Tarif Hizbusy Syaitan (Definisi Golonga Setan)

Sinopsis

Sebagai manusia hidup, kita diberikan musuh abadi oleh Allah SWT Musuh ini ditujukan agar kita tetap waspada untuk mengendalikan diri kita agar tetap berada di jalan Allah. Allah menyebutkan syaitan sebagai musuh yang nyata bagi manusia. Oleh karena itu sebagai muslim harus menjadikan syaitan itu musuh atau kita diperdaya oleh musuh (syaitan). Allah swt berfirman dalam surah Faathir ayat 6, yang berbunyi: sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah is musuhmu karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Jelas sekali dalam surat Al Quran tersebut, Allah menyatakan " Innasy syaithoona lakum `aduwwun",

"Sesungguhnya syaithan itu untukmu adalah musuh". Untuk memahami secara mendalam tentang syaitan sebagai musuh dengan memperhatikan ayat tersebut secara seksama. Inna, berarti dengan sungguh-sungguh sedangkan kata penguat disebut ta'kid, manakala asy syaithan, dituliskan dengan alif lam, ta'riful jism syaitan yang menunjuk kepada tanda-tanda. Dari kalimat ini, maka kita harus mengetahui tanda atau cirinya syaitan dengan jelas. Lakum berarti untuk kamu. Aduwwun, berarti musuh. Dengan mengatakan lakum (untuk kamu) lebih dahulu dari kata aduwwun atau setelah kata asy syaithan, kita mendapatkan pelajaran bahwa syaitan itu bukan musuh hewan, atau benda-benda, tapi musuh untuk kamu jenis manusia. Dengan kata lain syaitan itu musuh yang pasti dan bebuyutan bagi manusia.

Allah tambahkan kalimat: "Fattakhidzuhu 'aduwwa", agar menjadi pelajaran buat kita bahwa perlakukanlah syaitan itu sebagai musuh dan tidak dianggap ringan. Untuk memahami musuh yang nyata tersebut maka perlu mengenal beberapa hal yang terkait dengan hizbus syaithan di antaranya adalah jenis malaikat, jin, iblis, dan manusia.

Allah SWT menciptakan malaikat dari cahaya, jin dari api, dan manusia dari tanah. Malaikat sepenuhnya tunduk dan patuh kepada Allah SWT Sedangkan jin dan manusia tidak semuanya tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Jin terbagi kepada dua jenis yaitu iblis (jin yang kafir) dan jin biasa, di antaranya ada yang beriman dan kafir. Begitupun dengan manusia, ada yang beriman dan ada yang kafir.

Al jin itu berasal dari kata janna artinya gelap. Dalam Al Quran ada kata falamma janna 'alaihi lailu, artinya ketika malam menjadi gelap. Ada beberapa pengertian yang menggunakan akar kata janna ini seperti pohon-pohon yang lebat sampai gelap bawahnya disebut jannah, orang yang akalnya tidak bekerja dengan baik karena tertutup disebut majnun (tergelapkan), dan junah berarti tameng agar tidak bisa ditembus senjata lawan. Jin adalah makhluk yang tidak terlihat oleh mata manusia dan memiliki dunia yang berbeda.

Iblis termasuk golongan jin. Allah nyatakan dalam surat Al-Kahfi ayat 50. "Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis". Iblis berasal dari bangsa jin yang kemudian fasik dan menentang perintah Allah. Dasarnya iblis adalah api dan mempunyai karakter kafir, pendengki dan sombong, oleh karena itu iblis sering disebut juga sebagai bapaknya syaitan.

Perbuatan syaitan adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan Islam atau perbuatan yang dilakukan oleh mereka yang menentang Allah SWT (kafir). Karena itu, syaitan adalah gabungan iblis, manusia kafir, dan jin kafir. Mereka semua berusaha untuk mengajak manusia dan jin ke jalan yang sesat. Iblis masuk kedalam diri manusia manapun untuk menyelewengkannya dari jalan Allah SWT Dalam Al Quran disebutkan, syaitan bergabung ke dalam hizbus syaithan yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Sejak zaman nabi Adam AS sampai hari kiamat kelak akan selalu terjadi pertarungan antara syaitan dan manusia mukmin.

1. Allah SWT

Allah SWT pencipta manusia, jin dan malaikat. Kepada jin dan manusia diperintahkan oleh Allah untuk mengabdi kepadanya, sedangkan malaikat dengan dasar penciptaannya telah menjadi pengabdi abadi yang tidak ad sedikitpun menentang Penciptanya.

Manusia yang diciptakan Allah diberikan dua alternatif jalan untuk yang baik dan yang buruk. Jalan baik yang diikuti akan diantarkan ke surga, manakala jalan buruk akan membawa ke neraka. Berhasil tidaknya mencapai tujuan akhirat ini sangat tergantung dengan kemampuan manusia untuk menghadapi langkah-langkah syaitan. Jin dan manusia yang syaitan serta iblis menjadi musuh nyata manusia yang beriman. Sikap menjadikan syaitan sebagai musuh sangat diperlukan agar memperjelas siapa lawan dan siapa kawan.

2. Al Insan (Manusia)

·             Al Muslim

·             Al Mukmin

·             Al Kafir

A. Al Muslim

Berbeda dengan jin dan malaikat, manusia diciptakan dari tanah yang kering. Keadaan ini dapat membedakan sifat­sifat dasar dan asal yang dibawanya. Manusia yang berasal dari tanah, fisiknya akan kembali menjadi tanah bila is mati. Namun Allah SWT tetap memberikan roh kepada manusia sehingga is dapat hidup dan melakukan segala aktivitas. Tanah yang dimaksud tentunya bukanlah tanah yang ada di sekitar kita, begitu juga dengan api bagi jin dan cahaya bagi malaikat. Unsur-unsur tersebut lebih menunjukkan sifatnya. Sedangkan kejadian manusia dan penciptaannya dapat dijelaskan secara ilmiah.

B. Al Mukmin

Manusia diciptakan dengan bentuk yang baik dan indah serta dibekali dengan berbagai potensi agar dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai khalifah. Manusia yang diciptakan Allah SWT tidak semuanya muslim. Pada manusia terdapat berbagai macam kualitas dari manusia yang sangat takwa sampai kepada manusia yang sangat kafir.

C. Al Kafir

Manusia kafr atau muslim yang beramal seperti orang kafr akan bergabung menjadi syaitan dan bersahabat dengan syaitan lainnya. Hal ini terjadi karena tingkah laku orang kafir ini mirip dengan tingkah laku syaitan yaitu menggoda manusia dan mengajak kepada kemungkaran dan melarang berbuat kebaikan.

Dalil

·       Q. 15:26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat keying (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

·       Q. 64:3. Ia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, dan la menentukan bentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu; dan hanya kepada-Nyalah kembali (mu).

3. Al Jin (Jin)

·       Al Muslim/Al Kafir

·       As Syaithan

·       Iblis

A. Al Muslim/Al Kafir

Jin terbuat dari api. Api mempunyai sifat panas dan dapat membuat gelisah, marah, dan sebagainya. Sifat api yang dimiliki jin ini dapat mempengaruhi manusia menjadi pemarah. Allah SWT telah berfirman bahwa panasnya api yang diciptakan untuk jin dapat dirasakan oleh bulu roma.

Jin terdiri dari iblis dan jin biasa. Iblis adalah musuh manusia, khususnya muslim. Hal ini disebabkan karena iblis sudah menyatakan kehendaknya kepada Allah SWT untuk menggoda manusia sampai hari kiamat agar manusia sesat dari jalan-Nya. Karena itu, janganlah sekali-kali kita menjadikan iblis dan keturunannya sebagai teman. Sedangkan jin biasa, ada yang muslim dan ada yang kafr. RasululLah SAW pernah berdakwah kepada jin kafir dan merekapun masuk Islam. Jin Islam tidak akan menentang Allah SWT, berbeda dengan jin kafir yang selalu menentang-Nya. Jin kafir juga berteman dengan jin iblis yang menyesatkan manusia.

Dalil

  • Q. 15:27. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam dari api yang sangat panas.
  • Q. 18:50. Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis; is berasal dari golongan jin, maka is mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu menjadikan iblis dan keturunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

·       Q. 72:11,14. Dan sesungguhnya di antara kami ada golongan yang shaleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. Dan sesungguhnya ada golongan yang beragama Islam, dan ada pula golongan yang menyimpang dari kebenaran; maka siapa yang mengikuti Islam (dengan beriman dan taat), maka merekalah golongan yang bersungguh-sungguh mencari dan mengikuti jalan yang benar.

B. Syaithan

Syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia mukmin. Di dalam Al Quran Allah SWT beberapa kali berfirman supaya kita tidak menyembah syaitan karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi manusia. Bahkan disebutkan oleh Allah SWT bahwa la menjadikan syaitan­syaitan manusia dan jin sebagai musuh bagi tiap-tiap Nabi. Syaitan dari jin dan manusia dengan berbagai cara dan pendekatannya akan selalu membawa manusia ke jalan yang sesat termasuk dengan cara melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia.

Dalil

    1. Q. 36:60. "Bukankah Aku telah memerintahkan kamu hai anak-anak Adam, supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya is musuh yang nyata bagi kamu".
    2. Q. 6:112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh dari syaitan-syaitan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain dengan kata-kata dusta yang indah-indah untuk memperdaya manusia. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah mereka tidak melakukannya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan (dari perbuatan yang kufur dan dusta) itu. Q. 114: 5. "Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam hati manusia
    3. Q. 34: 21. Dan tiadalah kekuasaan Iblis untuk menyesatkan mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang benar-benar beriman kepada hari akhirat dan siapa yang ragu-ragu terhadapnya. Dan Tuhanmu Maha Memelihara sesuatu.

C. Iblis

Kesombongan iblis sangat jelas, is tidak ingin dikalahkan oleh manusia. Iblis merasa dirinya lebih mulia dan berharga dibanding manusia. Rasa sombong ini akan selalu diwuj udkan dengan mengalahkan manusia melalui godaan dan gangguan sehingga manusia mengikutinya. Dengan keadaan ini dapat dibuktikan bahwa manusia akan kalah bertarung dengan iblis, bahkan is menjadi pengikutnya. Inilah keadaan yang dibanggakan dan dicita-citakan iblis. Mereka akan mewuj udkan lembaga penghargaan (lembaga pemberian Award) di antara dunia iblis dan syaitan, berkaitan dengan mereka yang berhasil menyesatkan manusia.

Dalil

·       Q. 17:62. la (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Jika Engkau beri tangguh kepadaku hingga hari kiamat, tentulah aku akan menyesatkan keturunannya, kecuali sedikit (di antaranya) ".

4. Al Malaikah (Malaikat)

Allah SWT menciptakan malaikat dari cahaya dengan tugas-tugas tertentu dalam menjalankan perintah Allah SWT. Malaikat adalah petugas Allah SWT yang menjalankan peran dan fungsi masing-masing dengan tugas yang jelas. Ada malaikat yang menyampaikan wahyu, malaikat pencabut nyawa, malaikat penjaga surga, penjaga neraka, malaikat kubur, dan sebagainya. Malaikat yang diciptakan dari cahaya itu mempunyai kepatuhan yang mutlak pada Allah SWT dan siap menjalankan semua perintah-Nya.

·       Malaikat diciptakan untuk menjalankan tugas-tugas berat yang tidak dapat dijalankan oleh manusia dan jin. Malaikat adalah makhluk yang siap sedia menjalankan seluruh perintah Allah SWT Malaikat tidak mempunyai rasa letih, bosan, dan enggan seperti sifat manusia. Dalam tugasnya malaikat senantiasa bertasbih siang dan malam tiada henti. Malaikat patuh dan taat pada Allah SWT serta tidak pemah mendahului perkataan dan perintah-Nya. Mereka selalu mengerjakan perintah Allah SWT dengan tepat dan sesuai.

Dalil

  1. Q. 21:19,20. Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang disisi-Nya, mereka tiada sombong untuk menyembah-Nya dan tiada pula merasa lelah. Mereka selalu bertasbih malam dan siang dengan tiada henti.
  2. Q. 21:26,2 7. Mereka berkata: (Tuhan) Yang Maha Pengasih mempunyai anak dari malaikat. Maha Suci Allah SWT Sebenarnya malaikat-malaikat itu adalah hamba-hamba Allah SWT yang dimuliakan. Mereka tidak mendahului­




 

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat