Bukti Kenabian Muhammad Saw (Kisah Umat Terdahulu)

DI ANTARA BUKTI KERASULAN

Apa arti Rasulullah Muhammad saw telah memberitahukan kepada kita tentang berita orang-orang terdahulu?

Artinya bahwa Rasulullah saw sungguh telah menyampaikan kepada kita banyak sekali berita tentang umat-umat terdahulu, yang ada sebelum kita, kisah mereka bersama rasul-Nya. Demikian juga tentang hiadaya apa yang telah Allah turunkan atas mereka.

Apa urgensinya?

Urgensinya dua hal:

1.     Memberikan pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu. Menjelaskan sunnatullah yang ada pada makhluk-Nya untuk mengukuhkan kerasulan Nabi Muhammad saw dan orang-orang beriman.

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu; dan dalam surat Ini Telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. QS. Hud: 120

2.     Sesungguhnya pemberitahuan Rasulullah tentang masalah-masalah ghaibiyah yang tidak diketahui banyak orang, tidak diketahui oleh para rahib dan ilmuan adalah bukti bahwa yang memberitahukan kepada Rasulullah adalah Yang Ilmu-Nya Meliputi meliputi segala sesuatu. Ialah Allah swt. Firman Allah:

تِلْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهَآ اِلَيْكَ ۚمَا كُنْتَ تَعْلَمُهَآ اَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هٰذَاۚ فَاصْبِرْۚ اِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِيْنَ ࣖ

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. QS. Huud: 49

Apakah pemberitahuan Rasulullah saw tentang berita para pendahulu itu sebagai ayat, bukti, mukjizat yang mengukuhkannya sebagai rasul utusan Allah?

Ya, betul... dan untuk lebih jelas kami berikan contoh berikut ini:

Para ahli sejarah India dan Cina berbeda pendapat tentang sejarah mereka seribu tahun yang lalu, lalu para ahli sejarah India berbeda pendapat tentang sejarah mereka dan hubungan historis mereka dengan Cina, seperti juga sejarawan Cina berbeda pendapat, dan terjadilah perdebatan dan perbedaan seputar sejarah. Apakah logis jika kemudian datang seorang ummi (tidak bisa baca tidak bisa menulis), tidak tahu sejarah yang benar tentang Cina dan India, lalu dapat menjelaskannya dengan rinci, menerangkan kepada dua kelompok yang berbeda pandangan itu sebab-sebab perbedaannya, dan pada waktu itu dapat menyatakan kesalahan dan kebatilan masing-masing? Dan para sejarawan yang obyektif dari dua kelompok itu (India maupun Cina) secara bersama-sama menyatakan persetujuannya terhadap pendapat seorang yang ummi itu, dan menyatakan bahwa orang ummi itu telah memberikan informasi yang benar. Apakah logis jika yang ia berbicarakan itu bukan dari wahyu Allah yang diberikan kepadanya?

Apa hubungan contoh ini dengan Muhammad saw?

Sesungguhnya Muhammad saw  adalah orang ummi itu yang hidup dalam sejarah batu, tanpa ada catatan, buku, majallah, cetakan, radio, seminar, dan sekolah.  Dan sejarah yang diperselisihkan itu adalah sejarah umat-umat terdahulu dan para rasul yang diutus bagi mereka, serta agama yang mereka bawa. Dan para ulama yang berbeda pandangan itu adalah para rahib Yahudi dan pendeta Nasrani, mereka yang telah menyembunyikan ilmu agama, sehingga Allah mengutus Muhammad saw dalam umat jahiliyah, dab badui, yang hidup tanpa ilmu dan budaya. Allah memilihnya sebagai rasul ummi yang tidak bisa membaca dan menulis selama hidupnya, dan diwahyukan kepadanya apa yang  telah terjadi pada umat terdahulu; apa yang ada pada para rasulnya, agama yang dibawanya, sampai seputar apa yang ada dalam rahasia hati mereka. Ia katakan kepada para rahib dan pendeta itu dengan kalimat yang sama: Allah telah mengutusku dengan ilmu yang benar, sesuatu yang telah kalian perselisihkan. Aku datang dengan agama yang benar yang telah kalian ganti dan ubah. Lalu para ulama ahli kitab Yahudi dan Nasrani mendengarnya. Dan mereka yang obyektif menyaksikan dengan kesaksian  yan benar, dan menyatakan: Kami bersaksi bahwa engkau wahai Muhammad telah datang dengan kalimat yang benar, menghilangkan perbedaan, membuang kegelapan. Dan kami bersaksi bahwa engkau adalah rasulullah, lalu mereka beriman dan menyatakan Islam. Dan Allah swt telah menurunkan ayat tentang mereka ini dalam AL Quran yang bisa dibaca:

اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِهٖ هُمْ بِهٖ يُؤْمِنُوْنَ وَاِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِهٖٓ اِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّنَآ اِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهٖ مُسْلِمِيْنَ

Orang-orang yang Telah kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, Sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya).  QS. Al Qashash: 52-53

Dan Al Quran menjadikan Islamnya ahli kitab ini sebagai bukti kebenaran Islam bagi bangsa Arab. Firman Allah: 

اَوَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ اٰيَةً اَنْ يَّعْلَمَهٗ عُلَمٰۤؤُا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ

Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? QS. Asy Syuara: 197

AL QUR’AN MENUNJUKKAN AYAT INI

Apakah Al Quran menunjukkan bahwa pemberitaan Rasulullah akan kisah-kisah umat terdahulu sebagai saksi bahwa Al Quran adalah wahyu dari Allah?

Ya betul, Sesungguhnya Al Quran telah memberitahukan dari Allah apa yang terjadi di masa lalu dengan detil dan rinci. Setelah menceritakan kisah Nabi Nuh, Allah berfirman:

تِلْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهَآ اِلَيْكَ ۚمَا كُنْتَ تَعْلَمُهَآ اَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هٰذَاۚ فَاصْبِرْۚ اِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِيْنَ ࣖ

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. QS. Huud: 49

Artinya: Wahai Muhammad inilah kisah sejarah. Kamu tidak mengetahuinya apalagi kaummu. Tidak ada yang memberiahukannya kecuali Allah. Dan sebelum menceritakan kisah Nabi Yusuf, Allah berfirman:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَۖ وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ

Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran Ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum Mengetahui. QS. Yusuf: 3

Artinya: Allah akan mengisahkan kepadamu wahai Muhammad, kisah yang paling indah, benar, nyata, penuh pelajaran, salah satu metode dalam Al Quran, dan sesungguhnya ia adalah wahyu Allah. Sedang kamu sendiri tidak akan dapat menghadirkan ilmu ghaib, historis seperti ini. Kisah yang besar, kamu barang kali sudah lupa tidak tahu apa-apa tentang ini sebelum turun Al Quran kepadamu, dan kaummu mengetahui hal itu dengan baik. Firman Allah:

ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ اَجْمَعُوْٓا اَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُوْنَ

Demikian itu (adalah) diantara berita-berita yang ghaib yang kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya. QS. Yusuf: 102

وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الْغَرْبِيِّ اِذْ قَضَيْنَآ اِلٰى مُوْسَى الْاَمْرَ وَمَا كُنْتَ مِنَ الشّٰهِدِيْنَ ۙ ٤٤ وَلٰكِنَّآ اَنْشَأْنَا قُرُوْنًا فَتَطَاوَلَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُۚ وَمَا كُنْتَ ثَاوِيًا فِيْٓ اَهْلِ مَدْيَنَ تَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِنَاۙ وَلٰكِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَ ٤٥ وَمَا كُنْتَ بِجَانِبِ الطُّوْرِ اِذْ نَادَيْنَا وَلٰكِنْ رَّحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اَتٰىهُمْ مِّنْ نَّذِيْرٍ مِّنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ٤٦

Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat[1] ketika kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan. Tetapi kami Telah mengadakan beberapa generasi, dan berlalulah atas mereka masa yang panjang, dan tiadalah kamu tinggal bersama-sama penduduk Mad-yan dengan membacakan ayat-ayat kami kepada mereka, te- tapi kami Telah mengutus rasul-rasul. Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat. QS. Al Qashash: 44-46

Artinya: Sesungguhnya engkau wahai Muhammad mengisahkan para pendahulu sepertinya engkau hadir di tengah-tengah mereka. Hal ini diakui oleh ulama ahli kitab yang obyektif; padahal engkau tidak bersama dengan mereka; akan tetapi wahyu dari Dzat Yang Maha Menyaksikan apa saja yang berlangsung di alam semesta.

RINGKASAN

Terjadi beda pendapat anta para rahib Yahudi dan Pendeta Nasrani sepeutar sejarah para rasul merka, petunjuk dan agama yang mereka bawa. Setiap kelompok merasa yang paling benar. Perselisihan ini berlangsung sampai datangnya Muhammad saw, nabi yang ummiy pada ummat jahiliyah yang lalai, lalu ia mampu menghilangkan perbedaan itu dan menghadirkan sesuatu yang jelas, menerangkan secara detail apa yang terjadi sepertinya ia hadir bersama dengan peristiwa itu.

Sekelompok rahib dan pendeta yang obyektif mendengar apa yang Nabi Muhammad sampaikan, kemudia mereka mengakui bahwa hal itu benar, dan berkata: Hal ini tidak akan diketahui oleh orang yang ummiy, hal ini sebagai bukti bahwa Muhammad adalah rasul utusan Allah, lalu mereka beriman dan masuk Islam.

Al Quran menyebutkan hal ini, dan menjadikannya sebagai bukti bagi orang yang memiliki hati, bersaksi bahwa Muhammad saw adalah rasul utusan Allah.

 



[1]  Maksudnya: di sebelah barat lembah Suci Thuwa; lihat surat Thaha ayat 12.

  

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat