Ta'liful Quluub (Menyatukan Hati)

Sinopsis

Kesatuan hati dapat tercapai melalui pertemuan dengan landasan cinta, berjumpa dalam rangka taat, saling bersatu untuk dakwah dan saling berjanji untuk berjihad. Syiar (slogan) di atas untuk mengukuhkan ikatan hati yang penuh harap atas karunia Allah agar selalu diberikan cinta, dibimbing menuju jalan-jalan keselamatan, dipenuhi cahaya, dilapangkan dada, dibangkitkan dengan makrifatullah dan diwafatkan dalam keadaan syahid.

Persaudaraan Islam tidak akan wujud tanpa adanya kesatuan hati. Kesatuan hati bagi setiap muslim adalah suatu syarat wajib bagi wujudnya persaudaraan Islam. Allah menyuruh orang yang beriman untuk bersaudara (Ali Imran: 103-104). Dari dua ayat tersebut terdapat beberapa tuntutan yang harus dilaksanakan oleh orang-orang muslim untuk menjalin persaudaraan muslim yaitu berpegang teguh dalam tali Allah, menjauhkan diri dari perpecahan, persatuan hati dengan cinta dan berdakwah dengan kebaikan. Tuntutan tersebut hanya dapat dilaksanakan melalui ukhuwah Islamiyah.

Terdapat beberapa peringkat dalam ukhuwah Islamiyah yaitu ta'aruf (saling mengenal), ta'aluf (saling bersatu), tafahum (saling memahami), ri'ayah (perhatian), ta'awun (saling membantu) dan tanashur (saling menolong). Kunci dari ukhuwah Islamiyah ini adalah kesatuan hati. Tanpa kesatuan hati setiap peringkat ukhuwah tidak akan tercapai. Masing-masing tahap ini mempunyai rambu dan etika serta persyaratannya.

Ada dua hal keutamaan kesatuan hati yang perlu dipenuhi adalah cinta dan dakwah. Cinta sebagai dasar tumbuh dan hidupnya ukhuwah sedangkan dakwah sebagai upava memelihara ukhuwah tetap terjalin. Kesatuan hati didasarkan kepada kecintaan untuk Allah dan karena Allah. Apabila seorang muslim memiliki sifat lapang dada, bersih hati, dan jiwa, kepada Allah serta RasulNya dan ini merupakan sifat aslinya maka is akan bersatu, mencintai dan dapat bersaudara. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan   Muslim dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:. "Ruh-ruh itu ibarat tentara-tentara yang terkoordinasi  yang saling mengenal niscaya bersatu, sedangkan yang tidak saling rnengenal niscaya berpisah".

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Orang mukmin itu mudah disatukan. Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menyatu dan tidak bisa mempersatukan. Salah satu kewajiban ukhuwah adalah hendaknya seorang muslim menyatu dengan saudaranya sesama muslim. Seiring dengan itu hendaklah mereka menyatukan hatinya".

Hanya Allah saja yang dapat menyatukan hati manusia, hal ini difirmankan dalam surat Al Anfal ayat 63 yang bunyinya bahwa Allah yang mempersatukan hati orang beriman. Walaupun dibelanjakan semua yang di bumi, niscaya tetap tidak akan bersatu hati manusia, akan tetapi hanya Allah yang mempersatukan hati manusia. Oleh karena itu dalam surat Al Anfal ayat 1 dan surat Al Hujurat ayat 10, menyebutkan bahwa perselisihan yang terjadi di atasi dengan ishlah (perbaikan) sesama manusia dan bertakwa serta mentaati Allah dan RasulNya. Urusan persatuan hati dan persaudaraannya adalah kekuasaan Allah, sehingga untuk mencapainya perlu mendekatkan diri kita kepada Allah.

Dengan rasa cinta dan melaksanakan dakwah berupa saling bertemu, bersatu dan berjanji dalam dakwah maka akan mengokohkan ikatan hati yang kemudian menghasilkan saling mencintai, diberikan keselamatan, dipenuhi oleh cahaya, dilapangkan dada, dibangkitkan dengan mengenal Allah dan diwafatkan dalam keadaan syahid. Semuanya ini adalah karunia dari Allah SWT

1. Ta’liif AI-Quluub (Kesatuan Hati)

Takliif al-quluub berarti kesatuan hati. Kesatuan hati sebagai kekuatan ukhuwah dan kekuatan Islam. Dakwah dan jamaah bersatu karena hati yang bersatu. Kesatuan hati manusia adalah urusan Allah. Dengan otoritas dan kehendak-Nya saja hati manusia bersatu. Para aktifis dakwah perlu diikat dengan kesatuan hati. Aktifis dakwah harus menjadikan pertemuannya berlandaskan cinta. Mereka berjumpa dalam rangka taat kepada Allah, saling bersatu untuk menjalankan dakwah dan saling berjanji untuk melaksanakan jihad.

Ikatan hati tidak mungkin dicapai apabila tidak diiringi dengan amal dan dakwah. Beramal, berdakwah, dan jihad adalah media untuk bersatunya hati. Dengan ikatan hati ada kekuatan gerakan dalam mencapai tujuan. Perpecahan dan kehancuran disebabkan karena tidak bersatunya hari. Fisik dan jasad bisa bersatu tetapi tidak menjamin kekuatan apabila tidak dikaitkan dengan ikatan hati.

A. Al-Ijtimaa' 'Alaa Al-Mahabbah (Bertemu karena Cinta)

Cinta kepada Allah adalah dasar ikatan. Dengan mencintai Allah, Dia akan menyatukan hati manusia. Kesamaan mencintai Allah berarti akan mempermudah kesatuan hati. Tanpa mencintai-Nya maka akan sulit mempertahankan ikatan dan kesatuan.

Dalil

Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).

Hadits. Dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya" (HR Abu Daud).

Hadits. Dan Anas bin Malik RA berkata Rasulullah SAW barkata "Ada tiga sifat yang telah dimiliki oleh orang yang telah mendapatkan manisnya iman, yaitu; menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada yang lain. Mencintai seseorang karena Allah, Enggan kembali kepada kekafiran sebagaimana dia; enggan dijerumuskan ke dalam neraka" (HR Bukhari dan Muslim).

B. al Iltiqaa ‘Alaa ath Thaa’ah

Setelah mencintai dan sama-sama mencintai maka kita akan bersama di dalam taat. Taat kepada Allah SWT sebagai kunci wujudnya ikatan hati yang dikehendaki. Allah SWT berfirman bahwa setelah ishlah (berdamai) maka taat kepada Allah adalah cara yang sesuai untuk menggerakkan hidayah persaudaraan.

Dalil

Q 3;32, Katakanlah: “Taatilah Allah dan; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

Hadits. Dari Salman al Farisi ra berkata Rasulullah Saw bersabda: “Jika seseorang muslim bertemu dengan saudaranya yang lain, lalu berjabat tangan, maka gugurlah dosa keduanya seperti dedaunan yang gugur dan pohon yang kering pada musim angin panas, atau Allah mengampuni dosa keduanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Ath Thabrani).

C. At Tawahhud ‘Alaa ad Da’wah (Bersatu untuk berdakwah)

Kesatuan hati tidak saja disebabkan oleh karena cinta dan kesamaan wawasan, tetapi juga perlu disatukan dalam berbagai kegiatan-dakwah. Cinta tidak akan menjalin persatuan hati apabila tidak diikat lagi dengan kesibukan dakwah. Tidak ada artinya kesatuan hati bila mereka yang bercinta tidak berdakwah. Oleh karena itu, sangat diperlukan kegiatan dakwah dalam membentuk dan memelihara kesatuan hati.

Dalil

Q. 41:33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, merigerj akan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"

D. At-Ta'aahud 'Alaa Al-Jihaad (Berjanji untuk Berjihad)

Dakwah dan jihad adalah implikasi cinta kepada Allah. Dengan dakwah dan jihad, ikatan hati semakin kuat karena adanya tafahum (saling memahami), taawun (sating meaolong) dan takaful (saling menanggung). Tanpa oakwah dan jihad akan sulit mewujudkan persatuan karena tidak;ada.media pemersatu, akibatnya hanya akan menghasilkan perselisihan di kalangan sendiri.

Q. 5:7. Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan " perjanjianNya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati(mu)

Q. 29:2, 6, 69. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Hadits. Uqbah bin Amir berkata, `Aku mendengar dari Rasulullah SAW ketika beliau di atas mimbar berkata, "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah, kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah, kekuatan itu adalah memanah" (HR Muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah).

Hadits. Abdurrazaq meriwayatkan dari Abdullah bin Amr, berkata Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu mengharapkan bertemu musuh dan mohonlah kesehatan kepada Allah. Jika kamu bertemu dengan mereka, maka berteguh hatilah dan berdzikirlah kepada Allah. Jika mereka memekik dan berteriak, maka kamu harus diam" (HR Abdurrazaq).

Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya hamba-hambaKu ialah setiap hambaKu yang mengingat Aku sedang dia menibaskan pedangnya ke kiri dan ke kanan."

2. Tautsiiq Ribaath Al-Quluub (Mengokohkan Ikatan Hati)

Ikatan hati yang dilandasi cinta dan taat kemudian diaplikasikan di dalam dakwah dan jihad akan menghasilkan ikatan hati yang kukuh. Sehingga, ikatan yang kukuh ini akan membuahkan hasil.

Harapan-harapan yang kita kehendaki dari ikatan hati di dalam dakwah dan jihad ini adalah agar selalu diberikan cinta, diberikan bimbingan jalan-jalan keselamatan, dipenuhi oleh cahaya, dilapangkan dada, dibangkitkan dengan makrifatullah dan kemudian diwafatkan dalam keadaan syahid.

A. Idaamah Al-Mahabbah (Selalu Diberikan Cinta)

Orang yang beriman dan beribadah dengan sungguh¬sungguh akan menghasilkan takwa. Dengan takwa pula manusia akan disatukan hatinya, maka orang yang bertakwa akan diberinya kecintaan dari Allah sebagai konsekuensi ketakwaannya. Selain itu, orang yang bersatu hatinya karena Allah juga akan mendapatkan cinta dari Allah dalam bentuk pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT

Dalil

Q. 5:54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.

B. Hidaayah As-Subul (Petunjuk jalan)

Allah juga,akan memberikan petunjuk jalan bagi mereka yang beriman dan bertakwa serta bersaudara. Mereka yang mencari ridha Allah dari segala kegiatannya akan mendapatkan petunjuk dan keselamatan dari Allah. Orang yang bersatu hatinya karena Allah adalah orang yang rnencari kcridhaan Allah.

Dalil

Q. 5:16. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang¬orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang¬orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Q. 26:69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencan keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kcpada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya ALA benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

C. Imlaa’ An-Nuur (Dipenuhi Cahaya)

Allah akan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju kepada cahaya Islam. Orang yang be riman akan dilindungi oleh Allah dengan membawanya kepada cahaya Islam. Mereka yang beriman hidupnya selalu dalam kejelasan dan di bawah cahaya Islam yang akan membawa hidupnya kepada kepastian jalan dan ketenangan jiwa.

Dalil

Q. 2:257. Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.

Q. 24:35-37. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis -lapis), Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.

Hadits. Dari Ibnu Umar RA berkata Rasulullah SAW bersabda, "Allah Taala menciptakan makhlukNya dalam kegelapan. Kemudian Dia memberikan sebagian cahayaNya kepada mereka pada saat itu. Barangsiapa yang terkena cahaya-Nya pada saat itu, maka dia beroleh petunjuk. Dan barangsiapa yang tidak terkena cahaya-Nya, maka dia sesat. Karena itu, aku berkata, "Penulisan atas pengetahuan Allah Azza Wa Jalla telah dihentikan" (HR Ahmad).

D. Syarh As-Shadr (Lapang Dada)

Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya. Dia juga yang melapangkan dadanya untuk menerima Islam sebagai pedoman hidup manusia.

Mereka yang Allah kehendaki biasanya mereka yang taat dengan perintah Allah yaitu orang yang beriman dan bertakwa. Manakala yang mendapatkan kesesatan adalah mereka yang tidak menjalankan perintah Allah. Kesatuan hati akan membawa manusia kepada yang Allah kehendaki yaitu diberinya kelapangan dada.

Dalil

Q. 6:125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah is sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Hadits. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk diberinya petunjuk maka dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana Allah melapangkan dadanya?". Beliau bersabda, "Cahaya masuk ke dalam hatinya sehingga dia merasa lapang." Sahabat bertanya, "Apakah hal itu ada tandanya?", Beliau bersabda, "Tandanya adalah menghendaki negeri tipuan (dunia), kembali ke negeri keabadian (akhirat) dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian sebelum kematian itu tiba" (HR Ibnu Jarir).

E. Al-Ihyaa' Bit Ma'rifah (Hidup dengan Kejelasan)

Orang yang beriman dan bertakwa serta hatinya terikat satu dalam mencari ridha Allah akan mendapatkan petunjuk dan kejelasan berupa Al Quran. Sebelumnya mereka tidak mengetahui kemudian Allah berikannya ilmu kepada manusia sehingga mereka beriman kepada Allah. Orang yang beriman mendapatkan kehidupannya dengan kejelasan yang nyata. Setelah mati, manusia yang beriman dan bertakwa akan mendapatkan cahaya terang di tengah masyarakat manusia yang berada di kegelapan, sedangkan orang kafir berjalan di dalam kegelapan yang nyata.

Dalil

Q. 6:122. Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Q. 42:52-53. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya katnu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba¬hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

E Al-Imaatah Bisy-Syahaadah (Mati Syahid)

Tujuan hidup orang yang beriman adalah hidup mulia atau coati syahid. Kedua hal ini adalah tjuan yang diharapkannya, bukan materi atau jabatan. Orang yang beriman dan bercinta sesainanya karena iman serta mengamapkan perintah Allah dengan rasa cintanya yang mendalam maka akan Allah berikan kemulian hidup. Allah SWT dalam Al Quran menempatkan orang yang  bertakwa di sisinya sebagai orang yang mulia. Orang yang beriman juga mengharapkan mati syahid dengan cara berjuang di jalan Allah.

Dalil

Q. 3:154. Kemudian setelah kamu berduka cita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?" Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa-apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.

Q. 3:169-170. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Hadits. Dari Masruq, dia berkata, "Kami bertanya kepada Abdullah mengenai ayat ini, "Janganlah sekali-kali kamu menduga prang yang gugur di jalan Allah itu coati. Bahkan, mereka hidup di sisi Tuhan mereka dengan diberi rezeki." Maka Abdullah menjawab, "Sesungguhnya kami pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW dan beliau mengatakan bahwa ruh para syuhada berada dalam tembolok burung hijau yang bersarang di lampu•lampu yang bergantungan di bawah `Arasy. Burung itu berpesiar di surga ke mana pun dia suka, kemudian hinggap pada sarang-sarang itu. Lalu Tuhan memperlihatkan diri-Nya kepada mereka sekejap sambil berfirman, "Apakah kalian menginginkan sesuatu?" Mereka menjawab, "Apalagi yang kami inginkan. Kami telah berpesiar ke surga ke mana saja kami suka" Allah mengajukan pertanyaan sebanyak tiga kali. Tatkala mereka berfikir dirinya harus mengajukan permohonan, mereka pun berkata, Ya Rabbi, kami ingin kiranya engkau mengembalikan ruh kami ke jasadnya sehingga kami dapat berperang di jalanmu sekali lagi" Setelah Allah melihat bahwa hal itu tidak ada kepentingannya bagi mereka, maka Allah membiarkannya"(HR Muslim).

Hadits. Dari Anas RA berkata Rasulullah SAW bersabda, "Tiada seorang pun yang meninggal dan mendapat suatu kebaikan, pada sisi Allah, yang menggembirakannya untuk dikembalikan ke dunia kecuali orang yang mati syahid. Sesungguhnya yang menggembirakannya adalah jika is dikembalikan ke dunia, kemudian berperang sekali lagi. Dia berbuat demikian karena pahala mati syahid itu demikian besar terlihat" (HR Ahmad).

Hadits. Dari Ibnu Abbas RA berkata Rasulullah SAW bersabda, "Tatkala saudara-saudaramu mendapat musibah pada perang Uhud, maka Allah menempatkah ruh mereka dalam tembolok burung hijau. Burung itu mendatangi berbagai sungai surga, memakan buah-buahan surga, dan hersarang pada lampu-lampu gantung yang terbuat dari emas di bawah 'Arasy. Setelah mereka mendapatkan makanan dan minuman yang lezat serta perkataan yang baik, mereka berkata, "Andaikan saudara-saudara kami mengetahui apa yang dilakukan Allah terhadap kami, niscaya mereka bersikap zuhud dalam betjihad dan tidak akan melarikan diri dari medan perang. Allah Azza wa Jalla berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menyampaikan ihwalmu kepada mereka." Kemudian Allah menurunkan ayat, Janganlah sekali-kali kamu menduga orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan, mereka hidup di sisi Tuhan mereka dengan diberi rezeki" (HR Ahmad).

Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ruh para syuhada berada dalam tembolok burung hijau yang bersarang di lampu-lampu yang bergantungan di bawah 'Arasy. Burung itu berpesiar di surga ke mana pun dia suka, kemudian hinggap pada sarang-sarang itu. Lalu Tuhan memperlihatkan diri-Nya kepada mereka sekejap sambil berfirman, "Apakah kalian menginginkan sesuatu?" Mereka menjawab, "Wahai Tuhan kami, apalagi yang kami inginkan, sedangkan Engkau telah memberikan kami sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada seorangpu dari makhluk-Mu. Kemudian Allah mengajukan pertanyaan sebanyak tiga kali. Tatkala mereka berfikir dirinya harus mengajukan permohonan, mereka pun berkata, Ya Rabbi, kami ingin kiranya engkau mengembalikan ruh kami ke jasadnya sehingga kami dapat berperang di jalanmu sekali lagi". Mereka meminta itu, karena pahala mati syahid demikian besar. Maka Allah Yang Maha Agung berfirman, "Sesungguhnya Aku telah menetapkan bahwa mereka tidak akan dikembalikan lagi (ke bumi)" (HR Muslim).

3. Minallaah (Pemberian Allah)

Keseluruhan harapan ini hanya Allah saja yang dapat mengabulkannya. Karunia Allah berupa cinta, diberinya jalan keselamatan, cahaya Islam dan mati syahid adalah balasan bagi orang yang berdakwah dan berjihad. Tidak berjihad, tdak mendapatkan mati syahid. Tidak berdakwah, tidak dapat mengukur peranan musuh-musuh Islam. Harapan akan kejayaan Islam dan balasan dari Allah hanya diperoleh muslim yang bersatu hatinya dan berdakwah.

Ringkasan Dalil

Kesatuan hati (Q 8:63)

·      Bertemu dengan landasan cinta (Q. 2:165)

·      Berjumpa dalam rangka taat (Q. 3:32)

·      Saling bersatu untuk dakwah (Q. 41:33)

·      Saling berjanji untuk berjihad (Hadits, Q. 5:7; 29:2, 6,69)

·      Semuanya ini untuk mengukuhkan ikatan hati sehingga senantiasa dalam harapan

·      Selalu diberikan cinta (Q. 5:54, Hadits)

·      Diberikan bimbingan jalan-jalan keselamatan (Q.5:16, 29:69)

·      Dipenuhi cahaya (Q. 2:257, 24:35-37)

·      Dilapangkan dada (Q. 6:125)

·      Dibangkitkan dengan makrifatullah (Q. 6:122,42:52¬-53)

·      Diwafatkan dalam keadaan syahid (Q. 3:154, 3:169¬170)

·      Keseluruhannya merupakan karunia dari Allah




 

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat