Freemasonry
FREEMASONRY (AL-MASUNIYYAH)
Pengertian:
Freemasonry
(Al-Masuniyyah) secara bahasa (lughatan) berarti "Para
Pembangun Merdeka" (Free Builders/Free Masons). Adapun secara
istilah (ishtilahan), Freemasonry adalah sebuah organisasi Yahudi
rahasia, destruktif, teroristik, samar, dan terorganisasi secara rapi.
Organisasi ini bertujuan untuk menjamin kekuasaan Yahudi atas dunia serta
menyeru kepada ilhad (atatisme/ateisme), libertarianisme/seks bebas (ibahiyyah),
dan kerusakan. Mereka berlindung di balik slogan-slogan penyesat seperti:
kebebasan, persaudaraan, kesetaraan, dan kemanusiaan.
Sebagian
besar anggotanya terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka di dunia yang diikat dengan
sumpah setia untuk menjaga kerahasiaan. Mereka mendirikan apa yang disebut
sebagai Loji (Mahfil) untuk berkumpul, merencanakan, dan membagi
tugas, sebagai persiapan untuk mendirikan "Republik Demokratis
Global"—sebagaimana yang mereka klaim. Organisasi ini menjadikan paham
oportunisme dan pragmatisme sebagai landasan untuk mencapai tujuan utamanya,
yaitu membentuk pemerintahan global yang sekuler/sekularistis (la diniyyah).
Pendirian
dan Tokoh-Tokoh Terkemuka:
Organisasi
ini didirikan oleh dua orang Yahudi:
- Herodes Agrippa (wafat
44 M), seorang raja dari kalangan Bangsa Romawi, dengan bantuan para
penasihatnya:
- Hiram Abiyud: Wakil
Ketua.
- Moab Lami: Sekretaris
Pertama.
Sejak
hari-hari pertamanya, Freemasonry berdiri di atas tipu daya, manipulasi, dan
terorisme. Mereka memilih simbol-simbol, nama-nama, dan isyarat-isyarat
tertentu untuk pengelabuan dan menakut-nakuti. Mereka menamai loji mereka
dengan nama "Bait Yerusalem" (Haikal Ursyalim) untuk
mengelabui publik seolah-olah itu adalah Bait Suci (Haikal) Nabi
Sulaiman 'alaihis salam.
Rabi
Lacoiz berkata: "Freemasonry adalah Yahudi dalam sejarahnya,
tingkatan-tingkatannya, ajaran-ajarannya, serta kata-kata sandi dan
penjelasannya... Yahudi dari awal hingga akhir."
Adapun
mengenai sejarah kemunculannya, terdapat perbedaan pendapat karena sifat
kerahasiaannya yang sangat ketat. Pendapat yang paling kuat (rajih)
menyatakan bahwa organisasi ini muncul pada tahun 43 M. Dahulu dinamakan
"Kekuatan Tersembunyi" (Al-Quwwah Al-Khafiyyah), dan tujuannya
adalah untuk menyiksa umat Nasrani, membunuh mereka, mengusir mereka, serta
menghalangi penyebaran agama mereka.
Pada
masa awal pendiriannya, organisasi ini dinamai "Kekuatan Tersembunyi"
(Al-Quwwah Al-Khafiyyah). Sejak beberapa abad yang lalu, ia berganti
nama menjadi Al-Masuniyyah (Freemasonry) agar dapat menjadikan serikat
buruh pembangun merdeka (niqabah al-banna'in al-ahrar) sebagai kedok
aksi gerakan mereka, hingga akhirnya nama tersebut melekat pada mereka tanpa
mencerminkan hakikat yang sebenarnya.
Itulah
fase pertama. Adapun fase kedua Freemasonry dimulai pada tahun 1770 M
melalui tangan Adam Weishaupt, seorang Kristen Jerman (wafat 1830 M)
yang keluar dari agamanya (ilhad) lalu direkrut oleh Freemasonry. Ia
merancang cetak biru (blueprint) modern bagi Freemasonry dengan tujuan
menguasai dunia. Proyek tersebut rampung pada tahun 1776 M, dan pada periode
ini didirikan loji pertama yang dinamai "Loji Illuminati" (Al-Mahfil
An-Nurani), dinisbatkan kepada setan yang mereka dewakan.
Merek
berhasil memperdaya dua ribu orang dari kalangan politisi dan pemikir
terkemuka, lalu bersama mereka mendirikan loji utama yang dinamai "Loji
Timur Tengah" (Mahfil Asy-Syarq Al-Ausath). Di loji inilah para
politisi tersebut ditundukkan untuk melayani kepentingan Freemasonry. Merek
mendengungkan slogan-slogan memikat yang menyembunyikan hakikat asli mereka,
sehingga berhasil memperdaya banyak umat Islam.
Di
antara tokoh-tokoh terkemuka mereka:
- Mirabeau, salah satu
pemimpin terkenal dalam Revolusi Prancis.
- Mazzini (asal Italia),
yang mengembalikan roda organisasi ke jalurnya setelah kematian Weishaupt.
- Jenderal Albert Pike
(asal Amerika Serikat), yang dipecat dari militer lalu melampiaskan
kebenciannya kepada bangsa-bangsa melalui Freemasonry. Dialah perancang
rencana-rencana destruktif yang dieksekusi oleh gerakan ini.
- Léon Blum (asal
Prancis), yang ditugaskan untuk menyebarkan kebebasan norma/seks bebas. Ia
menerbitkan sebuah buku berjudul Pernikahan (Al-Zawaj),
sebuah karya yang sangat cabul.
- Choderlos de Laclos
(seorang Yahudi), penulis buku Relasi-Relasi Berbahaya (Al-'Alaqat
Al-Khathirah).
- Lafarge, tokoh yang
mendeklarasikan dalam Konferensi Freemasonry tahun 1865 M di kota Liège di
hadapan kerumunan mahasiswa Jerman, Spanyol, Rusia, Inggris, dan Prancis
dengan menyatakan: "Manusia harus menang atas Tuhan, mengumumkan
perang melawan-Nya, serta menembus langit dan merobeknya seperti merobek
kertas-kertas."
- Giuseppe Mazzini
(1805–1872 M).
- Di antara tokoh mereka
lainnya: Jean-Jacques Rousseau, Voltaire (di Prancis), Jurji
Zaidan (di Mesir), Karl Marx, dan Friedrich Engels (di
Rusia). Dua nama terakhir merupakan anggota Freemasonry tingkat ke-31 dan
terdaftar sebagai anggota Loji Inggris; mereka termasuk pengelola
Freemasonry rahasia yang melaluinya diterbitkan Manifesto Komunis
yang terkenal itu.
Pemikiran
dan Keyakinan:
- Mengingkari Allah, para
rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, dan seluruh hal gaib; mereka menganggap semua
itu sebagai takhayul dan dongeng belaka.
- Bekerja untuk meruntuhkan
agama-agama.
- Bekerja untuk menjatuhkan
pemerintahan-pemerintahan yang sah, menghapuskan sistem pemerintahan
nasional di berbagai negara, serta menguasainya.
- Melegalkan pemenuhan hasrat
seksual dan menjadikan wanita sebagai sarana kontrol/penguasaan.
- Bekerja untuk memecah belah
bangsa-bangsa non-Yahudi menjadi kelompok-kelompok yang saling bermusuhan
dan bertikai secara terus-menerus.
- Persenjataan pihak-pihak yang
bertikai tersebut dan merekayasa bentrokan di antara mereka.
- Menyebarkan benih-benih
perselisihan di dalam internal suatu negara serta membangkitkan kembali
semangat minoritas sektarian dan rasial.
- Merusak nilai-nilai moral,
pemikiran, dan agama, serta menyebarkan kekacauan, dekadensi moral,
terorisme, dan ateisme.
- Menggunakan suap berupa uang
dan materi/seksual kepada siapa saja, khususnya kepada pejabat yang
menduduki posisi-posisi krusial, untuk merekrut mereka demi melayani
kepentingan Freemasonry; bagi mereka, tujuan menghalalkan segala cara.
- Mengepung orang yang jatuh ke
dalam perangkap mereka dari segala penjuru, guna memperketat kontrol dan
mengendalikannya sesuai keinginan mereka agar ia patuh menjalankan seluruh
perintah mereka.
- Orang yang memenuhi keinginan
mereka untuk bergabung disyaratkan harus melepaskan diri dari segala
ikatan agama, moral, maupun kebangsaan, serta menjadikan kesetiaannya
murni hanya untuk Freemasonry.
- Jika seseorang mulai ragu
atau menentang sesuatu, mereka akan merekayasa skandal besar untuknya, dan
bahkan nasibnya bisa berakhir dengan pembunuhan.
- Setiap orang yang telah
dimanfaatkan dan tidak lagi dibutuhkan akan disingkirkan dengan cara apa
pun yang memungkinkan.
- Bekerja untuk menguasai para
kepala negara guna menjamin terlaksananya tujuan-tujuan destruktif mereka.
- Menguasai tokoh-tokoh
menonjol di berbagai bidang spesialisasi agar kerja-kerja mereka menjadi
sangat efektif.
- Menguasai media propaganda,
pers, penerbitan, dan informasi, serta menjadikannya sebagai senjata
mematikan.
- Menyebarkan berita rekaan,
kebohongan, dan fitnah palsu hingga seolah-olah menjadi kenyataan; demi
memalingkan akal masyarakat awam dan mengaburkan kebenaran dari hadapan
mereka.
- Mengajak pemuda dan pemudi
untuk tenggelam dalam keburukan/kemaksiatan, menyediakan sarana-sarana
pendukungnya, membolehkan hubungan inses (antar-mahram), melemahkan
hubungan ikatan pernikahan, dan menghancurkan ikatan keluarga.
- Mengampanyekan mandul
sukarela dan pembatasan kelahiran (family planning) khusus di
kalangan umat Islam.
- Menguasai
organisasi-organisasi internasional dengan cara menempatkan tokoh
Freemasonry sebagai pimpinannya, seperti Organisasi Pendidikan, Keilmuan,
dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), organisasi meteorologi
internasional, serta organisasi mahasiswa dan pemuda/pemudi di dunia.
Tingkatan
Freemasonry: Mereka memiliki tiga tingkatan utama:
- Pekerja Awam/Buta (Al-'Umyu
Al-Shighar): Yang dimaksud adalah para pemula di kalangan anggota
Freemasonry.
- Freemasonry Kerajaan (Al-Masuniyyah
Al-Mulukiyyah): Tingkat ini tidak akan dicapai kecuali oleh orang yang
telah mengingkari agamanya, tanah airnya, dan bangsanya secara total,
serta menyerahkan dirinya secara utuh demi Yahudi. Dari tingkatan inilah
dilakukan pencalonan menuju tingkat ke-33, seperti Winston Churchill dan
Arthur Balfour.
- Freemasonry Semesta (Al-Masuniyyah
Al-Kauniyyah): Ini merupakan kasta tertinggi. Seluruh anggotanya
adalah orang Yahudi yang berjumlah sangat sedikit (elitis). Posisi mereka
berada di atas para kaisar, raja, dan presiden karena mereka mengendalikan
tokoh-tokoh tersebut. Seluruh pemimpin Zionisme berasal dari Freemasonry
Semesta ini, seperti Theodor Herzl. Merekalah yang merancang peta rencana
dunia demi kepentingan Yahudi.
Penerimaan
anggota baru dilakukan dalam suasana yang mengerikan, menakutkan, dan aneh.
Anggota baru dituntun menghadap Ketua dalam keadaan mata tertutup. Begitu ia
mengucapkan sumpah menjaga rahasia dan matanya dibuka, ia dikejutkan oleh
pedang-pedang terhunus di sekeliling lehernya dan di hadapannya terdapat kitab
Perjanjian Lama (Al-'Ahd Al-Qadim); sedangkan di sekelilingnya adalah
ruangan remang-remang berisi tengkorak-tengkorak manusia dan peralatan geometri
dari kayu... Semua itu dilakukan untuk menanamkan rasa takut dan tunduk ke
dalam jiwa anggota baru.
Sebagaimana
dikatakan oleh sebagian sejarawan, Freemasonry adalah alat perburuan di tangan
Yahudi yang digunakan untuk menjatuhkan para politisi dan menipu bangsa-bangsa
serta rakyat yang awam melaluinya.
Freemasonry
berada di balik berbagai malapetaka yang menimpa Umat Islam, serta di balik
sebagian besar revolusi yang terjadi di dunia. Mereka berada di balik
penghapusan Kekhalifahan Islam dan pemakzulan Sultan Abdul Hamid II.
Sebagaimana mereka juga berada di balik Revolusi Prancis, Revolusi Bolsyevik
(Rusia), dan Revolusi Inggris.
Hakikat-hakikat
Freemasonry tidak akan diungkapkan kepada para pengikutnya melainkan secara
bertahap saat mereka naik dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya; dan
jumlah tingkatan tersebut ada tiga puluh tiga tingkat.
Setiap
anggota Freemasonry di dunia membawa sebuah jangka kecil dan penggaris
siku-siku (zawiyah qa'imah), karena keduanya merupakan simbol
Freemasonry sejak menjadi dua alat utama yang digunakan Nabi Sulaiman untuk
membangun Bait Suci di Yerusalem (Al-Quds).
Anggota
Freemasonry sering mengulang-ulang frasa "Arsitek Agung Alam Semesta"
(Al-Muhandis Al-A'zham lil Kaun). Sebagian orang memahami bahwa mereka
merujuk kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, padahal hakikatnya yang mereka
maksud adalah "Hiram", karena dia adalah arsitek bangunan Bait Suci,
dan Bait Suci itulah yang merupakan 'alam semesta' dalam pandangan mereka.
Akar
Pemikiran dan Akidah:
Akar
pemikiran Freemasonry adalah murni Yahudi dari segi pemikiran, tujuan, sarana,
maupun filsafat berfikirnya. Ia merupakan komoditas Yahudi dari awal hingga
akhir. Telah terbukti secara jelas bahwa mereka berada di balik gerakan-gerakan
destruktif yang merusak agama dan moral. Freemasonry melalu perkumpulan İttihad
ve Terakki (Comittee of Union and Progress) di Turki telah berhasil
menumbangkan Kekhalifahan Islam. Melalui loji-loji Freemasonry pula, kaum
Yahudi berusaha meminta tanah Palestina kepada Sultan Abdul Hamid II, namun
beliau menolaknya—semoga Allah merahmatinya. Loji-loji Freemasonry di Mesir
telah ditutup pada tahun 1965 M setelah terbukti melakukan tindak mata-mata
untuk kepentingan Israel.
Penyebaran
dan Wilayah Pengaruh:
Sejarah
tidak pernah mencatat adanya organisasi rahasia yang memiliki pengaruh lebih
kuat daripada Freemasonry. Ia termasuk di antara ajaran destruktif paling jahat
yang dilahirkan oleh pemikiran Yahudi.
Sebagian
peneliti berpandangan bahwa kelemahan telah mulai menggerogoti tubuh organisasi
Freemasonry, dan keharmonisan kuno dalam pola pikir serta metode perekrutan
anggota telah runtuh.
Jelas
dari paparan di atas: Bahwa Freemasonry memusuhi seluruh agama, berusaha
mengurai ikatan-ikatan keagamaan, menggoncangkan pilar-pilar masyarakat
manusia, serta mendorong penderhakaan terhadap seluruh syariat, sistem, dan
hukum. Organisasi ini diciptakan oleh Para Cendekiawan Zionis (Hukama
Shuhyun) untuk mewujudkan tujuan-tujuan Talmud dan Protokol-Protokol
mereka. Sifat dasarnya adalah bunglon (bunglonis) dan bersembunyi di balik
slogan-slogan memikat. Siapa pun dari kalangan umat Islam yang mendukung atau
bergabung dengan mereka, maka ia tergolong orang yang sesat, menyimpang, atau
kafir, sesuai dengan kadar keterikatan/ketergantungannya kepada mereka.
Lembaga
Fatwa Al-Azhar (Lajnah Al-Fatwa bi Al-Azhar) telah mengeluarkan
pernyataan resmi terkait Freemasonry dan klub-klub yang berafiliasi dengannya
seperti Lions Club dan Rotary Club, yang berbunyi:
"Diharamkan
bagi umat Islam untuk bergabung dengan klub-klub yang memiliki rekam jejak
seperti ini. Kewajiban seorang muslim adalah tidak menjadi orang yang 'imma'ah'
(ikut-ikutan tanpa pendirian) yang mengekor di belakang setiap penyeru dan
klub. Sebaliknya, kewajibannya adalah mematuhi perintah Rasulullah ﷺ ketika beliau
bersabda:
الَا يَكُنْ أَحَدُكُمْ إِمَّعَةً
يَقُولُ: إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَحْسَنْتُ وَإِنْ أَسَاؤُوا أَسَأْتُ، وَلَكِنْ
وَطِّنُوا أَنْفُسَكُمْ إِنْ أَحْسَنَ النَّاسُ أَنْ تُحْسِنُوا وَإِنْ أَسَاؤُوا
أَنْ تَجْتَنِبُوا إِسَاءَتَهُمْ
Terjemahan
Hadis: Janganlah salah seorang dari kalian menjadi orang yang 'imma'ah'
(tidak berpendirian) dengan mengatakan: 'Jika orang-orang berbuat baik maka aku
ikut berbuat baik, dan jika mereka berbuat jahat aku pun ikut berbuat jahat.'
Akan tetapi, mantapkanlah diri kalian: Jika orang-orang berbuat baik hendaknya
kalian berbuat baik, dan jika mereka berbuat jahat hendaknya kalian menjauhi
kejahatan mereka. (HR. At-Tirmidzi)
Dan
kewajiban seorang muslim adalah senantiasa waspada agar tidak tertipu.
Hendaknya umat Islam memiliki klub-klub khusus milik mereka sendiri yang
memiliki maksud dan tujuan yang terbuka/terang-terangan. Sebab dalam Islam
tidak ada hal yang perlu kita takuti dan tidak ada pula yang perlu kita
sembunyikan. Wallahu a'lam."
Ketua
Lembaga Fatwa Al-Azhar
'Abdullah
Al-Masyad
Dewan
Majelis Fikih Islam (Al-Majma' Al-Fiqhi) yang berafiliasi dengan Liga
Dunia Islam (Rabithah Al-'Alam Al-Islami) juga mengeluarkan fatwa lain
yang menyatakan:
"Para
anggota Majelis telah melakukan kajian yang mendalam mengenai organisasi
berbahaya ini, membaca karya-karya lama maupun baru yang ditulis tentangnya,
serta menelaah dokumen-dokumen yang diterbitkan dalam buku-buku maupun
artikel-artikel majalah yang menyuarakan atas nama organisasi tersebut yang
ditulis oleh para anggota dan sebagian tokoh utamanya."
"Maka
telah jelas bagi Majelis secara pasti tanpa keraguan, dari keseluruhan tulisan
dan teks yang ditelaah, hal-hal sebagai berikut:"
- Bahwa Freemasonry adalah
organisasi rahasia yang terkadang menyembunyikan organisasinya dan
terkadang menampakkannya, sesuai dengan kondisi waktu dan tempat. Namun
prinsip-prinsip hakiki yang menjadi landasannya bersifat rahasia dalam
segala kondisi, yang pengetahuannya tertutup bahkan dari anggotanya
sendiri, kecuali elite dari kalangan terkhusus (khawash al-khawash)
yang berhasil mencapai tingkatan-tingkatan tinggi melaluinya setelah
melalui berbagai ikhtiar/uji coba.
- Bahwa organisasi ini
membangun ikatan antar-anggotanya di seluruh penjuru bumi di atas landasan
formalistis/palsu untuk mengelabui orang-orang yang lalai, yaitu
persaudaraan kemanusiaan yang diklaim berlaku di antara seluruh orang yang
masuk ke dalam organisasinya tanpa membedakan ikatan akidah, sekte, maupun
mazhab.
- Bahwa organisasi ini menarik
orang-orang yang dianggap penting untuk dimasukkan ke dalam organisasinya
dengan cara iming-iming keuntungan pribadi. Hal itu didasarkan pada
prinsip bahwa setiap 'saudara sesama Mason' dikerahkan untuk membantu
'saudara Mason' lainnya di belahan bumi mana pun, dalam membantu
kebutuhannya, tujuannya, dan masalah-masalahnya. Serta mendukungnya dalam
mencapai cita-cita jika ia memiliki ambisi politik, dan membantunya jika
ia jatuh ke dalam kesulitan apa pun bentuknya, atas dasar membantunya baik
dalam kebenaran maupun kebatilan. Ini merupakan iming-iming terbesar untuk
menjerat manusia dari berbagai strata sosial dan menarik iuran keuangan
dalam jumlah besar dari mereka.
- Bahwa proses masuk ke
dalamnya didasarkan pada acara ritual penerimaan anggota baru di bawah
upacara dan simbol-simbol teroristik, untuk menakut-nakuti anggota jika ia
melanggar instruksi dan perintah yang ditujukan kepadanya berdasarkan
urutan hierarki tingkatan.
- Bahwa anggota-anggota yang
lalai dibiarkan bebas menjalankan ibadah agama mereka, dan organisasi
memanfaatkan serta menugaskan mereka sebatas batas-batas kemampuan yang
cocok bagi mereka, sementara mereka tetap berada di tingkat bawah. Adapun
orang-orang ateis (al-mulahidah) atau orang-orang yang memiliki
kecenderungan ateisme, maka tingkatan mereka ditingkatkan secara bertahap
berdasarkan uji coba dan ujian yang berulang-ulang terhadap anggota
tersebut, sesuai dengan kesiapan mereka untuk melayani rencana-rencana dan
prinsip-prinsipnya yang berbahaya.
- Bahwa organisasi ini memiliki
tujuan-tujuan politik dan memiliki andil serta keterlibatan langsung
maupun tersembunyi dalam sebagian besar kudeta politik, militer, dan
perubahan-perubahan berbahaya.
- Bahwa pada asal-usul dan asas
organisasinya, ia berakar dari Yahudi, dikendalikan oleh manajemen puncak
dan rahasia global milik Yahudi, serta beraktivitas secara Zionis.
- Bahwa dalam tujuan-tujuan
rahasianya yang hakiki, organisasi ini menentang seluruh agama untuk
meruntuhkannya secara umum, dan meruntuhkan Islam secara khusus.
- Bahwa organisasi ini sangat
selektif memilih anggotanya dari kalangan orang-orang yang memiliki
kedudukan finansial, politik, sosial, ilmiah, atau kedudukan apa pun yang
dapat dimanfaatkan pengaruh pemiliknya di tengah masyarakat mereka.
Organisasi ini tidak memedulikan pendaftaran orang-orang yang tidak
memiliki kedudukan yang bisa dimanfaatkan. Oleh karena itu, mereka sangat
berambisi untuk merekrut raja-raja, presiden, pejabat tinggi negara, dan
sejenisnya.
- Bahwa organisasi ini memiliki
cabang-cabang yang menggunakan nama-nama lain sebagai bentuk kamuflase dan
pengalihan perhatian; agar mampu menjalankan aktivitasnya di bawah
bermacam nama jika mendapat perlawanan terhadap nama Freemasonry di suatu
lingkungan. Cabang-cabang yang terselubung dengan nama-nama berbeda
tersebut yang paling menonjol di antaranya adalah organisasi Rotary
Club dan Lions Club. Di samping prinsip-prinsip dan aktivitas
jahat lainnya yang bertentangan secara total dengan kaidah-kaidah Islam
dan menentangnya secara menyeluruh.
"Telah
jelas bagi Majelis secara terang benderang mengenai hubungan yang sangat erat
antara Freemasonry dan Yahudi Zionis Internasional. Dengan demikian, mereka
telah mampu menguasai banyak aktivitas dari para pejabat di negara-negara Arab
dan negara lainnya dalam isu Palestina, serta menghalangi mereka dari
menunaikan kewajiban-kewajibannya dalam isu krusial yang agung ini demi
kepentingan Yahudi dan Zionisme Internasional."
"Oleh
karena itu, dan berdasarkan banyak informasi detail lainnya mengenai aktivitas
Freemasonry, bahayanya yang sangat besar, penyesatannya yang jahat, serta
tujuan-tujuannya yang licik, Majelis Fikih Islam memutuskan untuk menetapkan
Freemasonry sebagai salah satu organisasi destruktif yang paling berbahaya bagi
Islam dan umat Islam. Dan barangsiapa yang bergabung dengannya dalam keadaan
mengetahui hakikat dan tujuan-tujuannya, maka ia telah kafir terhadap Islam dan
keluar dari pemeluknya."
Wa
billahi at-taufiq.
Ketua:
'Abdullah bin Humaid (Ketua Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi)
Wakil
Ketua: Muhammad 'Ali Al-Harakan (Sekretaris Jenderal Liga Dunia Islam)
Anggota:
'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah bin Baz (Ketua Umum Direktorat Riset Ilmiah dan
Fatwa)
Muhammad
Mahmud Ash-Shawwaf
Rujukan
untuk Pendalaman:
- Al-Sirr Al-Mashun fi
Syi'at Al-Farmasun, Louis Cheikho – Tahun 1912 M.
- Haikal Sulaiman, Yusuf
Al-Hajj – Tahun 1934 M.
- Asrar Al-Masuniyyah,
Jenderal Rifa'at Atilhan.
- Tarikhal-Jam'iyyat
Al-Sirriyyah wa Al-Harakat Al-Haddamah, 'Abdullah 'Anan.
- Al-Masuniyyah, Ahmad
'Abdul Ghafur 'Attar.
- Tarikh Al-Masuniyyah
Al-'Am, Jurji Zaidan.
- Haqiqat Al-Masuniyyah,
Dr. Muhammad 'Ali Az-Zu'bi.
- Ashl Al-Masuniyyah,
Terjemahan 'Awadh Khuri.
- Dunia Adalah Permainan
Israel (Pawns in the Game), William Guy Carr.
- Batu-Batu di Atas Papan
Catur (Stones on the Chessboard), Terjemahan Sa'id (Jazairi).
- Yahudi Harus Hidup (Jews
Must Live), Samuel Roth.
- Kekuatan Tersembunyi yang
Memerintah Dunia, Jean Meynaud.
- Al-Madzahib Al-Mu'ashirah,
Dr. 'Abdurrahman 'Amirah.
- Al-Masuniyyah fi
Al-Mintaqah 245, Abu Islam Ahmad 'Abdullah.
- Al-Masuniyyah Sarathan
Al-Umam, Abu Islam Ahmad 'Abdullah.
- Al-Masuniyyah
Al-'Alamiyyah fi Mizan Al-Islam, Dr. 'Abdullah Samak.
Catatan
Kaki Original dari Teks Turots:
- [^1] Orientalis asal Belanda,
Dozy, mendefinisikannya sebagai: "Sekelompok besar orang dari
berbagai mazhab/keyakinan berbeda yang bekerja untuk satu tujuan, yaitu
membangun kembali Bait Suci (Haikal) karena ia merupakan simbol
Israel." (Lihat: Al-Masuniyyah fi Al-'Arah, Muhammad 'Ali
Az-Zu'bi, hlm. 22, 1399 H / 1979 M).
- [^2] Protokol ke-15 dari Protokol
Para Cendekiawan Zionis (Protocols of the Elders of Zion)
memuat pembahasan mengenai kemunculan Freemasonry, sistem, kerja, tugas,
serta tujuan-tujuannya.
Sumber:
Al-Nadwah
al-ʿĀlamiyyah
li al-Shabāb al-Islāmī. Al-Mawsūʿah
al-Muyassarah fī al-Adyān wa
al-Madhāhib wa al-Aḥzāb al-Muʿāṣirah.
Supervised by Maniʿ ibn Ḥammād al-Juhanī. 4th ed.
Riyadh: Al-Nadwah al-ʿĀlamiyyah li al-Shabāb al-Islāmī, 1999.
Comments
Post a Comment