pernyataan sahabat Nabi tentang baiah mereka dengan Rasulullah, "Kami berbaiah dengan
Rasulullah untuk mendengar dan taat
apakah dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam kondisi
malas maupun giat, dalam hal yang menyenangkan
dan pada keadaan merasa dirugikan.
A.
Al'Baa’i (Mukmin Sebagai Penjual)
Mukmin sebagai penjual, yang dijualnya
adalah harta (amwal)
yang dimilikinya, yaitu
semua simbol yang melekat pada dirinya dan
yang dianggap sebagai miliknya. Seperti harta, kekayaan, kedudukan, kerjanya, jawatan, pengaruh dan
sebagainya. Jiwa (nafs), meliputi nyawanya, tenaganya, waktu dan kesempatannya, perasaannya dan lain-lain. Mukmin sebagai penjual dengan menjual harta dan nyawa. Manakala Allah SWT membelinya dengan surga. Mukmin mempunyai kewajiban beriman kepada Allah SWT dan Rasul. Hanya orang beriman saja yang
bersedia menjual harta dan jiwanya untuk berkorban dan berjuang di jalan Allah SWT Manusia beriman
menjual berupa harta, nyawa dan tenaga untuk kepentingan tegaknya Islam di muka bumi ini. Walaupun demikian yang dituju
dengan penjualan ini
adalah keridhaan Allah
SWT sebagai harta tertinggi.
Dalil
Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orangorang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan
Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil
dan Al Qur'an. Dan siapakah yang
lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual
beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah
kemenangan yang besar.
Hadits. Abdullah
bin Rawahah R.A meriwayatkan, berkata Rasulullah SAW pada malam
Aqabah,"Berjanjilah kepada Tuhanmu dan kepada dirimu apa yang engkau
kehendaki. Beliau melanjutkan,"Aku berjanji kepada Tuhanku kiranya kamu menyembah-Nya
dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Aku berjanji dengan diriku kiranya kamu
memberiku dengan jiwa dan hartamu yang hendak kamu berikan,"
وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاۤءَ
مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍۢ بِرَبْوَةٍ
اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِۚ فَاِنْ لَّمْ يُصِبْهَا
وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗوَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ٢٦٥
Q. 2:265. Dan perumpamaan
orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa
mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan
buahnya dua kali lipat. Jika hujan
lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun
memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَآ اُضِيْعُ عَمَلَ
عَامِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى ۚ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ
فَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَاُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاُوْذُوْا فِيْ
سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ
وَلَاُدْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ ثَوَابًا مِّنْ
عِنْدِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَابِ ١٩٥
Q. 3:195. Maka Tuhan mereka
memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal
orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari
sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada
jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka
dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di
bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ
ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ
Q. 2:207. Dan di
antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
B. AI-Musytarii (Allah SWT
Sebagai Pembeli)
Dalam hal ini
Allah SWT sebagai pembeli tunggal yang akan memberikan dua
keuntungan yang sangat besar bagi penjual tersebut, yaitu
surga dengan segala kenikmatannya, sebagai pengganti harta yang diberikan
mukmin. Ridha Allah SWT yang jauh lebih
nikmat dari surga sebagai pengganti dari jiwa yang diberikan mukmin. Allah SWT sebagai pembeli dengan memberikan surga
dan keridhaan Allah SWT Hal ini
merupakan harga yang sangat tinggi
yang Allah tawarkan karena berupa keridhaan Allah yang lebih tinggi
nilainya dari apapun.
Dalil
Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah
membeli dari orangorang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan
surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh.
(Itu telah menjadi) janji yang benar dari
Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an.
Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka
bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah
kemenangan yang besar.
Q.
98:8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha
terhadap mereka dan merekapun ridha
kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Al-`Amal (Aktivitas)
Hubungan ini merupakan hasil dari hubungan cinta dan jual beli yang meliputi semua pelaksanaan perintah Allah SWT dengan semangat ridha. Juga meliputi
semua aktivitas pribadi, keluarga, masyarakat dan
bemegara. Disamping itu juga, menjauhi semua larangan-larangan
Allah SWT dan hal-hal yang dapat membawa pada kebencianNya. Karena itu mukmin menyediakan diri untuk hidup dibawah naungan
Al-Quran dan Sunnah. Kewajiban bekerja melakukan perintah
Allah SWT dan Allah SWT sajalah yang akan menilai aural perbuatan seseorang. Kontrak kerja dengan Allah SWT adalah
aktivitas untuk mencari ridha Nya. Mukmin beramal jama'i
dengan saudara-saudaranya sesama mukmin apakah laki-laki maupun
perempuan. Lihat pula 9:71-72.
Dalil
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ
وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ
Q. 9:105. Dan katakanlah:
"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan
melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang
Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu
diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".
Q. 3:195. Maka
Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman),
"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan aural orang-orang yang beramal di antara kamu, baik
laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari
sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir
dari kampung halamannya,
yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan
Ku-hapuskan kesalahan. kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke
dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."
وَالْمُؤْمِنُوْنَ
وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ
وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ
عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ٧١ وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ
تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً
فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗوَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ
الْعَظِيْمُ ࣖ ٧٢
Q. 9:71-72. Dan orang-orang yang beriman,
lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalab) menjadi penolong bagi sebahagian
yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar,
mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan
diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang
yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan
mendapat) syurga yang di bawahnya
mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat)
tempat-tempat yang bagus di syurga 'Adn.
Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang
besar.
AI-Jihaad (Perjuangan)
Sebagai puncak dari cintanya kepada Allah SWT, jual beli dengan Allah SWT serta aplikasinya ke dalam hidup,
maka mukmin memperjuangkan dienullah. Ia selalu menegakkan kali-matullah dalam diri, keluarga maupun masyarakatnya. la berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan dirinya
sebagai mujahid fi sabilillah.
Dimulai dengan ucapan syahadatnya, seluruh
hidupnya merupakan jihad. Cita-citanya yang ter-tinggi adalah mencapai syahaadah (syahid). Mukmin menya-dari
bahwa tiada izzah tanpa jihad dan bahwa syahid
meru-pakan puncak kenikmatan hidup di
dunia maupun di akhirat. Perintah
Allah SWT melaksanakan jihad dengan sebenar-benarnya jihad sebagai aplikasi
keislaman seseorang. Manfaat jihad itu
sendiri kembali kepada diri mukmin karena
sesungguhnya merupakan jual beli dengan Allah SWT. Gambaran Allah SWT tentang kenikmatan
syahid fi sabilillah sangat banyak di Al Quran sehingga
memberikan motivasi kepada orang mukmin untuk mencari mati syahid. Sej arah Nabi SAW menggambarkan begitu banyaknya para sahabat yang berduyun-duyun ikut berperang untuk mendapatkan syahid.
Dalil
وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ
اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا
لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى
النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ
ۗهُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ࣖ ۔
Q. 22:78. Dan berjihadlah kamu pada
jalan Allah dengan jihad yang
sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan
untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang
muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu
dan supaya kamu semua menjadi saksi
atas segenap manusia, maka dirikanlah
sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah
kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu,
maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik
Penolong.
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا
لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ
Q.
29:69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya
Allah benar-benar beserta orang-orang
yang berbuat baik.
اَلَّذِيْنَ قَالُوْا
لِاِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوْا لَوْ اَطَاعُوْنَا مَا قُتِلُوْا ۗ قُلْ فَادْرَءُوْا
عَنْ اَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Q. 3:168. Orang-orang yang mengatakan kepada saudarasaudaranya dan
mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita,
tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu
dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar."
فَاذْكُرُوْنِيْٓ
اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Q. 2:152. Karena
itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat) -Ku.
Hadits. Sabda
Rasul, "jihad merupakan puncak (dzirwatul sanamil) Islam.
Hadits. Karena cintanya Rasulullah
pada syahid, beliau berkata, "Tiada
seseorangpun yang mati yang ingin kembali ke dunia (dengan merasakan kematiannya) kecuali syahid. Ini
disebabkan kelebihannya".
Hadits. "Barangsiapa yang memohon
syahid kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya permohonan, maka Allah SWT akan
menyampaikannya pada derajat syuhada meskipun is wafat diatas tempat
tidurnya".
Hayaah Al-Mukmin (Kehidupan
Mukmin)
Sifat-sifat mujahid yang mestinya ada pada setiap mukmin: bertaubat, beribadah, memuji, bersiyahah, ruku', sujud, amar ma'ruf,
nahi munkar dan memelihara hukum-hukum Allah SWT. Dengan pelaksanaan cinta, perniagaan dan amal/jihad di atas,
sikap mukmin wajib menjalani hidupnya sebagai pejuang Islam dengan senantiasa
mempersiapkan watak seorang mujahid yaitu:
1. At-Taubah (Tobat). Senantiasa
bertaubat, memohon ampunan dari dosa dan menghindarkan diri dari sebabsebab
kemaksiatan.
2.
At-Tahmid (Pujian). Senantiasa
mengabdikan diri kepada Allah SWT apakah dalam keadaan lapang maupun sempit dengan pengabdian
yang ikhlas.
3.
I-`Ibaadah (Ibadah). Senantiasa
memuji, menyanjung dan mengagungkan Allah SWT dalam berbagai kesempatan.
4.
As-Siyaahah (Bepergian). Senantiasa melakukan syahaadah dengan antara lain: mencari ilmu yang memberi kemanfaatan
bagi Islam dan kaum muslimin, bertafakkur tentang
alam dan realita umat dan melawat atau berjalan dalam rangka dakwah.
5.
Ar-Rukuu' (Ruku). Senantiasa ruku' yaitu
menghinakan diri dengan tidak sombong terhadap kehendak dan kemauan Allah SWT
6.
As-Sujuud (Sujud).
7.
Al-Amru
bil-Ma'ruuf (Menyuruh kepada Kebaikan). Menyuruh kepada
yang ma'ruf (kebaikan).
8. An-Nahyu 'Anil Munkar (Melarang dari Kemungkaran). Mencegah dari
yang munkar (keburukan) dan yang dibenci Allah SWT Wa Al-Haafizhuuna Li-Huduudillaah (Menjaga Hukumhukum Allah). Selalu memelihara
hukum Allah SWT, yaitu pelaksanaan kitabullah
pada dirinya dan memperjuangkan agar
terlaksana di masyarakatnya.
Dalil
اَلتَّاۤىِٕبُوْنَ الْعٰبِدُوْنَ
الْحٰمِدُوْنَ السَّاۤىِٕحُوْنَ الرّٰكِعُوْنَ السّٰجِدُوْنَ الْاٰمِرُوْنَ
بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّاهُوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحٰفِظُوْنَ لِحُدُوْدِ
اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Q. 9:112. Mereka
itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang
melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat
mungkar dan yang memelihara hukumhukum Allah. Dan gembirakanlah
orang-orang mukmin itu.
No comments:
Post a Comment