أهَمِّيَّةُ عِلْمِ التَّوْحِيْدِ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا
Atsar
Tauhid dalam Kehidupan
A. Bahaya Akibat Jahil terhadap Ilmu Tauhid (أَضْرَارُ الجَهْلِ بِعِلْمِ
التَّوْحِيْدِ )
Tanya: Apa akibat negatif dari
kejahilan terhadap ilmu tauhid dalam hidup manusia?
Jawab:
Pertama,
orang yang tidak mengenal Penciptanya seperti orang buta di dunia ini, ia tidak
tahu mengapa ia diciptakan, atau apa hikmah (tujuan) keberadannya di atas bumi
ini. Hidupnya berakhir dalam keadaan ia tidak tahu mengapa ia memulai hidup. Ia
keluar dari dunia tanpa tahu mengapa ia dulu masuk ke dalamnya.
اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ
تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗوَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَتَمَتَّعُوْنَ
وَيَأْكُلُوْنَ كَمَا تَأْكُلُ الْاَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ
Sesungguhnya Allah memasukkan
orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai. dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka
makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.
(47:12).
Kedua,
siapa yang tidak beriman kepada hari akhir, maka ia ditipu oleh dunia, ia
jadikan semua cita-cita dan ambisinya adalah bagaimana mewujudkan
kepentingannya di dunia sebelum mati, mengambil yang halal dan haram, tidak
peduli apakah itu membahayakan orang lain atau tidak karena yang penting adalah
kepentingannya. Dengan sikap egois ini masyarakat menjadi cerai berai,
interaksi dan hubungan sesama anggota masyarakat menjadi rusak, mereka saling
membenci dan memerangi, tidak seperti masyarakat yang beriman dan berpegang
teguh dengan agamanya.
Ketiga,
bila kejahilan terhadap ilmu tauhid ini merata di masyarakat, maka aqidah atau
keyakinan masyarakat akan rusak, lalu amal pun akan rusak, ma’shiat dan dosa
tersebar luas, kemudian mengakibatkan turunnya hukuman Allah swt atas ummat
Islam yang mengabaikan atau meninggalkan prinsip agama mereka.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ
لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di
laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar). (30:41).
B. Pengaruh Ilmu Tauhid dalam Kehidupan (ثَرُ عِلْمِ التَّوْحِيْدِ
فِي الحَيَاة ِ )
Tanya: Apakah pengaruh ilmu tauhid
dalam kehidupan?
Jawab:
Pertama :
orang yang bertauhid dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya pasti tahu mengapa
Allah swt menciptakannya sehingga ia berada di atas jalan yang lurus, ia
mengetahui dari mana awal dan ke mana akhir hidupnya, jauh dari kebutaan dan
kesesatan.
اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖٓ اَهْدٰىٓ اَمَّنْ يَّمْشِيْ
سَوِيًّا عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Maka apakah orang yang berjalan
terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang
yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus? (67:22).
Kedua,
tauhid menjadikan hati-hati manusia bersatu dengan Rabb yang satu, satu kitab,
satu risalah, dan satu qiblat, dan iman juga menjadikan manusia saling
mencintai dan bersaudara seperti firman Allah swt:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ
Orang-orang beriman itu Sesungguhnya
bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu
itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (49:10).
Rasulullah saw bersabda:
مَثَلُ المُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادِّهِمْ
وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى
لَهُ سَائِرُ الجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالحُمََّى (رَوَاهُ مُسْلِمٌ عَنِ
النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رضي الله عنه).
Perumpamaan
orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling
bersikap lemah lembut adalah seperti satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh
merasakan sakit maka semua anggota tubuh yang lain akan sulit tidur dan demam.
(HR. Muslim dari An-Nu’man bin Basyir ra).
Masyarakat
beriman adalah masyarakat yang malakukan ta’awun (saling bekerja sama)
dalam kebaikan dan taqwa dimana anggota masyarakatnya saling melarang dari
perbuatan dosa dan permusuhan, semua berusaha untuk sukses menggapai ridha
Allah, individunya merasa takut untuk berbuat zhalim, mencuri, menipu,
membunuh, berzina, menyuap atau menerima suap, berdusta, dengki, ghibah atau
perbuatan jahat lain karena ia takut kepada Allah dan takut kepada hari di mana
ia harus berhadapan dengan Allah swt untuk mempertanggungjawabkan semua
amalnya.
Dan
ketika kaum muslimin berpegang teguh dengan tauhid mereka menjadi orang-orang
yang terbaik seperti firman-Nya:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ
وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ
الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ
الْفٰسِقُوْنَ
Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (3:110).
Ketiga,
bila iman telah menyebar luas di masyarakat, maka pastilah akan membuahkan amal
shalih yang diridhai Allah swt sehingga membuka berbagai pintu kebaikan dan
mendatangkan pertolongan Allah dalam menghadapi musuh-musuh mereka.
Jikalau
sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ
وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ
Hai
orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (47:7).
Begitulah
dulu kaum muslimin, sebelumnya mereka adalah orang-orang yang lemah dan miskin,
namun mereka beriman dan beramal shalih hingga Allah membuka pintu-pintu
keagungan di dunia untuk mereka, Allah cukupkan mereka dengan karunia-Nya, dan
Allah tolong mereka dari musuh-musuh mereka dengan pertolongan yang
gilang-gemilang.
C. Kesimpulan (الخُلاَصَةُ)
- Siapa saja yang tidak mengenal tauhid maka ia buta seperti hewan yang mati berkalang tanah dalam keadaan tidak tahu mengapa ia dulu memulai kehidupan, ia meninggalkan dunia tanpa tahu mengapa dulu ia memasukinya.
- Mereka yang tidak beriman kepada hari akhir tidak ada yang ia pikirkan kecuali pemenuhan kesenangan dunia tanpa peduli halal atau haram. Dengan begitu kehidupan menjadi rusak dan masyarakat pun terpecah belah.
- Jika ia iman melemah, maka dosa akan bertambah sehingga mungkin saja Allah swt menurunkan azabnya bagi para pendosa.
- Orang yang beriman mengenal Rabb dan Penciptanya, ia mengetahui mengapa Allah menciptakannya di dunia ini sehingga ia hidup dengan petunjuk dari Allah swt, berjalan di atas jalan yang lurus. Orang yang beriman dengan iman yang benar tidak akan berbuat zalim, mencuri, berzina, atau perbuatan haram lainnya, dengan demikian hidup masyarakat akan baik, anggota masyarakat bersaudara dan solid.
- Iman itu berbuah amal shalih, membuat ridha Al-Khaliq, sehingga berbagai keberkahan pun Ia bukakan, bantuan-Nya kepada kaum mu’minin pun Ia kucurkan untuk menolong hamba-Nya mengahadapi musuh mereka sebagaiman terjadi dengan salaf shalih.
No comments:
Post a Comment