Posts

Showing posts from 2023

KH. Hilmi Aminuddin: Bi’ah Da’wiyah Shalihah

  Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Upaya mewujudkan dan memelihara  bi’ah da’wiyah shalihah  harus ditopang oleh adanya unsur  bi’ah ruhiyah ta’abudiyah, bi’ah ilmiyah fikriyah dan bi’ah harakiyah da’wiyah . Bila  bi’ah da’wiyah shalihah  dengan ketiga unsur penopangnya bisa selalu kita pelihara, insya Allah dengan pertolongan-Nya dapat menjadikan setiap pertemuan dalam Majelis Syura ini sebagai wadah dan sarana untuk meningkatkan  kualitas da’wah, jama’ah  dan sekaligus  kualitas ketaatan . Namun tentu saja hal itu memerlukan tekad, i’tikad dan kesungguh-sungguhan dari diri kita sendiri sebagai anggota majelis syura untuk menjadikan jalasahnya sebagai wadah dan sarana  tarqiyah . Alhamdulillah ditilik dari segi SDM, para personil majelis syura terpilih memiliki kafa’ah dan pengalaman yang beragam yang insya Allah dapat membackup proses  irtiqa  diri, da’wah dan jama’ah  kita. Selain itu...

Kontribusi Terhadap Dakwah

  Oleh: Tim kajian dakwah alhikmah alhikmah.ac.id -  Pada dasarnya umat manusia menginginkan perubahan dalam hidupnya. Baik secara individual maupun kolektif. Dan ajaran Islam memberikan konsep yang jelas untuk mencapainya. Yakni perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Kondisi ke arah itu hanya dapat dilakukan melalui penataan dakwah dengan sebaik-baiknya. Upaya untuk mencapai perubahan umat ini, dakwah tidak dapat mengandalkan kekuatan di luar kemampuan manusia. Sekalipun orang beriman mengakui adanya kekuatan-kekuatan di luar kemampuan manusia yang dapat mempengaruhi kekuatan dirinya. Untuk meraih terwujudnya cita-cita perjuangan dakwah, kontribusi aktivis dakwah menjadi kunci utamanya. Dengannya kemudahan-kemudahan dakwah akan datang menyertai perjuangan mulia tersebut. Sehingga kontribusi dalam dakwah merupakan suatu tuntutan atau keniscayaan. Kontribusi Dakwah Merupakan Keniscayaan Dalam Perjuangan (Hatmiyatun Harakiyah) Kontribusi dalam dakwah adalah me...

Risalah Kepada Para Pemuda dan Secara Khusus Kepada Para Mahasiswa

  Bismillahirrahmanirrrahim Alah SWT berfirman:   قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ . قُلْ مَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ . قُلْ إِنَّ رَبِّي يَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ . قُلْ إِنْ ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَى نَفْسِي وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ   “Katakanlah, ‘Sesunguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri, kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) adzab yang keras.’ Katakanlah, ‘Upah apapun ya...