Wednesday, April 1, 2026

Nikmat Berjalan dan Kendaraan

 Tanya: Manusia dapat berjalan dengan stabil, bagaimana kita merenungkan nikmat ini?

Jawab: Ada makhluk hidup yang tidak dapat beranjak dari tempatnya seperti tanaman yang tumbuh di atas tanah, sedangkan manusia diberi nikmat oleh Allah kemampuan berjalan. Dengan berjalan manusia mampu mencari rizki, memenuhi kebutuhan makan dan minumnya, menyelamatkan dirinya dari sesuatu yang membahayakannya, menggapai ilmu dan pengalaman yang tak mungkin ia peroleh tanpa bergerak menjemputnya. Dengan berjalan ummat manusia dapat saling mengenal, dan geliat aktivitas perdagangan pun menjadi ramai. Dengan berjalan, manusia dapat menikmati pemandangan alam yang indah dan peradaban bangsa-bangsa yang beragam. Dengan berjalan, kehidupan dengan seluruh pernak-perniknya dapat berlangsung dengan baik.

Untuk itu Allah swt menciptakan kaki untuk kita berjalan, mata untuk kita melihat dalam perjalanan, dan Allah jadikan bumi ini enak untuk kita jelajahi lalu ia perintahkan kita untuk berjalan di segenap penjuru demi mencari karunia dari-Nya.

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu kembali setelah dibangkitkan. (67:15).

Sarana yang Membantu Kita Berjalan

Tanya: Sarana apakah yang dapat membuat kita berjalan?

Jawab: Safar (perjalanan jauh) adalah bagian dari penderitaan, apalagi jika ditambah dengan bekal dan beban berat yang harus dibawa. Dengan rahmat-Nya, Allah swt menundukkan untuk kita hewan-hewan yang secara fisik dan tenaga lebih besar dari kita (unta, keledai, kuda) sehingga kita dapat menaikinya atau membebaninya tanpa perlawanan. Untuk membuktikan nikmat Allah swt ini cobalah menundukkan kucing, serigala, atu singa, mungkinkah Anda mampu menundukkannya seperti kuda atau unta meskipun fisiknya lebih kecil?

وَتَحْمِلُ اَثْقَالَكُمْ اِلٰى بَلَدٍ لَّمْ تَكُوْنُوْا بٰلِغِيْهِ اِلَّا بِشِقِّ الْاَنْفُسِۗ اِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌۙ

Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (16:7).

Juga diantara nikmat-Nya, Dia menundukkan laut untuk kita arungi dengan kapal laut. Dia tundukkan angin, juga hewan ternak semuanya untuk kepentingan manusia.

هُوَ الَّذِيْ يُسَيِّرُكُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ حَتّٰٓى اِذَا كُنْتُمْ فِىْ الْفُلْكِۚ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيْحٍ طَيِّبَةٍ وَّفَرِحُوْا بِهَا جَاۤءَتْهَا رِيْحٌ عَاصِفٌ وَّجَاۤءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَّظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ اُحِيْطَ بِهِمْۙ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۚ لَىِٕنْ اَنْجَيْتَنَا مِنْ هٰذِهٖ لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ

Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka Telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". (10:22).

Tanya: Adakah sarana lain untuk manusia?

Jawab: Tentu saja, Allah swt telah menundukkan untuk manusia apa saja yang ada di langit dan bumi, Dia berfirman:

اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةً ۗوَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ

Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah Telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (31:20).

Di samping menundukkan hewan dan laut, Allah swt juga memberikan kemampuan kepada manusia untuk memanfaatkan besi dan bahan tambang lainnya. Manusia juga mampu menggunakan energi uap yang digunakan untuk kereta, lalu penggunaan bensin yang bahan bakunya telah disediakan Allah swt dalam perut bumi dalam jumlah yang amat besar yang dapat digunakan untuk bahan bakar mobil, dan pesawat terbang. Saat ini manusia telah menggunakan roket dan pesawat ulang alik ruang angkasa.

Tanya: Apakah betul bahwa Al-Qur’an telah memberitahukan tentang sarana transportasi modern?

Jawab: Ya. Ketika Allah swt menyebutkan beberapa nikmat yang telah diciptakan untuk kita, beberapa alat transportasi mulai dari kuda, keledai, kapal laut yang memudahkan perjalanan kita. Memberitahukan bahwa nikmat-Nya tidak terbatas dalam sarana transportasi ini saja, akan tetapi masih ada sarana transportasi lain yang telah Allah ciptakan untuk kalian dan ditundukkan untuk manfaat kalian.

وَّالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيْرَ لِتَرْكَبُوْهَا وَزِيْنَةًۗ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (16:8).

Demikianlah Al-Qur’an mengungkapkan tentang penambahan sarana transportasi, dan pembaharuan terus menerus. Setiap muslim ketika melihat: berbagai macam alat transportasi, ia akan segera ingat firman Allah: "...dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya” merasa bahwa akan ada alat transportasi baru, dan pasti Allah akan tundukkan bagi manusia. Masalahnya menjadi semakin jelas dalam firman Allah:

وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ ٤١ وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ ٤٢

Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. Dan kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu (binatang-binatang tunggangan, dan alat-alat pengangkutan umumnya). (36:41-42).

Tanya: Apa bahtera yang penuh muatan itu?

Jawab: Tidak lain adalah sarana transportasi yang menyerupai bahtera penuh muatan itu adalah kereta api, kapal induk, mobil-mobil besar, dan sejenisnya. Dan kita tunggu tambahan berikutnya. Pada generasi pertama tidak mengenal kecuali yang ada pada zaman Rasulullah saw sampai ketika datang waktu pelulusan janji Allah. Datanglah era gas, uap, listrik, atom, dengan semua pembaharuannya. Sesuatu yang telah diisyaratkan Al-Qur’an tiga abad sebelumnya. Bukankah pemberitahuan tentang sarana transportasi modern pada awal abad hijriyah merupakan bukti ilmu Yang Maha Pencipta, Yang Meliputi segala sesuatu. Betul dan kami menjadi saksinya.

Tanya: Apakah produk buatan manusia menjadi bagian dari ciptaan Allah?

Jawab: Sesungguhnya gerak mobil, dan lajunya dari satu tempat ke tempat lain, terjadi karena ada kekuatan penggerak. Salahkah kalau dikatakan bahwa hal itu buatan manusia, artinya yang membuat alat dan merangkainya, serta energinya untuk melakukan fungsi itu?

Masalahnya sudah sangat jelas. Karena Allah-lah Yang Menciptakan manusia itu, memberinya kemampuan logika dan ilmu, ditundukkan kepadanya sumber daya alam, ditempatkan di muka bumi, lalu ia berbuat-sesuai dengan kekuatan yang telah Allah berikan, dan fasilitas yang telah Allah sediakan. Produk yang menakjubkan yang telah Allah ciptakan. Dialah Allah yang telah menciptakan manusia dan menciptakan kemampuan pada manusia untuk berbuat. Firman Allah:

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu. (QS. Ash Shaffat: 96)

Bila Allah menghendaki terwujudnya sesuatu, maka ia akan menyediakan faktor-faktor pendukungnya. Allah swt menciptakan akal manusia dan kemajuan sains dan teknologi sebagai sebab munculnya sarana transportasi baru seperti yang diisyaratkan ayat di atas. Rasulullah saw pun telah mengabarkan bahwa bumi ini akan mendekat dan mengecil setelah masa hidup beliau saw, dan dengan sarana transportasi dan komunikasi yang canggih bumi ini benar-benar terasa seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتُزْوَى الأَرْضُ زَوِيّاً (أَخْرَجَهُ الطّبَرَانِيُّ).

Tidak akan datang hari kiamat sehingga waktu semakin singkat dan bumi semakin dekat (bagian bumi dekat dengan bagian yang lain). (HR. Thabarani).

Dengan sarana-sarana transportasi modern, penggunaan transportasi tradisional tidak digunakan lagi kecuali di desa-desa dan tempat-tempat terpencil. Rasulullah saw bersabda:

وَلَتَـتْرُكُنَّ القِلاَصَ فَلاَ يُسْعَى عَلَيْهَا (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).

Kalian pasti akan meninggalkan unta muda (kuat) sehingga ia tidak lagi diperlukan (tidak ditunggangi untuk perjalanan). (HR. Muslim).

Kesimpulan

  • Tidak semua makhluk hidup dapat berjalan dan berpindah tempat. Manusia telah Allah ciptakan dengan kemampuan berjalan dan berpindah tempat sehingga manusia dapat mewujudkan berbagai kemaslahatan dirinya.
  • Allah swt juga telah memudahkan beberapa jenis hewan yang dapat dikendarai atau membawa beban.
  • Di samping itu, Allah swt juga menjadikan laut dan udara dapat kita jelajahi dengan memberikan kemampuan kepada kita mengembangkan ilmu dan teknologi. Manusia saat ini telah mampu menjelajahi kedalaman laut serta ruang angkasa. Semua itu adalah nikmat Allah swt yang wajib kita syukuri.

 

No comments:

Post a Comment

Idris As