Sinopsis
Tugas rasul dapat dibagi menjadi
dua, yaitu menyampaikan risalah dan
menegakkan diinullah. Kedua tugas ini
adalah inti sari dari perintah Allah SWT dan amalan dakwah Nabi Muhammad SAW. Risalatud
dakwah yang dibawa
oleh Nabi adalah
memperkenalkan masyarakat Jahiliyah kepada pencipta-Nya. Hal ini tidaklah begitu sukar karena setiap
manusia mempunyai fitrah untuk menerima khaliq. Setelah memperkenalkan Islam, mereka berubah menjadi muslim. Sebagai muslim, mereka perlu mengetahui bagaimana cara
beribadah dan mengikuti Islam secara benar. Tugas rasul di antaranya adalah
menjelaskan bagaimana cara pengabdian kepada Allah, dan menjelaskan Islam sebagai panduan hidup. Usaha menyampaikan risalah
secara berkesan, adalah dengan melaksanakan tarbiyah Islamiyah yang menekankan kepada doktrin dan nasihat.
Tugas kedua adalah menegakkan diinullah. Tugas ini tidak semua muslim memahaminya atau mengetahui bagaimana untuk merealisasikannya. Rasul sebagai pembawa
risalah sudah menjadi pengetahuan umum bagi kita. Tetapi tidak demikian dengan peranan untuk menegakkan agama Allah. Beberapa aktifitas untuk menegakkan diin Allah ini adalah menegakkan khilafah,
membangun rijal, minhajud dakwah dan merealisasikan
risalah.
Tugas para rasul tidak hanya menyampaikan saja tapi
juga berdakwah dan mengajak orang lain untuk ikut menyampaikan dakwahnya. Tugas rasul mengajak manusia
untuk mengikuti risalahnya dan memantapkan kalbu mereka dengan perkataan dan perbuatan nabi. Dakwah para rasul dan nabi adalah mengajak manusia agar mengabdi kepada Allah saja. Allah berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 25 yang artinya, "Dan Kami tidak mengutus seorang
rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan
kepadanya: Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku maka
sembahlah olehmu sekalian akan Aku". Dalam surat An Nahl ayat 36, "Dan
sesungguhnya Kami telah mengutus
rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan: Sembahlah Allah saja dan jauhilah taghut". Sebagaimana pula tercantum dalam surat Asy Syuara
ayat 108, 136, 144, 150, 163 dan 179.
Setiap rasul berupaya dengan
segala daya untuk berdakwah dan mengajak manusia kepada jalan Allah. Di antara buktinya dapat kita lihat dalam surat Nuh
yang menggambarkan upaya keras Nabi Allah ini selama 950 tahun. Dia menyeru kaumnya pada siang dan malam hari dengan
sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, menggunakan segala cara targhib dan
tarhib dengan janji dan ancaman, terus menerus membuka akal pikiran kaumnya dan
mengarahkannya kepada ayat-ayat Allah di seluruh jagad raya tetapi manusia selalu
menolaknya.
Dalam surat Nuh ayat 21, "Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah
mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya selain kerugian belaka".
Rasul bertugas pula untuk berdakwah dengan diikuti tabsyir (berita
gembira) dan indzar (ancaman). Hal ini
merupakan tugas para rasul seperti yang disebutkan dalam surat Al Kahfi ayat 56, "Dan tidaklah Kami mengutus
rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira
dan sebagai pemberi peringatan... "
Rasulullahpun telah menggambarkan eksistensi dirinya dalam hal ini, 'Aku dengan risalah yang diberikan
kepadaku adalah seperti seseorang yang mendatangi suatu kaum, lalu berkata: wahai kaumku aku telah melihat dengan
mata kepalaku sendiri sejumlah pasukan dan kulihat adanya bahaya yang nyata.
Maka selamatkanlah din kalian. Lalu sekelompk orang dari kaum itu mentaatiku. Mereka bersiap siaga
dan pergi tanpa suara maka mereka itulah yang selamat. Sementara itu sebagian
lainnya mendustakanku, mereka tak peduli dan
tetap tinggal. Keesokan hannya, pagi-pagi
benar datanglah pasukan itu menghantam dan membinasakan mereka. Itulah contoh bagi yang taat dan mengikuti ajaranku, teladan bagi yang menentang dan mendustakan kebenaran yang kubawa... " (Mutafaq'Alaih).
Tugas rasul di antaranya adalah
membenahi dan mensucikan jiwa seperti yang disebutkan dalam surat Asy Syura
ayat 52 yang artinya'Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah
mengetahui apakah al kitab dan tidak
pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami
menjadikan Al Quran itu cahaya, yang kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami". Tugas rasul lainnya adalah menegakkan hujjah dan membenahi pikiran yang sesat dari manusia sehingga dengan tugas rasul ini
akan tersebarlah nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
1. Wazhiifah Ar-Rasuul (Tugas Rasul)
Allah SWT memerintahkan rasul untuk
menyampaikan wahyu
dan sebagai hasil dari penyebaran wahyu ini adalah terbentuknya diinullah. Oleh
karena itu, tugas utama menyampaikan dakwah ini juga perlu diiringi dengan menegakkan diin Allah. Kedua tugas ini saling berkaitan, oleh karena itu kita perlu
memahaminya secara mendalam agar dapat menjalankan dakwah dengan baik. Menyampaikan risalah adalah pekerjaan Nabi yang utama dan
kita pun harus mengikuti tugas ini sebagai kewajiban seorang Muslim. Namun demikian, tidak semua muslim mengetahui bagaimana menyusun
dakwah hingga tegaknya diin Allah.
Rasul diperintahkan untuk menyampaikan dakwah. Tidak ada satupun rasul yang tidak berdakwah karena semua rasul mendapatkan risalah dari Allah dan bertanggung jawab menyampaikannya
kepada manusia. Kehadiran rasul dengan
dakwahnya adalah membawa manusia di dunia untuk beriman dan beramal saleh. Biasanya ketika rasul dan nabi sudah lama tidak muncul maka akan kembali kepada
kejahiliyahan. Oleh karena itu dakwah Islam merupakan suatu kewajiban dan
perlu dilaksanakan oleh semua muslim.
Allah memberikan wasiat kepada para
rasul untuk menegakkan
diin. Menegakkan diin Islam
berarti menjadilan kedamaian di muka bumi. Tugas
rasul adalah agar dunia ini damai dan dirahmati Allah.
Dalil
Q.5:67. Hai rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan
itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan)
manusia. Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Q.42:13-15. Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah
diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah
agama dan janganlah
kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi
petunjuk kepada (agama)-Nya
orang yang kembali (kepada-Nya). Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan
sesudah datangnya
pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara
mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya
(untuk menangguhkan
azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil)
sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan
tentang kitab itu.
Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan
kepadamu dan
janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah
Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal
kamu. Tidak ada
pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan
antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)
".
Hadits. Dari Ibnu Umar RA Rasulullah
SAW bersabda, `Aku diutus untuk memerangi
manusia sehingga mereka mengakui bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu
utusan Allah, mendirikan shalat
dan mengeluarkan zakat. Maka bila mereka mengerjakan yang demikian,
terpeliharalah daripadaku darah dan harta mereka, kecuali menurut hukum Islam, dan perhitungan amal mereka
teserah pada Allah Ta'ala" (HR Bukhari
Muslim).
2. Risaalah Ad-Da'wah (Menyampaikan
Dakwah)
Tugas rasul yang diperintahkan
langsung oleh Allah SWT dan merupakan ciri-ciri dari
kerasulan adalah menyampaikan dakwah kepada manusia. Dalam menyampaikan dakwah, Allah SWT di dalam firmannya banyak ayat yang menggugah hati manusia dengan mengingatkan manusia kepada ciptaan Allah Yang Maha Agung, termasuk memperlihatkan alam semesta,
hewan ataupun tumbuh-tumbuhan. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW mengajarkan bagaimana cara
beribadah. Tugas lainnya
dalam menyampaikan dakwah adalah menyampaikan Islam sebagai pedoman hidup. Usaha penyampaian dakwah dan perubahan
ini dilakukan oleh rasul secara berkesan
melalui tarbiyah Islamiyah.
Rasul diperintahkan untuk menyampaikan dakwah begitu juga para Nabi ditugaskan untuk menyampaikan
risalah agama Allah.
Dalil
Q.5:67. Hai rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu clad Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang kafir.
Hadits. Dari Jabir bin Abdillah RA Rasulullah SAW mengatakan dalam khutbahnya pada saat itu, "Wahai manusia, kamu akan diminta
pertanggungjawaban ihwal aku. Lalu, apa yang
akan kalian katakan?" Para sahabat berkata,
"Kami akan mempersaksikan bahwa engkau telah menyampaikan risalah,
menjalankannya, dan memberikan nasihat" Maka beliau mengangkat jarinya ke
langit lalu menudingkannya kepada
mereka seraya bersabda, "Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan risalah ?" (HR Muslim),
Q.33:39. (yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalahrisalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.
A. Ma'rifah Al-Khaaliq (Mengenal Pencipta)
Mengenal Allah adalah suatu yang mudah bagi fitrah manusia. Mengenal khalik dapat melalui makhluk
yaitu alam semesta
dan manusia, seperti kejadian alam, proses pembentukan manusia, pergantian siang malam dan sebagainya. Di sini fungsi akal
sebagai suatu wasilah untuk mengenal khalik. Para saintis mempunyai kemampuan menerangkan peristiwa alam,
namun tidak semua di antara mereka yang dapat mengaitkannya kepada Pencipta (Allah).
Allah SWT memperlihatkan kepada mereka
tanda-tanda kekuasaan kami di ufuq dan pada diri mereka sendiri. Kenyataan alam ini merupakan
substansi penyampaian kepada
manusia agar manusia mengenal sang pencipta
yaitu Allah.
Sesungguhnya tentang kejadian
langit dan bumi serta pergantian
malam dan siang menjadi tanda bagi orang yang berakal. Pengenalan Allah tidak mungkin dilakukan dengan melihat langsung dzatNya tetapi dari ciptaanNya.
Dalil
Q.41:53. Kami akan memperlihatkan kepada
mereka tandatanda (kekuasaan) Kami di
segenap ufuq dan pada diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
Q.3:190. Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan
silih bergantinya malam dan siang terdapat tandatanda bagi orang-orang yang berakal.
Hadits. Dari Ibnu Abbas berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Pikirkanlah oleh mu tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu memikirkan tentang penciptanya, karena sesungguhnya kamu tidak akan mampu menjangkau kadarNya. (HR Abu Syaikh).
B. Kayfiyah Al-'Ibaadah (Cara Beribadah)
Mengabdi kepada Allah, menjalankan perintah Allah dan rasul adalah ibadah. Bagaimana
cara beribadah, Allah SWT tidak sebutkan secara rinci.
Rasulullah yang kemudian menjelaskannya, karena rasul
sebagai manusia dan sesuai untuk waktunya. Dengan model dari rasul
dalam menjalankan ibadah maka jelaslah
satu per satu amalan dan cara yang benar dalam
beribadah kepada Allah.
Dalil
Hadits. Shalatlah kamu seperti
halnya aku shalat.
C. Minhaaj AI-Hayaah (Pedoman Hidup)
Menyampaikan risalah selain berkaitan dengan
pengenalan kepada khaliq dan cara ibadah, juga mengenalkan panduan hidup (Islam) secara benar. Islam sebagai minhajul hayat menggambarkan Islam sebagai diin yang menyeluruh dan lengkap, yang
mencakupi segala aspek dalam kehidupan seperti politik, negara, bermasyarakat dan
berekonomi.
Islam sebagai diin yang Allah redhai. Islam adalah pedoman hidup manusia
yang diridhai Allah karena Allah yang menjadikan Islam sebagai pedoman hidup
manusia melalui wahyu
Allah.
Dalil
Q.3:19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih
orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang dikehendaki Allah suatu kebaikan untuknya, Dia akan pandaikan dalam hal agama" (HR Bukhari Muslim).
D. At-Tarbiyah (Pendidikan)
Tarbiyah adalah minhaj
Rabbaniyah yang penting dan tidak dapat ditinggalkan dalam
menjalankan dakwah ini. Tarbiyah sebagai cara yang berkesan
dalam membangun seseorang
ke arah pembentukan syakhsiyah Islamiyah dan pembentukan daiyah. Jadi media penyampaian risalah Nabi yang utama dan sangat berperanan adalah tarbiyah. Di dalam tarbiyah mencakupi taujih (arahan) dan nasihat.
Dalil
Hadits dan Sirah Nabawiyah
seperti tarbiyah di rumah Arqam bin Abi Arqam.
3. Iqaamah Diinillaah (Menegakkan Dien Allah)
Menegakkan diinullah juga merupakan perintah yang datangnya dari Allah. Tegaknya diin mesti dimulai oleh tegaknya Islam
di dalam diri
pribadi, keluarga dan masyarakat.
Usaha ini tercapai melalui penyampaian risalah, dimana tarbiyah adalah cara yang paling berkesan
untuk mencapai tujuan ini.
Tegaknya diin perlu didukung oleh pembinaan pribadi dan pembentukan strategi dalam mencapai kemenangan Islam di tengah masyarakat. Selain itu tegaknya diin memerlukan strategi
dalam menyebarluaksan dakwah nabi yang sudah dibuktikan kemenangannya.
Allah memberikan wasiat kepada para
rasul untuk menegakkan
diin. Tugas rasul selain menyampaikan kebenaran j uga mempunyai target menegakkan diin di muka bumi dengan berdakwah dan
berjihad.
Dalil
Q.42:13-15. Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah
diwasiatkan-Nya kepada Nub
dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan
apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa
dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang
musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada
mereka karena kedengkian antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya
(untuk menangguhkan
azab) sampai kepada waktu yang ditentukan,
pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu. Maka karena itu
serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa
nafsu mereka dan katakanlah:
"Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan
Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan
Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita) ".
Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Ada segolongan umatku yang akan senantiasa membela
kebenaran. Mereka tidak tepengaruh sedikitpun oleh orang yang mengecewakan
dan menentang mereka
hingga hari Kiamat, " Dalam riwayat lain, "Hingga datang keputusan Allah sedangkan mereka tetap konsisten, " Dalam riwayat lain, "Hingga mereka memerangi Dajjal" Dalam riwayat lain, "Hingga Isa bin Maryam turun, sedang mereka tetap konsisten"
A. Iqaamah Al-Khilaafah (Menegakkan
Khilafah)
Sesuai dengan firman-Nya bahwa setiap mukmin akan diberi kedudukan sebagai khalifah
di muka bumi di atas makhluk lainnya.
Namun demikian dari segi kenyataan tidak
semua orang Islam mendapatkan kedudukan khalifah. Mereka yang mendapatkan
peranan khalifah adalah mereka yang berusaha untuk berdakwah dan menegakkan diin Allah saja.
Allah akan mengangkat kamu menjadi
khalifah sebagaimana
orang sebelum kamu, Allah
akan menetapkan agama Islam yang diridhainya untuk mereka, dan
akan mengganti ketakutan mereka dengan
keamanan.
Pendapat Nabi yang dibenarkan Allah dalam meramalkan kemenangan Islam adalah dengan menegakkan diin Allah di muka bumi. Khilafah Islam akan
tegak melalui dakwah kepada
individu, keluarga, masyarakat dan daulah, kemudian mendunia dalam bentuk khilafah Islam yang telah dibuktikan oleh Islam berabad-abad
lamanya.
Dalil
Q.24:55. Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan
mengerjakan amal-amal yang saleh
bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan
meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka,
sesudah mereka berada dalam
ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu
apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap)
kafir sesudah (janji) itu, maka mereka
itulah orang-orang yang fasik.
Q.48:27. Sesungguhnya Allah akan membuktikan
kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya
dengan sebenarnya (yaitu) bahwa
sesungguhnya kamu pasti akan memasuki
Masjidil Haram, insya Allah dalam
keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan rnengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada
kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum
itu kemenangan yang dekat.
Dari Ubay bin Ka'ab, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Gembirakanlah
umat ini dengan kemuliaan, ketinggian, agama, kemenangan, dan kekokohan kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara
mereka yang beramal akhirat untuk meraih dunia, maka dia
tidak akan memperoleh bagian di
akhirat"
B. Binaa, Ar-Rijaal (Membangun Rijal)
Menegakkan diin tidak
mungkin dikerjakan sendirian saja. Usaha ini perlu dilakukan secara berjamaah.
Mereka yang bersama pun perlu memiliki kekuatan, kefahaman yang jelas, aqidah yang bersih dan memegang
minhaj yang betul. Kebersamaan dari kader - kader diperoleh
melalui pembangunan rijal. Tarbiyah
adalah usaha untuk membangun rijal yang dipersiapkan sebagai tonggak dakwah. Cara bagaimana membina rijal ini, kita perlu merujuk bagaimana rasul melaksanakan pembinaan
kepada para sahabatnya.
Bentuklah dari sebagianmu orang
untuk melakukan amar ma'ruf dan
nahi munkar. Menegakkan agama di muka bumi tidak akan mungkin terjadi
tanpa dimulai dan didasari oleh membangun rijal atau pribadi-pribadi muslim yang dai. Mereka yang berdakwah selain mampu
menegakkan Islam juga mendapatkan kemenangan.
Dalil
Q.3:104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa di antaramu yang melihat kemungkaran hendaklah ia merubah dengan tangannya, jika ia
tidak sanggup, maka dengan
lidahnya, jika ia tidak sanggup maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman (HR Muslim). Dalam riwayat lain dikatakan, "Selain ketiga perbuatan itu, berarti tiada keimanan meskipun
hanya sebesar biji sawi"
Hadits. Imam Ahmad meriwayatkan dari Hudzaifah bin Al-Yaman bahwa Nabi SAW. Bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, hendaklah kamu menyuruh kepada kemakrufan, mencegah dari kemungkaran, atau Allah menyegerakan pengiriman siksa dari sisi-Nya, kemudian kamu
berdoa kepada-Nya, lalu Dia tidak memperkenankan doamu" (HR Ibnu
Majah dan Tirmidzi).
C. Minhaaj Ad-Da'wah (Panduan Dakwah)
Al Quran dan sunnah adalah minhaj dakwah yang penuh dengan
petunjuk-petunjuk bagaimana menjalankan dakwah. Banyak contoh-contoh bagaimana berdakwah misalnya kita disuruh berdakwah
lembut, ramah, tidak boleh
keras, dengan pengajaran yang baik,
nasehat, memaafkan
dan mengampunkan mereka.
Minhaj dakwah dalam menegakkan diin juga membahas bagaimana dakwah melalui
pendekatan ekonomi, budaya, sosial dan politik. Selain itu rasul juga
menggambarkan dakwah
mengikuti potensi masing-masing individu seperti di zaman sekarang sebagai konsultan, akuntan,
insinyur, dan sebagainya.
Pendekatan dakwah yang lembut dan ramah dapat menghindarkan mad'u dari bercerai berai. Hindarkan berbuat jahat, berhati kasar
dalam pendekatan dakwah.
Dalil
Q.3:159. Maka disebabkan rahmat dari
Allah-lah kamu berlaku
lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri
dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka
dalam urusan itu. Kemudian
apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
D. 'Iathbiiq Ar-Risaalah (Aplikasi Risalah)
Aplikasi dari penerimaan risalah Islam adalah mengamalkan Islam secara keseluruhannya kedalam kehidupan seharian. Tegaknya thin
tidak akan wujud
apabila mereka yang menerima sekedar tahu dan kemudian tidak mengamalkan. Tegaknya diin akan tercapai apabila setiap individu mengaplikasikannya dalam hidup. Setelah
mereka tahu Islam, kemudian diamalkan oleh dirinya dan kemudian didakwahkan kepada orang lain, hal ini merupakan usaha yang dapat mempercepat tegaknya diin di
muka bumi ini.
Orang beriman disuruh masuk (mengamalkan) Islam secara keseluruhan. Salah satu contoh menegakkan agama adalah mengamalkan Islam secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai ini
maka kita harus menjadikan
syaitan sebagai musuh dan tidak perlu diikuti langkah-langkahnya.
Salah satu aplikasi risalah adalah melakukan
sembahyang, ibadat,
kehidupan dan mati. Dan menjadikan kehidupannya bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Dalil
Q.2:208. Hai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu ke
dalam Islam secara keseluruhannya, dan
janganlah kamu turut
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Q.6:162. Katakanlah:
"Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku
dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
Hadits. Ibnu Mardawih meriwayatkan dari Ibnu Abzi
dari ayahnya, dia berkata : bila pagi tiba maka Rasulullah SAW bersabda, "Kami memasuki
pagi atas landasan agama Islam, kalimah yang ikhlas, agama nabi kita Muhammad SAW, agama moyang kami Ibrahim AS yang hanif dan sekali-kali dia
bukan orang musyrik"
Ringkasan Dalil Umum
·
Menyampaikan risalah (Q.5:67, 33:39)
·
Memperkenalkan al Khaliq (Q.7: 175)
·
Menjelaskan cara pengabdian (hadits)
·
Menjelaskan pedoman hidup (hadits)
• Mendidik para sahabat: dengan arahan dan nasihat Khusus
·
Menegakkan diinullaah (Q.42: 13-15)
·
Menegakkan khilafah (Q.24:55, 48:27)
·
Membina kader (Q.3:104)
·
Membuat konsep dakwah (Q.3:159)
·
Melaksanakan panduan hidup (Q.2:208, 6:162)
No comments:
Post a Comment