Ash-Shiraa' bainal Haq wal Bathil (Konflik Antara Haq dan Bathil)
Sinopsis
Allah sebagai yang Maha Pencipta, maaka
Ia juga Maha Mengetahui akan ciptaan-Nya. Dengan
demikian maka Allah juga Maha Bijaksana. Dengan
kebijaksanaan ini Allah merupakan al haq dan karenanya then yang Allah miliki adalah dienullah atau dienulhaq (agama yang benar). Dienulhaq yang
diperuntukkan kepada manusia memerluLan
pengikut dan para pendukung sebagai bukti dan contoh
bagaimana manusia memerlukan keselamatan dan kedamaian
Islam.
Selain Allah adalah makhluk yang
diciptakanNya yang sangat bodoh karena aktivitasnya,
pemikiran dan sifatnya yang berorientasikan kepada zhon atau dugaan. Sedangkan analisa selain Allah adalah bathil. Dalam kehidupannya, manusia seringkali membuat sendiri aturan hidup yang pada akhirnya
berwujud dalam dienul bathil dengan pelopornya adalah al malik (penguasa) dan at taghut (syaitan).
Dengan demikian dhin ini pun biasa disebut
dengan dien malik (dien penguasa). Mereka pun mempunyai pengikut dan
pendukung kuat yang disebut penolong
syaitan. Mereka sebagai anshorul bathil
(pendukung kebatilan), kesediaan
dan kesiapan menjalankan perintah taghut menjadikannya sebagai tentaratentara Iblis serta bergabung di dalam hizbus syaithan (golongan syaitan). Akhirnya mereka pasti akan kalah dan merugi.
Pertempuran
antara al haq dan
al bathil adalah
suatu fenomena
yang terjadi semenjak adanya manusia. Bahkan sejak
Allah menciptakan manusia dan memerintahkan para malaikat serta Iblis
untuk sujud kepada Adam tetapi Iblis menolaknya
mentah-mentah perintah itu. Allah berfirman dalam
Permusuhan ini disebabkan karena Iblis secara intensif memfitnah
manusia dengan berbagai macam sarana dan fasilitas. Namun demikian pembawa al haq dengan penuh kesabaran dan ketabahan selalu berjalan di atas nilai Islam. Permusuhan di antara al haq dan al bathil
yang dibawa oleh orang beriman dan Iblis kemudian mengambil wujud
dan aktivitas yang bermacam-macam. Di antara strategi yang sering dilancarkan oleh pendukung kebatilan adalah melemparkan syubhat (keragu-raguan) dan kebohongan untuk mengotori kesucian para pendukung al haq. Dengan
demikian, sebagian besar umat akan
lari dari seruan pendukung al haq dan mereka membenarkan hasutan dari pendukung kebatilan. Hal ini merupakan satu bentuk
peperangan yang dihadapi Rasulullah
pada awal bermulanya dakwah yaitu perang opini dan fitnah yang dilancarkan oleh
Abu Lahab.
Al Qalbi berkata kepada Abu Lahab yang
membuntutinya dan berkata, "Jangan kalian terima ajakannya". Abu
Lahab menghampiri mereka dan mereka
berkata, "Apakah kamu mengenal
orang ini?" "Ya ia dari keluarga kami. Tentang apanya yang kalian tanyakan?" Tanya Abu Lahab
kemudian. "Tentang ajakannya
itu", jawab mereka. "Dia mengaku sebagai utusan Allah". Kemudian Abu Lahab menyeru,
"Janganlah sekali-kali kalian
mengikuti perkatannnya karena dia orang gila, seluruh perkataannya adalah igauan semata". Mereka menjawab, "Kami telah mengetahui hat itu
ketika disebutkan perihal
kuda". Pendukung kebatilan di zaman Nabi SAW menuduh Rasulullah dan pengikutnya sebagai orang
gila, tukang sihir dan dukun. Pada
saat itu pendukung kebatilan mengejek dan menuduh Nabi SAW agar manusia tidak mengikuti kebenaran. Pada saat ini perang opinipun
dilancarkan, sebagai contoh tuduhan kepada pendukung kebenaran (al haq) dengan sebutan teroris, kelompok fundamentalis, organisasi sempalan dan radikal.
Padahal mereka adalah pendukung al haq yang membenci kegiatan teror, memusuhi perpecahan dan membenci fanatisme.
Pertempuran antara al haq dan al bathil selain secara opini juga dilakukan secara fisik seperti intimidasi, pengusiran, pembantaian dan penjara. Mereka membuat tekanan fisik kepada
pribadi, keluarga dan teman-teman dekatnya agar menjalankan
kebatilan dan meninggalkan kebenaran. Ini merupakan
suatu contoh perang abadi antara pendukung al haq dan pengikut-pengikut kebatilan. Keadaan demikian akan selalu berkobar pada setiap waktu dan tempat walaupun mereka mengetahui bahwa para pendukung al haq berada pada pihak yang benar. Di
zaman Nabi SAW, pendukung kebatilan berkehendak
meracuni Rasulullah dan memeranginya walaupun
mereka mengakui Rasul sebagai orang yang jujur dan terpercaya. Pada dasarnya kebenaran yang dibawa oleh Nabi SAW diakui oleh hati nuraninya. Terbukti dengan masih percayanya
orang kafir Quraisy kepada Nabi SAW. Ketika menjelang
hijrah Rasul, mereka masih menitipkan barangbarangnya kepada Nabi dan
Rasulullah memegang amanah itu dengan
memberikan pesan kepada Ali RA.
Peperangan antara al haq dan al
bathil adalah suatu sunatullah dan tidak akan pernah berhenti hingga hari kiamat. Walaupun kebaikan dan kebenaran dirasakan olehnya mereka tetap memerangi bahkan menyatakan Rasul sebagai tukang sihir, pembohong, dukun dan orang gila yang tidak sehat akal pikirannya.
Permusuhan dan pendustaan para pendukung
kebatilan sebenarnya bukanlah atas dasar kebencian
mereka pada pribadi Rasulullah SAW melainkan untuk
menjaga supremasi dan eksistensi sistem masyarakat jahiliyah
dan ideologi paganisme dengan segala atributnya. Mereka
takut kehilangan status quo yang selama ini
mereka sandang. Semua ini merupakan kedurhakaan dan kekufuran
kepada Allah SWT Contoh di zaman Nabi SAW adalah Abu
Jahal yang menentang kebenaran disebabkan karena
eksistensinya sebagai seorang pemuka suku dan juga
orang yang diakui oleh kaumnya, akan berubah apabila mengikuti
perintah Rasul SAW yang dianggapnya sebagai manusia biasa
saja. Peperangan dan pertempuran al haq dengan kebatilan ini sebenarnya disebabkan karena tidak menerima suatu eksistensi ketundukkan kepada Allah yang membawanya kepada suatu loyalitas tunggal kepada Allah dan Rasul. Pertempuran yang dilakoni oleh al haq adalah
pertempuran memperjuangkan dienullah (agama Allah) yang diperjuangkan oleh tentara-tentara Allah (jundullah) yang bergabung di dalam hizbullah (golongan orang yang beriman). Manakala pendukung kebatilan berhadapan dengan pendukung kebenaran dalam rangka memperjuangkan nilai-nilai dan aturan-aturan yang bukan dari Allah mereka termasuk hizbusyaithan (golongan syaitan).
1. Allah
- Al Khaliq (Pencipta) - Al Alim (Maha Mengetahui) - Al Hakim (Maha Bijaksana)- Al Haq (Kebenaran)
A. Al Khaliq (Pencipta)
Allah SWT adalah Khalik yang sebenarnya.
Dialah yang menciptakan segala sesuatu. Dia memiliki
kekuasaan mengatasi segala makhluk. Dengan demikian Allah SWT Maha Berkuasa mencipta, mengatur dan mengelola seluruh Alam. Kekuatan yang sebenarnya ada di sisi Allah. Tidak ada
yang keliru, lemah dan kekurangan pada Allah. Dia Maha sempurna.
Dalil
Q 10:4.
Hanya kepadanyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Al- lah
menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada
orangorang yang beriman dan yang
mengerjakan amal saleh dengan adil.
Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman
air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.
Q. 67:3. Yang telah menciptakan tujuh
langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada
ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
Q. 59:24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
B. Al Alim (Maha Mengetahui)
Ilmu Allah meliputi segala-galanya. Dengan ilmuNya Allah SWT berkuasa mencipta,
menghidupkan, melangsungkan kehidupan berbagai
makhluk, mematikan, dan menghidupkan kembali serta
memperhitungkan. Allah mengetahui yang tersembunyi dan yang nyata. Allah Maha Mengetahui keadaan hambanya.
Allah sebagai pencipta, maka Allah mengetahui atas semua yang diciptakannya, sehingga Allah menjadi Maha Mengetahui atas apa yang ada di bumi dan di langit.
Dalil
Q. 67:14. Apakah Allah Yang menciptakan itu
tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) ; dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
Q. 36:79. Katakanlah: "la akan dihidupkan
oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang
pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk".
C. Al Hakim
(Maha
Bijaksana)
Allah yang menciptakan, maka Dia Maha Bijaksana dalam menentukan apakah yang paling sesuai untuk makhlukNya. Allah
menyediakan segala keperluan makhlukNya. Dengan melihat
dalam diri kita, nampak jelas kebijaksanaan Allah. Dia menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk. Dia mengaruniai akal sehingga kita dapat berfikir. Mata untuk melihat
alam yang indah lagi berwarna-warni, dan telinga untuk mendengar. Melihat kepada alam sekeliling kita, Allah ciptakan tumbuh-tumbuhan yang memproduksi oksigen. Kita hisap oksigen setiap saat tanpa henti
dan tanpa bayar, Masya Allah. Demikian
pula dengan kebijaksanaan Allah SWT
maka Dia menurunkan untuk makhlukNya
sistem, yang dengannya setiap makhluk hidup dapat hidup dengan teratur. Kepada manusia Allah juga memberikan sistem
agar dapat menjalani hidup ini dengan baik.
Dalil
Q. 59:24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama
Yang Paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang
ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q. 61:1. Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q. 62:1. Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
D. Al Haq
(Kebenaran)
Allah menamakan diriNya sebagai Al Haq.
Allah adalah Rabb yang sebenarnya. Dia lah yang paling mengetahui, paling
bijaksana maka selayaknyalah Dia menentukan mana
yang al haq dan mana yang al
bathil.
Allah sebagai Maha Menge tahui, maka Allah yang memiliki kebenaran atas apa yang diketahuinya, karena Dialah Pencipta alam ini. Dengan demikian apa yang difirmankan oleh Allah adalah suatu kebenaran.
Dalil
Q.
10:32. Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan
(dari kebenaran)?
Q. 22:62. (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
2.
Dinullah (Agama Allah) - Awliyaullah (Pendukung
Allah) - Junudullah (Tentara Allah) -
Hizbullah (Partai Allah) - Al Gholabah (Menang)
A.
Dinullah (Agama Allah)
Maka
Allah SWT mengutus Rasul-Nya SAW untuk menyampaikan kepada umat manusia
kebijaksanaan-Nya, yaitu hidayah dan dien
yang haq. Hidayah Allah menerangi hati manusia,
melembutkannya untuk menerima petunjuk Rasul
dan seterusnya melaksanakan sistem Allah, dienullah, nizham rabbani. Sebenarnya menerima dan
melaksanakan dienullah ini adalah untuk
kebaikan semata. Dengan tegaknya dien Allah, kehidupan manusig di dunia akan aman, sejahtera, yang pada akhirnya setelah mati dan menemui Allah SWT di akhirat juga dalam keadaan sejahtera.
Allah yang Maha Mengetahui dan bijak
dalam segala aturanNya menjadikan Islam sebagai agama Allah agar supaya manusia dapat hidup damai dan tenteram di
dunia.
Dalil
Q. 48:28. Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan
agama yang haq agar dimenangkanNya
terhadap semua agama Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Q. 9:33. Dialah yang telah
mengutus Rasul-Nya (dengan membawa)
petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama,
walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.
Q. 61:9. Dialah yang mengutus RasulNya deengan membawa petunjuk dan agama
yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang kafir benci.
B. Awliyaullah (Pendukung Allah)
Penegakkan sistem di kalangan manusia membutuhkan pendukung, pembela
dan penolong-penolcng. Sistem akan tegak berawal dari keyakinan manujsia, kemudian mengendap dalam konsep dan hati nura+ni lalu
akhirnya merealisasikannya dalam
kehidupan dai(n pembentukan syakhsiyah
(pribadi). Golongan yang menerima dien ini adalah
muslim, yang patuh menerima clang melaksanakkan semuanya tanpa reserve. Selanjutnya meniriigkatkan amalan dan kesungguhan agar menjadi mukmin sejati serta menuju kesempurnaan sebagai mutaqqin. Sejarah
Rasul terdahulu seperti Nabi Isa AS diungkap
oleh Allah dalam Al Quran dengan
mengisahkan anshorullah yang menebarkan dakwah di
kalangan Bani Israil ketika itu. Merekalah
pembantu Rasul dalam menegak dan melaksanakan
dien
Allah SWT
Dalil
Q. 61:14.
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong
(agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam
telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka,
lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.
C. junudullah
(Tentara Allah)
Ketika
dien ini telah tegak, di
Dalil
Q. 48:4. Dialah yang telah menurunkan
ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya
keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Q. 48:7. Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q. 37:171-173. Dan sesungguhnya telah
tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi
rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti
mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.
Q. 58:21. Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasulKu
pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Hadits.
D.
Hizbullah (Partai Allah)
Tanzhim adalah syarat dalam bekerja secara satu kesatuan barisan dalam organisasi. Tanpa tandzim satu barisan akan kocar-kacir. Terlalu banyak perintah, terlalu banyak pertikaian yang akan melemahkan saf (barisan).
Oleh karena itu jundullah mestilah
didisiplinkan hidupnya untuk fokus kepada perjuangan dan aural. Mereka
metnerlukan tarbiyyah yang khusus untuk menyatukan aqidah, ibadah, akhlaq dan hati sebelum mereka dapat disatukan
dalam saf yang berhadapan dengan musuh. Kekuatan Islam adalah dengan kekuatan penyusunan setiap jundi dengan kepatuhan yang total kepada Allah dan Rasul.
Jundullah bersatu di bawah
panji-panji hizbullah. Dan inilah gabungan kekuatan al haq yang
sebenar-benarnya yaitu satu barisan yang beriman, mendirikan shalat dan
mengeluarkan zakat dan tidak takut siapapun
kecuali Allah SWT
Dalil
Q.
5:55-56. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah,
RasulNya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan
shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan
barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan
orang-orang yang beriman menjadi penolongnya,
maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah
itulah yang pasti menang.
Q. 58:22. Kamu tidak akan
mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada
Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak,
atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka
itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukkanNya mereka ke dalam surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun puas terhadap (limpahan rahmat)Nya. Mereka itulah golongan Allah,
ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang
beruntung.
E. Al Gholabah
(Menang)
Siapakah yang dapat mengatasi kekuatan al haq? Kekuatan orang mukmin yang
ikhlas berjihad di jalan Allah SWT merupakan kekuatan yang luar
biasa. Kekuatan ini telah bergabung dan
terpadu sehingga ia merupakan kekuatan yang lahir dari kekuatan akidah, ukhuwwah dan wihdah. Gabungan inilah yang mendapat pertolongan dari tentara langit dan bumi (tentara Allah). Bacalah sirah Nabi (sejarah Nabi), dimana kita telah melihat bukti-bukti pertolongan Allah. Hizbullah yang melengkapi syarat
karakteristik yang dikehendaki Allah
pasti mendapat pertolongan Allah. Hizbullah
pasti menang. Kemenangan inilah yang ditunggu-tunggu
orang mukmin (al husnayain) yaitu menang atau syahid. (Q. 9:52)
Dalil
Q. 30:47. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orangorang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
Q. 5:56. Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman.menjadi
penolongnya, maka sesungguhnya pengikut
(agama) Allah itulah yang pasti menang.
3. Dinul Haq (Agama Yang Benar) - Anasirul Haq (Penolong Kebenaran) - Junudul
Haq (Tentara
Kebenaran)
- Al Falah (Kejayaan)
Islam sebagai diennya Allah Yang Maha Tahu dan Maha Bijak, maka Allah Maha Benar. Apa-apa saja yang dikeluarkanNya adalah suatu kebenaran. Agama Allah bagi kepentingan manusia adalah agama kebenaran. Untuk mencapai suatu kejayaan, maka dinul haq ini perlu diperjuangkan oleh penolong-penolong
kebenaran yang mempunyai karakter tentara
kebenaran.
4. Ghairullah (Selain Allah) - Al Makhluk (Ciptaan)Al Jahil
(Bodoh) - Az Zhon (Sangkaan) - Al Bathil (Kesesatan)
A. Al Makhluk (Ciptaan)
Selain Allah SWT adalah makhluk yang diciptakan. Tidak ada
kekuatan yang dimiliki makhluk. Banyak ayat Allah yang menceritakan tentang hakikat makhluk yang sebenarnya adalah lemah. Apalagi yang disembah selain Allah
itu semuanya lemah belaka. Semua kumpulan atau kelompok yang bergabung untuk
menentang Allah itu, tidak memiliki
kekuatan apapun. Mereka asalnya lemah dan
bergabung di atas kelemahan juga. Kita perlu meyakinkan bahwa makhluk itu benar-benar lemah. Makhluk tak dapat
menciptakan walaupun seekor lalat. Makhluk
hanya menggunakan ciptaan-ciptaan Allah. Gabungkanlah para saintis yang paling pakarpun, niscaya tidak
akan mampu mencipta sebiji atom pun, apa lagi hendak
menciptakan lalat, impossible. Hanya Allah, pencipta yang
sebenarnya, dari tiada kepada ada. "Kun fa yakun".
Dalil
Q.
16:17. Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa
kamu tidak mengambil pelajaran.
Q. 22:73. Hai manusia, telah dibuat perumpamaan,
maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka
bersatu untuk menciptakannya. Dan
jika lalat itu merampas sesuatu dari
mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
B. Al Jahil (Bodoh)
Sifat kebodohan adalah berkaitan langsung dengan kelemahan. Oleh karena itu kalau sistem yang dibuat oleh manusia pasti tak dapat menandingi sistem Allah. Dien manusia tak mungkin mengatasi then Allah
SWT. Ketinggian itu tiada bandingannya.
Manusia yang mencobacoba membuat sistem sendiri terbukti
akhirnya membawa kepada kehancuran, kegagalan, putus asa,
peperangan dan kebinasaan. Hidup manusia menjadi porak
poranda.
Dalil
Q. 33:73. Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki
dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
C. Azh Zhon (Sangkaan)
Satu faktor penting dari kebinasaan itu adalah manusia membangun sistem mereka di atas dasar zhon, keraguraguan dan tidak pasti. Sedangkan Allah SWT mendirikan sistem berdasarkan kebenaran, ilmu dan hikmah. Dasar dari
sangkaan dan analisis yang lemah digunakan untuk membangun
sistem yang akhirnya dapat merusakkan segala-galanya.
Dari kezaliman politik, keruntuhan moral, kejatuhan
ekonomi, kehancuran sistem sosial semuanya didasarkan
dari berbagai hipotesis, tesis, teori, paradigma dan berbagai anggapan yang
sangat lemah. Walaupun teori tersebut
diistilahkan dengan saintifik, modern, maju, tidak ortodoks, tidak
fundamentalis dan sebagainya. Hakikatnya Allah
menyebutkan bahwa dasar mereka hanya dugaan dan sangkaan
saja.
Dalil
Q. 10:36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerj
akan.
Q. 6:116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
D. Al Bathil (Kesesatan)
Oleh karena itu, benar bahwa selain dari Allah adalah batil apapun namanya. Batil berarti tanpa ilmu, sesat dan bahkan menyesatkan. Tidak ada selain yang haq itu kecuali al bathil. Yang
tidak memiliki kekuatan apa-apa. Namun demikian, mereka juga berusaha mempertahankan al bathil itu. Al Bathil akan ditegakkan dan
akan dipertahankan karena manfaat tertentu,
untuk kepentingan hawa nafsu golongan tertentu. Al bathil
dan kawan-kawannya tetap ada sepanjang
zaman. Mereka adalah palsu dan menegakkan kepalsuan. Menipu dan menyesatkan itulah kerja al bathil.
Dalil
Q. 10:32. Maka (Zat yang demikian) itulah
Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada
sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka
bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?
Q. 22:62. (Kuasa Allah) yang demikian
itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang
Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru
selain dari Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha 'Tinggi lagi Maha Besar.
5.
Ghairu Dinullah
(Selain Agama Allah) - Awliyau Syaithan (Penolong Syaitan) - Junudul Iblis (Tentara Iblis) - Hizbus
Syaithan (Golongan Syaitan) - Al
Inhizam (Kalah/Terkuasai)
A. Ghairu
Dinullah (Selain Agama Allah)
Selain Islam adalah dien yang bathil. Sistem hidup yang lain ditegakkan
untuk mengatur dan mengurus kehidupan manusia,
baik individu ataupun berjamaah (bermasyarakat). Mereka
mengamalkan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak
Allah. Berdasarkan hawa nafsu dan keraguraguan (zhon) dien (agama atau aturan) ini ditegakkan. Allah tidak menerima dien seperti
ini. Oleh karena itu dien yang
batil ini hares dikenali oleh para dai supaya tidak tertipu atau tergelincir.
Dalil
Q.
12:76. Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari
karung saudaranya. Demikianlah Kami
atur untuk (mencapai maksud) Yusuf.
Tiadalah Yusuf patut menghukum saudaranya menurut undang-undang raja,
kecuali Allah menghendakiNya. Kami
tinggikan deraj at orang yang Kami kehendaki;
dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha
Mengetahui.
Q. 42:26. Dan Dia memperkenankan (doa)
orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karuniaNya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.
B. Awliyau Syaithan
(Penolong Syaitan)
Pendukung dien bathil ini juga
banyak. Mereka adalah penolong syaitan. Kebatilan didukung oleh
musyrikin, kafirin, munafikin, Yahudi dan Nashoro.
Banyak sekali kisah mereka dari zaman Nabi Adam AS dan seluruh rasul yang berperang menghadapi pendukung syaitan ini. Mereka juga beramal jamai dalam
membangun dan mempertahankan dien batil ini. Berbagai
istilah diberikan untuk menghiasi dien ini dan dipertahankan oleh para pendukungnya. Di dunia
mereka bersama dan di hari kiamat juga mereka menyesal
bersama. Pendukung sistem bathil ini gembira jika orang mukmin
kalah, gagal dan hancur. Mereka mau menguburkan
Islam dan dien Allah SWT dalam
perang Badr, Uhud, Khandaq. Mereka
selalu berusaha dan hingga kini usaha
mereka tidak berhenti sama sekali untuk menentang Al Islam.
Dalil
Q. 4:141. (Yaitu)
orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai
orang-orang mukmin). Maka jika terjadi
bagimu kemenangan dari Allah mereka
berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata:
"Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang yang beriman?" Maka Allah akan
memberi keputusan di antara kamu di
hari kiamat dan Allah sekalikali tidak akan memberi jalan kepada
orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.
Q. 2:120. Dan tidak pernah ridha selamanya orang Yahudi dan Nashrani sehingga mereka mengikuti agama Yahudi dan
Nashrani.
C. Junudul Iblis (Tentara Iblis)
Mereka menjadi tentara yang setia dan bersungguhsungguh mempertahankan dien syaitan. Mereka senantiasa mendengar perintah dari syaitan dan
kawan-kawannya. Sedangkan syaitan itu menyeru dan mengajak mereka ke neraka. Perjalanan mereka dihiasi dan ditaburi
dengan nikmat dan ganjaran
sementara. Mereka dipengaruhi untuk tetap
dengan kesenangan dunia. Ini memanglah kehebatan syaitan yang mengajak mereka
dari semua arah.
Dalil
Q. 26:94-95. Maka mereka
(sembahan-sembahan) itu dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara Iblis semuanya.
D. Hizbus Syaithan (Partai Syaitan)
Ternyata tidak hanya al haq yang memiliki barisan, organisasi
kebatilan pun memiliki barisan yang disebut dengan hizbus syaithan. Namun demikian, hizbus
syaithan yang berdiri atas suatu kelemahan bukan
kekuatan, maka hizbus syaithan pun mudah
untuk dikalahkan. Mereka mudah terkuasai apabila kebenaran
memiliki barisan yang lebih kuat dari barisan hizbus syaithan.
Pasukan syaitan ini bergabung untuk menentang hizbullah. la membentuk satu kelompok, hizbus syaithan. Dia menggunakan berbagai taktik, Cuma Allah menyatakan bahwa tipu
daya dan trik mereka adalah lemah belaka. Hizbus
syaithan tampil dengan bermacam-macam nama dan organisasi serta partai. Walau apapun namanya, hakikat mereka adalah satu, untuk menentang dien yang haq dan
berusaha untuk meruntuhkannya.
E. Al Inhizam (Kalah/Terkuasai)
Hizbus
syaithan sebenarnya bergabung di atas landasan
yang rapuh dan lemah. Kekuatan jundullah akan pasti mengatasi dien syaitan ini. Di
akhirat lebih-lebih lagi, penyesalan mereka
bertambah besar. Allah menceritakan bagaimana di akhirat mereka saling berbantah-bantahan dan tuduh menuduh, cela mencela karena menyesali persatuan mereka. Rugilah mereka serugi-ruginya.
Dalil
Q. 7:27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperhatikan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikutpengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa lihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi
orang-orang yang tidak beriman.
Q. 58:19. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.
Q.
54:45. Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.
Q. 3:12. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti
akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburukburuknya".
6. Dinul Bathil (Agama Yang Bathil) - Anasirul Bathil (Penolong Kebathilan) - Junudul Bathil (Tentara Kebathilan) - Al
Khusron (Merugi)
Selain Islam adalah dien yang berasal dari selain Allah atau dien yang batil yaitu dari sesuatu yang tidak mengetahui dan yang tidak bijak. Selain Allah adalah sesuatu yang salah. Apa saja yang dikeluarkan selain Allah adalah suatu yang belum tentu sebagai kebenaran. Agama selain Allah biasanya untuk kepentingan hawa nafsu manusia. Untuk mencapai suatu kejayaannya, maka dinulbathil ini diperjuangkan oleh penolong-penolong
kebatilan yang mempunyai karakter tentara kebatilan dan
mereka pasti mendapat kerugian.
Ringkasan Dalil
Allah
·
Allah Yang Maha Pencipta (Q-10:4,67:3,59:24)
·
Maha Mengetahui (Q. 67:14, 36:79)
·
Maha Bijaksana (Q. 59:24, 61:1, 62:1)
·
Allah
adalah al Haq (Q.10:32, 22:62)
Dienullah
·
Dien
Allah dien yang Haq (Q. 48:28,
·
Memerlukan para pendukung (Q. 61:14, 47:7)
·
58:21,
Hadits)
·
Bergabung di dalam hizbullah (Q.
·
Mereka pasti menang dan jaya (Q. 30:47,
·
Ghairu Dienullah
·
Selain
Allah adalah makhluk yang diciptakan (Q.
·
Yang
sangat bodoh (Q. 33:73)
·
Berorientasi pada zhon, dugaan, analisa (Q.
·
Selain
Allah adalah bathil (Q.
·
Membuat selain dienulLah/dienul malik (Q. 12:76, 42:26)
·
Para
pendukungnya adalah penolong syaitan disebut anshorul bathil (Q. 4:141)
·
Disebut juga
tentara-tentara Iblis (Q. 26:94-95)
·
Bergabung
dalam hizbus syaithan (Q.
·
Mereka pasti kalah dan merugi (Q. 54:45,

Comments
Post a Comment