Nabi Muhammad SAW mempunyai ciri-ciri yang khusus dibandingkan dengan para rasul lainnya. Diantara ciri-ciri tersebut adalah sebagai nabi penutup, penghapus risalah sebelumnya, membenarkan nabi sebelumnya, menyempurnakan risalah , diperuntukkan bagi manusia seluruh alam dan sebagai rahmat bagi alam semesta. Ciri-ciri ini dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak dimiliki oleh para Rasul sebelumnya.
Rasulullah tampil sebagai pembawa risalah Islam yang
mencakupi huda dan dienul Haq. Selain
itu hadirnya Rasulullah SAW di tengah umat akhir zaman adalah sebagai saksi,
pembawa berita gembira dan peringatan, menyeru ke jalan Allah dan sebagai
pelita yang menerangi.
1.
Khotamu Al Anbiya (Nabi penutup).
Allah SWT
telah mengutus Nabi dan Rasul pada setiap kaum namun yang disebutkan di dalam
Al-Qur’an sebanyak 25 orang . Perhatikan Al-Qur’an surat 40:78, 4:163-164,
6:84-86. Sedangkan penutup bagi semua
Rasul dan Nabi itu adalah Nabi Muhammad SAW.
وَلَقَدْ
اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَّنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ
مَّنْ لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ
اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚفَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُ اللّٰهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ
وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُوْنَ ࣖ
Dan Sesungguhnya Telah kami utus beberapa orang Rasul
sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antara
mereka ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepadamu. tidak dapat bagi seorang
Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; Maka apabila Telah
datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. dan ketika itu
Rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. (Ghafir: 78)
۞ اِنَّآ
اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ
بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ
وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ
وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ ١٦٣ وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ
عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۗوَكَلَّمَ اللّٰهُ
مُوْسٰى تَكْلِيْمًاۚ ١٦٤
Sesungguhnya
kami Telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana kami Telah memberikan wahyu
kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan kami Telah memberikan wahyu
(pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub,
Yunus, Harun dan Sulaiman. dan kami berikan Zabur kepada Daud.( 163)
Dan
(Kami Telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Telah kami kisahkan tentang
mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka
kepadamu. dan Allah Telah berbicara kepada Musa dengan langsung(164).
Muhammad
itu bukan bapak salah seorang diantara lelaki kamu tetapi dia adalah Rasul
Allah dan kesudahan dari Rasul-Rasul Allah. (QS.33:40)
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ
مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ
اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ࣖ ٤٠
Muhammad
itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi
dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui
segala sesuatu.( 40).
وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اِسْحٰقَ
وَيَعْقُوْبَۗ كُلًّا هَدَيْنَا وَنُوْحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ
ذُرِّيَّتِهٖ دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ وَاَيُّوْبَ وَيُوْسُفَ وَمُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
ۗوَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَۙ ٨٤ وَزَكَرِيَّا وَيَحْيٰى وَعِيْسٰى وَاِلْيَاسَۗ
كُلٌّ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَۙ ٨٥ وَاِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ وَيُوْنُسَ وَلُوْطًاۗ
وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ ٨٦
Dan
kami Telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. kepada keduanya
masing-masing Telah kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) Telah
kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud,
Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat baik.( 84).
Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas.
semuanya termasuk orang-orang yang shaleh. (85).
. Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth.
masing-masing kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), (86)
وروى
الإمام أحمد من حديث أنس بن مالك ، قال: قال رسول الله r : "ِإِِنَّ الرِّسَالَةَ والنُّبوَّةَ قَدْ اِنْقَطَعَتْ
فَلَا رَسُوْلَ بَعْدِيْ وَلَا نَبِي"
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad,dari Anas bin Malik RA .Rasulullah
bersabda:"Sesungguhnnya risalan dan kenabian sudah terputus,maka tidak
ada rasul dan nabi setelah aku"
2. Nasikhu Ar Risalah (penghapus risalah).
Risalah terdahulu hanya untuk kaum tertentu saja,
sehingga hanya sesuai untuk kaum tersebut.
Selain
itu risalah terdahulu mengikuti keadaan dan situasi serta keperluan semasa
waktu itu sehingga hanya sesuai pada saat tersebut sahaja.
Muhammad
itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi
dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui
segala sesuatu. (Al-Ahdzab: 40)
يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِـُٔوْا نُوْرَ
اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْۗ وَاللّٰهُ مُتِمُّ نُوْرِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Mereka
ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah
(justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya".(Ash-Shaf:
8)
3.
Musoddiqu Al Anbiya (membenarkan para nabi).
Risalah Nabi Muhammad sebagai pelengkap dari risalah
sebelumnya dan sekaligus memansukhkan risalah sebelumnya. Risalah Nabi Muhammad SAW sesuai dan dapat
digunakan oleh semua manusia dan dapat diamalkan hingga hari kiamat.
وَمَآ
اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ
اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat
manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi
peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. (Saba: 28).
Banyak tantangan dan cabaran yang mencoba menghapuskan
agama Allah, namun demikian Allah SWT senantiasa menjaga dan memeliharanya dari
serangan kaum kafir. Diantaranya dengan
memenangkan Islam atas agama lainnya atau dengan menurunkan para Rasul dan Nabi
untuk kembali menegakkan kesilapan atau kejahiliyahan ummat. Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir
melengkapi risalah sebelumnya dan dijadikan sebagai rujukan utama bagi ummat Islam.
Mereka hendak memadamkan risalah Allah tetapi Allah SWT
pelihara dan menyempurnakannya. Kemudian Allah SWT
mengutus Rasul-Nya dengan memberikan petunjuk dan agama yang benar, supaya Dia
memenangkan agama Allah itu atas sekalian agama.( QS.61:8-9)
Mereka
ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah
(justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya".(61:
8).
Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan
membawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya di atas segala
agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (61: 9).
4. Mukammilu
Ar Risalah (penyempurna
risalah).
Sarahan :
Selain
membenarkan Rasul dan Nabi sebelumnya yang membawa risalah Islam. Kehadiran nabi Muhammad SAW juga
diperuntukkan menyempurnakan risalah sebelumnya. Risalah sebelumnya cenderung diperuntukkan
bagi suatu kaum tertentu sahaja dan bagi saat tertentu. Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW yang diutus
untuk semua manusia (tidak untuk kaumnya sahaja) dan berlaku hingga kiamat.
وروى البخاري ومسلم والترمذي عن رسول الله
r
أنه قال : "مَثَلِيْ وَمَثَلَُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنِىَ دَاراً
فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ، فَكانَ مَنْ دَخَلَهَا فَنَظَرَ
إِلََْيْهَا قال: مَا أَحْسَنَهَا إِلاَّ مَوْضِعَ هَذِهِ اللَبِنَةِْ فَِأَِنَا مَوْضِعُ
اللَبِنَةِ خُتِمَ بِيَ الَأنْبِيَاءُ عَلَْيهِمُ الصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ"
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari,Muslim dan Tirmidzi
dari Rasulullah SAW. Bersabda:"Perumpamaan aku dan para nabi yang lain
seperti seorang laki-laki yang membangun rumah ia sempurnakan dan
memperindahnya kecuali satu sisi dari bangunan itu,maka setiap orang yang masuk
ke dalamnya setelah ia melihatnya ia berkata:alangkah indahnya rumah ini
kecuali sisi ini,maka aku menyempurnakansisi itu ,dengan itu aku penutup para
nabi. (HR. Bukhari)
5.
Kaafatan linnaas (untuk seluruh manusia).
Penjelasan :
Rasul Muhammad SAW berbeda dengan para Rasul dan Nabi
sebelumnya dimana Nabi Muhammad SAW diutus bagi kepentingan ummat manusia
secara keseluruhan dengan tidak mengira suku, bangsa, warna kulit, bahasa dan
sebagainya. Sehingga dapat dilihat
perkembangan Islam pada masa ini dimana muslim tersebar di seluruh pelosok
dunia.
Kami tiada mengutus engkau ya Muhammad melainkan kepada
sekalian ummat manusia untuk memberi khabar gembira dan peringatan tetapi
kebanyakan manusia tiada mengetahui. Q.34:28,
28. Dan kami tidak
mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita
gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada
Mengetahui.
6. Rahmatul Alamin
(rahmat bagi alam semesta).
Kehadiran Nabi Muhammad SAW dimuka bumi ini adalah
sebagai rahmat bagi seluruh alam yang tidak sahaja manusia tetapi juga alam,
hewan, pokok dan sebagainya. Manusiapun dengan
kehadiran Nabi Muhammad mendapatkan rahmat dan kebaikan. Manusia kafir dan jahiliyahpun mendapatkan
rahmat dari kedatangan Islam. Dengan
demikian Islam dan Nabi Muhammad tidak hanya untuk ummat Islam tetapi
kebaikannya juga dirasakan oleh manusia lainnya. Islam adalah membawa agama fitrah yang sesuai
dengan penciptaan manusia, jadi apabila Islam disampaikan maka akan dirasakan
sesuai oleh manusia.
Alam,
hewan dan tumbuhan pun dilindungi dan dipelihara dengan kedatangan Islam. Umat Islam sebagai khalifah di muka bumi
melaksanakan pemeliharaan dan penjagaan alam dengan demikian kestabilan
terwujud dan alam serta isinya menjadi damai.
Dan
tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam. (21:107).
7.
Risalatul Islam.
Risalah
Nabi Muhammad SAW adalah risalah Islam, yang dibawanya adalah sesuatu yang
benar. Hal ini tercermin dari akhlak,
kepribadian dan sifat-sifat Nabi yang mulia.
Inti
dari risalah Nabi Muhammad SAW adalah huda (petunjuk) dan dien yang benar. Risalah membawa huda karena Islam itu sendiri
sebagai panduan bagi manusia.
Dia
yang mengutus rasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq (benar),
supaya agama itu mengalahkan semua agama.
Dan Allah cukup menjadi saksi. (QS.48:28)
هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ
بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى
بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
Dia-lah
yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar
dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi. (48:28)
8.
Ad Dakwah.
Rasul
menggunakan Islam sebagai petunjuk dan juga Allah menangkan Islam sebagai
dienul Haq ke atas agama-agama lainnya.
Usaha ini tidak akan tercapai apabila tidak dilaksanakan dakwah.
Rasul
dalam menjalankan dakwahnya mempunyai peranan sebagai saksi atas ummatnya,
memberi penyampaian nilai-nilai Islam yang bersifat kabar gembira ataupun kabar
peringatan.
Allah
SWT sekali lagi menegaskan bahawa Rasul berdakwah dengan menyeru manusia agar
kembali kepada Allah dan kemudian Rasul sebagai pelita yang menerangi.
Peranan
Nabi yang digambarkan di dalam surat 33:45-46 adalah sebagai da’i. Beliau berdakwah dengan mengajak manusia dan
bersifat sebagai pelita yang senantiasa dijadikan rujukan bagi manusia.
Hai
Nabi, sesungguhnya kami mengutus engkau sebagai saksi atas ummat dan untuk
memberi kabar gembira dan kabar takut. Dan untuk menyeru (manusia) kepada Allah dengan izinNya, dan menjadi pelita
yang menerangi.( QS.33:45-46),
يٰٓاَيُّهَا
النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ ٤٥
وَّدَاعِيًا اِلَى اللّٰهِ بِاِذْنِهٖ وَسِرَاجًا مُّنِيْرًا ٤٦
Hai
nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira
dan pemberi peringatan, 45.
Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah
dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. 46.
No comments:
Post a Comment