Sinopsis
Pengenalan kepada bentuk-bentuk thagut akan dapat menghindarkan diri dari bahayanya. Sebab fenomena
syirik berkait erat satu dengan yang lain. Jahil (tidak faham) terhadap thagut membuka peluang semua orang untuk
menjadi musyrik. Orang yang faham saja, masih berpeluang besar menjadi musyrik,
apa lagi jahil. Fenomena ini perlu disadari karena hakikat syirik ini amat
besar bahayanya bagi manusia.
Mempersekutukan Allah merupakan pekerjaan yang dilakukan
oleh thagut, mereka tidak saja melakukan untuk dirinya saja tetapi mengajak
orang lain untuk mengamalkan syirk tersebut. Thagut mempunyai arti beragam di
antaranya adalah syetan, pemerintah yang zalim, hukum jahiliyah, dukun atau
tukang sihir dan berhala. Sadar atau tidak sadar, sebagian manusia sangat dekat
dengan ciri-ciri thagut tersebut. Mereka sebagai bagian dari syetan karena
mengamalkan tingkah laku yang jauh dari Islam. Bahkan banyak yang mengamalkan
budaya dan kebiasaan jahiliyah yang saat ini mendominasi kehidupan kita.
Berhubungan dengan dukun dan tempat keramat sebagai satu ritual ibadah tertentu
bagi sekelompok umat Islam Indonesia. Mereka mendatangi kuburan dan meminta
pertolongan serta berdoa kepada manusia yang telah mati dan banyak kebiasaan
lain yang sulit diterima oleh akal sehat. Mana mungkin batu, tanah, kayu atau
orang yang sudah mati dapat mengabulkan permintaan kita kecuali para jin yang
bersifat syetan yang melakukan hal ini. Karena ada jin yang juga muslim seperti
manusia juga.
Bahaya mempersekutukan Allah dengan selain Allah sangat
besar akibatnya di dunia maupun di akhirat. Kejiwaan kita menjadi tidak tenang
dan tidak merdeka karena bergantung kepada sesuatu yang semestinya juga perlu
bergantung kepada yang lain. Bergantung kepada Allah maka semua urusan akan
beres dan selesai. Beberapa bahaya syirik adalah kezaliman yang besar, tidak
mendapat ampunan, dosa yang besar, kesesatan yang jauh, diharamkan masuk surga,
masuk neraka dan dimasukkan dalam neraka. Bahaya-bahaya ini sangat lengkap dan
berat bagi mereka yang syirik.
Bahaya syirik ini begitu hebat
karena mereka telah melakukan suatu kesalahan yang besar yaitu menjadikan
tandingan selain Allah. Suatu hal yang wajar apabila seorang presiden ada
tandingan di daerah kekuasaannya. Begitu juga suatu kekuasaan tidak diakui bahkan
mengakui kepada yang lain. Tugas para nabi dan rasul adalah membebaskan manusia
dari penghambaan kepada sesuatu selain kepada Allah agar mereka menghambakan
dirinya kepada Allah saja. Ketika Islam tegak di Mekah, Nabi SAW langsung saja
merubuhkan semua thagut (berhala) di
sekitar ka'bah.
1. Thaghut (Syetan, Tiran, Orang Yang Melampaui Batas)
·
Adalah Segala sesuatu yang disembah
selain Allah dan sesuatu tersebut ridha (rela) diibadahi (di sembah). Banyak
contoh thagut yang di antaranya
adalah syetan, pemerintah yang zalim, hukum jahiliyah, dukun atau tukang sihir
dan berhala.
·
Thagut juga diartikan sebagai manusia yang
melampaui batas di antara contohnya adalah Fir'aun. Selain sebagai simbol
penguasa zalim yang diktator dan sombong, ia juga sebagai simbol orang yang
melampaui batas. Jenis Fir'aun ini cukup banyak di dunia di antaranya pemimpin
negara yang zalim dan sangat menindas rakyatnya termasuk thagut.
·
Manakala manusia yang melampaui
batas di antaranya Abdullah bin Ubey di zaman Nabi SAW yang dikenal sebagai
bosnya orang munafik. Saat ini, ditemukan mereka yang melampaui batas dengan
cirri meremehkan dan merendahkan Islam bahkan dalam tingkah lakunya menggambarkan
pertentangan dengan nilai Islam. Dapat dilihat dari kebiasaan jahiliyah yang
mengikuti budaya Barat dan kebudayaan jahil lainnya.
Dalil
·
Q. 96:6-8. Ketahuilah! Sesungguhnya
manusia benar-benar melampaui batas karena dia melihat dirinya serba cukup.
Sesungguhnya hanya kepada Tuhan mu-lah kembali (mu)
·
Q. 79 -17: "Pergilah kamu
kepada Fir'aun sesungguhnya dia telah melampaui batas (Thogo)
A. As Syaithan (Syaitan)
·
Syaitan adalah musuh manusia. Ia
mempunyai banyak cara dalam menggoda jiwa manusia. Perbuatannya itu dapat
memberikan dampak keburukan yang besar, kecuali mereka yang dilindungi Allah.
Cara-cara yang digunakannya itu tanpa disadari merasuk kedalarn kelemahan
manusia berupa keinginan dan syahwat.
·
Allah berfirman dalam surat Al
Baqarah ayat 208, agar masuk Islam secara keseluruhan dan jangan ikuti langkah
syetan karena syetan itu musuh yang nyata bagi manusia. Kalaulah demikian,
tentunya kita deklarasikan juga bahwa syetan itu musuh bebuyutan manusia dan
melawannya habis-habisan. Syetanlah yang akan membawa kepada kesesatan dan
kerugian dunia dan akhirat.
• Syetan dalam Al Quran juga
disebutkan berasal dari jin dan manusia. Syetan adalah perbuatan yang sesat dan
bisa dilakukan oleh jin atau manusia. Mereka mempunyai strategi yang
canggih untuk menyesatkan manusia. Bahkan dalam hadits, begitu
banyak Nabi SAW menggambarkan cara-cara mereka menjaunkan umat dari
Islam misalnva dengan menyerupai manusia, pura-pura baik, berpura-pura
menolong kita, pura-pura menjadi orang miskin dan banyak berbagai ulah mereka.
Bahkan Nabi Ibrahim AS pun digoda oleh syetan berbangsa iblis agar
tidak menjalankan perintah Allah menyembelih Ismail AS.
Dalil
·
Q. 36:60. Bukankah Aku telah
memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah
Syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.
B. Al Hakimu Al Ja'ir (Pemerintah
Sesat)
·
Penguasa-penguasa zalim yang tidak
merujuk kepada hukum-hukum dan panduan Allah di dalam melaksanakan
pemerintahannya adalah thagut.
·
Penguasa merupakan pengayom
rakyatnya dan juga yang membawa rakyat hidup sejahtera, aman, damai dan
tenteram. Oleh karena itu, penguasa sangat bertanggung jawab terhadap
rakyatnya. Kegagalan penguasa dalam menjalankan pemerintahannya akan membawa
kehan, curan kepada rakyatnya.
·
Dalam pemerintahan Islam, seperti
Khalifah Umar ketika inspeksi mendadak (sidak) ke rakyatnya ditemukan rakyatnya
yang belum makan beberapa hari, maka kemudian Umar RA bertanggung jawab dengan
mem, berinya makanan yang cukup dan penghidupan.
·
Pemerintahan Islam yang menjadikan
Islam sebagai pedoman akan membawa kebaikan, misalnya pelaksanaan
zakat secara sistem baitul mal akan
menghabiskan kemiskinan serta akan memajukan perekonomian.
·
Apabila pemerintah sesat maka
merupakan bahaya besar yang membawa rakyatnya juga sesat. Allah telah berfirman
bahwa penguasa yang tidak mengambil hukum dengan nilai Islam maka mereka
termasuk yang kafir, zalim dan fasik. Oleh karena itu diperlukan pernerintahan
yang berusaha untuk mencapai kemakmuran rakyat dengan nilai-nilai Islam seperti
keadilan, kebaikan dan kebenaran.
Dalil
·
Q. 5:44. Janganlah kamu takut
kepada manusia, (tetapi) takutlah kepadaKu. Dan janganlah kamu menukar ayatayatKu
dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut
apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang-orang yang kafir.
·
Q. 5:45. Barangsiapa yang tidak
memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang-orang
yang zalim
·
Q. 5:47. Barangsiapa yang tidak
memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu orang-orang
yang Fasiq
C. Al Hukmu Jahili (Hukum
Jahiliah)
·
Termasuk bentuk thagut juga adalah hukum-hukum yang
melampaui batas dan hukum yang bertentangan dengan sesuatu yang telah
ditetapkan Allah.
·
Penguasa yang zalim, diktator,
represif kepada rakyatnya adalah thagut. Oleh
karena itu hukum yang dikeluarkannya pun bernilai zalim yang tidak perlu
diikuti. Kebijakan dan hukum yang dikeluarkan oleh penguasa zalim adalah hukum
jahiliyah. Misalnya aturan di zaman jahiliyah ketika sebelumnya turun wahyu
kepada Nabi SAW adalah membunuh anak wanita atau menguburnya hidup-hidup. Juga
ketika Fir'aun membuat aturan agar anak laki-laki lahir harus dibunuh.
·
Aturan jahiliyah juga terjadi
ketika zaman Suharto, dimana setiap muslimah dilarang menggunakan
berpakaian muslimah. Keadaan ini masih terjadi di beberapa negara
Barat yang kononnya mengagungkan hak asasi manusia. Sementara itu mereka
membiarkan individu yang telanjang dan bertingkah laku merusak
kehidupan sosial.
Dalil
·
Q. 4:60. Mereka hendak berhakim
kepada thagut padahal mereka
diperintah mengingkari thagut itu.
·
Q. 5:50: Apakah hukum Jahiliah yang
mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi
orang-orang yang yakin.
D. Al Kuhanah Wa
Sihr (Dukun dan Tukang Sihir)
·
Amalan-amalan sihir adalah amalan
yang bertentangan dengan Al Quran. Sihir bergantung selain kepada Allah. Amalan
sihir ini dipelopori oleh Iblis laknatullah.
Ia merupakan sebagian bentuk thagut.
·
Perbuatan sihir dan mendatangi
dukun adalah perbuatan syirik yang mempersekutukan tuhan dan tindakan yang amat
dibenci oleh Allah SWT Syirik akan menambah dosa dan kesalahan para pelakunya.
·
Sihir dan dukun berkembang pada
masyarakat yang mempercayai benda atau makhluk mempunyai kekuatan tertentu,
walaupun yang menggerakkannya adalah jin-jin kafir. Ada keberhasilan yang
diperoleh manusia yang menggunakan jin ini tetapi kemudian jin juga meminta
balasan macam-macam dari manusia yang dapat merugikan manusia sendiri.
·
Sihir juga berkembang pada zaman
Nabi SAW, bahkan ayat Al Quran juga dianggap sihir. Begitu juga sihir ini
berkembang di zaman nabi sebelum Nabi SAW. Nabi Musa AS pernah berhadapan
dengan tukang-tukang sihir yang mempertotonkan kehebatannya dengan menggunakan
ular-ular, yang kemudian dikalahkan dengan ular besar yang keluar dari tongkat
nabi sebagai mukjizat dari Allah.
·
Kebiasaannya, sihir ini dipercayai
dan berkembang pada masyarakat yang taqlid dalam beribadah dan tidak
menggunakan rasional. Masyarakat yang masih percaya dengan animisme mempunyai
kebiasaan mempercayai sihir.
·
Di Indonesia, juga terdapat
masyarakat yang beragama Islam mempercayai datang ke kuburan dan tempat-tempat
keramat untuk berdoa dan mendapatkan wangsit, mereka juga melakukan ibadah
ruwatan. Bahkan di antaranya mengamalkan perbuatan yang syirik misalnya meminta
sesuatu ke laut, ke gunung dan sebagainya.
·
Dukun juga banyak berkedok sebgai
tukang obat atau orang pintar yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Padahal
mereka menggunakan kekuatan jin untuk menipu manusia, walaupun terkadang
menggunakan ayat-ayat Allah SWT sebagai bacaan dan jimat. Namun demikian ada
juga istilah dukun yang tidak mengamalkan syirik kepada Allah.
Dalil
·
Q. 72:6. Dan bahwasanya ada
beberapa orang lelaki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa
lelaki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
·
Q. 2:102. Mereka mengikuti apa yang
dibaca oleh syaitansyaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan
bahwa Sulaiman itu mengajarkan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak
mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerj akan
sihir)
E. Al Ashnam (Berhala)
·
Di dalam Al Quran berhala disebut "awthaanan" atau "ashnam" yaitu segala benda
yang tidak memiliki ruh dalam bentuk ukiran kayu atau batu yang dibentuk dan
sebagainya (yang dijadikan sembahan).
• Masyarakat sekarang masih ada
yang menyembah berhala berupa patung atau benda-benda tertentu. Tindakan
demikian secara rasional tidak bisa diterima akal, kenapa sebuah benda tidak
mampu bergerak dan tidak bisa mengurusi dirinya sendiri disembah untuk diminta
tolong.
·
Agama-agama tertentu masih
menyembah berhala dengan menjadikan batu atau patung sebagai sembahannya. Namun
demikian yang terbanyak dijadikan sembahan manusia saat ini (sesuatu yang
dijadikan tuhan) adalah uang. Uang memang tidak disembah seperti menyembah
patung, tetapi sikap dan mental terhadap eksistensi uang tidak bedanya dengan
menjadikan uang sebagai tuhan. Uang dijadikan sembahan seperti tergantung
kepada uang, berharap kepada uang, dan mengandalkan uang sebagai sesuatu yang
dapat membahagiakan hidupnya.
Dalil
·
Q. 4:117. Yang mereka sembah selain
Allah itu, tidak lain hanyalah berhala dan dengan menyembah berhala itu mereka
tidak lain hanyalah menyembah Syaitan yang durhaka
·
Q. 14:35-36. Dan (Ingatlah), ketika
Ibrahim berkata:" Ya Tuhanku, jadikanlah negri ini (Mekah) negri yang
aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah
berhala-berhala. Ya Tuhanku, Sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan
kebanyakan dari manusia.
2. As Syirk
(Mempersekutukan Allah)
·
Risalah Rasulullah SAW adalah agar
manusia menyembah Allah dan menjauhi thagut. Kedua prinsip ini tetap dari
dahulu hingga sekarang. Kedua hal itu merupakan masalah dasar dalam kehidupan
hamba Allah. Pelanggaran terhadap prinsip ini diancam dengan peringatan yang
keras dari Allah SWT.
·
Beberapa bahaya mempersekutukan
Allah adalah kezaliman yang besar, tidak mendapat ampunan, dosa yang besar,
kesesatan yang jauh, diharamkan masuk surga, masuk neraka dan dihapuskan amal.
·
Perbuatan syirik adalah perbuatan
dosa besar karena telah menjadikan selain Allah sebagai saingan-saingan yang
disembah dan diminta tolong. Oleh karena itu bahaya syirik ini sangat besar
bagi mereka yang melakukannya.
A. Dzulmun ‘Adzhim (Aniaya Yang
Besar)
· Allah SWT memberikan peringatan kepada manusia
yang menyekutukan Allah sebagai perbuatan zhalim yang besar yang tidak ada
ampunan-Nya.
· Aqidah yang benar
adalah aqidah yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya ilah.
Menanamkan aqidah yang benar dan memberikan pemahaman bahwa perbuatan syirik
adalah kezaliman yang besar sebaiknya dilakukan semenjak masih kecil.
· Rasul SAW telah
mencontohkan kita untuk mengajarkan anak untuk sholat dan beriman kepada Allah.
Bahkan bagi anak yang sudah memasuki umur 7 tahun belum sholat dipukul kakinya.
Dengan pendidikan Islam sejak dini tidak menjadikan anak melakukan syirik karena
telah dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil.
Dalil
· Q.31:13. Dan
ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: “Hai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
A. Adamul Ghufran (Tidak mendapat
ampunan)
· Manusia yang
bersalah dan alpa masih bisa dibukakan ampunan oleh Allah yang Maha Pengampun
dan Maha Pemurah. Tetapi dalam masalah ini, Allah tidak memberikan ampunan
bagi mereka yang melakukan dosa syirik.
·
Perbuatan syirik ini mengganggu
eksistensi Allah sebagai ilah, sehingga
suatu hal yang wajar Allah tidak menyukai orang yang mengganggu otoritas yang
dimiliki Nya. Bahkan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik ini selama mereka
tidak melakukan tobat dan tidak melaksanakannya lagi. Fir'aun saja yang
menyebut la ilaha illallah saat ajal
tiba, tidak diterima oleh Allah.
·
Dosa selain syirik adalah dosa yang
masih bisa dimaafkan karena tidak mengganggu otoritas dan kekuasaan Allah,
seperti berdusta, mencuri, menyakiti orang lain. Akan tetapi perbuatan syirik
adalah suatu yang prinsip dan pokok, sehingga syirik dapat menggugurkan semua
amalan kita.
Dalil
·
Q. 4:48. Sesungguhnya Allah tidak
mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik
itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
·
Q. 4:116. Sesungguhnya Allah tidak
mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa
yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
C. Itsmun `Adhim (Dosa Besar)
·
Amalan syirik tergolong di dalam
dosa-dosa besar yang telah ditegaskan Allah di dalam Al Quran dan haditshadits
Rasulullah SAW
·
Sedikit saja melakukan kesalahan
dengan mempersekutukan Allah maka dosa besar telah menimpanya. Syirik akan
mengganggu aqidah seorang muslim. Syirik akan merusak konsekwensi dan pemahaman
kepada kalimat aqidah yaitu la ilaha
illallah.
·
Para nabi dan rasul semenjak nabi
Adam membawa rnisi la ilaha illallah. Kalimat
ini suatu prinsip yang menentukan kelslaman seseorang dan yang menentukan amal
ibadah
seseorang diterima serta yang
menentukan masuk tidakrrya ke surga.
·
Karena begitu besarnya peranan
mengesakan Allah dan tidak mempersekutukan Allah, maka perbuatan syirik
termasuk dosa yang besar.
Dalil
·
Q. 4:48. Barang siapa
mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar
D. Dhalal Ba'id (Sangat Sesat)
·
Apabila manusia mempersekutukan
Allah dengan yang lain, maka manusia itu telah berada jauh dari petunjuk yang
benar. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Mereka diseret oleh syaitan
kepada kegelapan dan jauh dari panduan yang benar.
·
Islam dan bukan Islam ditentukan
dari menerima atau tidaknya kalimat la ilaha illallah, yang tidak menerima
kalimat tersebut adalah mereka yang melakukan syirik. Mereka yang syirik sangat
besar kesesatan yang dialaminya.
·
Syaitan akan membawa kita kepada
kesesatan yang jauh sehingga kita terlupakan dan tidak sadar kepada nilai Islam
yang benar.
Dalil
·
Q. 4:60. Dan syaitan bermaksud
menyesatkan dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.
·
Q. 4:116. Barangsiapa yang
mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sesungguhnya dia telah tersesat
dengan sejauh-jauhnya.
E. Hermanul Jannah (Diharamkan Masuk Surga)
·
Allah SWT telah bersumpah bahwa
siapa yang mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain maka diharamkan
untuknya surga Allah.
·
Balasan yang setimpal dan sesuai
dengan mereka yang mereka mempersekutukan Allah adalah neraka. Mempersekutukan
Allah maka mereka telah melepaskan dirinya dari sernua perintah Allah dan Allah
pun telah membiarkan mereka mengikuti hawa nafsunya. Maka tempat yang sesuai
bagi mereka yang syirik adalah neraka.
Dalil
·
Q. 5:72. Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya
surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu
seorang penolongpun.
E Dukhulul Naar (Dimasukkan
Ke Neraka)
·
Diharamkannya masuk syurga atau
dimasukkannya ke dalam neraka merupakan suatu kerugian yang basar. Di akhirat
adalah kehidupan yang abadi dan sangat lama sekali dibandingkan dengan
kehidupan di dunia. Sehari di dunia sama sengan beratus tahun di akhirat. Dapat
dibayangkan apabila di akhirat dimasukkan ke dalam neraka, manakala dalam
kehidupan yang singkat di dunia sia-sia pula.
·
Para sahabat nabi mengenal betul,
hidup di dunia ini bagaikan permainan dan kehidupan yang sebenarnya adalah
akhirat. Oleh karena itu pula para sahabat dan mukminin sangat memperhatikan
tabungan-tabungan amal yang diperoleh di dunia untuk kepentingan akhiratnya.
·
Amal baik atau amal shaleh tidak
cukup menjamin masuk syurga, sebagai contoh paman Nabi SAW Abu Thalib (ayahnya
Ali bin Abi Thalib) yang banyak melakukan kebaikan kepada Nabi SAW Paman Nabi
SAW tetap masuk neraka walaupun di neraka yang paling ringan.
Dalil
·
Q. 5:72. Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya
surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu
seorang penolongpun.
G. Ihbatul `Amal (Dihapuskan Amal)
·
Mereka yang mempersekutukan Allah
berada di dalam kerugian karena atnal kebaikan yang mereka kerjakan akan
terhapus.
·
Amal shaleh yang telah dikumpulkan
begitu banyak dan begitu lama akan terhapus apabila kita mempersekutukan Allah.
Allah tidak tanggung-tanggung rnenghukum mereka yang melawan Allah dengan
tandingan-tandingan yang dibuatnya.
·
Kita sebagai manusia akan
tersinggung apabila kita tidak diakui sebagai suami atau ayah yang mempunyai
otoritas sebagai suami atau ayah. Ketersinggungan ini karena peran dan
eksisitensi kita tidak diakui. Allah SWT sebagai satusatunya ilah, menghendaki kita mengakui Allah
sebagai ilah dan meng-ilahkannya demi
kebaikan manusia yang menyembahnya.
Dalil
·
Q. 39:65. Jika kamu mempersekutukan
Allah, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah karnu termasuk orang-orang
yang merugi.
·
Q. 6:88: Seandainya mereka niscaya
lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
Ringkasan Dalil
·
Definisi thagut (Q. 96:6-8, 79:17).
segala sesuatu yang
diabdi selai Allah dan dia ridho
diibadahi
·
Macam-macam thagut
·
Syetan (Q. 36:60, 4:118, 14:22)
·
Pemerintah zholim (5:44,45,47)
·
Hukum jahiliyah (Q. 4:60, 5:50)
·
Dukun dan tukang sihir (Q. 72:6,
2:102)
·
Berhala (Q. 4:117, 14:35-36)
·
Bahaya syirik mernpersekutukan
Allah,
• Kezholiman yang besar (Q. 31:13)
·
Tidak mendapatkan ampunan (Q. 4:48,
116)
·
Dosa yang besar (Q. 4:48)
·
Kesesatan yang jauh (Q. 4:60, 116)
·
Diharamkan syurga (Q. 5:72)
·
Masuk neraka (Q. 5:72)
·
Dihapuskan amal (Q. 39:65, 6:88)
No comments:
Post a Comment