Daurusyabaab fi Haml Ar-Risaalah (Peran Pemuda dalam Mengemban Risalah)
Sinopsis
Daur asy-syabaab fli haml ar-risaalah (peran para pemuda
dalam memikul tugas risalah) menjelaskan beberapa potensi pemuda (pelajar) yang dapat
dikembangkan melalui tarbiyah hingga mencapai tujuan yang dikehendaki.
Peranan pemuda sangat
penting karena potensinya, antara lain: bi'ts al-himmah min at-tasaa,ulaat (mengangkat
semangat dari problematika), naql al-ajyaal (generasi penerus), istibdaal al-ajyaal
(generasi
pengganti), tajdiid ma'nawiyah al-ummah (pembaru
moral umat) dan 'anaashir al-ishlaah
(unsur perbaikan). At-tazawwud (pembekalan)
pemuda agar potensinya berkembang
melalui at-tarbiyah
al-fithriyah (tarbiyah jiwa), al-hikmah wa al-'ilrr. (bijaksana dan
ilmu) dan pembentukan asy-syakhshiyah
al-qiyaadiyah
al-jundiyah (membentuk pribadipribadi pemimpin dan anggota yang bergerak). Potensi
inilah yang melahirkan pemuda-pemuda yang bergerak (at-taharruk).
Peran
para pemuda telah terbukti dalam perjalanan sejarah kehidupan
manusia. Perubahan apapun yang terjadi
di masyarakat selalu diawali dan dipelopori oleh para
pemuda. Di zaman Nabi SAW penegak
dan pejuang dakwah mayoritas dibawa oleh para pemuda, begitu pula perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai kelompok masyarakat non Islam juga dilakukan oleh para
pemuda. Kehebatan pemuda dalam melakukan perubahan dan pembaharuan
disebabkan karena peran
yang dimilikinya.
Satu
hal yang tidak dapat disangkal
pemuda memiliki semangat
yang lebih dibandingkan kelompok perkembangan manusia lainnya yaitu orang tua dan anak-anak.
Orang tua biasanya tidak memiliki
semangat yang menggebu-gebu dibandingkan
para pemuda, manakala anak-anak belum memiliki semangat yang jelas. Oleh karena itu pemuda merupakan
suatu generasi manusia yang dapat diandalkan melaksanakan
tugas yang berat dan mampu
menyelesaikan berbagai permasalahan karena semangat yang dimilikinya. Oleh karena itu suatu hal yang wajar tumpuan dan harapan perubahan dipikulkan kepada
para pemuda.
Selain
pemuda memiliki semangat maka pemuda juga memiliki berbagai kemampuan dan kekuatan di
antaranya kemampuan akal dan kekuatan fisik.
Dua kekuatan ini sangat prima terdapat
di kalangan pemuda. Oleh karena itu pula, dengan kekuatan ini pemuda dapat secara efektif
menjadi generasi penerus dan generasi
pengganti. Beberapa ciri pemuda
sebagai generasi penerus dan pengganti digambarkan di dalam surat Al Maidah:54-56 yaitu di
antaranya beriman, mencintai Allah, berkasih
sayang sesama muslim, keras terhadap orang kafir, berjihad di jalan Allah, tidak takut celaan orang kafir, menjadikan Allah dan
RasulNya sebagai wali. Ini merupakan karakter generasi penerus dan
pengganti yang dilakoni oleh orang-orang yang beriman.
Sebagai pemuda tidak sulit untuk memerankan karakter yang digambarkan
oleh Allah SWT
tadi.
Generasi
tua memiliki karakter yang berbeda dengan generasi
pemuda di antaranya mereka tidak lagi memiliki kekuatan fisik yang optimal dan kemampuan akalnya pun mulai
berkurang, begitu pula dengan semangatnya yang tidak
lagi menggebu-gebu. Oleh karena itu peran generasi tua adalah memberikan suatu
bimbingan kepada para pemuda dengan bijaksana.
Generasi tua perlu diganti perannya oleh kalangan pemuda dalam melakukan perubahan-perubahan di masyarakat.
Pembaru
moral umat juga
dibebankan kepada para pemuda karena masalah moral merupakan suatu yang sangat
berat. Para pemuda mampu memperbarui moral umat dari yang tidak
baik
menjadi baik, hal ini dilakukan dengan dakwah kepada masyarakat. Moral umat
dengan berkembangnya budaya Barat melalui globalisasi akan
mudah menghancurkan tingkah laku dan kepribadian seorang muslim. Begitu beratnya
masalah moral ini maka peran pemuda amat
sangat dibutuhkan. Walaupun
pemuda memiliki godaan dan ujian moral tetapi pemuda yang beriman
dan beramal shaleh mampu untuk menjalankan peran perubahan moral tersebut. Hal ini dibuktikan perjalanan sejarah manusia yang cukup
panjang.
Peran
utama lainnya yang dilakukan pemuda adalah melakukan
perbaikan dan reformasi karena pemuda merupakan
unsur perubah. Pemuda sangat mudah melakukati perubahan
khususnya pada dirinya karena mereka belum memiliki suatu sikap yang permanen, budaya yang tetap, clan perilaku
yang membudaya. Merekapun tidak memiliki suatu pemikiran yang
kaku dan tetap tetapi senantiasa berubah sesuai dengan
dinamika kepemudaannya. Pemuda juga tergolong
independen, dimana mereka belum mempunyai ikatan dan kepentingan
tertentu. Mereka terkadang belum berkeluarga dan belum
memiliki suatu tanggung jawab masyarakat secara khusus dan juga
tidak dituntut oleh kepentingan tertentu sehingga para pemuda mudah melakukan suatu
perbaikan. Pemuda selain mampu merubah dirinya
menjadi baik mereka juga mampu melakukan perubahan pada masyarakat. Hal inipun dapat dibuktikan dari perjalanan sejarah bahwa pemuda banyak terlibat
melakukan perubahan dan reformasi di
tengah masyarakat.
Untuk
dapat dan mampu melaksanakan peran para pemuda di atas dalam
menjalankan tugas risalah maka perlu dilakukan pembekalan-pembekalan
kepada mereka. Di antara pembekalan tersebut adalah tarbiyah kejiwaan, bijaksana
dan ilmu, dan pembentukan kepribadian kepemimpinan. Dari bekal tersebut maka
peran pemuda akan menjadi efektif clan sangat
berpengaruh dan lagi pula dengan bekal tadi mampu untuk
menggerakkan mereka kepada perj uangan.
Tarbiyah kepada para
pemuda akan membangkitkan dan mengaktualkan
fitrah yang dimilikinya sehingga
potensi pemuda
dapat berkembang dan disalurkan kepada kebaikan. Pemuda yang tidak
tertarbiyah hati dan potensinya tertutupi dengan
kemaksiatan sehingga menjadilah mereka tidak berpotensi dan juga tidak mampu menjalankan peran dan tugasnya sebagai seorang pemuda. Tarbiyah tidak
saja menibangun potensi pemuda tetapi juga mampu memelihara, tnengembangkan
dan menyalurkan potensi tersebut ke tempat
yang sesuai. Nabi Muhammad
Rasulullah SAW telah tnembuktikan
kegiatan tarbiyah mampu dan menggerakkan potensi pemuda untuk
berdakwah di jalan Allah. Tarbiyah yang bersifat
total serta komprehensif amat diperlukan bagi para pemuda di
dalam menjalankan peran dan tugasnya.
Para
pemuda pada dasarnya belum memiliki banyak pengalaman karena usianya serta kegiatannya yang belum
begitu banyak. Oleh karena itu terkadang
pemuda kurang bijaksana dan kurang
mempunyai wawasan dalam mengambil berbagai
tindakan dan sikap. Walaupun demikian tidak sedikit juga para pemuda yang memiliki pengalaman dan ilmu sehingga mampu bersikap
bijaksana dalam menjalankan kehidupannya. Oleh karena itu tetap
diperlukan suatu pembekalan kepada para pemuda berupa kebijaksanaan dan
keilmuan sehingga dapat melaksanakan peran dengan baik. Bijaksana dan ilmu
biasa dimiliki oleh generasi tua. Oleh karena itu pula diharapkan
generasi tua memberikan suatu pembekalan berupa kebijaksanaan dan
keilmuan kepada para pemuda dalam menjalankan berbagai program perjuangannya. Dengan demikian pula
diperlukan adanya komunikasi dan saling tolong menolong generasi tua dan muda.
Generasi tua yang memiliki sikap bijaksana
dan ilmu yang luas menularkannya
kepada para pemuda sementara itu generasi muda yang
memiliki semangat dan kekuatan diperbantukan kepada
generasi tua yang pada dasarnya sudah tidak
lagi kuat.
Pembentukan
pribadi-pribadi pemuda yang demikian perlu senantiasa
dilakukan tiada henti-hentinya agar pembekalan
ini mampu memberikan suatu hasil yang
optimal berupa terlaksananya peran pemuda secara efektif dan bergeraknya rnereka para pemuda dalam memikul tugas-tugas risalah.
1. Daur Asy-Syabaab Fii Haml Ar-Risaalah
(Peran Para
Pemuda
Dalam Memikul Tugas Risalah)
Risalah
Islam dan perintah perubahan hanya dapat dilakukan oleh pemuda. Sepanjang perjalanan sejarah
manusia dari Nabi Adam sampai
Nabi Muhammad SAW dan berlanjut sampai hari ini membuktikan bahwa perubahan-perubahan selalu dipelopori oleh pemuda. Pemuda yang potensial
sekarang ini adalah para pelajar dan mahasiswa.
Revolusi
besar di banyak negara dimotori oleh pemuda. Di Indonesia
rejim Soeharto di jatuhkan oleh gerbong reformasi
pelajar dan mahasiswa. Pelajar dan mahasiswa dengan potensinya menjadi momok bagi penguasa zhalim. Dakwah Islam yang dibawa Nabi SAW dipelopori
oleh pemuda seperti Ali bin Abi Thalib, Mus'ab bin Umair,
Usamah bin Zaid dan sebagainya.
Keberadaan
pemuda sangat strategis. Unsur pemuda adalah pelajar, mahasiswa
dan mereka yang berusia
antara 15-45 tahun. Pelajar dan
mahasiswa adalah nyawa gerakan pemuda dan masyarakat.
Kehadiran
pemuda sangat dinantikan untuk menyongsong perubahan dan pembaruan.
Aksi reformasi di semua bidang adalah agenda pemuda
ke arah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dapat dilakukan oleh orang tua atau
anak-anak.
2. Bi'ts Al-Himmah Min At-Tasaa'ulaat
(Mengangkat Semangat Dari Problematika)
Nabi
Ibrahim AS, Nabi
Musa AS, Nabi
Isa AS, dan nabi-nabi lainnya pada masa mudanya sering
mengkritisi dan memberikan solusi persoalan yang muncul
di sekitarnya. Mereka mengkritisi hal-hal yang tidak
benar dan tidak adil. Potensi ini merupakan ciri pertama dari kemampuan pemuda
yang dapat melakukan perubahan.
Pemuda
selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah
dicapai.
Pemuda juga tidak tenang melihat ketidakadilan. Peranan mereka sangat penting dalam membangun budaya dan mindstream
di kampus dan masyarakat.
Masalah
yang berkembang di dalam masyarakat dapat menggerakkan
pemuda untuk menjatuhkan penguasa yang zhalim.
Dalil
Q. 21:52. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata
kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"
Q. 21:67. Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu
sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak
memahami?
Q. 26:69-70. Dan bacakanlah kepada mereka
kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya:
"Apakah yang kamu sembah?"
Q. 10:83-84. Maka tidak ada yang beriman
kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan
takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa
mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka
bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui
batas.
Hadits.
Dari Ibnu Abbas berkata, "Cukuplah bagiku Allah. Dialah sebaik-baik
pelindung. Kalimat itu diucapkan Ibrahim
ketika dilemparkan ke dalam api; diucapkan oleh Muhammad SAW ketika orang-orang berkata, "Sesungguhnya
manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu.
Karena itu, takutlah kepada mereka" Maka perkataan itu
menambah keimanan mereka dan mereka pun berkata, "Cukuplah
bagi kami Allah. Dialah sebaik-baik
pelindung" (HR Bukhari).
Hadits.
"Apabila Rasulullah SAW diliputi oleh suatu persoalan
maka beliau shalat" (HR Ibnu
Daud).
3. Nagl Al-Ajyaal (Generasi Penerus)
Setiap
pemimpin di dalam kerajaan, dakwah atau masyarakat akan mengalami masa tua dan
mungkin mati. Perlu ada generasi yang menggantikan
peranatl pemimpin sebelumnya. Logikanya, sebagai pengganti adalah pemuda atau
pelajar yang potensial. Generasi ibu bapak diganti oleh generasi
anaknya, kemudian diganti oleh cucunya. Di tengah masyarakat dan organisasi pun terjadi demikian.
Dalil
Q. 52:2 1. Dan orang-orang yang beriman,
dat1 yang anak
cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu
mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala
anlal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Q. 25:74. Dan orang-orang yang berkata:
"Ya Z'uhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan
kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
4. Istibdaal Al-Ajyaal (Generasi Pengganti)
Memindahkan
generasi berarti menggantikari pemimpin sebelumnya dengan
meneruskan semua program-program yang telah
dirancang sebelumnya. Menukar generasi dilakukan karena generasi sebelumnya tidak baik.
Sehingga diperlukan penukaran
generasi kepada generasi yang baru.
Allah SWT menyebutkan bahwa orang yang tidak
beriman akan
digantikan oleh yang beriman.
Begitupun di negara atau kerajaan manakala raja atau
presiden tidak berbuat adil, jujur dan amanah maka kepemimpinanttya ditukar dengan yang baru.
Dalil
Q. 5:54. Hai orang-orang yang beriman,
barangsiapa di antara
kamu yang murtad
dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu
kaum yang Allah mencintai mereka
dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah
lembut terhadap orang yang mukmin,
yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad
di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada
celaan orang yang suka
mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya
kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha
Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.
Q. 47:38. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak
untuk menafkahkan
(hartamu) pada jalan Allah. Maka
di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir
sesungguhnya
dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan
Allah-lah yang Maha
Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan
(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang
lain, dan
mereka tidak akan seperti kamu (ini).
5. Tajdiid Ma'nawiyah Al-Ummah (Pembaru
Moral Umat)
Pemuda
atau pelajar merupakan pembaharu ma'nawiyah
umat. Pemuda dengan potensi yang dimiliki, semangat yang berkobar-kobar, fisik yang kuat, pemikiran yang cerdas / jernih
dapat memperbarui ma'nawiyah umat. Usaha pembaruan ini adalah dengan memberikan da'wah, tarbiyah dan jihad.
Orang
tua dan anak-anak tidak mungkin dapat melaksanakan peranan ini secara efektif.
Dalil
Q. 2:246. Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka
pemuka
Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya
kami berperang (di bawah pimpinannya)
di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin
sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang".
Mereka menjawab: Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal
sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak
kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan
atas mereka, mereka pun berpaling,
kecuali beberapa orang saja di antara
mereka. Dan Allah Maha Mengetahui
orang-orang yang zhalim.
Q. 2:247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut
menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dari padanya, sedang
dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi mereka ) berkata: "Sesungguhnya Allah telah
memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas
dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan
kepada siapa yang
dike hendaki-Nya.
Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
Hadits.
Rasulullah SAW bersabda,
"Pergunakan yang lima sebelum datang yang lima : sehatmu sebelum sakitmu, waktu lapangmu
sebelum waktu sibukmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, kayamu
sebelum miskinmu, dan hidupmu sebelum matimu" (HR Baihaqi).
6. 'Anaashir Al-Ishlaah (Unsur
Perbaikan)
Pemuda dengan potensi yang dimilikinya merupakan
unsur perubah. Unsur perubah ketidakadilan,
kejahiliyahan, kesesatan, kemusyrikan dan lain sebagainya.
Pemuda dengan unsur perubahnya dapat efektif menjalankan peranan
secara baik. Di zaman Nabi yang merubah
jahiliyah kepada Islamiyah, kemusyrikan kearah tauhid, kabathilan kepada al-haq dan
perubahan sekuler kepada Islam dilakukan
oleh pemuda.
Unsur
perubah yang potensial
adalah pemuda yang sadar,
berpengetahuan, berfikrah dan berpotensi.
Mereka yang mempunyai ciri ini adalah
mereka yang belajar dan menuntut ilmu.
Dalil
Q. 18:13-14. Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad)
dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman
kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri
lalu mereka berkata: Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi;
kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya
kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari
kebenaran.
Hadits.
Dari Abu Hurairah
RA berkata bahwa Rasulullah SAW
bersabda,
"Tujuh orang yang akan
dinaungi oleh Allah di
bawah naungan-Nya pada hari tiada naungan selain naungan-Nya,
ialah; Pemimpin yang adil,
pemuda yang rajin ibadah kepada Allah, Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang berkasih sayang karena Allah berkumpul karena-Nya dan
berpisah karena-Nya, Seorang laki-laki yang digoda
oleh seorang wanita bangsawan yang cantik,
kemudian ia berkata, "Sesunguhnya aku takut kepada Allah",
Seseorang yang bersedekah secara diam-diam, sehingga apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya tidak diketahui oleh tangan
kirinya, seseorang yang selalu
berdzikir kepada Allah secara sembunyi
kemudian mencucurkan airmata" (HR Bukhari
dan Muslim).
7. At-Tazawwud (Pembekalan)
·
At-Tarbiyah
Al-Fithriyah (Tarbiyah
Jiwa)
·
Al-Hikmah Wa Al-'Ilm (Bijaksana
Dan
ilmu)
· Asy-Syakhshiyah Al-Qiyaadiyah Al-Jundiyah (Membentuk Pribadi-Pribadi Pemimpin Dan Anggota Yang Bergerak)
Agar potensi pemuda ini muncul berkesan dan dapat berpengaruh maka mereka
perlu dibekali at-tarbiyah alfithriyah,
al-hikmah dan al-'ilm serta syakhsyiah
Islamiyah qiyadiyah.
Tanpa
pembekalan maka potensi pemuda yang berharga akan
menghilang. Pembekalan yang baik adalah pembekalan yang mengikuti kaedah dan
minhaj dari Allah dan
RasulNya.
8. At-Tarbiyah Al-Fithriyah (Tarbiyah Jiwa)
At-tarbiyah al-fithriyah adalah
tarbiyah yang meruj uk kepada fitrah manusia. At-tarbiyah al-fithriyah adalah istilah lain dari
tarbiyah Islaamiyah, sebagaimana
Islam juga dapat disebut sebagai fitrah. Fitrah
manusia sangat sesuai dengan fitrah Islam. Pemberian fitrah Islam kepada
pemuda lebih mudah diterima dengan ikhlas dan dapat diamalkan dengan baik. Penerimaan
at-tarbiyah al-fithriyah ini
tertolak apabila di dalam hatinya ada noda atau kotoran maksiyat yang menutup
fitrahnya.
At-tarbiyah al-fithriyah yang diberikan kepada pemuda adalah usaha untuk
membangun dan memelihara potensi yang mereka
miliki. Membaca Al-Quran, beribadah, beramal shaleh dan
memelihara alam adalah bagian dari aktifitas at-tarbiyah al-fithriyah .
At-Tarbiyah Al-Fithriyah memberikan sesuatu yang diperlukan oleh pemuda. Dengan cara ini mereka terpenuhi
kebutuhannya
sehingga dapat mengembangkan dirinya. Kebutuhan
belaj ar, persaudaraan, ingin bebas tidak terikat, ingin tahu, dinamik dan aktif merupakan ciri pada
masa muda. Cara yang fitrah dan Islam dapat
secara efektif membangun potensi pemuda.
Dalil
Q. 28:7-12. Dan Kami ilhamkan kepada ibu
Musa: "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka
jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir
dan janganlah (pula) bersedih hati, Karena sesungguhnya kami akan
mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.
Maka
dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya
dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya
Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan berkatalah
istri Fir'aun : " (Ia) adalah
penyejuk mata hati bagiku dan bagimu.
Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak sedang mereka
tiada menyadari".
Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir
saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami
teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).
Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah
olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya.
Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuanperempuan
yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkata
saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat
berlaku baik kepadanya?".
Q. 5:114. Isa putra Maryam berdo'a: "Ya
Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi
orang-orang yang bersama
kami yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda
bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah pemberi
rezki Yang Paling utama"
Hadits.
Dari Nu'man Ibnu Basyir berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Perumpamaan orang-orang mukmin di dalam
cinta mencintai, kasih mengasihi, dan berlemah lembut ibarat satu tubuh bila sebagian anggota menderita sakit niscaya dirasakan oleh seluruh anggota tubuh
dengan tidak bisa tidur dan
demam" (HR Bukhari
Muslim).
9. Al-Hikmah Wa Al-'llm (Bijaksana Dan Ilmu)
Selain
at-tarbiyah al-fithriyah,
pemuda diberi ilmu dan kebijaksanaan (al-hikmah). Sehingga
kesadaran dan motivasi untuk bergerak dapat muncul. Orang dewasa dan tua
yang berpengalaman dan berilmu serta telah merasakan asam
manisnya kehidupan perlu memberikan teladan kebijaksanaan (al-hikmah)
dan ilmu pengetahuan.
Ilmu juga perlu
diberikan kepada pemuda. Bekal yang demikian dapat
meningkatkan potensi pemuda.
Dalil
Q. 28:14. Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya,
Kami berikan kepadanya hikmah
(kenabian)
dan pengetahuan. Dan demikianlah
Kami memberi balasar,
kepada orang-orang yang berbuat
baik.
Q. 12:22. Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan
kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat baik.
Hadits.
Dari Hudzaifah bin Yamani
RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Keutamaan ilmu itu lebih baik dari keutamaan ibadah, dan
sebaik-baiknya agama kamu ialah keshalehan" (HR Thabrani).
Hadits.
Dari Anas bin Malik
RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"mencari ilmu itu wajib atas setiap orang Islam.
Dan orang yang mengajarkan ilmu pada
orang yang bukan ahlinya seperti orang
yang memakaikan kalung permata, mutiara, emas
pada leher babi" (HR Ibnu Majah).
Hadits.
Dari Abu Hurairah
RA bahwa
Rasulullah SAW bersabda,
"Seutama-utamanya sedekah ialah bahwa seseorang muslim belajar suatu ilmu kemudian ia
ajarkan kepada saudaranya yang muslim" (HR Ibnu
Majah).
Hadits.
Dari Ibnu Abbas RA berkata bahwa Rasulullah SAW
bersabda, "Seorang ahli fikih (berilmu) adalah lebih berat
bagi syaitan untuk menggodanya daripada seribu ahli ibadah"
(HR Turmudzi,
Ibnu Majah, dan Baihaqi).
Hadits.
Dari Abu Hurairah
RA bahwa
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang melalui
suatu jalan untuk belajar, maka Allah memudahkan baginya
jalan kesurga" (HR Muslim).
Hadits.
Dari Anas bin Malik
RA berkata bahwa Rasulullah SAW
bersabda,
"Siapa yang keluar berusaha untuk mencari ilmu
maka ia berada di jalan Allah sehingga
ia kembali" (HR. Turmudzi).
10. Asy-Syakhshiyah Al-Qiyaadiyah
Al-Jundiyah (Membentuk Pribadi-Pribadi Pemimpin Dan Anggota Yang Bergerak)
Para
pemuda harus dibekali kepribadian yang mempunyai
sifat qiyaadah (kepemimpinan) dan jundiyah (ketentaraan). Pemuda
siap memimpin dan siap dipimpin. Sifat pemimpin yang
ikhlas dan
tentara yang taat perlu ditanamkan kepada jiwa
pemuda. Sehingga dengan cara ini pergantian, penukaran dan
pemindahan generasi dari orang tua ke pemuda dapat terlaksana
dengan baik.
Kepribadian
qiyadah dan jundiyah akan memperlancar al'amalul al-jamaa'i dalam perjalanan
dakwah.
Dalil
Q. 12:55. Berkata Yusuf : "jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai
menjaga,
lagi berpengetahuan".
Q. 28:26. Salah seorang dari kedua wanita itu
berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja
(pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu
ambil
untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat
dipercaya".
Q. 9:128. Sesungguhnya telah datang kepadamu
seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu
sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat
belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q. 8:45-47. Hai orang-orang beriman apabila kamu memerangi
pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan
rasul-Nya dan janganlah
kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan
kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan
bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi
seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya
dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya
kepada
manusia serta menghalangi orang dari jalan Allah. Dan ilmu Allah meliputi apa yang kamu
kerjakan.
Hadits.
Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah sekali-kali kamu
mengharapkan bertemu dengan musuh. Mintalah keselamatan dari Allah. Jika
kamu bertemu musuh, maka bersabarlah, dan ketahuilah bahwa surga i u berada
dibawah bayang-bayang pedang. Kemudian Nabi SAW berdiri
lalu bersabda,
"Ya, Allah Penurun
Al-Kitab, Penggerak awan dan Yang
mengalahkan musuh, kalahkanlah mereka dan tolonglah
kami atas mereka" (HR Bukh;
ri Muslim).
11. At-Taharruk (Berharakah)
Potensi
pemuda dikembangkan melalui pembekalan tarbiyah. Melalui pembekalan ini akan
menghasilkan pemuda yang bergerak (at-taharruk), d,namis
dan aktif. Pemuda yang aktif akan menghasilkan
banyak hal. Sedangkan pemuda yang pasif
akan menghancurkan dirinya
sendiri.
Dalil
Q. 3:169. Janganlah kamu mengira bahwaorang-orang yang gugur di jalan Allah itu
mati, bahkan mjeka
itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
Q. 2:154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang
yang gugur
di jalan Allah, bahwa mereka itu mati; bahkan sebenarnya
mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadari.
Hadits.
Dari Abu Hurairah
RA bahwa
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menghilangkan
dari seorang mukmin kesusahan dunia, pasti Allah akan
menghilangkan satu kesusahan dia di hari kiamat. Dan siap,' yang menolong
seorang yang menderita
kenukaran, pasti Allah akan menolongnya di dunia dan di akhirat. Dan siapa yang menutupi malu (aib) muslim, Pasti AllaT akan menutupi malunya
di dunia dan di akhirat. Dan kllah akan tetap menolong hamba-Nya selama
hamba itO suka menolong saudaranya. Dan siapa berjalan untuk mwncari ilmu, pasti Allah mudahkan jalannya ke surga. Dan jika
berkumpul suatu kaum di suatu rumah Allah,
dengan membaca Al' Kitab dan mempelajarinya
sesama mereka, maka turun atas mereka ketentraman, dan
mereka diliputi dengan rahmat dan dikelilingi malaikat. Dan Allah menyebut mereka dalam
golongan disisi-Nya, dan siapa yang lambat amalannya,
maka tak akan dipercepat mengangkat derajatnya" (HR
Muslim).

Comments
Post a Comment