Bab Ketiga Belas: Dan Sesungguhnya Kamu Akan Mengetahui Beritanya Setelah Beberapa Waktu Lagi
Pemberitahuan Tentang Apa yang Akan Terjadi
Pertanyaan: Apakah Rasulullah SAW pernah mengabarkan
perkara-perkara yang akan terjadi di masa depan, lalu hal itu terwujud tepat
seperti yang dikabarkan oleh beliau SAW?
Jawaban: Ya... Jenis pemberitahuan Allah kepada
Rasul-Nya SAW mengenai apa yang akan terjadi di masa depan ini sangat banyak,
bahkan sangat banyak sekali. Di antaranya ada yang baru diketahui di zaman kita
sekarang, dan ada yang belum diketahui hingga saat ini, namun akan diketahui
seiring berjalannya waktu.
Pertanyaan: Apakah pemberitahuan tentang apa yang
akan terjadi, serta terwujudnya hal tersebut sesuai dengan apa yang dikabarkan
Rasulullah SAW, merupakan bukti atas kebenaran beliau?
Jawaban: Ya... Itu adalah bukti yang jelas dan tanda
yang nyata bagi setiap pemilik akal. Jika seseorang melihat di dunia ini
terwujudnya apa yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW tanpa ada yang meleset,
maka dia akan mengetahui bahwa yang memberi tahu Rasulullah SAW tidak lain
adalah Sang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata: Allah Subhanahu wa
Ta'ala. Kita pun menjadi tahu bahwa apa yang dikabarkan Rasulullah SAW mengenai
keadaan hari kiamat dan apa yang terjadi setelah kematian adalah hal yang tidak
perlu diragukan lagi, karena hal itu akan terwujud sebagaimana kita telah
menyaksikan terwujudnya apa yang dikabarkan Rasulullah di dunia.
Contoh-Contoh
Pertanyaan: Apa saja contoh-contohnya?
Jawaban: Contoh mengenai hal itu sangat banyak,
buku-buku tafsir dan hadis telah penuh dengannya. Kami akan menyebutkan satu
contoh dari apa yang dikabarkan Rasulullah SAW dan disaksikan oleh para
sahabatnya, satu contoh dari apa yang terwujud setelah wafatnya Rasulullah SAW,
dan satu contoh dari apa yang terwujud di zaman sekarang ini.
Kemenangan Romawi
Pertanyaan: Apa contoh berita gaib yang terwujud di
zaman Rasulullah SAW?
Jawaban: Contohnya adalah apa yang dikabarkan oleh
Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah SAW bahwa bangsa Romawi, yang
sebelumnya dikalahkan oleh Persia, akan kembali melakukan serangan dalam perang
baru, di mana kemenangan akan berpihak pada Romawi dalam kurun waktu tidak
lebih dari sepuluh tahun.
Sebab turunnya berita gaib dalam Al-Qur'an ini adalah karena
orang-orang kafir merasa senang dengan kemenangan bangsa Persia (penyembah
berhala) atas Romawi (Ahli Kitab). Sedangkan kaum Muslimin menginginkan
sebaliknya karena mereka memandang Ahli Kitab lebih dekat kepada mereka
daripada kaum musyrik. Maka Allah menurunkan firman-Nya:
الۤمّۤ ۚ ١ غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ ٢ فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ
بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ ٣ فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ
قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُ ۗوَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ٤ بِنَصْرِ اللّٰهِ
ۗيَنْصُرُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ٥ وَعْدَ اللّٰهِ ۗ لَا
يُخْلِفُ اللّٰهُ وَعْدَهٗ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ٦
"Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri
yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa
tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan
pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang
beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan
Dialah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (Sebagai) janji Allah. Allah tidak
akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(QS. Ar-Rum: 1-6)
Surah tempat turunnya berita gaib ini dinamakan Surah
Ar-Rum. Ketika ayat-ayat ini turun, kaum musyrik menertawakan dan mengejeknya,
lalu terjadi percakapan antara mereka dengan Abu Bakar.
Mereka berkata: "Wahai Abu Bakar, sesungguhnya kawanmu
itu (Muhammad) berkata bahwa Romawi akan menang atas Persia dalam beberapa
tahun." Abu Bakar menjawab: "Dia benar." Mereka berkata:
"Maukah engkau bertaruh dengan kami?"
Maka Abu Bakar menerima taruhan tersebut—sebelum taruhan
diharamkan—dan taruhannya adalah sejumlah qala'ish (unta muda). Belum
genap sembilan tahun, Romawi benar-benar menang atas Persia dan mengusir mereka
dari Baitul Maqdis sebagaimana yang dikabarkan Al-Qur'an sembilan tahun
sebelumnya. Jika engkau merenungkan kejadian yang tercatat pada saat itu di
dalam Kitabullah, engkau akan melihat:
Kepercayaan penuh dari Sayyidina Muhammad SAW dan para
sahabatnya terhadap berita gaib yang datang kepada mereka dalam Kitabullah.
Seolah-olah Rasulullah SAW berkata: "Wahai manusia, jika kalian
mendustakan aku, maka Tuhanku telah menempatkan aku di depan ujian yang
hasilnya akan tampak dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Aku katakan kepada
kalian bahwa Allah telah menjanjikan kepadaku janji yang benar bahwa Romawi
akan mengalahkan Persia dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Aku percaya pada
apa yang dikabarkan Tuhanku, dan kalian akan segera tahu apakah aku seorang
pendusta atau seorang Rasul yang menyampaikan apa yang diwahyukan Tuhanku, dan
itu dalam kurun waktu tidak lebih dari sepuluh tahun."
Masuk Islamnya Rakyat Yaman Melalui Surat dari Rasulullah
SAW
Pertanyaan: Terdengar bahwa rakyat Yaman beriman
kepada risalah (beliau), bagaimana hal itu terjadi?
Jawaban: Itu adalah sebuah mukjizat, bukan sekadar
surat biasa. Kisra (Raja Persia) merobek surat Muhammad SAW ketika sampai
kepadanya, dan dia memerintahkan gubernurnya di Yaman (Badzan) untuk
mengirimkan kepadanya orang yang berani menulis surat itu, yakni Muhammad SAW.
Kisra melakukan itu karena bangga dengan kekuatan negara Persia dan meremehkan
bangsa Arab.
Badzan, penguasa Yaman dari pihak Persia, mengirim dua orang
utusan dari Sana'a ke Madinah untuk membawa Muhammad SAW kepadanya. Ketika
kedua utusan itu sampai dan terjadi diskusi dengan Rasulullah SAW, beliau
memperhatikan bahwa mereka memanjangkan kumis dan mencukur janggut. Beliau
bertanya: "Siapa yang memerintahkan kalian melakukan ini?"
Mereka menjawab: "Tuhan kami" (saat itu
orang-orang menyebut raja-raja mereka dengan sebutan tuhan, khususnya raja-raja
Persia).
Maka SAW bersabda: "Sampaikanlah kepada orang yang
mengutus kalian: Sesungguhnya Tuhanku telah membunuh tuhannya malam ini."
Maksudnya, tidak perlu aku pergi bersama kalian, karena Tuhanku telah
membalaskan untukku dan membunuh orang yang memerintahkan (Badzan) untuk
membawaku kepadanya, dan Allah telah mewahyukan hal ini kepadaku. Barangsiapa
yang mencariku, maka Tuhanku telah membunuhnya.
Kedua utusan Badzan kembali dengan membawa pesan singkat
ini: "Sesungguhnya Tuhanku telah membunuh tuhannya malam ini."
Sampaikan berita itu kepada Badzan. Badzan berkata: "Perkara ini sudah
jelas, kita tinggal menunggu apa yang datang dari Persia agar kebenaran tentang
Muhammad ini terungkap dengan nyata."
Jika berita datang mengonfirmasi terbunuhnya raja pada malam
tertentu tersebut, maka Muhammad benar-benar seorang Rasul dari sisi Allah.
Namun jika berita itu mendustakan apa yang dikatakannya, maka kami punya urusan
lain dengannya.
Pesan tersebut menjadi pembicaraan penduduk Yaman: baik
Nasrani, Majusi, maupun Yahudi. Tiba-tiba kabar dari Persia datang
mengonfirmasi kebenaran apa yang dikabarkan Rasulullah SAW. Maka apa
hasilnya?!!
- Badzan
dan pasukannya masuk Islam, dan dia meminta Rasulullah SAW agar tetap
menjadi gubernurnya di Yaman, maka beliau menetapkannya sebagai penguasa.
- Mayoritas
rakyat Yaman masuk Islam kecuali kaum Yahudi.
- Delegasi
orang Yaman pergi meminta kepada Rasulullah SAW pengajar bagi agama
mereka, maka beliau SAW mengutus Mu'adh bin Jabal—yang membangun Masjid
Mu'adh—bersama pasukan, dan mengutus Wabr bin Yakhnas Al-Anshari yang
membangun fondasi Masjid Agung (Al-Jami' al-Kabir) di Sana'a yang
batas-batasnya ditentukan di antara dua tanda: (Al-Masmurah dan
Al-Manqurah) di kebun Badzan saat itu. Beliau juga mengutus sahabat
lainnya untuk mengajarkan agama Islam kepada penduduk Yaman, dikatakan di
antara mereka adalah Ali (Karamallahu Wajhah).
Kemenangan yang Dijanjikan Bagi Kelompok Kecil yang
Terusir dan Menjadi Khalifah
Pertanyaan: Apa contoh berita gaib yang terwujud
setelah wafatnya Rasulullah SAW?
Jawaban: Contohnya adalah apa yang dikabarkan
Al-Qur'anul Karim kepada kaum Muslimin—saat mereka masih terusir—bahwa
peperangan akan terjadi antara mereka dan kaum kafir, dan bahwa Allah akan
menolong mereka, memenangkan mereka di bumi, dan saat itu mereka akan menjadi
golongan yang beriman.
Allah Ta'ala berfirman:
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ
عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۙ ٣٩ ۨالَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ
حَقٍّ اِلَّآ اَنْ يَّقُوْلُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ۗوَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ
بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ
فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًاۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗۗ اِنَّ
اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ ٤٠ اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا
الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ
وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ ٤١
"Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi,
karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong
mereka itu. (Yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa
alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, 'Tuhan kami adalah Allah.' ...
Dan Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah
Mahakuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan
di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat makruf
dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala
urusan." (QS. Al-Hajj: 39-41)
Dalam ayat ini Allah Ta'ala mengabarkan:
- Tentang
peperangan antara Muslim dan kafir. Abu Bakar Ash-Shiddiq (radhiyallahu
anhu) berkata ketika ayat ini turun: "Aku tahu bahwa akan terjadi
peperangan."
- Bahwa
kemenangan akan berpihak pada kaum Muslimin, dan perkara itu terjadi
sebagaimana dikabarkan Al-Qur'an sebelum hal itu terjadi.
- Bahwa
Allah akan memberikan kedudukan (tamkin) kepada kaum Muslimin yang
terusir dari rumah mereka di muka bumi. Dan Allah benar-benar memenangkan
mereka di timur, barat, utara, dan selatan, sehingga sebagian besar
wilayah bumi tunduk kepada mereka.
- Bahwa
mereka saat menang dan berkuasa akan mendirikan salat, menyuruh kepada
yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; dan demikianlah keadaan
mereka.
Utsman bin Affan (radhiyallahu anhu) berkata: "Ayat ini
turun mengenai kami (para sahabat): '(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri
kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, menyuruh
berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar'. Kami diusir dari
rumah-rumah kami tanpa hak kecuali karena kami berkata: 'Tuhan kami adalah
Allah', kemudian kami diberi kedudukan di bumi, maka kami mendirikan salat,
menunaikan zakat, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar,
dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. Maka ayat itu adalah untukku dan
sahabat-sahabatku."
Azab Saat Terjadi Penyimpangan
Pertanyaan: Apa contoh berita gaib yang diketahui di
zaman ini?
Jawaban: Allah Ta'ala berfirman:
قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰٓى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ
فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ
بَأْسَ بَعْضٍۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah yang berkuasa mengirimkan
azab kepadamu, dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu
dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada
sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.' Perhatikanlah, bagaimana Kami
menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka
memahami(nya).' (QS. Al-An'am: 65)
Ketika ditanya tentang perwujudan ayat ini, Rasulullah SAW
bersabda: "Adapun ia akan terjadi, namun takwilnya (kenyataannya) belum
datang sekarang." Maksudnya hal itu akan terjadi, namun penjelasannya
dan kejadiannya bukan sekarang, melainkan di masa depan; bukan menimpa kaum
Muslimin yang saleh, melainkan azab itu dikirimkan kepada mereka yang banyak
melakukan penyimpangan.
Di zaman kita sekarang, kita menemukan sebagian dari azab
ini. Pesawat-pesawat penjajah, kapal selamnya, ranjau-ranjaunya, dan
bom-bomnya; semuanya adalah azab yang menimpa umat Islam dari atas kepala
mereka dan dari bawah kaki mereka. Waktu dengan kemajuannya terus menyingkap
dengan jelas kebenaran berita gaib ini. Lihatlah umat Islam sekarang
terpecah-pecah menjadi golongan, partai, negara, dan kelompok, di mana sebagian
mereka merasakan keganasan sebagian yang lain. Mahabenar Allah yang Agung yang
berfirman: "Katakanlah, 'Dialah yang berkuasa mengirimkan azab
kepadamu, dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam
golongan-golongan...'"
Dan azab itu tidak akan diangkat kecuali dengan pertobatan
yang tulus. Ayat-ayat dan hadis-hadis dalam bab ini sangat banyak, semuanya
menjadi saksi bagi Sayyidina Muhammad SAW bahwa beliau benar-benar Rasul yang
menyampaikan apa yang diwahyukan kepadanya dari Tuhannya.
Ringkasan
Di antara tanda-tanda, bukti, dan mukjizat Sayyidina
Muhammad SAW adalah beliau mengabarkan banyak hal gaib dan menjanjikan kepada
kita bahwa hal itu akan terjadi di masa depan, lalu hari-hari datang
membenarkan apa yang dikabarkan Rasulullah SAW.
- Ada
yang terwujud di masa hidup Rasulullah SAW: Seperti kemenangan Romawi
dan terbunuhnya Raja Persia, yang menjadi sebab masuk Islamnya penduduk
Yaman.
- Ada
yang terwujud setelah wafatnya Rasulullah SAW: Seperti penguasaan kaum
Muslimin di bumi, pendirian salat, dan penunaian zakat oleh mereka.
- Ada
yang terwujud di zaman ini: Seperti kabar tentang azab yang menimpa
kaum Muslimin jika mereka menyimpang: dari atas mereka, dari bawah kaki
mereka, serta perselisihan mereka menjadi golongan dan partai yang saling
merasakan keganasan satu sama lain
No comments:
Post a Comment