Sinopsis
Ridha adalah
basil dari cintanya mukmin kepada Allah SWT Cinta berarti menerima semua
keinginan dan tuntutan dari yang dicintainya (Allah SWT). Tuntutan dan kehendak
Allah SWT ini terdapat di dalam Al-Quran. Kehendak Allah SWT terhadap manusia,
alam semesta dan dari diri kita. Kehendak Allah SWT terhadap manusia yaitu
diberikan ketentuan-ketentuan yang pasti seperti qadha' dan qadar. Terhadap
alam, Allah SWT menghendaki alam sebagai kajian untuk dikaji dan mengambil manfaat
darinya, juga menggambarkan kehebatan dan kekuasaan Allah SWT di alam. Yang
Allah SWT kehendaki dari diri manusia adalah melaksanakan petunjukNya,
menjalankan syariat dan iltizam. Dengan
menerima semua ketentuan-ketentuan yang diberikan kepada kita, alam dan yang
dikehendaki dari kita, maka individu tersebut beriman sebenarnya
Ar-Ridhaa (Rela)
Ridha Allah SWT
adalah harapan orang-orang mukmin dan mereka rela berkorban untuk
mendapatkannya. Makna ridha adalah menerima ketentuan Allah SWT atas dirinya.
Sehingga apapun yang diputuskan kepada dirinya akan ikhlas atau rela
diterimanya sebagai sesuatu kebaikan atau cobaan yang perlu dihadapinya. Ridha
merupakan buah dari rasa cinta seseorang mukmin terhadap Allah SWT Fenomena
ridha adalah menerima semua kehendak dan kemauan Allah SWT tanpa reserve. Hal ini terdapat dalam tiga
dimensi.
Dalil
·
Q.2:207, redha Allah adalah harapan
orang-orang mukmin dan mereka rela berkorban untuk mendapatkannya.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ
ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ
207. Dan di antara
manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan
Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
·
Q. 76:31, makna redha adalah
menerima ketentuan Allah atas dirinya.
يُّدْخِلُ مَنْ يَّشَاۤءُ فِيْ رَحْمَتِهٖۗ وَالظّٰلِمِيْنَ اَعَدَّ لَهُمْ
عَذَابًا اَلِيْمًا ࣖ
31. Dia memasukkan siapa
yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya
azab yang pedih.
2. Maa Araadallah (Apa yang
Allah Kehendaki)
A. Maa
Araadallahu Binaa (Kehendak dan Kemauan Allah SWT Terhadap Kita/Manusia)
Kehendak Allah
SWT terhadap kita yaitu kejadian yang telah berlangsung, tidak dapat
dihindarkan, tidak diketahui sebelumnya (ghaib)
seperti kelahiran, kematian, pernikahan dan kehidupan dengan segala seginya
seperti kekayaan, kemiskinan, kemenangan, kekalahan, keimanan, kekafiran. Semua
yang telah terjadi ini tidak mungkin berlangsung kecuali dengan kehendak Allah SWT
Semua kejadian apakah kebaikan maupun keburukan merupakan dari sisi Allah SWT,
misalnya kematian. Kita sebagai manusia wajib mengimani dan menerimanya. Tak
ada seorangpun yang dapat menghindari rahmat Allah SWT dan kecelakaan yang
dikenakanNya pada seseorang. Kita pasrah dan ridha terhadap apapun yang diputuskan
Allah kepada kita. Setiap makhluk di tangan Allah SWTIah ketentuan rezkinya.
Masing-masing makhluk termasuk manusia memiliki rezkinya yang telah ditentukan
oleh Allah SWT, sehingga setelah kita berusaha maka kita wajib menerima dengan
ikhlas berapapun rezki yang diberiNya. Semua kejadian pada diri orang-orang
mukmin adalah ketentuan Allah SWT bagi mereka dan tidak ada satupun yang mampu
mencegahnya.
Dalil
·
Q. 4:78, semua kejadian samada
kebaikan maupun keburukan dari sisi Allah, misalnya kematian.
78. Di mana
saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam
benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka
mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa
sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)".
Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa
orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan
sedikitpun?
·
Q. 35:2, tak
ada seorangpun yang dapat menghindari rahmat Allah dan kecelakaan yang
dikenakanNya pada seseorang.
2. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka
tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh
Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan
Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bij aksana.
·
Q. 11:6, setiap makhluk di tangan
Allahlah ketentuan rizkinya.
6. Dan tidak
ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya,
dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.
Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
·
Q. 9:52, semua kejadian pada diri
orang-orang mukmin adalah ketentuan Allah bagi mereka.
52. Katakanlah:
"tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua
kebaikan. Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan
kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab
itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu".
A.1. Aalam Al-Ghaib (Alam Ghaib)
Kehendak Allah
SWT tersebut sebelum terjadinya merupakan sesuatu yang ghaib bagi manusia.
Tidak dapat ditangkap dengan indra. Tidak dapat diketahui dengan jalan apapun.
Ketentuan ini hanya Allah SWT saja yang mengetahui-Nya, semua telah tercatat
dalam kitab yang nyata. Hanya di sisi Allah SWT pengetahuan yang ghaib. Allah sebagai
pencipta manusia dan makhluk maka Allah mengetahui segala sesuatunya baik yang
nyata ataupun yang ghaib. Kelahiran dan kematian adalah ketentuan yang terdapat
dalam pengetahuan Allah SWT Walaupun manusia atau makhlukNya tidak mengetahui
sama sekali ketentuan tersebut. Allah SWT mengetahui tempat-tempat aktivitas makhlukNya,
semua tercatat dalam kitab yang nyata. Luhul
Mahfuzh tidak meninggalkan sedikitpun melainkan dicatatnya.
Dalil
·
Hadits. Imam Ahmad meriwayatkan dari
Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda," Kunci-kunci kegaiban ada lima
dan hanya diketahui Allah, "sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya
sajalah pengetahuan tentang hari kiamat. Dan Dialah yang menurunkan hujan dan
mengetahui apa yang ada dalam rahim . Dan dada seorang pun yang dapat mengetahui
apa yang akan diusahakannya esok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di
bumi mana is akan mati. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
·
Q. 6:59, hanya di sisi Allah
pengetahuan yang ghaib.
59. Dan pada
sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali
Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada
sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh
sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang
kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
·
Q. 31:34, kelahiran dan kematian
adalah ketentuan yang terdapat dalam pengetahuan Allah.
34. Sesungguhnya
Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah
Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada
seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya
besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
·
Q. 11:6, Allah mengetahui
tempat-tempat aktiviti makhlukNya, semua tercatat dalam kitab yang nyata.
6. Dan tidak
ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya,
dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.
Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
·
Q. 6:38, Luhul Mahfuzh tidak
meninggalkan sedikitpun melainkan dicatatnya.
38. Dan
tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang
dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan
sesuatupun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.
A.2. Al-Qadhaa' wa AI-Qadar (Qadha dan Qadar)
Kejadian yang
pasti dan tak dapat dihindari ini disebut Qadha' dan Qadar. la merupakan
bahagian dari rukun iman yang enam. Setiap muslim wajib mengimaninya merupakan kebaikan
(menguntungkan) maupun keburukan (merugikan) terhadap dirinya. Iman ini membuat
kita sadar dan tidak sombong terhadap apa-apa yang dimiliki serta tidak kecewa
terhadap apa-apa yang lepas dari kita. Ketentuan Allah SWT membuat kita tdak
sombong dengan apa yang diperoleh dan kita tidak kecewa dengan apa yang tidak
kita dapati.
Dalil
·
Hadits. Pernyataan Rasulullah
tentang Iman, " dan engkau beriman
dengan Qadar baik maupun buruk".
·
Q. 57:22, ketentuan Allah membuat
kita tidak sombong dengan yang diperoleh dan tidak kecewa dengan yang tepat
dari kita.
22. Tiada suatu
bencanapun yang menimpa di bumi dan (tdak pula) pada dirimu sendiri melainkan
telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
·
Hadits. Allah SWT telah menentukan
bagi manusia di dalam rahim ibunya ketentuan. Lahir, mati, celaka, bahagia dan
sebagainya.
A.3. Laa Yus'alu `Ammaa Yaf'al (Allah SWT Tidak Ditanya
Tentang Apa yang Dikerjakannya)
Dalam bersikap
terhadap qadha' dan Qadar Allah SWT, manusia tidak berhak menyalahkan atau
menuduh Allah SWT Sebab sebagai yang maha pencipta dia berbuat sesuai dengan
kehendakNya tanpa seorangpun dapat mempro-sesNya. Allah SWT tdak dapat ditanya
tentang apa yang diperbuatNya terhadap makhluk. Allah SWT berbuat sekehendakNya
tidak mengikuti peraturan siapapun selain diriNya. Semua kepunyaan Allah SWT,
Allah SWT bebas memberi ampun ataupun mengazab hambaNya yang durhaka dan menentang
Allah.
Dalil
·
Q. 21:23, Allah tidak dapat ditanya
tentang apa yang diperbuatNya terhadap makhluk.
لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا
يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُوْنَ
23. Dia tidak ditanya
tentang apa yang diperbuatNya, dan merekalah yang akan ditanyai.
·
Q. 85:16, Allah berbuat
sekehendakNya tidak mengikuti peraturan siapapun selain diriNya.
·
فَعَّالٌ
لِّمَا يُرِيْدُۗ
16. Maha Kuasa berbuat
apa yang dikehendaki-Nya.
·
Q. 2:284, semua kepunyaan Allah,
Allah bebas memberi ampun ataupun mengazab hambanya.
284. Kepunyaan
Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu
melahikan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya
Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah
mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya;
dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
·
Hadits. Jika Allah SWT menghendaki
kebaikan bagi seseorang maka diberikan cobaan. Maka siapa yang ridha (dengan
cobaan itu) baginya keridhaan Allah SWT Dan barang siapa yang keberatan maka
baginya kemarahan Allah SWT
A.4. Al-Hikmah (Hikmah)
Allah SWT tidak
bertindak melainkan di dalamnya terdapat suatu hikmah. Tetapi sedikit dari
manusia yang dapat me-maha-minya. Karena itu, terhadap kejadian yang mengena-nya
mukmin berupaya mencari hikmah Allah SWT tersebut. la senan-tiasa berbaik
sangka kepada Allah SWT karena meyakini bahwa Allah SWT maha pengasih lagi maha
penyayang kepada hamba-hambaNya. Hikmah Allah SWT dalam disyariatkannya
berperang. Dalam berperang juga banyak terdapat hikmah yang diambil, bahkan
dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengambil hikmah yang besar.
Dalil
·
Q. 2:216, hikmah Allah dalam
disyariatkannya berperang.
216. Diwajibkan
atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
(pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui.
·
Hadits. Orang mukmin itu mengagumkan
karena semua urusan mendatangkan kebaikan baginya. Jika dia diberi kebaikan ia
bersyukur dan itu baik baginya, jika is tertimpa musibah ia bersabar dan itu
baik pula baginya.
·
Hadits Qudsi. Sesungguhnya aku
tergantung sangkaan hambaKu terhadapKu. Jika dia bersangka baik maka baik pula
baginya, jika dia bersangka buruk maka buruk pula baginya.
B. Maa Aradallahu bil-Kaun (Apa yang Allah SWT Kehendaki Terhadap Alam Semesta)
Allah SWT
mengatur, menetapkan, menentukan seluruh kejadian di alam semesta secara pasti
dan tepat. Tidak ada satu makhlukpun yang lepas dari aturan Allah SWT ini. Setiap
fenomena yang terjadi merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan
keagunganNya. Allah SWT menentukan qadar alam seluruh ciptaanNya dengan sangat
rapih dan teratur. Allah telah menentukannya dengan kepastian, ketepatan dan terencana.
Tidak ada satupun manusia yang mampu mengelak dari ketentuan Allah tersebut.
Dalil
·
Hadits. Dalam Hadits Muslim,
Abdullah bin Amr berkata Rasulullah SAW bersabda,"Allah telah menurunkan
kadarkadar makhluk 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Dan
Arsy-Nya berada diatas air." (HR. Muslim).
Q.25:2, 54:49,
87:1-2, 15:20, 36:38-40, 55:7, Allah menentukan qadar alam seluruh ciptaan Nya
dengan sangat rapih dan teratur
·
Q. 25:2. yang kepunyaan-Nya-lah
kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu
bagiNya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan
Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.
·
Q. 54:49 Sesungguhnya Kami
menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
·
Q. 87:1-2. Sucikanlah nama Tuhanmu
Yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya),
·
Q. 15:20. Dan Kami telah menjadikan
untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk
yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.
·
Q. 36:38-40. dan matahari berj alan
di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia
sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang
tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat
mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
·
Q. 55:7. Dan Allah telah meninggikan
langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
B.1. 'Aalam
At-Tajribah (Alam Kajian)
Ketentuan Allah
SWT tersebut bukan merupakan sesuatu yang ghaib
tetapi juga tidak mudah untuk difahami dan diketahui. Manusia akan
memahaminya dengan jalan belajar dan mela-kukan berbagai kajian tentang
ketentuanketentuan Allah SWT tersebut.
Dalil
·
Hadits. Mengenai seseorang yang
mendapat petunjuk Rasulullah cara bertanam korma. Ternyata hasil petikannya tidak
memuaskan kemudian dia datang kepada Rasul untuk melaporkan. Jawab Rasulullah
SAW, "kamu lebih tahu urusan duniamu"
B.2. Sunnatullah fil-Kaun (Ketentuan Allah SWT Di Alam Semesta)
Semua ketentuan
dan peraturan Allah SWT yang tidak tertulis di alam semesta itu disebut
Sunnatullah. Sifatnya tetap, tidak berubah dan tidak berganti. Tetapi Allah SWT
sendiri dapat merubahnya seperti pada mukjizat para Nabi. Kita mesti menyebutnya
Sunnatullah dan bukan hukum alam atau hukum sains eksak. Sunnatullah tidak
mengalami perubahan atau pergantian sedikitpun karena sunnatullah bersifat
tetap, pasti, objektif dan tepat. Seperti halnya yang disebut hukum alam yang memiliki
karakteristik tepat dan pasti itu sebenarnya sunnatullah kauniyah yang ada di alam. sunnatullah qauliyah tun tidak memiliki perubahan. Ketentuan Allah
ini mengena kepada semua manusia kecuali yang dikehendakiNya seperti Nabi
Ibrahim yang tidak hangus dimakan api bahkan selamat dengan izin Allah SWT
Walaupun demikian, Nabi Ibrahim juga mengikuti sunnatullah sehingga terselamat
dari api di antaranya sunnatullah qauliyah yang Allah janjikan. Nabi Musa mampu
membelah laut dengan izin Allah SWT, dan
ini merupakan sunnatullah yang secara teknologi dan pengetahuan dapat
dijelaskan secara baik, walaupun pada saat itu sulit untuk diterangkan.
Walaubagaimanapun Allah memberikan kekecualian kepada para Rasulnya berupa
mukjizat.
Dalil
Q.35:43, 33:62,
48:23, sunnatullah tidak mengalami perubahan atau pergantian
·
Q. 35:43. karena kesombongan
(mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat
itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang
mereka nantinantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku)
kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat
penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan
bagi sunnah Allah itu.
·
Q. 33:62. Sebagai sunnah Allah yang
berlaku atas orangorang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekalikali
tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.
·
Q. 48:23. Sebagai suatu sunnatullah
yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan
perubahan bagi sunnatullah itu.
·
Q. 21:68-69, Nabi Ibrahim tidak
hangus dimakan api bahkan selamat dengan izin Allah. Mereka berkata:
"Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak".Kami
berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi
Ibrahim".
·
Q. 20:77-78, Nabi Musa mampu
membelah laut dengan izin Allah dan sebagainya. Dan sesungguhnya telah Kami
wahyukan kepada Musa: "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil)
di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu
tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".
Maka Fir-aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka
ditutup oleh laut yang menenggelamkan
mereka.
·
Hadits. Said bin Jubeir berkata-dia
juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas. Ibnu Abbas berkata,"Tatkala Ibrahim dilemparkan,
maka malaikat penjaga hujan berkata,"begitu aku diperintahkan menurunkan
hujan, langsung aku menurunkannya."Ibnu Abbas berkata,"Adalah
perintah Allah lebih cepat dari perintah malaikat. Allah berkata,"Hai api,
dinginlah dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim." Ibnu Abbas berkata,"Kalaulah
Allah Azza wa Jalla tidak mencatakan,'dan menjadi keselamatan', niscaya dinginnya
api melukai Ibrahim".
B.3. Al-Bahts (Mengkaji)
Sunnatullah
hanya dapat difahami setelah diselidiki, dipelajari, dianalisa dan dikaji.
Sifatnya netral. Dapat dipelajari siapa saja. Tetapi orang mukmin lebih berhak untuk
memperolehnya. Itulah mengapa kitabullah banyak sekali menganjurkan mukminin
melakukan pengamatan terhadap alam semesta. Contoh-contoh anjuran dan
rangsangan Allah SWT untuk memperhatikan alam semesta sangat banyak sekali dalam
Al Quran. Sehingga sangat aneh apabila mukmin tidak memiliki pengetahuan dan
ilmu, padahal Allah berkali-kali dalam Al Quran menyuruh kita memikirkan alam
semesta. Mengamati sejarah kehidupan manusia adalah perintah Allah SWT karena
banyak ibrah, hikmah dan pelajaran yang dijadikan contoh bagi kita semua.
Dengan melihat sejarah kita mampu memperbaiki diri di masa depan berdasarkan
pengalaman orang lain.
Dalil
Q.3:190-191,
10:5-6, 30:20-25, 30:8, contoh-contoh anjuran dan rangsangan Allah untuk
memperhatikan alam semesta
·
Q. 3:190-191. Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda
bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orangorang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumf (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari
siksa neraka.
·
Q. 10:5-6. Dia-lah yang menjadikan
matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah
(tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan
tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu
melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada
orang-orang yang mengetahui. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu
dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat
tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
·
Q. 30:20-25. Dan di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tibatiba
kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di
antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. Dan di antara tandatanda
kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan
warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi orang-orang yang mengetahui. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda-tanda bagi kaum
yang mendengarkan. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan
kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan
air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benarbenar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
mempergunakan akalnya. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya
langit dan bumf dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil
dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).
·
Q. 30:8. Dan mengapa mereka tidak
memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi
dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan
waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia
benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.
·
Hadits. "Hikmah itu kepunyaan
orang mukmin, dimana saja mereka jumpai hikmah itu, merekalah yang paling
berhak atasnya".
·
Q. 3:137, mengamati sejarah
kehidupan manusia adalah perintah Allah.
137. Sesungguhnya
telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka
bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orangorang yang mendustakan
(rasul-rasul).
B.4. Al-Intifaa' (Pemanfaatan)
Dengan mengkaji
sunnatullah kita mengambil manfaat sebesar-besarnya dari potensi alam untuk
memperkuat barisan kaum muslimin. Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berguna
untuk menjadi sarana dakwah. Karenanya kaum muslimin wajib menggalakkan kembali
pengamatan dan pengkajian terhadap alam semesta ini Allah SWT menyuruh
memanfaatkan kekuatan besi (teknologi) untuk menegakkan Islam. Bahkan Allah menyuruh
semua potensi alam digunakan untuk membangun alam dan memliharanya dengan baik.
Alam dan seisinya perlu dimanfaatkan untuk mempersiapkan sarana-sarana jihad di
jalan Allah SWT Ini tidak dapat berlangsung tanpa pemanfaatan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Dalil
·
Q. 57:25, Allah menyuruh
memanfaatkan kekuatan besi (teknologi) untuk menegakkan Islam.
25. Sesungguhnya
Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan
telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya
manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya
terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka
mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)
Nya dan rasulrasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha
Kuat lagi Maha Perkasa.
·
Q. 8:60, perintah untuk
mempersiapkan sarana-sarana jihad di jalan Allah. Ini tidak dapat berlangsung tanpa pemanfaatan
sains dan teknologi.
60. Dan
siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan
dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu
menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu
tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan
pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan
dianiaya (dirugikan).
Hadits. Uqbah
bin Amir berkata,"Aku mendengar dari Rasulullah SAW ketika beliau di atas
mimbar berkata, "Da siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang
kamu sanggupi. Ketahuilah, kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah, kekuatan
itu adalah memanah. (HR. Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah).
C. Maa Araadallahu Minna (Yang
Allah Kehendaki dari Din Kita)
Yaitu rela
melaksanakan petunjuk hidup yang di dalamnya ada perintah dan larangan, halal
dan haram, peringatan dan anjuran, dan sebagainya. Kesemuanya dapat kita jumpai
dalam kitabullah dan sunnah Rasulullah. Setiap muslim wajib menerima
undang-undang Allah SWT yang telah tertulis ini dengan tanpa keraguan. Aturan
hidup (dien) yang diterima disisi Allah SWT hanyalah Islam. Ia merupakan
kumpulan kehendak Allah SWT dari diri kita. Di sinilah Allah SWT mengatur dan mengendalikan
hambaNya. Disyariatkannya then bagi kita untuk ditegakkan dengan tidak
bercerai-cerai. Agama Islam akan tegak dengan kesatuan dan persatuan.
Dalil
Q.3:19, 3:85,
aturan hidup (dien) yang diterima disisi Allah hanyalah Islam. Ia merupakan kumpulan kehendak Allah dari
diri kita. Disinilah Allah mengatur dan
mengendalikan hambaNya
·
Q. 3:19. Sesungguhnya agama (yang
diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah
diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena
kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap
ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
·
Q. 3:85. Barangsiapa mencari agama
selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya,
dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
·
Q. 42:15. Maka karena itu serulah
(mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan
janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada
semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di
antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan
bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan
antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita) ".
·
Hadits. Dikatakan dalam sebuah
hadits shahih,"Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak sejalan
dengan syarit kami maka amalannya ditolak.". Abdur Razak meriwayatkan dari
Abu Hurairah, dari Nabi SAW Bahwa beliau bersabda,"Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya,
tiada seorang yang mendengar tentang aku dari umat ini: orang Yahudi atau
Nasrani, lalu dia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada (risalah) yang
aku diutus untuknya melainkan dia termasuk penghuni neraka. (HR. Abdur Razak).
C.1. 'Aalam Asy-Syahaadah (Alam
yang Nyata)
Perintah-perintah
dan larangan-larangan Allah SWT merupakan sesuatu yang jelas dan dapat difahami
dengan mudah. la berbicara tentang realitas yang ada di sekitar manusia tentang
hubungan manusia dengan penciptanya dengan alam, hakikat kehidupan, hakikat
manusia itu sendiri, dan hakikat pengab-dian. Semua sangat diperlukan oleh
setiap manusia. Rasulullah bagaikan cahaya yang terang membawa kitab yang
sangat jelas bagi kehidupan. Dengan kitab itulah Allah SWT menunjuki orang yang
mencari keridhaanNya ke jalan keselamatan. Membebaskan mereka dari kegelapan (jahiliyah) menjadi terangbenderang
(Islam).
Dalil
• Q. 5:15-16, Rasulullah bagaikan
cahaya yang terang membawa kitab yang sangat jelas bagi kehidupan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang
yang mencari keredhaanNya ke jalan keselamatan.
Membebaskan mereka dari kegelapan (jahiliyah) menjadi terang benderang
(Islam).
15-16. Hai Ahli
Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu
banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang)
dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab
yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang
mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang
benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
·
Hadits. Pernyataan Rasulullah,
"yang halal itu jelas dan yang haram itu juga jelas, dan di antara
keduanya ada yang mutasyabihat".
C.2. At-Taqdiir Asy-Syar'ii (Ketentuan Syariah)
Peraturan dan
petunjuk hidup Allah SWT merupakan ketentuan syariah bagi kebahagiaan manusia.
Manusia diberi kebebasan untuk menerima atau menolaknya. Mereka yang menerima
menjadi orang beriman dan hidupnya akan bahagia. Se-dangkan yang menolak
disebut orang kafir dan hidupnya akan celaka. Yang haq adalah yang datang dari
Allah SWT, manusia boleh memilih iman atau kafir. Bila kafir maka ancamannya adalah
neraka. Sedangkan mereka yang beriman kepada Allah akan mendapatkan balasan
surga. Islam memerintahkan dan mewajibkan untuk melaksanakan syariat bagi
mereka yang mengaku beriman.
Dalil
Q.2:256, 18:29,
Yang haq adalah yang datang dari Allah, manusia boleh memilih iman atau
kafir. Bila kafir maka ancamannya adalah
neraka
• Q. 2:256. Tidak ada paksaan untuk
(memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan
yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman
kepada Allah, maka sesungguhnya is telah berpegang kepada buhul tali yang amat
kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
·
Q. 18: 29. Dan katakanlah:
"Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin
(beriman) hendaklah is beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah is
kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu
neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum,
niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang
menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang
paling jelek.
·
Q. 24:1. (Ini adalah) satu surat
yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)
nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas, agar kamu selalu
mengingatinya.
·
Q. 28:85. Sesungguhnya yang
mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur'an, benar-benar akan
mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui
orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata".
C.3. Wa Hum Yus'Aluun (Mereka
Akan Ditanya)
Pengetahuan
tersebut akan melahirkan amal yang kelak dipertanggung-jawabkan. Setiap insan
mesti bertanggungjawab terhadap pelaksanaan perintah dan larangan Allah SWT
Mukmin menerima qadha' dan qadar tetapi iapun menyadari bahwa taqdir syar'i menghendaki adanya sikap tanggung
jawab. Contohnya tatkala sakit (qadha) maka
syariat menen-tukan untuk berubat, tatkala is kufur syariat menyuruhnya mencari
hidayah, ketika dalam keadaan maksiat maka syariat memerintahkannya bertaubat
tatkala kaya ia diharuskan bersyukur dan tatkala miskin ia diperintah untuk
sabar. Setiap manusia akan ditanya apakah ia melaksanakan ketentuan syariah
atau tidak. Mereka yang tidak beriman akan tidak mampu menjawab bahkan mereka
menyalahkan para pemimpinnya dan menyesali dirinya, manakala orang yang beriman
akan mampu menjawabnya serta dimasukkannya ke dalam surga. Semua manusia akan
diminta pertanggung-jawabannya di akhirat. Oleh karena itu setiap manusia yang
sudah berusia baligh harus menjalankan semua perintah Allah dan bertanggung
jawab terhadap dirinya. Allah SWT menyalahkan mereka yang tidak berikhtiar
mengikuti syariat. Tanpa ikhtiar maka mereka tidak akan mendapatkan apa yang
diingininya.
Dalil
·
Q. 21:23, setiap manusia akan
ditanya apakah ia melaksanakan ketentuan syariah atau tidak.
لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا
يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُوْنَ
23. Dia tidak ditanya
tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.
·
Q. 102:8, semua manusia akan diminta
pertanggung-jawabannya di akhirat.
ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ
يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ ࣖ
8. kemudian kamu pasti
akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di
dunia itu).
Q.4:79, 42:30,
Allah menyalahkan mereka yang tidak berikhtiar mengikuti syariat
·
Q. 4:79. Apa saja ni`mat yang kamu
peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan)
dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan
cukuplah Allah menjadi saksi.
·
Q. 42:30. Dan apa musibah yang
menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah
memaafkan sebagian besar (dari kesalahankesalahanmu).
·
Hadits. Sabda Rasulullah,
"Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya tentang
tanggung jawabnya ... ".
·
Hadits. Sabda Rasulullah SAW,
"Setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kamu".
C.4 Al-lltizaam (Komitmen)
Untuk
terwujudnya semua ketentuan Allah SWT maka kewajiban kita adalah senantiasa
iltizam (komitmen) baik terhadap pengetahuan maupun pelaksanaan syariah. Semua yang
dapat dilakukan secara individu wajib dilaksanakan. Sedangkan yang belum dapat
dilaksanakan kecuali telah adanya wasilah (sarana) wajib diperjuangkan. Komitmen
mukmin terhadap aturan Allah SWT merupakan kewajiban seorang mukmin, hal ini
akan membawa kepada kebaikan dunia dan akhirat. Bila Allah SWT telah menetapkan
sesuatu maka tidak boleh ada pilihan lain baginya. Syarat iman ialah menerima
keseluruhan yang berasal dari Rasulullah dan tidak ada keberatan terhadap
keputusan Rasul itu. Sikap mukmin terhadap keputusan Allah SWT dan Rasul adalah
"mendengat dan taat". Tidak ada cara lain kecuali mengamalkan yang
diperintahkan Allah dan Rasul. Perintah bertakwa yang diberikan Allah adalah
mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta berjihad di jalan-Nya.
Dalil
Hadits. Al-Aufi
meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,"Bahwasanya Rasulullah SAW pergi
melamar untuk Zaid bin Haritsah. Beliau masuk ke rumah Zainab binti Jahsy
Al-Asadiyah R.A. beliau melamar Zainab. Zainab berkata,"Aku tidak mau menikah
dengannya."Rasulullah bersabda,"Justru menikahlah dengannya."
Zainab Berkata,"Ya, Rasulullah, apakah engaku menyuruh diriku
?"Tatkala keduanya berbincang, Allah SWT menurunkan ayat ini kepada
Rasulullah SAW Zainab Berkata,"Wahai Rasulullah , apakah engkau ridha dia menikahi
aku ?" Rasulullah mengiyakannya. Kemudian zainab berkata,"Jika begitu
aku tidak akan menentang Rasulullah. Aku bersedia menikahinya."
·
Q. 33:36, komitmen mukmin terhadap
aturan Allah. Bila Allah telah
menetapkan sesuatu maka tidak boleh ada pilihan lain baginya.
36. Dan
tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang
mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada
bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa
mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang
nyata.
·
Q. 4:65.
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ
بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ
وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
65. Maka demi Tuhanmu,
mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam
perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam
had mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
·
Q. 24:51, sikap mukmin terhadap
keputusan Allah dan Rasul adalah “mendengat dan taat”..
51. Sesungguhnya
jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya
agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami
mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
·
Q. 5:35, perintah bertaqwa, mencari
jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta berjihad di jalan Allah.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ
الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
35. Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri
kepadaNya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
3. Al-Iimaan (Keyakinan)
Penerimaan dan
keridhaan terhadap ketiga unsur taqdir diatas itulah yang disebut iman yang
sebenarnya. Dengan rela menerima apa yang Allah SWT tentukan bagi dirinya dan
alam semesta, maka mukmin berupaya menegakkan tuntutan Allah SWT pada dirinya.
Sehingga hidupnya sepenuhnya dalam bimbingan dan pimpinan Allah SWT,
Dalil :
• Q.49:15, mukmin yang
sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul kemudian mereka
tidak ragu-ragu dan berjihad di jalan Allah.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا
بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ
الصّٰدِقُوْنَ
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu
hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya,
Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan
jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.
No comments:
Post a Comment