Saturday, April 18, 2026

Akhtharusy Syirk

 

Sinopsis

 

Pengenalan kepada bentuk-bentuk thagut akan dapat menghindarkan diri dari bahayanya. Sebab fenomena syirik berkait erat satu dengan yang lain. Jahil (tidak faham) terhadap thagut membuka peluang semua orang untuk menjadi musyrik. Orang yang faham saja, masih berpeluang besar menjadi musyrik, apa lagi jahil. Fenomena ini perlu disadari karena hakikat syirik ini amat besar bahayanya bagi manusia.

 

Mempersekutukan Allah merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh thagut, mereka tidak saja melakukan untuk dirinya saja tetapi mengajak orang lain untuk mengamalkan syirk tersebut. Thagut mempunyai arti beragam di antaranya adalah syetan, pemerintah yang zalim, hukum jahiliyah, dukun atau tukang sihir dan berhala. Sadar atau tidak sadar, sebagian manusia sangat dekat dengan ciri-ciri thagut tersebut. Mereka sebagai bagian dari syetan karena menga­malkan tingkah laku yang jauh dari Islam. Bahkan banyak yang mengamalkan budaya dan kebiasaan jahiliyah yang saat ini mendominasi kehidupan kita. Berhubungan dengan dukun dan tempat keramat sebagai satu ritual ibadah tertentu bagi sekelompok umat Islam Indonesia. Mereka mendatangi kuburan dan meminta pertolongan serta berdoa kepada manusia yang telah mati dan banyak kebiasaan lain yang sulit diterima oleh akal sehat. Mana mungkin batu, tanah, kayu atau orang yang sudah mati dapat mengabulkan permintaan kita kecuali para jin yang bersifat syetan yang melakukan hal ini. Karena ada jin yang juga muslim seperti manusia juga.

Bahaya mempersekutukan Allah dengan selain Allah sangat besar akibatnya di dunia maupun di akhirat. Kejiwaan kita menjadi tidak tenang dan tidak merdeka karena bergan­tung kepada sesuatu yang semestinya juga perlu bergantung kepada yang lain. Bergantung kepada Allah maka semua urusan akan beres dan selesai. Beberapa bahaya syirik adalah kezaliman yang besar, tidak mendapat ampunan, dosa yang besar, kesesatan yang jauh, diharamkan masuk surga, masuk neraka dan dimasukkan dalam neraka. Bahaya-bahaya ini sangat lengkap dan berat bagi mereka yang syirik.

 

Bahaya syirik ini begitu hebat karena mereka telah melakukan suatu kesalahan yang besar yaitu menjadikan tandingan selain Allah. Suatu hal yang wajar apabila seorang presiden ada tandingan di daerah kekuasaannya. Begitu juga suatu kekuasaan tidak diakui bahkan mengakui kepada yang lain. Tugas para nabi dan rasul adalah membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesuatu selain kepada Allah agar mereka menghambakan dirinya kepada Allah saja. Ketika Is­lam tegak di Mekah, Nabi SAW langsung saja merubuhkan semua thagut (berhala) di sekitar ka'bah.

 

1. Thaghut (Syetan, Tiran, Orang Yang Melampaui Batas)

 

·      Adalah Segala sesuatu yang disembah selain Allah dan sesuatu tersebut ridha (rela) diibadahi (di sembah). Banyak contoh thagut yang di antaranya adalah syetan, pemerintah yang zalim, hukum jahiliyah, dukun atau tukang sihir dan berhala.

·          Thagut juga diartikan sebagai manusia yang melampaui batas di antara contohnya adalah Fir'aun. Selain sebagai simbol penguasa zalim yang diktator dan sombong, ia juga sebagai simbol orang yang melampaui batas. Jenis Fir'aun ini cukup banyak di dunia di antaranya pemimpin negara yang zalim dan sangat menindas rakyatnya termasuk thagut.

·          Manakala manusia yang melampaui batas di antaranya Abdullah bin Ubey di zaman Nabi SAW yang dikenal sebagai bosnya orang munafik. Saat ini, ditemukan mereka yang melampaui batas dengan cirri meremehkan dan merendahkan Islam bahkan dalam tingkah lakunya menggambarkan pertentangan dengan nilai Islam. Dapat dilihat dari kebiasaan jahiliyah yang mengikuti budaya Barat dan kebudayaan jahil lainnya.

Dalil

·          Q. 96:6-8. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhan mu-lah kembali (mu)

·          Q. 79 -17: "Pergilah kamu kepada Fir'aun sesungguhnya dia telah melampaui batas (Thogo)

A. As Syaithan (Syaitan)

·          Syaitan adalah musuh manusia. Ia mempunyai banyak cara dalam menggoda jiwa manusia. Perbuatannya itu dapat memberikan dampak keburukan yang besar, kecuali mereka yang dilindungi Allah. Cara-cara yang digunakannya itu tanpa disadari merasuk kedalarn kelemahan manusia berupa keinginan dan syahwat.

·          Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 208, agar masuk Islam secara keseluruhan dan jangan ikuti langkah syetan karena syetan itu musuh yang nyata bagi manusia. Kalaulah demikian, tentunya kita deklarasikan juga bahwa syetan itu musuh bebuyutan manusia dan melawannya habis-habisan. Syetanlah yang akan membawa kepada kesesatan dan kerugian dunia dan akhirat.

• Syetan dalam Al Quran juga disebutkan berasal dari jin dan manusia. Syetan adalah perbuatan yang sesat dan bisa dilakukan oleh jin atau manusia. Mereka mempunyai strategi yang canggih untuk menyesatkan manusia. Bahkan dalam hadits, begitu banyak Nabi SAW menggambarkan cara-cara mereka menjaunkan umat dari Islam misalnva dengan menyerupai manusia, pura-pura baik, berpura-pura menolong kita, pura-pura menjadi orang miskin dan banyak berbagai ulah mereka. Bahkan Nabi Ibrahim AS pun digoda oleh syetan berbangsa iblis agar tidak menjalankan perintah Allah menyembelih Ismail AS.

 

Dalil

·        Q. 36:60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah Syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

 

B. Al Hakimu Al Ja'ir (Pemerintah Sesat)

 

·        Penguasa-penguasa zalim yang tidak merujuk kepada hukum-hukum dan panduan Allah di dalam melaksanakan pemerintahannya adalah thagut.

·       Penguasa merupakan pengayom rakyatnya dan juga yang membawa rakyat hidup sejahtera, aman, damai dan tenteram. Oleh karena itu, penguasa sangat bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Kegagalan penguasa dalam menjalankan pemerintahannya akan membawa kehan, curan kepada rakyatnya.

·       Dalam pemerintahan Islam, seperti Khalifah Umar ketika inspeksi mendadak (sidak) ke rakyatnya ditemukan rakyatnya yang belum makan beberapa hari, maka kemudian Umar RA bertanggung jawab dengan mem, berinya makanan yang cukup dan penghidupan.

·      Pemerintahan Islam yang menjadikan Islam sebagai pedoman akan membawa kebaikan, misalnya pelaksanaan

zakat secara sistem baitul mal akan menghabiskan kemiskinan serta akan memajukan perekonomian.

·          Apabila pemerintah sesat maka merupakan bahaya besar yang membawa rakyatnya juga sesat. Allah telah berfirman bahwa penguasa yang tidak mengambil hukum dengan nilai Islam maka mereka termasuk yang kafir, zalim dan fasik. Oleh karena itu diperlukan pernerintahan yang berusaha untuk mencapai kemakmuran rakyat dengan nilai-nilai Islam seperti keadilan, kebaikan dan kebenaran.

 

Dalil

·          Q. 5:44. Janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepadaKu. Dan janganlah kamu menukar ayat­ayatKu dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang-orang yang kafir.

·          Q. 5:45. Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu or­ang-orang yang zalim

·          Q. 5:47. Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu or­ang-orang yang Fasiq

C. Al Hukmu Jahili (Hukum Jahiliah)

 

·          Termasuk bentuk thagut juga adalah hukum-hukum yang melampaui batas dan hukum yang bertentangan dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah.

·          Penguasa yang zalim, diktator, represif kepada rakyatnya adalah thagut. Oleh karena itu hukum yang dikeluarkannya pun bernilai zalim yang tidak perlu diikuti. Kebijakan dan hukum yang dikeluarkan oleh penguasa zalim adalah hukum jahiliyah. Misalnya aturan di zaman jahiliyah ketika sebelumnya turun wahyu kepada Nabi SAW adalah membunuh anak wanita atau menguburnya hidup-hidup. Juga ketika Fir'aun membuat aturan agar anak laki-laki lahir harus dibunuh.

·         Aturan jahiliyah juga terjadi ketika zaman Suharto, dimana setiap muslimah dilarang menggunakan berpakaian muslimah. Keadaan ini masih terjadi di beberapa negara Barat yang kononnya mengagungkan hak asasi manusia. Sementara itu mereka membiarkan individu yang telanjang dan bertingkah laku merusak kehidupan sosial.

Dalil

·        Q. 4:60. Mereka hendak berhakim kepada thagut padahal mereka diperintah mengingkari thagut itu.

·        Q. 5:50: Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Al­lah bagi orang-orang yang yakin.

 

D. Al Kuhanah Wa Sihr (Dukun dan Tukang Sihir)

 

·        Amalan-amalan sihir adalah amalan yang bertentangan dengan Al Quran. Sihir bergantung selain kepada Allah. Amalan sihir ini dipelopori oleh Iblis laknatullah. Ia merupakan sebagian bentuk thagut.

·        Perbuatan sihir dan mendatangi dukun adalah perbuatan syirik yang mempersekutukan tuhan dan tindakan yang amat dibenci oleh Allah SWT Syirik akan menambah dosa dan kesalahan para pelakunya.

·        Sihir dan dukun berkembang pada masyarakat yang mempercayai benda atau makhluk mempunyai kekuatan tertentu, walaupun yang menggerakkannya adalah jin-jin kafir. Ada keberhasilan yang diperoleh manusia yang menggunakan jin ini tetapi kemudian jin juga meminta balasan macam-macam dari manusia yang dapat merugikan manusia sendiri.

·       Sihir juga berkembang pada zaman Nabi SAW, bahkan ayat Al Quran juga dianggap sihir. Begitu juga sihir ini berkembang di zaman nabi sebelum Nabi SAW. Nabi Musa AS pernah berhadapan dengan tukang-tukang sihir yang mempertotonkan kehebatannya dengan menggunakan ular-ular, yang kemudian dikalahkan dengan ular besar yang keluar dari tongkat nabi sebagai mukjizat dari Allah.

·          Kebiasaannya, sihir ini dipercayai dan berkembang pada masyarakat yang taqlid dalam beribadah dan tidak menggunakan rasional. Masyarakat yang masih percaya dengan animisme mempunyai kebiasaan mempercayai sihir.

·          Di Indonesia, juga terdapat masyarakat yang beragama Is­lam mempercayai datang ke kuburan dan tempat-tempat keramat untuk berdoa dan mendapatkan wangsit, mereka juga melakukan ibadah ruwatan. Bahkan di antaranya mengamalkan perbuatan yang syirik misalnya meminta sesuatu ke laut, ke gunung dan sebagainya.

·          Dukun juga banyak berkedok sebgai tukang obat atau or­ang pintar yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Padahal mereka menggunakan kekuatan jin untuk menipu manusia, walaupun terkadang menggunakan ayat-ayat Al­lah SWT sebagai bacaan dan jimat. Namun demikian ada juga istilah dukun yang tidak mengamalkan syirik kepada Allah.

Dalil

·          Q. 72:6. Dan bahwasanya ada beberapa orang lelaki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa lelaki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

·          Q. 2:102. Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan­syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengajarkan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerj akan sihir)

 

E. Al Ashnam (Berhala)

 

·          Di dalam Al Quran berhala disebut "awthaanan" atau "ashnam" yaitu segala benda yang tidak memiliki ruh dalam bentuk ukiran kayu atau batu yang dibentuk dan sebagainya (yang dijadikan sembahan).

• Masyarakat sekarang masih ada yang menyembah berhala berupa patung atau benda-benda tertentu. Tindakan demikian secara rasional tidak bisa diterima akal, kenapa sebuah benda tidak mampu bergerak dan tidak bisa mengurusi dirinya sendiri disembah untuk diminta tolong.

·          Agama-agama tertentu masih menyembah berhala dengan menjadikan batu atau patung sebagai sembahannya. Namun demikian yang terbanyak dijadikan sembahan manusia saat ini (sesuatu yang dijadikan tuhan) adalah uang. Uang memang tidak disembah seperti menyembah patung, tetapi sikap dan mental terhadap eksistensi uang tidak bedanya dengan menjadikan uang sebagai tuhan. Uang dijadikan sembahan seperti tergantung kepada uang, berharap kepada uang, dan mengandalkan uang sebagai sesuatu yang dapat membahagiakan hidupnya.

 

Dalil

·         Q. 4:117. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala dan dengan menyembah berhala itu mereka tidak lain hanyalah menyembah Syaitan yang durhaka

·         Q. 14:35-36. Dan (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata:" Ya Tuhanku, jadikanlah negri ini (Mekah) negri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, Sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia.

 

2. As Syirk (Mempersekutukan Allah)

 

·        Risalah Rasulullah SAW adalah agar manusia menyembah Allah dan menjauhi thagut. Kedua prinsip ini tetap dari dahulu hingga sekarang. Kedua hal itu merupakan masalah dasar dalam kehidupan hamba Allah. Pelanggaran terhadap prinsip ini diancam dengan peringatan yang keras dari Allah SWT.

·        Beberapa bahaya mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar, tidak mendapat ampunan, dosa yang besar, kesesatan yang jauh, diharamkan masuk surga, masuk neraka dan dihapuskan amal.

·        Perbuatan syirik adalah perbuatan dosa besar karena telah menjadikan selain Allah sebagai saingan-saingan yang disembah dan diminta tolong. Oleh karena itu bahaya syirik ini sangat besar bagi mereka yang melakukannya.

 

A. Dzulmun ‘Adzhim (Aniaya Yang Besar)

 

·        Allah SWT memberikan peringatan kepada manusia yang menyekutukan Allah sebagai perbuatan zhalim yang besar yang tidak ada ampunan-Nya.

·       Aqidah yang benar adalah aqidah yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya ilah. Menanamkan aqidah yang benar dan memberikan pemahaman bahwa perbuatan syirik adalah kezaliman yang besar sebaiknya dilakukan semenjak masih kecil.

·       Rasul SAW telah mencontohkan kita untuk mengajarkan anak untuk sholat dan beriman kepada Allah. Bahkan bagi anak yang sudah memasuki umur 7 tahun belum sholat dipukul kakinya. Dengan pendidikan Islam sejak dini tidak menjadikan anak melakukan syirik karena telah dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil.

 

Dalil

·       Q.31:13. Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

 

A. Adamul Ghufran (Tidak mendapat ampunan)

 

·       Manusia yang bersalah dan alpa masih bisa dibukakan ampunan oleh Allah yang Maha Pengampun dan Maha Pemurah. Tetapi dalam masalah ini, Allah tidak memberi­kan ampunan bagi mereka yang melakukan dosa syirik.

·          Perbuatan syirik ini mengganggu eksistensi Allah sebagai ilah, sehingga suatu hal yang wajar Allah tidak menyukai orang yang mengganggu otoritas yang dimiliki Nya. Bahkan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik ini selama mereka tidak melakukan tobat dan tidak melaksanakannya lagi. Fir'aun saja yang menyebut la ilaha illallah saat ajal tiba, tidak diterima oleh Allah.

·         Dosa selain syirik adalah dosa yang masih bisa dimaafkan karena tidak mengganggu otoritas dan kekuasaan Allah, seperti berdusta, mencuri, menyakiti orang lain. Akan tetapi perbuatan syirik adalah suatu yang prinsip dan pokok, sehingga syirik dapat menggugurkan semua amalan kita.

Dalil

·        Q. 4:48. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

·        Q. 4:116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan Dia mengam­puni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

 

C. Itsmun `Adhim (Dosa Besar)

 

·        Amalan syirik tergolong di dalam dosa-dosa besar yang telah ditegaskan Allah di dalam Al Quran dan hadits­hadits Rasulullah SAW

·       Sedikit saja melakukan kesalahan dengan mempersekutu­kan Allah maka dosa besar telah menimpanya. Syirik akan mengganggu aqidah seorang muslim. Syirik akan merusak konsekwensi dan pemahaman kepada kalimat aqidah yaitu la ilaha illallah.

·       Para nabi dan rasul semenjak nabi Adam membawa rnisi la ilaha illallah. Kalimat ini suatu prinsip yang menentukan kelslaman seseorang dan yang menentukan amal ibadah

seseorang diterima serta yang menentukan masuk tidakrrya ke surga.

·          Karena begitu besarnya peranan mengesakan Allah dan tidak mempersekutukan Allah, maka perbuatan syirik termasuk dosa yang besar.

Dalil

·          Q. 4:48. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar

 

D. Dhalal Ba'id (Sangat Sesat)

 

·          Apabila manusia mempersekutukan Allah dengan yang lain, maka manusia itu telah berada jauh dari petunjuk yang benar. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Mereka diseret oleh syaitan kepada kegelapan dan jauh dari panduan yang benar.

·          Islam dan bukan Islam ditentukan dari menerima atau tidaknya kalimat la ilaha illallah, yang tidak menerima kalimat tersebut adalah mereka yang melakukan syirik. Mereka yang syirik sangat besar kesesatan yang dialaminya.

·          Syaitan akan membawa kita kepada kesesatan yang jauh sehingga kita terlupakan dan tidak sadar kepada nilai Is­lam yang benar.

Dalil

·          Q. 4:60. Dan syaitan bermaksud menyesatkan dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.

·          Q. 4:116. Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya dia telah tersesat dengan sejauh-jauhnya.

 

E. Hermanul Jannah (Diharamkan Masuk Surga)

 

·          Allah SWT telah bersumpah bahwa siapa yang memper­sekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain maka diharamkan untuknya surga Allah.

·          Balasan yang setimpal dan sesuai dengan mereka yang mereka mempersekutukan Allah adalah neraka. Mempersekutukan Allah maka mereka telah melepaskan dirinya dari sernua perintah Allah dan Allah pun telah membiarkan mereka mengikuti hawa nafsunya. Maka tempat yang sesuai bagi mereka yang syirik adalah neraka.

 

Dalil

·         Q. 5:72. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

 

E Dukhulul Naar (Dimasukkan Ke Neraka)

 

·        Diharamkannya masuk syurga atau dimasukkannya ke dalam neraka merupakan suatu kerugian yang basar. Di akhirat adalah kehidupan yang abadi dan sangat lama sekali dibandingkan dengan kehidupan di dunia. Sehari di dunia sama sengan beratus tahun di akhirat. Dapat dibayangkan apabila di akhirat dimasukkan ke dalam neraka, manakala dalam kehidupan yang singkat di dunia sia-sia pula.

·       Para sahabat nabi mengenal betul, hidup di dunia ini bagaikan permainan dan kehidupan yang sebenarnya adalah akhirat. Oleh karena itu pula para sahabat dan mukminin sangat memperhatikan tabungan-tabungan amal yang diperoleh di dunia untuk kepentingan akhiratnya.

·       Amal baik atau amal shaleh tidak cukup menjamin masuk syurga, sebagai contoh paman Nabi SAW Abu Thalib (ayahnya Ali bin Abi Thalib) yang banyak melakukan kebaikan kepada Nabi SAW Paman Nabi SAW tetap masuk neraka walaupun di neraka yang paling ringan.

 

Dalil

·      Q. 5:72. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

 

G. Ihbatul `Amal (Dihapuskan Amal)

 

·          Mereka yang mempersekutukan Allah berada di dalam kerugian karena atnal kebaikan yang mereka kerjakan akan terhapus.

·          Amal shaleh yang telah dikumpulkan begitu banyak dan begitu lama akan terhapus apabila kita mempersekutukan Allah. Allah tidak tanggung-tanggung rnenghukum mereka yang melawan Allah dengan tandingan-tandingan yang dibuatnya.

·          Kita sebagai manusia akan tersinggung apabila kita tidak diakui sebagai suami atau ayah yang mempunyai otoritas sebagai suami atau ayah. Ketersinggungan ini karena peran dan eksisitensi kita tidak diakui. Allah SWT sebagai satu­satunya ilah, menghendaki kita mengakui Allah sebagai ilah dan meng-ilahkannya demi kebaikan manusia yang menyembahnya.

 

Dalil

·          Q. 39:65. Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah karnu termasuk orang-or­ang yang merugi.

·         Q. 6:88: Seandainya mereka niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

 

Ringkasan Dalil

·         Definisi thagut (Q. 96:6-8, 79:17). segala sesuatu yang

diabdi selai Allah dan dia ridho diibadahi

·         Macam-macam thagut

·         Syetan (Q. 36:60, 4:118, 14:22)

·         Pemerintah zholim (5:44,45,47)

·         Hukum jahiliyah (Q. 4:60, 5:50)

·         Dukun dan tukang sihir (Q. 72:6, 2:102)

·         Berhala (Q. 4:117, 14:35-36)

·         Bahaya syirik mernpersekutukan Allah,

• Kezholiman yang besar (Q. 31:13)

·          Tidak mendapatkan ampunan (Q. 4:48, 116)

·          Dosa yang besar (Q. 4:48)

·          Kesesatan yang jauh (Q. 4:60, 116)

·          Diharamkan syurga (Q. 5:72)

·          Masuk neraka (Q. 5:72)

·         Dihapuskan amal (Q. 39:65, 6:88)

  

No comments:

Post a Comment

Shifatur Rasul