Rotary dan Lion Club

ROTARY

Definisi

Rotary adalah sebuah perkumpulan (*) berhaluan Masonik-Yahudi yang menghimpun para pengusaha dan praktisi profesi bebas. Perkumpulan ini menampilkan citra bergerak di bidang kemanusiaan demi mempererat hubungan antarmanusia, mendorong standar moralitas yang tinggi dalam kehidupan profesional, serta memperkuat ikatan niat tulus dan perdamaian di dunia.

Kata Rotary berasal dari bahasa Inggris yang berarti "perputaran" atau "bergantian". Nama ini dipilih karena pada awal berdirinya, pertemuan-pertemuan rutin diadakan di rumah atau kantor para anggotanya secara bergantian (berputar), dan hingga kini kepemimpinannya pun bergantian di antara para anggota.

Klub-klub Rotary memilih lambang khas berupa roda bergigi berbentuk gir dengan 24 gigi berkombinasi warna emas dan biru. Di dalam lingkar roda bergigi tersebut, terdapat enam titik berwarna emas. Setiap dua titik yang saling berhadapan membentuk garis tengah (diameter) di dalam lingkaran gir, sehingga menghasilkan tiga garis tengah yang saling berpotongan di titik pusat. Ketika titik awal dari setiap garis tengah dihubungkan dengan ujung dua garis tengah lainnya, terbentuklah lambang Bintang Enam (Bintang Daud) yang diapit oleh kata "Rotary" dan "International" dalam bahasa Inggris.

Adapun warna emas dan biru merupakan warna-warna suci umat Yahudi yang biasa mereka gunakan untuk menghiasi langit-langit biara, tempat ibadah (haikal), serta markas-markas (mahfal) Masonik mereka. Pada hari ini, kedua warna tersebut juga menjadi warna bendera European Economic Community (Masyarakat Ekonomi Eropa).

Pendirian dan Tokoh-Tokoh Utama

Pada tanggal 23 Februari 1905 M, seorang pengacara bernama Paul Harris mendirikan klub Rotary pertama di kota Chicago, negara bagian Illinois. Pendirian ini terwujud setelah tiga tahun Paul Harris menyebarkan gagasannya yang berhasil meyakinkan beberapa orang. Silvester Schiele (seorang pedagang batu bara), Gustavus Loehr (seorang insinyur pertambangan/logam), dan Hiram Shorey (seorang pedagang penjahit/konveksi), bersama Paul Harris (pengacara), dianggap sebagai para pendiri gerakan Rotary sekaligus peletak dasar-dasar pemikirannya melalui pertemuan-pertemuan berkala.

Pertemuan pertama mereka diadakan di lokasi yang sama dengan tempat yang di kemudian hari dibangun menjadi markas Klub Rotary Chicago 177 saat ini. Pada masa-masa awal, Paul Harris enggan menjabat sebagai ketua klub; ia menyerahkan kepemimpinan kepada salah seorang rekannya, yaitu Silvester Schiele. Paul baru bersedia menerima jabatan ketua klub pada tahun 1908 M.

Tiga tahun kemudian, bergabunglah seorang pria bernama Chesley R. Perry yang mengembangkan gerakan ini dengan sangat cepat. Ia menjabat sebagai sekretaris organisasi hingga mengundurkan diri pada tahun 1942 M.

Paul Harris (sang pendiri) wafat pada tahun 1947 M setelah gerakan ini meluas ke 80 negara, serta memiliki 6.800 klub dengan jumlah anggota mencapai 327.000 orang.

Gerakan (*) ini merambah ke Dublin, Irlandia, pada tahun 1911 M, kemudian meluas ke Inggris berkat keaktifan seseorang bernama Mr. Morrow, yang memperoleh komisi dari setiap anggota baru yang berhasil direkrut.

Klub Rotary didirikan di Madrid pada tahun 1921 M, namun kemudian ditutup dan tidak diizinkan untuk beraktivitas kembali di seluruh wilayah Spanyol dan Swedia.

Rotary Internasional tidak mencantumkan nama Palestina dalam catatannya, melainkan secara terang-terangan menyebut nama Israel. Sebagaimana diketahui, Mesir dan Palestina merupakan dua negara pertama di dunia Arab dan Islam yang menjadi tempat berdirinya klub Rotary pertama, yaitu pada tahun 1929 M (Klub Rotary Kairo pada 2 Januari 1929 M, dan Klub Yerusalem/Urusyalim juga pada tahun 1929 M). Kedua negara ini juga memiliki jumlah klub terbanyak (Mesir lebih dari 20 klub, dan Palestina lebih dari 40 klub).

Sejarah Rotary di dunia Arab berkaitan erat dengan tiga fenomena:

  1. Berhubungan erat dengan kolonialisme Barat dalam hal pembentukan dan mayoritas anggotanya.
  2. Berhubungan erat dengan kalangan aristokrat (bangsawan), serta para pemilik pengaruh dan kekayaan.
  3. Berhubungan erat dengan aktivitas menyeluruh yang mencakup seluruh dunia Arab, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pada dekade 1930-an, cabang-cabang Rotary didirikan di Aljazair dan Maroko di bawah naungan kolonialisme Prancis.

Di Tripoli Barat (Libya) terdapat cabang Rotary, dan di antara anggota dewan pengurusnya adalah Mr. John Robinson dan Mr. Font Craig.

Yaakov Bar-Zeev, Ketua Klub Rotary di Israel pada tahun 1974 M, meninggalkan Israel pada 14 Maret 1974 M menuju kota Taormina di Sisilia untuk menghadiri konferensi yang diselenggarakan oleh Klub Rotary Italia. Ia mengklaim bahwa konferensi tersebut merupakan konferensi Arab-Israel karena dihadiri oleh delegasi dari sejumlah negara Arab bersama delegasi Israel.

Pembicara pertama dalam konferensi tersebut adalah Mokhtar Aziz, perwakilan dari Klub Rotary Tunisia, yang kemudian disusul oleh pembicara berikutnya, Yaakov Bar-Zeev (seorang Yahudi).

Pemikiran dan Keyakinan

  • Agama () tidak dianggap sebagai persoalan yang bernilai, baik dalam pemilihan anggota maupun dalam hubungan antaranggota, serta tidak ada pertimbangan apa pun terhadap masalah tanah air (kebangsaan). Rotary mengklaim bahwa dirinya tidak berkecimpung dalam urusan agama atau politik, dan tidak berhak memberikan pendapat dalam masalah umum apa pun yang sedang diperdebatkan ().
  • Klub-klub Rotary doktrinalkan kepada para anggotanya daftar agama-agama yang diakui oleh mereka secara sejajar, yang disusun berdasarkan urutan abjad: Buddha, Kristen (*), Konfusianisme, Hindu, Yahudi, Muhammadanisme (Islam)... dan di akhir daftar terdapat Taoisme.
  • Pengabaian terhadap faktor agama memberikan perlindungan bagi kaum Yahudi dan memudahkan infiltrasi mereka ke dalam seluruh lini kehidupan. Hal ini terlihat jelas dari keharusan adanya sekurang-kurangnya satu atau dua orang Yahudi di setiap klub.
  • Kegiatan bakti sosial menurut mereka harus dilakukan tanpa mengharapkan balasan materi maupun moral. Hal ini bertentangan dengan konsep keagamaan yang mengaitkan amal sukarela dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda di sisi Allah.
  • Mereka mengadakan pertemuan mingguan, dan setiap anggota diwajibkan memenuhi tingkat kehadiran minimal 60% per tahun.
  • Pintu keanggotaan tidak terbuka untuk semua orang, melainkan seseorang harus menunggu undangan dari pihak klub untuk bergabung berdasarkan prinsip seleksi (pilihan).
  • Pengklasifikasian anggota didasarkan pada profesi utama, dan klasifikasi mereka mencakup 77 bidang profesi.
  • Para buruh/pekerja kasar diharamkan dari keanggotaan klub; tidak ada yang dipilih kecuali mereka yang memiliki kedudukan/posisi tinggi.
  • Mereka menjaga keseimbangan tingkat usia para anggota dan berupaya menyuntikkan darah baru ke dalam organisasi dengan merekrut pria-pria yang berada di usia produktif/muda.
  • Disyaratkan hanya ada satu orang perwakilan dari setiap bidang profesi. Aturan ini dapat dilanggar dengan tujuan untuk memasukkan anggota yang diinginkan atau menyingkirkan anggota yang tidak disukai. Ayat (paragraf) ketiga dari Pasal 4 Anggaran Dasar Rotary Internasional menyatakan sebagai berikut:

"Tidak diperbolehkan menerima lebih dari satu anggota aktif untuk satu jenis klasifikasi usaha atau profesi, mengecualikan klasifikasi agama, media massa, dan korps diplomatik, dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Rumah Tangga mengenai anggota aktif tambahan."

  • Disyaratkan dalam dewan pengurus setiap klub harus ada satu atau dua orang mantan ketua klub (yaitu para pewaris 'rahasia Rotary' yang diwariskan turun-temurun dari Paul Harris).

Charles Marden, yang pernah menjadi anggota selama tiga tahun di salah satu klub Rotary, melakukan penelitian ilmiah tentang Rotary dan menyimpulkan beberapa fakta:

  • Di antara setiap 421 anggota di klub-klub Rotary, terdapat 159 anggota yang juga terikat dengan Freemasonry, dengan kesimpulan bahwa loyalitas kepada Freemasonry didahulukan di atas loyalitas kepada klub.
  • Dalam beberapa kasus, keanggotaan Rotary dibatasi hanya untuk kalangan Mason (anggota Freemasonry) saja, sebagaimana yang terjadi di Edinburgh, Inggris, pada tahun 1921 M.
  • Disebutkan dalam instruksi markas Nantes di Prancis pada tahun 1881 M sebagai berikut: "Apabila kaum Mason mendirikan suatu perkumpulan bersama pihak lain, maka mereka tidak boleh menyerahkan kepemimpinannya kepada orang di luar mereka. Para pengurus di jajaran pimpinan harus berada di tangan kaum Mason dan harus berjalan di bawah naungan arahan prinsip-prinsip Freemasonry."
  • Klub-klub Rotary memperoleh popularitas yang besar dan aktivitasnya semakin kuat ketika gerakan Freemasonry melemah atau meredup. Hal itu terjadi karena kaum Mason memindahkan aktivitas mereka ke Rotary sampai tekanan-tekanan tersebut hilang, lalu mereka kembali ke keadaan semula.
  • Rotary didirikan pada tahun 1905 M, yaitu pada periode maraknya aktivitas Freemasonry di Amerika.
  • Terdapat sejumlah klub yang memiliki kesamaan pemikiran dan metode dengan Rotary, yaitu: Lions, Kiwanis, Exchange, Round Table, PEN, B'nai B'rith (Anak-Anak Perjanjian). Organisasi-organisasi ini bergerak dengan pola dan tujuan yang sama dengan sedikit modifikasi, guna memperbanyak sarana dalam menyebarkan pemikiran serta merekrut para pendukung dan simpatisan.
  • Di antara klub-klub ini terdapat tradisi saling mengunjungi, dan di beberapa kota terdapat Dewan Ketua Klub-Klub untuk mengoordinasikan kegiatan di antara mereka.

Akar Pemikiran dan Doktrin

Terdapat kesesuaian yang sangat sempurna antara Freemasonry dan Rotary dalam masalah agama (*), tanah air, dan politik, serta dalam adopsi mereka terhadap prinsip "seleksi/pilihan" (ikhtiyar). Seorang calon anggota tidak bisa mengajukan dirinya sendiri untuk bergabung, melainkan harus menunggu sampai dikirimkan kartu undangan keanggotaan kepadanya.

Nilai-nilai dan semangat yang membentuk kepribadian individu di dalam Freemasonry dan Rotary adalah sama, seperti gagasan kesetaraan, persaudaraan, nilai kemanusiaan, dan kerja sama global. Ini merupakan semangat yang berbahaya yang bertujuan untuk mengikis perbedaan antar-bangsa dan menghancurkan segala bentuk loyalitas (ikatan), sehingga manusia menjadi individu-individu yang tersesat dan kehilangan arah, serta tidak ada lagi kekuatan yang solid dan padu selain kaum Yahudi yang menghendaki penguasaan atas dunia.

Rotary dan klub-klub sejenisnya bergerak dalam koridor rencana-rencana Yahudi melalui dominasi kaum Mason atas klub-klub tersebut. Kaum Mason sendiri terikat dengan Yahudi Internasional secara teoritis maupun praktis, sehingga aset dan seluruh aktivitas organisasi-organisasi ini pada akhirnya bermuara untuk kepentingan kaum Yahudi.

Freemasonry berbeda dengan Rotary dalam hal kepemimpinan dan puncak pimpinannya yang bersifat rahasia/tidak dikenal. Sebaliknya, Rotary dapat diketahui asal-usul dan para pendirinya. Namun demikian, tidak diperbolehkan mendirikan cabang Rotary apa pun kecuali dengan persetujuan/legalisasi dari kepemimpinan organisasi internasional dan di bawah pengawasan kantor kepengurusan sebelumnya.

Rotary berpura-pura melakukan aksi kemanusiaan demi mempererat hubungan antarkelompok/golongan, serta berpura-pura membatasi aktivitasnya hanya pada isu-isu sosial dan kebudayaan. Mereka mewujudkan tujuan-tujuannya melalui resepsi berkala, ceramah, dan seminar yang menyerukan pendekatan antar-agama (at-taqorrub bainal adyan) dan penghapusan perbedaan mazhab/agama.

Adapun tujuan hakikinya adalah agar kaum Yahudi dapat berbaur dengan bangsa-bangsa lain atas nama keakraban dan persaudaraan. Melalui cara tersebut, mereka dapat mengumpulkan informasi yang membantu mewujudkan tujuan-tujuan ekonomi dan politik mereka, serta membantu menyebarkan tradisi-tradisi tertentu yang memicu dekadensi moral/sosial. Hal ini semakin terbukti jelas jika kita mengetahui bahwa keanggotaan Rotary hanya diberikan kepada tokoh-tokoh terkemuka dan berpengaruh dalam masyarakat.

Penyebaran dan Wilayah Pengaruh

Klub-klub Rotary dimulai di Amerika pada tahun 1905 M, kemudian berpindah ke Inggris dan sejumlah negara Eropa. Cabang utamanya berada di London, Zurich, dan Paris. Kepemimpinan setiap wilayah (distrik) Rotary di seluruh dunia terhubung langsung dengan Kantor Pusat di Evanston melalui perwakilan internasionalnya di cabang-cabang utama. Kini, klub-klub Rotary telah menjangkau 157 negara di dunia.

Distrik 245 mencakup Mesir, Sudan, Lebanon, Yordania, Bahrain, dan Siprus. Organisasi ini juga memiliki lebih dari 40 cabang di Israel, serta memiliki klub di sejumlah negara Arab seperti Mesir (lebih dari 23 klub), Yordania (2 klub), Tunisia, Aljazair, Libya, dan Maroko (13 klub), serta Lebanon (5 klub). Kota Beirut dianggap sebagai pusat asosiasi-asosiasi Rotary untuk wilayah Timur Tengah.

Dari paparan di atas, menjadi jelas bahwa: Para anggota Rotary bertujuan untuk mengikis identitas budaya dan agama yang khas, guna menciptakan satu lingkungan tunggal yang didominasi oleh pemikiran dan prinsip-prinsip Rotary yang menyerap konsep-konsepnya dari gerakan Freemasonry Internasional. Organisasi ini menjadikan genta (lonceng) dan palu sebagai lambangnya. Organisasi ini juga menggunakan nama-nama lain sebagai wadah pergerakannya, seperti: Komite Inner Wheel yang diperuntukkan bagi kaum wanita (Mesir dan Yordania membentuk satu wilayah Inner Wheel dengan nomor 95), Komite Rotaract, dan Komite Interact.

Klub-klub ini merupakan bahaya yang sangat nyata (khathar dahim) bagi Islam dan umat Islam karena mereka menampilkan citra bergerak di bidang kemanusiaan, padahal pada hakikatnya mereka adalah alat penghancur bagi jiwa/semangat keislaman dan bergerak dalam koridor rencana-rencana Yahudi Internasional.

Konferensi Islam Internasional untuk Organisasi-Organisasi Islam yang diselenggarakan di Makkah Al-Mukarramah pada tahun 1394 H / 1974 M telah mengeluarkan keputusan ke-11 khusus mengenai Freemasonry, Klub Rotary, Klub Lions, Gerakan Moral Re-Armament (Persenjataan Moral), dan Ikhwan al-Hurriyyah (Brothers of Freedom), yang menyatakan bahwa:

  1. Setiap muslim wajib keluar dari organisasi-organisasi tersebut seketika itu juga. Negara-negara Islam wajib melarang aktivitasnya di dalam negeri mereka, serta menutup markas-markas dan sarang-sarang mereka.
  2. Dilarang mempekerjakan setiap orang yang menjadi anggotanya dan wajib memboikotnya secara total.
  3. Diharamkan memilih seorang muslim yang menjadi anggotanya untuk tugas/kebijakan Islam apa pun.
  4. Membongkar kedoknya melalui buku-buku saku dan pamflet yang dijual sebesar harga pokok.

Demikian pula Lembaga Fikih Islam (Al-Majma' al-Fiqhi) dalam sidang pertamanya menegaskan bahwa Freemasonry beserta organisasi-organisasi cabang darinya seperti Lions dan Rotary bertentangan secara total dengan kaidah-kaidah Islam dan meruntuhkannya secara menyeluruh.

Referensi untuk Pendalaman (Maraji' lit-Tawassu')

  • Al-Masuniyyah fil-'Ara', Dr. Syekh Muhammad Ali Az-Zu'bi.
  • Asrar al-Masuniyyah, Jawad Rifat Atilhan.
  • Freemasonry: A Critical Study (dalam bahasa Inggris), Misbahul Islam Faruqi.
  • Khathar al-Yahudiyyah al-'Alamiyyah 'alal-Islam wal-Masihiyyah, Abdullah At-Tall.
  • Judzur al-Bala', Abdullah At-Tall.
  • Artikel dalam majalah Anwar al-Ahad, edisi 4627, 23 September 1973 M.
  • Artikel dalam majalah Al-Fikr al-Islami (Beirut), edisi I, Dzulhijjah 1393 H / Januari 1974 M.
  • Surat kabar Al-Qabas Kuwait, 14 Maret 1974 M.
  • Suplemen surat kabar Al-'Alam Libya, Agustus 1969 M.
  • Majalah Filastin, Oktober 1969 M.
  • Haqiqah Andiyah ar-Rotary, dari risalah-risalah Jam'iyyah al-Ishlah al-Ijtima'i di Kuwait.
  • Dirasah 'an Andiyah ar-Rotary al-Masuniyyah, karya Abu Islam Ahmad Abdullah.
  • At-Thabur al-Khamis, karya Abu Islam Ahmad Abdullah.
  • Al-Masuniyyah fil-Manthiqah (245), karya Abu Islam Ahmad Abdullah.
  • Syarkh fi Jidar ar-Rotary, karya Abu Islam Ahmad Abdullah.
  • La Ya Syaikhal-Azhar - Al-Fatawa asy-Syar'iyyah fi Andiyah Rotary wa Lions al-Masuniyyah, karya Abu Islam Ahmad Abdullah.
  • Al-Masuniyyah al-'Alamiyyah fi Mizan al-Islam, Dr. Abdullah Samak.
  • Majalah-majalah Rotary (Distrik 245) dan terbitan berkala klub-klub di Mesir, Sudan, dan lainnya.
  • Al-Yahudiyyah, Dr. Ahmad Syalabi.
  • Surat kabar Al-Ahram, 2 Juni 1980 M dan 27 April 1980 M.
  • Majalah Al-Jil, 10 Juni 1963 M.
  • Aturan-Aturan Internasional Rotary beserta Peraturan Rumah Tangga Regional dan Lokalnya.
  • Anggaran Dasar Freemasonry.
  • Konstitusi Masonik.
  • Ar-Rotary fi Qafash al-Ittiham, Abu Islam Ahmad Abdullah.
  • Encyclopædia Britannica, Jilid 19.
  • Kamus Klub-Klub Rotary.
  • Mausu'at al-Mawrid, Munir Al-Ba'labakki.
  • Haqiqah ar-Rotary fi Mishr, Abu Islam Ahmad Abdullah.
  • Syahadat Rotary-yyah, Husain Umar Hamadah.
  • Majalah Rose al-Youssef, edisi 1921 M.

Referensi Asing

  • ROTARY AND ITS BROTHERS, Charles F. Marden (Princeton University Press-1963).
  • TOWARDS MY NEIGHBOUR, G.R.H. Nitt.
  • MY ROAD TO ROTARY, Paul P. Harris.
  • ROTARY SERVICE.
  • SERVICE IN LIFE AND WORK.

Catatan Penjelas / Istilah Ilmiah [...]

  1. [*] Tanda Bintang pada Teks Asli: Menunjukkan catatan kaki atau kata kunci dalam naskah asal ensiklopedia ini yang merujuk pada entitas atau konsep yang dibahas secara terpisah di bab lain.
  2. [At-Taqorrub bainal Adyan]: Gerakan Sinkretisme atau "Penyeragaman/Pendekatan Antar-Agama" yang mengasumsikan semua agama adalah sama dan bertujuan untuk melebur perbedaan syariat agama-agama khusus, yang dalam tinjauan Fikih/Akidah dianggap mengikis akidah Al-Wala' wal-Bara'.
  3. [Al-Majma' al-Fiqhi]: Lembaga Kajian Hukum Islam Internasional (Lembaga Fikih) di bawah naungan Rabithah al-'Alam al-Islami (Liga Dunia Islam) yang berwenang menetapkan fatwa-fatwa kontemporer kolektif.

 

 

LIONS

Definisi

Lions adalah sekelompok klub yang secara lahiriah berkarakter sosial kemanusiaan (sosial-charity). Namun pada hakikatnya, klub ini tidak lain merupakan salah satu organisasi internasional yang berada di bawah naungan gerakan Masonik (Freemasonry). Organisasi ini dikendalikan oleh dalang/tangan-tangan Yahudi dengan tujuan untuk merusak dunia dan mengukuhkan kekuasaan atasnya.

Pendirian dan Tokoh-Tokoh Utama

  • Pada musim panas tahun 1915 M, pendiri klub-klub ini, Melvin Jones, mencetuskan gagasan untuk mendirikan klub-klub yang menghimpun para pebisnis dari berbagai penjuru Amerika Serikat. Klub pertama jenis ini didirikan di kota San Antonio, Texas.
  • Pada bulan Mei 1917 M, Organisasi Internasional Klub-Klub Lions (International Association of Lions Clubs) resmi berdiri. Organisasi ini menyelenggarakan pertemuan pertamanya di Chicago, tempat di mana klub Rotary tertua berada.
  • Sebagian peneliti berpendapat bahwa klub ini berafiliasi dengan klub-klub B'nai B'rith (Anak-Anak Perjanjian) yang didirikan pada tanggal 13 Oktober 1834 M di kota New York.
  • Secara umum, seluruh klub ini—dengan satu dan lain cara—berada di bawah naungan organisasi Para Pembangun yang Merdeka (Freemasons).
  • Klub Lions didirikan untuk menjadi alternatif pengganti bagi klub-klub sebelumnya apabila klub-klub terdahulu itu terbongkar kedoknya atau mendapat penekanan/penindasan, mengingat Lions menampilkan citra sosial, reformis, dan karitatif (sosial-kemanusiaan).

Pemikiran dan Keyakinan

  • Nama mereka (Lions) yang berarti "Singa-Singa" merupakan simbol dari kekuatan dan keberanian. Setiap huruf dalam kata tersebut dalam bahasa Inggris (Lions) melambangkan makna tersendiri di kalangan mereka.
  • Sebagaimana klub-klub Masonik lainnya, organisasi ini melarang perdebatan dalam urusan politik dan akidah/keagamaan.
  • Organisasi ini berpura-pura/menampilkan diri beraktivitas dalam bidang-bidang berikut:
    • Menyerukan persaudaraan, kebebasan (*), dan persamaan derajat.
    • Pelayanan ilmiah dan kebudayaan.
    • Mendorong pertukaran kunjungan, perjalanan, dan pertemuan-pertemuan.
    • Menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan kerja sama antarbangsa.
    • Mengembangkan semangat persahabatan antarindividu tanpa memandang ikatan akidah/keagamaan.
    • Menaruh perhatian pada kesejahteraan sosial.
    • Upaya menyebarkan pengetahuan melalui segala sarana yang memungkinkan.
    • Membantu penyandang tunanetra dan pelayanan-pelayanan sosial lainnya.
    • Meringankan beban dan kesulitan hidup sehari-hari bagi para warga masyarakat.
    • Memberikan pelayanan kepada lingkungan lokal.
    • Mengadakan perlombaan/kompetisi hiburan serta mendorong pertemuan, pertukaran kunjungan, dan perjalanan.
    • Mendukung proyek-proyek kebajikan.
    • Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (*).

Keanggotaan

  • Syarat-syarat keanggotaan dalam klub-klub ini tidak jauh berbeda dari syarat-syarat keanggotaan pada klub-klub Masonik dan Rotary.
  • Namun, klub ini memiliki keistimewaan yang membedakannya dari klub-klub Masonik, yaitu diperbolehkannya satu jenis profesi diwakili oleh lebih dari dua orang anggota.
  • Seseorang tidak dapat mengajukan permohonan keanggotaan secara mandiri; melainkan pihak klublah yang mencalonkan dan menawarkan keanggotaan kepadanya jika mereka melihat adanya maslahat/keuntungan bagi organisasi.
  • Disyaratkan bahwa calon anggota harus termasuk pebisnis yang sukses.
  • Disyaratkan bahwa tempat kerja anggota berada di wilayah yang sama dengan keberadaan klub tersebut.
  • Setiap anggota diwajibkan memenuhi tingkat kehadiran dalam pertemuan mingguan tidak kurang dari 60% setiap tahunnya.
  • Mereka melarang keras masuknya orang-orang yang berpegang teguh pada ideologi/akidah dan orang-orang yang memiliki semangat nasionalisme yang sangat kuat.
  • Mereka menarik minat para pemuda dan pemudi demi menjaga batas usia seserius mungkin pada rentang usia muda, guna mempertahankan vitalitas klub secara berkelanjutan, di samping kemudahan dalam memberikan pengaruh.
  • Mereka menarik minat para wanita dari kalangan istri para pejabat tinggi, serta menyerahkan tugas untuk menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh besar kepada mereka. Mereka memiliki klub-klub khusus wanita yang dinamakan Klub Ibu-Ibu/Wanita Lions (Lionsess Clubs).

Struktur Organisasi

  • Klub-klub Lions memiliki kesamaan dengan klub-klub Rotary dalam hal penerapan sistem semi-geografis, yang membagi dunia menjadi beberapa kelompok (blok) berdasarkan tingkat kepadatan penyebaran klub. Setiap kelompok memiliki nomor khusus. Satu kelompok terdiri dari satu negara atau beberapa negara, yang disebut dengan istilah Wilayah atau Distrik (District) ber-nomor. Kepemimpinan setiap wilayah di seluruh dunia terhubung langsung dengan Pusat Umum. Negara-negara Arab terletak di Distrik/Wilayah 352.
  • Setiap klub terdiri dari:
    • Ketua (President).
    • Satu atau lebih Wakil Ketua (Vice President).
    • Sekretaris dan Bendahara.
    • Dewan Direksi (Board of Directors) yang terdiri dari 12 anggota, dengan ketentuan harus ada satu atau dua orang mantan ketua klub di antara mereka. Hal ini bertujuan untuk menggenggam kendali dewan secara erat agar tidak menyimpang ke jalur mana pun yang tidak diinginkan oleh organisasi.
    • Berbagai komite yang dibentuk oleh Dewan Direksi untuk mencakup berbagai sistem/bidang yang berbeda.

Bahaya Klub-Klub Ini

  • Aktivitas-aktivitas sosial-kemanusiaan yang tampak di permukaan merupakan jebakan/perangkap yang menyembunyikan tujuan-tujuan mereka yang sebenarnya di baliknya.
  • Mereka bercirikan perencanaan yang sangat matang dan bekerja berdasarkan asas kerahasiaan dalam mengumpulkan informasi.
  • Mereka mengenali rahasia-rahasia berbagai profesi melalui pertemuan-pertemuan mereka, yang memberi mereka kemampuan untuk mengendalikan pasar lokal serta membantu mereka untuk mencampuri urusan perekonomian negara.
  • Mereka mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan urusan politik dan keagamaan dari negara tempat mereka beroperasi, lalu mengirimkannya ke pusat organisasi internasional. Pusat internasional inilah yang bertugas menganalisisnya dan menyusun rencana-rencana yang diperlukan dan sesuai untuk menghadapinya.
  • Mereka membagi wilayah tempat mereka bekerja, dan selanjutnya setiap bagian harus mencakup sektor yang terkait dengannya melalui aktivitasnya.
  • Terdapat kerahasiaan/samarnya rahasia, sumber daya, dan sarana-sarana mereka yang sangat pekat.
  • Dewan direksi wilayah-wilayah Lions menerapkan prosedur keamanan yang sangat ketat di sekeliling mereka.
  • Mereka selalu mengulang-ulang jargon: "Agama () milik Allah, dan Tanah Air milik bersama."*
  • Islam di mata mereka berada pada kedudukan yang sejajar dengan agama-agama lain, baik agama samawi (wahyu) maupun agama buatan manusia; ini dari segi lahiriah. Adapun hakikat sebenarnya, mereka membuat tipu daya terhadap Islam jauh lebih besar daripada yang mereka lakukan terhadap agama selainnya.
  • Dalam seruan-seruan dan ceramah-ceramah mereka, mereka berfokus untuk menonjolkan kedudukan tertentu bagi Israel dan rakyatnya, serta menanamkan pemikiran-pemikiran Zionis ke dalam benak para anggotanya.
  • Mereka pernah menyelenggarakan kursus/pelatihan di klub-klub Lions Heliopolis (Misr al-Jadidah) di Kairo untuk membahas tentang perjanjian damai antara Mesir dan Israel.
  • Mereka menyelenggarakan pesta-pesta campur baur pria-wanita yang melampaui batas dan diiringi tarian di bawah slogan "Pesta Amal/Kemanusiaan".
  • Majelis Fikih Islam (Al-Majma' al-Fiqhi) pada sidang pertamanya yang diselenggarakan di Makkah al-Mukarramah pada tanggal 10 Ramadan 1398 H telah mengeluarkan keputusan yang menjelaskan bahwa prinsip-prinsip gerakan-gerakan (*) Masonik, Lions, dan Rotary bertentangan secara total dengan prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum Islam.

Akar Pemikiran dan Akidah

  • Klub-klub Lions tidak keluar dari lingkaran Masonik yang menjadi induknya; maka akar-akarnya adalah sama.
  • Organisasi ini menyerukan gagasan ikatan kemanusiaan (universal human brotherhood) dan penghapusan sekat-sekat di antara sesama manusia.
  • Organisasi ini mengambil esensi/hakikatnya yang sebenarnya dari pemikiran Zionisme.

Penyebaran dan Wilayah Pengaruh

  • Organisasi ini memiliki klub-klub di Amerika, Eropa, dan di banyak negara di dunia.
  • Klub-klub Lions mengklaim pada awal tahun 1970 M bahwa jumlah anggota mereka melebihi 934.000 anggota yang tersebar di 146 negara.
  • Pusat utamanya saat ini berada di Oak Brook, negara bagian Illinois, Amerika Serikat.
  • Klub-klub Lions dan Rotary bergerak aktif di Mesir setelah ditandatanganinya perjanjian damai dengan Israel.
  • Organisasi ini menjadikan hotel-hotel megah sebagai markasnya, seperti Hotel Al-Salam di Heliopolis (Misr al-Jadidah), Hotel Hilton, Shepherd, dan Sheraton.
  • Organisasi ini menyediakan dana dalam jumlah sangat besar sebagai hadiah-hadiah yang diberikan selama pesta-pesta pengembangan persahabatan dan pesta-pesta kepedulian terhadap sebagian proyek, yang menimbulkan tanda tanya besar mengenai sifat sumber-sumber keuangan tersebut.

Jelaslah dari uraian di atas:

Bahwa Lions merupakan papan nama/topeng baru bagi Freemasonry yang dijadikan tempat berlindung oleh kaum Yahudi ketika loji-loji Masonik ditutup. Hakikatnya, tampak luarnya adalah rahmat/kebaikan sedangkan bagian dalamnya adalah siksaan. Sangat disayangkan, organisasi ini menjalankan aktivitasnya di banyak negara Islam, seperti Mesir, Yordania, Suriah, Lebanon, Bahrain, Maroko, Tunisia, dan Irak. Mereka terkadang menampilkan sebagian dari apa yang mereka sebut sebagai aktivitas sosial dan mengklaim bahwa dengan aktivitas itu mereka menginginkan masyarakat tumbuh sesuai dengan tatanan rekayasa yang presisi, yang di dalamnya melebur fanatisme kebangsaan, sentimen kesukuan/rasial, dan perbedaan agama. Namun hakikat yang tidak boleh tersembunyi dari seorang muslim adalah bahwa mereka merupakan kelompok yang mencurigakan, diselimuti oleh keraguan dan kebimbangan. Cukuplah menjadi bukti bahwa mereka didukung oleh pihak-pihak luar yang tidak dikenal.

Rujukan untuk Pendalaman/Perluasan Studi

:

  • Syahadat Masuniyyah, Husein Umar Hamadah – Dar Qutaibah, Damaskus – Cet. 1 – 1400 H / 1980 M.
  • Haqiqat Nawadi ar-Rotary, Jam'iyyah al-Ishlah al-Ijtima'i – Cet. 2 – 1394 H / 1974 M.
  • Al-Masuniyyah fi al-'Ara', Syekh Muhammad Ali az-Zu'bi.
  • Asrar al-Masuniyyah, Jawad Rifat Atilkhan.
  • Khathar al-Yahudiyyah al-'Alamiyyah 'ala al-Islam wa al-Masihiyyah, Abdullah at-Tall.
  • Judzur al-Bala', Abdullah at-Tall.
  • Al-Masuniyyah, Muhammad Safwat as-Saqqa dan Sa'di Abu Jaib – Terbitan Rabithah al-'Alam al-Islami (Liga Dunia Islam) – Makkah al-Mukarramah – Cet. 2 – 1402 H.
  • Al-Masuniyyah wa ash-Syu'iyyah wa ash-Syu'ubiyyah [dalam teks asli tertulis Al-Masuniyyah wa ash-Syoniyyah wa ash-Syu'iyyah], Dr. Sabir 'Abdurrahman Tu'aimah – Dar al-Fikr al-'Arabi, Kairo – Cet. 1 – 1978 M.
  • Al-Mutsallats 352 – Andiyah Lions al-Masuniyyah fi Misr, Abu Islam Ahmad Abdullah – Bait al-Hikmah – Kairo.
  • Majalah Al-Jundi al-Muslim, Tahun ke-11 – Edisi 34 – Dzulhijjah 1404 H / 1984 M.
  • Surat Kabar Al-Akhbar Kairo, tertanggal 27 / 1 / 1984 M.
  • La'ihah an-Nizham al-Asasi li al-Jam'iyyah al-'Alamiyyah li Andiyah al-Lions (Anggaran Dasar/Rumusan Peraturan Dasar Asosiasi Klub-Klub Lions Internasional).
  • Lihat Encyclopaedia Britannica, Edisi 1974 M – Jilid 4 – Halaman 302 – pada pembahasan tentang Freemasonry (Free Builders).

Rujukan Asing:

  • Encyclopaedia Britannica, Vol. V, p. 385, 1974.

 

Sumber:

Al-Nadwah al-ʿĀlamiyyah li al-Shabāb al-Islāmī. Al-Mawsūʿah al-Muyassarah fī al-Adyān wa al-Madhāhib wa al-Azāb al-Muʿāṣirah. Supervised by Maniʿ ibn ammād al-Juhanī. 4th ed. Riyadh: Al-Nadwah al-ʿĀlamiyyah li al-Shabāb al-Islāmī, 1999.

 

Comments