Tuesday, April 14, 2026

Khoshoishu Risalah Muhammad Saw

Nabi Muhammad SAW mempunyai ciri-ciri yang khusus dibandingkan dengan para rasul lainnya.  Diantara ciri-ciri tersebut adalah sebagai nabi penutup, penghapus risalah sebelumnya, membenarkan nabi sebelumnya, menyempurnakan risalah , diperuntukkan bagi manusia seluruh alam dan sebagai rahmat bagi alam semesta.  Ciri-ciri ini dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak dimiliki oleh para Rasul sebelumnya. 

Rasulullah tampil sebagai pembawa risalah Islam yang mencakupi huda dan dienul Haq.  Selain itu hadirnya Rasulullah SAW di tengah umat akhir zaman adalah sebagai saksi, pembawa berita gembira dan peringatan, menyeru ke jalan Allah dan sebagai pelita yang menerangi.

1.     Khotamu Al Anbiya  (Nabi penutup).

Allah SWT telah mengutus Nabi dan Rasul pada setiap kaum namun yang disebutkan di dalam Al-Qur’an  sebanyak 25 orang .  Perhatikan Al-Qur’an surat 40:78, 4:163-164, 6:84-86.  Sedangkan penutup bagi semua Rasul dan Nabi itu adalah Nabi Muhammad SAW.

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَّنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚفَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُ اللّٰهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُوْنَ ࣖ

Dan Sesungguhnya Telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepadamu. tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; Maka apabila Telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. dan ketika itu Rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. (Ghafir: 78)

۞ اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ ١٦٣ وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۗوَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًاۚ ١٦٤

Sesungguhnya kami Telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana kami Telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan kami Telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan kami berikan Zabur kepada Daud.( 163)

Dan (Kami Telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Telah kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah Telah berbicara kepada Musa dengan langsung(164).

Muhammad itu bukan bapak salah seorang diantara lelaki kamu tetapi dia adalah Rasul Allah dan kesudahan dari Rasul-Rasul Allah. (QS.33:40)

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ࣖ ٤٠

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.( 40).

وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَۗ كُلًّا هَدَيْنَا وَنُوْحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهٖ دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ وَاَيُّوْبَ وَيُوْسُفَ وَمُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۗوَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَۙ ٨٤ وَزَكَرِيَّا وَيَحْيٰى وَعِيْسٰى وَاِلْيَاسَۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَۙ ٨٥ وَاِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ وَيُوْنُسَ وَلُوْطًاۗ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ ٨٦

  Dan kami Telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. kepada keduanya masing-masing Telah kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) Telah kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.( 84).

Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. (85). 

.  Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth. masing-masing kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), (86)

وروى الإمام أحمد من حديث أنس بن مالك ، قال: قال رسول الله r : "ِإِِنَّ الرِّسَالَةَ والنُّبوَّةَ قَدْ اِنْقَطَعَتْ فَلَا رَسُوْلَ بَعْدِيْ وَلَا نَبِي"

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad,dari Anas bin Malik RA .Rasulullah bersabda:"Sesungguhnnya risalan dan kenabian sudah terputus,maka tidak ada rasul dan nabi setelah aku"

2.     Nasikhu Ar Risalah  (penghapus risalah).

Risalah terdahulu hanya untuk kaum tertentu saja, sehingga hanya sesuai untuk kaum tersebut.  Selain itu risalah terdahulu mengikuti keadaan dan situasi serta keperluan semasa waktu itu sehingga hanya sesuai pada saat tersebut sahaja.

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (Al-Ahdzab: 40)

يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْۗ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya".(Ash-Shaf: 8)

3.     Musoddiqu Al Anbiya  (membenarkan para nabi).

Risalah Nabi Muhammad sebagai pelengkap dari risalah sebelumnya dan sekaligus memansukhkan risalah sebelumnya.  Risalah Nabi Muhammad SAW sesuai dan dapat digunakan oleh semua manusia dan dapat diamalkan hingga hari kiamat.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. (Saba: 28). 

Banyak tantangan dan cabaran yang mencoba menghapuskan agama Allah, namun demikian Allah SWT senantiasa menjaga dan memeliharanya dari serangan kaum kafir.  Diantaranya dengan memenangkan Islam atas agama lainnya atau dengan menurunkan para Rasul dan Nabi untuk kembali menegakkan kesilapan atau kejahiliyahan ummat.  Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir melengkapi risalah sebelumnya dan dijadikan sebagai rujukan utama bagi ummat Islam.

Mereka hendak memadamkan risalah Allah tetapi Allah SWT pelihara dan menyempurnakannya.  Kemudian Allah SWT mengutus Rasul-Nya dengan memberikan petunjuk dan agama yang benar, supaya Dia memenangkan agama Allah itu atas sekalian agama.( QS.61:8-9)

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya".(61: 8). 

  Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (61: 9).

4.     Mukammilu Ar Risalah  (penyempurna risalah).

Sarahan :

Selain membenarkan Rasul dan Nabi sebelumnya yang membawa risalah Islam.  Kehadiran nabi Muhammad SAW juga diperuntukkan menyempurnakan risalah sebelumnya.  Risalah sebelumnya cenderung diperuntukkan bagi suatu kaum tertentu sahaja dan bagi saat tertentu.  Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk semua manusia (tidak untuk kaumnya sahaja) dan berlaku hingga kiamat.

وروى البخاري ومسلم والترمذي عن رسول الله r أنه قال : "مَثَلِيْ وَمَثَلَُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنِىَ دَاراً فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ، فَكانَ مَنْ دَخَلَهَا فَنَظَرَ إِلََْيْهَا قال: مَا أَحْسَنَهَا إِلاَّ مَوْضِعَ هَذِهِ اللَبِنَةِْ فَِأَِنَا مَوْضِعُ اللَبِنَةِ خُتِمَ بِيَ الَأنْبِيَاءُ عَلَْيهِمُ الصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ"

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari,Muslim dan Tirmidzi dari Rasulullah SAW. Bersabda:"Perumpamaan aku dan para nabi yang lain seperti seorang laki-laki yang membangun rumah ia sempurnakan dan memperindahnya kecuali satu sisi dari bangunan itu,maka setiap orang yang masuk ke dalamnya setelah ia melihatnya ia berkata:alangkah indahnya rumah ini kecuali sisi ini,maka aku menyempurnakansisi itu ,dengan itu aku penutup para nabi.  (HR. Bukhari)

5.     Kaafatan linnaas  (untuk seluruh manusia).

Penjelasan :

Rasul Muhammad SAW berbeda dengan para Rasul dan Nabi sebelumnya dimana Nabi Muhammad SAW diutus bagi kepentingan ummat manusia secara keseluruhan dengan tidak mengira suku, bangsa, warna kulit, bahasa dan sebagainya.  Sehingga dapat dilihat perkembangan Islam pada masa ini dimana muslim tersebar di seluruh pelosok dunia.

Kami tiada mengutus engkau ya Muhammad melainkan kepada sekalian ummat manusia untuk memberi khabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Q.34:28,

28.  Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.

6.      Rahmatul Alamin  (rahmat bagi alam semesta).

Kehadiran Nabi Muhammad SAW dimuka bumi ini adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam yang tidak sahaja manusia tetapi juga alam, hewan, pokok dan sebagainya.  Manusiapun dengan kehadiran Nabi Muhammad mendapatkan rahmat dan kebaikan.  Manusia kafir dan jahiliyahpun mendapatkan rahmat dari kedatangan Islam.  Dengan demikian Islam dan Nabi Muhammad tidak hanya untuk ummat Islam tetapi kebaikannya juga dirasakan oleh manusia lainnya.  Islam adalah membawa agama fitrah yang sesuai dengan penciptaan manusia, jadi apabila Islam disampaikan maka akan dirasakan sesuai oleh manusia.

Alam, hewan dan tumbuhan pun dilindungi dan dipelihara dengan kedatangan Islam.  Umat Islam sebagai khalifah di muka bumi melaksanakan pemeliharaan dan penjagaan alam dengan demikian kestabilan terwujud dan alam serta isinya menjadi damai.

Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (21:107). 

7.     Risalatul Islam.

Risalah Nabi Muhammad SAW adalah risalah Islam, yang dibawanya adalah sesuatu yang benar.  Hal ini tercermin dari akhlak, kepribadian dan sifat-sifat Nabi yang mulia.

Inti dari risalah Nabi Muhammad SAW adalah huda (petunjuk) dan dien yang benar.  Risalah membawa huda karena Islam itu sendiri sebagai panduan bagi manusia.

Dia yang mengutus rasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar), supaya agama itu mengalahkan semua agama.  Dan Allah cukup menjadi saksi. (QS.48:28)

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi. (48:28)

8.      Ad Dakwah.

Rasul menggunakan Islam sebagai petunjuk dan juga Allah menangkan Islam sebagai dienul Haq ke atas agama-agama lainnya.  Usaha ini tidak akan tercapai apabila tidak dilaksanakan dakwah.

Rasul dalam menjalankan dakwahnya mempunyai peranan sebagai saksi atas ummatnya, memberi penyampaian nilai-nilai Islam yang bersifat kabar gembira ataupun kabar peringatan.

Allah SWT sekali lagi menegaskan bahawa Rasul berdakwah dengan menyeru manusia agar kembali kepada Allah dan kemudian Rasul sebagai pelita yang menerangi.

Peranan Nabi yang digambarkan di dalam surat 33:45-46 adalah sebagai da’i.  Beliau berdakwah dengan mengajak manusia dan bersifat sebagai pelita yang senantiasa dijadikan rujukan bagi manusia.

Hai Nabi, sesungguhnya kami mengutus engkau sebagai saksi atas ummat dan untuk memberi kabar gembira dan kabar takut.  Dan untuk menyeru (manusia) kepada Allah dengan izinNya, dan menjadi pelita yang menerangi.( QS.33:45-46),

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ ٤٥ وَّدَاعِيًا اِلَى اللّٰهِ بِاِذْنِهٖ وَسِرَاجًا مُّنِيْرًا ٤٦

  Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan, 45.

Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. 46. 

 

No comments:

Post a Comment

Khoshoishu Risalah Muhammad Saw