Monday, April 13, 2026

Tafsir Surah Al-A'la - An-Nas

  

Surat Al-A'la

Surat ini Makkiyah, terdiri dari 19 ayat. Kandungannya adalah perintah untuk bertasbih dan mensucikan Allah. Juga agar Nabi saw. mengingatkan serta menjelaskan sifat-sifat orang yang membersihkan diri dari daki maksiat dan cinta dunia.

بسم الله الرحمن الرحيم

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ ١ الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ ٢ وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ ٣ وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ ٤ فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ ٥ سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ ٦ اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ ٧ وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ ٨ فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ ٩ سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ ١٠ وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ ١١ الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ ١٢ ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ ١٣ قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ ١٤ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ ١٥ بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ ١٦ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ ١٧ اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ ١٨ صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ ١٩

1.     Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi,

2.     Yang Menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

3.     Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

4.     Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,

5.     Lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

6.     Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa,

7.     Kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

8.     Dan kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah,

9.     Oleh sebab itu berikanlah peringatan Karena peringatan itu bermanfaat,

10.  Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

11.  Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.

12.  (yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).

13.  Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

14.  Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

15.  Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

16.  Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.

17.  Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

18.  Sesungguhnya Ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

19.  (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. At-Tasbih artinya membersihkan dan mengagungkan Allah dari apa yang tidak layak bagi-Nya.
  2. Allah menjadikannya sama dalam kesempurnaan.
  3. Allah menjadikan semuanya berada pada ketentuannya.
  4. Menghadapkan semua makhluk ke arah-Nya.
  5. Rusak dan tercabik-cabik.
  6. Yang lebih dekat ke warna hitam.
  7. Memudahkanmu menuju kebaikan.
  8. Sampaikan risalahmu ini kepada mereka dan nasihati mereka.
  9. Yang takut kepada Tuhannya.
  10. Yang menderita dan kafir.
  11. Mensucikan diri.
  12. Khusyu' dan tunduk kepada Allah.
  13. Mengutamakan.
  14. Kitab-kitab yang turun sebelum Al-Qur'an.

 

  1. سَبِّحِ
  2. فَسَوّٰىۖ
  3. قَدَّرَ
  4. فَهَدٰىۖ
  5. الْمَرْعٰىۖ
  6. اَحْوٰىۖ
  7. وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ
  8. فَذَكِّرْ
  9. مَنْ يَّخْشٰىۙ
  10. الْاَشْقَىۙ
  11. مَنْ تَزَكّٰىۙ
  12. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ
  13. ؤْثِرُوْنَ
  14. الصُّحُفِ

Syarah

Sucikan nama Tuhanmu dan bersihkan dari kekurangan. Lalu tinggikan Dia dari apa yang tidak sesuai dengan-Nya, atau dari menjadikan makhluk sebagai serikat dan pesaing-Nya. Nama adalah apa yang membuat sesuatu bisa dikenal. Sedangkan Allah dikenali dengan sifat-sifat-Nya.

Sedang Dzat-Nya yang suci lebih tinggi dari semua dugaan dan akal. Manusia mengenal Allah sebagai Dzat yang Maha Mengetahui, Maha Penguasa, Yang Dituju, Yang Tunggal dan Esa. Yang Sendiri dan Tempat Bergantung serta bebas dari kekurangan. Maha Tinggi dari sekutu, istri, dan anak. Agung urusan-Nya dan suci nama-Nya. Nama tersebut, yakni sifat-sifat yang dengan-Nya Allah dikenali. Dia sendiri yang memberi sifat bahwa Allah Pemilik keagungan dan kemuliaan. Dialah yang wajib kita sucikan dan kita kultuskan karena Dia yang menciptakan semua makhluk. Allah menyempurnakan ciptaan-Nya dan menempatkannya pada aturan yang paten selaras, tiada kerancuan dan kekurangan, termasuk yang ada di alam semesta ini, baik berupa racun maupun bakteri. Semuanya berada pada undang-undang yang sempurna, kerja yang paripurna, dan ketentuan yang bagus. Dialah yang menentukan apa yang bermanfaat bagi makhluk-Nya. Menunjukkan arah kepada-Nya dan membimbingnya agar dapat mengambil manfaat darinya dengan tabiat dan insting yang Allah ciptakan untuknya.

Dialah yang mengeluarkan rerumputan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang menjadi makanan bagi manusia dan binatang. Setelah ditumbuhkan tumbuhan itu dijadikan kering, rusak, dan warnanya kehitam-hitaman agar menjadi santapan bagi binatang. Ini menjadi bukti adanya kehidupan setelah kematian. Allah juga yang memuliakan manusia dengan menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi saw. serta berjanji akan membacakannya kepada Nabi, maka beliau tidak lupa.

اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ ١٧

"Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya." (Al-Qiyamah: 17).

Kecuali jika Allah berkehendak lain. Semua berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Semuanya tunduk kepada perintah-Nya. Allah mengetahui yang nampak dan tersembunyi. Yang menunjukkanmu (Muhammad) kepada syariat yang toleran dan mudah, yang tidak ada kesulitan untuk menerimanya.

Jika masalahnya adalah kewajiban mensucikan Al-Haq Tabaraka wa Ta'ala dari semua kekurangan. Karena Allah yang menciptakan semua makhluk dan menyempurnakannya. Menentukan untuknya apa yang bermanfaat dan menunjukkannya dengan tabiat dan instingnya, yang menganugerahkan tumbuh-tumbuhan yang hijau maupun yang layu. Menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan berjanji untuk memeliharanya. Al-Qur'an sebagai syariat yang toleran dan mudah. Jika demikian, berilah peringatan dan nasihat, hai Muhammad, kepada manusia dengan Al-Qur'an. Ketahuilah bahwa manusia itu ada dua macam: kelompok yang menjadi baik dengan nasihat dan kelompok yang nasihat tidak ada manfaatnya bagi mereka. Orang yang di dalam hatinya ada semacam rasa takut kepada Allah dan keimanan kepada yang gaib akan mendapat pelajaran darinya. Sementara orang malang yang hatinya tertutup akan dijauhkan darinya, dia yang tidak beriman kepada Allah dan yang gaib. Orang tersebut akan masuk neraka yang apinya menyala-nyala. Api besar yang ada di hari Kiamat. Sementara api dunia, betapapun adanya, ia kecil. Di dalam neraka itu ia tidak mati dan tidak hidup, namun senantiasa disiksa dengan siksaan yang pedih, di dalamnya ia juga tidak hidup seperti kehidupan yang disukainya.

Ini tidak mengherankan, sebab orang yang mensucikan dirinya dari daki kemaksiatan serta kotoran ibadah kepada hawa nafsu dan berhala akan beruntung.

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ ١ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خٰشِعُوْنَ ٢ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ ٣

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada bergun." (Al-Mukminun: 1-3).

Beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan merugilah yang mengotorinya dengan kemaksiatan. Jayalah orang yang membersihkan jiwanya dan mengingat Tuhannya, lalu ia tunduk dan patuh kepada-Nya. Ia mengingat Tuhannya lalu gemetar hatinya, terguncang jiwanya, dan berair matanya. Setelah itu ia mengerjakan amal shalih yang bermanfaat baginya.

Pada ayat tersebut tersirat ada penyakit yang tersembunyi dan penyebab hakiki seseorang melakukan kemaksiatan serta penyebab orang kafir melakukan kekafiran. Penyebabnya adalah mengutamakan dunia daripada akhirat dan cinta dunia yang fana ini. Karena cinta dunia merupakan inti semua kesalahan. Mencintai dunia artinya anda menyembahnya dan mengorbankan diri dalam melayaninya. Padahal akhirat itu lebih baik daripada dunia dan lebih kekal bagi anda. Maka jangan sampai anda mengambil dunia selain yang anda pergunakan untuk melakukan amal shalih. Sekali lagi, akhirat itu lebih baik dan lebih abadi.

Jangan sampai anda mengira bahwa Muhammad membawa hal baru. Tidak, syariah Muhammad saw. itu ada pada kitab terdahulu, kitab Ibrahim dan Musa. Semuanya mentauhidkan Allah, mensucikan-Nya, dan mengakui hari Kebangkitan serta membenarkan semua rasul.

----oo0oo----

Surat Al-Ghasyiyah

Surat Al-Ghasyiyah makkiyyah, terdiri dari 26 ayat. Surat ini berbicara tentang Al-Ghasyiyah (hari Kiamat). Terhadap hari ini manusia terbagi menjadi dua kelompok: sekelompok berada di surga dan sekelompok lain di Sa'ir. Setelah itu surat ini mengalihkan pandangan kepada peninggalan terdalulu dan menjumpai Nabi serta memerintahkannya agar memberi peringatan juga menjelaskan bahwa tempat kembali hanyalah kepada Allah.

بسم الله الرحمن الرحيم

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ ١ وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ ٢ عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ ٣ تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ ٤ تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ ٥ لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ ٦ لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ ٧ وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ ٨ لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ ٩ فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ ١٠ لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ ١١ فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ ١٢ فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ ١٣ وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ ١٤ وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ ١٥ وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ ١٦ اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ ١٧ وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ ١٨ وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ ١٩ وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ ٢٠ فَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ ٢١ لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ ٢٢ اِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ ٢٣ فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَابَ الْاَكْبَرَۗ ٢٤ اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ ٢٥ ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ ࣖ ٢٦

1.  Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan?

2.  Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,

3.  Bekerja keras lagi kepayahan,

4.  Memasuki api yang sangat panas (neraka),

5.  Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.

6.  Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

7.  Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

8.  Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

9.  Merasa senang Karena usahanya,

10.  Dalam surga yang tinggi,

11.  Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.

12.  Di dalamnya ada mata air yang mengalir.

13.  Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,

14.  Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),

15.  Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

16.  Dan permadani-permadani yang terhampar.

17.  Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,

18.  Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

19.  Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

20.  Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

21.  Maka berilah peringatan, Karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

22.  Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

23.  Tetapi orang yang berpaling dan kafir,

24.  Maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

25.  Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,

26.  Kemudian Sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

 

  1. Maksudnya adalah hari Kiamat, karena hari itu menutupi manusia dengan azab yang pedih.
  2. Hina.
  3. Merasakan panasnya.
  4. Sangat panas.
  5. Duri yang tidak ada manfaatnya.
  6. Sia-sia dan tidak ada gunanya.
  7. Mata air yang tidak pernah berhenti alirannya.
  8. Jamak dari Sarir, tempat tidur.
  9. Jamak dari Kuub, artinya gelas.
  10. Jamak dari Namriqah, artinya bantal
  11. Jamak dari Zarbiy, permadani yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, ada yang berwarna merah, kuning, dan hijau.
  12. Menguasai.
  13. Tempat kembali mereka.

1.                 الْغَاشِيَةِۗ

2.                 خَاشِعَةٌ

3.                 نَّاصِبَةٌ

4.                 حَامِيَةً

5.                 ضَرِيْعٍۙ

6.                 لَاغِيَةً

7.                 عَيْنٌ جَارِيَةٌ

8.                 سُرُرٌ

9.                 اَكْوَابٌ

10.              نَمَارِقُ

11.              زَرَابِيُّ

12.              بِمُصَيْطِرٍۙ

13.                 اِيَابَهُمْ

Syarah

Apakah kamu mendengar kisah tentang hari yang agung itu?[1] Pada hari itu manusia diliputi azab, wajah mereka dibakar api. Pada hari itu manusia terbagi menjadi dua kelompok:

1. Satu kelompok yang wajah mereka diliputi siksa, yang tunduk lagi hina. Dulu ketika di dunia lelah bekerja, namun sekarang tidak mendapatkan apa-apa.

وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا

"Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (Al-Furqan: 23).

Setelah itu mereka memasuki neraka dan merasakan panasnya karena amal buruk yang pernah mereka lakukan. Jika haus, mereka diberi minum dari mata air yang sangat panas. Lalu ketika perut mereka sakit dan merasa lapar, dibawakan untuk mereka makanan yang terbuat dari nanah, yang tidak berguna bagi daging, tidak bisa menghilangkan rasa lapar, dan tidak ada gunanya.

Gambaran ini untuk mendekatkan sebuah realita ke dalam benak. Karena neraka dan siksanya itu, mudah-mudahan kita dijaga Allah darinya, di atas semua yang bisa dibayangkan akal pikiran. Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu itu disediakan bagi orang-orang kafir.

2. Sedangkan kelompok kedua: kelompok ahli surga, wajah-wajah mereka pada hari itu penuh dengan kenikmatan, indah luar biasa. Sementara para pemilik wajah itu diridhai dengan semua usaha mereka di dunia. Mereka berbahagia karena telah melakukan amal shalih dan melaksanakan kewajiban. Berada di surga yang tinggi tempat dan sifatnya, atau tinggi bangunannya, juga tiangnya. Di dalamnya mereka tidak pernah mendengar ucapan sia-sia dan dosa. Adalah ucapan yang enak didengar. Candanya indah tidak ada yang sia-sia.

Lihatlah gambaran ahli surga, mereka berbahagia dan ridha terhadap amal perbuatan mereka di dunia. Mereka di surga yang tinggi. Di sana mereka tidak mendengar kata-kata sia-sia, seperti yang anda saksikan dalam kehidupan orang-orang kaya dan mewah. Di surga yang tinggi itu ada mata air yang airnya tidak pernah berhenti mengalir dan sumbernya tidak pernah kering. Ada singgasana tinggi yang disediakan untuk duduk atau tidur. Ada gelas-gelas yang tersedia untuk minum. Ada bantal yang diletakkan di sofa-sofa. Ada permadani indah dengan warna-warnanya yang indah dan terhampar. Jelasnya, di sana terdapat apa disukai jiwa dan nyaman di mata, kekal abadi mreraka di sana.

Ini tidaklah mengherankan. Tidakkah mereka melihat bagaimana unta diciptakan? ([2]) Diciptakan binatang itu dengan bentuk yang sangat indah menunjukkan bahwa Penciptanya Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Tidakkah engkau lihat lehernya yang panjang itu? Kepada sepatu dan kakinya, bagaimana ia dipersiapkan untuk berjalan menempuh gurun pasir. Juga kepada lambungnya bagaimana ia diciptakan dengan bentuk yang bisa menampung air untuk beberapa hari lamanya? Tidakkah mereka melihat bagaimana langit (awan) ditinggikan dan digantung di udara dengan kecepatan bergerak dan berkumpulnya?

Atau tidakkah mereka melihat gunung, bagaimana ia ditancapkan seperti bendera sebagai petunjuk orang berjalan dan tempat bernaung orang yang ketakutan. Sebagai tempat tujuan para pendaki dan petualang. Tidakkah mereka melihat bagaimana bumi dihamparkan serta digelar untuk kehidupan. Penggabungan unta, langit, gunung, dan bumi dalam satu tema karena nama-nama itu merupakan urutan-urutan penting menurut orang-orang Arab sebagai obyek bicara Al-Qur'an Al-Karim. Bukankah itu semua menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jika begitu, berilah mereka peringatan, ya Muhammad. Ajak mereka memikirkan kerajaan Allah agar mereka sadar. Engkau jangan putus asa menghadapi mereka, sebab engkau hanya memberi peringatan. Engkau tidak menguasai hati mereka. Yang memiliki hati mereka adalah Allah. Dialah yang mampu menggiring mereka ke dalam keimanan. Engkau tidak menguasai mereka selain yang berpaling. Terhadap orang seperti ini Allah akan mengangkatmu untuk menguasai mereka. Atau dengan pengertian lain, engkau tidak dapat menguasai mereka, dan orang-orang yang berpaling akan disiksa Allah dengan siksa yang pedih. Sebab Allah adalah tempat kembali mereka dan yang meminta pertanggung-jawaban mereka.

---oo0oo---

Surat Al-Fajr

بسم الله الرحمن الرحيم

وَالْفَجْرِۙ ١ وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ ٢ وَّالشَّفْعِ وَالْوَتْرِۙ ٣ وَالَّيْلِ اِذَا يَسْرِۚ ٤ هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍۗ ٥ اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ ٦ اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ ٧ الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ ٨ وَثَمُوْدَ الَّذِيْنَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِۖ ٩ وَفِرْعَوْنَ ذِى الْاَوْتَادِۖ ١٠ الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ ١١ فَاَكْثَرُوْا فِيْهَا الْفَسَادَۖ ١٢ فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ ١٣ اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ ١٤

1.  Demi fajar,

2.  Dan malam yang sepuluh,

3.  Dan yang genap dan yang ganjil,

4.  Dan malam bila berlalu.

5.  Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

6.  Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?

7.  (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi,

8.  Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

9.  Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah,

10.  Dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

11.  Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

12.  Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

13.  Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

14.  Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Waktu di mana cahaya mulai muncul dan menyibak kegelapan.
  2. Malam-malam pertama setiap bulan di mana cahayanya mengalahkan kegelapan, tidak ada pemastian di sini, makanya menggunakan ungkapan nakirah (indefinitif).
  3. Malam yang genap dan yang ganjil.
  4. Kemudahan, ia datang lalu diterima.
  5. Akal.
  6. Kabilah Arab kuno, nabi mereka bernama Hud. Mereka tinggal di bukit-bukit selatan Jazirah Arab.
  7. Julukan untuk kabilah tersebut.
  8. Bangunannya tinggi, menandakan kesejahteraan dan kemudahan.
  9. Kabilah Arab kuno yang tinggal di batu-batu antara Syam dan Hijaz, nabi mereka bernama Shalih.
  10. Memotong dan memahat batu.
  11. Raja Mesir.
  12. Bangunan kokoh bagai pasak yang menghujam ke bumi.
  13. Melampaui batas.
  14. Hukuman turun kepada mereka.
  15. Sauth terbuat dari kulit yang diikat ujungnya untuk mencambuk. Di sini maksudnya azab yang turun kepada mereka.
  16. Artinya tempat untuk mengintai untuk melihat gerak-gerik orang, baik maupun buruk.
  1. والفجر
  2. وليال عشر

 

 

  1. والشفع والوتر
  2. يسر
  3. حجر
  4. عاد
  5. إرم
  6. ذات العماد
  7. ثمود
  8. جابوا
  9. فرعون
  10. ذي الأوتاد
  11. طغوا
  12. فصب
  13. سوط عذاب
  14. لبالمرصاد

 

Syarah

Allah Al-Haq bersumpah dengan fajar, waktu di mana cahaya mulai nampak untuk mengusir kegelapan malam. Waktu di masa Shubuh mulai tersingkap cahayanya agar siangnya tampil. Manusia serta hewan bertebaran, juga burung dan binatang buas. Masing-masing mencari rezki dan karunia Allah. Allah juga bersumpah dengan sepuluh malam pada setiap bulan. Kala itu masih ada kegelapan lalu bulan dengan sinarnya mengalahkannya hingga menanggalkan tabirnya. Juga bersumpah dengan malam genap dan ganjil. Lalu bersumpah dengan malam dengan tirainya yang menutup alam semesta dan siang pun bersembunyi.

Kemudian cahaya menyingsing di cakrawala. Allah juga bersumpah dengan seluruh alam agar pandangan manusia melihat keajaibannya dan kemampuan Allah, agar mereka berpikir. Dia juga bersumpah bahwa orang-orang kafir pasti berada dalam genggaman Yang Maha Kuat lagi Maha Kuasa, untuk menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih sebagaimana Dia telah menyiksa bangsa lain yang kafir dan mendustakan-Nya. Sungguh, kerugianlah yang menjadi balasan mereka. Inilah berita mereka…

Tidakkah kau melihat apa yang dilakukan Tuhanmu kepada kaum 'Ad setelah mengutus Hud kepada mereka, lalu mereka mendustakan dan mengingkari Allah. Sedangkan Iram, yang merupakan julukan bangsa itu. Mereka tinggal di rumah yang terbuat dari rambut, tinggi tiangnya dan dindingnya kuat. Tidak ada yang dapat menandinginya dan tidak ada yang bisa membuatnya sebelum mereka. Juga tidak ada yang lebih kuat dan lebih banyak daripada mereka. Allah telah menceritakan berita tentang 'Ad, Tsamud, dan Fir'aun lebih rinci lagi di surat lain. Seperti surat Al-Haqqah dan lain-lain.

Sedangkan kaum Tsamud yang memahat gunung untuk rumah, mereka sangat langka. Memotong batu lalu memahatnya sebagai bangunan untuk mereka tinggal. Ini merupakan kesaksian bagi mereka yang memiliki kekuatan kerja dan keluasan pikiran. Sedangkan Fir'aun, tahukah kamu siapa Fir'aun itu? Raja Mesir dan pemilik kekuatan serta kekuasaan di mana ia pernah berkata, "Akulah Tuhan kalian yang Maha Tinggi." Sedangkan kaumnya memiliki kehebatan teknologi dan arsitektur hingga mereka dapat mendirikan piramid dan membuat patung-patung. Betapa tepatnya mengungkapkan hal itu dengan,

ذِيْ الأَوْتَادِ

"Yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak."

Yakni bangunan kokoh kuat layaknya pasak yang menancap di ke perut bumi. Jika melihat piramid, kita akan melihatnya seperti pasak terbalik. Mereka semua melampaui batas di negeri itu dengan membuat banyak kerusakan. Maka Allah menurunkan siksaan dunia kepada mereka yang menyerupai cambukan cemeti yang bertubi-tubi. Sungguh tepat firman Allah,

فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍۖ ١٣

"Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab."

Allah menggambarkan semua bentuk siksaan dengan cambukan cemeti yang merupakan simbol siksaan pedih. Jika Allah menyiksa suatu kaum, itu karena apa yang mereka lakukan.

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِۗ ١٤

"Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi."

Dia yang membalas orang karena kesalahannya dan tidak seorang pun yang bisa lolos serta tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya, baik di bumi maupun di langit. Maka tenanglah kalian, wahai orang-orang Islam. Besok, masing-masing orang akan mendapat balasannya. Hati-hatilah kalian, wahai orang-orang musyrik, mereka itu lebih kuat dan lebih banyak tentaranya.

فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ ١٥ وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ ١٦ كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ ١٧ وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ ١٨ وَتَأْكُلُوْنَ التُّرَاثَ اَكْلًا لَّمًّاۙ ١٩ وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ ٢٠ كَلَّآ اِذَا دُكَّتِ الْاَرْضُ دَكًّا دَكًّاۙ ٢١ وَّجَاۤءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّاۚ ٢٢ وَجِايْۤءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗ ٢٣ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَيَاتِيْۚ ٢٤ فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗٓ اَحَدٌ ۙ ٢٥ وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ ۗ ٢٦ يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ٢٧ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ ٢٨ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ ٢٩ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ ٣٠

15.  Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: "Tuhanku Telah memuliakanku".

16.  Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya Maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".

17.  Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,

18.  Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

19.  Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

20.  Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

21.  Jangan (berbuat demikian). apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

22.  Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

23.  Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

24.  Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya Aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini".

25.  Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya.

26.  Dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

27.  Hai jiwa yang tenang.

28.  Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

29.  Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,

30.  Masuklah ke dalam surga-Ku.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

 

1.     (Allah) mengujinya dengan apa yang dilakukan kepadanya

2.     Dijadikannya ia mulia dengan berbagai kenikmatan.

3.     Masing-masing menasihati yang lain untuk memberi makan orang miskin.

4.     Warisan.

5.     Sangat (cinta).

6.     Banyak.

7.     Rusak. Terdapat ungkapan, 'Indakka sanaamu al-Ba'ir' artinya, punuk unta it terluka.

8.     Al-Witsaq artinya tali pengikat, rantai, atau belenggu.

9.     Yang tenang dan penuh keyakinan yang tidak ada keraguan sedikit pun padanya.

  1. ابتلاه
  2. ونعمه
  3. لا تحاضون

 

 

  1. التراث
  2. لمّاً
  3. جماً
  4. دكت الأرض
  5. ولا يوثق
  6. المطمئنة

 

Syarah

Inilah kasih sayang Allah terhadap manusia. Jika ingin mengenal karakter manusia, yang jika diuji oleh Tuhannya dengan kebaikan di dunia, ia tertipu. Ia mengatakan, "Allah memuliakan aku, siapa yang dimuliakan di dunia, di akhirat kelak tidak akan disiksa kendatipun banyak melakukan kemaksiatan." Namun jika diuji dengan disempitkan rezkinya, ia mengatakan, "Tuhanku menghinakanku." Ia mengira bahwa orang yang kecil nilainya di sisi Tuhannya ia tidak diperhatikan oleh-Nya, makanya ia banyak melakukan kemaksiatan bersama orang-orang yang sombong. Kaya dan miskin adalah ujian, sedikit sekali orang yang berhasil mengatasinya.

Allah tidak menguji seseorang dengan kekayaan karena kemuliaannya. Jika tidak, tentu anda tidak melihat banyak di antara orang-orang shalih dan dekat dengan Allah yang fakir dan tidak memiliki harta yang cukup buat mereka. Tidak, dunia ini bukan menjadi bukti atas semua ini. Orang-orang Arab dahulu mengira bahwa mereka (dengan kekayaan) merasa mendapat ridha Allah. Mereka mengira berada dalam agama nenek moyang mereka, Ibrahim Al-Khalil. Akhirnya Allah membantah anggapan itu. Bahwa mereka tidak memiliki kedekatan dengan Allah dengan bukti bahwa mereka tidak mau menasihati orang lain untuk memberi makan orang miskin. Kedermawanan mereka untuk riya' dan buka untuk tujuan kemanusiaan. Mereka memakan harta warisan dengan rakus dan sangat mencintai harta benda. Bukankah ini bukti bahwa orang-orang kafir itu tertipu dengan mengutamakan dunia ketimbang akhirat. Dan bahwa mereka tidak memiliki sedikit pun ridha Allah dan salah seorang Nabi-Nya.

Tidak, seribu kali tidak! Kalian bukan seperti itu, seperti yang dikatakan Al-Qur'an. Nanti, jika bumi telah terguncang dan Kiamat datang, lalu Tuhanmu datang, Allah yang Mahatahu bagaimana Dia datang, kita beriman bahwa Dia akan datang.[3] Sementara para malaikat berdiri mengelilingi manusia, terutama barisan orang-orang kafir. Kala itu pula Jahannam didatangkan.

وبرزت الجحيم لمن يرى

"Dan neraka Jahim ditampakkan bagi siapa yang melihatnya."

Hanya dengan cara ini manusia menjadi sadar bahwa dirinya telah bersalah dan malas, mendustakan dan bermaksiat. Namun, apakah hal itu bermanfaat? Tidak, bagaimana mungkin ia mendapatkan manfaat dari peringatan. Manusia yang di dunia bermaksiat berkata, "Seandainya saja aku dulu mengerjakan amal yang berguna bagi kehidupan yang abadi itu."

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ ٦٤

"Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (Al-Ankabut: 64).

Kala itu tidak ada yang melaksanakan siksa Tuhanmu. Allah sendiri yang menyiksa. Tiada sekutu bagi-Nya. Tidak ada makhluk yang membelenggu (orang kafir) selain Allah. Karena pada waktu itu semua urusan hanya milik Allah. Inilah yang akan dialami orang yang materialis dan inilah balasan dan kesudahan mereka di akhirat. Sedangkan orang yang rohaninya bersih dan bebas dari semua kungkungan materi itu, ia akan berakhir di hari Kiamat sebagai orang yang berbahagia. Allah berkata kepadanya, "Wahai jiwa yang tentang dan percaya kepada Allah dan terhadap hari pertemuan dengan-Nya, yang yakin terhadap cahaya kebenaran dan tidak dicampuri keraguan. Wahai jiwa, kembalilah kepada Tuhanmu, terimalah kemuliaan bertemu dengan-Nya dan meraih ridha-Nya. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha atas amalmu di dunia dan diridhai. Sebab siapa mendapat ridha Allah, ia berada pada kemenangan yang besar. Masuklah ke dalam golongan-Ku yang shalih dan dekat dengan-Ku. Karena kamu telah mengerjakan amal seperti amal mereka, lalu masuklah ke dalam surga-Ku. Kembali kepada Allah sebagai ungkapan yang menunjukkan kemuliaan seseorang di sisi-Nya. Sebab Allah memang bersama kita di mana pun kita berada.

---oo0oo---

Surat Al-Balad

Surat ini Makkiyah menurut riwayatkan yang benar. Terdiri dari 20 ayat. Berisi sumpah bahwa manusia dalam kesusahan. Orang yang tertipu mengira bahwa tidak ada yang mampu (menguasai) dirinya. Di surat ini juga ada penjelasan tentang sebagian nikmat Allah yang diberikan kepada manusia yang mengajaknya menempuh jalan mendaki, juga terdapat penjelasan tentang Ashabul Maimanah dan Ashabul Masy'amah.

بسم الله الرحمن الرحيم

لَآ اُقْسِمُ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ١ وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ٢ وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَۙ ٣ لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍۗ ٤ اَيَحْسَبُ اَنْ لَّنْ يَّقْدِرَ عَلَيْهِ اَحَدٌ ۘ ٥ يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ ٦ اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ ٧ اَلَمْ نَجْعَلْ لَّهٗ عَيْنَيْنِۙ ٨ وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ ٩ وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِۙ ١٠ فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ ١١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْعَقَبَةُ ۗ ١٢ فَكُّ رَقَبَةٍۙ ١٣ اَوْ اِطْعَامٌ فِيْ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍۙ ١٤ يَّتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍۙ ١٥ اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ ١٦ ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِۗ ١٧ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِۗ ١٨ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا هُمْ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِۗ ١٩ عَلَيْهِمْ نَارٌ مُّؤْصَدَةٌ ࣖ ٢٠

1.  Aku benar-benar bersumpah dengan kota Ini (Mekah),

2.  Dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

3.  Dan demi bapak dan anaknya.

4.  Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

5.  Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?

6.  Dan mengatakan: "Aku Telah menghabiskan harta yang banyak".

7.  Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

8.  Bukankah kami Telah memberikan kepadanya dua buah mata,

9.  Lidah dan dua buah bibir.

10.  Dan kami Telah menunjukkan kepadanya dua jalan,

11.  Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

12.  Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

13.  (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

14.  Atau memberi makan pada hari kelaparan,

15.  (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

16.  Atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

17.  Dan dia (Tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

18.  Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

19.  Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, mereka itu adalah golongan kiri.

20.  Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Letih dan kesulitan
  2. Banyak
  3. Kami tunjukkan dan kami jelaskan kepadanya.
  4. An-Najd artinya jalan mendaki, yang dimaksudkan di sini adalah jalan kebaikan dan jalan keburukan
  5. Iqtahama Ad-Dar artinya, masuk secara paksa dan sulit.
  6. Jalan yang sulit, maksudnya kesulitan yang kamu temui.
  7. Memerdekakannya.
  8. Kelaparan. Saghab artinya lapar.
  9. Kerabat.
  10. Ada yang mengatakan, 'Tariba Fulan,' artinya ia menjadi fakir dan tangannya berlumuran tanah.
  11. (kasih sayang) kepada manusia.
  12. Juga dibaca muushsdah, maksudnya yang mengepung dan menutup mereka.

 

  1. كبد
  2. لبداً
  3. وهديناه
  4. النجدين
  5. اقتحم
  6. العقبة
  7. فك رقبة
  8. ذي مسغبة
  9. مقربة
  10. متربة
  11. بالمرحمة
  12. مؤصدة

 

Syarah:

Allah memulai surat ini dengan ungkapan yang menunjukkan sumpah dan penegasan sebagaimana yang kami jelaskan pada surat Al-Qiyamah, surat At-Takwir, dan surat Al-Insyiqaq. Allah bersumpah dengan negeri ini, maksudnya Mekah Al-Mukarromah yang dijadikan sebagai negeri yang diharamkan dan aman.

جَعَلَ اللّٰهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيٰمًا لِّلنَّاسِ

"Allah Telah menjadikan Ka'bah, rumah Suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia." (Al-Maidah: 97)

Ka'bah merupakan kiblat kaum Muslimin. Di sana terdapat maqam Ibrahim. Di sana munculnya cahaya Muhammad sebagai tempat berdirinya manusia (untuk beribadah). Allah juga bersumpah dengan yang tua dan yang dilahirkan. Baik manusia, hewan, atau tumbuhan. Berumpah dengan semua itu bahwa manusia diciptakan dalam kesusahan. Barangkali anda bertanya, apa rahasia di balik firman-Nya,

وَاَنْتَ حِلٌّۢ بِهٰذَا الْبَلَدِۙ ٢

"Dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini."

Yakni Mekah.

Ayat ini dijadikan sebagai kalimat sisipan antara apa yang dijadikan sebagai objek sumpah, negeri dan orang tua dengan tujuan sumpah, yakni manusia. Saya katakan, "Ini menunjukkan kebesaran Mekah dan ketinggian kedudukannya. Yakni Aku bersumpah dengan negeri ini, yang kondisi penduduknya menghalalkan menyiksa dan menyakitimu. Inilah maksud dari 'wa anta hillun' yakni menghalalkan untuk mereka. Sebab mereka tidak mengindahkan keharaman negeri mereka dalam berinteraksi denganmu. Ini akan membangkitkan rohani mereka dan kecaman atas perbuatan mereka terhadap Nabi yang berada di Mekah.

Ia telah mengalami berbagai kesulitan. Orang yang kelelahan harus tahu bahwa semua orang berada dalam kesulitan. Anda jangan lupa bahwa kata orang tua dan anak disebutkan di sini sebagai berita gembira bahwa di Mekah akan lahir seseorang yang menjadi kembanggaan semua manusia. Tentu hal itu harus ditempuh dengan kesusahan dan kelelahan. Setiap kita tahu apa yang dihadapi orang tua dan anaknya, sampai benih di dalam tanah dan ketika musim panen, semua mengalami kesusahan.

Apakah orang yang tertipu dengan kekuatannya dan sombong dengan kekerasannya itu -walau untuk itu ia mesti mengalami kesulitan dan kesusahan- ia mengira bahwa tidak ada yang mampu mengalahkannya. Ini salah satu model manusia. Ada juga yang mengatakan, aku telah habiskan harta benda. Kendatipun itu untuk kejahatan. Inilah ungkapan orang-orang yang tertipu oleh harta benda dan kekayaan mereka. Apakah mereka mengira bahwa Allah tidak melihat? Allah tahu apa yang dibelanjakan, dan Dia tidak menerimanya selain kebaikan. Di dalam tafsirnya Syaikh Muhammad Abduh berkata, "Setelah Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam kesusahan. Maka dengan kebodohan dan ketertipuannya ia mengira bahwa tidak ada yang mampu menguasainya." Padahal dengan semua kesusahannya cukup membangunkannya dari kelalaian dan menyadarkannya akan kelemahannya.

Setelah Allah mengecam orang-orang yang membelanjakan harta mereka demi ketenaran dan agar menjadi bahan pembicaraan orang. Kepada mereka Allah juga mengingatkan bahwa Dialah sumber dari segala nikmat yang mereka rasakan, baik yang berupa penglihatan, lisan, maupun akal untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.

Yang paling layak bagi manusia, setelah Allah menciptakan dua mata untuk melihat, lidah dan dua bibir untuk berbicara, serta menunjukkan jalan kebaikan dan keburukan melalui akal melalui para utusan yang diutus kepadanya, dan melalui kitab yang diturunkan. Setelah itu ia diberi kebebasan untuk memilih.

Selayaknya ia memilih jalan yang baik dan menjauhkan dirinya dari jalan yang buruk, lalu naik ke ketinggian meninggalkan semua kehinaan juga menempuh jalan tinggi di mana ia akan menemui berbagai rintangan, baik rintangan dari dirinya, syetan, maupun dunianya. Itu harus dilakukan dengan menjadi dermawan karena Tuhannya. Memerdekakan budak, atau mengupayakan hal itu dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Atau memberi makan anak yatim di saat kelaparan. Anak yatim kerabat lebih diprioritaskan. Atau memberi makan kepada orang miskin yang tangannya penuh dengan tanah namun tidak mendapatkan apa-apa. Di samping itu ia juga termasuk orang beriman secara sempurna yang satu sama lain saling menasihati agar bersabar menghadapi berbagai kesusahan di jalan Allah, saling menasihati agar sayang kepada sesama makhluk Allah. Anda jangan lupa bahwa surat ini merupakan hiburan bagi Nabi agar tabah menerima derita yang ditimpakan kaumnya.

Mereka itulah orang-orang sebagaimana yang digambarkan dalam surat ini. Mereka golongan kanan (Ashabul Maimanah), yang lebih dahulu mendapat nikmat dan berbahagia di akhirat. Sementara orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhannya, Kauniyah dan Qur'aniyah, mereka itu golongan kiri (Ashabul Masy'amah), yang menderita dan kekal di neraka Jahannam sebagaimana yang disinyalir firman Allah,

وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۗاِنْ يُّرِيْدُوْنَ اِلَّا فِرَارًا ١٣

Yang di tutup di semua penjurunya, mereka tidak bisa melepaskan diri darinya.

---oo0oo---

Surat As-Syams

Surat ini makkiyyah, terdiri dari 15 ayat. Isinya tentang saran membersihkan jiwa, juga sumpah bahwa siksa itu pasti terjadi dan menimpa orang-orang yang mendustakan Allah sebagaimana yang terjadi pada kaum Tsamud.

بسم الله الرحمن الرحيم

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ ١ وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ ٢ وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ ٣ وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ ٤ وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ ٥ وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ ٦ وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ ٧ فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ ٨ قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ ٩ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ ١٠ كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ ١١ اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ ١٢ فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ ١٣ فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ ١٤ وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا ࣖ ١٥

1.  Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

2.  Dan bulan apabila mengiringinya,

3.  Dan siang apabila menampakkannya,

4.  Dan malam apabila menutupinya,

5.  Dan langit serta pembinaannya,

6.  Dan bumi serta penghamparannya,

7.  Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

8.  Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

9.  Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

10.  Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

11.  (kaum) Tsamud Telah mendustakan (rasulnya) Karena mereka melampaui batas,

12.  Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

13.  Lalu Rasul Allah (Saleh) Berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".

14.  Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, Maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

15.  Dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Ad-Dhuha artinya cahaya, atau waktu sepanjang siang. Makna dasar dari kata tersebut adalah tersebarnya cahaya  matahari dan mamanjangnya waktu siang.
  2. Yang mengiringinya dan memantulkan cahaya darinya.
  3. Menyibaknya, memperjelasnya, dan menyempurnakan cahayanya.
  4. Menghilangkan cahayanya.
  5. Menjadikannya luas dan menghamparkannya.
  6. Menegakkannya, menyempurnakannya, serta memberikan kekuatan dan insting kepadanya sebagai sarana hidup.
  7. Ilham artinya memahamkan, mengokohkannya, dan membuatnya mampu.
  8. Al-Fujur artinya melakukan sesuatu yang menjadi penyebab kehancuran dan kerusakan.
  9. Menjaga diri dari kehancuran.
  10. Mensucikan dan mengembangkannya.
  11. Tadsiyah artinya kurang dan tersembunyi. Barnagsiapa menempuh jalan kemaksiatan berarti ia telah mengurangi kesempurnaannya.
  12. Disebabkan oleh perbuatannya yang melampaui batas.
  13. Segera.
  14. Minuman yang hanya disediakan untuknya.
  15. Ditutup untuknya.
  16. 16. Bumi diratakan  untuknya dan seseorang tidak dibedakan dari yang lain.

1.   وضحاها

 

 

  1. تلاها
  2. جلاها
  3. يغشاها
  4. طحاها
  5. وما سواها

 

  1. فألهمها

 

  1. فجورها
  2. وتقواها
  3. زكاها
  4. دساها

 

 

  1. بطغواها
  2. انبعث
  3. وسقياها
  4. فدمدم
  5. فسواها

Syarah

Allah Yang Maha Benar bersumpah dengan matahari, sebuah planet yang bergerak meskipun bentuknya sangat besar dan sinarnya sangat kuat. Allah bersumpah dengan cahaya dan panasnya. Yang keduanya merupakan sumber kehidupan, pusat gerak, dan inti cahaya siang maupun malam. Allah bersumpah dengan bulan yang mengikuti matahari demi kepentingan manusia, untuk menerangkan waktu menerangi alam. Oleh karena itu, perhitungan tahun biasanya berpedoman kepada matahari maupun bulan. Bulan mengiringi matahari karena ia memantulkan cahayanya. Anehnya ini merupakan pendapat para ulama terdahulu, lalu ilmu pengetahuan menguatkan hal ini. Allah bersumpah dengan siang yang menampakkan matahari serta menyempurnakan cahayanya. Sebenarnya, siang itu sendiri dikarenakan oleh matahari.

Semakin terang siang itu, semakin jelas pula matahari, sebab kuatnya reaksi ditentukan oleh kuatnya aksi itu sendiri. Benar kiranya firman Allah,

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ ٣

"Dan siang apabila menampakkannya."

Anda tahu bahwa Allah memberi nikmat berupa cahaya yang menerangi segenap alam secara langsung dari matahari atau secara tidak langsung melalui bulan, juga dengan siang yang merupakan masa di mana cahaya itu nampak. Setelah itu Allah bersumpah dengan malam yang menutup matahari dan cahayanya. Siang menampakkannya dan malam menutupinya. Maha Suci Dzat yang menciptakan semua ini, jika matahari ditampakkan siang dan ditutup malam, apakah masuk akal jika ia lalu disembah sebagai tuhan?

Allah bersumpah dengan langit yang telah didirikan dan dikuatkan tali-talinnya. Dikuatkan daya grafitasinya maka anda tidak melihat ada cacat karena langit itu ciptaan yang Yang Maha Bijaksana dan Maha Menguasai. Allah bersumpah dengan bumi dan dihamparkannya menurut pandangan mata dan diluaskannya agar makhluk-Nya bisa hidup di sana. Allah bersumpah pula dengan jiwa, yang disempurnakan ciptaannya, ditentukan urusannya, diberinya kekuatan dan isnting sebagai bekal menjalani kehidupan. Untuk melengkapinya diciptakan akal guna membedakan antara yang haq dan yang bathil, ini merupakan bagian dari kesempurnaan ciptaannya. Ia juga diberi kemampuan untuk melakukan kemaksiatan yang membinasakannya serta kemampuan melakukan kebaikan yang memelihara dan menjauhkannya dari kejahatan. Beruntunglah orang yang mensucikannya, mengembangkan (potensi kebaikannya), dan meninggikannya. Dan merugilah orang yang mengotori jiwanya sampai-sampai disamakan dengan jiwa binatang.

Manusia lebih tinggi derajatnya dari binatang karena peran akalnya dan bisa tinggi jiwanya dari semua jeratan syahwat. Sedangkan jika terjerumus ke dalam kubangan kemaksiatan dan syahwat mendominasi dirinya, maka antara dirinya dengan hewan tidak ada bedanya. Ini diakibatkan karena ia mengotori jiwanya dan menurunkan martabatnya, maka jiwanya tak ubahnya seperti jiwa binatang yang dikendalikan oleh syahwatnya, bukan oleh akalnya.

Allah bersumpah dengan itu semua sementara tujuan sumpah tidak nampak pada ayat tersebut agar masing-masing jiwa menyimpulkannya sendiri-sendiri. Yang pada intinya, bahwa kalian akan dibangkitkan atau setiap pelaku kejahatan akan dibalas sesuai dengan kejahatannya dan pelaku kebaikan dibalas sesuai dengan kebaikannya. Barangkali ini yang paling tepat, dalilnya adalah disebutnya kisah kaum Tsamud. Ada yang mengatakan jawaban dari sumpah itu adalah firman Allah,

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ ٩

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu."

Sebab kisah kaum Tsamud disebutkan setelah ayat ini.

Kaum Tsamud mendustakan risalah karena sikap melampaui batas mereka ketika orang yang paling malang di antara mereka bangkit lalu membunuh unta itu. Rasul mereka, Shalih, berkata, "Hati-hatilah kalian terhadap unta Allah dan jatah minumnya." Akan tetapi mereka mendustakannya bahkan menyembelih unta itu. Maka Allah pun menyiksa mereka karena dosa mereka sendiri. Negeri mereka dihancurkan. Semua siksa ditimpakan kepada mereka. Tidak ada seorang pun yang selamat dari siksa kerena mereka semua menyepakati perbuatan teman mereka. Allah tidak takut akibat perlakuan-Nya kepada mereka. Sebab Allah Maha Adil dengan keputusan-Nya, Maha Kuat, dan Maha Mampu merealisasikan perbuatan-Nya.

---oo0oo---

Surat Al-Lail

Menurut pendapat yang paling benar, surat ini Makkiyah. Terdiri dari 20 ayat. Pada surat tersebut Allah bersumpah bahwa manusia itu berbeda-beda perbuatan dan pahalanya. Allah juga mengingatkan mereka akan api neraka yang panas dan disedikan untuk orang yang berbuat maksiat. Sedangkan orang yang taat akan diperlihara darinya. Konon surat ini turun berkenaan dengan sikap Abu Bakar As-Shiddiq. Akan tetapi esensi surat ini ada pada universalitas ungkapan, bukan pada kekhususan sebabnya.

بسم الله الرحمن الرحيم

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ ١ وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ ٢ وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓ ۙ ٣ اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ ٤ فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ ٥ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ ٦ فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ ٧ وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ ٨ وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ ٩ فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ ١٠ وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ ١١ اِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدٰىۖ ١٢ وَاِنَّ لَنَا لَلْاٰخِرَةَ وَالْاُوْلٰىۗ ١٣ فَاَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰىۚ ١٤ لَا يَصْلٰىهَآ اِلَّا الْاَشْقَىۙ ١٥ الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ ١٦ وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَىۙ ١٧ الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَالَهٗ يَتَزَكّٰىۚ ١٨ وَمَا لِاَحَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰىٓۙ ١٩ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚ ٢٠ وَلَسَوْفَ يَرْضٰى ࣖ ٢١

1.  Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

2.  Dan siang apabila terang benderang,

3.  Dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

4.  Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

5.  Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

6.  Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

7.  Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

8.  Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

9.  Serta mendustakan pahala terbaik,

10.  Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

11.  Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia Telah binasa.

12.  Sesungguhnya kewajiban kamilah memberi petunjuk,

13.  Dan Sesungguhnya kepunyaan kamilah akhirat dan dunia.

14.  Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

15.  Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

16.  Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

17.  Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,

18.  Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

19.  Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,

20.  Tetapi (Dia memberikan itu semata-mata) Karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

21.  Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Menutup semuanya dengan kegelapannya.
  2. Nampak dan jelas.
  3. Jamak dari Syatit, artinya saling menjauhi satu sama lain. Masksudnya, kualitas dan balasannya berbeda satu sama lain.
  4. Sifat baik.
  5. Kemudahan yang menghasilkan kebaikan.
  6. Kesulitan dan perbuatan melelahkan yang menghasilkan kejahatan.
  7. Jatuh meluncur, maksudnya turun ke kuburannya.
  8. Berkobar menyala-nyala.
  9. Yang tidak membakar.
  10. Selain orang yang menderita. Al-Asyqa, yang banyak penderitaannya.
  11. Dijauhkan darinya.
  12. Banyak ketakwaannya.
  13. Berhak mendapat balasan.
  1. يغشى
  2. تجلى
  3. لشتى
  4. بالحسنى
  5. لليسرى
  6. للعسرى
  7. تردى
  8. تلظى
  9. لا يصلاها
  10. إلا الأشقى
  11. سيجنبها
  12. الأتقى
  13. تجزى

 

Allah Al-Haq Tabaraka wa Ta'ala bersumpah dengan malam saat menutupi alam semesta ini dengan kegelapannya. Tidak ada yang lolos darinya dan malam merupakan kematian kecil. Allah bersumpah dengan siang jika telah benderang dengan terbitnya matahari. Dengan munculnya siang terbukalah segala sesuatu yang tadinya tersembunyi. Kehidupan mulai berjalan dan semuanya bangun lalu berjalan mencari penghidupan, setelah lama dalam diam dan tidur. Maha Suci Engkau ya Rabb, Engkau jadikkan siang dan malam saling berganti bagi siapa yang ingin mengambilnya sebagai pelajaran dan siapa yang ingin bersyukur. Apa jadinya jika siang atau malam itu tidak pernah terhenti, demikian pula siang?

Allah bersumpah dengan Dzat yang menciptakan suami istri dari mani, padahal bahannya sama, tempatnya sama, akan tetapi Allah menciptakan siapa yang dikehendaki-Nya sebagai perempuan dan yang lain laki-laki. Yang menikahkan mereka, laki-laki dan perempuan dan yang menghendaki yang lain mandul. Mahasuci Allah yang menciptakan siang dan malam, cahaya, kegelapan, laki-laki dan perempuan, semuanya dari satu bahan. Setelah ia Allah bersumpah bahwa usaha kalian akan berbeda-beda kualitasnya, jenisnya, tujuannya, dan kesudahannya.

قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا ࣖ ٨٤

”Katakanlah, 'Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.' Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."

اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ اجْتَرَحُوا السَّيِّاٰتِ اَنْ نَّجْعَلَهُمْ كَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَوَاۤءً مَّحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ ࣖࣖ ٢١

"Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? amat buruklah apa yang mereka sangka itu."

لَا يَسْتَوِيْٓ اَصْحٰبُ النَّارِ وَاَصْحٰبُ الْجَنَّةِۗ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ ٢٠

"Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah Itulah orang-orang yang beruntung."

اَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًاۗ لَا يَسْتَوٗنَ ١٨

"Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? mereka tidak sama."

Adapun orang yang memberikan sebagian hartanya dan mengerahkan semua upayanya, takut kepada Allah dan apa yang diharamkannya, serta menahan dirinya dari kehinaan. Ia juga membenarkan kebaikan dan kemuliaan, pembenaran dengan hati yang dibukitkan dengan perbuatan tulus. Maka Allah akan membalasnya, memberinya hidayah, dan memudahkannya melakukan kebaikan. Sebab hatinya telah penuh dengan cahaya dan terbiasa dengan kebaikan. Sedangkan bagi orang yang bakhil memberikan hartanya dan merasa tidak butuh kepada orang lain. Ia juga tidak berbuat kebaikan untuk mereka dan tidak memperhatikan mereka. Ia merasa bangga dengan apa yang dimilikinya dan mendustakan kebaikan. Allah akan membalas kejahatannya dan tidak memberinya hidayah, juga akan memudahkannya melakukan kesulitan yang menyebabkan kehancuran dirinya. Maka golongan pertama termasuk penghuni surga sedangkan yang kedua penghuni neraka.

Barangsiapa membenarkan kebaikan dan mengamalkannya, lalu ia memberi dan bertakwa, Allah akan memberi jalan kemudahan dan secara tabiatnya menjadi mudah. Inilah kesempurnaan jiwanya dan amal shalihnya. Maka dengan kelebihannya itu ia siap menjalani hidup dunia dan akhirat. Seperti yang dikatakan banyak orang, dasar kebiasaan adalah pembiasaan. Jika pada awalnya anda membiasakan kebaikan, lama-lama ia menjadi kebiasaan anda berkat kemudahan dari Allah. Inilah maksud dari firman Allah,

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ ٧

Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

Dan sebaliknya,

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ ١٠

Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

Sebab barangsiapa terbiasa melakukan kejahatan dan kerusakan itu menjadi kebiasaannya Allah, sesuai dengan sunnah-Nya, akan memudahkannya menempuh jalan kesusahan. Ia akan diliputi berbagai kesulitan dan berada dalam pangkuan kehinaan lalu akan turun ke derajat binatang. Ketika orang sudah tercebur ke dalam kehinaan dan ketika diturunkan di kuburannya nanti, harta bendanya tidak ada gunanya baginya.

Akan tetapi bagaimana Allah mengadili seorang hamba atas dosa yang di sana ada kehendak Allah dan dia ditentukan mengerjakan dosa tersebut. Jawabannya seperti yang dijelaskan Al-Qur'an, bahwa Kami yang menciptakan manusia untuk beribadah agar ia mendapatkan pahala di dunia dan akhirat. Untuk itu Kami tunjukkan kepadanya jalan menuju kebaikan dan kejahatan. Kami berikan hak pilih kepadanya dan Kami mudahkan untuk melakukan amal berdasarkan pilihannya.

Ini merupakan penghormatan dan pemuliaan bagi manusia. Maka barangsiapa berbuat kebaikan ia akan dibalas sesuai dengan amalnya atau berbuat kejahatan akan dibalas sesuai dengan kejahatannya. Inilah maksud dari firman Allah,

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

"Dan Kami tunjukkan kepadanya dua jalan."

Milik Allah dunia dan akhirat. Dan Allah telah memperingatkan kalian, wahai manusia, terhadap neraka yang apinya menjilat-jilat dan membakar. Maka berhati-hatilah kalian. Sebab tidak ada yang merasakan panasnya dan tidak ada yang terbakar selain orang malang yang hanyut dalam kekafiran atau kemaksiatan lalu dia tidak bertaubat. Dialah orang yang mendustakan Allah dan berpaling dari kebenaran. Kemudian tidak pernah kembali kepadanya barang sejenak pun. Sedangkan orang yang bertakwa dan mendapat hidayah akan dijauhkan dari siksa neraka. Di samping itu ia juga memberikan dan mensucikan hartanya di jalan Allah. Ia tidak mengharapkan balasan atas amal dan sedekahnya selain kepada Allah dan keridhaan-Nya. Kelompok seperti ini akan diberi balasan di dunia dan akhirat dan mendapatkan ridha-Nya.

Bukankah Allah telah menjelaskan kepada kalian, wahai manusia, jalan kebaikan dan jalan kejahatan serta kesudahan masing-masing jalan tersebut. Barangsiapa mengerjakan perbuatan baik sekecil zarrah pun akan melihatnya dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sekecil zarrah pun akan melihatnya pula. Yang untuk itu akal pikiran dan tabiat manusia saja cukup membuatnya mengenali inti kebaikan dan kejahatan.

---oo0oo---

Surat Ad-Dhuha

Surat Makkiyah, terdiri dari 11 ayat. Dalam surat ini Allah bersumpah bahwa Dia tidak akan meninggalkan Muhammad dan tidak membencinya. Dan bahwa akhiratnya lebih baik daripada dunianya. Allah juga akan memberinya balasan sampai Nabi ridha. Setelah itu Allah menuntutnya agar mengakui nikmat yang dikaruniakan kepadanya dan bimbingan-Nya menuju kemuliaan.

بسم الله الرحمن الرحيم

وَالضُّحٰىۙ ١ وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ٢ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ٣ وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ٤ وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ٥ اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ٦ وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ٧ وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ٨ فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ٩ وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠ وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ ١١

1.  Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

2.  Dan demi malam apabila Telah sunyi (gelap),

3.  Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.

4.  Dan Sesungguhnya hari Kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

5.  Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.

6.  Bukankah dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu dia melindungimu?

7.  Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu dia memberikan petunjuk.

8.  Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu dia memberikan kecukupan.

9.  Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

10.  Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

11.  Dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Cahaya matahari di permulaan siang.
  2. Tenang.
  3. Meninggalkanmu.
  4. Membencimu.
  5. Menempatkan dan memelihara.
  6. Bingung dan bukan tersesat.
  7. Maka Allah menunjukkan jalan terbaik.
  8. Fakir.
  9. Jangan menghinakannya.
  10. Jangan mengusirnya.
  1. والضحى
  2. سجى
  3. ودعك
  4. وما قلى
  5. آوى
  6. ضالاً
  7. فهدى
  8. عائلاً
  9. فلا تقهر
  10. لا تنهر

 

 

Syarah:

Allah bersumpah dengan waktu dhuha, yakni ketika matahari mulai meninggi atau mulai siang. Saat di mana alam semesta mulai penuh dengan gerak hidup, cahaya, dan panas. Allah juga bersumpah dengan malam ketika telah tenang setelah tadinya penuh gerak. Allah bersumpah dengan itu semua bahwa Allah tidak meninggalkan Muhammad dan tidak membencinya. Bagaimana mungkin Allah meninggalkan dan membencinya sedangkan beliau adalah kekasih pilihan dan rasul yang terpercaya serta penutup para nabi.

Ketika Nabi Al-Amin diutus, Jibril berhubungan dengan beliau. Hubungan antara manusia dan malaikat itu berat dirasakan oleh Nabi saw. "Aku hanyalah manusia seperti kalian, hanya saja aku mendapatkan wahyu." Oleh karena itu wahyu pernah terputus agar Rasul tenang dan muncul semangat baru serta dirinya siap untuk bertemu dengan Jibril lagi. Maka beliau pun mencarinya. Terputusnya wahyu itu pun sebagai pembelajaran, penenang, dan perbaikan.

Oleh karena itu jiwa beliau yang mulia rindu bertemu dengan Rabbnya melalui Jibril. Kerinduan yang diringi dengan kegoncangan dan rasa takut. Maka Allah yang Maha Haq ingin agar Rasulullah mencari dan mengingat apa yang diperlakukan Tuhannya kepada dirinya.

Allah juga memberi berita gembira tentang masa depan yang cerah. Masa terputusnya wahyu itu bukan karena beliau ditinggalkan atau dibenci, yang untuk itu Allah sampai bersumpah. Barangkali anda bertanya tentang hubungan antara sumpah dengan waktu Dhuha dan waktu malam serta sasaran sumpah. Yang benar wahyu itu terputus sebagai hiburan, penguat, dan penenang, seperti waktu Dhuha dengan segala gerak, kehidupan, dan waktu yang mengiringinya, yakni malam. Padanya terdapat ketenangan alam agar beliau berstirahat dan mempersiapkan diri untuk berjuang dan mengarungi kehidupan lain yang berbahagia. Demi waktu Dhuha dan malam apabila telah gelap. Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak murka kepadamu.

Ketahuilah bahwa akhirat, hari yang akan datang, itu lebih baik daripada hari-harimu ini. Percayalah bahwa dakwah dan hidup berpindah dari satu fase ke fase lain yang lebih baik. Kendatipun untuk itu perlu sedikit kelelahan dan kesulitan. Dari sumber wahyu itu Allah akan memberimu panduan untuk membimbing dan menunjukkan kaummu. Juga untuk menunjukkan dunia menuju keridhaan dan ketenangan. Ini tidaklah mengherankan, bukankan Aku telah mendapatimu sebagai anak yatim lalu Aku melindungimu, mendukungmu, dan memeliharamu. Nabi dilahirkan dalam keadaan yatim karena ayahnya telah meninggal ketika beliau berada di perut ibunya. Ketika lahir, Allah melembutkan hati kakeknya, Abdul Muthallib, untuk memeliharanya dan memberinya kasih sayang. Ketika kakeknya meninggal, paman beliau, Abu Thalib, memeliharanya karena perintah dari kakeknya. Pamannya ini pun sangat sayang kepadanya.

Nabi memiliki jiwa yang kuat lagi bersih, beliau melihat bahwa kamnya berada dalam kesesatan. Sementara agama yang ada di sekitar wilayah itu, Yahudi dan Nashrani, banyak terdapat penyimpangan dan penggantian. Tidak sesuai dengan tabiat yang bersih. Oleh karena itu beliau mengalami kebingungan dan kebimbangan. Beliau berlari dari masyarakatnya dan senang berdiam diri di dalam goa sampai Allah menyelamatkannya dari kegamangan itu serta menunjukkannya kepada syariah dan agama yang agung ini. Kebingungan yang dialami Nabi inilah yang oleh Al-Qur'an diungkapkan sebagai kesesatan. Karena Nabi sendiri tumbuh dalam keadaan bersih suci jauh dari kotoran yang menodai jiwanya dengan cara bersujud kepada patung. Beliau juga tidak pernah melakukan kejahatan. Pernah suatu kali beliau pergi untuk mendengarkan lagu-lagu pada sebuah pesta, lalu beliau tertidur hingga dibangunkan oleh cahaya matahari. Beliau dijuluki dengan Al-Amin.

Beliau juga sebagai orang fakir dan tidak mewarisi harta benda dari ayahnya selain seekor unta dan seorang budak. Allah pun membuatnya kaya dengan sifat qana'ah serta memberikan sifat qana'ah hingga beliau berpaling dari dunia. Allah juga memberinya harta dari hasil usahanya serta memperdagangkan harta Khadijah. Jika demikian keadanmu, berarti Allah telah benyak memberikan nikmat kepadamu, ya Muhammad. Maka terhadap anak yatim jangan kau membentaknya selama-lamanya, sebab engkau adalah pemimpin anak-anak yatim. Terhadap orang fakir juga jangan engkau mengusirnya. Dulu engkau sesat lalu Allah memberimu hidayah. Maka terhadap nikmat Allah ceritakanlah dengan cara berinfak. Karena dulu engkau fakir dan Allah membuatmu kaya.

---oo0oo---

Surat As-Syarh

Surat ini Makkiyah dan terdiri dari 8 ayat. Sama seperti surat sebelumnya, ayat ini juga membicarakan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada Nabi-Nya, menentramkannya, dan menasihatinya agar beramal. Seolah-olah surat ini kelanjutan dari surat sebelumnya, oleh karena itu anda melihatnya sangat terkait. Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa kedua surat ini sebenarnya satu surat.

بسم الله الرحمن الرحيم

اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ ١ وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ ٢ الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ ٣ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ ٤ فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦ فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ ٧ وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ ٨

1.  Bukankah kami Telah melapangkan untukmu dadamu?,

2.  Dan kami Telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

3.  Yang memberatkan punggungmu?

4.  Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

5.  Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

6.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7.  Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

8.  Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. As-Syarhu artinya memperluas, melapangkan meluaskan dada, sebagai ungkapan atas kesenangan dan keterbukaan jiwanya.
  2. Al-Wizru artinya beban berat.
  3. Memberatkannya.
  4. Kesulitan dan kesukaran.
  5. Kemudahan dan kelembutan.
  6. Berletih-letihlah untuk mendapatkan yang lain.
  7. Maka menghadaplah kepada Allah saja.
  1. نشرح
  2. وزرك
  3. أنقض ظهرك
  4. العسر
  5. يسراً
  6. فانصب
  7. فارغب

 

 

Syarah:

Akuilah hai Muhmmad. Tidak ada seorang pun yang memungkiri kenyataan ini. Kami telah melapangkan dadamu dan menjadikannya terbuka untuk menerima semua hal yang dihadapinya. Kami lapangkan dadamu agar siap melaksanakan dakwah dengan sebaik-baiknya serta siap menghadapi tribulasi dengan penuh ridha dan ketenangan. Dahulunya Rasulullah sangat masygul setiap kali mendengar ucapan mereka dan merasa sakit ketika melihat apa yang mereka lakukan.

اِنَّا كَفَيْنٰكَ الْمُسْتَهْزِءِيْنَۙ ٩٥ الَّذِيْنَ يَجْعَلُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ ٩٦ وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَۙ ٩٧ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَۙ ٩٨

"Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya Tuhan yang lain di samping Allah; Maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.  Dan kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat)," (Al-Hijr: 95-98).

Ini adalah dakwah umum dan menyeluruh yang diemban Nabi saw. untuk menyeru orang-orang Arab Jahiliyah dan semua orang. Dakwah ini sesungguhnya beban yang tidak ringan, namun sungguh berat. Pundak orang-orang kuat tidak mampu memikulnya dan punggung para pembesar tidak sanggup membawanya. Akan tetapi berkat kasih sayang Allah, melalui ayat-ayat dan arahan yang disampaikan kepada nabi-Nya, beban berat itu ditanggalkan darinya.

Namanya telah diabadikan. Adakah nama yang lebih tinggi dari sebuah nama yang dikaitkan dengan nama Allah dalam azan, takbir, doa, dan shalat? Bukankah Allah telah menjadikan ketaatan kepada beliau sama dengan ketaatan kepada-Nya? Cinta kepadanya sama dengan cinta kepada Allah? Adakah kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan beliau? Di mana tidak ada sudut di muka bumi ini kecuali di sana terdapat pengikut dan pendukung yang memberikan ketaatan dan loyalitas kepada Nabi?

Tidakkah anda melihat bagaimana para sahabat berlomba-lomba berdekatan dengan beliau di dalam majlis untuk medengarkan ucapannya yang indah menawan dan mencari kebekahannya? Itulah sebagian nikmat yang Allah karuniakan kepada Rasul-Nya, dan Allah Maha Mengetahui tentang nikmat yang lainnya.

Ya, Allah telah melapangkan dadanya, menanggalkan bebannya, dan melambungkan namanya, tidak hanya di muka bumi, namun sampai ke Sidratul Muntaha, di sisi surga Ma'wa. Ini semua terjadi setelah Nabi mengalami penderitaan dan disusul oleh kaumnya sampai-sampai beliau menjadi sangat sedih. Ini tidaklah mengherankan, sebab setelah kesulitan ada kemudahan. Lihatlah firman Allah

مَعَ الْعُسْرِ

Lalu lihat pula firman-Nya

يُسْرًا

Menggunakan ungkapan Nakirah (indefinitif). Seperti sabda beliau,

لَنْ يَغْلِبَ عُسْرٌ يُسْرَيْنِ

"Satu kesulitan tidak dapat memenangkan dua kemudahan." ([4])

Kesulitan yang dihadapi Nabi serta sahabatnya adalah kemiskinan dan sedikitnya pendukung. Juga kuatnya musuh berikut perlawanan mereka. Kemudian datanglah kemudahan kepada mereka, harta melimpah dan pendukung kian banyak. Juga kekuatan musuh melemah. Kekuatan kaum karena Mukminin karena Allah telah membeli harta dan jiwa mereka dengan surga. Mereka berperang di jalan Allah. Mereka lebih mementingkan orang lain walaupun mereka sendiri sangat membutuhkan. Mereka mencintai orang-orang yang datang berhijrah kepada mereka dan tidak menemukan dalam dada mereka harapan terhadap apa yang mereka bawa. Jika terbunuh, mereka sebagai syuhada. Dan jika hidup, mereka hidup bahagia. Mereka senantiasa menjadi pribahasa.

Apakah setiap kesulitan selalu diiringi kemudahan sebagaimana yang dikisahkan Al-Qur'an ini? Nampaknya -wallahu A'lam- kapan saja seseorang menghadapi kesulitan, secara sunnatullah kalau dia bersabar dan menyiapkan dirinya untuk menghadapinya, berupaya terus bersabar menghadapi hal-hal yang tidak disukai lalu melakukan upaya untuk melepaskan diri darinya, ketika itu kemudahan akan berpihak kepadanya dengan cara dan bentuk apapun. Ketika ketentuan Allah tiba, orang yang berada dalam kesulitan akan tertatih-tatih berjalan. Saat itu berlakulah firman Allah,

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗ ۗ لَهُ الْحُكْمُ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ࣖ ٨٨

"Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan." (Al-Qashash: 88).

Semua urusan, awal dan akhir milik Allah. Kenyataannya setelah kesulitan ada kemudahan, namun kemudahan itu kadarnya berbeda-beda karena adanya hikmah yang hanya Allah yang tahu. Lihatlah tarbiyah Al-Qur'an dan nasihat ilahiyah untuk Nabi tercinta. Setelah selesai dari pekerjaan baik, lakukan pekerjaan lain dengan izin Allah. Lalu berharaplah hanya kepada Allah dan bertawakallah kepada-Nya. Dialah sebaik-baik pelimimpin dan sebaik-baik penolong.

---oo0oo---

Surat At-Tin

Surat ini Makkiyah dan terdiri dari 8 ayat. Di surat ini Allah bersumpah bahwa Dia menciptakan manusia dengan sempurna lalu mengembalikannya ke derajat paling rendah. Kecuali orang-orang beriman, bagi mereka pahala yang besar. Allah Maha Bijak dari yang bijak.

بسم الله الرحمن الرحيم

وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِۙ ١ وَطُوْرِ سِيْنِيْنَۙ ٢ وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ ٣ لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ ٤ ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سٰفِلِيْنَۙ ٥ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ ٦ فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ ٧ اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ ࣖ ٨

1.  Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

2.  Dan demi bukit Sinai,

3.  Dan demi kota (Mekah) Ini yang aman,

4.  Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

5.  Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

6.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

7.  Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

8.  Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Dua jenis tumbuhan yang memiliki buah terkenal. Atau nama tempat di Syam.
  2. Nama gunung di bukit Sinai. Di sinilah Musa berbicara dengan Tuhannya.
  3. Mekah.
  4. Qawwamtu As-Sya'ia artinya aku menjadikan sesuatu itu lurus dan sempurna.
  5. Maksudnya, Kami menjadikannya sebagai penghuni neraka yang berada di tempat paling bawah.
  6. Tidak terputus.
  7. Hari Pembalasan.
  1. والتين والزيتون

 

  1. طور سنين
  2. وهذا البلد الأمين
  3. تقويم
  4. أسفل سافلين
  5. غير ممنون
  6. بالدين

Syarah:

Allah bersumpah dengan tin dan zaitun, dengan bukit Sinai di mana Musa berdialog dengan Tuhannya, dengan negeri yang aman, yakni Mekah, di mana Nabi saw. menghadapi pertentangan dari kaumnya. Padahal negeri itu aman bagi penduduknya dan siapa saja yang masuk ke dalamnya dari bahaya. Bahkan burung, binatang buas, dan pembunuh yang sedang dicari pun aman. Akan tetapi apa yang dimaksud dengan tin dan zaitun? Apakah maksudnya pohon yang terkenal itu? Allah bersumpah dengan pohon itu untuk menegaskan keutamaannya? Hanya saja redaksi umum dalam Al-Qu'ran tidak sejalan dengan pengertian tersebut. Oleh karena itu ada yang mengatakan, yang dimaksudkan adalah tempat tumbuhnya pohon tersebut. Yang banyak berada di Syam. Tempat di mana Isa as. diutus.

Dengan demikian, sumpah dengan kedua pohon ini merupakan isyarat untuk Al-Masih, bukit Sinai untuk Musa Kalimullah, dan Negeri yang aman untuk Penutup para nabi, Rasulullah saw.

Ada ulama yang mengatakan, "Tin dan zaitun nama tempat di Syam." Ini perlu bukti.

Allah bersumpah dengan tempat-tempat suci ini untuk memuliakan para nabi dan rasul yang pernah tinggal di sana. Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk seindah-indahnya, yakni kondisi dan rupa yang sebaik-baiknya. Tidakkah anda lihat ia berdiri tegak dan kepala terangkat. Makan dengan tangannya. Diberi akal dan kemampuan berpikir. Kemampuan untuk menguasai yang lain; tumbuh-tumbuhan dan binatang. Bahkan kemampuan akalnya begitu luas untuk menguasai dan menundukkan alam demi kepentingannya. Buktinya sangat banyak.

Rahasia di balik sumpah ini barangkali agar manusia menoleh kepada diri mereka sendiri dengan segala kekuatan, kemampuan, akal, dan kelebihannya agar sampai kepada tauhidullah Al-Qawwi Al-Qadir. Manusia yang diciptakan Tuhannya lalu dimuliakan dengan nikmat-Nya kemudian dijadikannya mampu menguasai alam. Pada mulanya ia lugu dan tidak banyak ambisi, serta tidak peduli kepada naluri jahatnya. Setelah itu faktor-faktor jahat dan naluri buruk mulai beraksi hingga muncul dendam, kedengkian, dan perselisihan. Dan setelah itu ada pembunuhan, permusuhan, dan peperangan. Lalu manusia seperti binatang buas.

Ia menjadi beringas hingga menjadi musuh yang berbahaya bagi saudaranya sesama manusia dan lebih berbahaya daripada binatang. Inilah maksud dari firman Allah,

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سٰفِلِيْنَۙ ٥

"Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)."

Fitrah yang diciptakan Allah swt. mengajaknya untuk saling meyayangi, bekerja sama, mengutamakan yang lain, berlaku adil, dan berakhlak sempurna. Akan tetapi ada kalanya manusia melakukan kejahatan karena faktor lingkungan yang menggerakkan potensi jahatnya. Kala itu ia lupa akan fitrahnya dan kembali kepada kebinatangannya, lalu ia melakukan perbuatan penduduk neraka. Jadinya ia lebih rendah dari semua yang rendah dan lebih berbahaya daripada binatang buas.

عَوَى الذِّئْبُ فَاسْتَأنَسْتُ بِالذِّئْبِ  إِذْ عَوَى وَصَوَّتَ إِنْسَانٌ فَكِدْتُ أَطِيْرُ

Serigala mengaum dan aku pun menganggapnya jinak saat ia mengaum

Hampir aku terbang saat manusia bersuara

Inilah manusia dan tabiat yang diciptakan untuknya. Fitrahnya baik. Namun setelah faktor-faktor jahatnya beraksi ia berubah menjadi lebih jahat daripada binatang. Kecuali orang-orang yang hati mereka penuh dengan keimanan kepada Allah dan hari Akhir. Mereka melawan kebuasan jiwa dan mengembalikannya kepada keseriusan dan kebaikan. Maka mereka melakukan amal shalih untuk mengharapkan ridha Allah. Bagi mereka pahala yang mulia dan tidak terputus. Kebaikan di dunia dan pahala sempurna di akhirat. Sungguh mengherankan anda, wahai manusia. Apa yang membuatmu mendustakan hari Pembalasan setelah mengetahuinya. Bukankah Allah Maha Bijak dari yang paling bijak dan Maha Adil dari yang paling adil. Di mana Allah membalas kebaikan orang-orang yang taat dengan pahala yang abadi dan membalas orang-orang durhaka dengan siksaan yang menyeramkan.

---oo0oo---

Surat Al-'Alaq

Dinamakan surat Iqra' atau surat Al-Qalam, Makkiyah dan terdiri dari 19 ayat. Di surat ini Nabi diperintahkan untuk membaca disertai adanya penjelasan tentang kekuasaan Allah terhadap manusia dan penjelasan sifat-sifatnya. Juga disebutkan keterangan tentang pembangkangan sebagian menusia dan balasan yang sesuai dengan perbuatan.

بسم الله الرحمن الرحيم

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥ كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ ٦ اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ ٧ اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ ٨ اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ ٩ عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ ١٠ اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ ١١ اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ ١٢ اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ ١٣ اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ ١٤ كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ ١٥ نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ ١٦ فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ ١٧ سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ ١٨ كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩ ࣖ ١٩

1.  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

2.  Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3.  Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,

4.  Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

5.  Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

6.  Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

7.  Karena dia melihat dirinya serba cukup.

8.  Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

9.  Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

10.  Seorang hamba ketika mengerjakan shalat,

11.  Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,

12.  Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

13.  Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

14.  Tidaklah dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

15.  Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya kami tarik ubun-ubunnya,

16.  (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

17.  Maka Biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

18.  Kelak kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,

19.  Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Jamak dari 'Alaqah artinya segumpal darah.
  2. Lebih mulia dan yang mulia.
  3. As-Saf'u artinya menarik dengan kasar, sedangkan An-Nashiyah artinya rambut di ubun-ubun. Maksudnya sebagai bentuk penghinaan.
  4. Yang memanggil.
  5. Malaikat yang dituagaskan untuk mengurusi orang-orang kafir di neraka. Di dalamnya mereka dimasukkan secara paksa.
  6. Mendekatlah kepada Tuhanmu melalui ibadah.
  1. علق
  2. الأكرم
  3. لنسفعن بالناصية
  4. ناديه
  5. الزبانية
  6. واقترب

 

Syarah:

Dalam Shahih-nya Bukhari meriwayatkan dari Aisyah ra. yang artinya demikian, "Wahyu pertama yang sampai kepada Rasul adalah mimpi yang benar. Beliau tidak pernah bermimpi kecuali hal itu datang seperti cahaya Shubuh. Setelah itu beliau senang berkhalwat. Beliau datang ke gua Hira dan menyendiri di sana, beribadah selama beberapa malam. Yang untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian kembali ke Khadijah dan membawa bekal serupa. Sampai akhirnya dikejutkan oleh datangnya wahyu, saat beliau berada di gua Hira. Malaikat datang kepadanya dan berkata, "Bacalah!" Beliau menjawab, "Aku tidak bisa membaca." lalu Rasulullah saw. berkata, "Lalu di merangkulku sampai terasa sesak dan melepaskanku. Ia berkata, 'Bacalah!' Aku katakan, ' Aku tidak bisa membaca.' Lalu di merangkulku sampai terasa sesak dan melepaskanku. Ia berkata,

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,  Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (Al-Hadits).

Dengan demikian maka awal surat ini menjadi ayat pertama yang turun dalam Al-Qur'an sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia. Wahyu pertama yang sampai kepada Nabi saw. adalah perintah membaca dan pembicaraan tentang pena dan ilmu. Tidakkah kaum Muslimin menjadikan ini sebagai pelajaran lalu menyebarkan ilmu dan mengibarkan panjinya. Sedangkan Nabi yang ummi ini saja perintah pertama yang harus dikerjakan adalah membaca dan menyebarkan ilmu. Sementara ayat berikutnya turun setelah itu. Surat pertama yang turun secara lengkap adalah Al-Fatihah.

Pengertian ringkas ayat-ayat ini adalah: Agar kamu menjadi orang yang bisa membaca, ya Muhammad. Setelah tadinya kamu tidak seperti itu. Kemudian bacalah apa yang diwahyukan kepadamu. Jangan mengira bahwa hal itu tidak mungkin hanya dikarenakan kamu orang ummi, tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Allah-lah yang menciptakan alam ini, yang menyempurnakan, menentukan kadarnya, dan memberi petunjuk. Yang menciptakan manusia sebagai makhluk paling mulia dan menguasainya serta membedakannya dari yang lain dengan akal, taklif, dan pandangan jauhnya. Allah swt. menciptakannya dari darah beku yang tidak ada rasa dan gerak. Setelah itu ia mnejadi manusia sempurna dengan bentuk yang paling indah. Allah-lah yang menjadikanmu mampu membaca dan memberi ilmu kepadamu ilmu tentang apa yang tadinya tidak kamu ketahui. Kamu dan kaummu tadinya tidak mengetahui apa-apa. Allah juga yang mampu menurunkan Al-Qur'an kepadamu untuk dibacakan kepada manusia dengan pelahan. Yang tadinya kamu tidak tahu, apa kitab itu dan apa keimanan itu?

Bacalah dengan nama Tuhanmu, maksudnya dengan kekuasaan-Nya. Nama adalah untuk mengenali jenis dan Allah dikenali melalui sifat-sifat-Nya. Yang menciptakan semua makhluk dan menyempurnakan sesuai dengan bentuk yang dikehendaki-Nya. Dan Allah swt. telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, ya Muhammad. Dan Tuhanmu lebih mulia dari setiap yang mulia. Karena Allah swt. yang memberikan kemuliaan dan kedermawanan. Maha Kuasa daripada semua yang ada. Perintah membaca disampaikan berulang-ulang karena orang biasa perlu pengulangan termasuk juga Al-Mushtafa Rasulullah saw.  Karena Allah sebagai Dzat yang paling mulia dari semua yang mulia, apa susahnya memberikan kenikmatan membaca dan menghapal Al-Qur'an kepadamu tanpa sebab-sebab normal. Silakan baca firman Allah,

اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ ١٧

"Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya." (Al-Qiyamah: 17).

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ ٦

"Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) Maka kamu tidak akan lupa." (Al-A'la: 6).

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Mulia dan mengajarkan manusia untuk saling memahami dengan pena, meski jarak dan masa mereka sangat jauh. Ini merupakan penjelasan tentang salah satu indikasi kekusaan dan ilmu (manusia).

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥

"Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Allah memberikan insting dan kemampuan berpikir kepada manusia yang menjadikannya mampu mengkaji dan mencerna serta mencoba sampai ia mampu menyibak rahasia alam. Dengan demikian ia dapat menguasai alam dan menundukkannya sesuai dengan yang diinginkannya.

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ࣖ

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu" (Al-Baqarah: 29).

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا

"Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya" (Al-Baqarah: 31).

Nampaknya Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk membaca secara umum dan khususnya membaca Al-Qur'an. Setelah itu Allah menjelaskan bahwa hal itu sangat mungkin bagi Allah yang menciptakan semua makhluk dan menciptakan manusia dari segumpal darah. Dia-lah yang Maha Mulia dan tidak pelit terutama terhadap Rasul-Nya. Dialah yang mengajarkan manusia dengan pena tentang apa yang belum pernah diketahuinya.

كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ ٦ اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ ٧ اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ ٨

"Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu)."

Sungguh benar, bahwa manusia itu melampaui batas, sombong, dan keterlaluan melakukan dosa. Karena ia menganggap dirinya tidak butuh kepada orang lain akibatnya melimpahnya harta, anak-anak, dan lain-lain. Sesungguhnya pada hari Kiamat nanti ia akan kembali kepada Allah swt. dan akan diminta pertanggung-jawaban atas semua yang dilakukan.

Mungkin anda bertanya tentang konsiderasi ayat-ayat ini. Saya katakan bahwa ketika Allah swt. menyebutkan indikasi kekuasaan dan ilmu serta kesempurnaan nikmat yang dianugerahkan kepada manusia. Tujuannya adalah agar manusia tidak ingkar nikmat. Namun apa lacur, ternyata manusia benar-benar mengingkari dan melampaui batas. Oleh karena itu Allah swt. ingin menjelaskan sebabnya, bahwa cinta dunia, tertipu olehnya, dan berambisi terhadapnya dapat menyibukkannya dari melihat ayat-ayat Allah yang agung.

Setelah memerintahkan Nabi-Nya untuk membaca wahyu yang ada di dalam kitab-Nya dan menjelaskan penyebab kekafiran manusia, Allah membuat perumpamaan gembong kekafiran, yakni Abu Jahal. Kendatipun pengertian ayat tersebut umum.

Ceritakan kepada-Ku, ya Muhammad, tentang seseorang yang melarang hamba untuk tunduk kepada Allah dan melakukan shalat. Apa urusanya? Orang itu sungguh mengherankan, ia kafir dan bermaksiat kepada Tuhannya. Ia melarang orang lain melakukan kebaikan terutama shalat. Ceritakan kepada-Ku tentang kondisi orang tersebut, kalau memang ia termasuk golongan kanan dan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk setelah itu ia mengajak orang lain kepada ketakwaan dan kebaikan. Kalau orang itu seperti ini keadaannya tentu ia berhak mendapatkan pahala yang besar dan surga sebagai tempat tinggalnya.

Ceritakan kepada-Ku tentang orang yang berdusta serta berpaling dari kebenaran lalu mengerahkan segenap potensinya untuk mengejar apa yang diinginkan. Tidakkah mereka tahu bahwa Allah swt. melihat? Sebenarnya mereka mengakui bahwa Allah swt. mengetahui yang gaib dan yang nyata lalu akan membalas masing-masing orang sesuai dengan amal perbuatannya. Kalau amalnya baik balasannya baik dan kalau amalnya buruk dibalas dengan keburukan. Maka bergegaslah kalian, wahai manusia, menuju Allah, bertaubatlah dan beramallah untuk mendapatkan ridha-Nya.

Kalla, kata penolakan bagi orang yang bermaksiat kepada Allah. Aku bersumpah, jika orang-orang kafir dan pelaku kemaksiatan itu tidak menyudahi perbuatan mereka, Kami akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih. Kami akan hinakan mereka serendah-rendahnya sesuai dengan tingkat kesombongan mereka di dunia. Dan bagi Allah hal itu tidaklah sulit. Akan Kami tarik ubun-ubun mereka dengan kasar. Ubun-ubun yang sering menyombongkan dirinya karena kekuatan dan keyakinanya bahwa dirinya akan selamat dari murka Allah. Padahal tidak ada yang bisa mengalahkan Allah, baik yang ada di bumi maupun di langit. Tentu saja dugaan tersebut salah karena mereka melampaui batas dan berlaku jahat, khususnya terhadap orang-orang baik dan jujur. Kami akan hinakan orang seperti ini, maka biarkan saja malaikat yang memanggil mendorong mereka semua. Bahkan Kami, Allah swt. akan memanggil Zabaniyah. Yakni Allah swt. akan memanggil Zabaniyah, penjaga Jahannam untuk mendorong mereka.

يَوْمَ يُدَعُّوْنَ اِلٰى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّاۗ ١٣

"Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat- kuatnya."

Pada saat itu mereka tidak memiliki penolong maupun pembantu.

Kalla, tinggalkan orang kafir itu dengan perbuatannya dan jangan sampai mengganggunya, ya Rasulullah. Bersujudlah selalu untuk Allah serta mendekatlah kepada-Nya melalui ibadah, karena ibadah merupakan benteng yang kokoh dan jalan keselamatan.

---oo0oo---

Surat Al-Qadar

Surat ini Makkiyah menurut pendapat paling benar dan terdiri dari 5 ayat. Di sini Allah berbicara tentang permulaan turunnya wahyu Al-Qur'an yang bertepatan dengan Lailatul Qadar. Pada malam itu para malaikat turun termasuk Ar-Ruh dengan membawa perintah dari Allah swt. Malam kesejahteraan dari semua keburukan.

بسم الله الرحمن الرحيم

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥

1.  Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

2.  Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

3.  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

4.  Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

5.  Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Malam yang ditentukan atau malam kemuliaan, ketinggian, atau penghargaan yang tinggi.
  2. Jibril.
  1. ليلة القدر
  2. والروح

 

Syarah:

Bahwa Tuhanmu menurunkan Al-Qur'an, yakni memulai menurunkannya di malam penuh berkah dan kebaikan yang banyak. Karena pada malam itu ayat-ayat yang jelas telah turun. Malam itu juga bertepatan dengan bulan Ramadhan seperti halnya firman Allah,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an."

Pada malam itu Allah menentukan agama yang lurus dan menentukan dakwah Rasul-Nya yang mulia. Lailatul Qadar malam yang mulia dan penuh izzah, karena pada malam itu Allah mengangkat derajat Nabi-Nya dan memuliakan manusia dengan risalah langit nan agung, pemungkas semua risalah. Kemuliaan dan kedudukan malam ini dijelaskan Allah melalaui pertanyaan, "Tahukah kamu apa Lailatul Qadar itu?" Tidak ada yang tahu jati diri malam tersebut. Tidak ada yang tahu kemuliaannya kecuali setelah Aku sebutkan. Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Hal ini tidaklah aneh. Sebab malam di mana Allah memulai turunnya Al-Qur'an sebagai malam yang penuh berkah. Pada malam itu masing-masing urusan dipisah dan ditentukan, sebagai urusan yang datang dari yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Bukankah malam yang demikian lebih baik daripada seribu malam. Bahkan ia lebih baik daripada seluruh malam yang ada dan lebih agung daripada waktu lain, dan tentu saja amal pada malam itu lebih baik seribu kali daripada amal pada waktu lain.

Allah memulai penjelasan kemuliaan malam ini dengan firman-Nya, bahwa pada malam itu para malaikat turun, terutama Jibril yang ditugaskan menyampaikan wahyu. Mereka turun dengan izin Tuhan mereka sambil membawa urusan bijak kepada Nabi saw. Wahyu pertama yang diterima Nabi dan disaksikan para malaikat termasuk Jibril adalah pada malam itu, di mana para malaikat turun dari alamnya ke alam dunia dengan membawa wahyu untuk Rasulullah saw. sebagai bentuk keselamatan dan kemanan. Ini juga tidaklah aneh karena ia sebagai awal turunnya wahyu yang merupakan sumber pertama Islam dan prinsip keselamatan.

Diriwayatkan bahwa Nabi pernah keluar untuk menceritakan tentang Lailatul Qadar. Kemudian beliau menemui dua orang yang bertengkar sampai melupakan berita itu. "Lailatul Qadar sebagai sumber rasa aman sampai terbit matahari.

---oo0oo---

Surat Al-Bayyinah

Surat ini dinamakan juga surat Al-Bariyyah atau surat Lam Yakun dan terdiri dari 8 ayat. Di surat ini terdapat bantahan terhadap orang-orang kafir yang terdiri dari orang-orang musyrik dan ahli kitab dengan menjelaskan bahwa risalah yang dibawa Nabi itu benar. Disebutkan pula balasan bagi orang yang masih kafir dan orang yang beriman kepada Nabi saw.

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ ١ رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ ٢ فِيْهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ۗ ٣ وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ۗ ٤ وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ٥ اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِۗ ٦ اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ ٧ جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ ࣖ ٨

1.  Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

2.  (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),

3.  Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus.

4.  Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

5.  Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

6.  Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

7.  Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

8.  Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Makna Mufradat

Arti

Mufradat

  1. Meninggalkan dan menjauhi kekafiran serta perbuatan mereka.
  2. Hujjah yang jelas, untuk membedakan antara yang haq dan yang batil. Di antara pengertian Al-Bayan adalah jelas dan nampak.
  3. Suci dari kepalsuan dan kebohongan.
  4. Yang tiada kebengkokan.
  5. Condong dari kebatilan.
  6. Kitab yang lurus atau ummat yang lurus.
  7. Makhluk.
  8. Kebun-kebun tempat tinggal.
  1. منفكين
  2. البينة
  3. مطهرة
  4. قيمة
  5. حنفاء
  6. القيمة
  7. البرية
  8. جنات عدن

 

Syarah:

Nabi saw. diutus kepada semua manusia membawa petunjuk dan kebenaran untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah, kerusakan akidah, hinanya taqlid buta. Orang-orang kafir itu terdiri dari ahli kitab dan kaum musyrik, mereka sama-sama jauh dari al-haq dan agama benar. Ahli kitab, setelah ditinggalkan Musa dan Isa, mereka tersesat dan merubah firman Allah swt. dari tempatnya dan lupa tugas yang telah dibebankan kepada mereka. Mereka menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta sebagai tuhan selain Allah.

Jadinya agama mereka bercampur aduk antara sedikit kebenaran dengan kesesatan yang banyak. Adapun orang-orang musyrik yang tidak mengakui tauhid dan tidak beriman kepada kepada hari Kebangkitan, mereka menggeluti kebatilan sampai ke ujung-ujungnya. Agama mereka adalah potret akidah jahiliyah dan taqlid usang yang mereka kira sebagai agama Ibrahim Al-Khalil. Allah Maha Tahu bahwa Dia terbebas dari agama tersebut.

Tidaklah orang-orang ahli kitab, yang untuk menghadapi orang-orang kafir dan musyrik mereka berharap akan diutusnya Nabi orang Arab dan mereka dapati telah tertulis di kitab mereka, taurat dan Injil. Namun ketika apa yang mereka ketahui itu datang, yakni diutusnya Nabi, mereka kufur kepadanya. Oleh karena itu mereka disebutkan pertama kali di surat ini. Karena mereka lebih jahat ketimbang orang-orang musyrik yang tidak mengetahui kebenaran sama sekali. Sedangkan mereka tahu kebenaran itu namun mereka mengingkarinya dengan penuh kebencian dan kedengkian. Mereka tidaklah berpisah meninggalkan kebatilan itu sampai datang penjelasan dan hujjah yang terang dan telah menelanjangi kebatilan. Apakah hujjah itu?

Dialah Rasulullah itu sendiri. Sebagai penjelasan dan hujjah yang terang bahwa agamanya adalah al-haq. Dialah yang jujur dan terpercaya. Memiliki akhlak luhur dan mukjizat yang membuktikan kebenarannya. Yang turun kepadanya Al-Qur'an dan ia membacanya padahal ia ummi. Rasulullah saw. membaca Al-Qur'an secara hapalan di luar kepala.

Membaca lembaran-lembaran suci dan tanpa cacat, tanpa kepalsuan, dan tanpa kebohongan. Lembaran-lembaran yang di dalamnya terdapat kitab-kitab yang lurus, tiada kebengkokan dan tiada kekurangan. Kitab-kitab apakah gerangan? Ada yang mengatakan, apa yang ada di dalam Al-Qur'an yang merupakan sisa yang shahih dari kitab Musa dan Ibrahim. Ada pula yang mengatakan semua surat yang ada di Al-Qur'an. Seolah-olah masing-masing surat seperti kitab tersendiri. Atau yang dimaksudkan adalah hukum-hukum dan syariat Islam. Apapun maksudnya, ia adalah kitab-kitab yang lurus, tiada bengkok, tiada kebatilan, tiada kebohongan maupun kedustaan di dalamnya.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١ قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ ٢

"Segala puji bagi Allah yang Telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik." (Al-Kahfi: 1-2).

Apakah kekafiran akan sirna dengan diutusnya Nabi sampai Allah mengatakan, "Sampai datang kepada mereka penjelasan." Jawabannya adalah, bahwa diutusnya Nabi saw. merupakan tamparan bagi kesyirikan yang menggoncangkan ideologi orang-orang musyrik dan membuka hati orang-orang bodoh serta menerangi jalan hingga kebenaran bisa dibedakan dari kebatilan. Diutusnya beliau menjadi jurang pemisah antara dua era tersebut. Oleh karena itu tepat kiranya jika dikatakan, "Sehingga" Akan tetapi tidak semuanya beriman kepada Nabi, sebagian mereka bahkan memposisikan diri sebagai penentang yang menghalangi jalan Allah swt. dan mengerahkan semua kekuatan yang dimilikinya untuk memalingkan manusia dari Rasulullah. Oleh karena itu Allah swt. ingin menghibur Rasulullah saw. bahwa kekafiran dan pembangkangan manusia merupakan karakter mereka. Hal itu juga dialami saudara-saudaranya sesama para nabi. Orang-orang berselisih dan berbeda pandangan tentang mereka; ada yang mukmin dan ada yang kafir.

قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِّنَ الرُّسُلِ وَمَآ اَدْرِيْ مَا يُفْعَلُ بِيْ وَلَا بِكُمْۗ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ وَمَآ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ

"Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara rasul-rasul." (Al-Ahqaf: 9).

Orang-orang ahli kitab berselisih dengan para nabi mereka justru setelah datang kebenaran dan hujjah kepada mereka. Yakni setelah para rasul diutus kepada mereka.

Aneh sekali orang-orang Yahudi dan Nasharani itu. Bagaimana mungkin mereka bersikap demikian kepadamu? Padahal kamu sama sekali tidak membawa hal baru. Sama sekali tidak. Apakah kamu memerintahkan kemungkaran kepada mereka dan mencegah kebaikan? Sebenarnya kamu hanyalah memerintahkan mereka agar beribadah kepada Allah secara ikhlas dan menjauhi kesyirikan. Menghindari dosa dan kebohongan. Memerintahkan agar mereka mendirikan shalat untuk Allah dan menunaikan zakat. Lalu apa yang membuat mereka tidak mau beriman? Kalau benar mereka konsisten terhadap agama mereka dan benar-benar beriman, sedangkan agama mereka yang lurus juga mengajak kepada hal itu; beriman kepada nabi Muhammad. Itulah yang disebutkan sebagai perintah beribadah dan ikhlas. Agamanya adalah agama kitab-kitab yang lurus dan tidak disimpangkan. Agama ummat yang tegak serta konsisten terhadap kebenaran. Apakah mereka punya alasan untuk tidak menerima Islam? Apakah alasan mereka dalam menentang Rasulullah saw. dapat diterima?

Apakah balasan bagi orang yang ingkar kepada syariah yang bersih, mudah, dan penuh toleran tersebut? Apa balasan bagi orang yang beriman kepadanya dan membenarkan Rasulnya? Balasan bagi orang-orang yang ingkar, baik dari golongan orang-orang ahli kitab –padahal mereka mestinya menjadi manusia pertama yang beriman kepada Islam- maupun orang-orang musyrik yang menyembah berhala dan batu adalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Hal itu tidaklah aneh sebab mereka merupakan makhluk paling jelek karena telah mendustakan Allah, menghalang-halangi jalan-Nya, mendustakan kitab-Nya, tidak membenarkan Rasul-Nya, malah mendustakannya, menyakitinya, mengusirnya, dan memeranginya.

Adapun orang-orang beriman kepada Allah dan hari Akhir dan membenarkan Rasulullah, mereka itulah sebaik-baik makhluk. Balasan bagi mereka adalah surga yang di bawahnya sungai mengalir, untuk mereka apa saja yang mereka inginkan dan mereka mau. Kekal abadi mereka di dalamnya.

Itu juga tidak aneh. Sebab Allah swt. telah ridha kepada mereka atas apa yang mereka kerjakan. Allah swt. ridha untuk memuji dan menyanjung mereka atas amal itu. Mereka juga ridha kepada-Nya dan bergembira saat bertemu dengan-Nya dan mendapatkan nikmat-Nya. Itulah kemenangan yang besar bagi orang yang takut kepada Allah. Waspadalah wahai manusia dan berusalah untuk mendapatkan balasan yang agung ini.

---oo0oo---

Surat Al-Zalzalah

Surat ini Madaniyyah dan terdiri dari 8 ayat. Di dalamnya Allah menegaskan bahwa kebaikan, apapun adanya, Allah akan membalas pelakunya. Dan kejahatan, apapun adanya, pelakunya juga akan dibalas. Semua itu terjadi pada hari Kiamat.

بسم الله الرحمن الرحيم

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ ١ وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ ٢ وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ ٣ يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ ٤ بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ ٥ يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ ٦ فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ ٨

1.  Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

2.  Dan bumi Telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

3.  Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",

4.  Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

5.  Karena Sesungguhnya Tuhanmu Telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

6.  Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,

7.  Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

8.  Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Kegoncangan yang sangat kuat.
  2. Jamak dari Tsiqal yang makna dasarnya perhiasan rumah. Yang dimaksudkan di sini adalah semua yang di alam kubur.
  3. Maksudnya, keluar dari kubur mereka.
  4. Berpisah. Sekelompok di surga dan kelompok lain di Sa'ir.
  5. Sesuatu yang terlihat melalui cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela.
  1. زلزلت
  2. أثقالها
  3. يصدر الناس
  4. أشتاتاً
  5. مثقال ذرة

 

 

Syarah:

Apabila Allah hendak menyudahi dunia ini dan memulai Kiamat, Allah memerintahkan bumi dan ia pun terguncang dengan sangat keras, tidak seperti biasanya. Semua yang tersimpan di dalamnya keluar; api, air, tambang, dan sisa-sisa bangkai. Saat itu, orang yang menyaksikannya berkata, "Apa ini?" Maksudnya, apa yang terjadi dengan bumi ini. Ini tidak seperti biasanya dan tidak diketahui sebabnya. Pada saat itu bumi menceritakan, berbicara dengan kejadian itu dan bukan dengan kata-kata. Sebagaimana yang dikatakan Al-Allamah At-Thabari dalam tafsirnya, "Ia melaksanakan perintah. Apa yang terjadi di muka bumi dan tidak biasa terjadi disebabkan karena Tuhanmu menitahkan kepadanya. Perintah-Nya yang sampai kepada bumi. Perintah semacam itu merupakan perintah kejadian. Semua yang terjadi di alam semesta ini akibat dari perintah kejadian yang datang dari Allah. Hanya saja ada peristiwa yang terjadi tanpa sebab lahiriyah maka ia dinisbatkan kepada perintah kejadian, sedangkan yang terjadi akibat perkara biasa ia tidak dinisbatkan kepadanya, walaupun sejatinya ia juga bersumber dari Allah.

Pada hari itu manusia dikeluarkan dari perut bumi, mereka berbeda-beda, masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya untuk melihat akibat perbuatan mereka. Barangsiapa melakukan perbuatan baik sebesar zarrah akan dibalas dan barangsiapa melakukan perbuatan buruk sebesar zarrah pun akan dibalas.

Allah berfirman,

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ ٤٧

"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) Hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan." (Al-Anbiya': 47).

Surat ini merupakan surat targhib dan tarhib

---oo0oo---

 

Surat Al-'Adiyat

Surat ini Makkiyah dan terdiri dari 11 ayat. Di sini Allah swt. bersumpah bahwa manusia yang diberi nikmat itu ternyata kufur dan durhaka. Ia menjadi saksi atar perbuatannya itu. Senang terhadap harta benda dan pelit. Allah swt. mengancam akan menyiksanya di ahri Kiamat dengan siksaan yang pedih.

وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ ١ فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ ٢ فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ ٣ فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ ٤ فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ ٥ اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ ۚ ٦ وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ ٧ وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ ٨ ۞ اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ ٩ وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ ١٠ اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ ࣖ ١١

1.  Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

2.  Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

3.  Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

4.  Maka ia menerbangkan debu,

5.  Dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

6.  Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

7.  Dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

8.  Dan Sesungguhnya dia sangat bakhil Karena cintanya kepada harta.

9.  Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

10.  Dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

11.  Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Kuda yang berlari dengan cepat.
  2. Ad-Dhabhu adalah gaya lari atau jalan. Ada juga yang mengartikan nama suara.
  3. Awra artinya menyalakan api dengan kayu atau benda lain. Sedangkan Al-Qadah artinya memukul benda dengan benda lain agar keluar percian api.
  4. Al-Igharah artinya menyerang.
  5. Menghamburkan debu. An-Naq'u artinya debu.
  6. Membelah perkumpulan.
  7. Al-Kanud arti sebenarnya adalah tanah yang tidak menumbuhkan tumbuhan. Manusia dianalogikan seperti itu karena ia menolak  memberikan kebaikan dan kewajiban. Maksudnya di sini kekufuran dan kemaksiatan.
  8. Bakhil dan sangat pelit.
  9. Dibongkar dan dikeluarkan.
  10. Memperlihatkan apa yang ada di dalam dada.
  1. والعاديات
  2. ضبحاً
  3. فالموريات قدحاً
  4. فالمغيرات
  5. فأثرن به نقعاً
  6. فوسطن به جمعاً
  7. لكنود
  8. الشديد
  9. بعثر
  10. وحصل

 

Syarah:

Allah Al-Haq Tabaraka wa Ta'ala bersumpah dengan kuda saat berlari dengan kencang, yang menyerang musuh di waktu pagi buta. Kuda yang menghamburkan debu bahkan menerbangkannya sampai ke atas kepala lalu ia membelah kerumunan musuh. Dan kuda-kuda itu pun bercampur debu-debu.

Allah bersumpah dengan kuda yang berlari kencang hingga dari mulutnya keluar suara terengah-engah. Yang memercikkan api saat berlari dan menyerang musuh di waktu pagi. Menerbangkan debu dan membelah gerombolan musuh. Itulah gambaran kuda yang digunakan untuk berjuang di jalan Allah. Ini merupakan pernghargaan tinggi karena Allah bersumpah dengan binatang tersebut. Sebab kuda adalah binatang yang mempunyai kedudukan mulia. Seperti kata orang Arab,

ظُهُوْرُهَا حِرْزٌ وَبُطُوْنُهَا كِنْزٌ

"Punggungnya adalah benteng dan perutnya laksana kubah."

Kendatipun peralatan perang sekang sudah modern namun kuda tetap mempunyai peran penting. Gambaran kuda di ayat ini mengajarkan kepada kita bagaimana mempergunakan kuda agar tidak dijadikan sebagai perhiasan saja.

لِتَرْكَبُوْهَا وَزِيْنَةٌ

"Agar kalian menaikinya dan menjadikannya sebagai hiasan."

Sedangkan sasaran sumpah ada pada firman-Nya, bahwa manusia sangat durhaka kepada Tuhannya, ia menjadi saksi atas apa yang dilakukan itu, dan ia sangat cinta kepada dunia. Allah mensifati manusia dengan tiga sifat:

  1. Menolak memberikan kebaikan kepada orang lain dan ingkar kepada nikmat Tuhannya serta tidak mensyukurinya. Ini dilakukan oleh orang kafir dan pelaku kemaksiatan. Benar apa yang dikatakan orang, "Kanud adalah yang tidak mau memberi, yang makan sendiri, dan memukul budaknya."
  2. Bahwa ia akan menjadi saksi atas amal perbuatannya. Perbuatannya juga menjadi saksi maka ia tidak membutuhkan bukti lagi. Ia tidak bisa mengingkari sifat pelitnya karena begitu jelasnya. Jika lisannya mengingkarinya, maka nuraninya menjelaskan bahwa ia ingkar dan durhaka terhadap nikmat Tuhannya. Lalu pada hari Kiamat ia akan menyaksikan dirinya, jadi terhadap amal perbuatannya ia menjadi saksi.
  3. Dan Sesungguhnya dia sangat bakhil Karena cintanya kepada harta. Benar, manusia itu, karena cintanya kepada harta benda maka ia bakhil dan tidak mau berinfak selain sedikit sekali. Ia sangat berambisi kepada hartanya dan menahannya dari berinfak.

Tidakkah manusia tahu bahwa Tuhannya Maha Melihat? Tidakkah ia tahu saat apa yang di dalam kubur di keluarkan? Lalu manusia dikeluarkan di permukaan. Semua rahasia hati juga diperlihatkan.

"Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui keadaan mereka."

 Dan Allah juga akan membalas semua perbuatan, besar maupun kecil.

---oo0oo---

Surat Al-Qori'ah

Surat ini Makkiyyah dan terdiri dari 11 ayat. Di surat ini digambarkan pemandangan hari Kiamat.

بسم الله الرحمن الرحيم

اَلْقَارِعَةُۙ ١ مَا الْقَارِعَةُ ۚ ٢ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ ٣ يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ ٤ وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ ٥ فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗۙ ٦ فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ ٧ وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ ٨ فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ ۗ ٩ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ ١٠ نَارٌ حَامِيَةٌ ࣖ ١١

1.  Hari kiamat,

2.  Apakah hari kiamat itu?

3.  Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

4.  Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

5.  Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

6.  Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

7.  Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

8.  Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

9.  Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

10.  Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

11.  (yaitu) api yang sangat panas.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Al-Qara' artinya pukulan keras. Kejadian yang agung tersebut dinamakan Qari'ah karena memukul orang-orang dan memekakkan telinga. Maksudnya adalah hari Kiamat di mana manusia terpukul oleh dahsyatnya dan kengeriannya.
  2. Binatang kecil dan bodoh yang mengerumuni api.
  3. Terpencar.
  4. Bulu yang berwarna-warni.
  5. Yang ditebar.
  6. Yang menaung mereka sebagaimana seorang ibu menaungi anaknya.
  7. Neraka Jahannam.
  8. Yang menyala-nyala.

 

  1. القارعة

 

 

 

  1. كالفراش
  2. المبثوث
  3. كالعهن
  4. المنفوش
  5. فأمه
  6. هاوية
  7. حامية

Syarah:

Al-Qari'ah yang mengucang manusia karena dahsyatnya serta memekakkan telinga mereka dengan suaranya yang menggelegar adalah hari Kiamat. Hari di mana ketakutan besar terjadi dan benda-binda yang diatas bercambur dengan benda-benda di bawah. Musuh-musuh Allah dibuat takut oleh siksaan Allah dan kehinaan. Itulah Al-Qari'ah Al-Kubra. Tahukah kamu apa itu Al-Qari'ah? Pertanyaan ini untuk mendramatisir kondisi. Tahukah kamu? Apa itu Al-Qari'ah? Ya, siapa memberitahumu tentangnya dan diberitahu hakikatnya? Tidak ada yang dapat memberitahumu selain yang menciptakannya, Dialah Allah. Anda tidak akan tahu selain apa yang diceritakan kepadamu oleh Tuhannya.

Pada hari itu manusia berada dalam kebingungan bagai laron yang berpencaran mengerumuni api. Buruknya, yang berterbangan itu adalah gunung-gunung nan kokoh kuat, yang selama ini menjadi simbul kekokohan, ia bagai bulu yang diterbangkan. Subhanallah! Adapun kondisi manusia pada saat itu; siapa yang berat timbangan kebaikannya dan banyak keikhlasannya, pada hari itu ia berada dalam kehidupan penuh ridha. Ia berada dalam ketenangan dan kedamaian jiwa karena mendapat keridhaan-Nya.

Sedangkan orang yang ringan timbangan amal kebaikannya dan senantiasa mengikuti kebatilan serta jauh dari kebenaran, maka tempat singgahnya adalah Hawiyah. Alangkah menakutkannya perubahan ini. Yang menaunginya api yang menyala. Api yang menjerumuskan penghuninya. Tahukah kamu api itu? Kamu sama sekali tidak tahu hakikatnya. Ia adalah api yang menyala-nyala dan menyetrika muka dan memanggang kulit. Mudah-mudahan Allah memelihar kita dari dahsyatnya api itu.

---oo0oo---

Surat At-Takatsur

Surat ini Makkiyah dan terdiri dari 8 ayat. Di surat ini Allah memperingatkan akibat bermegah-megahan dengan harta dan jabatan. Allah juga memberitakan bahwa siksaan orang durhaka pasti terjadi dna tidak bisa dihindari. Bahwa Jahannam adalah pasti tiada keraguan padanya. Dan kalian pasti akan ditanyakan perihal nikmat dunia.

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ١ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ٢ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ ٣ ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ٤ كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ ٥ لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ ٦ ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ ٧ ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ࣖ ٨

1.  Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu,

2.  Sampai kamu masuk ke dalam kubur.

3.  Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

4.  Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui.

5.  Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,

6.  Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,

7.  Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin.

8.  Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Telah menyibukkan kalian.
  2. Berbangga- bangga dengan harta yang banyak dan anak-anak. Atau dikalahkan oleh kesibukan memperbanyak harta benda dan pendukung.
  3. Ilmu yakin. Dna ilmu yakin tumbuh dari keyakinan yang sesuai dengan realita atau bukti yang valid.
  4. Yakni kalian pasti akan melihat dengan mata kepala. Seolah-olah hal itu menjadi keyakinan. Melihat dengan mata kepala dan menyaksikan bisa juga disebut 'ainul yaqin.
  1. ألهاكم
  2. التكاثر

 

 

  1. علم اليقين

 

  1. عين اليقين

 

Syarah:

Kalian dilalaikan oleh berbanyak-banyak harta dan anggota. Dikalahkannya dari mengerjakan apa yang berguna bagi kalian di hari Kiamat. Kalian dilalaikan oleh itu semua dan disibukkan dari melakukan kebaikan yang bermanfaat sampai kalian sudah meninggal. Maksud dari surat ini adalah, kalian akan senantiasa seperti itu sepanjang hidup.

Dikisahkan bahwa dua kabilah adu gengsi siapa yang paling banyak harta benda dan anggota sampai mereka pergi menuju kuburan mereka. Bahkan mereka juga membangga-banggakan orang yang sudah meninggal. Lalu turunlah surat ini untuk mengingatkan akibat perbuatan mereka itu.

Agar mereka meninggalkan perbuatan yang menyebabkan permusuhan dan pertikaian yang tidak berguna. Tidak, kalian pasti akan tahu akibat berbangga-bangga, dan ketika itu kalian agar menyesal di mana penyesalan tidak ada gunanya lagi. Pasti kalian akan tahu hal itu, ini menegaskan pernyataan terdahulu, sekali-kali tidak. Kalau saja kalian mengetahui akibat perbuatan itu dengan jelas, tidak ada keraguan dan tidak ada kegamangan. Mengetahui dengan sesungguhnya karena keyakinan yang benar. Kalau kalian tahu itu semua, pastilah kalian akan saling berbangga-bangga terhadap harta benda dan anggota serta tidak berlomba-lomba mengumpulkan harta benda. Kalian juga pasti akan berpaling kepada apa yang lebih baik dan bermanfaat bagi kalian. Hendaknya berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Camkan baik-baik hal ini.

Aku bersumpah bahwa kalian pasti akan melihatnya, sebagai kiasan merasakan azab neraka, lalu kalian akan melihat dan merasakan siksanya karena kalian berlomba-lomba dan berlomba-lomba serta berbangga-bangga. Kalian pasti akan meliat hal itu secara kasat mata yang disebut juga sebagai pandangan penuh keyakinan. Setelah itu kalian akan ditanyakan tentang kenikmatan yang kalian banggakan dan kalian perlombakan untuk meraihnya itu. Hendaknya kalian perhatikan.

---oo0oo---

Surat Al-'Ashr 

Surat ini Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat. Di dalamnya terdapat sumpah bahwa manusia berada dalam kerugian dan kesesatan. Kecuali orang yang dipelihara Allah, mereka adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

وَالْعَصْرِۙ ١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ ٣

1.  Demi masa.

2.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Apakah yang dimaksud di sini adalah seluruh masa atau masa tertentu yang ada di ujung siang.
  2. Kesesatan dan kerusakan.
  3. Masing-masing menasihati yang lain.
  4. Ketuguhan. Maksudnya kebenaran.
  5. Sabar adalah kekuatan jiwa untuk menghadapi kesulitan.
  1. العصر
  2. خسر
  3. تواصوا
  4. بالحق
  5. بالصبر

 

Syarah:

Allah bersumpah dengan masa karena ada banyak pelajaran di dalamnya. Padanya ada hal-hal yang saling berlawanan dan ini menunjukkan bahwa dunia dan masa tersebut mempunyai tuhan yang mengendalikan dan menguasainya. Tidakkah kamu melihat malam dan siang yang saling susul menyusul. Kamu juga melihat tanda-tanda malam dan tanda-tanda siang. Tidakkah kamu melihat di sana ada kesenangan dan ada kesusahan, ada kebahagiaan dan ada kesedihan, ada sehat dan ada sakit, ada rasa takut dan rasa aman. Ada orang meninggal karena lapar dan ada yang binasa karena kekenyangan. Ada yang meninggal karena tenggelam dan ada yang mati karena terbakar. Ini semua terjadi bukan karena campur tangan masa. Ini menunjukkan bahwa alam semesta mempunyai ilah yang menciptakannya dan mengaturnya. Dialah yang paling berhak untuk ditiju dan disembah, tiada yang lain.

Manusia dalam kerugian dan kesesatan, kekufuran dan kebinasaan, karena ia terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kekufuran serta dosa-dosa yang dipilihnya sendiri. Subhanallah, manusia bagai tenggelam dalam kerugian yang mengelilinya dari berbagai penjuru. Sebab itu telah melakukan dosa terhadap hak-hak Allah yang memelihara dan memberinya berbagai nikmat dan kebaikan.

Manusia, semuanya, berada dalam dosa yang membinasakan kecuali yang dipelihara Allah dan ditunjukkan kepada kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-Nya, dan rasul-rasul-Nya dengan keimanan yang tulus. Selain itu mereka juga mengerjakan amal shalih yang berguna dan diridhai Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman. Lalu apakah cukup itu saja. Tidak, perlu sifat ketiga, yaitu agar masing-masing menasihati yang lain tentang kebenaran dan keteguhan yang didukung oleh dalil yang kuat dan syairah yang tepat. Masing-masing menasihati yang lain untuk bersabar menghadapi hal-hal yang tidak disukai dan berbagai kesulitan.

Sebab, tidak cukup bagi anda hanya melakukan kebaikan saja. Setelah memperbaiki diri, anda mesti mengajak orang lain menuju kebenaran dan menempuh jalan yang lurus. Untuk itu anda pasti akan menemui kesulitan, maka bersabarlah dan ajak orang lain untuk bersabar. Sabar adalah setengah keimanan dan Allah yang membimbing menuju kebaikan.

---oo0oo---

Surat Al-Humazah

Surat ini Makkiyah dan terdiri dari 9 ayat. Di surat ini Allah mengancam orang yang suka mencela, menghina, dan mengadu domba. Dia akan disiksa dengan neraka yang tertutup dari segala penjuru.

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ١ ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ ٢ يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ ٣ كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ ٤ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ ٥ نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ ٦ الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ ٧ اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ ٨ فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ ٩

1.  Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,

2.  Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

3.  Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,

4.  Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

5.  Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?

6.  (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,

7.  Yang (membakar) sampai ke hati.

8.  Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

9.  (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Binasa dan siksa.
  2. Yang suka mencela, menyakiti orang, dan mengadu domba manusia. Pada ungkapan tersebut tersirat kuantitas perbuatan itu.
  3. Berulang kali dan mereka menikmati hal itu.
  4. Menjadikannya kekal.
  5. Ungkapan menghentikan dan menolak.
  6. Pasti ia dilempar.
  7. Neraka yang panas. Dinamakan seperti itu karena ia menghancurkan tulang dan memakan daging.
  8. Menyala berkobar-kobar.
  9. Sampai ke hati dan menembus bagian yang merasakan sakit. Atau menembusnya untuk melihat isinya dan membedakan macam-macamnya.
  10. Tertutup dan mengunci mereka.
  11. Tiang yang tinggi.
  1. ويل
  2. همزة لمزة

 

  1. وعدده
  2. أخلده
  3. كلا
  4. لينبذن
  5. الحطمة

 

  1. الموقدة
  2. تطلع على الأفئدة

 

  1. مؤصدة
  2. عمد ممددة

Syarah:

Kecelakaan besar yang tidak bisa diukur dahsyatnya. Setiap pengumpat dan pencela tidak tahu hakikatnya, yakni setiap orang yang merusak kehormatan orang lain, tidak menghormati mereka, menghina amal perbuatan mereka, dan menyakiti mereka sementara ia sendiri menikmati perbuatan tersebut. Yang membuatnya melakukan hal itu karena rasa bangganya terhadap dirinya sendiri dan ketertipuannya atas harta yang dihitung-hitungnya brekali-kali, ia senang sekali menghitung-hitungnya. Ia mengira bahwa harta itu memberi jaminan kelanggengan di dunia. Sama seperti orang yang mengira bahwa dirinya tidak akan mati. Diriwayatkan bahwa Al-Akhnas bin Syuraiq atau Al-Walid bin Al-Mughirah, atau Umayyah bin Khlalaf melakukan hal itu terhadap Nabi saw.

Allah menceritakan apa yang disediakan untuk mereka yang suka mencela dan tertipu oleh harta benda. Allah katakan, "Tidak." Membantah dan menutup dugaan sesat mereka. Allah pasti melemparkan mereka. Orang seperti itu pasti Allah lempar ke neraka Huthamah. Tempat yang apinya menghancurkan tulang, memakan daging, dan menyerang hati. Tahukah kamu apa itu Huthamah? Maksud pertanyaan ini adalah untuk membesar-besarkan dna menjelaskan bahwa hakikatnya tidak mampu dipahami akal manusia serta tidak bisa dijangkau pemahaman manusia. Tidak ada yang mengetahui hakikatnya selain Penciptanya sendiri. Siapakah yang memberitahumu selain Sang Pencipta itu sendiri? Oleh karena itu Allah menjelaskannya, adalah api yang tidak sama seperti kebanyakan api. Api Allah yang menyala-nyala dan menembus hati. Api itu bisa merasuk dalam tubuh atau dapat mengetahui rahasia hati dan dapat membedakan antara yang bermaksiat dan yang bertakwa. Neraka itu dikunci untuk mereka hingga mereka tidak bisa keluar. Pintu-pintunya terkunci dengan tali pengikat dan tidak akan terbuka.

---oo0oo---

Surat Al-Fil

Surat ini Makkiyah, terdiri dari 5 ayat. Di surat ini Allah menceritakan kisah Ashabul Fil yang ringkasnya berikut ini:

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ١ اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ٢ وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ٣ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ٤ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ ٥

1.  Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu Telah bertindak terhadap tentara bergajah?

2.  Bukankah dia Telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?

3.  Dan dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

4.  Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

5.  Lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Makar dan tipu daya mereka.
  2. Kebinasaan dan kesia-siaan.
  3. Bergerombol dan berpencar.
  4. Tanah yang bisa mengeras seperti batu.
  5. Al-'Ashf artinya daun yang tetap ada setelah panen lalu ia menjadi makanan ternak.
  1. كيدهم
  2. تضليل
  3. أبابيل
  4. سجيل
  5. كعصف

 

Syarah:

Tidakkah kau tahu tentang kisah populer, yang karena populernya ia menjadi ilmu tersendiri yang didasarkan kepada penglihatan dan persaksian. Maksudnya, ceritakan kepadaku tentang Ashabul Fil dan ceritakan kepadaku bagaimana Allah memperlakukan mereka. Bukankah Allah telah menjadikan makar dan tipu daya mereka untuk menghancurkan Ka'bah gagal dan mereka tidak dapat melakukan apa yang mereka inginkan.

Allah telah mengirim burung yang datang bergerombol membawa batu yang berisi kuman penyakit untuk menghancurkan sebagian besar tentara itu. Hingga mereka gagal dan pulang dengan kehinaan. Burung-burung itu melempari tentara dengan kerikil dari tanah liat yang mengeras. Mayoritas mereka binasa dan menjadi mangsa burung-burung tersebut. Kondisi mereka seperti dun yang dimakan binatang, yakni daun yang mulai kering setelah buahnya dipanen.

Di Yaman terdapat seorang raja bernama Abrahah Al-Asyram. Ia membangun gereja besar di San'a. Bangunan itu sangat besar dan megah. Ia ingin mengalihkan ibadah haji dari Ka'bah ke geraja tersebut. Ia memberitahu hal itu kepada Najasyi, raja Habasyah. Diriwayatkan bahwa seorang Arab buang kotoran di dalam gereja itu dan hal itu membuat sang raja murka. Ia bersumpah untuk menghancurkan Ka'bah. Dipersiapkannya tentara yang banyak dan mulai bergerak menuju Mekah. Di depan barisan tentara itu seekor gajah besar. Ketika melewati kota Mekah Abrahah memerintahkan tentaranya agar merampas harta benda penduduknya. Di antara yang dirampas itu seekor unta milik Abdul Muthallib, kakek Nabi saw.

Unta itu digiring oleh seorang tentara. Ketika Abdul Muthallib mengetahui kejadikan itu ia hendak menemui raja Abrahah. Dia pun menemuinya dan berbicara dengannya perihal unta. Raja pun menjawab, "Ketika melihatmu aku kagum kepadamu. Dan ketika kamu berbicara aku terdiam. Kamu mmeinta unta itu dan membiarkan Baitullah yang merupakan agamamu dan agama nenek moyangmu." Abdul Muthalib menimpali, "Unta itu memang milikku, sedangkan rumah itu, ia memiliki Tuhan yang menjaganya." Abrahah pun mengembalikan untanya.

Diriwayatkan, setelah Abdul Muthallib meninggalkan Abrahah, ia memegangi pintu Ka'bah seraya berkata,

Tiada gundah jika seorang hamba menahan

Salib dan upaya kalian tidak bisa mengalahkan

Jika kau meninggalkan penduduk Mekah dan kiblat kami

 

Hewan tunggangannya, tahan tungganganmu sendiri

Selama-lamanya, tiada mampu mengalahkan

Terserah, apa yang kau mau

Keesokan harinya Abrahah bersiap-siap untuk memasuki Mekah. Gajah-gajahnya dan Tentara juga disiapkan hendak menghancurkan Ka'bah setelah itu pulang ke Yaman. Ketika mereka mengarahkan gajah itu ke arah Mekah, binatang itu terduduk, namun ketika di arahkan ke Yaman atau ke Syam ia bangun dan berdiri. Pada saat itulah Allah mengutus burung yang membawa batu-batu dengan paruh dan kaki mereka untuk dilemparkan kepada mereka. Penyakit pun mewabah dan melanda sebagian besar mereka. Akhirnya mereka tak ubahnya seperti daun yang telah kering.

Apakah batu-batu itu sendiri yang membinasakan mereka atau karena kuman yang mereka bawa. Hanya Allah yang tahu. Yang jelas setelah mereka dilempari batu-batu itu sebagian besar mereka mati. Akhirnya Abrahah dan orang-orang dekatnya tidak jadi menghancurkan Ka'bah. Abrahah sendiri mati di perjalanan.

---oo0oo---

Surat Quraisy

Surat Makkiyah dan terdiri dar 4 ayat. Di sini Allah memerintah orang-orang Quraisy agar menyembah Tuhan mereka dan yang memberi kenikmatan kepada mereka.

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ١ اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ٢ فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ٣ الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ࣖ ٤

1.  Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

2.  (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

3.  Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ini (Ka'bah).

4.  Yang Telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Aalafa iilafan wa ilfan wa ilaafan artinya komitmen terhadapnya dan selalu berada padanya. Ada yang mengartikannya sebagai peranjian dagang atau persetujuan dengan orang lain. Ini menujukkan adanya kesatuan dan keterkaitan.
  2. Rihlah atau irtihal arti sebenarnya adalah mengencangkan tali hewan untuk bepergian. Lalu kata-kata ini menjadi isitlah dalam bepergian.
  3. Ka'bah.
  4. Menyelamatkan mereka.
  1. لإيلاف قريش إيلافهم
  2. رحلة الشتاء والصيف

 

 

 

  1. هذا البيت
  2. وآمنهم

 

Syarah:

Kita semua tahu bahwa negeri Mekkah dan sekitarnya berupa gurun pasir dan tidak ada tumbuh-tumbuhan

رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ ٣٧

"Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati." (Ibrahim: 37)

Kondisi ini membuat penduduknya memikirkan kehidupan mereka. Mereka menjadi pedagang berjual beli bersama negeri-negeri tetangga, bagian utara dan selatan. Maka di musim dingin mereka pergi ke Yaman dan di musim padas mereka pergi ke Syam. Oleh kerena mereka tuan rumah Baitullah atau tetangganya, maka mereka sangat dihormati dan dihargai. Olah sebab itu bertambahlah manfaat mereka, semakin luas jangkauan dagang mereka, banyak keuntungan mereka. Sebab mereka membuat perjanjian dagang bersama negeri-negeri tetangga mereka.

Maksud utama dari surat ini, bahwa Quraisy, anak cucu An-Nadhar bin Kinanah, tidak menyembah Tuhan mereka karena suatu sebab. Oleh karena itu hendaknya mereka menyembah Tuhan rumah ini (Ka'bah). Karena Dia yang memberikan mereka kebiasaan bepergian pada musim dingin dan musim panas untuk berdagang serta mencari rezki. Dengan demikian mereka menjadi kaya dan merasa aman untuk berpindah-pindah ke mana saja yang mereka mau. Itu semua karena kemuliaan Allah yang menjadikan mereka sebagai tetangga rumah-Nya dan pelayan orang-orang yang berhaji.

فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ٣

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ini (Ka'bah).

Karena hanya Allah yang memiliki anugerah dan kemuliaan untuk penduduk Mekkah, di mana Allah sendiri yang menyelamatkannya dari serangan Abrahah agar ia menjadi tempat mulia bagi mereka dan agar mereka tetap bisa berdagang dengan para tetangga mereka. Oleh karena itu hendaknya mereka menyembah Tuhan rumah ini, yang telah memberi makan mereka setelah lapar dan miskin, juga yang memberikan rasa aman setelah mereka berada dalam ketakutan dan kehinaan.

Allah yang meluaskan rezki mereka, yang membentangkan rasa aman untuk mereka, dan yang membuat mereka bisa diterima oleha semua orang selaku tuan rumah-nya dan pelayan para haji-Nya. Dengan demikian mereka berhasil mendapatkan makanan dan keamanan untuk diri dan perdagangan mereka. Jika yang memiliki semua kemuliaan itu, maka hendaknya mereka menyembah Allah semata tanpa menyembah yang lain. Karena Allah sendirilah yang memberi makan mereka setelah lapar dan memberikan rasa aman setelah ketakutan.

---oo0oo---

Surat Al-Ma'un

Surat ini Makkiyah, terdiri dari 7 ayat. Di sini Allah menjelaskan orang-orang yang mendustakan agama berikut sifat-sifatnya.

بسم الله الرحمن الرحيم

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ ١ فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ ٢ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ ٣ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ٤ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ٥ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ٦ وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ ٧

1.  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

2.  Itulah orang yang menghardik anak yatim,

3.  Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

4.  Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

5.  (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

6.  Orang-orang yang berbuat riya,

7.  Dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Balasan, ada yang mengartikannya Islam.
  2. Menghardik dan membentak dengan keras.
  3. Tidak menasihati orang lain untuk itu.
  4. Kebinasaan.
  5. Lalai terhadapnya.
  6. Semua yang berguna dan bermanfaat.
  1. بالدين
  2. يدع اليتيم
  3. ولا يحض على طعام المسكين
  4. فويل
  5. ساهون
  6. الماعون

 

Syarah:

Tahukah kamu siapa yang mendustakan agama? Katakan kepadaku, siapakah dia? Wajib bagi orang yang beragama untuk tahu hakikat ini agar dia menjauhi hal ini berikut sifat-sifatnya. Kata tanya di sini dimaksudnya untuk membuat audiens penasaran terhadap berita lanjutannya. Juga sebagai pertanda bahwa masalah ini sangat misteri. Sebab setiap orang mengklaim dirinya membenarkan agama. Apakah kamu tahu siapa yang sesungguhnya mendustakan agama itu? Kalau tidak tahu, itulah sebenarnya yang mendustakan agama itu; yang menghardik dan memperlakukan anak yatim secara kasar serta merampas haknya jika ia mempunyai harta benda, atau haknya untuk mendapatkan sedekah jika anak itu fakir. Dia juga tidak menasihati orang lain untuk memberi makan kepada fakir miskin. Jika menasihati saja tidak, tentu dia sendiri tidak memberi makan kepada mereka.

Lihatlah tanda-tanda orang yang mendustakan agama sebagaimana yang disebutkan Al-Qur'an ini; merampas hak, menyakiti orang lemah, sangat pelit terhadap orang-orang yang memang punya hak. Jika kamu tahu hal itu, sungguh celaka orang-orang yang shalat, mereka yang lalai terhadap shalatnya, yang mengerjakan shalat tanpa khusyu', tidak menghadirkan hati untuk merenungi keagungan Allah, dan tanpa mentadaburi makna yang dibacanya. Shalat yang dilaksanakan seseorang namun ia tidak merasa berada di hadapan Penciptanya. Anda melihatnya bertasbih dengan otaknya dan menggerak-gerakkan ujung jemarinya namun ia tidak sadar sudah berapa rakaah yang dikerjakannya.

Itulah shalat sebagian orang yang mendustakan agama. Shalat semacam ini tentu saja tidak mencegah perbuatan keji dan mungkar. Karena orang yang mengerjakannya lalai dari zikir kepada Allah. Lebih dari itu ia juga mengharap agar dilihat manusia disebut-sebut. Mereka lakukan hal itu bukan untuk Allah. Karena terlalu pelitnya, mereka menolak memberi kepada orang yang membutuhkan.

Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama? Dialah yang berperilaku kasara terhadap anak yatim dan tidak memberikan hak-hak fakir miskin. Di samping itu ia juga lalai terhadap shalatnya, memperlihatkan amalnya kepada manusia, dan menahan pemberiannya kepada orang lain. Celaka dan celakalah orang seperti itu. Kandatipun mereka puasa dan shalat.

---oo0oo---

Surat Al-Kautsar

Menurut pendapat yang benar, surat ini Makkiyah, terdiri dari 3 ayat. Di surat Allah menyebutkan bahwa Dia memberi kepada Nabi kebaikan yang banyak lalu Allah memintanya untuk melakukan shalat dan sedekah sebagai rasa syukur atas nikmat Allah.

بسم الله الرحمن الرحيم

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ ٣

1.  Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

2.  Maka Dirikanlah shalat Karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

3.  Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Sesuatu yang banyak. Dikatakan untuk wanita Arab di mana anaknya datang dari bepergian. "Anakmu datang membawa apa?" Dia menjawab, "Ia datang dengan hal yang banyak." Ada yang mengatakan, ia adalah sungai di surga.

 

 

  1. Yang membuatmu marah.
  2. Terputus keturunan dan sebutannya.
  1. الكوثر

 

 

 

 

 

  1. شانئك
  2. الأبتر

Syarah:

Saat orang-orang musyrik melihat Nabi dan kaum Muslimin berjumlah sedikit dan mereka juga berada dalam kemiskinan, mereka meremehkan dan menghinakan kondisi ini. Mereka mengira bahwa kebenaran dan kebaikan beserta kekayaan dan banaknya jumlah. Saat melihat anak laki-laki Nabi meninggal dunia, mereka mengatakan, "Muhammad putus keturunannya. Dan dia tidak diingat orang lagi nantinya." Orang-orang munafik juga seperti itu, setiap kali melihat kesusahan dan derita yang menimpa kaum Muslimin, mereka menunggu-nunggu keburukan itu dan menganggap telah mengalahkan kaum Muslimin. Ini barangkali menyebabkan orang-orang lemah di kalangan kaum Muslimin merasa sempit dadanya ketika mendapat musibah. Oleh karena itu surat ini turun untuk menjelaskan kondisi sesungguhnya yang dialami Nabi saw. Berikut banyak kebaikan yang dikaruniakan kepada beliau, di dunia dan kakhirat. Termasuk apa yang akan menimpa orang-orang yang dengki kepada beliau. Barangkali dengan demikian kita bisa mengambil pelajaran dan ridha atas apa yang diberikan kepada beliau. Sesungguhnya Kami telah memberimu kebaikan yang teramat banyak, ya Muhammad. Bukankah Tuhanmu telah menganugerahkan kenabian dan agama yang benar kepadamu? Mengutusmu untuk semua manusia? Menjadikan agamamu sebagai pemungkas semua agama? Akhir dari semau risalah? Yang menggambungkan antara kebaikan dunia dan akhirat? Yang menggabungkan semua kebagusan dan kesempujnaan dalam berbagai aspek? Bukankah Dia telah memberimu Al-Qur'an, ilmu, dan hikmah? Bukankah Dia juga memberimu kamuliaan yang banyak dan kebaikan yang luas? Hidayah dan petunjuk? Kebahagiaan dunia dan akhirat bagimu berikut ummat sampai hari Kiamat?

Ya, Allah telah memberimu semua itu. Di antaranya adalah Al-Kautsar, sebab ada yang mengartikannya dengan sungai di surga. Jika begitu Muhammad, maka shalatlah untuk Tuhanmu dan menghadaplah hanya kepada-Nya. Bertakwalah kepada-Nya dan jangan bersandar kepada selain-Nya. Dialah sebaik-baik pelindung dan dan sebaik-baik Penolong. Shalatlah untuk Allah dan sembelihlah hewan kurban yang menjadi ibadahmu untuk-Nya. Semua itu kamu persembahkan hanya untuk-Nya. Karena hanya Dialah yang memeliharamu, memberimu, memberi petunjuk kepadamu, dan merestuimu.

Adapun orang-orang yang menghinamu, yang hasad kepadamu, dan membuatmu marah, mereka itulah sebenarnya yang putus warisan mereka dan tidak lagi dikenang secara positif. Allah menganalogikan kenangan yang bagus dengan ekor binatang  karena ekor itu akan selalu mengikutinya dan menjadi penghias baginya. Sedangkan orang yang terputus warisannya diibaratkan dengan ekor yang terputus.

Sebagian ulama ada yang menafsirakan shalat dengan shalat 'Ied dan korban dengan kurban pada 'Iedul Adha saja. Tentunya pendapat ini kurang tepat.

---oo0oo---

Surat Al-Kafirun

Surat Makkiyah, terdiri dari enam ayat. Surat ini memutus keinginan orang-orang kafir dan menjelaskan perbedaan antara ibadah mereka dan ibadah Nabi saw. yang lebih luas.

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١ لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٣ وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٤ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٥ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ ٦

1.  Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,

2.  Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

3.  Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.

4.  Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

5.  Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.

6.  Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

Diriwayatkan, setelah berputus asa menghadapi Nabi, para pemimpin Quraisy mendatangi beliau. Mereka melihat adanya kebaikan dalam dakwah beliau namun mereka enggan mengikutinya karena kecintaan mereka bertaqlid buta. Mereka berkata, "Marilah, kami menyembah tuhanmu untuk suatu masa dan kamu menyembah tuhan kami. Dengan demikian ada perdamaian di antara kita dan permusuhan lenyap. Jika pada ibadah kami ada kebenaran anda bisa mengambil sebagian dan jika pada ibadahmu ada kebenaran kami mengambilnya. Maka surat ini turun untuk membantah mereka dan memupus harapan mereka.

Syarah:

Ya Muhammad, katakan kepada orang-orang kafir yang tidak ada kebaikannya sedikit pun pada mereka dan tidak ada harapan untuk beriman. Katakan kepada mereka, aku tidak menyembah apa yang kalian sembah. Sebab kalian menyembah tuhan-tuhan yang kalian jadikan sebagai perantara kepada Allah yang Esa lagi Maha Perkasa. Kalian menyembah tuhan-tuhan yang kalian kira terwujud dalam bentuk patung atau berhala. Sedangkan aku menyembah Tuhan yang Esa, Satu, Tunggal, Tempat bergantung yang tidak perlu istri dan anak, tiada yang menyamai dan tiada pesaing. Tidak terwujud dalam fisik atau pribadi seseorang. Tidak membutuhkan perantara dan tidak ada yang mendekati-Nya melalui makhluk. Sarana yang mendekatkan seseorang kepada-Nya hanyalah ibadah. Jadi, antara apa yang aku sembah dan kalian sembah sangat berbeda. Maka aku tidak menyembah apa yang kalian sembah dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah.

Hai orang-orang kafir yang mantap dengan kakafiran. Aku tidak menggunakan cara ibadah kalian dan kalian tidak menggunakan cara ibadahku. Ayat 2 dan 3 menunjukkan perbedaan antar kedua tuhan yang disembah. Nabi menyembah Allah sedangkan mereka menyemmbah patung dan berhala berikut perantara lainnya. Sementara ayat 4 dan 5 menunjukkan perbedaan ungkapan. Ibadah Nabi itu murni dan tidak terkontaminasi oleh kesyirikan serta jauh dari ketidak-tahuan tentang tuhan yang disembah itu. Ibadah kalian penuh dengan kesyirikan juga tawasuul tanpa usaha. Bagaimana mungkin kedua jenis ibadah ini bisa bertemu. Sebagian ulama berkata, menbantah pengulangan pada surat ini. Pengertiannya, aku tidak menyembah apa yang kalian di masa lalu demikian pula kalian, tidak menyembah apa yang aku sembah. Jelas dan akhirnya sama.

Bagi kalian agama kalian termasuk dosanya kalian tanggung sendiri dan bagi kami agama kami, aku bertanggung jawab terhadap memikul bebannya. Kedua ungkapan untuk menguatkan ungkapan sebelumnya.

---oo0oo---

Surat An-Nashr

Madaniyah, terdiri dari tiga ayat, sebagai berita gembira bagi Nabi dan sahabat yang berupa turunnya pertolongan Allah bagi agama mereka. Dibukanya hati manusia untuk menerima agama ini lalu diperintahkannya mereka untuk bertasbih dan mensucikan Allah. Sebab itu semua adalah faktor keberhasilan.

اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ ١ وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ ٢ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا ࣖ ٣

1.  Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

2.  Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,

3.  Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat.

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Pertolongan-Nya.
  2. Artinya penakhlukkan sebuah negeri atau keputusan untuk sebuah persengketaan antara kalian dan musuh Islam.
  3. Jamak dari fauj, artinya berkelompok-kelompok.
  4. Tasbih berarti pensucian dan hamdun berarti pujian untuk Allah yang memang layak mendapat pujian itu.
  1. نصر الله
  2. والفتح

 

  1. أفواجاً
  2. فسبح بحمد ربك

 

Syarah:

Nabi sangat berambisi agar semua manusia beriman, terutama Quraisy dan bangsa Arab. Sebagai manasia, Nabi juga tidak mengetahui yang gaib. Oleh karena itu terkadang ia terguncang dan gusar kalau ada yang menimpa dakwah. Maka surat ini menjadi berita gembira untuk beliau dan mengingatkan beliau, sebaiknya engkau tidak bersikap demikian. Ini konteksnya, kebaikan orang-orang baik adalah kejahatan orang-orang dekat. Boleh jadi sesuatu menjadi kebaikan bagimu namun bagi orang lain dosa kecil yang tidak perlu minta ampun.

Jika pertolongan Allah datang dan memang harus datang. Lalu datang pula kunci untuk negeri yang tadinya tertutup dan hati yang yang terkatup. Anda melihat manusia masuk ke dalam agama Allah berbondong-bondong dan berkelompok-kelompok. Untuk menyambut kemenangan ini, wajib bersyukur dan memuji Allah karena Dia yang layak mendapat pujian. Jika itu semua terjadi, kamu juga wajib bertasbih mensucikan Tuhanmu seperti yang seharusnya. Bertasbihlah untuk-Nya dengan memuji-Nya atas perbuatan indah-Nya, menyebut sifat-sifat-Nya yang laik dan nama-nama-Nya yang bagus. Juga beristighfarlah untuk dosamu dan mintalah ampunan atas apa yang pernah kamu lakukan dan tidak layak bagimu selaku penutup para dan rasul. Beristighfarlah kepada Allah karena Dia Maha menerima taubat hamba-Nya serta memaafkan kesalahannya. Dia Maha Mengetahui apa yang engkau lakukan. Yang menjadi objek bicara surat ini adalah Nabi dan siapa saja pantas.

Diriwayatkan bahwa surat ini merupakan belasungkawa untuk Nabi, karena Muhammad saw telah menunaikan risalahnya secara sempurna. Jika telah menunaikan tugas, beliau akan segera bertemu dengan Pertemanan Tertinggi, Allah Azza wa Jalla. Sebagian sahabat memahami esensi surat ini lalu menangisi Rasulullah.

---oo0oo---

Surat Al-Masad

Surat Makkiyah, 5 ayat, berisi cacian untuk Abu Lahab dan istrinya, si pembawa kayu bakar.

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ١ مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ٢ سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ ٣ وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ ٤ فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ ٥

1.  Binasalah kedua tangan abu Lahab dan Sesungguhnya dia akan binasa.

2.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

3.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

4.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

5.  Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Makna Al-Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. At-Tabab artinya hancur dan merugi. Maksud ayat ini adalah Abu Lahab merugi dan binasa.
  2. Ia akan mendapati panasanya dan akan merasakannya.
  3. Apakah kayu bakar yang dimaksudkan di sini? Memang Arwa binti Harb bin Umayyah, saudar perempuan Abu Sufyan dan istri Abu Lahab itu memang benar-benar membawa kayu bakar. Atau apakah yang dimaksudkan karena dia seorang wanita yang berbuat onar dan kerusakan. Ungkapan pada ayat ini merupakan kiasan untuk perbuatannya ini.
  4. Tali untuk mengikat.
  1. تبت يدا أبي لهب
  2. سيصلى

 

  1. حمالة الحطب

 

 

 

 

 

 

  1. مسد

Syarah:

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi saw. diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan kepada manusia, terutama kerabat dekat dan keluarga beliau. Beliau berdiri di atas bukit seraya memanggil, "Wahai sahabat!" Orang-orang Quraisy pun berkumpul. Beliau melanjutkan, "Bagaimana menurut kalian jika aku bercerita kepada kalian bahwa musuh akan menyerang kalian pagi atau sore hari? Apakah kalian percaya kepadaku?" Mereka menjawab, "Kami percaya." Beliau berkata, "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan tentang siksaan yang pedih." Abu Lahab berkata, "Celakahlah kamu, apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami!" Allah segera menurunkan surat ini.

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ ١

Abu Lahab celaka dan mengelami kerugian yang besar. Ini doa buruk baginya. Terbukti ia telah celaka dan merugi. Buktinya firman Allah,

مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ ٢

Tidak ada gunanya harta benda Abu Lahab. Usaha dan perkerjaannya juga tidak menolongnya. Semua itu tidak ada gunanya tidak dapat menggagalkan doa Nabi saw. Padahal Abu Lahab itu paman beliau sendiri. Namanya Abdul Uzza. Dia merupakan musuh yang paling keras. Ia sering berjalan di belakang Nabi. Setiap kali beliau mengatakan sesuatu dia mendustakannya. Oleh karena itu Allah menyebutkan balasan atas perbuatannya itu. Ia akan memasuki neraka yang panasnya dan dahsyatnya tidak ada yang tahu selain Penciptanya. Neraka yang menjilat-jilat. Ia dan istrinya, si Pembawa kayu bakar akan merasakan api itu.

Diriwayatkan pula bahwa wanita itu biasa meletakkan duri di jalan yang akan dilalui Rasulullah saw. setelah dikumpulkannya untuk menghalangi dakwah beliau. Ada pula yang mengatakan wanita itu berupaya mengobarkan permusuhan antara Nabi dan orang-orang. Ia membawa kayu bakar fitnah dan menyalakan permusuhan di antara mereka. Allah manambah gambaran buruk wanita ini dengan ungkapan,

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ ٥

"Yang di lehernya ada tali dari sabut."

Ia pernah mempunyai kalung dan bersumpah untuk dibelanjakan dalam rangka melawan Rasulullah. Oleh karena itu Allah menggantinya dengan tali di lehernya yang kuat melilit di lehernya. Kala itu ia berada di neraka Jahannam. Ada yang mengatakan, ini bentuk penghinaan kepadanya digambarkan sebagai tukang kayu bakar untuk meredahkannya karena kesombongannya dan suaminya.

---oo0oo---

Surat Al-Ikhlas

Makkiyah, terdiri dari 4 ayat, surat tauhid dan pensucian nama Allah Ta'ala. Ia merupakan prinsip pertama dan pilar tama Islam. Oleh karena itu pahala membaca surat ini disejajarkan dengan sepertiga Al-Qur'an. Karena ada tiga prinsip umum: tauhid, penerapan hudud dan perbuatan hamba, serta disebutkan dahsyatnya hari Kiamat. Ini tidaklah mengherankan bagi orang yang diberi karunia untuk membacanya dengan tadabbur dan pemahaman, hingga pahalanya disamakan dengan orang membaca sepertiga Al-Qur'an.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

1.  Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2.  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

3.  Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4.  Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Satu Dzat-Nya, sifat-Nya, dan perbuatan-Nya.
  2. Dapat mencukupi semua kebutuhan sendirian.
  3. Sepadan, sama, dan tandingan.
  1. أحد
  2. الصمد
  3. كفؤاً

 

Syarah:

Inilah prinsip pertama dan tugas utama yang diemban Nabi saw. Beliau pun menyingsingkan lengan baju dan mulai mengajak manusia kepada tahuhid dan beribadah kepada Allah yang Esa. Oleh karena itu di dalam surat ini Allah memerintahkan beliau agar mengatakan, "Katakan, 'Dialah Allah yang Esa." Katakan kepada mereka, ya Muhammad, "Berita ini benar karena didukung oleh kejujuran dan bukti yang jelas. Dialah Allah yang Esa. Dzat Allah satu dan tiada berbilang. Sifat-Nya satu dan selain-Nya tidak memiliki sifat yang sama dengan sifat-Nya. Satu perbuatan dan selain-Nya tidak memiliki perbuatan seperti perbuatan-Nya.

Barangkali pengertian kata ganti 'dia' pada awal ayat adalah penegasan di awal tentang beratnya ungkapan berikutnya dan penjelasan tentang suatu bahaya yang membuatmu harus mencari dan menoleh kepadanya. Sebab kata ganti tersebut memaksamu untuk memperhatikan ungkapan berikutnya. Jika kemudian ada tafsir dan penjelasannya jiwa pun merasa tenang. Barangkali anda bertanya, tidakkah sebaiknya dikatakan, "Allah yang Esa" sebagai pengganti dari kata, "Allah itu Esa." Jawabannya, bahwa ungkapan seperti ini adalah untuk mengukuhkan bahwa Allah itu Esa dan tiada berbilang Dzat-Nya.

Kalau dikatakan, "Allah yang Maha Esa," tentu inplikasinya mereka akan meyakini keesaan-Nya namun meragukan eksistensi keesaan itu. Padahal maksudnya adalah meniadakan pembilangan sebagaimana yang mereka yakini. Oleh karena itu Allah berfirman,

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢

"Dia-lah Allah, Dia itu Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu."

Artinya tiada sesuatu pun di atas-Nya dan Dia tidak butuh kepada sesuatu pun. Bahkan selain-Nya butuh kepada-Nya. Semua makhluk perlu berlindung kepada-Nya di saat sulit dan krisis mendera. Maha Agung Allah dan penuh berkah semua nikmat-Nya.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣

"Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan"

Ini merupakan pensucian Allah dari mempunyai anak laki-laki, anak perempuan, ayah, atau ibu. Allah tidak mempunyai anak adalah bantahan terhadap orang-oran musyrik yang mengatakan bahwa malaikat itu anak-anak perempuan Allah, terhadap orang-orang Nashrani dan Yahudi yang mengatakan 'Uzair dan Isa anak Allah. Dia juga bukan anak sebagaimana orang-orang Nashrani mengatakan Al-Masih itu anak Allah lalu mereka menyembahnya sebagaimana menyembah ayahnya. Ketidak-mungkinan Allah mempunyai anak karena seorang anak biasanya bagian yang terpisah dari ayahnya. Tentu ini menuntut adanya pembilangan dan munculnya sesuatu yang baru serta serupa dengan makhluk. Allah tidak membutuhkan anak karena Dialah yang menciptakan alam semesta, menciptakan langit dan bumi serta mewarisinya. Sedangkan ketidak-mungkinan Allah sebagai anak, karena sebuah aksioma bahwa anak membutuhkan ayah dan ibu, membutuhkan susu dan yang menyusuinya. Maha Tinggi Allah dari semua itu setinggi-tingginya.

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

"Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

Ya. Selama satu Dzat-Nya dan tidak berbilang, bukan ayah seseorang dan bukan anaknya, maka Dia tidak menyerupai makhuk-Nya. Tiada yang menyerupai-Nya atau sekutu-Nya. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.

Meskipun ringkas, surat ini membantah orang-orang musyrik Arab, Nashrani, dan Yahudi. Menggagalkan pemahaman Manaisme (Al-Manawiyah) yang mempercayai tuhan cahaya dan kegelapan, juga terhadap Nashrani yang berpaham trinitas, terhadap agama Shabi'ah yang menyembah bintang-bintang dan galaksi, terhadap orang-orang musyrik Arab yang mengira selain-Nya dapat diandalkan di saat membutuhkan, atau bahwa Allah mempunyai sekutu. Maha Tinggi Allah dari semua itu.

Surat ini dinamakan Al-Ikhlas, karena ia mengukuhkan keesaan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia sendiri yang dituju untuk memenuhi semua kebutuhan, yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, tiada yang menyerupai dan tandingan-Nya. Konsekuensi dari semua itu adalah ikhlas beribadah kepada Allah dan ikhlas menghadap kepada-Nya saja.

---oo0oo---

Surat Al-Falaq

Makkiyah, ada yang mengatakan Madaniyyah, terdiri dari 5 ayat, dan salah satu dari dua ayat perlindungan.

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

1.  Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,

2.  Dari kejahatan makhluk-Nya,

3.  Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,

4.  Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

5.  Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."

Makna Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Asalnya terbelahnya sesuatu dan jelasnya sesuatu dari yang lain. Maksudnya pada surat ini adalah semua yang dibelah Allah baik berupa bumi untuk tumbuhan, gunung untuk mata air, gunung untuk hujan, dan rahim untuk jabang bayi.

 

  1. Malam yang sangat gelap gulita.
  2. Masuk ke dalam apa saja dan menutupi apa saja.
  3. Nafatsah maksudnya hembusan yang keluar dari mulut.
  4. Jamak dari 'uqdah, apakah maksudnya buhul tali atau yang dimaksud ikatan cinta dan hubungan antar manusia.

 

  1. الفلق

 

 

 

 

 

 

  1. غاسق
  2. إذا وقب
  3. النفاثات
  4. في العقد

 

Syarah:

Diriwayatkan bahwa ada orang Yahudi mensihir Nabi saw. hingga beliau sakit sampai tiga hari. Sakit beliau sangat parah sampai-sampai tidak sadar terhadap apa yang dilakukan. Kemudian Jibril datang dna memberitahu tentang bagian yang terkena sihir. Setelah itu beliau dibacakan surat An-Nas dan Al-Falaq akhirnya kembali sadar seperti semula.

Menurutku riwayat ini tidak benar sebagaimana pendapat para ulama. Ia hanya celoteh orang-orang Yahudi dengan tujuan agar manusia ragu terhadap Nabi saw. dan menganggap beliau terkena sihir. Padahal Allah berfirman,

۞ يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗوَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗ ۗوَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ ٦٧

"Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia." (Al-Maidah: 67)

اِنَّا كَفَيْنٰكَ الْمُسْتَهْزِءِيْنَۙ ٩٥

"Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)." (Al-Hijr: 95).

Katakan kepada mereka, ya Muhammad, "Aku berlindung kepada Tuhan seluruh alam yang dapat membelah tanah dan langit, aku berlabuh kepada-Nya dari semua kejahatan yang menimpaku, keluargaku, dakwahku, dan sahabatku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam jika telah menjadi gelap gulita dan menutupi seluruh alam. Karena kegelapan malam bisa menjadi tabir bagi setiap orang yang melampaui batas dan pendosa. Aku juga berlindung kepada-Mu dari para wanita peniup buhul tali yang mereka ikat." Sebagaimana yang dijelaskan tadi. Namun maksud yang sebenarnya adalah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatn para pengadu domba yang memutuskan hubungan cinta kasih. Dengan demikian ta' pada kata,

النفاثة

Bermakna hiperbol dan tidak menujukkan ta'nits (feminim). Yakni orang yang berusaha mengadu domba, mengerahkan segenap upayanya untuk menyakiti orang yang dipuji. Tidak ada jalan untuk mendaptkan keridhaan orang semacam ini. Maka tidak ada cara lain  menghadapi orang tersebut selain menhadap kepada Allah agar berkenan memelihara kita dari kejahatannya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

---oo0oo---

Surat An-Nas

Surat An-Nas ini Makkiyah menurut pendapat paling benar, terdiri dari 6 ayat. Ini merupakan ayat perlindungan yang kedua.

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

1.  Katakanlah, "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

2.  Raja manusia.

3.  Sembahan manusia.

4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

5.  Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.

6.  Dari (golongan) jin dan manusia."

Mana Mufradat:

Arti

Mufradat

  1. Yang membisikkkan kata-kata jahat di dada manusia.
  2. Bentuk hiperbola dari kata Al-Khunus yang berarti kembali atau terlambat. Karena kalau ia diusir ia mundur dan kembali.

 

  1. Makhluk tersembunyi, tidak ada yang mengetahuinya selain Penciptanya.
  1. الوسواس
  2. الخناس

 

 

  1. من الجِنَّة

 

Syarah:

Katakan kepada mereka, "Aku berlindung kepada Allah agar menjagaku dari kejahatan makhluk yang berbisik kepadaku. Aku berlindung kepada Tuhan menusia yang mendidik dan mengambil sumpah kepada mereka di kala mereka kecil atau lemah. Allah telah menguasai urusan mereka dan Dialah Pemilik Manusia. Dia ilah mereka dan mereka budak-Nya. Dia yang layak disembah, ditunduki, dan dituju. Sebab Dialah Allah Ta'ala yang menciptakan manusia, menumbuh-kembangkan mereka, serta menguasai urusan mereka. Karena Dialah tempat berlindung dan meminta pertolongan. Bernaung kepada-Nya dari kejahatan bisikan di dalam hati yang biasa menghiasi kejahatan dan menampakkan keburukan dengan bentuk kabaikan. Itulah bisikan yang kebanyakan mengajak kepada larangan, baik dari bangsa jin, makhluk yang tersembunyi, yang mereka itu anak-anak dan tentara Iblis atau dari bangsa manusia seperti halnya teman-teman buruk. Mudah-mudahan kita dipelihara Allah dari kejahatan syetan jin dan syetan manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Dia juga Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah sendiri telah mengajarkan kita bagaimana berlindung diri dari kejahatan lahir maupun batin. Wallahu A'lam.

---oo0oo---

 



[1] Pertanyaan ini untuk mengarahkan perhatian kepada kalam Allah.

([2]) Kata 'kaifa' (bagaimana) sebagai keterangan keadaan yang lebih diletakkan sebelum kata ganti 'diciptakan'. Sedangkan kata dikedepankan 'diciptakan' sebagai pengganti dari kata 'unta'.

[3] Para ulama belakangan mentakwilkan, "Ini merupakan ungkapan yang menandakan keagungan Allah. Artinya datang perintah Tuhanmu."

([4]) Al-'Usru disebutkan secara ma'rifah artinya satu kesulitan saja. Sedangkan Al-Yusru disebutkan secara nakirah yang mengandung pengertian kemudahan yang lebih dari satu.

No comments:

Post a Comment

Menutup Aurat