Al-Inqilaab Al-Islami (Perubahan Islami)
Sinopsis
Laa ilaaha illallaah
Muhammad Rasuulullaah mengandung makna inqilab Islami (perubahan Islami). H21 ini Japat dilihat
dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.
Nilai-nilai yang bukan Islam dirubah menjadi nilai-nilai Islam
dengan melakukan perubahan pergerakan secara total, yang kemudian akan menghasilkan kepribadian yang sempurna. Islam yang sempurna akan tegak dan diamalkan dalam kehidupan apabila dilakukan perubahan total hal-i seluruh segi kehidupan.
Kalimat laa ilaaha illallaah Muhammad Rasuulullaah yang tertanam dalam diri dan memotivasi kita untuk beribadah kepada Allah akan menghasilkan ketakwaan kepada
Allah SWT Dengan ketakwaan ini akan
merasakan pengawasan Allah
(muraqabatillah) dan keagunganNya dalam hati, mendorong kita untuk rutin membaca Al Quran dengan tadabbur dan penuh kekhusyukan, berqudwah kepada
Nabi SAW dan mendapatkan keteguhan
serta ketenangan. Buah ketakwaan dari keyakinannya terhadap kalimat laa ilaaha illallaah akan mampu merubah masyarakat baik dari segi keyakinan, ruhani, pemikiran, tingkah laku dan
lainnya.
Tidak disangsikan lagi bahwa kalimat laa ilaaha illallaah Muhammad Rasuulullaah merupakan kalimat
revolusioner yang dapat merubah segala bentuk kehidupan yang jahil. Kalimat tersebut menuntut kita berbuat dengan cara berdakwah kepada masyarakat agar masyarakat berkarakter Islam.
Mereka yang memahami kalimat syahadat akan aktif berdakwah,
tabligh dan jihad. Kalimat syahadat ini mendorong
kita untuk merubah masyarakat dengan memberikan
petunjuk sebagai mubaligh atau dai yang mengajak
ke jalan Allah secara jujur berjuang dan penuh dengan keikhlasan. Hal
ini dilakukannya sehingga melihat umat Islam
dalam keadaan berubah dan mencapai kemenangan atas kebatilan yang ada.
Perubahan-perubahan tersebut tidak akan tercapai apabila
perubahannya tidak mengikuti pola dan metode dakwah
Nabi SAW. Perubahan masyarakat yang dilakukan Nabi SAW adalah perubahan yang bertahap dan sesuai dengan tingkat pemahaman masyarakat. Perubahan yang dilakukan
Nabi melalui suatu jamaah harakah (organisasi pergerakan) dicontohkan
pada adanya perencanaan dan strategi dakwah Nabi SAW dalam merubah masyarakat. Bukti perubahan masyarakat secara total dapat
dilihat dari sejarah perjalanan dakwah
Nabi SAW, yang merubah masyarakat dari kegelapan jahiliyah menjadi
masyarakat yang mendapatkan cahaya Islam.
Oleh karena itu, diperlukan suatu pergerakan yang mengikuti pola Nabi SAW sehingga perubahan total akan terjadi.
Perubahan total secara Islami untuk merubah akidah, ruhiyah (ruhani), fikriyah (pemikiran), suluki (tingkah laku), tsaqafi (pengetahuan), ijtimai
(sosial), siyasi (politik) dan igtisadi (ekonomi) diperlukan tarbiyah Islamiyah yang
sesuai dengan bentuknya
masing-masing. Setidaknya ada tarbiyah i'tiqadiyah,
tarbiyah ruhiyah, tarbiyah
aqliyah, tarbiyah akhlaqiyah,
tarbiyah siyasiyah dan tarbiyah
igtisadiyah yang diamalkan dalam merubah masyarakat secara total.
Tarbiyah i'tiqadiyah (pendidikan akidah) merupakan dasar pendidikan yang kuat untuk merubah masyarakat menjadi baik.
Dengan penanaman akidah akan memberikan suatu wawasan
dan kekebalan terhadap berbagai gangguan keimanan seorang muslim.
Tarbiyah ruhiyah (pendidikan ruhani) berupaya merubah manusia dari sisi ruhani. Dengan pendidikan ruhani akan merubah manusia memiliki mental seorang muslim menjadi kuat, potensi pergerakannya semakin cepat, aktifitasnya semakin meningkat, mampu memikul beban
dan tugas-tugas dakwah
secara baik. Selain menghasilkan perubahan, tarbiyah
ruhiyah akan mendapatkan buah berupa nikmatnya iman, zuhud terhadap dunia dan
pesonanya, ikhlas dalam beramal dan ruhaninya
mempunyai daya yang kuat.
Tarbiyah aqliyah (pendidikan akal) akan membentuk akal umat Islam mampu berfikir ilmiyah, mempunyai pengetahuan, dapat menyerap berbagai teori-teori seperti teori politik, ekonomi dan sosial sehingga akan memunculkan suatu
perubahan. Dengan tarbiyah aqliyah ini akan
menghasilkan akal menjadi sehat, berfungsi baik dan
memiliki daya tangkap yang kuat dan dapat membedakan
pandangan yang haq dan yang batil.
Tarbiyah khuluqiyah (pendidikan akhlak) akan merubah akhlak yang tidak baik
menjadi akhlak yang mulia. Akhlak merupakan
suatu tingkah laku yang muncul, tampil dan dapat
menarik simpati kepada masyarakat. Akhlak merupakan sasaran tembak utama
setelah serangan pemikiran, sehingga terlihat banyaknya
umat Islam yang berakhlak Barat dan berpenampilan bukan
Islam. Tarbiyah
khuluqiyah
ini akan mengembalikan umat Islam untuk berakhlak mulia yang sesuai dengan fitrahnya. Rasulullah SAW
bersabda bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik akhlaknya.
Inqilabul Islami (perubahan secara Islam) berarti perubahan mengikuti minhaj tarbiyah yang disebutkan di atas. Perubahan yang Islami perlu diikuti dengan perubahan yang haraki agar perubahan secara total bisa terpenuhi untuk mencapai kesempurnaan Islam.
l, Laa Ilaaha Illallaah Muhammad Rasuulullaah
Laa ilaaha illaa
Allaah Muhammad Rasuulullaah sebagai dasar perubahan pribadi dan umat. Kalimat ini mempunyai makna
revolusioner yaitu perubahan yang menyeluruh dan mendasar.
Walaupun demikian, Islam menghendaki perubahan
yang bertahap sesuai dengan fitrah Islam dan fitrah manusia.
Kalimat syahadat ini sebagai kalimat perubah yang mengandung aplikasi dan implikasi kehidupan. Hal ini dibuktikan oleh sahabat Nabi. Mereka baru menerima Islam
melalui syahadat, tetapi telah mempunyai tekad mengamalkan Islam.
Laa ilaaha illallaah
Muhammad Rasuulullaah telah terbukti mempunyai makna yang sangat besar. Sehingga Rasulullah
menjadikan syahadat sebagai dasar berlslam, pintu gerbang ke dalam Islam, pembawa kebahagiaan dunia dan akhirat, dan syahadat akan menjauhkan manusia dari neraka. Urgensi syahadat ini sangat besar dan sesuai dengan arti dan makna syahadat yang j uga besar. Hanya Allah sebagai ilah kita dan hanyasebagai uswah kita.
Perubah an yang menyeluruh dan total adalah buah dari memahami secara benar laa ilaaha illallaah Muhammad Rasuulullaah. Kafir Quraiys dan pemuka-pemuka jahiliyah memahami arti dan implikasi kalimat tersebut. Sehingga mereka berani meramalkan bahwa Islam akan menguasai dunia,
kalimat syahadat akan dimusuhi oleh para raja dan orang kafir.
Kalimat laa ilaaha illallaah Muhammad Rasuulullaah menjadi ruh dan inspirasi untuk menggerakkan amal dan ibadah serta merubah pribadi pada semua aspek kehidupan.
2. Al-Inqilaab Al-Islaami (Perubahan
Islami)
·
Al-I'tiqaadi
(Keyakinan)
·
Ar-Ruuh
(Ruhani)
·
Al-Fikri
(Pemikiran)
·
As-Suluuki
(Tingkah
Laku)
·
Ats-Tsagaafi
(Pengetahuan)
·
A1-Ijtimaa'i
(Masyarakat)
·
As-Siyaasi
(Politik)
·
Al-Iqtishaadi
(Ekonomi)
Makna
inqilab Islami adalah perubahan total di dalam berbagai
bidang akidah, ruh/kejiwaan, fikrah/pemikiran, selera/perasaan,
tingkah laku, tsagafah/pengetahuan, masyarakat,
politik dan ekonomi. Perubahan ini diarahkan kepada
nilai-nilai Islam. Praktek berpolitik yang diharapkan
setelah adanya perubahan ini adalah berpolitik dengan
nilai Islam, begitu juga dengan perubahan di bidang
ekonomi diharapkan akan diwarnai dengan nilai-nilai
Islam.
A. Al-I'tiqaadi (Keyakinan)
Perubahan yang terpenting dari segala perubahan adalah
perubahan keyakinan. Memang secara status umat Islam ini beragama Islam, tetapi dari segi keyakinannya sudah banyak yang menyimpang dari keyakinan yang sebenamya. Sebagai contoh penyimpangan keyakinan adalah adanya keyakinan selain manusia yang dapat membantu dan menolongnya, bahkan menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan-tuhan tandingan.
Perubahan Islam dari segi keyakinan adalah menjadikan keyakinan kita kepada Allah saja sehingga ketergantungan kita juga hanya kepada Allah. Apabila perubahan keyakinan ini berhasil maka perubahan yang lainnya akan mullah diikuti.
B. Ar-Ruuhi (Ruhani)
Ruhani juga akan terwarnai dengan nilai Islam sehingga muncul sikap sabar, tenang, tidak cepat marah, tidak emosi yang berlebihan, tidak mudah stress atau frustasi dan mencapai
jiwa yang tenang. Keadaan ruhani demikian hanya
didapat dari mereka yang telah merubah dirinya menjadi muslim secara total.
Perasaan jahiliyah terkadang menguasai diri manusia yang dapat merusak diri sendiri seperti prasangka, sangka buruk dan perasaan yang berlebihan kepada materi atau orang. Hal ini dapat dirubah dengan nilai Islam sehingga diri kita tidak diatur dan dikendalikan oleh materi tetapi dikendalikan langsung oleh Pencipta manusia yaitu Allah SWT
C. Al-Fikri (Pemikiran)
Begitu juga dengan pemikiran manusia yang terkadang salah
dengan mengikuti cara berfikir yang berdasarkan asumsi dan prasangka yang akhirnya mengakibatkan kesesatan. Islam mengantarkan pemikiran manusia
ke arah yang benar karena didasarkan
kepada kepastian dan dasar yang jelas, yang berasal dari Penciptanya.
D. As-Suluuki (Tingkah Laku)
Tingkah laku yang telah dirubah dengan nilai syahadatain akan menjadi tingkah laku yang mulia. Mereka menjadikan Islam sebagai rujukan tingkah lakunya, tidak lagi mengamalkan tingkah laku kemunkaran yang dimurkai Allah dan tingkah laku yang merugikan dirinya sendiri. Islam
mengangkat tingkah laku manusia menjadi mulia dan
dihargai oleh masyarakat.
E. Ats-Tsaqaafi (Pengetahuan)
Pengetahuan tersebar dimana-mana, namun demikian tidak semua pengetahuan tersebut dapat membawa kebaikan bagi manusia. Khususnya ilmu sosial yang berlandaskan kepada teori dan asumsi yang tidak pasti tetapi
dugaan-dugaan, biasanya hal ini akan membawa hasil
kepada ketidakpastian. Kita juga dilarang meyakini dan mengamalkan pengetahuan
yang tidak jelas. Biasanya ilmu eksak bersifat
pasti dan mengikuti sunatullah sehingga ilmu eksak
dapat diamalkan.
Pengetahuan bagi manusia sangat diperlukan, namun demikian perlu dipisahkan mana ilmu yang akan diamalkan dan mana pula ilmu yang hanya sebagai bacaan atau wawasan saja. Dengan perubahan yang Islami, maka_ pengetahuan
yang akan diamalkan akan diseleksi terlebih dulu
sehingga tidak menjadi sesat dalam pengamalannya.
F Al-Ijtimaa'i (Masyarakat)Masyarakat yang telah berubah menjadi masyarakat Islam
adalah
masyarakat yang menegakkan nilai Islam dalam hidupnya
sehingga kalimat syahadatain diamalkan. Tidak ada kejahatan dan
perbuatan maksiat yang bisa merusak masyarakat, tetapi tumbuh tingkah laku yang
mulia dan akhlak yang terpuji sehingga masyarakat hidup dengan damai dan
toleransi terhadap perbedaan suku atau
G.
As-Siyaasi (Politik)
Manakala dengan politik Islam tidak lagi muncul kebiasaan memfitnah,
berbohong dan tingkah laku manipulasi yang biasa diamalkan oleh para politisi.
H. Al-Iqtishaadi (Ekonomi)
Ekonomi Islam yang telah dicapai dari perubahan ini tidak lagi
membenarkan praktek riba atau praktek ekonomi yang akan merugikan masyarakat. Tata cara Islam digunakan dalam berbisnis dengan administrasi yang jelas.
Dalil
· Q. 18: 110. Katakanlah sesungguhnya aku
ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang
diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu
itu adalah Tuhan Yang Esa (Allah). Barangsiapa
mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah
is mengerjakan amal yang saleh dan janganlah is mempersekutukan
seseorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.
·
Q.
47: 19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.
·
Sirah
Nabawiyah
3.
Al-Inqilaab Al-Haraki (Perubahan Pergerakan) - Kaafah Al-Islaam (Semua Aspek Islam)
Perubahan Islam
melalui pemahaman dan amalan syahadat akan
membawa manusia ke dalam perubahan yang menyeluruh di dalam seluruh
kehidupan. Inqilab Islam akan membawa
kepada perubahan menyeluruh menuju pada Islam yang kaafah. Islam yang kaafah
seperti yang dikehendaki Allah SWT.
Memasuki Islam secara menyeluruh
berarti siap berhadapan dengan langkah syaitan.
Langkah syaitan yang sistematik dengan hizb (golongan)nya senantiasa membawa kepada kejahiliyahan dan menjauhkan diri dari Islam kaafah. Islam
kaafah berarti menerima semua aturan
Islam dan mengamalkan Islam ke dalam
kehidupannya.
Dalil
· Q. 2:208. Hai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan
janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya
syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Ringkasan
·
Laa ilaaha illallaah Muhammad Rasuulullaah
·
Makna
inqilab Islami adalah perubahan total secara Islami
di dalam berbagai bidang
· Bidang akidah
· Ruh/kejiwaan
· Fikrah/pemikiran
· Selera/perasaan
· Tingkah laku
· Tsaqafah/pengetahuan
· Masyarakat
· Politik
·
Ekonomi
·
Semuanya
membawa pada perubahan menyeluruh dalam gerakan
· Menuju pada Islam yang kafah (Q. 2:208)

Comments
Post a Comment