Hizbullah (Partai Allah)
Sinopsis
Prasyarat utama menghadapi al bathil adalah dengan memiliki hizbullah. Hizbullah dibina dan dibentuk dengan dua asas utama yaitu al
akhlak al Islamiah dan al
akhlak al harakiah. Al Akhaak
al Islamiah membina kondisi internal yang
mantap melalui mahabatillah (cinta
Allah), berkasih sayang sesama mukmin,
tegas dengan kafir, berjihad dan menghilangkan takut kepada manusia,
membersihkan wala semata-mata
untuk Allah dan Rasul. Setelah
dibentuk persyaratan asasi ini, mukmin
diperkokoh dengan al akhlak al harakiah sebagai bangunan
untuk menguatkan mukmin terjun ke
Hadirnya hizbullah merupakan suatu keharusan dalam menghadapi hizbus syaithan. Hizbus syaithan selalu
melakukan suatu ancaman dan konspirasi
menjauhkan Islam secara lokal, regional
dan internasional. Hibus syaithan melihat Islam memiliki
kekuatan potensial yang setiap saat dapat menggusur dan menggeser
dominasi mereka. Kekuatan hizbullah terletak kepada aqidah dan akhlaknya.
Hal ini pulalah yang menjadikan suatu keheranan Heraklius seorang raja
Romawi terhadap kekuatan hizbullah
(golongan orang yang beriman). Suatu saat Heraklius mengirim utusan kepada Abu
Sofyan (Abu Sofyan berada di Syam). Utusan Heraklius bertanya kepada Abu Sofyan (masih kafir pada waktu itu)
perihal Rasulullah SAW tentang
nasabnya dalam keluarga Quraisy, sikapnya
terhadap raja, pengikutnya, kejujurannya, peperangan-peperangan yang dilaluinya, dan apa-apa yang diajarkan kepada pengikutnya. Abu Sofyan pun
memberi jawaban sebenarnya tentang
Rasulullah. Ketika jawaban tersebut
sampai kepada Heraklius, dia berkomentar "Kalau benar apa yang kamu katakan itu niscaya ia akan
menguasai tempat hingga yang terinjak
oleh kakiku ini". Heraklius berkata
demikian ketika iamenjadi raja Romawi yang merupakan salah satu kekuasaan super power saat itu. Padahal masalah ini tidak terpikir sedikitpun dalam pikiran
Rasulullah SAW.
Begitu pula ketika berkecamuk perang Khandak seluruh suku
bangsa Arab bersatu dan menjalin hubungan rahasia dengan Yahudi untuk
menghabisi kaum muslimin, hat ini disebabkan karena begitu besarnya kekuatan
Islam. Mereka telah melihat begitu besar kekuatan hizbullah yang
dibangun oleh Nabi SAW.
Hizbullah sebagai suatu kekuatan umat Islam selalu
menjadi serangan bagi Yahudi dan
zionisnya serta Barat melalui kekafirannya
agar umat Islam jauh dari nilai Islam. Carzoon, seorang
menteri luar negeri Inggris berbicara pada sebuah majelis umum yang menjelaskan
tentang apa yang sedang terjadi di Turki. Para
petinggi negeri Inggris menuduh Turki secara keji, mereka merasa heran mengapa
Inggris mengakui kemerdekaan Turki, ternyata kemerdekaan merupakan suatu
fenomena tertaklukannya Turki oleh pihak
Barat karena telah dihancurkan dua
kekuatan yang dimiliki Turki yaitu Islam
dan khilafah. Lebih jelas lagi tujuan-tujuan zionis internasional dan ketakutannya kepada Islam serta
kepada para pendukungnya (hizbullah)
dilatarbelakangi karena potensi aqidah dan akhlak yang dimilikinya.
Hizbus syaithan
selalu mengajak manusia
kepada kemurtadan dan mereka
bersungguh-sungguh melakukannya. Hal ini tertuang dalam
Ayat di atas memberikan pengertian kepada kita apabila telah berlaku fenomena kemurtadan maka Allah akan mengirimkan suatu kaum yang memiliki sifat-sifat
tertentu dan mereka itu adalah hizbullah (pembela Allah yang dijanjikan kemenangan). Kemenangan yang Allah berikan tidak saja bersifat material tetapi merupakan sebuah kemenangan yang
dianugerahkan Allah kepada para pembelaNya
dalam menghadapi musuh-musuhNya. Hal ini
terjadi di luar hukum materialistik
karena kemenangan yang dirasakan juga berupa kemuliaan di dunia atau mati
syahid.
Beberapa karakter hizbullah
disebutkan dalam surat Al Hajj:40-41, "Sesungguhnya
Allah pasti menolong
orang yang menolong agamanya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi
Maha Perkasa. Yaitu orang-orang yang
Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat,
meyuruh berbuat yang makruf dan mencegah perbuatan yang mungkar dan kepada Allahlah kembali segala urusan". Apabila
bangkit segolongan manusia dengan
kriteria hizbullah yang tersebut di dalam surat Al Maidah yaitu
mereka yng memiliki keinginan kuat
untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat,
menyuruh berbuat yang makruf dan rr
ncegah dari perbuatan yang mungkar maka tibalah saatnya Alah
mengukuhkan kedudukan
mereka dan menganugerahkan
pertolonganNya. Hal ini dapat tercapai hanya dengan nizhom (sistem) dan qiyadah (kepemimpinan).
Inilah yang disebut dengan hizbullah yang menjadi solusi atas berbagai
permasalahan yang dimunculkan oleh hizbus syaithan.
Hizbullah dengan nizhom rabbani (sistem yang bersifat ketuhanan) yang komprehensif dan pola pembinaan intelektual serta kepribadian yang integral dan berjalan dengan penuh kebijaksanaan menuju cita-cita Islam. Hal
ini tidak akan mungkin terrealisir tanpa
sebuah sistem yang baik di dalam hizbullah. Dengan sistem ini pula akan lahir kepemimpinan yang dihasilkan dari pembinaan intelektual dan kepribadian yang integral dalam membangun
pembelapembela Allah.
Keberhasilan hizbullah dalam
menegakkan Islam perlu mencontoh perjuangan
para nabi alaihimussalam. Keberhasilan
kita mengikuti contoh ini tergantung sejauh mana kita mampu berjalan di atas jalan yang benar. Allah
berfirman dalam surat Al
Anfal:59, "Dan janganlah orang-orang yang kafir
itu mengira bahwa mereka akan dapat lolos dari
kekuasaan Allah, sesungguhnya mereka
tidak akan bisa melemahkan Allah".
Dalam AlQuran, hizbullah disebut sebanyak dua kali yaitu di
dalam surat Al Mujadilah yang berbicara tentang ketiadaan cinta antara orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir sedangkan kedua di dalam surat Al Maidah berbicara tentang ciri-ciri hizbullah. Allah berfirman dalam
Berdasarkan dua ayat di atas maka hizbullah memiliki dua sikap yaitu bara (berlepas diri) dari musuh-musuh Allah
dan musuh-musuh RasulNya
dengan tidak memberikan sedikitpun loyalitas
secara lahir kepada mereka dan tidak mencintai mereka dalam batin. Kemudian sikap kedua adalah memberikan wala atau loyalitas kepada orang-orang yang beriman secara lahir dan memberikan kasih sayang kepada mereka dalam batin. Adapun orang-orang yang berhak
diberi wala demikian adalah mereka yang memiliki sifat
keimanan dan ketaatan menjalankan
perintah Allah seperti shalat dan zakat.
Seorang yang dikategorikan sebagai bagian dari hizbullah, manakala dalam dirinya terpenuhi sifat
tertentu yaitu cinta kepada Alah, punya
sifat-sifat yang dicintai oleh Allah, berkasih sayang dengan orang-orang mukmin dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, berjihad di jalan Allah tanpa takut dicela oleh orang-orang yang suka
mencela, serta melepaskan wala (ketaatan)
dari orang-orang kafir dan memberikannya
hanya kepada Allah, Rasul dan orang-orang mukmin. Cinta yang demikian mempunyai jalan-jalan yang harus ditempuh dengan bersikap keras terhadap
orang kafir yang mempunyai tuntutan
yang harus dipenuhi.
Hizbullah memiliki
beberapa ciri utama yaitu pertama berkemauan
keras untuk beramal demi menegakkan Islam, menolong syariatnya, mempersatukan umat, menghidupkan sunnah Rasulullah dan menundukkan seluruh alam
kepada ialimat Allah. Kedua menjadi
tempat perpaduan dari seluruh ahlak
dalam kepribadiannya. Ketiga memutus hubungan baik secara lahir maupun
batin dengan musuh-musuh Allah, sebaliknya
memperkuat hubungan lahir dan batin dengan para pembela Allah. Apabila tidak memiliki satu dari persyaratan di atas akan menyebabkan perjalanan
seseorang di atas tidak sempurna dalam
alur perjalanan hizbullah. Dengan pertimbangan Al Quran, kita bisa mengukur apakah seseorang berjalan di atas orientasi hizbullah
atau tidak.
Hizbullah adalah orang-orang muslim sejati baik
ulama, rabbaniyun, ataupun yang lainnya, yang berperanan besar ataupun kecil, sendirian maupun bersama
orang lain. Seluruh pengertian di atas terkandung di dalam 5
slogan kata yang digaungkan oleh Imam Hasan
Al Bana yaitu Allah tujuan kami,
Rasul teladan kami, Al Quran pembimbing kami, jihad jalan kami, dan mati
di jalan Allah cita-cita kami tertinggi. Slogan
tersebut telah mencakupi setiap fenomena hizbullah sebagai sebuah orientasi. Hizbullah memiliki
beberapa sasaran yang tidak hanya
mencetak kepribadian muslim dengan corak Islami tetapi juga menegakkan nilai
Islam tersebut di tengah kehidupan
masyarakat. Hizbullah berkeinginan
untuk menyatukan umat Islam dan menghidupkan
kembali sistem kehilafahan. Nilai yang demikian
merupakan satu tujuan bagi hizbullah. Tujuan tersebut tidak akan
tercapai tanpa terpenuhinya beberapa akhlak
dasar dan akhlak pergerakan yang merupakan persyaratan sebuah hizbullah. Di antara akhlak dasar tersebut adalah
cinta kepada Allah, berkasih sayang dengan orang mukmin, tegas kepada orang kafir, berjihad di jalan Allah dan memberikan walanya kepada Allah, Rasul dan orang
yang beriman. Setelah itu diperlukan
akhlak harakiyah yang memiliki
ciri-ciri tidak ragu-ragu, dzikrullah, tidak lalai, taat kepada Allah dan RasulNya, tidak bermaksiat, tidak
saling berbantahan, bersatu, sabar,
tidak riya dan tidak menghalangi dari
jalan Allah.
1. Al Akhlaqul Assasiyah (Akhlak Dasar)
A. Mahabatullah (Cinta Pada Allah)
Al Quran berulang kali menyebut isu kecintaan ini sebagai satu dasar dalam kehidupan manusia. Baik
mencintai Allah ataupun mencintai
selain Allah. Asas kecintaan adalah dorongan yang kuat dalam diri manusia. Kecintaan kepada Allah bukan bermaksud meninggalkan cinta kepada yang lain. Akan tetapi ia menjadi seperti mata air yang menjadikan para mukmin mencintai semua yang Allah kasihi dan menjadikan mukmin bersungguh-sungguh dalam beramal. Cinta Allah dan Rasul mesti
diletakkan pada prioritas pertama, bukan kedua.
Dalil
Q. 5:54. Hai
orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya,
maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap
lemah lembut terhadap orang yang
mukmin, yang bersikap keras terhadap
orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya
kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas
(pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.
Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah t.indingan-tandingan selain Allah; mereka
mencintainya sebagaimana mereka
mencintai Allah. Adapun orang-orang
yang beriman amat sangat cintanya kepada
Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan
Allah semuanya, dan bahwa Allah amat
berat siksaanNya (niscaya mereka
menyesal).
Q. 8:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.
B. Adzilatun Alal Mukminin (Bersikap Lemah Lembut Kepada
Mukmin)
Ini adalah sikap yang menjadi buah dari cinta Allah dan keimanan kepada Allah. Allah memerintahkan mukmin mencintai
saudaranya sesama mukmin. Asas ukhuwwah menjadikan mukmin merasakan kemuliaan dan menghormarti saudaranya. la juga memahami akan kelemahan manusia dan bersikap lemah
lembut serta pemaaf. Dalam konteks
tarbiyah bukan hanya menegur atau menasihati, bahkan ada pendekatan khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW karena kalau kita
bersifat kasar tentunya orang lari dari kita.
Q. 5:54. Hai orang-orang yang
beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak
Al¬lah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun
mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap
keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak
takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya
kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.
Q. 48:29. Muhammad itu adalah utusan
Allah dan orang¬orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap
or¬ang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka
ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda mereka tampak
pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat
dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan
tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia
dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati
penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir
(dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala
yang besar.
|
|
C. A'izatun Alai Kafirin (Bersikap Tegas Terhadap Kafir)
Ketegasan
mukmin penting bila berhadapan dengan kafir. Mereka
adalah musuh yang selalu menggoda orang mukmin. Permusuhan yang berlaku hasil dari pertentangan aqidah, pertentangan then dan pertentangan tujuan akhir. Tugas mukmin adalah berdakwah dan menegakkan al haq sedangkan mereka sebaliknya. Sikap pendirian
teguh ini bagi mukmin sangat penting
ketika berhadapan dengan kafir dan kekufuran. Kita tidak boleh kompromi
dalam perkara dasar Islam. Surah Al Kafirun
menegaskan lakum dinukum.
Dalil
Q. 5:54. Hai orang-orang yang beriman,
barangsiapa di antara kamu yang murtad dari
agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya,
yang bersikap lemah lembut terhadap
orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap
orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tdak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya
kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.
Q. 48:28-29. Dialah yang mengutus rasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq agar dimenangkanNya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. Muhammad itu adalah utusan
Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih
sayang sesama mereka: kamu lihat
mereka ruku' dan sujud rnencari karunia Allah dan keridhaanNya, tanda-tanda niereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah
sifat-sifat mereka dalam Taurat dan
sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan
tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman
itu kuat lalu menjadi besarlah dia
dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir
(dengan kekuatan orang-orang mukmin).
Allah menjanjikan kepada orang-orang
yang beriman dan mengerjakan amal yang
saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.
Q. 66:9. Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah
terhadap mereka. Tempat mereka adalah
neraka jahanam dan itu adalah seburuk-buruk
tempat kembali.
D. Al Jihadullah Wa Adamul Khauf Minannas (Berjihad Di Jalan
Allah Dan
Tidak Takut Celaan Daripada Manusia)
Inilah jawaban kepada masalah yang dihadapi umat. Mukmin mestilah didorong untuk terjun ke
Kiranya
ada yang ingin menghalanginya tidak patah semangat dan berputus asa.
Jihad adalah jalan keluar. la terus menerus besungguh-sungguh di atas jihad dan pengorbanan. Mana mungkin tegak Islam, dan sampai
Islam kepada kita tanpa darah dan
air mata. Sejarah umat Islam kaya
dengan warna darah syuhada dan Allah SWT sendiri telah memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada
syuhada. Jihad dengan segala macam persediaan, strategi dan taktik, mengikuti marhalah dan perancangan harakiah
menjadikan kerja-kerja jihad dilaksanakan oleh jundullah.
Manusia memang suka memberi komentar. Mereka akan mengatakan sesuatu kepada kita. Tetapi apakah kata-kata manusia semuanya enak didengar dan dimasukkan ke
hati oleh jundullah? Kalau harus mendengar semua komentar itu, sulitlah kita bekerja. Kita melatih para duat
untuk terus beramal dan melaksanakan perencanaan kerja. Tidak harus cepat marah, secara psikologi merasa lemah dengan
ghazwul fikri mereka. Kamu tidak
akan menang, kamu buat kacau, kamu
menyusahkan orang tua, kamu tidak sesuai, kamu bukan ustadz, kamu tidak layak, kamu pelajar, belajarlah dulu, anak isteri akan kau beri makan apa kalau
seperti ini, tidak akan ketinggalan
zaman, sekarang zaman IT bukan zaman
jahiliyyah, kenapa tidak mengikuti Barat saja, kenapa bukan Al Quran saja, mana dalil yang kamu katakan,
anda tidak jelas lagi fikrahnya,
anda tidak mengikuti Islam yang benar,
anda tidak itu, anda tidak ini, dan macam-macam lagi bentuk ejekan dan kritikan. Semua celaan itu bakal kita temui dan menjadi cobaan buat kita, apabila
kita berdakwah di jalan Allah.
Dalil
Q. 5:54. Hai orang-orang
yang beriman, barangsiapa di antara kamu
yang murtad dari agamanya, maka kelak Al-, lah akan mendatangkan suatu
kaum yang Allah mencintaigl mereka dan
merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemahts' lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap
kerasa terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad di jalan Allah dan
yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siap2k yang dikehendakiNya,
dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha
Mengetahui."
Q. 9:23-24. Hai orang-orang yang beriman janganlah kamt jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu
pemimpin-pemimpinmu, jika mereka
lebih mengutamakan kekafirarn atas
keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Katakanlah: "Jika
bapak-bapak, anakr, anak, saudara-saudara, istri-istri kaum
keluargarnu, hartk. kekayaan yang kamu
usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri
kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggau yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada
Allalal dan RasulNya dan
(dari) berjihad di jalanNya, mak:h tunggulah
sampai Allah mendatangkan keputusanNya" Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Q. 47:31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akai menguji kamu agar Kami mengetahui
orang-orang yang berjihad dan bersabar di
antara kamu; dan agar Kanv menyatakan (baik
buruknya).
Q. 86:6. Dia diciptakan dari air yang terpancar.
Q. 83:35-36. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambi memandang. Sesungguhnya orang-orang
kafir telah dibeil gaujaran terhadap apa
yang dahulu mereka kerjakan.
E. Al Wala (Loyalitas)
·
Allah
·
Lir Rasul (Kepada Rasul)
·
Lil Mukmin (Kepada Mukmin)
Semua orang secara sadar atau tidak akan memberi wala' kepada sesuatu. Sebagai jundullah,
sasaran wala kita mestilah terus
kepada Allah, RasulNya dan mukmin. Pertolongan kita juga dari Allah dan Allah beserta para mukmin. Wala yang tak terpisah inilah yang akan
menyatukan saf mukmin. Mereka tidak akan berpecah belah berdasarkan wala' yang berbeda.
Dalil
Q. 5:55-56. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, RasulNya, dan orang-orang yang
beriman, yang mendirikan shalat dan
menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman
menjadi penolongnya, maka
sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.
Q. 58:22. Kamu tidak akan
mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada
Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang
menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau
anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah
orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan
dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukkanNya
mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap
(limpahan rahmat)Nya. Mereka itulah golongan Allah.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang
beruntung.
2. Al Akhlaqu Al Harakiyah (Akhlak Pergerakan)
A. Ats Tsabat (Teguh) - Adamu Tarraddud (Tidak Ragu-Ragu)
Menghadapi jihad dan pertempuran sangat melelahkan clan meletihkan. Kalau kendaraan yang
berjalan terus menerus akhirnya akan terpaksa
berhenti. Untuk terus tetap bagaimana?
Ini perlu tarbiyah berkelanjutan. Hati (qulub) ini mesti terus diisi dengan keimanan yang kental, fikrah dan tasawwur tetap dikuatkan dengan
kepentingan aural dan jihad. Hubungan terus menerus dengan
Allah SWT adalah senjata paling kuat ketika
berhadapan dengan suasana gawat
Dalil
Q. 8:45-47. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang
menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar. Dan janganlah
kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa
angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia
serta menghalangi (orang) dari
jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.
B. Dzikrullah (Ingat Allah) - Adamul Goflah (Tidak Lalai)
Ketenangan hati (mut'mainal qulub) adalah satu dari puncak kejayaan mukmin. Dalam ketenangan hatilah
maka manusia akan mendapat satu nikmat yang besar.
Orang boleh kaya raya, rumah besar, semua
cukup tapi kalau hati tidak tenang,
hilang kenikmatannya. Allah mengajar kita bahwa ketenangan itu hanya datang
dengan mengingatNya, zikrullah.
Memang telah ada banyak uraian dan penjelasan mengenai zikrullah dari Al
Quran dan sunnah. Shalat sendiri merupakan zikrullah
yang difardhukan 5 kali sehari.
Dzikr yang ma'sthur dari Rasulullah
juga menjadi amalan dan benteng
mukmin. Dzikrullah juga dimaksud mengingat
seluruh yang diwahyukan Allah melalui tilawah, tarlarrus dan tadabbur
ayat dan tafakkur alam ciptaan Allah. Selalu mengingat Allah, bahkan menjadikan sebagai bekal untuk terus berdakwah.
Senantiasa bersedia dan bersiap menghadapi segala kemungkinan juga sifat jundullah. Persiapannya mengikuti keperluan dan berdasarkan waqie
(kenyataan). Serangan datang dalam berbagai bentuk maka
perlulah bersiap sedia. Siap sedia ketika di
Dalil
Q. 8:45-47. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah kamu dan sebutlah (nama)
Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar. Dan janganlah
kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa
angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia
serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi
apa yang mereka kerjakan.
Q. 13:28. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah
hati menjadi tentram.
Q. 2:203. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa
yang ingin cepat berangkat (dari Mina)
sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu)
maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu
akan dikumpulkan kepadaNya.
C. Taatillah War Rasul (That Kepada Allah Dan RasulNya)-
Adamul Maksiyah (Tidak Maksiyat)
Dengan amalan amal saleh yang kita kerjakan akan menutup peluang untuk bermaksiat kepada Allah. Amal saleh membersihkah hidup mukmin. Ketaatan ini menguatkan iman dan membentuk akhlaq mukmin yang kuat.
Tingginya ketaatan kepada Allah adalah seluas Islam. Ia memberi peluang dakwah dan peluang berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat. Dalam menunaikan
taat, ia melaksanakan amal
harakiyahnya. Mukmin menjadi teladan
bagi apa yang is dakwahkan. Ketaatan inilah buah iman yang benar kepada Allah. Taat kepada Allah SWT adalah taat yang mutlak.
Maksiat banyak merusakkan kehidupan manusia. la membawa manusia semakin jauh dari hidayah Allah dan jauh dari kebenaran. la menjadi penghalang dari para malaikat dan pertolongan Allah. Maksiat menghitamkan hati dan memberi gambaran yang negatif terhadap
para duat. Hendaklah ditarbiyyah dengan terus-menerus agar jahiliyyah ini dapat dikikis sepenuhnya dari hati
kita. Dalam sirah pernah Rasulullah SAW menegur Abu Zar yang mengatakan kepada Bilal satu ungkapan dari
Jahiliyyah.
Dalil
Q. 8:45-47. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah kamu dan sebutlah (nama)
Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah
kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar. Dan janganlah
kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa
angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia
serta menghalangi (orang) dari jalan
Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.
Q. 4:80. Barangsiapa yang mentaati rasul itu, sesungguhnya is telah mentaati Allah. Dan barangsiapa
yang berpaling (dari ketaatan itu), maka
Kami tidak mengutus untuk menjadi
pemelihara bagi mereka.
Q. 53:26. Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali
sesudah Allah mengizinkan bagi orang
yang dikehendaki dan diridhaiNya.
|
|
D. Adamu Tanazu' (Tidak Saling Berbantah-Bantahan) - Al
Wahdah (Bersatu)
Perbedaan pendapat dan pandangan manusia memang biasa. Bahkan sahabat seperti Abu Bakar
dan Umar RA pun berbeda pendapat.
Tetapi yang salah ialah berlebihlebihan dalam mempertahankan pendapat. la merasa pandangannyalah
yang paling benar. Orang lain semua salah.
Sehingga akhirnya timbullah perasaan tak puas hati dan dilahirkan dalam bentuk saling
berbantah-bantahan. Ini akan
menyebabkan perselisihan hati yang membawa kepada berpecah-belah dan hilanglah wihdah (kesatuan). Oleh karena itu, dalam Islam mentarbiyah jundullah untuk tidak
berselisih, bermusyawarah dan kemudian taat kepada keputusan.
Tanpa wihdah, kekuatan kita hilang dan musuh dengan mudah mengalahkan kita. Akhirnya,
habislah kita. Kesatuan jundullah
berdasarkan suatu yang
kukuh yaitu Allah yang satu, rasul
yang satu, kitab yang satu dan then yang satu. Kesatuan bedasarkan iman dan ukhuwwah. Semuanya mempunyai ghayah yang satu, bagaimana kita bisa
berpecah-belah. Kesatuan mesti terus menerus dijaga dan dipelihara
terutama ketika kita diserang musuh.
Dalil
Q. 8:45-47. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah kamu dan sebutlah (nama)
Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah
kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar. Dan janganlah
kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa
angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia
serta menghalangi (or ang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi
apa yang mereka kerj akan.
Q. 6:153.
Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu
yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan
itu mencerai-beraikan kamu dari
jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu
bertakwa.
Q. 30:31-32. Dengan kembali bertaubat kepadaNya dan bertakwalah kepadaNya serta dirikanlah
shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Allah,
yaitu orang-orang yang memecah-belah agama
mereka dan mereka menjadi beberapa
golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
Q. 3:103. Dan berpeganglah
kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah karnu bercerai-berai,
dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu
ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah
kamu karena nikmat Allah orang-orang yang
bersaudara: dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah
Allah menerangkan ayat ayatNya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
E. As Sabru (Sabar) - Adamul Jaza' (Tidak Berkeluh
Kesah)
Akhlak yang perlu disiapkan
oleh jundullah yang menyertai hizbullah
adalah kesabaran. Akhlak ini merupakan benteng
dan sekaligus senjata bagi kita yang berdakwah. Dengan kesabaran semua permasalahan dan ujian yang ada di depan serta segala tantangan dakwah dan
kehidupan dapat dihadapi dan diatasi
dengan baik. Suasana jiwa yang diwarnai
oleh sabar ini dapat menentramkan jiwa dan mendamaikan hati. Suasana tenang selalu menyertai segala cobaan dan tantangan dakwah. Kesabaran akan
membawa kita kepada kejayaaan. Banyak
perintah yang Allah sebutkan agar kita saling menasehati dengan
kesabaran setelah kita menasehati al haq kepada orang lain. Demikian juga hadits yang menyuruh kita bersabar sehingga
dengan sabar ini kita mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan. Musibah yang akan menimpa kitapun perlu dihadapi dengan sabar, seperti musibah kelaparan, kematian,
kemiskinan dan sebagainya. Kesabaran
di dalam dakwah merupakan akhlak penting yang perlu disediakan pada diri kita dalam menghadapi cemoohan, fitnah dan hasutan.
Orang yang beriman dan berdakwah tidak ada di dalam dirinya kamus berkeluh kesah. Mereka
tidak ada waktu untuk berkeluh kesah,
karena sibuk menghadapi dakwah dan menjalankan
aktivitas-aktivitas berdakwah. Akhlak yang
semacam ini merupakan bagian dari upaya memotivasi diri. Dengan keluh kesah maka kita menjadikan
diri sendiri tidak bermotivasi,
kurang semangat dan tidak mempunyai harapan.
Keadaan yang demikian biasanya, diciptakan oleh diri individu itu sendiri.
Dalil
Q. 8:45-47. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan
kamu menjadi gentar dan hilang
kekuatanmu dan bersabarlah.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar
dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan
maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.
Q. 3:146. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari
pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka
tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
F Adamul Bathar (Tidak Sombong) - Tawadhu' (Rendah Hati)
Akhlak tidak sombong juga perlu menghiasi para jundullah dan dai Allah. Dengan akhlak ini, is mudah
menerima pandangan dan perbaikan diri
dan dakwah untuk menyongsong kejayaan di
masa depan. Tidak sombong adalah
juga akhlak para ibadurrahman. Dengan tidak berkeluh kesah kita dapat bertahan
berdakwah dan bahkan semakin mempunyai
motivasi untuk meningkatkan gerak langkah menuju cita-cita. Selain itu, tidak sombong akan menjadikan kita mudah diterima oleh mad'u,
disenangi oleh orang dan juga mudah untuk melaksanakan
kebaikan yang dinasehatkan kepadanya.
Akhlak tawadhu' ini hampir sama ruhnya dengan tidak sombong. Mukmin senantiasa berjalan dengan tawadhu', ia tidak
sombong dan sentiasa merendahkan hati di hadapan orang lain.
la bukan rendah diri
karena rendah diri adalah bukan
akhlak Islam walaupun ini banyak berlaku di kalangan
Islam sebagai hasil dari penjajahan. Rendah hati yaitu berkata tidak tinggi, tidak membanggakan diri dan juga tidak merendahkan orang lain. Bahkan Allah SWT
menyuruh kita untuk merendahkan diri kepada pengikutnya dan tentunya juga kepada manusia
secara umumnya
Dalil
Q. 8:45-47. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah kamu dan sebutlah (nama)
Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.
Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah
kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar. Dan janganlah
kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa
angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia
serta menghalangi (orang) dari
jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.
Q. 26:215.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu
orang-orang yang beriman.
G. Adamul Riya (Tidak Riya) - Al Ikhlas (Ikhlas)
Riya adalah
penyakit hati tersembunyi yang sangat berbahaya. Dengan riya ini kekuatan menjadi berkurang dan Allah melepaskan diri dari kita,
karena perbuatan maksiat (riya)
tersebut. Contoh di dalam
Al Quran menceritakan kegagalan
dari mereka yang riya karena mereka sombong, menunjuk-nunjuk
kehebatannya di depan orang. Perbuatan yang
diiringi dengan riya menjadikan amalan
tersebut tidak dinilai oleh Alllah SWT Riya ini sukar dibedakan karena berhimpitan dengan ikhlas, perbedaan di antara keduanya sangatlah
tipis. Susahnya memisahkan antara riya dan ikhlas dan terkadang muncul kesalahan niat pada diri kita di dalam
melaksanakannya, sehingga aktivitas
ini mesti diiringi dengan memperbanyak istighfar.
Dengan tidak riya maka
jundullah akan selalu mendapat
dukungan Allah SWT.
Ikhlas lawan dari riya, Allah SWT menyuruh kita untuk beribadah secara ikhlas yaitu beribadah karena Allah saja. Aktivitas di dalam Islam harus didasari niat ikhlas. Ikhlas dapat memberikan dukungan yang kuat kepada ama
yang dilaksanakan karena Allah.
Dengan ikhlas maka dai akan siap
menerima semua tantangan yang mungkin ditemuinya, tak hanya dari luar tetapi juga dari dalam.
Ikhlaspun dapat menyediakan diri kita menerima segala bentuk keputusan yang akan diterima, baik kejayaan atau kegagalan.
Ikhlaspun akan mudah terbukanya
hidayah, bagi yang membawa dakwah atau
yang menerima dakwah itu sendiri. Ikhlas dengan mensucikan diri serta membuka diri dan menjadikan tujuan
aural hanya kepada Allah saja, maka akan
menjadikan dakwah ini berhasil.
Dalil
Q. 8:45-47. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh
hatilah kamu dan sebutlah (nama)
Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang
menyebabkan kamu menjadi gentar dan
hilang kekuatanmu dan bersabarlah.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa
angkuh dan dengan maksud ria kepada
manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah.
Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka
kerjakan.
Q. 41:35-36. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar
dan tidak dianugerahkan melainkan
kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan
yang besar. Dan jika syaitan menganggumu
dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya
Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Q. 39:11. Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama.
Q. 39:14.
Katakanlah: "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan)
agamaku".
H. Adamul Sadd (Tidak Menghalangi Dari Jalan
Allah) - Al Munasoroh (Membantu)
Pribadi jundullah yang mempunyai akhlak asasiyah dan harakiyah ini juga
mempunyai akhlak yang tdak menghalangi
dari jalan Allah. Mereka senantiasa taat dan tidak berbantah-bantahan. Mereka jundullah menjadikan dzikir dan
kesabaran sebagai suatu benteng yang kuat. Akhlak demikian tentunya
tidak akan menghalangi dari jalan Allah.
Dalil
Q. 8:45-47.
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi
pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah
sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan
RasulNya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar. Dan
janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya
dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria
kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu)
Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

Comments
Post a Comment