Ash-Shiraa' bainal Haq wal Bathil (Konflik Antara Haq dan Bathil)

Sinopsis

Allah sebagai yang Maha Pencipta, maaka Ia juga Maha Mengetahui akan ciptaan-Nya. Dengan demikian maka Allah juga Maha Bijaksana. Dengan kebijaksanaan ini Allah merupakan al haq dan karenanya then yang Allah miliki adalah dienullah atau dienulhaq (agama yang benar). Dienulhaq yang diperuntukkan kepada manusia memerluLan pengikut dan para pendukung sebagai bukti dan contoh bagaimana manusia memerlukan keselamatan dan kedamaian Islam. Para pendukung Islam ini disebut sebagai jundvdlah yang mereka ini bergabung di dalam hizbullah dan mereka pasti memperoleh kemenangan.

 

Selain Allah adalah makhluk yang diciptakanNya yang sangat bodoh karena aktivitasnya, pemikiran dan sifatnya yang berorientasikan kepada zhon atau dugaan. Sedangkan analisa selain Allah adalah bathil. Dalam kehidupannya, manusia seringkali membuat sendiri aturan hidup yang pada akhirnya berwujud dalam dienul bathil dengan pelopornya adalah al malik (penguasa) dan at taghut (syaitan). Dengan demikian dhin ini pun biasa disebut dengan dien malik (dien penguasa). Mereka pun mempunyai pengikut dan pendukung kuat yang disebut penolong syaitan. Mereka sebagai anshorul bathil (pendukung kebatilan), kesediaan dan kesiapan menjalankan perintah taghut menjadikannya sebagai tentara­tentara Iblis serta bergabung di dalam hizbus syaithan (golongan syaitan). Akhirnya mereka pasti akan kalah dan merugi.

 

Pertempuran antara al haq dan al bathil adalah suatu fenomena yang terjadi semenjak adanya manusia. Bahkan sejak Allah menciptakan manusia dan memerintahkan para malaikat serta Iblis untuk sujud kepada Adam tetapi Iblis menolaknya mentah-mentah perintah itu. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah:34 yang artinya "Maka bersujudlah semua malaikat itu, kecuali Iblis yang membangkang dan berbuat kesombongan, karena is termasuk orang-orang kafir". Iblis sebagai lambang kebatilan menyatakan diri melawan al haq yang diperintahkan Allah SWT Semenjak itu pulalah Iblis menyimpan dendam permusuhan kepada anak cucu Adam karena Allah memuliakan manusia di atas makhluk yang lain dengan ilmu dan akalnya. Iblis bersumpah kepada Allah untuk membalas dendam kepada manusia yang berbuat kebenaran (al haq) dengan upayanya membawa manu-sia ke dalam kejahatan. Kecuali hanya segelintir manusia saja yang selamat yaitu orang-orang yang ikhlas dalam mendukung manhaj yang haq. Dia berkata dengan geramnya: "Niscaya benar-benar aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil" (Q. At Isra:62). Permusuhan abadi terjadi antara mereka yang mendapat petunjuk dari Allah dengan kelompok-kelompok yang disesatkan oleh Iblis.

 

Permusuhan ini disebabkan karena Iblis secara intensif memfitnah manusia dengan berbagai macam sarana dan fasilitas. Namun demikian pembawa al haq dengan penuh kesabaran dan ketabahan selalu berjalan di atas nilai Islam. Permusuhan di antara al haq dan al bathil yang dibawa oleh orang beriman dan Iblis kemudian mengambil wujud dan aktivitas yang bermacam-macam. Di antara strategi yang sering dilancarkan oleh pendukung kebatilan adalah melemparkan syubhat (keragu-raguan) dan kebohongan untuk mengotori kesucian para pendukung al haq. Dengan demikian, sebagian besar umat akan lari dari seruan pendukung al haq dan mereka membenarkan hasutan dari pendukung kebatilan. Hal ini merupakan satu bentuk peperangan yang dihadapi Rasulullah pada awal bermulanya dakwah yaitu perang opini dan fitnah yang dilancarkan oleh Abu Lahab.

 

Al Qalbi berkata kepada Abu Lahab yang membuntutinya dan berkata, "Jangan kalian terima ajakannya". Abu Lahab menghampiri mereka dan mereka berkata, "Apakah kamu mengenal orang ini?" "Ya ia dari keluarga kami. Tentang apanya yang kalian tanyakan?" Tanya Abu Lahab kemudian. "Tentang ajakannya itu", jawab mereka. "Dia mengaku sebagai utusan Allah". Kemudian Abu Lahab menyeru, "Janganlah sekali-kali kalian mengikuti perkatannnya karena dia orang gila, seluruh perkataannya adalah igauan semata". Mereka menjawab, "Kami telah mengetahui hat itu ketika disebutkan perihal kuda". Pendukung kebatilan di zaman Nabi SAW menuduh Rasulullah dan pengikutnya sebagai orang gila, tukang sihir dan dukun. Pada saat itu pendukung kebatilan mengejek dan menuduh Nabi SAW agar manusia tidak mengikuti kebenaran. Pada saat ini perang opinipun dilancarkan, sebagai contoh tuduhan kepada pendukung kebenaran (al haq) dengan sebutan teroris, kelompok fundamentalis, organisasi sempalan dan radikal. Padahal mereka adalah pendukung al haq yang membenci kegiatan teror, memusuhi perpecahan dan membenci fanatisme.

 

Pertempuran antara al haq dan al bathil selain secara opini juga dilakukan secara fisik seperti intimidasi, pengusiran, pembantaian dan penjara. Mereka membuat tekanan fisik kepada pribadi, keluarga dan teman-teman dekatnya agar menjalankan kebatilan dan meninggalkan kebenaran. Ini merupakan suatu contoh perang abadi antara pendukung al haq dan pengikut-pengikut kebatilan. Keadaan demikian akan selalu berkobar pada setiap waktu dan tempat walaupun mereka mengetahui bahwa para pendukung al haq berada pada pihak yang benar. Di zaman Nabi SAW, pendukung kebatilan berkehendak meracuni Rasulullah dan memeranginya walaupun mereka mengakui Rasul sebagai orang yang jujur dan terpercaya. Pada dasarnya kebenaran yang dibawa oleh Nabi SAW diakui oleh hati nuraninya. Terbukti dengan masih percayanya orang kafir Quraisy kepada Nabi SAW. Ketika menjelang hijrah Rasul, mereka masih menitipkan barang­barangnya kepada Nabi dan Rasulullah memegang amanah itu dengan memberikan pesan kepada Ali RA.

 

Peperangan antara al haq dan al bathil adalah suatu sunatullah dan tidak akan pernah berhenti hingga hari kiamat. Walaupun kebaikan dan kebenaran dirasakan olehnya mereka tetap memerangi bahkan menyatakan Rasul sebagai tukang sihir, pembohong, dukun dan orang gila yang tidak sehat akal pikirannya.

 

Permusuhan dan pendustaan para pendukung kebatilan sebenarnya bukanlah atas dasar kebencian mereka pada pribadi Rasulullah SAW melainkan untuk menjaga supremasi dan eksistensi sistem masyarakat jahiliyah dan ideologi paganisme dengan segala atributnya. Mereka takut kehilangan status quo yang selama ini mereka sandang. Semua ini merupakan kedurhakaan dan kekufuran kepada Allah SWT Contoh di zaman Nabi SAW adalah Abu Jahal yang menentang kebenaran disebabkan karena eksistensinya sebagai seorang pemuka suku dan juga orang yang diakui oleh kaumnya, akan berubah apabila mengikuti perintah Rasul SAW yang dianggapnya sebagai manusia biasa saja. Peperangan dan pertempuran al haq dengan kebatilan ini sebenarnya disebabkan karena tidak menerima suatu eksistensi ketundukkan kepada Allah yang membawanya kepada suatu loyalitas tunggal kepada Allah dan Rasul. Pertempuran yang dilakoni oleh al haq adalah pertempuran memperjuangkan dienullah (agama Allah) yang diperjuangkan oleh tentara-tentara Allah (jundullah) yang bergabung di dalam hizbullah (golongan orang yang beriman). Manakala pendukung kebatilan berhadapan dengan pendukung kebenaran dalam rangka memperjuangkan nilai-nilai dan aturan-aturan yang bukan dari Allah mereka termasuk hizbusyaithan (golongan syaitan).

 

1. Allah - Al Khaliq (Pencipta) - Al Alim (Maha Mengetahui) - Al Hakim (Maha Bijaksana)- Al Haq (Kebenaran)

 

A. Al Khaliq (Pencipta)

 

Allah SWT adalah Khalik yang sebenarnya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu. Dia memiliki kekuasaan mengatasi segala makhluk. Dengan demikian Allah SWT Maha Berkuasa mencipta, mengatur dan mengelola seluruh Alam. Kekuatan yang sebenarnya ada di sisi Allah. Tidak ada yang keliru, lemah dan kekurangan pada Allah. Dia Maha sempurna.

 

Dalil

 

Q 10:4. Hanya kepadanyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Al- lah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang­orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.

 

Q. 67:3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-la­pis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

 

Q. 59:24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

B. Al Alim (Maha Mengetahui)

 

Ilmu Allah meliputi segala-galanya. Dengan ilmuNya Al­lah SWT berkuasa mencipta, menghidupkan, melangsungkan kehidupan berbagai makhluk, mematikan, dan menghidupkan kembali serta memperhitungkan. Al­lah mengetahui yang tersembunyi dan yang nyata. Allah Maha Mengetahui keadaan hambanya.

 

Allah sebagai pencipta, maka Allah mengetahui atas semua yang diciptakannya, sehingga Allah menjadi Maha Mengetahui atas apa yang ada di bumi dan di langit.

 

Dalil

 

Q. 67:14. Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) ; dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?

 

Q. 36:79. Katakanlah: "la akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk".

 

C. Al Hakim (Maha Bijaksana)

 

Allah yang menciptakan, maka Dia Maha Bijaksana dalam menentukan apakah yang paling sesuai untuk makhlukNya. Allah menyediakan segala keperluan makhlukNya. Dengan melihat dalam diri kita, nampak jelas kebijaksanaan Allah. Dia menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk. Dia mengaruniai akal sehingga kita dapat berfikir. Mata untuk melihat alam yang indah lagi berwarna-warni, dan telinga untuk mendengar. Melihat kepada alam sekeliling kita, Allah ciptakan tumbuh-tumbuhan yang memproduksi oksigen. Kita hisap oksigen setiap saat tanpa henti dan tanpa bayar, Masya Allah. Demikian pula dengan kebijaksanaan Allah SWT maka Dia menurunkan untuk makhlukNya sistem, yang dengannya setiap makhluk hidup dapat hidup dengan teratur. Kepada manusia Allah juga memberikan sistem agar dapat menjalani hidup ini dengan baik.

 

Dalil

 

Q. 59:24. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Q. 61:1. Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Q. 62:1. Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

D. Al Haq (Kebenaran)

 

Allah menamakan diriNya sebagai Al Haq. Allah adalah Rabb yang sebenarnya. Dia lah yang paling mengetahui, paling bijaksana maka selayaknyalah Dia menentukan mana yang al haq dan mana yang al bathil.

 

Allah sebagai Maha Menge tahui, maka Allah yang memiliki kebenaran atas apa yang diketahuinya, karena Dialah Pencipta alam ini. Dengan demikian apa yang difirmankan oleh Allah adalah suatu kebenaran.

 

Dalil

 

Q. 10:32. Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?

 

Q. 22:62. (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

 

 

2. Dinullah (Agama Allah) - Awliyaullah (Pendukung Al­lah) - Junudullah (Tentara Allah) - Hizbullah (Partai Allah) - Al Gholabah (Menang)

 

A. Dinullah (Agama Allah)

 

Maka Allah SWT mengutus Rasul-Nya SAW untuk menyampaikan kepada umat manusia kebijaksanaan-Nya, yaitu hidayah dan dien yang haq. Hidayah Allah menerangi hati manusia, melembutkannya untuk menerima petunjuk Rasul dan seterusnya melaksanakan sistem Allah, dienullah, nizham rabbani. Sebenarnya menerima dan melaksanakan dienullah ini adalah untuk kebaikan semata. Dengan tegaknya dien Allah, kehidupan manusig di dunia akan aman, sejahtera, yang pada akhirnya setelah mati dan menemui Allah SWT di akhirat juga dalam keadaan sejahtera.

 

Allah yang Maha Mengetahui dan bijak dalam segala aturanNya menjadikan Islam sebagai agama Allah agar supaya manusia dapat hidup damai dan tenteram di dunia.

 

Dalil

 

Q. 48:28. Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq agar dimenangkanNya terhadap semua agama Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

 

Q. 9:33. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun or­ang-orang musyrik tidak menyukai.

 

Q. 61:9. Dialah yang mengutus RasulNya deengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang kafir benci.

 

B. Awliyaullah (Pendukung Allah)

 

Penegakkan sistem di kalangan manusia membutuhkan pendukung, pembela dan penolong-penolcng. Sistem akan tegak berawal dari keyakinan manujsia, kemudian mengendap dalam konsep dan hati nura+ni lalu akhirnya merealisasikannya dalam kehidupan dai(n pembentukan syakhsiyah (pribadi). Golongan yang menerima dien ini adalah muslim, yang patuh menerima clang melaksanakkan semuanya tanpa reserve. Selanjutnya meniriigkatkan amalan dan kesungguhan agar menjadi mukmin sejati serta menuju kesempurnaan sebagai mutaqqin. Sejarah Rasul terdahulu seperti Nabi Isa AS diungkap oleh Allah dalam Al Quran dengan mengisahkan anshorullah yang menebarkan dakwah di kalangan Bani Israil ketika itu. Merekalah pembantu Rasul dalam menegak dan melaksanakan dien Allah SWT

 

Dalil

 

Q. 61:14. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

 

C. junudullah (Tentara Allah)

 

Ketika dien ini telah tegak, di sana akan ada musuh Allah dari kalangan syaitan, dan kawan-kawannya. Mereka menyerang bersama-sama melalui al ghazwul fikri, maupun al ghazwul asykari, atau al ghazwul igtisodi. Sirah Rasulullah SAW menceritakan bagaimana baginda telah di serang, assabiqunal awwalun disiksa dan di serang, daulah Islam Madinah juga di serang. Serangan bertubi-tubi, ghazwah bertemu ghazwah. Khilafah Islam juga di serang dari Umawiyyah, Abbasiyyah, Fatimiyah higga akhirnya tumbang pada 1924. Maka siapakah yang akan mempertahankan dien ini dari serangan tersebut, tentunya jundullah. Tentara Allah yang berdiri tegak, terlatih, tertarbiyyah, tersusun, dan tertanzhim, sehingga menjadi satu saf yang tersusun rapi mempertahankan dien ini. Jundullah adalah keperluan bagi keberadaan dien ini, baik jundi yang berdakwah maupun jundi yang berperang. Jundi yang lebih mementingkan Allah, Rasul-Nya dan Islam, melebihi dirinya, keluarganya dan anak isterinya. Jundullah yang megejar mardhotillah, dan mengajak surga Allah. Apalah artinya nilai dunia ini berbanding surga Allah dan keampunanNya yang seluas langit dan bumi. Berjilid-jilid sejarah telah mencatat darah syuhada jundullah. Ya Allah matikanlah hati ini atas syahid di jalan-Mu.

 

Dalil

 

Q. 48:4. Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Q. 48:7. Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Q. 37:171-173. Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.

 

Q. 58:21. Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasulKu pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

 

Hadits.

 

D. Hizbullah (Partai Allah)

 

Tanzhim adalah syarat dalam bekerja secara satu kesatuan barisan dalam organisasi. Tanpa tandzim satu barisan akan kocar-kacir. Terlalu banyak perintah, terlalu banyak pertikaian yang akan melemahkan saf (barisan). Oleh karena itu jundullah mestilah didisiplinkan hidupnya untuk fokus kepada perjuangan dan aural. Mereka metnerlukan tarbiyyah yang khusus untuk menyatukan aqidah, ibadah, akhlaq dan hati sebelum mereka dapat disatukan dalam saf yang berhadapan dengan musuh. Kekuatan Islam adalah dengan kekuatan penyusunan setiap jundi dengan kepatuhan yang total kepada Allah dan Rasul. Jundullah bersatu di bawah panji-panji hizbullah. Dan inilah gabungan kekuatan al haq yang sebenar-benarnya yaitu satu barisan yang beriman, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat dan tidak takut siapapun kecuali Allah SWT

 

Dalil

 

Q. 5:55-56. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Al­lah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Al­lah, RasulNya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Al­lah itulah yang pasti menang.

 

Q. 58:22. Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukkanNya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun puas terhadap (limpahan rahmat)Nya. Mereka itulah golongan Allah, ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.

 

E. Al Gholabah (Menang)

 

Siapakah yang dapat mengatasi kekuatan al haq? Kekuatan orang mukmin yang ikhlas berjihad di jalan Allah SWT merupakan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan ini telah bergabung dan terpadu sehingga ia merupakan kekuatan yang lahir dari kekuatan akidah, ukhuwwah dan wihdah. Gabungan inilah yang mendapat pertolongan dari tentara langit dan bumi (tentara Allah). Bacalah sirah Nabi (sejarah Nabi), dimana kita telah melihat bukti-bukti pertolongan Allah. Hizbullah yang melengkapi syarat karakteristik yang dikehendaki Allah pasti mendapat pertolongan Allah. Hizbullah pasti menang. Kemenangan inilah yang ditunggu-tunggu orang mukmin (al husnayain) yaitu menang atau syahid. (Q. 9:52)

 

Dalil

 

Q. 30:47. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang­orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

 

Q. 5:56. Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman.menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.

 

3. Dinul Haq (Agama Yang Benar) - Anasirul Haq (Penolong Kebenaran) - Junudul Haq (Tentara Kebenaran) - Al Falah (Kejayaan)

 

Islam sebagai diennya Allah Yang Maha Tahu dan Maha Bijak, maka Allah Maha Benar. Apa-apa saja yang dikeluarkanNya adalah suatu kebenaran. Agama Allah bagi kepentingan manusia adalah agama kebenaran. Untuk mencapai suatu kejayaan, maka dinul haq ini perlu diperjuangkan oleh penolong-penolong kebenaran yang mempunyai karakter tentara kebenaran.

 

4. Ghairullah (Selain Allah) - Al Makhluk (Ciptaan)­Al Jahil (Bodoh) - Az Zhon (Sangkaan) - Al Bathil (Kesesatan)

 

A. Al Makhluk (Ciptaan)

 

Selain Allah SWT adalah makhluk yang diciptakan. Tidak ada kekuatan yang dimiliki makhluk. Banyak ayat Allah yang menceritakan tentang hakikat makhluk yang sebenarnya adalah lemah. Apalagi yang disembah selain Allah itu semuanya lemah belaka. Semua kumpulan atau kelompok yang bergabung untuk menentang Allah itu, tidak memiliki kekuatan apapun. Mereka asalnya lemah dan bergabung di atas kelemahan juga. Kita perlu meyakinkan bahwa makhluk itu benar-benar lemah. Makhluk tak dapat menciptakan walaupun seekor lalat. Makhluk hanya menggunakan ciptaan-ciptaan Allah. Gabungkanlah para saintis yang paling pakarpun, niscaya tidak akan mampu mencipta sebiji atom pun, apa lagi hendak menciptakan lalat, impossible. Hanya Allah, pencipta yang sebenarnya, dari tiada kepada ada. "Kun fa yakun".

 

Dalil

 

Q. 16:17. Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.

 

Q. 22:73. Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.

 

B. Al Jahil (Bodoh)

 

Sifat kebodohan adalah berkaitan langsung dengan kelemahan. Oleh karena itu kalau sistem yang dibuat oleh manusia pasti tak dapat menandingi sistem Allah. Dien manusia tak mungkin mengatasi then Allah SWT. Ketinggian itu tiada bandingannya. Manusia yang mencoba­coba membuat sistem sendiri terbukti akhirnya membawa kepada kehancuran, kegagalan, putus asa, peperangan dan kebinasaan. Hidup manusia menjadi porak poranda.

 

Dalil

 

Q. 33:73. Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki­-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

C. Azh Zhon (Sangkaan)

 

Satu faktor penting dari kebinasaan itu adalah manusia membangun sistem mereka di atas dasar zhon, keragu­raguan dan tidak pasti. Sedangkan Allah SWT mendirikan sistem berdasarkan kebenaran, ilmu dan hikmah. Dasar dari sangkaan dan analisis yang lemah digunakan untuk membangun sistem yang akhirnya dapat merusakkan segala-galanya. Dari kezaliman politik, keruntuhan moral, kejatuhan ekonomi, kehancuran sistem sosial semuanya didasarkan dari berbagai hipotesis, tesis, teori, paradigma dan berbagai anggapan yang sangat lemah. Walaupun teori tersebut diistilahkan dengan saintifik, modern, maju, tidak ortodoks, tidak fundamentalis dan sebagainya. Hakikatnya Allah menyebutkan bahwa dasar mereka hanya dugaan dan sangkaan saja.

 

Dalil

 

Q. 10:36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerj akan.

 

Q. 6:116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-or­ang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).

 

D. Al Bathil (Kesesatan)

 

Oleh karena itu, benar bahwa selain dari Allah adalah batil apapun namanya. Batil berarti tanpa ilmu, sesat dan bahkan menyesatkan. Tidak ada selain yang haq itu kecuali al bathil. Yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Namun demikian, mereka juga berusaha mempertahankan al bathil itu. Al Bathil akan ditegakkan dan akan dipertahankan karena manfaat tertentu, untuk kepentingan hawa nafsu golongan tertentu. Al bathil dan kawan-kawannya tetap ada sepanjang zaman. Mereka adalah palsu dan menegakkan kepalsuan. Menipu dan menyesatkan itulah kerja al bathil.

 

Dalil

 

Q. 10:32. Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?

 

Q. 22:62. (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha 'Tinggi lagi Maha Besar.

 

5. Ghairu Dinullah (Selain Agama Allah) - Awliyau Syaithan (Penolong Syaitan) - Junudul Iblis (Tentara Iblis) - Hizbus Syaithan (Golongan Syaitan) - Al Inhizam (Kalah/Terkuasai)

 

A. Ghairu Dinullah (Selain Agama Allah)

 

Selain Islam adalah dien yang bathil. Sistem hidup yang lain ditegakkan untuk mengatur dan mengurus kehidupan manusia, baik individu ataupun berjamaah (bermasyarakat). Mereka mengamalkan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah. Berdasarkan hawa nafsu dan keragu­raguan (zhon) dien (agama atau aturan) ini ditegakkan. Al­lah tidak menerima dien seperti ini. Oleh karena itu dien yang batil ini hares dikenali oleh para dai supaya tidak tertipu atau tergelincir.

 

Dalil

 

Q. 12:76. Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah Yusuf patut menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakiNya. Kami tinggikan deraj at orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

 

Q. 42:26. Dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karuniaNya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

 

B. Awliyau Syaithan (Penolong Syaitan)

 

Pendukung dien bathil ini juga banyak. Mereka adalah penolong syaitan. Kebatilan didukung oleh musyrikin, kafirin, munafikin, Yahudi dan Nashoro. Banyak sekali kisah mereka dari zaman Nabi Adam AS dan seluruh rasul yang berperang menghadapi pendukung syaitan ini. Mereka juga beramal jamai dalam membangun dan mempertahankan dien batil ini. Berbagai istilah diberikan untuk menghiasi dien ini dan dipertahankan oleh para pendukungnya. Di dunia mereka bersama dan di hari kiamat juga mereka menyesal bersama. Pendukung sistem bathil ini gembira jika orang mukmin kalah, gagal dan hancur. Mereka mau menguburkan Islam dan dien Allah SWT dalam perang Badr, Uhud, Khandaq. Mereka selalu berusaha dan hingga kini usaha mereka tidak berhenti sama sekali untuk menentang Al Islam.

 

Dalil

 

Q. 4:141. (Yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Al­lah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari or­ang-orang yang beriman?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali­kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

 

Q. 2:120. Dan tidak pernah ridha selamanya orang Yahudi dan Nashrani sehingga mereka mengikuti agama Yahudi dan Nashrani.

 

C. Junudul Iblis (Tentara Iblis)

 

Mereka menjadi tentara yang setia dan bersungguh­sungguh mempertahankan dien syaitan. Mereka senantiasa mendengar perintah dari syaitan dan kawan-kawannya. Sedangkan syaitan itu menyeru dan mengajak mereka ke neraka. Perjalanan mereka dihiasi dan ditaburi dengan nikmat dan ganjaran sementara. Mereka dipengaruhi untuk tetap dengan kesenangan dunia. Ini memanglah kehebatan syaitan yang mengajak mereka dari semua arah.

 

Dalil

 

Q. 26:94-95. Maka mereka (sembahan-sembahan) itu dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, dan bala tentara Iblis semuanya.

 

D. Hizbus Syaithan (Partai Syaitan)

 

Ternyata tidak hanya al haq yang memiliki barisan, organisasi kebatilan pun memiliki barisan yang disebut dengan hizbus syaithan. Namun demikian, hizbus syaithan yang berdiri atas suatu kelemahan bukan kekuatan, maka hizbus syaithan pun mudah untuk dikalahkan. Mereka mudah terkuasai apabila kebenaran memiliki barisan yang lebih kuat dari barisan hizbus syaithan.

 

Pasukan syaitan ini bergabung untuk menentang hizbullah. la membentuk satu kelompok, hizbus syaithan. Dia menggunakan berbagai taktik, Cuma Allah menyatakan bahwa tipu daya dan trik mereka adalah lemah belaka. Hizbus syaithan tampil dengan bermacam-macam nama dan organisasi serta partai. Walau apapun namanya, hakikat mereka adalah satu, untuk menentang dien yang haq dan berusaha untuk meruntuhkannya.

 

E. Al Inhizam (Kalah/Terkuasai)

 

Hizbus syaithan sebenarnya bergabung di atas landasan yang rapuh dan lemah. Kekuatan jundullah akan pasti mengatasi dien syaitan ini. Di akhirat lebih-lebih lagi, penyesalan mereka bertambah besar. Allah menceritakan bagaimana di akhirat mereka saling berbantah-bantahan dan tuduh menuduh, cela mencela karena menyesali persatuan mereka. Rugilah mereka serugi-ruginya.

 

Dalil

 

Q. 7:27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperhatikan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut­pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa lihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

 

Q. 58:19. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

 

Q. 54:45. Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.

 

Q. 3:12. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk­buruknya".

 

6. Dinul Bathil (Agama Yang Bathil) - Anasirul Bathil (Penolong Kebathilan) - Junudul Bathil (Tentara Kebathilan) - Al Khusron (Merugi)

 

Selain Islam adalah dien yang berasal dari selain Allah atau dien yang batil yaitu dari sesuatu yang tidak mengetahui dan yang tidak bijak. Selain Allah adalah sesuatu yang salah. Apa saja yang dikeluarkan selain Allah adalah suatu yang belum tentu sebagai kebenaran. Agama selain Allah biasanya untuk kepentingan hawa nafsu manusia. Untuk mencapai suatu kejayaannya, maka dinulbathil ini diperjuangkan oleh penolong-penolong kebatilan yang mempunyai karakter tentara kebatilan dan mereka pasti mendapat kerugian.

 

Ringkasan Dalil

 

Allah

·        Allah Yang Maha Pencipta (Q-10:4,67:3,59:24)

·        Maha Mengetahui (Q. 67:14, 36:79)

·        Maha Bijaksana (Q. 59:24, 61:1, 62:1)

·       Allah adalah al Haq (Q.10:32, 22:62)

 

Dienullah

·      Dien Allah dien yang Haq (Q. 48:28, 9:33, 61:9)

·      Memerlukan para pendukung (Q. 61:14, 47:7)

·      Para pendukung disebut jundulLah (Q. 48:4,7, 37:171-173)

58:21, Hadits)

·     Bergabung di dalam hizbullah (Q. 5:55-56, 58:22)

·      Mereka pasti menang dan jaya (Q. 30:47, 5:56)

·          

Ghairu Dienullah

·        Selain Allah adalah makhluk yang diciptakan (Q. 16:17, 22:73)

·        Yang sangat bodoh (Q. 33:73)

·        Berorientasi pada zhon, dugaan, analisa (Q. 10:36, 6:116)

·       Selain Allah adalah bathil (Q. 10:32, 22:62)

·       Membuat selain dienulLah/dienul malik (Q. 12:76, 42:26)

·      Para pendukungnya adalah penolong syaitan disebut anshorul bathil (Q. 4:141) 

·       Disebut juga tentara-tentara Iblis (Q. 26:94-95)

·         Bergabung dalam hizbus syaithan (Q. 7:27, 58:19)

·       Mereka pasti kalah dan merugi (Q. 54:45, 3:12).

 



Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat