Zionisme
ZIONISME
Definisi:
Zionisme
adalah sebuah gerakan (*) politik rasis yang ekstrem, bertujuan untuk
mendirikan negara bagi kaum Yahudi di Palestina yang dengannya mereka dapat
menguasai/memerintah seluruh dunia. Kata "Zionisme" diambil dari nama
Gunung Zion di Yerusalem (Baitul Maqdis), di mana Nabi Daud
merenovasi/membangun istananya setelah berpindah dari Hebron (Al-Khalil)
ke Yerusalem pada abad ke-10 sebelum Masehi. Nama ini melambangkan Kerajaan
Daud dan pembangunan kembali Candi Solomon (Haikal Sulaiman) dari awal
sehingga Yerusalem menjadi ibu kotanya.
Gerakan
Zionisme modern ini berkaitan erat dengan sosok seorang Yahudi asal Austria
bernama Theodor Herzl, yang dianggap sebagai tokoh propaganda pertama bagi
pemikiran Zionisme modern dan kontemporer, di mana pandangan-pandangannya
menjadi landasan berdirinya gerakan Zionisme di seluruh dunia.
Pendirian
dan Tokoh-Tokoh Utama:
Zionisme
internasional memiliki akar sejarah, pemikiran, dan politik yang mengharuskan
kita untuk menelaah fase-fase berikut:
- Kata "Zion"
disebutkan untuk pertama kalinya dalam Perjanjian Lama ketika membahas
tentang Raja Daud yang mendirikan kerajaannya pada tahun 1000 – 960 SM.
- Gerakan Makabe (Maccabees)
yang muncul setelah peristiwa pengasingan/pembuangan ke Babilonia (Babylonian
Captivity) pada tahun 586 – 538 SM. Tujuan utamanya adalah kembali ke
Zion dan membangun Candi Solomon (Haikal Sulaiman).
- Gerakan Bar Kokhba (118 – 138
M). Orang Yahudi ini berhasil membangkitkan antusiasme di kalangan kaum
Yahudi dan mendorong mereka untuk berkumpul di Palestina serta mendirikan
negara Yahudi di sana.
- Gerakan Moses dari Kreta (Moses
of Crete), yang gerakannya serupa dengan gerakan Bar Kokhba.
- Fase Stagnasi (Marlahat
Ar-Rukud) dalam aktivitas Yahudi akibat penindasan dan
perpecahan/penyebaran (Sattat) yang dialami kaum Yahudi. Meskipun
demikian, sentimen nasionalisme di kalangan Yahudi tetap sangat kuat dan
tidak pernah melemah.
- Gerakan David Reubeni dan
muridnya, Solomon Molcho (1501 M – 1532 M), yang sangat mendorong kaum
Yahudi akan pentingnya kembali untuk mendirikan Kerajaan Israel di
Palestina.
- Gerakan Menasseh ben Israel
(1604 – 1657 M), yang merupakan cikal bakal pertama yang mengarahkan dan
memfokuskan rencana-rencana Zionisme berbasis memanfaatkan Britania Raya
(Inggris) untuk mewujudkan tujuan-tujuan Zionisme.
- Gerakan Sabbatai Zevi (1626 –
1676 M), yang mengklaim dirinya sebagai Al-Masih (Messiah)
penyelamat kaum Yahudi. Di bawah naungannya, kaum Yahudi mulai
bersiap-siap untuk kembali ke Palestina, namun "sang penyelamat"
tersebut meninggal dunia.
- Gerakan Para
Konglomerat/Pebisnis Keuangan (Rijal Al-Mal) yang dipimpin oleh
keluarga Rothschild dan Moses Montefiore. Gerakan ini bertujuan untuk
mendirikan pemukiman-pemukiman Yahudi di Palestina sebagai langkah awal
untuk menguasai tanah tersebut lalu mendirikan negara Yahudi.
- Gerakan Pemikiran
Kolonialisme (*) yang menyerukan pendirian negara Yahudi di Palestina pada
awal abad ke-19.
- Gerakan Zionisme Radikal (Al-Anifah)
yang muncul pasca pembantaian massal (pogrom) terhadap kaum Yahudi
di Rusia pada tahun 1882 M. Pada periode ini, Heckler (seorang warga
Jerman) menulis sebuah buku berjudul Pengembalian Kaum Yahudi ke
Palestina Menurut Pernyataan Para Nabi.
- Kemunculan istilah Zionisme (Zionism)
(*) untuk pertama kalinya melalui tangan seorang penulis Jerman bernama
Nathan Birnbaum pada tahun 1893 M.
- Pada tahun 1882 M, di Rusia
muncul untuk pertama kalinya sebuah gerakan yang dikenal dengan nama Hibbat
Zion (Cinta Zion), di mana para pengikutnya berkumpul dalam
lingkaran-lingkaran kelompok bernama Hovevei Zion (Pencinta Zion).
Kelompok-kelompok ini diakui pada tahun 1890 M dengan nama
"Perhimpunan (*) Bantuan bagi Para Pengrajin dan Petani Yahudi di
Suriah dan Palestina" yang diketuai oleh Leon Pinsker. Kelompok ini
bertujuan mendorong migrasi ke Palestina dan menghidupkan kembali bahasa
Ibrani.
- Zionisme Modern, yaitu
gerakan yang dinisbatkan kepada Theodor Herzl, seorang jurnalis Yahudi
asal Hungaria yang lahir di Budapest pada tanggal 2 Mei 1860 M dan
memperoleh gelar sarjana hukum dari Universitas Wina pada tahun 1878 M.
Tujuan utamanya yang jelas adalah memimpin kaum Yahudi untuk
menguasai/memerintah dunia, dimulai dengan mendirikan negara bagi mereka
di Palestina. Ia sempat bernegosiasi dengan Sultan Abdul Hamid II mengenai
hal ini dalam dua kali percobaan, namun gagal. Setelah kegagalan tersebut,
jaringan Yahudi internasional berusaha keras untuk melengserkan Sultan dan
menghapuskan Kekhalifahan Islam (*).
Herzl
menyelenggarakan Kongres Zionis Sedunia yang pertama pada tahun 1897 M, dengan
memanfaatkan peristiwa persidangan perwira militer Prancis keturunan Yahudi,
Alfred Dreyfus, yang dituduh melakukan pengkhianatan pada tahun 1894 M karena
membocorkan rahasia militer Prancis ke Jerman. Namun di kemudian hari, ia
terbukti tidak bersalah. Herzl berhasil menggambarkan klaim "tragedi
Yahudi" melalui insiden individual ini, lalu menerbitkan bukunya yang
terkenal, Der Judenstaat (Negara Yahudi), yang memberinya pendukung
dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal ini mendorongnya untuk menggelar Kongres
Zionis Pertama di Basel, Swiss, pada tanggal 29 – 31 Agustus 1897 M.
Mengomentari kongres tersebut, Herzl menyatakan: "Jika aku harus
merangkum hasil kongres ini, maka aku akan katakan—bahkan aku serukan di
hadapan pendengaran semua orang—bahwa aku telah mendirikan Negara Yahudi."
Ia berhasil menyatukan kaum Yahudi dunia di sekelilingnya, sebagaimana ia juga
berhasil mengumpulkan para pakar/tokoh tipu daya Yahudi yang dari tangan
merekalah lahir keputusan-keputusan paling berbahaya dalam sejarah dunia, yaitu
Protokolat Para Tetua Zion (Protocols of the Elders of Zion) (*)
yang disadur dari ajaran-ajaran kitab-kitab Yahudi tersimpang yang mereka
sucikan. Sejak saat itu, kaum Yahudi memperketat organisasi mereka dan bergerak
dengan sangat cermat, cerdik, serta tersembunyi demi mewujudkan tujuan-tujuan
destruktif mereka, yang mana hasil-hasilnya telah tampak amat jelas pada zaman
kita saat ini.
Pemikiran
dan Keyakinan:
- Zionisme menimba pemikiran
dan keyakinan-keyakinannya dari kitab-kitab suci yang telah
diubah/disimpangkan oleh kaum Yahudi. Zionisme kemudian merumuskan
pemikirannya tersebut dalam Protokolat Para Tetua Zion.
- Zionisme menganggap seluruh
kaum Yahudi di dunia sebagai anggota dari satu kewarganegaraan yang sama,
yaitu kewarganegaraan Israel.
- Zionisme bertujuan agar kaum
Yahudi menguasai dunia sebagaimana yang telah dijanjikan oleh tuhan
mereka, Yahweh () () (*). Titik tolak untuk mencapai hal tersebut
adalah dengan mendirikan pemerintahan mereka di "Tanah yang
Dijanjikan" (Promised Land) yang membentang dari Sungai Nil
hingga Sungai Eufrat.
- Mereka berkeyakinan bahwa
kaum Yahudi adalah ras/elemen unggul yang harus berkuasa, sedangkan
seluruh bangsa lain hanyalah pelayan bagi mereka.
- Mereka memandang bahwa jalan
paling tepat untuk menguasai dunia adalah dengan membangun pemerintahan
atas dasar intimidasi dan kekerasan.
- Mereka menyerukan untuk
memanfaatkan kebebasan (*) politik demi menguasai massa, dan mereka
berkata: "Kita harus tahu bagaimana cara menyajikan umpan yang
akan menjerat mereka ke dalam perangkap kita."
- Mereka berkata: "Telah
berakhir era di mana kekuasaan berada di tangan agama (); kekuasaan
hari ini berada di tangan emas semata. Maka emas harus dikumpulkan ke
dalam genggaman kita dengan segala cara agar mempermudah penguasaan kita
atas dunia."*
- Mereka berpendapat bahwa
politik adalah kebalikan dari akhlak/moralitas (*), sehingga di dalamnya
harus ada tipu daya dan kepalsuan. Adapun kebajikan dan kejujuran adalah
cela/cacat dalam norma politik.
- Mereka berkata: "Masyarakat
non-Yahudi (Goyim/Gentiles) () harus ditenggelamkan ke dalam berbagai
kemaksiatan/kejahatan moral melalui rekayasa kita, yakni lewat orang-orang
yang kita persiapkan untuk tujuan tersebut, seperti para pengajar,
pelayan, pengasuh bayi, dan wanita-wanita tempat hiburan."*
- Mereka berkata: "Kita
harus menggunakan suap, tipu daya, dan pengkhianatan tanpa ragu-ragu
selama hal itu dapat mewujudkan tujuan-tujuan kita."
- Mereka berkata: "Kita
harus bekerja untuk menyebarkan ketakutan yang menjamin kepatuhan buta
kepada kita. Cukuplah kita dikenal sebagai pihak yang memiliki kekuatan
sangat dahsyat agar seluruh pemberontakan dan pembangkangan menjadi
sirna."
- Mereka berkata: "Kita
mengumandangkan slogan-slogan kebebasan (), kesetaraan, dan
persaudaraan agar orang-orang tertipu dengannya, meneriakkannya, dan
terseret di belakang apa yang kita inginkan untuk mereka."*
- Mereka berkata: "Arisotkrasi
() harus didirikan di atas dasar uang yang berada di tangan kita dan
ilmu pengetahuan yang khusus dimiliki oleh para pakar kita."*
- Mereka berkata: "Kita
akan bekerja untuk mendorong para pemimpin ke dalam genggaman kita.
Pengangkatan mereka akan berada di tangan kita, dan pemilihan mereka
disesuaikan dengan besarnya porsi akhlak () hina yang mereka miliki,
ambisi kepemimpinan, serta minimnya pengalaman."*
- Mereka berkata: "Kita
akan menguasai pers, yaitu kekuatan efektif yang mengarahkan dunia menuju
apa yang kita inginkan."
- Mereka berkata: "Jarak
antara penguasa dan rakyat harus diperlebar, begitu pula sebaliknya; agar
penguasa menjadi seperti orang buta yang kehilangan tongkatnya lalu
berlindung kepada kita untuk mempertahankan kursinya."
- Mereka berkata: "Api
permusuhan yang penuh kedengkian harus dinyalakan di antara seluruh
kekuatan agar mereka saling bertikai, dan menjadikan kekuasaan sebagai
tujuan suci yang diperebutkan oleh semua pihak. Api perang harus
dinyalakan antarnegara, bahkan di dalam internal setiap negara. Pada saat
itulah kekuatan-kekuatan akan melandai/melemahh, pemerintah-pemerintah
akan runtuh, dan pemerintahan dunia kita berdiri di atas puing-puing
reruntuhannya."
- Mereka berkata: "Kita
akan tampil di hadapan bangsa-bangsa miskin yang terzalimi dengan
berpakaian sebagai pembebas dan penyelamat mereka dari kezaliman, serta
mengajak mereka untuk bergabung ke dalam barisan prajurit kita dari kaum
sosialis, anarkis, komunis, dan Freemason. Melalui kelaparan, kita akan
mengendalikan massa dan menggunakan lengan-lengan mereka untuk
menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalan kita."
- Mereka berkata: "Kita
harus merekayasa krisis-krisis ekonomi agar semua orang tunduk kepada kita
berkat emas yang telah kita monopoli."
- Mereka berkata: "Saat
ini, berkat sarana-sarana tersembunyi kita, kita berada dalam posisi yang
sangat kuat/benteng kokoh, sehingga jika ada satu negara yang menyerang
kita, negara lain akan bangkit membela kita."
- Mereka berkata: "Bahwa
kata kebebasan () mendorong massa untuk bertikai dengan Allah dan
menentang sunnatullah (hukum-Nya). Maka mari kita kobarkan kata itu dan
yang sejenisnya hingga kekuasaan jatuh ke tangan kita."*
- Mereka berkata: "Kita
memiliki kekuatan tersembunyi yang tidak dapat dihancurkan oleh siapa pun,
yang bekerja dalam diam, kerahasiaan, dan kekuasaan mutlak. Anggotanya
terus berganti, dan kekuatan inilah yang menjamin pengarahan para penguasa
non-Yahudi (Goyim) () sesuai dengan keinginan kita."*
- Mereka berkata: "Kita
harus menghancurkan tatanan iman di dalam hati bangsa-bangsa, mencabut
gagasan keberadaan Allah dari pikiran mereka, lalu menggantikannya dengan
hukum-hukum matematis materialistis. Sebab, suatu bangsa hidup bahagia dan
tenteram di bawah naungan tatanan iman. Agar kita tidak memberi kesempatan
bagi manusia untuk berfikir ulang, kita harus menyibukkan mereka dengan
berbagai sarana, sehingga mereka tidak menyadari musuh bersama mereka
dalam pertikaian global ini."
- Mereka berkata: "Kita
harus menempuh segala cara yang bertugas memindahkan harta benda
orang-orang non-Yahudi dari kas mereka ke dalam peti-peti kita."
- Mereka berkata: "Kita
akan bekerja untuk menciptakan masyarakat yang rusak/moralnya merosot,
hampa dari rasa kemanusiaan dan akhlak (), berhati batu, serta sangat
membenci agama () dan politik; sehingga satu-satunya harapan mereka
adalah meraih kenikmatan-kenikmatan materi (). Pada saat itulah mereka
menjadi tidak berdaya untuk melakukan perlawanan apa pun, lalu jatuh ke
tangan kita dalam keadaan hina dina."*
- Mereka berkata: "Kita
akan memegang dengan tangan kita sendiri seluruh kendali kekuatan dan
menguasai seluruh jabatan. Politik akan berada di tangan pengikut kita,
sehingga dengan kekuatan kita, kita dapat setiap saat menghapus setiap
oposisi beserta para pemiliknya dari kalangan non-Yahudi."
- Mereka berkata: "Kami
telah menyebarkan benih perpecahan di mana-mana sehingga tidak mungkin
dicabut hingga ke akar-akarnya. Kami telah menciptakan benturan antara
kepentingan-kepentingan material dan nasionalistik orang-orang non-Yahudi,
serta menyalakan api sentimen keagamaan dan rasisme di tengah masyarakat
mereka. Kami tidak pernah berhenti mengerahkan upaya untuk menyalakannya
sejak 20 abad yang lalu. Oleh karena itu, mustahil bagi pemerintah mana
pun untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah lain untuk memukul kami. Negara-negara
tidak akan berani membuat kesepakatan apa pun, sekecil apa pun itu, tanpa
persetujuan kami, karena penggerak mesin negara-negara tersebut berada
dalam genggaman kami."
- Mereka berkata: "Allah
telah mempersiapkan kita untuk menguasai dunia dan membekali kita dengan
karakteristik serta keistimewaan yang tidak ada pada orang-orang
non-Yahudi. Seandainya di barisan mereka terdapat orang-orang jenius,
niscaya mereka akan mampu melawan kita."
- Mereka berkata: "Emosi
yang berkobar-kobar harus dimanfaatkan untuk melayani tujuan-tujuan kita
daripada memadamkannya. Pemikiran-pemikiran orang lain harus dikuasai dan
diterjemahkan sesuai dengan kepentingan kita daripada mematikannya."
- Mereka berkata: "Kami
akan memberikan perhatian besar kepada opini publik hingga opini tersebut
kehilangan kemampuan untuk berpikir secara jernih, dan kami akan
menyibukkannya hingga membuatnya percaya bahwa desas-desus kami adalah
kebenaran yang nyata. Kami akan membuatnya tidak mampu membedakan antara
janji-janji yang mungkin diwujudkan dan janji-janji palsu. Maka kita harus
membentuk lembaga-lembaga yang anggotanya bertugas menyampaikan
pidato-pidato berapi-api yang memobral janji. Kita harus menanamkan pada
bangsa-bangsa gagasan bahwa mereka tidak memahami politik, dan lebih baik
bagi mereka untuk menyerahkannya kepada ahlinya."
- Mereka berkata: "Kami
akan memperbanyak penyebaran hal-hal yang kontradiktif, menyulut hawa
nafsu, dan mengobarkan emosi."
- Mereka berkata: "Kami
akan mendirikan Administrasi Pemerintahan Tertinggi yang memiliki banyak
tangan yang menjangkau ke seluruh pelosok bumi, yang mana seluruh penguasa
tunduk kepadanya."
- Mereka berkata: "Kita
harus menguasai industri dan perdagangan, membiasakan manusia hidup
bermewah-mewah, foya-foya, dan bermoral rusak. Kita akan bekerja untuk
menaikkan upah, mempermudah pinjaman, dan melipatgandakan bunganya; pada
saat itulah orang-orang non-Yahudi akan tersungkur bersujud di hadapan
kita."
- Mereka berkata: "Dalam
acara-acara resmi, kita harus berpura-pura menunjukkan kebalikan dari apa
yang kita sembunyikan. Kita mengutuk kezaliman, menyerukan kebebasan, dan
mengecam kesewenang-wenangan."
- Mereka berkata: "Sesungguhnya
seluruh pers berada di tangan kita, kecuali sedikit surat kabar yang tidak
diperhitungkan. Kami akan menggunakannya untuk menyebarkan desas-desus
hingga menjadi kebenaran nyata. Kami akan menyibukkan orang-orang
non-Yahudi () dengannya dari hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, dan
membuat mereka mengejar hawa nafsu dan kesenangan."*
- Mereka berkata: "Para
penguasa terlalu lemah untuk mendurhakai perintah-perintah kami; karena
mereka menyadari bahwa penjara atau dihilangkan dari keberadaan adalah
nasib bagi siapa saja yang membangkang di antara mereka. Maka mereka akan
menjadi orang-orang yang paling taat kepada kami dan paling cermat serta
menjaga kepentingan-kepentingan kami."
- Mereka berkata: "Kami
akan bekerja agar rencana kami tidak terbongkar sebelum waktunya, dan agar
kami tidak menghancurkan kekuatan orang-orang non-Yahudi sebelum saatnya
tiba."
- Mereka berkata: "Kamilah
yang menetapkan sistem pemungutan suara (voting) dan sistem mayoritas
mutlak; agar siapa saja yang kami inginkan dapat naik ke tampuk kekuasaan
setelah kami mempersiapkan opini publik untuk memilih mereka."
- Mereka berkata: "Kami
akan merusak tatanan keluarga dan menghembuskan semangat individualisme
pada diri setiap individu agar mereka memberontak, serta menghalangi
orang-orang yang memiliki keistimewaan/kemampuan untuk mencapai kedudukan
yang tinggi."
- Mereka berkata: "Tidak
ada yang bisa mencapai kekuasaan melainkan orang-orang yang memiliki rekam
jejak hitam yang belum terbongkar. Orang-orang ini akan menjadi pelaksana
perintah-perintah kami yang setia karena takut akan skandal dan pencemaran
nama baik. Kami juga bertugas menciptakan tokoh-tokoh pemimpin serta
menyematkan keagungan dan kepahlawanan kepada mereka."
- Mereka berkata: "Kami
akan memanfaatkan kudeta-kudeta dan revolusi-revolusi () kapan saja
kami melihat ada manfaat di dalamnya."*
- Mereka berkata: "Kami
telah mendirikan kekuatan-kekuatan tersembunyi kami untuk mencapai
tujuan-tujuan kami, namun 'hewan-hewan ternak' dari kalangan non-Yahudi
tidak mengetahui rahasia-rahasianya. Mereka mempercayainya dan
mendaftarkan diri ke dalam perkumpulannya, lalu kami menguasai mereka dan
memanfaatkan mereka untuk melayani kami."
- Mereka berkata: "Sesungguhnya
terpecah-belahnya 'Bangsa Pilihan Allah' adalah sebuah kenikmatan, bukan
kelemahan. Hal itulah yang membawa kita menuju supremasi global."
- Mereka berkata: "Seluruh
penerbitan akan berada di tangan kita, dan catatan-catatan ekspresi
pemikiran manusia akan berada di tangan pemerintah kita. Setiap penerbitan
yang menyelisihi pemikiran kita akan kita tutup atas nama hukum."
- Mereka berkata: "Kami
akan memiliki banyak majalah dan surat kabar dengan berbagai tendensi dan
prinsip yang berbeda-beda, yang mana semuanya melayani tujuan-tujuan
kami."
- Mereka berkata: "Kita
harus menyibukkan orang lain dengan berbagai jenis hiburan yang memikat,
permainan, forum-forum umum, seni, seks, dan narkotika; untuk mengalihkan
mereka agar tidak menyelisihi kita atau mencampuri rencana-rencana
kita."
- Mereka berkata: "Kami
akan menghapus segala hal yang bersifat kolektif, dan kami akan memulai
fase ini dengan mengubah perguruan tinggi/universitas. Kami akan
mendirikannya kembali sesuai dengan rencana-rencana khusus kami."
- Mereka berkata: "Kami
akan bertindak terhadap siapa saja yang menghalangi jalan kami dengan
segala bentuk kekerasan dan kekejaman."
- Mereka berkata: "Kami
akan memperbanyak loji-loji Freemasonry () dan menyebarkannya di
setiap lingkungan untuk memperluas jangkauan penguasaan kami."*
- Mereka berkata: "Ketika
kekuasaan telah berada di tangan kita, kami tidak akan membiarkan adanya
agama () selain agama kita di muka bumi."*
Akar
Pemikiran dan Akidah:
- Zionisme berusia setua Taurat
yang telah mengalami penyimpangan/perubahan (Al-Tawrat Al-Muharrafah)
(*) itu sendiri. Taurat tersimpang itulah yang membakar semangat
nasionalisme di kalangan kaum Yahudi sejak hari-hari pertamanya. Adapun
gerakan Herzl hanyalah pembaharuan dan pengorganisasian dari Zionisme
kuno.
- Zionisme berdiri di atas
ajaran-ajaran Taurat yang telah disimpangkan dan Talmud. Namun perlu
ditunjukkan bahwa sejumlah pemimpin Zionisme adalah orang-orang ateis (*),
dan agama Yahudi bagi mereka tidak lain hanyalah topeng untuk mewujudkan
ambisi-ambisi politik dan ekonomi.
- Mayoritas kaum Yahudi
menganggap apa yang dikenal sebagai Talmud sebagai konstitusi keagamaan
mereka. Talmud terdiri dari kajian-kajian para rabi dan ahli fikih Yahudi,
di mana mereka merumuskan di dalamnya batasan-batasan bagi seluruh aspek
kehidupan khusus maupun umum. Di dalamnya dibukukan hukum-hukum dan
instruksi-instruksi yang melegitimasi kedudukan sosial dan politik mereka,
serta menanamkan dalam jiwa mereka dan jiwa generasi-generasi penerus
mereka rasa hina terhadap masyarakat manusia, rasa ingin membalas dendam,
memakan harta manusia dengan cara yang batil, merampas jiwa, kehormatan,
serta harta benda mereka, dan menguras darah orang-orang non-Yahudi untuk
digunakan dalam sebagian ritual keagamaan mereka; di mana darah manusia
digunakan dengan meneteskan beberapa tetes di atas roti tanpa ragi (matzo)
pada Hari Raya Paskah (Passover) atau ritual lainnya.
Penyebaran
dan Wilayah Pengaruh:
- Zionisme adalah wajah politik
bagi Yahudi Internasional. Sebagaimana digambarkan oleh kaum Yahudi
sendiri (seperti dewa () Hindu, Wisnu (), yang memiliki seratus
tangan), Zionisme memiliki tangan yang mengendalikan dan mengarahkan di
sebagian besar aparatur pemerintah di dunia yang bekerja demi
kepentingannya.
- Zionismelah yang memimpin
Israel dan membuat perencanaan baginya.
- Gerakan Freemasonry bergerak
berdasarkan ajaran-ajaran dan arahan-arahan Zionisme, serta menundukkan
para pemimpin dan pemikir dunia di bawah kekuasaannya.
- Zionisme memiliki ratusan
perhimpunan/organisasi (*) di Eropa dan Amerika dalam berbagai bidang yang
secara lahiriah tampak saling bertentangan, namun pada hakikatnya semuanya
bekerja demi kepentingan Yahudi Internasional.
- Terdapat pihak yang
berlebihan (berlebih-lebihan) dalam menilai kekuatannya secara
sangat besar, dan ada pula pihak yang meremehkan kedudukannya. Kedua
pandangan tersebut mengandung kekeliruan. Kendati demikian, pencermatan
terhadap realitas menunjukkan bahwa kaum Yahudi saat ini sedang mengalami
periode kejayaan/domino kekuasaan yang luar biasa.
Jelas
dari Paparan di Atas Bahwa:
Zionisme
adalah sebuah gerakan () politik rasis yang ekstrem yang bertujuan untuk
menguasai seluruh dunia melalui negara Yahudi di Palestina. Namanya diambil
dari nama Gunung Zion di Palestina, dan berdiri di atas penyimpangan ajaran
Taurat () dan Talmud yang menyeru pada penghinaan terhadap masyarakat
manusia serta mendorong tindakan balas dendam terhadap orang-orang non-Yahudi.
Kaum Yahudi telah mengkodifikasikan prinsip-prinsip destruktif mereka dalam apa
yang dikenal sebagai Protokolat Para Tetua Zion (*) yang memuat
keputusan-keputusan paling berbahaya dalam sejarah dunia.
Referensi
untuk Studi Lebih Lanjut:
- Judur al-Bala',
Abdullah at-Tall. Karya beliau yang lain: al-Af'a al-Yahudiyyah fi
Ma'aqil al-Islam dan Khathar al-Yahudiyyah al-'Alamiyyah.
- al-Mukhathathat
at-Talmudiyyah asz-Sziyuniyniyyah al-Yahudiyyah fi Ghazwi al-'Alam
al-Islami, Anwar al-Jundi.
- Protokolat Para Tetua Zion
(Protocols of the Elders of Zion), terjemahan Ahmad Abdul Ghafur
Attar, 'Ajjaj Nuwaihid, Syauqi Abdel Nasser, Muhammad Khalifa al-Tunisi,
dan Husain at-Thantawi.
- al-Quwa al-Khafiyyah,
L. Fry.
- Mu'amarah
asz-Sziyuniyniyyah 'ala al-'Alam, Ahmad Abdul Ghafur Attar.
- asz-Sziyuniyniyyah wa
Rabibatuha Isra'il, Umar Rusydi.
- asz-Sziyuniyniyyah
al-'Alamiyyah, Abbas Mahmud al-Aqqad.
- al-Yahudi al-'Alami (The
International Jew), Henry Ford.
- Hazihi Hiya
asz-Sziyuniyniyyah, Israel Cohen.
- Isra'il az-Za'imah,
Farid Abdullah Jurji.
- Ahjar 'ala Ruq'at
asz-Szyathranj (Pawns in the Game), William Guy Carr.
- asz-Sziyuniyniyyah Baina
Tarikhain, Abdullah an-Najjar dan Kamal al-Hajj.
- Mausu'at al-Mafahim wa
al-Mushthalahat asz-Sziyuniyniyyah, Abdul Wahhab al-Masiri.
- Siyasat al-Isti'mar
asz-Sziyuniyni Tajah Filasthin, Hasan Shabri al-Khuli.
- al-Mausu'at an-Naqdiyyah
lil-Falsafah al-Yahudiyyah, Abdul Mun'im al-Hafni.
- Isra'iliyyat, Ahmad
Bahauddin.
- al-Aidiyulujiyyah
asz-Sziyuniyniyyah, Abdul Wahhab al-Masiri.
- asz-Sziyuniyniyyah,
Zainab Ismat dan kawan-kawan.
- Khathar al-Yahudiyyah
al-'Alamiyyah, Abdullah at-Tall.
- al-Yahudiyyah Din La
Qaumiyyah, Elmer Berger.
- asz-Sziyuniyniyyah Baina
ad-Din wa as-Siyasah, Abdul Sami' al-Harawi.
- Ushul asz-Sziyuniyniyyah
fi ad-Din al-Yahudi, Ismail Raji al-Faruqi.
- al-Milal al-Mu'ashirah fi
ad-Din al-Yahudi, Ismail Raji al-Faruqi.
- al-Fikr ad-Dini
al-Isra'ili: Athwaruhu wa Mazahibuh, Hasan Zhazha.
- asz-Sziyuniyniyyah
al-'Alamiyyah wa Isra'il, Hasan Zhazha dan kawan-kawan.
- Man Yajru' 'ala al-Kalam
(They Dare to Speak Out), Paul Findley.
- Muzakkirat as-Sultan Abdul
Hamid ats-Tsani, Muhammad Harb Abdul Hamid.
- Hukumat al-'Alam
al-Khafiyyah, Cherep-Spiridovich.
- as-Sultan Abdul Hamid
ats-Tsani wa Filasthin, Rafiq Syakir an-Natsyah.
- Hazihi Hiya
asz-Sziyuniyniyyah, Israel Cohen.
- Tarikh al-Harakah
asz-Sziyuniyniyyah al-Haditsah, Muhammad Abdul Ra'uf Salim.
- asz-Sziyuniyniyyah wa
al-'Unf, Husain at-Thantawi.
- asz-Sziyuniyniyyah
al-'Alamiyyah wa ar-Radd 'ala al-Fikr asz-Sziyuniyni al-Mu'ashir,
Mahmud Diyab.
- Amrika Musta'marah
Sziyuniyniyyah, Salah Dasuqi.
- asz-Sziyuniyniyyah
al-'Alamiyyah wa Ardh al-Mi'ad, Ali Imam Athiyyah.
- Lihaza Akrahu Isra'il,
Amin Sami al-Ghamrawi.
- Asalib al-Ghazwi al-Fikri,
Ali Jurayshah dan Muhammad Syarif.
- al-Islam wa al-Musta'marat
asz-Sziyuniyniyyah, Jamaluddin al-Yarmawi.
- Haqa'iq 'an Qadhiyyah
Filasthin, Muhammad Amin al-Husaini.
Sumber:
Al-Nadwah
al-ʿĀlamiyyah
li al-Shabāb al-Islāmī. Al-Mawsūʿah
al-Muyassarah fī al-Adyān wa
al-Madhāhib wa al-Aḥzāb al-Muʿāṣirah.
Supervised by Maniʿ ibn Ḥammād al-Juhanī. 4th ed.
Riyadh: Al-Nadwah al-ʿĀlamiyyah li al-Shabāb al-Islāmī, 1999.
Comments
Post a Comment