Friday, April 17, 2026

Tahqiqu Maknasy Syahadatain


Sinopsis

Hubungan mukmin dengan Allah SWT merupakan hubungan ubudiyah (pengabdian). Hubungan ini didasari kepada tiga unsur yaitu cinta, perniagaan dan amal atau jihad. Dengan transaksi ketiga unsur diatas, setiap mukmin wajib menjalani hidupnya sebagai pejuang Islam dengan senantiasa memper-siapkan watak seorang mujahid. Dengan syahaadat yang diyakininya, kita mesti mengamalkan syahadat di dalam kehidupan kita seharian seperti bertaubat, mengabdikan diri kepada Allah SWT, memuji Allah SWT, melaksana kan siyahah, senantiasa ruku dan sujud, menyuruh kepada makruf dan memelihara hukum Allah SWT.

Al-Mahabbah (Cinta)

Cinta yaitu suatu ikatan hati untuk mencintai apa saja yang dicintai Allah SWT dan apa-apa yang ditentukan Allah SWT baginya. Ikatan ini membuat pribadi mukmin dengan kecintaan dan keredaan Allah SWT. Hubungan cinta mukmin dengan Allah SWT digambarkan dalam Al Quran sebagai sesuatu yang teramat sangat kecintaannya terhadap Allah SWT. Di antara tanda cinta kepada Allah adalah senang membaca Kitabullah dan bergetar hatinya tatkala nama Allah SWT disebut. Orang yang mencintai Allah adalah orang yang cenderung terhadap Kitabullah.

Dalil

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ ۙوَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ ١٦٥

Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ ٢

Q. 8:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat­ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,

كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَاَتٰىهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَ ٢٥

Q. 39:25. Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.

At-Tijaarah (Perniagaan)

Pada hakikatnya semua manusia miskin dan faqir, tidak memiliki sesuatupun termasuk dirinya sendiri. Semua yang ada hanyalah milik Allah SWT Tetapi dalam perjanjian ini Allah SWT menawarkan kepada mukmin untuk menjual apa-apa yang bukan miliknya itu kepada Allah SWT: Perjanjian ini merupakan perniagaan dengan keuntungan di pihak mukmin yang sangat besar. Penawaran Allah SWT untuk berjual beli kepada orang mukmin baik harta atau jiwanya dengan surga yang dimiliki Allah merupakan suatu keuntungan besar yang dapat membawa kebebasan dari neraka. Pernyataan Allah SWT bahwa Allah SWT telah membeli mukminin dan jual beli ini tidak akan merugikan.

Dalil

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ ١٠

Q. 61:10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

۞ اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ وَالْقُرْاٰنِۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَاسْتَبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ ٢٩

Q. 35:29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Hadits. Pernyataan sahabat Nabi tentang baiah mereka dengan Rasulullah, "Kami berbaiah dengan Rasulullah untuk mendengar dan taat apakah dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam kondisi malas maupun giat, dalam hal yang menyenangkan dan pada keadaan merasa dirugikan.

A. Al'Baa’i (Mukmin Sebagai Penjual)

Mukmin sebagai penjual,  yang dijualnya adalah harta (amwal) yang dimilikinya, yaitu semua simbol yang melekat pada dirinya dan yang dianggap sebagai miliknya. Seperti harta, kekayaan, kedudukan, kerjanya, jawatan, pengaruh dan sebagainya. Jiwa (nafs), meliputi nyawanya, tenaganya, waktu dan kesempatannya, perasaannya dan lain-lain. Mukmin sebagai penjual dengan menjual harta dan nyawa. Manakala Allah SWT membelinya dengan surga. Mukmin mempunyai kewajiban beriman kepada Allah SWT dan Rasul. Hanya orang beriman saja yang bersedia menjual harta dan jiwanya untuk berkorban dan berjuang di jalan Allah SWT Manusia beriman menjual berupa harta, nyawa dan tenaga untuk kepentingan tegaknya Islam di muka bumi ini. Walaupun demikian yang dituju dengan penjualan ini adalah keridhaan Allah SWT sebagai harta tertinggi.

Dalil

Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Hadits. Abdullah bin Rawahah R.A meriwayatkan, berkata Rasulullah SAW pada malam Aqabah,"Berjanjilah kepada Tuhanmu dan kepada dirimu apa yang engkau kehendaki. Beliau melanjutkan,"Aku berjanji kepada Tuhanku kiranya kamu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Aku berjanji dengan diriku kiranya kamu memberiku dengan jiwa dan hartamu yang hendak kamu berikan,"Para sahabat bertanya,"Apa imbalanya jika kami melakukan hal itu ?", Beliau menjawab,"Surga". Mereka berkata,"Jual beli yang menguntungkan. Kami tidak akan banyak bicara." Maka diturunkanlah ayat,"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka " Q. 61:11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul­Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,

وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍۢ بِرَبْوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِۚ فَاِنْ لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗوَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ٢٦٥

Q. 2:265. Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Al­lah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ اَنِّيْ لَآ اُضِيْعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنْكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى ۚ بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۚ فَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَاُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ وَاُوْذُوْا فِيْ سَبِيْلِيْ وَقٰتَلُوْا وَقُتِلُوْا لَاُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاُدْخِلَنَّهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ ثَوَابًا مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الثَّوَابِ ١٩٥

Q. 3:195. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan­-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ

Q. 2:207. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

B. AI-Musytarii (Allah SWT Sebagai Pembeli)

Dalam hal ini Allah SWT sebagai pembeli tunggal yang akan memberikan dua keuntungan yang sangat besar bagi penjual tersebut, yaitu surga dengan segala kenikmatannya, sebagai pengganti harta yang diberikan mukmin. Ridha Allah SWT yang jauh lebih nikmat dari surga sebagai pengganti dari jiwa yang diberikan mukmin. Allah SWT sebagai pembeli dengan memberikan surga dan keridhaan Allah SWT Hal ini merupakan harga yang sangat tinggi yang Allah tawarkan karena berupa keridhaan Allah yang lebih tinggi nilainya dari apapun.

Dalil

Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Q. 98:8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Al-`Amal (Aktivitas)

Hubungan ini merupakan hasil dari hubungan cinta dan jual beli yang meliputi semua pelaksanaan perintah Allah SWT dengan semangat ridha. Juga meliputi semua aktivitas pribadi, keluarga, masyarakat dan bemegara. Disamping itu juga, menjauhi semua larangan-larangan Allah SWT dan hal-hal yang dapat membawa pada kebencianNya. Karena itu mukmin menyediakan diri untuk hidup dibawah naungan Al-Quran dan Sunnah. Kewajiban bekerja melakukan perintah Allah SWT dan Allah SWT sajalah yang akan menilai aural perbuatan seseorang. Kontrak kerja dengan Allah SWT adalah aktivitas untuk mencari ridha Nya. Mukmin beramal jama'i dengan saudara-saudaranya sesama mukmin apakah laki-laki maupun perempuan. Lihat pula 9:71-72.

Dalil

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ

Q. 9:105. Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".

Q. 3:195. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan aural orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan. kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ٧١ وَعَدَ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَمَسٰكِنَ طَيِّبَةً فِيْ جَنّٰتِ عَدْنٍ ۗوَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ ࣖ ٧٢

Q. 9:71-72. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalab) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di syurga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

AI-Jihaad (Perjuangan)

Sebagai puncak dari cintanya kepada Allah SWT, jual beli dengan Allah SWT serta aplikasinya ke dalam hidup, maka mukmin memperjuangkan dienullah. Ia selalu menegakkan kali-matullah dalam diri, keluarga maupun masyarakatnya. la berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan dirinya sebagai mujahid fi sabilillah. Dimulai dengan ucapan syahadatnya, seluruh hidupnya merupakan jihad. Cita-citanya yang ter-tinggi adalah mencapai syahaadah (syahid). Mukmin menya-dari bahwa tiada izzah tanpa jihad dan bahwa syahid meru-pakan puncak kenikmatan hidup di dunia maupun di akhirat. Perintah Allah SWT melaksanakan jihad dengan sebenar­-benarnya jihad sebagai aplikasi keislaman seseorang. Manfaat jihad itu sendiri kembali kepada diri mukmin karena sesungguhnya merupakan jual beli dengan Allah SWT. Gambaran Allah SWT tentang kenikmatan syahid fi sabilillah sangat banyak di Al Quran sehingga memberikan motivasi kepada orang mukmin untuk mencari mati syahid. Sej arah Nabi SAW menggambarkan begitu banyaknya para sahabat yang berduyun-duyun ikut berperang untuk mendapatkan syahid.

Dalil

وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗهُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ࣖ ۔

Q. 22:78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ

Q. 29:69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

اَلَّذِيْنَ قَالُوْا لِاِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوْا لَوْ اَطَاعُوْنَا مَا قُتِلُوْا ۗ قُلْ فَادْرَءُوْا عَنْ اَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Q. 3:168. Orang-orang yang mengatakan kepada saudara­saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar."

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ

Q. 2:152. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat) -Ku.

Hadits. Sabda Rasul, "jihad merupakan puncak (dzirwatul sanamil) Islam.

Hadits. Karena cintanya Rasulullah pada syahid, beliau berkata, "Tiada seseorangpun yang mati yang ingin kembali ke dunia (dengan merasakan kematiannya) kecuali syahid. Ini disebabkan kelebihannya".

Hadits. "Barangsiapa yang memohon syahid kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya permohonan, maka Allah SWT akan menyampaikannya pada derajat syuhada meskipun is wafat diatas tempat tidurnya".

Hayaah Al-Mukmin (Kehidupan Mukmin)

Sifat-sifat mujahid yang mestinya ada pada setiap mukmin: bertaubat, beribadah, memuji, bersiyahah, ruku', sujud, amar ma'ruf, nahi munkar dan memelihara hukum-hukum Al­lah SWT. Dengan pelaksanaan cinta, perniagaan dan amal/jihad di atas, sikap mukmin wajib menjalani hidupnya sebagai pejuang Islam dengan senantiasa mempersiapkan watak seorang mujahid yaitu:

1.      At-Taubah (Tobat). Senantiasa bertaubat, memohon ampunan dari dosa dan menghindarkan diri dari sebab­sebab kemaksiatan.

2.     At-Tahmid (Pujian). Senantiasa mengabdikan diri kepada Allah SWT apakah dalam keadaan lapang maupun sempit dengan pengabdian yang ikhlas.

3.     I-`Ibaadah (Ibadah). Senantiasa memuji, menyanjung dan mengagungkan Allah SWT dalam berbagai kesempatan.

4.     As-Siyaahah (Bepergian). Senantiasa melakukan syahaadah dengan antara lain: mencari ilmu yang memberi kemanfaatan bagi Islam dan kaum muslimin, bertafakkur tentang alam dan realita umat dan melawat atau berjalan dalam rangka dakwah.

5.      Ar-Rukuu' (Ruku). Senantiasa ruku' yaitu menghinakan diri dengan tidak sombong terhadap kehendak dan kemauan Allah SWT

6.     As-Sujuud (Sujud).

7.      Al-Amru bil-Ma'ruuf (Menyuruh kepada Kebaikan). Menyuruh kepada yang ma'ruf (kebaikan).

8.      An-Nahyu 'Anil Munkar (Melarang dari Kemungkaran). Mencegah dari yang munkar (keburukan) dan yang dibenci Allah SWT Wa Al-Haafizhuuna Li-Huduudillaah (Menjaga Hukum­hukum Allah). Selalu memelihara hukum Allah SWT, yaitu pelaksanaan kitabullah pada dirinya dan memperjuangkan agar terlaksana di masyarakatnya.

Dalil

اَلتَّاۤىِٕبُوْنَ الْعٰبِدُوْنَ الْحٰمِدُوْنَ السَّاۤىِٕحُوْنَ الرّٰكِعُوْنَ السّٰجِدُوْنَ الْاٰمِرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّاهُوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحٰفِظُوْنَ لِحُدُوْدِ اللّٰهِ ۗوَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Q. 9:112. Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum­hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.

 

Syumuliyyatul Ibadah

Sinopsis

Ibadah dalam Islam adalah integral dan lengkap. Disebut lengkap karena Ibadah di dalam Islam mempunyai beberapa aspek yang merangkum segala keperluan dan persoalan kehidupan. Ibadah dalam Islam yang integral mencakup seluruh persoalan then seperti masalah yang wajib, sunnah dan mubah. Islam sebagai dien berarti agama yang mengatur kehidupan manusia. Kehidupan manusia yang dimaksud adalah kehidupan di dalam pekerjaan, belajar, rumah tangga, berpolitik, berekonomi dan bermasyarakat. Islam sebagai dien tidak saja mengatur tata cara ibadah tetapi juga mengatur kehidupan secara umum dan keseluruhan.Aspek aturan dalam kehidupan manusia tersebut ada yang diperintahkan sehingga menjadi wajib seperti ibadah khusus (shalat, zakat, puasa dan haji), dan ada nilai yang dianjurkan seperti sunnah­sunnah nabi SAW. Selain itu nilai Islam tersebut bersifat mubah seperti nilai hubungan sosial, pergaulan dan kemasyarakatan.

Ibadah juga mencakup seluruh aspek kehidupan seperti amal-amal yang baik, amal-amal sosial dan kehidupan, memakmurkan bumi, serta menegakkan dien. Islam menggambarkan kesempurnaannya dengan ciri kekafahan dien. Di dalam Islam telah lengkap mengatur manusia dari segi amal kemasyarakatan dan amal -amal ibadah. Islam mengatur segala kehidupan, tata cara ibadah dan kematian.

Dan ibadah dalam Islam mencakup seluruh unsur manusia yaitu hati, akal, dan anggota tubuh. Gerakan hati, akal dan jasad beriringan dengan gerakan alam yang sujud dan tunduk di hadapan Allah. Gerakan-gerakan ini, diatur dalam beribadah seperti gerakan takbir di awal shalat, ruku, sujud, duduk dan salam. Manakala gerakan hati ini diharapkan agar kita meyakini ibadah yang dilakukan untuk memantapkan ibadah. Perbuatan dengan anggota tubuh, hati dengan meyakini ibadah dan akal untuk membenarkan apa yang dipikirkan.

1. Al Ibadah (lbadah)

Allah menyuruh manusia untuk beribadah seperti perintah diciptakannya manusia dan jin untuk beribadah, begitu pula perintah Allah untuk mengamalkan ibadah seperti kaum­kaum sebelumnya. Oleh karena ibadah adalah misi utama manusia maka tidak benar apabila ibadah akan membebani manusia khususnya yang beriman dan beramal shaleh. Justru ibadah akan membawa manusia kepada fitrahnya.

Bentuk-bentuk ibadah dalam Islam di antaranya mencakupi seluruh persoalan agama, mencakup seluruh aspek kehidupan dan mencakup seluruh keadaan manusia. Dengan demikian ibadah dalam Islam sangat komprehensif. Ibadah dalam Islam mencakupi seluruh hidup manusia sebagai pengabdian kepada Allah. Manusia akan termotivasi bahwa hidup ini untuk ibadah sesuai dengan firman Allah di bawah ini.

Dalil

Q.2:21. Hai manusia, sembahlah tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa.

Q.51:56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.

2. Tasyammuluddin Kulluha (Mencakup Seluruh Persoalan Agama)

·                   Al Wuj ub (Wajib)

·               An Nadbu (Sunnah)

·               Al Ibadah (Mubah)

Ibadah yang dicontohkan oleh nabi SAW sebagai kegiatan yang mencakup seluruh persoalan agama termasuk ibadah yang wajib, sunnah dan mubah. Ibadah wajib yang disebut juga dengan ibadah makhdah telah ada syariatnya dan telah dicontohkan oleh nabi SAW dengan sunnahnya. Sehingga kegiatan ibadah wajib ini merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk melaksanakannya. Di antara ibadah wajib adalah shalat 5 kali sehari, puasa, zakat dan haji bagi yang mampu. Bagi muslim yang ingin mendapatkan amalan saleh yang lebih maka perlu melaksanakan ibadah yang sunah, dimana kita mengamalkannya mendapatkan pahala sedangkan tidak melaksanakan tidak mendapatkan apa­apa, beberapa contohnya adalah shalat sunnat, puasa sunnat, infak, umrah dan banyak amalan lainnya yang dicontohkan Nabi SAW. Manakala ibadah mubah ini adalah kegiatan yang dapat dikategorikan ibadah tetapi mengerjakan. atau tidak mengerjakannya tidak mendapatkan apa-apa.

Islam telah diturunkan secara sempurna dan tidak ada kekuranganpun di dalamnya baik dari segi ibadah, maupun konsep-konsep kehidupannya. Islam sebagai Mien yang Allah ridhai. Dengan demikian Islam memiliki bentuk ibadah yang sempurna.

Dalil

Q. 3: 19. Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada bcrselisih orang-orang yang telah dibcri Al Kitab, kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabNya.

Q. 5:3. Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamumu dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

3. Tasyammulu Al Hayah Kulluha (Mencakup Seluruh Aspek Kehidupan)

·          Al Amal Al Khairiyah (Amal-Amal Yang Baik)

·        Al A'mal Al Ijtimaiyah (Amal-Amal Sosial)

·        Al A'mal Al Maayisy (Amal Kehidupan)

·          Imaratul Ardi (Membangun Bumi)

·          Iqomatud Din (Menegakkan Din)

Ibadah dalam Islam juga mencakupi seluruh aspek kehidupan manusia seperti amal yang baik, anial sosial, aktivitas kehidupan, membangun bumi dan menegakkan dien.

Allah menyuruh manusia untuk mengamalkan Islam secara kafah (sempurna). Kesempurnaan Islam yang digambarkan adalah melaksanakan semua aktivitas kehidupan dalam kerangka Islam, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Semua kegiatan hidup kita adalah ibadah, dengan syarat bahwa dasar kegiatan tersebut adalah karena Allah (lillah), mengikuti cara Islam (bil Islam) dan tujuan kegiatan tersebut adalah ridha Allah (ilallah).

·         Ibadah juga mencakupi kegiatan-kegiatan sebagai khalifah yaitu membangun bumi dan menegakkan agama. Membangun bumi dengan menggunakan akal agar dapat mengoptimalkan segala sesuatu di bumi untuk kepentingan fasilitas manusia. Manakala menegakkan agama melalui kegiatan dakwah Islam.

Dalil

·        QS 2:208. Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

4. Tasymalu Al Kiyan Al Basyari Kulahu (Mencakup Seluruh Keadaan Manusia)

·        Al Qolbu (Hati)

·        Al Aql (Akal)

·          Al Jawarih (Anggota Badan)

Ibadah dalam Islam mempunyai bentuk mencakupi seluruh keadaan manusia. Dalam posisi atau keadaan apapun manusia wajib dalam keadaan beribadah. Keadaan manusia sehari-hari apabila tidak berdiri maka duduk dan berbaring. Ketiga keadaan tersebut (berdiri, duduk dan berbaring) adalah keadaan manusia keshariannya. Allah menyatakan bahwa ketiga posisi ini mesti dalam keadaan ingat kepada Allah (dzikrullah). Inti ibadah sebenarnya adalah ingat kepada Allah. Kegiatan yang ingat kepada Allah berarti dasar, cara dan tujuan kegiatan tersebut adalah Islam.

Selain keadaan fisik selalu dalam ibadah, juga potensi akal, hati dan anggota badan perlu seirama dan kompak menjalankan ibadah kepada Allah. Sebagai contoh shalat adalah kegiatan yang perlu difahami dengan akal tentang cara dan makna shalat, diyakini dengan hati berupa kekhusyuan dan dipraktekkan dengan jasad berupa gerakan shalat.

Dalil

·       Q. 3: 191. Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka mimikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

·        Hadits. Shalatlah kamu seperti halnya aku shalat. Selain itu shalat dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam

Ringkasan Dalil

·        Integritas ibadah

·        Ibadah dalam Islam (Q.2:21, Q.51:56).

·        Mencakup seluruh persoalan then - wajib - nadb – ibahah (Q. 3: 19; Q. 5:3).

·        Mencakup seluruh kehidupan: Aural-amal yang baik, amal-amal sosial, maayisy, membangun bumi, menegakkan then (Q: 2 : 208).

·        Mencakup seluruh keadaan manusia: hati, akal, anggota tubuh (Q. 3: 191 dan Hadits)




 

Tahqiqu Maknasy Syahadatain