Tuesday, April 14, 2026

Wajibatuna Nahwar Rasul

Muslim yang menyebut bahawa Muhammad adalah Rasulullah di dalam syahadatnya maka berarti individu tersebut akan membenarkan apa yang dikabarkannya, mentaati semua perintahnya, menjauhi apa yang dilarangnya, dan tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya.  Penerimaan dan ketaatan serta ibadah kepadaNya melalui petunjuk Rasul adalah hasil dari persaksian ke atas Nabi yang kemudian dari sini muncul kewajiban-kewajiban yang perlu dijalankan.

Kewajiban kami (muslim) kepada Rasul adalah mengimaninya, mencintai, mengagungkan, membelanya, mencintai para pencintanya, menghidupkan sunnahnya, memperbanyak shalawat, mengikutinya dan mewarisi risalahnya.  Dengan kewajiban ini setiap muslim akan senantiasa menjaga dirinya berada didalam saf Islam.  Kewajiban ini sebagai janji dan komitmen dari persaksian kita kepada Nabi bahawa Muhammad SAW adalah Rasulullah.

Penjelasan Rasmul Bayan

1.     Muhammad Rasulullah.

·       Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang dijadikan sebagai Nabi dan Rasul penutup.  Beliau sebagai model terbaik dan melengkapi nabi dan rasul sebelumnya.  Risalah yang dibawanya sangatlah bersesuaian dengan keadaan saat ini dan diperuntukkan bagi semua manusia.

·       Berbagai kelebihan dan keutamaan pada diri Nabi sangatlah banyak, sehingga kita perlu menyimpulkan bahawa beliaulah yang paling sesuai untuk diikuti.  Kemudian bagaimanakah kewajiban kita kepadanya ?

Dalil:

·       Q.33:40, Muhammad SAW sebagai Nabi penutup.

·       Q.34:28, diperuntukkan kepada semua manusia.

2.     Membenarkan apa yang dikabarkannya.

Nabi Muhammad SAW adalah Rasul yang membawa kebenaran.  Setiap yang disampaikan nya adalah benar dan berasal dari Allah SWT.  Beliau mengajak kita untuk beriman dan taat kepada Allah dan RasulNya.  Usaha pertama sebelum kita beriman, kita mesti menerima dan membenarkan apa yang akan kita yakini.  Selama kita tidak menerima maka selama itu kita tidak dapat membenarkan risalah Nabi dan juga tidak akan kita beriman kepadaNya.  Orang yang membenarkan risalahNya adalah orang yang bertaqwa.

Dalil :

·       Hadits.

·       Q.39:33, orang yang membawa kebenaran (Muhammad SAW) dan orang-orang yang membenarkannya adalah mereka itu orang yang taqwa.

3.     Membenarkan apa yang dikabarkannya.

Orang yang beriman adalah tentara yang siap dan sedia mendapat arahan dan perintah dari atasan.  Atasan kita adalah Allah SWT dan Nabi SAW.  Dialah yang berhak sebagai atasan kita karena dialah pencipta, pemberi rezki, pengatur dan pemilik kita.  Sedangkan Nabi adalah orang yang ditunjuk langsung oleh Allah sebagai pembimbing kita.  Sikap kita yang terbaik adalah dengar dan taat perintahNya.  Karena setiap perintah itu adalah untuk kebaikan kita juga.

Dalil :

·       Q.24:51, sesungguhnya perkataan orang beriman apabila dipanggil kepada Allah dan Rasul Nya, supaya dihukum antara mereka, bahawa mereka berkata: kami dengar dan kami taat.  Mereka itulah orang yang menang.

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْٓا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ٥١

51.  Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka[1045] ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.

·       Q.5:7, kami dengar, kami taat dan takutlah kamu kepada Allah.

وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهٖٓ ۙاِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ

7.  Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya[405] yang Telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taati". dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah mengetahui isi hati(mu).

4.     Membenarkan apa yang dikabarkannya.

Penjelasan :

Muhammad SAW sebagai rasul yang mendapat lesen dari Allah SWT untuk menyampaikan wahyuNya, maka kita mesti mengiktiraf keadaan belian dan menjadikan diri Nabi sebagai bahagian di dalam kehidupan kita.  Beliau berhak mengatur kehidupan kita karena ini untuk kebaikan kita sendiri.  Oleh karena itu, apabila beliau melarang sesuatu maka ikuti larangan nya.  Inilah jalan terbaik.

Dalil :

·       Q.59:7, ….. apa-apa yang diberikan rasul kepadamu, hendaklah kamu ambil dan apa-apa yang dilarangnya, hendaklah kamu hentikan dan takutlah kepada Allah.

مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ

7.  Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

5.     Membenarkan apa yang dikabarkannya.

Mentaati Allah mesti melalui ketaatan kepada Rasul.  Yang ditaati adalah syariat yang dibawanya sama ada yang disampaikan di dalam Al-Qur’an ataupun Sunnah Nabi.  Kita tidak akan dapat beribadah kecuali mengikuti Rasul dan syariatNya.

Dalil :

·       Hadits.

·       Q.4:80, barang siapa mentaati rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا ۗ

80.  Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah mentaati Allah. dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka[321].

6.     Membenarkan apa yang dikabarkannya.

6.1. Mengimani.

·       Kewajiban kita terhadap Nabi adalah mengimaninya.  Dengan cara ini kita akan terhindar dari api neraka dan azab yang pedih.

Dalil :

·       Hadits.

قَالَ « أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ »

Iman yaitu engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikta-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan engkau percaya kepada qadha dan qodhar baik dan buruk (HR.Muslim)

·       Q.61:10-11, suatu perniagaan yang akan melepaskan kita dari azab yang pedih adalah beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjuang di jalan Allah dan RasulNya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ ١٠ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَۙ ١١

10.  Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

11.  (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.

6.2. Mencintai.

Dalil :

·       Hadits.

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيْمَانِ: مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ)). (رواه البخاري ومسلم وهذا لفظ مسلم).

 

Dari Anas RA, dari Nabi SAW bersabda : Tiga perkara jika kalian memilikinya, maka akan didapati manisnya iman. Pertama, siapa yang menjadikan Allah dan Rasul-NYA lebih dicintai dari selainnya. Kedua, mencintai seseorang semata-mat karena Allah SWT. Ketiga, tidak senang kembali kapada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah SWT, sebagaiman ketidak senangannya dilempar ke dalam api neraka (HR Bukhary-Muslim, lafadznya lafadz Muslim)

6.3. Mengagungkan.

Dalil :

·       Q.48:7

وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا ٧

7.  Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1395]. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

6.4. Membelanya.

Dalil :

·       Q.9:40, 61:14

اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى الْغَارِ اِذْ يَقُوْلُ لِصَاحِبِهٖ لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ فَاَنْزَلَ اللّٰهُ سَكِيْنَتَهٗ عَلَيْهِ وَاَيَّدَهٗ بِجُنُوْدٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلٰىۗ وَكَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيَاۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ٤٠

40.  Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah Telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia Berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang Tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana[643].

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْٓا اَنْصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيّٖنَ مَنْ اَنْصَارِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗقَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ فَاٰمَنَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ ۚفَاَيَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ فَاَصْبَحُوْا ظٰهِرِيْنَ ࣖ ١٤

14.  Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam Telah Berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

6.5. Mencintai para pencintanya.

Dalil :

·       Q.48:29

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِ ۗوَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِ ۗذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ ۖوَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗوَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ ٢٩

29.  Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu Kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

6.6. Menghidupkan sunnahnya.

Dalil :

·       Hadits.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِيْ ، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنَّةِ »

    Rasulullah Saw bersabda; barangsiapa yang menghidupkan sunnah-sunnahku, berarti mencintaiku. Dan barangsiapa yang mencintaiku akan bersamaku disurga. (HR. Thabrani)

·       Q.3:130

6.7. Memperbanyak sholawat.

Dalil :

·       Q.33:56

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦

56.  Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230].

6.8. Mengikutinya.

Dalil :

·       Q.3:31

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٣١

31.  Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

6.9. Mewarisi risalahnya.

Dalil :

·       Q.48:28

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا ٢٨

28.  Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.

 

No comments:

Post a Comment

Makna Islam