Thursday, April 2, 2026

Bukti Kenabian Muhammad Saw (Berita Masa Depan)

Bab Ketiga Belas: Dan Sesungguhnya Kamu Akan Mengetahui Beritanya Setelah Beberapa Waktu Lagi

Pemberitahuan Tentang Apa yang Akan Terjadi

Pertanyaan: Apakah Rasulullah SAW pernah mengabarkan perkara-perkara yang akan terjadi di masa depan, lalu hal itu terwujud tepat seperti yang dikabarkan oleh beliau SAW?

Jawaban: Ya... Jenis pemberitahuan Allah kepada Rasul-Nya SAW mengenai apa yang akan terjadi di masa depan ini sangat banyak, bahkan sangat banyak sekali. Di antaranya ada yang baru diketahui di zaman kita sekarang, dan ada yang belum diketahui hingga saat ini, namun akan diketahui seiring berjalannya waktu.

Pertanyaan: Apakah pemberitahuan tentang apa yang akan terjadi, serta terwujudnya hal tersebut sesuai dengan apa yang dikabarkan Rasulullah SAW, merupakan bukti atas kebenaran beliau?

Jawaban: Ya... Itu adalah bukti yang jelas dan tanda yang nyata bagi setiap pemilik akal. Jika seseorang melihat di dunia ini terwujudnya apa yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW tanpa ada yang meleset, maka dia akan mengetahui bahwa yang memberi tahu Rasulullah SAW tidak lain adalah Sang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata: Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita pun menjadi tahu bahwa apa yang dikabarkan Rasulullah SAW mengenai keadaan hari kiamat dan apa yang terjadi setelah kematian adalah hal yang tidak perlu diragukan lagi, karena hal itu akan terwujud sebagaimana kita telah menyaksikan terwujudnya apa yang dikabarkan Rasulullah di dunia.


Contoh-Contoh

Pertanyaan: Apa saja contoh-contohnya?

Jawaban: Contoh mengenai hal itu sangat banyak, buku-buku tafsir dan hadis telah penuh dengannya. Kami akan menyebutkan satu contoh dari apa yang dikabarkan Rasulullah SAW dan disaksikan oleh para sahabatnya, satu contoh dari apa yang terwujud setelah wafatnya Rasulullah SAW, dan satu contoh dari apa yang terwujud di zaman sekarang ini.

Kemenangan Romawi

Pertanyaan: Apa contoh berita gaib yang terwujud di zaman Rasulullah SAW?

Jawaban: Contohnya adalah apa yang dikabarkan oleh Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah SAW bahwa bangsa Romawi, yang sebelumnya dikalahkan oleh Persia, akan kembali melakukan serangan dalam perang baru, di mana kemenangan akan berpihak pada Romawi dalam kurun waktu tidak lebih dari sepuluh tahun.

Sebab turunnya berita gaib dalam Al-Qur'an ini adalah karena orang-orang kafir merasa senang dengan kemenangan bangsa Persia (penyembah berhala) atas Romawi (Ahli Kitab). Sedangkan kaum Muslimin menginginkan sebaliknya karena mereka memandang Ahli Kitab lebih dekat kepada mereka daripada kaum musyrik. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

الۤمّۤ ۚ ١ غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ ٢ فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ ٣ فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُ ۗوَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ٤ بِنَصْرِ اللّٰهِ ۗيَنْصُرُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ٥ وَعْدَ اللّٰهِ ۗ لَا يُخْلِفُ اللّٰهُ وَعْدَهٗ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ٦

"Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Sebagai) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Rum: 1-6)

Surah tempat turunnya berita gaib ini dinamakan Surah Ar-Rum. Ketika ayat-ayat ini turun, kaum musyrik menertawakan dan mengejeknya, lalu terjadi percakapan antara mereka dengan Abu Bakar.

Mereka berkata: "Wahai Abu Bakar, sesungguhnya kawanmu itu (Muhammad) berkata bahwa Romawi akan menang atas Persia dalam beberapa tahun." Abu Bakar menjawab: "Dia benar." Mereka berkata: "Maukah engkau bertaruh dengan kami?"

Maka Abu Bakar menerima taruhan tersebut—sebelum taruhan diharamkan—dan taruhannya adalah sejumlah qala'ish (unta muda). Belum genap sembilan tahun, Romawi benar-benar menang atas Persia dan mengusir mereka dari Baitul Maqdis sebagaimana yang dikabarkan Al-Qur'an sembilan tahun sebelumnya. Jika engkau merenungkan kejadian yang tercatat pada saat itu di dalam Kitabullah, engkau akan melihat:

Kepercayaan penuh dari Sayyidina Muhammad SAW dan para sahabatnya terhadap berita gaib yang datang kepada mereka dalam Kitabullah. Seolah-olah Rasulullah SAW berkata: "Wahai manusia, jika kalian mendustakan aku, maka Tuhanku telah menempatkan aku di depan ujian yang hasilnya akan tampak dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Aku katakan kepada kalian bahwa Allah telah menjanjikan kepadaku janji yang benar bahwa Romawi akan mengalahkan Persia dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Aku percaya pada apa yang dikabarkan Tuhanku, dan kalian akan segera tahu apakah aku seorang pendusta atau seorang Rasul yang menyampaikan apa yang diwahyukan Tuhanku, dan itu dalam kurun waktu tidak lebih dari sepuluh tahun."


Masuk Islamnya Rakyat Yaman Melalui Surat dari Rasulullah SAW

Pertanyaan: Terdengar bahwa rakyat Yaman beriman kepada risalah (beliau), bagaimana hal itu terjadi?

Jawaban: Itu adalah sebuah mukjizat, bukan sekadar surat biasa. Kisra (Raja Persia) merobek surat Muhammad SAW ketika sampai kepadanya, dan dia memerintahkan gubernurnya di Yaman (Badzan) untuk mengirimkan kepadanya orang yang berani menulis surat itu, yakni Muhammad SAW. Kisra melakukan itu karena bangga dengan kekuatan negara Persia dan meremehkan bangsa Arab.

Badzan, penguasa Yaman dari pihak Persia, mengirim dua orang utusan dari Sana'a ke Madinah untuk membawa Muhammad SAW kepadanya. Ketika kedua utusan itu sampai dan terjadi diskusi dengan Rasulullah SAW, beliau memperhatikan bahwa mereka memanjangkan kumis dan mencukur janggut. Beliau bertanya: "Siapa yang memerintahkan kalian melakukan ini?"

Mereka menjawab: "Tuhan kami" (saat itu orang-orang menyebut raja-raja mereka dengan sebutan tuhan, khususnya raja-raja Persia).

Maka SAW bersabda: "Sampaikanlah kepada orang yang mengutus kalian: Sesungguhnya Tuhanku telah membunuh tuhannya malam ini." Maksudnya, tidak perlu aku pergi bersama kalian, karena Tuhanku telah membalaskan untukku dan membunuh orang yang memerintahkan (Badzan) untuk membawaku kepadanya, dan Allah telah mewahyukan hal ini kepadaku. Barangsiapa yang mencariku, maka Tuhanku telah membunuhnya.

Kedua utusan Badzan kembali dengan membawa pesan singkat ini: "Sesungguhnya Tuhanku telah membunuh tuhannya malam ini." Sampaikan berita itu kepada Badzan. Badzan berkata: "Perkara ini sudah jelas, kita tinggal menunggu apa yang datang dari Persia agar kebenaran tentang Muhammad ini terungkap dengan nyata."

Jika berita datang mengonfirmasi terbunuhnya raja pada malam tertentu tersebut, maka Muhammad benar-benar seorang Rasul dari sisi Allah. Namun jika berita itu mendustakan apa yang dikatakannya, maka kami punya urusan lain dengannya.

Pesan tersebut menjadi pembicaraan penduduk Yaman: baik Nasrani, Majusi, maupun Yahudi. Tiba-tiba kabar dari Persia datang mengonfirmasi kebenaran apa yang dikabarkan Rasulullah SAW. Maka apa hasilnya?!!

  1. Badzan dan pasukannya masuk Islam, dan dia meminta Rasulullah SAW agar tetap menjadi gubernurnya di Yaman, maka beliau menetapkannya sebagai penguasa.
  2. Mayoritas rakyat Yaman masuk Islam kecuali kaum Yahudi.
  3. Delegasi orang Yaman pergi meminta kepada Rasulullah SAW pengajar bagi agama mereka, maka beliau SAW mengutus Mu'adh bin Jabal—yang membangun Masjid Mu'adh—bersama pasukan, dan mengutus Wabr bin Yakhnas Al-Anshari yang membangun fondasi Masjid Agung (Al-Jami' al-Kabir) di Sana'a yang batas-batasnya ditentukan di antara dua tanda: (Al-Masmurah dan Al-Manqurah) di kebun Badzan saat itu. Beliau juga mengutus sahabat lainnya untuk mengajarkan agama Islam kepada penduduk Yaman, dikatakan di antara mereka adalah Ali (Karamallahu Wajhah).

Kemenangan yang Dijanjikan Bagi Kelompok Kecil yang Terusir dan Menjadi Khalifah

Pertanyaan: Apa contoh berita gaib yang terwujud setelah wafatnya Rasulullah SAW?

Jawaban: Contohnya adalah apa yang dikabarkan Al-Qur'anul Karim kepada kaum Muslimin—saat mereka masih terusir—bahwa peperangan akan terjadi antara mereka dan kaum kafir, dan bahwa Allah akan menolong mereka, memenangkan mereka di bumi, dan saat itu mereka akan menjadi golongan yang beriman.

Allah Ta'ala berfirman:

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۙ ٣٩ ۨالَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ اِلَّآ اَنْ يَّقُوْلُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ۗوَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًاۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ ٤٠ اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ ٤١

"Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu. (Yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, 'Tuhan kami adalah Allah.' ... Dan Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan." (QS. Al-Hajj: 39-41)

Dalam ayat ini Allah Ta'ala mengabarkan:

  1. Tentang peperangan antara Muslim dan kafir. Abu Bakar Ash-Shiddiq (radhiyallahu anhu) berkata ketika ayat ini turun: "Aku tahu bahwa akan terjadi peperangan."
  2. Bahwa kemenangan akan berpihak pada kaum Muslimin, dan perkara itu terjadi sebagaimana dikabarkan Al-Qur'an sebelum hal itu terjadi.
  3. Bahwa Allah akan memberikan kedudukan (tamkin) kepada kaum Muslimin yang terusir dari rumah mereka di muka bumi. Dan Allah benar-benar memenangkan mereka di timur, barat, utara, dan selatan, sehingga sebagian besar wilayah bumi tunduk kepada mereka.
  4. Bahwa mereka saat menang dan berkuasa akan mendirikan salat, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; dan demikianlah keadaan mereka.

Utsman bin Affan (radhiyallahu anhu) berkata: "Ayat ini turun mengenai kami (para sahabat): '(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar'. Kami diusir dari rumah-rumah kami tanpa hak kecuali karena kami berkata: 'Tuhan kami adalah Allah', kemudian kami diberi kedudukan di bumi, maka kami mendirikan salat, menunaikan zakat, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. Maka ayat itu adalah untukku dan sahabat-sahabatku."


Azab Saat Terjadi Penyimpangan

Pertanyaan: Apa contoh berita gaib yang diketahui di zaman ini?

Jawaban: Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰٓى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ

"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.' Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).' (QS. Al-An'am: 65)

Ketika ditanya tentang perwujudan ayat ini, Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ia akan terjadi, namun takwilnya (kenyataannya) belum datang sekarang." Maksudnya hal itu akan terjadi, namun penjelasannya dan kejadiannya bukan sekarang, melainkan di masa depan; bukan menimpa kaum Muslimin yang saleh, melainkan azab itu dikirimkan kepada mereka yang banyak melakukan penyimpangan.

Di zaman kita sekarang, kita menemukan sebagian dari azab ini. Pesawat-pesawat penjajah, kapal selamnya, ranjau-ranjaunya, dan bom-bomnya; semuanya adalah azab yang menimpa umat Islam dari atas kepala mereka dan dari bawah kaki mereka. Waktu dengan kemajuannya terus menyingkap dengan jelas kebenaran berita gaib ini. Lihatlah umat Islam sekarang terpecah-pecah menjadi golongan, partai, negara, dan kelompok, di mana sebagian mereka merasakan keganasan sebagian yang lain. Mahabenar Allah yang Agung yang berfirman: "Katakanlah, 'Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan...'"

Dan azab itu tidak akan diangkat kecuali dengan pertobatan yang tulus. Ayat-ayat dan hadis-hadis dalam bab ini sangat banyak, semuanya menjadi saksi bagi Sayyidina Muhammad SAW bahwa beliau benar-benar Rasul yang menyampaikan apa yang diwahyukan kepadanya dari Tuhannya.


Ringkasan

Di antara tanda-tanda, bukti, dan mukjizat Sayyidina Muhammad SAW adalah beliau mengabarkan banyak hal gaib dan menjanjikan kepada kita bahwa hal itu akan terjadi di masa depan, lalu hari-hari datang membenarkan apa yang dikabarkan Rasulullah SAW.

  • Ada yang terwujud di masa hidup Rasulullah SAW: Seperti kemenangan Romawi dan terbunuhnya Raja Persia, yang menjadi sebab masuk Islamnya penduduk Yaman.
  • Ada yang terwujud setelah wafatnya Rasulullah SAW: Seperti penguasaan kaum Muslimin di bumi, pendirian salat, dan penunaian zakat oleh mereka.
  • Ada yang terwujud di zaman ini: Seperti kabar tentang azab yang menimpa kaum Muslimin jika mereka menyimpang: dari atas mereka, dari bawah kaki mereka, serta perselisihan mereka menjadi golongan dan partai yang saling merasakan keganasan satu sama lain

 

No comments:

Post a Comment