Jumlah Semua Nabi dan Rasul yang Disebutkan Al-Qur'an
Iman kepada para Nabi dan Rasul merupakan salah satu landasan keimanan. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ
وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ
وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى
وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ
لَهُ مُسْلِمُونَ
“Katakanlah:
“Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang
diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa
yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak
membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami
menyerahkan diri”” (QS. Al Imran: 84).
Orang
yang tidak mengimani para Nabi dan Rasul, maka ia tersesat sangat jauh dari
jalan yang lurus. Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى
رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ
وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ
ضَلَالًا بَعِيدًا
“Wahai
orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan
kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah
turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian,
maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa:
136).
Perbedaan
Nabi dan Rasul
Nabi
berasal dari kata an naba’ (النبأ) yang artinya: kabar. Secara istilah, Nabi
artinya orang yang diberi wahyu oleh Allah. Sebagaimana kata an naba’ ini
digunakan oleh Nabi untuk menyebutkan wahyu dari Allah, disebutkan dalam Al
Qur’an :
فَلَمَّا نَبَّأَهَا
بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَذَا قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ
“Maka
tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu
(Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi
menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal”” (QS. At Tahrim: 3).
Sedangkan
Rasul berasal dari kata al irsal (الإرسال) yang artinya
pengutusan seseorang untuk suatu tujuan. Secara istilah, Rasul adalah orang
yang diutus oleh Allah dengan membawa risalah (pesan) tertentu, dan
diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia dan manusia diperintahkan
untuk mengikuti dia.
Sebagian
ulama berpendapat bahwa istilah Nabi dan Rasul tidak ada bedanya, namun ini
adalah pendapat yang lemah. Karena banyak dalil dan fakta yang menunjukkan
bahwa ada perbedaan antara Nabi dan Rasul. Dan setiap Rasul adalah Nabi, namun
tidak setiap Nabi itu Rasul.
Sebagian
ulama juga berpendapat bahwa perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah bahwa Nabi
diberi wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Sedangkan
Rasul diperintahkan untuk menyampaikannya. Ini juga pendapat yang kurang
tepat, karena beberapa poin:
Pertama,
dalam surat Al Hajj ayat 52, Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ
قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ
“Dan
Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang
nabi…”
Di
sini Allah menggandengkan pengutusan Rasul dan Nabi dalam masalah al
irsal. Menunjukkan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk menyampaikan.
Kedua:
tidak menyampaikan wahyu merupakan bentuk menyembunyikan ilmu. Allah tidak
menurunkan wahyu kecuali agar menjadi petunjuk bagi manusia, bukan untuk
disembunyikan.
Ketiga:
disebutkan dalam hadits yang shahih bahwa ada Nabi yang memiliki satu pengikut,
ada yang memiliki dua pengikut, ada yang memiliki belasan pengikut dan ada yang
tidak memiliki pengikut. Ini menunjukkan mereka menyampaikan wahyu kepada
kaumnya, sehingga terlihat ada perbedaan jumlah pengikut. Andai mereka tidak
menyampaikan, tentunya keumuman mereka tidak punya pengikut.
Maka
Nabi dan Rasul keduanya diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan dan
berdakwah kepada kaumnya.
Oleh
karena itu, perbedaan antara Nabi dan Rasul yang tepat adalah bahwa Rasul
diutus oleh Allah dengan membawa syari’at yang baru, sedangkan Nabi diutus oleh
Allah namun tidak membawa syari’at yang baru melainkan menjalan dan mendakwah
syariat yang dibawa Rasul sebelumnya (Diringkas dari Al Madkhal ila
Dirasatil Aqidah Al Islamiyah, karya Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar, hal
92-64).
Jumlah
Para Nabi dan Rasul
Terdapat
beberapa hadits yang menyebutkan jumlah Nabi dan Rasul. Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata:
قلتُ : يا رسولَ اللهِ
! أيُّ الأنبياءِ كان أولُ ؟ ! قال : آدمُ، قلتُ : يا رسولَ اللهِ ! ونبيٌّ كان ؟
! قال : نعم نبيٌّ مُكلَّمٌ، قلتُ : يا رسولَ اللهِ : كم المرسلونَ ؟ ! قال :
ثلاثُ مئةٍ وبضعةَ عشرَ ؛ جمًّا غفيرًا
“Aku
bertanya: wahai Rasulullah, siapa Nabi pertama? Rasulullah menjawab: Adam. Aku
bertanya: wahai Rasulullah, apakah beliau (Adam) seorang Nabi? Rasulullah
menjawab: benar, ia seorang Nabi yang diajak bicara oleh Allah. Aku bertanya:
wahai Rasulullah, ada berapa jumlah para Rasul? Rasulullah menjawab: 300 sekian
belas, mereka sangat banyak” (HR. Ahmad no.21586, Al Hakim [2/652], Al
Baihaqi no.18166. Dishahihkan Ahmad Syakir dalam Umdatut Tafsir [1/309]
dan Al Albani dalam Takhrij Al Misykah no.5669.
Dan sebagian ulama mendhaifkan hadits ini).
Dalam
riwayat lain dari Abu Dzar juga:
قلت : يَا رَسُولَ
اللَّهِ كَمِ الْأَنْبِيَاءُ ؟ قَالَ: ( مِائَةُ أَلْفٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا)،
قُلْتُ :يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ؟ قَالَ : (ثَلَاثُ
مِائَةٍ وَثَلَاثَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا)
“Aku
berkata: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Nabi? Rasulullah menjawab: Nabi
ada 120.000 orang. Aku berkata: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Rasul?
Rasulullah menjawab: Rasul ada 313 orang, mereka sangat banyak” (HR.
Ibnu Hibban no.361, didhaifkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Tahqiq Shahih
Ibnu Hibban [2/79]).
Dalam
riwayat lain dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu,
قُلتُ: يا رسولَ اللهِ،
كم وَفَّى عِدَّةُ الأنبياءِ؟ قال: مِئةُ ألْفٍ وأربعةٌ وعشرونَ ألْفًا، الرُّسُلُ
مِن ذلك ثلاثُ مِئةٍ وخَمسةَ عَشَرَ جَمًّا غَفيرًا
“Aku
berkata: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Nabi? Rasulullah menjawab: Nabi
ada 124.000 orang dan di antara mereka ada para Rasul sebanyak 315 orang,
mereka sangat banyak” (HR. Ahmad no.22342, didhaifkan Ibnu Katsir
dalam Al Bidayah wan Nihayah [2/140]).
Dan
ada hadits-hadits lainnya yang tidak lepas dari kelemahan.
Andaikan
hadits Abu Dzar dalam Musnad Ahmad di atas shahih -sebagaimana
dishahihkan oleh sebagian ulama- maka dapat menguatkan hadits Abu Umamah.
Dan
menurut sebagian ulama, tidak ada hadits shahih sama sekali mengenai jumlah
para Nabi dan Rasul. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:
وهذا الذي ذكره أحمد ،
وذكره محمد بن نصر ، وغيرهما ، يبين أنهم لم يعلموا عدد الكتب والرسل ، وأن حديث
أبي ذر في ذلك لم يثبت عندهم
“Ini
pendapat yang disebutkan Imam Ahmad, Muhammad bin Nashr dan ulama lainnya.
Mereka menjelaskan bahwa tidak diketahui berapa berapa jumlah kitab dan berapa
jumlah Rasul. Dan hadits Abu Dzar dalam hal ini tidak shahih menurut mereka” (Majmu’
Al Fatawa, 7/409).
Al
Lajnah Ad Daimah ketika ditanya tentang jumlah Nabi dan Rasul, mereka
mengatakan:
لا يعلم عددهم إلا الله
“Tidak
ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah” (Fatawa al Lajnah,
3/256).
Namun
andai kita kompromikan pendapat-pendapat yang ada maka insyaAllah bisa
kita katakan jumlah Rasul ada sekitar 300 sekian orang tanpa memastikan berapa,
dan jumlah Nabi ada sekitar 120.000 orang tanpa memastikan berapa.
Yang
jelas, jumlah mereka sangat banyak. Sebagaimana Syaikh Abdul Aziz bin Baz
mengatakan:
فلا يعلم عددهم إلا
الله سبحانه وتعالى ، لكنهم جم غفير ، قص الله علينا أخبار بعضهم ولم يقص علينا
أخبار البعض الآخر ، لحكمته البالغة جل وعلا
“Tidak
diketahui berapa jumlah mereka kecuali oleh Allah subhanahu ta ta’ala. Namun
jumlah mereka sangat banyak. Ada sebagian mereka yang Allah kisahkan kepada
kita kabarnya, dan ada yang tidak dikisahkan kepada kita. Karena suatu hikmah
yang besar dari Allah jalla wa ‘ala” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz,
2/66-67).
Sedangkan
25 Nabi yang kita ketahui, itulah nama-nama Nabi yang disebutkan di dalam Al
Qur’an. Bukan jumlah seluruh Nabi. Adapun jumlah seluruh Nabi itu banyak
sekali, sekitar 120.000 orang.
Dan
yang luar biasanya, seluruh Nabi dan Rasul yang banyak tersebut, semuanya
mendakwahkan tauhid dan tauhid adalah inti dakwahnya. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن
قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا
فَاعْبُدُونِ
“Dan
Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan
kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku
olehmu sekalian” (QS. Al-Anbiya: 25).
Allah Ta’ala juga
berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي
كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Dan
sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):
‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut’” (QS. An-Nahl: 36).
Wallahu
a’lam, semoga yang sedikit ini bisa memberikan banyak faedah. Allahu
waliyyut taufiq was sadaad.
Sumber:
https://muslim.or.id/57979-jumlah-para-nabi-dan-rasul.html
Jumlah
para Nabi dan Rasul.
Para
nabi dan rasul ‘alaihimush shalatu was salaam sangat banyak jumlahnya.
Di
antara mereka ada yang dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala nama-nama mereka di
dalam al-Qur`an dan menceritakan kepada kita berita-berita mereka. Mereka
berjumlah 25 orang.
1.
Adam Alaihissallam. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَلَقَدْ عَهِدْنَا
إِلَى آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا [طه/115]
Dan
sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan
perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. [Thaha/20:115]
2-10.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menyebutkan sebagian nabi-nabi dan
rasul-rasul-Nya:
قال الله تعالى ذاكراً
بعض أنبيائه ورسله عليهم الصلاة والسلام: {وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا
إِبْرَاهِيمَ عَلَى قَوْمِهِ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ إِنَّ رَبَّكَ
حَكِيمٌ عَلِيمٌ (83) وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ كُلًّا هَدَيْنَا
وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ
وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (84)
وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى وَإِلْيَاسَ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ (85)
وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى
الْعَالَمِينَ (86) وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ
وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (87) ذَلِكَ هُدَى
اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ
عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (88) أُولَئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ
الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ} [الأنعام/83- 89].
Dan
itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.
Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Rabbmu
Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak
dan Ya’qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk;
dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada
sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa,
dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat
baik, dan Zakaria, Yahaya, ‘Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang
yang saleh, dan Ismail, Ilyasa’, Yunus, dan Luth masing-masingnya kami
lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), (dan Kami lebihkan pula
derajat) sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan
saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi Nabi-Nabi
dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Itulah petunjuk
Allah Subhanahu wa Ta’alayang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan
Allah Subhanahu wa Ta’ala, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah
mereka kerjakan. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada
mereka kitab, hikmat (pemahaman agama) dan kenabian.. [Al-An’aam/6:83-89]
20.
Idris Alaihissallam. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَاذْكُرْ فِي
الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا [مريم/56]
Dan
ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang di sebut) di dalam
al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang
Nabi. [Maryam/19:56]
21.
Hud Alaihissallam. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
كَذَّبَتْ عَادٌ
الْمُرْسَلِينَ (123) إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ (124)
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ [الشعراء/123- 125]
Kaum
Aad telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka Hud berkata
kepada mereka:”Mengapa kamu tidak bertaqwa? Sesungguhnya aku adalah
seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu [Asy-Syu’ara/26:123-125]
22.
Shaleh Alaihissallam. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
كَذَّبَتْ ثَمُودُ
الْمُرْسَلِينَ (141) إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ (142)
إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ [الشعراء/141- 143]
Kaum
Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka, Shaleh,
berkata kapada mereka:”Mengapa kamu tidak bertaqwa? Sesungguhnya aku
adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu. [Asy-Syu’araa/26:141-143]
23. Syu’aib
Alaihissallam. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
كَذَّبَ أَصْحَابُ
الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ (176) إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ
(177) إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ [الشعراء/176- 178]
Penduduk
Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu’aib berkata kepada
mereka:”Mengapa kamu tidak bertaqwa?, Sesungguhnya aku adalah seorang
rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu [Asy-Syu’araa/26`:172-178]
24.
Dzulkifli Alaihissallam. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ
وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ وَكُلٌّ مِنَ الْأَخْيَارِ [ص/48]
Dan
ingatlah akan Ismail, Ilyasa’, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang
paling baik [Shaad/38:48]
25.
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana firman Allah Subhanahu wa
Ta’ala:
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ
اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ
وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا [الأحزاب/40].
Muhammad
itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi
dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-Nabi. Dan adalah Allah Subhanahu wa
Ta’ala Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Ahzaab/33:40]
Di
antara para nabi dan rasul, ada yang tidak kita ketahui nama-nama mereka dan
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menceritakan kepada kita tentang berita mereka,
maka kita beriman kepada mereka secara umum.
Firman
Allah Subhanahu wa Ta’ala:
قال الله
تعالى:وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا
عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ [غافر/78]
Dan
sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara
mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang
tidak Kami ceritakan kepadamu. [Ghafir/40:78]
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ أبُو ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: قُلْتُ: يَا
رَسُولَ اللهِ، كَمْ وَفَّى عِدَّةُ الْأَنْبِيَاءِ؟ قَالَ: «مِائَةُ أَلْفٍ
وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا، الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ
وَخَمْسَةَ عَشَرَ، جَمًّا غَفِيرًا».
أخرجه أحمد والطبراني.
Dari
Abu Umamah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Abu Dzarr Radhiyallahu anhu,
berkata: ‘Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, berapakah sempurnanya bilangan para
Nabi?” Beliau bersabda: ‘124.000, dari mereka ada 315
rasul. Jumlah yang banyak sekali.”HR. Ahmad dan ath-Thabrani.[1]
[Disalin
dari مختصر
الفقه الإسلامي (Ringkasan
Fiqih Islam Bab : Tauhid dan keimanan التوحيد والإيمان ). Penulis Syaikh
Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri Penerjemah Team Indonesia islamhouse.com
: Eko Haryanto Abu Ziyad dan Mohammad Latif Lc. Maktab Dakwah Dan Bimbingan
Jaliyat Rabwah. IslamHouse.com 2012 – 1433]
_______
Footnote
[1] Shahih li ghairih. HR. Ahmad no
22644, dan ath-Thabrani dalam al-Kabiir 8/217. lihat: ash-Shahihah no. 2668
Sumber:
https://almanhaj.or.id/98539-jumlah-para-nabi-dan-rasul.html
Comments
Post a Comment