Tanya: Manusia dapat berjalan dengan stabil, bagaimana kita merenungkan nikmat ini?
Jawab: Ada makhluk
hidup yang tidak dapat beranjak dari tempatnya seperti tanaman yang tumbuh di
atas tanah, sedangkan manusia diberi nikmat oleh Allah kemampuan berjalan.
Dengan berjalan manusia mampu mencari rizki, memenuhi kebutuhan makan dan
minumnya, menyelamatkan dirinya dari sesuatu yang membahayakannya, menggapai
ilmu dan pengalaman yang tak mungkin ia peroleh tanpa bergerak menjemputnya.
Dengan berjalan ummat manusia dapat saling mengenal, dan geliat aktivitas
perdagangan pun menjadi ramai. Dengan berjalan, manusia dapat menikmati
pemandangan alam yang indah dan peradaban bangsa-bangsa yang beragam. Dengan
berjalan, kehidupan dengan seluruh pernak-perniknya dapat berlangsung dengan
baik.
Untuk itu Allah swt menciptakan kaki untuk kita berjalan,
mata untuk kita melihat dalam perjalanan, dan Allah jadikan bumi ini enak untuk
kita jelajahi lalu ia perintahkan kita untuk berjalan di segenap penjuru demi
mencari karunia dari-Nya.
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ
لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ
رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka
berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan
hanya kepada-Nya-lah kamu kembali setelah dibangkitkan. (67:15).
Sarana yang Membantu Kita Berjalan
Tanya: Sarana apakah
yang dapat membuat kita berjalan?
Jawab: Safar
(perjalanan jauh) adalah bagian dari penderitaan, apalagi jika ditambah dengan
bekal dan beban berat yang harus dibawa. Dengan rahmat-Nya, Allah swt
menundukkan untuk kita hewan-hewan yang secara fisik dan tenaga lebih besar
dari kita (unta, keledai, kuda) sehingga kita dapat menaikinya atau
membebaninya tanpa perlawanan. Untuk membuktikan nikmat Allah swt ini cobalah
menundukkan kucing, serigala, atu singa, mungkinkah Anda mampu menundukkannya
seperti kuda atau unta meskipun fisiknya lebih kecil?
وَتَحْمِلُ اَثْقَالَكُمْ اِلٰى بَلَدٍ لَّمْ
تَكُوْنُوْا بٰلِغِيْهِ اِلَّا بِشِقِّ الْاَنْفُسِۗ اِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوْفٌ
رَّحِيْمٌۙ
Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu
tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang
memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. (16:7).
Juga diantara nikmat-Nya, Dia menundukkan laut untuk kita
arungi dengan kapal laut. Dia tundukkan angin, juga hewan ternak semuanya untuk
kepentingan manusia.
هُوَ الَّذِيْ
يُسَيِّرُكُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ حَتّٰٓى اِذَا كُنْتُمْ فِىْ الْفُلْكِۚ
وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيْحٍ طَيِّبَةٍ وَّفَرِحُوْا بِهَا جَاۤءَتْهَا رِيْحٌ
عَاصِفٌ وَّجَاۤءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَّظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ
اُحِيْطَ بِهِمْۙ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۚ لَىِٕنْ
اَنْجَيْتَنَا مِنْ هٰذِهٖ لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ
Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di
daratan, (berlayar) di lautan. sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera,
dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan
tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai,
dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa
mereka Telah terkepung (bahaya), Maka mereka berdoa kepada Allah dengan
mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (mereka berkata): "Sesungguhnya
jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk
orang-orang yang bersyukur". (10:22).
Tanya: Adakah sarana
lain untuk manusia?
Jawab: Tentu saja,
Allah swt telah menundukkan untuk manusia apa saja yang ada di langit dan bumi,
Dia berfirman:
اَلَمْ تَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ سَخَّرَ لَكُمْ
مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَاَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهٗ
ظَاهِرَةً وَّبَاطِنَةً ۗوَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّجَادِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ
عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَّلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ
Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah Telah
menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan
menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada
yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan
tanpa Kitab yang memberi penerangan. (31:20).
Di samping menundukkan hewan dan laut, Allah swt juga
memberikan kemampuan kepada manusia untuk memanfaatkan besi dan bahan tambang
lainnya. Manusia juga mampu menggunakan energi uap yang digunakan untuk kereta,
lalu penggunaan bensin yang bahan bakunya telah disediakan Allah swt dalam
perut bumi dalam jumlah yang amat besar yang dapat digunakan untuk bahan bakar
mobil, dan pesawat terbang. Saat ini manusia telah menggunakan roket dan
pesawat ulang alik ruang angkasa.
Tanya: Apakah
betul bahwa Al-Qur’an telah memberitahukan tentang sarana transportasi modern?
Jawab: Ya.
Ketika Allah swt menyebutkan beberapa nikmat yang telah diciptakan untuk kita,
beberapa alat transportasi mulai dari kuda, keledai, kapal laut yang memudahkan
perjalanan kita. Memberitahukan bahwa nikmat-Nya tidak terbatas dalam sarana
transportasi ini saja, akan tetapi masih ada sarana transportasi lain yang
telah Allah ciptakan untuk kalian dan ditundukkan untuk manfaat kalian.
وَّالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيْرَ
لِتَرْكَبُوْهَا وَزِيْنَةًۗ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar
kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa
yang kamu tidak mengetahuinya. (16:8).
Demikianlah
Al-Qur’an mengungkapkan tentang penambahan sarana transportasi, dan pembaharuan
terus menerus. Setiap muslim ketika melihat: berbagai macam alat transportasi,
ia akan segera ingat firman Allah: "...dan Allah menciptakan apa
yang kamu tidak mengetahuinya” merasa bahwa akan ada alat transportasi
baru, dan pasti Allah akan tundukkan bagi manusia. Masalahnya menjadi semakin
jelas dalam firman Allah:
وَاٰيَةٌ لَّهُمْ اَنَّا حَمَلْنَا
ذُرِّيَّتَهُمْ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ ٤١ وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِّنْ
مِّثْلِهٖ مَا يَرْكَبُوْنَ ٤٢
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka
adalah bahwa kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. Dan
kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu
(binatang-binatang tunggangan, dan alat-alat pengangkutan umumnya). (36:41-42).
Tanya: Apa
bahtera yang penuh muatan itu?
Jawab: Tidak
lain adalah sarana transportasi yang menyerupai bahtera penuh muatan itu adalah
kereta api, kapal induk, mobil-mobil besar, dan sejenisnya. Dan kita tunggu tambahan berikutnya. Pada generasi
pertama tidak mengenal kecuali yang ada pada zaman Rasulullah saw sampai ketika
datang waktu pelulusan janji Allah. Datanglah era gas, uap, listrik, atom,
dengan semua pembaharuannya. Sesuatu yang telah diisyaratkan Al-Qur’an tiga
abad sebelumnya. Bukankah pemberitahuan tentang sarana transportasi modern pada
awal abad hijriyah merupakan bukti ilmu Yang Maha Pencipta, Yang Meliputi
segala sesuatu. Betul dan kami menjadi saksinya.
Tanya: Apakah produk buatan manusia menjadi bagian dari ciptaan Allah?
Jawab: Sesungguhnya
gerak mobil, dan lajunya dari satu tempat ke tempat lain, terjadi karena ada
kekuatan penggerak. Salahkah kalau dikatakan bahwa hal itu buatan manusia,
artinya yang membuat alat dan merangkainya, serta energinya untuk melakukan
fungsi itu?
Masalahnya sudah sangat jelas. Karena Allah-lah Yang
Menciptakan manusia itu, memberinya kemampuan logika dan ilmu, ditundukkan
kepadanya sumber daya alam, ditempatkan di muka bumi, lalu ia berbuat-sesuai
dengan kekuatan yang telah Allah berikan, dan fasilitas yang telah Allah
sediakan. Produk yang menakjubkan yang telah Allah ciptakan. Dialah Allah yang
telah menciptakan manusia dan menciptakan kemampuan pada manusia untuk berbuat.
Firman Allah:
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ
وَمَا تَعْمَلُوْنَ
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu
perbuat itu. (QS. Ash Shaffat: 96)
Bila Allah menghendaki terwujudnya sesuatu, maka ia akan
menyediakan faktor-faktor pendukungnya. Allah swt menciptakan akal manusia dan
kemajuan sains dan teknologi sebagai sebab munculnya sarana transportasi baru
seperti yang diisyaratkan ayat di atas. Rasulullah saw pun telah mengabarkan
bahwa bumi ini akan mendekat dan mengecil setelah masa hidup beliau saw, dan
dengan sarana transportasi dan komunikasi yang canggih bumi ini benar-benar
terasa seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw:
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى
يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتُزْوَى الأَرْضُ زَوِيّاً (أَخْرَجَهُ الطّبَرَانِيُّ).
Tidak
akan datang hari kiamat sehingga waktu semakin singkat dan bumi semakin dekat
(bagian bumi dekat dengan bagian yang lain). (HR. Thabarani).
Dengan
sarana-sarana transportasi modern, penggunaan transportasi tradisional tidak
digunakan lagi kecuali di desa-desa dan tempat-tempat terpencil. Rasulullah saw
bersabda:
وَلَتَـتْرُكُنَّ القِلاَصَ فَلاَ
يُسْعَى عَلَيْهَا (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).
Kalian
pasti akan meninggalkan unta muda (kuat) sehingga ia tidak lagi diperlukan
(tidak ditunggangi untuk perjalanan). (HR. Muslim).
Kesimpulan
- Tidak
semua makhluk hidup dapat berjalan dan berpindah tempat. Manusia telah
Allah ciptakan dengan kemampuan berjalan dan berpindah tempat sehingga
manusia dapat mewujudkan berbagai kemaslahatan dirinya.
- Allah swt
juga telah memudahkan beberapa jenis hewan yang dapat dikendarai atau
membawa beban.
- Di samping itu, Allah swt juga menjadikan
laut dan udara dapat kita jelajahi dengan memberikan kemampuan kepada kita
mengembangkan ilmu dan teknologi. Manusia saat ini telah mampu menjelajahi
kedalaman laut serta ruang angkasa. Semua itu adalah nikmat Allah swt yang
wajib kita syukuri.
No comments:
Post a Comment