Tanya: Apa maksud firman Allah swt:
وَاللّٰهُ جَعَلَ
لَكُمْ مِّنْۢ بُيُوْتِكُمْ سَكَنًا
“Dan
Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal.” (An-Nahl (16):
80).
Jawab: Maksudnya bahwa rumah-rumah
kita adalah tempat peristirahatan, ketenangan, dan tempat tinggal di kala
lelah, dengannya kita berlindung dari teriknya panas, menusuknya hawa dingin,
serangan binatang buas, tiupan angin, dan derasnya hujan. Maka rumah kita
adalah tempat bernaung bagi kita, istri dan anak-anak. Dengan rahmat Allah swt
dan ketetapannya kita menemukan di dalam rumah kita tempat kembali dan
beristirahat serta berlindung dari berbagai bahaya yang mengancam.
Jika Dia menghendaki Dia dapat
membuat rumah kita tidak kuat bertahan dan kita harus berpindah-pindah karena
tiupan angin yang terlalu kencang, atau karena petir dan tsunami, atau karena
tanah longsor. Namun Allah swt menjadikan rumah kita dapat bertahan dan
kokoh berdiri.
Allah swt telah memudahkan bagi kita
alat-alat bangunan dan semua sarananya:
- Dia anugerahkan untuk kita akal yang berpikir
merancang, dan merencanakan dan membuat arsitektur bangunan, memberikan
mata yang kita gunakan untuk melihat, telinga untuk mendengar pengalaman
dan informasi berharga. Dia pula yang memberikan tangan yang dapat
bekerja, kaki yang dapat berjalan dan yang sangat penting adalah ilmu yang
dengannya kita dapat mengatasi kesulitan.
- Allah swt juga telah memudahkan kita memperoleh dan
menggunakan bahan-bahan bangunan. Bagaimana bebatuan diambil dari
gunung-gunung dan gunungpun tunduk tanpa perlawanan, begitu pula berbagai
jenis kayu. Demikian pula halnya
dengan tanah, besi, dan semen, semuanya telah ditundukkan untuk
kita.
- Allah swt menjadikan bumi (tanah)
yang kita pijak ini sebagai tempat yang menetap dan stabil, tidak amblas
atau goncang, rotasi dan revolusi bumi tidak membuat rumah kita
beterbangan ke udara karena Allah swt membekali bumi dengan gaya
gravitasi.
اَللّٰهُ الَّذِيْ
جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ قَرَارًا
Allah-lah
yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap… (Ghafir (40): 64).
Perabot
Rumah Tangga dan Tempat Tidur
Tanya:
Adakah nikmat Allah swt yang lain terkait dengan tempat tinggal kita?
Jawab:
Rumah tanpa tempat tidur dan perabot lainnya tidak akan lengkap sempurna. Allah
swt telah menyediakan semua bahan-bahan untuk tempat tidur kita dengan
menumbuhkan pohon kapas di perkebunan, menumbuhkan rambut dan bulu di kulit
ternak yang dengannya kita dapat membuat karpet, sajadah, sprei, bed cover,
jaket, berbagai jenis pakaian bahkan kemah yang dapat kita gunakan melindungi
tubuh kita dari udara dingin.
Di
daerah padang pasir yang tidak terdapat bebatuan atau kayu kulit-kulit binatang
dan bulunya berubah menjadi kemah, tempat tidur, perabot dan pakaian. Hal ini
juga dilakukan oleh para prajurit yang tidak menetap di tempat tertentu (sering
berkemah).
وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْۢ بُيُوْتِكُمْ سَكَنًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ
جُلُوْدِ الْاَنْعَامِ بُيُوْتًا تَسْتَخِفُّوْنَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ
اِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ اَصْوَافِهَا وَاَوْبَارِهَا وَاَشْعَارِهَآ اَثَاثًا
وَّمَتَاعًا اِلٰى حِيْنٍ
Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat
tinggal dan dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit
binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan
waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan
bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai
waktu (tertentu). (An-Nahl [16]: 80).
Dengan
tempat tidur, perabot rumah, bumi yang tenang dan laik huni serta rumah yang
aman manusia benar-benar telah merasakan anugerah Allah swt berupa ketenangan
dan keamanan.
Tidakkah Anda menyaksikan:
- Hikmah
dan kebijaksanaan yang nyata dalam penyiapan bumi agar dapat menjadi
tempat yang tenang dan damai untuk ditinggali, bukan sebaliknya?
- Potensi
fikriyyah dan amaliyyah yang amat besar yang telah diberikan Allah swt
kepada kita sehingga kita dapat memakmurkan bumi, membuat dan tinggal di
dalam bangunan yang kokoh. Itu adalah saksi bahwa ada Pencipta yang Maha
Memberi, Maha Pengasih dan Penyayang.
- Taskhir
(ditundukkannya)
semua makhluk yang ada di bumi untuk manusia adalah saksi bahwa dia adalah
perbuatan Raja yang Menguasai dan Maha Berkehendak yang telah menjadikan
anak Adam sebagai khalifah dan mengokohkannya di bumi.
- Tadbir (perencanaan dan
pengaturan) yang tepat dan bijaksana dalam menyeimbangkan antara gravitasi
bumi dengan kekuatan yang yang dapat melontarkan semua benda di permukaan
bumi karena rotasinya, sehingga ia tidak terbang dan tetap tenang di
posisinya. Ini adalah bukti bahwa ada Zat Maha Berkehendak, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui dan Maha
Kuasa.
- Taufir (penyediaan kecukupan)
bahan-bahan untuk membuat tempat tidur, dan perabot rumah tangga dari
tumbuh-tumbuhan dan kulit serta bulu hewan sehingga manusia dapat
merasakan istirahat dan ketenangan. Itu semua adalah bukti perbuatanZat
yang Maha Mulia dan Penuh Kasih Sayang.
Siapakah Yang Maha Bijaksana Rab
kebijaksanaan itu?
Siapakah Maha Pemberi yang telah
menganugerahkan semua potensi kepada manusia?
Siapakah Raja Yang Maha Berbuat di bumi
yang telah menundukkan gunung, pohon, bebatuan dan makhluk lain untuk
kepentingan manusia?
Siapakah Pengatur yang telah menyeimbangkan antara kekuatan
yang melontarkan kita dari permukaan bumi akibat rotasi dengan gaya gravitasi?
Siapakah Maha Mulia dan Penuh Kasih Sayang yang telah
menciptaan untuk manusia bahan-bahan perabot rumah tangga, tempat tidur dan
menjadikan manusia mampu dengan mudah membuatnya?
- Apakah
ia adalah berhala yang tak berakal dan tak bergerak?!
- Apakah
ia adalah alam yang tidak dapat mengatur, dan tidak punya kehendak
sedikitpun untuk dirinya?!
- Atau
apakah ia adalah ketiadaan yang tak punya wujud sama sekali?!
- Atau
apakah kebijaksanaan, anugerah, perbuatan, perencanaan dan kemurahan itu
hanyalah bukti keberadaan Sang Maha Pencipta, Maha Bijaksana, Maha
Pemberi, Maha Pemilik, Maha Berbuat, Maha Mengatur,Maha Mulia, dan Maha
Penuh Kasih Sayang… Dialah Allah swt.
No comments:
Post a Comment