Pemuda Pemberani, Pelantun Al-Quran dihadapan Kaum Kafir
IDENTITAS :
* Nama : Abdullah bin Mas'ud
* Fisik : Kecil, kurus,
pendek, kedua betis kempes
* Non Fisik : Dari keluarga
miskin dan hina, budak milik Uqbah bin Mu'ith (sebelum masuk Islam)
JULUKAN :
* Assabiqunal Awwalun : Orang
keenam yang masuk Islam pertama kali
* Peti Rahasia Rasul (Shahibus
Sirri Rasulullah) : Tempat Rasul menumpahkan keluhan dan mempercayakan
rahasianya
* Shohib Assawad wa Siwak :
pemilik bantal dan siwak Rasulullah
PROSES MASUK ISLAM :
* Bertemu Rasulullah dan Abu
Bakar saat menggembalakan kambing tuannya
* Terkesima karena kambing
yang mandul dapat mengeluarkan susu berkat do'a Rasulullah
* Menyusul Rasulullah ke
Makkah dan menyatakan keislamannya
SIFAT :
* Amanah : Saat Rasul meminta
susu dari kambing yang digembalakannya, ia tidak memberikannya karena kambing
tersebut milik tuannya
* Taqwa : Hudzaifah :
"Tidak seorang pun dapat saya lihat yang lebih mirip kepada Rasulullah
dari cara hidup, perilaku, dan ketenangan jiwanya, daripada Abdullah bin
Mas'ud."
* Berani Dalam Membela Agama
Allah : Tampil di sisi Ka'bah dan didepan pemuka kaum Quraisy dan
mengumandangkan Al-Qur;an secara lantang dan merdu
* Taat Pada Pemimpin :
Menerima keputusan Utsman yang menurunkannya dari bendahara Kufah
PRESTASI :
* Ikut perang Badar yang
menyebabkan runtuhnya Abu Jahal, perang Uhud, perang Khandak, dll
* Bendaharawan kota Kufah pada
masa khalifah Umar bin Khattab
* Guru Besar pada masa
khalifah Umar bin Khattab
* Yang pertama kali
mengumandangkan Al-Qur'an dengan suara merdu di Baitullah
* Disayang Rasulullah :
"Tuan-tuan menertawakan betis Ibnu Mas'ud ..., keduanya di sisi Allah
lebih berat timbangannya dari Gunung UHUD..."
* Orang keenam yang masuk
Islam pertama kali
* Bebas dari tabir hijab
Rasulullah : tiada rahasia antara dirinya dan Rasulullah
AKHIR HAYAT :
* Wafat pada tahun 32 H
* Usia 60 tahun
* Disebabkan usia senja
* Dikebumikan di Pemakaman
Baqi, Madinah
Abdullah bin Mas’ud adalah
Sahabat Nabi Muhammad SAW. Abdullah bin Mas’ud termasuk dalam golongan pertama
yang masuk Islam (as-sabiquna al-awalun). Ia memiliki kepandaian dan
pengetahuan yang mendalam tentang Islam. Ia memperoleh umur yang panjang dan hidup
hingga masa Khalifah Utsman bin Affan dan meninggal yang disebabkan usia yang
tua.
Masyarakat di sekitarnya
memanggilnya Ibn Umm Abd atau putra dari budak wanita. Namanya sendiri adalah
Abdullah dan nama ayahnya adalah Mas’ud. Dia adalah sahabat Rasulullah SAW yang
ketika kecil merupakan penggembala kambing milik salah satu ketua adat Bani
Quraisy bernama Uqbah bin Muayt.
Suatu hari, ia mendengar kabar
tentang kenabian Rasulullah. Namun Abdullah tidak tertarik dan tidak ingin tahu
mengingat usianya yang masih kecil. Selain itu, ia memang jauh dari komunitas
masyarakat Makkah, karena pekerjaannya sebagai penggembala kambing, yang
terbiasa berangkat pagi dan pulang petang hari.
Suatu hari, ketika ia tengah
menjaga ternaknya, ia melihat dua orang pria paruh baya bergerak mendekatinya
dari kejauhan. Mereka terlihat lelah, dan sangat kehausan. Mereka kemudian
berjalan ke arahnya, memberikan salam dan memintanya memerah susu kambing yang
ia gembalakan sehingga mereka dapat minum. Namun Abdullah berkata ia tidak bisa
memberikannya kepada mereka. “Kambing-kambing ini bukan milikku, saya hanya
memeliharanya,” ujarnya jujur. Mendapat jawaban seperti itu, kedua pria ini
tidak memberikan bantahan. Meskipun mereka sangat kehausan, namun mereka sangat
senang dengan jawaban jujur dari sang bocah penggembala ini. Kegembiraan ini
terlihat jelas dari wajah mereka. Di lubuk hati Abdullah, ia juga mengagumi
tamunya.
Kedua pria tadi tidak memungkiri
apa yang dikatakan oleh bocah ini, dan tampak dari wajahnya bahwa mereka
menerima alasan bocah itu. Lalu salah seorang di antara mereka berkata kepada
bocah tadi, “Tunjukkan kepadaku seekor domba jantan!” Maka bocah tersebut
menunjuk ke arah seekor domba kecil yang ada di dekatnya. Lalu pria tadi
menghampiri dan menangkapnya. Ia mengusap puting kambing dengan tangannya
sambil membaca nama Allah. Bocah tadi mengamati apa yang dilakukan pria ini
dengan penuh keheranan. “Bagaimana mungkin seekor domba jantan kecil dapat
mengeluarkan susu?!” gumamnya.
Akan tetapi, puting susu kambing
itu tiba-tiba menggelembung, lalu keluarlah susu yang begitu banyak darinya.
Lalu pria yang lain mengambil sebuah batu kering dari tanah. Kemudian batu
tersebut diisinya dengan susu. Dan keduanya minum dengan batu tersebut. Lalu
keduanya memberikan susu itu kepadaku untuk diminum. Aku hampir saja tidak
mempercayai apa yang baru saja kulihat. Setelah kami merasa puas. Pria yang
mendapatkan berkah dengan susu kambing tadi berkata: “Berhentilah!” Maka
berhentilah susu tersebut sehingga puting kambing kembali seperti sedia kala.
Pada saat itu, aku berkata kepada
manusia yang penuh berkah tadi: “Ajarkan aku ucapan yang kau baca tadi!” Ia
menjawab: “Engkau adalah seorang bocah yang terpelajar!” Peristiwa tersebut
adalah awal mula Abdullah bin Mas’ud mengenal Islam. Karena pria yang penuh
berkah tadi tiada lain adalah Rasulullah SAW, dan sahabat yang menyertainya
saat itu adalah Abu Bakar.
Pada hari itu mereka berdua pergi
menuju lereng-lereng Makkah, karena
menghindari penyiksaan oleh suku Quraisy. Tak lama berselang dari
peristiwa itu, Abdullah bin Mas’ud menyatakan masuk Islam dan menyerahkan dirinya
kepada Rasulullah SAW untuk membantu Beliau. Maka Rasulullah SAW menjadikan dia
sebagai pembantunya.
Abdullah bin Mas’ud menerima
pelatihan kerumahtanggaan yang istimewa dari Rasul. Dia senantiasa berada di
bawah pengawasan Rasul, karenanya ia meniru semua kebiasaan dan mengikuti
setiap apa yang dikerjakan Rasulullah.
Kepribadian beliau :
Beliau adalah sahabat Rasulullah
yang sangat lembut, sabar dan cerdik. Abdullah termasuk ulama pandai, sehingga
dikatakan sebagai al-Imam al-Hibr (pemimpin yang alim, yang saleh). Faqihu
al-Ummah (Fakihnya umat). Ia termasuk bangsawan mulia, termasuk sebaik-baik
manusia dalam berpakaian putih.
Beliau adalah sahabat yang senang
dengan ilmu, baik menimba ilmu atau mengamalkannya. Sehingga dinyatakan, bahwa
di awal keislamannya, yang dinginkan adalah diajari Al-Quran. Sehingga dalam
suatu pertemuan dengan Rasulullah berkat kecemerlangan akalnya lansung bisa
menimba ilmu dari lisan Rasulullah sebanyak 70 ayat. Karena senangnya terhadap
ilmu, bahwa orang yang pertama kali men-jahr-kan Al-Quran di Makkah setelah
Rasulullah adalah Ibnu Mas’ud. Dan orang yang pertama kali membaca dari lubuk
hatinya adalah Abdullah bin Mas’ud.
Sesungguhnya Rasulullah pernah
berjalan dengan Ibnu Mas’ud, sedang Ibnu Mas’ud membaca ayat satu huruf-satu
huruf. Maka beliau bersabda, “Barang siapa senang membaca Al-Quran dengan cara
yang baik (merendahkan diri) sebagaimana diturunkan, maka dengarkanlah bacaan
Ibnu Mas’ud.”
Dan masih banyak riwayat yang
lain tentang pujian Rasulullah terhadap Ibnu Mas’ud. antara lain :
- Hudzaifah berkata, “Sungguh
orang-orang pilihan (yang terjaga) dari para sahabat, mereka mengetahui bahwa
Abdullah bin Mas’ud adalah termasuk sahabat yang lebih dekat dengan Nabi di
sisi Allah.” (HR.Hakim)
- Kedua kaki Ibnu Mas’ud lebih berat
dari gunung Uhud dalam timbangan hari kiamat. Dari Ali, ia berkata, Rasulullah
menyuruh Ibnu Mas’ud memanjat pohon untuk mengambil sesuatu. Maka tatkala para
sahabat melihat dua betisnya yang kecil, mereka tertawa. Kemudian Rasulullah
bersabda, “Apa yang kamu tertawakan ? Sungguh kaki Abdullah lebih berat dari
pada Gunung Uhud pada hari kiamat.” (HR.Ahmad)
- Beliau adalah pembawa siwak dan kedua
sandal Rasulullah. Ia adalah sahabat yang membangunkan Rasulullah tatkala tidur
dan mengambilkan wudhunya. Semua ini ia lakukan waktu safar.
- Abdullah bin Mas’ud mendengar
tasbihnya makanan.
- Beliau adalah sahabat yang menyerupai
Nabi dalam hal ketenangan dan wibawanya.
Ia adalah orang yang pertama kali
mengumandangkan Al-Quran dengan suara merdu.
Di kemudian hari setelah masuk
Islam, ia tampil di depan majelis para bangsawan di sisi Ka’bah, sementara
semua pemimpin dan pemuka Quraisy duduk berkumpul, lalu berdiri di hadapan
mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu dan membangkitkan minat, berisikan
wahyu Ilahi Al-Quranul Karim:
“Bismillahirrahmaanirrahiim…
Allah yang Maha Rahman…
Yang telah mengajarkan Al-Quran…
Menciptakan insan…
Dan menyampaikan padanya penjelasan…
Matahari dan bulan beredar menurut…
Perhitungan…
Sedang bintang dan kayu-kayuan sama…
Sujud kepada Tuhan…”
Lalu di lanjutkannya bacaanya,
sementara pemuka-pemuka Quraisy sama terpesona, tidak percaya akan pandangan
mata dan pendengaran telinga mereka… dan tak tergambar dalam fikiran mereka
bahwa orang yang menantang kekuasaan dan kesombongan mereka…, tidak lebih dari
seorang upahan di antara mereka, dan pengembala kambing dari salah seorang
bangsawan Quraisy… yaitu Abdullah bin Mas’ud, seorang yang miskin yang hina
dina…!
Marilah kita dengan keterangan
dari saksi mata melukiskan peristiwa yang amat menarik dan menakjubkan itu!
Orang itu tiada lain dari Zubair ra katanya:
“Yang mula-mula mendaras Al-Quran
di Mekah setelah Rasulullah SAW adalah Abdullah bin Mas’ud ra, pada suatu hari
para sahabat Rasulullah SAW berkumpul, kata mereka, “Demi Allah orang-orang
Quraisy belum lagi mendengar sedikitpun Al-Quran ini dibaca dengan suara keras
di hadapan mereka. Nah, siapa diantara kita yang bersedia mendengarkannya
kepada mereka…?”
Maka kata Abdullah bin Mas’ud,
“Saya.” Kata mereka, “Kami khawatir akan keselamatan dirimu! Yang kami inginkan
adalah seorang laki-laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankan dari
orang-orang itu jika mereka bermaksud jahat…” “Biarkanlah saya!”kata Abdullah
bin Mas’ud pula, “Allah pasti membela.”
Maka datanglah Abdullah bin
Mas’ud kepada kaum Quraisy di waktu Dhuha, yakni ketika mereka berada di balai
pertemuannya… Ia berdiri di panggung lalu membaca “Bismillahirrahmaanirrahiimi”
dan dengan mengeraskannya suaranya; Arrahman…’allamal Quran…
Lalu sambil menghadap kepada
mereka diteruskanlah bacaannya. Mereka memperhatikannya sambil bertanya
sesamanya, “Apa yang di baca oleh anak si Ummu’Abdin itu…? Sungguh, yang
dibacanya itu ialah yang dibaca oleh Muhammad!”
Mereka bangkit mendatanginya dan
memukulinya, sedang Abdullah bin Mas’ud membacanya sampai batas yang
dikehendaki Allah… Setelah itu dengan muka dan tubuh yang babak belur ia
kembali kapada para sahabat. Kata mereka, “Inilah yang kami khawatirkan tentang
dirimu…!” Ujar Abdullah bin Mas’ud, “Sekarang ini tak ada yang lebih mudah
bagiku dari menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya tuan-tuan
menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat yang sama esok
hari…!” Ujar mereka, “Cukuplah demikian! Kamu telah membacakan kepada mereka
barang yang menjadi tabu bagi mereka!”
Keberanian Beliau
Abdullah bin Mas’ud masuk Islam
sebelum masuknya Rasulullah ke Darul Arqam. Ia ikut perang Badar, Uhud, Khandaq
dan perang lainnya. Semuanya dilakukan bersama Rasulullah. Pada perang Badar
Rasulullah bersabda, “siapa yang mau datang kepadaku dengan membawa kabar Abu
Jahal?” Maka Abdullah bin Mas’ud menjawab, “Saya ya Rasulullah.” : lantas ia
pergi. tiba-tiba dijumpai dua anak ‘Afra’ telah memukul abu Jahal sehingga
pingsan. Kemudian Abdullah menginjak leher Abu Jahal dengan kakinya dan
ditebasnya kepala Abu Jahal. Kepala Abu Jahal kemudian dibawa ke hadapan
Rasulullah dan Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Ya Rasulullah inilah kepala Abu
Jahal.’
Maka Rasulullah bersabda,
“Allah yang tiada ilah kecuali
Dia (3x). kemudian beliau melanjutkan, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah
yang telah benar janji-Nya dan telah menolong Hamba-Nya, serta mengalahkan
golongan-golongan.” (Fathul Bari dan Zadul Ma’ad)
Wafatnya
Abdullah bin Mas’ud masih hidup
hingga masa khilafah Utsman bin Affan ra. Saat ia mendekati ajalnya, Utsman
menjenguknya lalu bertanya, “Apa yang kau keluhkan?” Ia menjawab:
“Dosa-dosaku.” Utsman bertanya: “Apa yang kau inginkan?” Ia menjawab: “Rahmat
Tuhanku.” Utsman bertanya: “Apakah engkau menginginkan jatahmu yang selalu kau
tolak sejak bertahun-tahun lalu?”“Aku tidak memerlukannya.” Utsman berkata:
“Itu akan bermanfaat bagi putri-putrimu sepeninggalmu nanti” Ia berkata,
“Apakah engkau khawatir anak-anakku menjadi faqir? Aku telah memerintahkan
mereka untuk membaca surat Al-Waqiah setiap malam. Aku pernah mendengar sabda
Rasul SAW: ‘Siapa yang membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan
terkena kefakiran untuk selamanya.” Ia menjawab:
Beliau Wafat di Madinah pada
tahun 32 H , dalam usia 60 tahun lebih. Jenazahnya dishalatkan oleh ribuan kaum
muslimin; termasuk didalamnya Zubair bin Awwam, Ammar bin Yasir. Beliau kembali
kepangkuan Ilahi. Lisannya basah dengan zikir kepada Allah. Pada malam
wafatnya, ia langsung dimakamkan di Baqi’ sebuah pekuburan di Madinah
Al-Munawwarah. Semoga Allah meridhainya dan merahmatinya.
Nama lengkapnya adalah Abdullah
bin Mas’ud bin Ghafil al-Hudzali. Nama julukannya “ Abu Abdirahman”. Ia sahabat
ke enam yang paling dahulu masuk islam. Ia hijrah ke Habasyah dua kali, dan
mengikut semua peperangan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.
Dalam perang Badar, Ia berhasil membunuh Abu Jahal.
Rasulullah Shallallahu alaihi
wassalam bersabda” Ambilah al-Quran dari empat orang: Abdullah, Salim (sahaya
Abu Hudzaifah), Muadz bin Jabal dan Ubay bin Ka’ab”. Menurut para ahli hadits,
kalau disebutkan “Abdullah” saja, yang dimaksudkan adalah Abdullah bin Mas’ud
ini.
Ketikah menjadi Khalifah Umar
mengangkatnya menjadi Hakim dan Pengurus kas negara di kufah. Ia simbol bagi
ketakwaan, kehati-hatian, dan kesucian diri.
Sanad paling shahih yang
bersumber dari padanya ialah yang diriwayatkan oleh Suyan ats-Tsauri, dari
Mansyur bin al-Mu’tamir, dari Ibrahi, dari alqamah. Sedangkan yang paling dlaif
adalah yang diriwayatkan oleh Syuraik dari Abi Fazarah dari Abu Said.
Ia meriwayatkan hadits dari Umar
dan Sa’ad bin Mu’adz. Yang meriwayatkan hadits darinya adalah Al-Abadillah
(“Empat orang yang bernama Abdullah”), Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, Abu
Musa al-Asy’ari, Alqamah, Masruq, Syuraih al-Qadli, dan beberapa yang lain.
Jumlah hadits yang ia riwayatkan mencapai 848 hadits.
Beliau datang ke Medinah dan
sakit disana kemudian wafat pada tahun 32 H dan dimakamkan di Baqi, Utsman bin
‘Affan ikut menshalatkannya.
Disalin dari : Biografi Ibn
Mas’ud dalam Al-Ishabah: Ibn Hajar Asqalani no.4945
No comments:
Post a Comment