Daurusyabaab fi Haml Ar-Risaalah (Peran Pemuda dalam Mengemban Risalah)

Sinopsis

Daur asy-syabaab fli haml ar-risaalah (peran para pemuda dalam memikul tugas risalah) menjelaskan beberapa potensi pemuda (pelajar) yang dapat dikembangkan melalui tarbiyah hingga mencapai tujuan yang dikehendaki.

Peranan pemuda sangat penting karena potensinya, antara lain: bi'ts al-himmah min at-tasaa,ulaat (mengangkat semangat dari problematika), naql al-ajyaal (generasi penerus), istibdaal al-ajyaal (generasi pengganti), tajdiid ma'nawiyah al-ummah (pembaru moral umat) dan 'anaashir al-ishlaah (unsur perbaikan). At-tazawwud (pembekalan) pemuda agar potensinya berkembang melalui at-tarbiyah al-fithriyah (tarbiyah jiwa), al-hikmah wa al-'ilrr. (bijaksana dan ilmu) dan pembentukan asy-syakhshiyah al-qiyaadiyah al-jundiyah (membentuk pribadi­pribadi pemimpin dan anggota yang bergerak). Potensi inilah yang melahirkan pemuda-pemuda yang bergerak (at-taharruk).

Peran para pemuda telah terbukti dalam perjalanan sejarah kehidupan manusia. Perubahan apapun yang terjadi di masyarakat selalu diawali dan dipelopori oleh para pemuda. Di zaman Nabi SAW penegak dan pejuang dakwah mayoritas dibawa oleh para pemuda, begitu pula perubahan-perubahan yang terjadi di berbagai kelompok masyarakat non Islam juga dilakukan oleh para pemuda. Kehebatan pemuda dalam melakukan perubahan dan pembaharuan disebabkan karena peran yang dimilikinya.

Satu hal yang tidak dapat disangkal pemuda memiliki semangat yang lebih dibandingkan kelompok perkembangan manusia lainnya yaitu orang tua dan anak-anak. Orang tua biasanya tidak memiliki semangat yang menggebu-gebu dibandingkan para pemuda, manakala anak-anak belum memiliki semangat yang jelas. Oleh karena itu pemuda merupakan suatu generasi manusia yang dapat diandalkan melaksanakan tugas yang berat dan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan karena semangat yang dimilikinya. Oleh karena itu suatu hal yang wajar tumpuan dan harapan perubahan dipikulkan kepada para pemuda.

Selain pemuda memiliki semangat maka pemuda juga memiliki berbagai kemampuan dan kekuatan di antaranya kemampuan akal dan kekuatan fisik. Dua kekuatan ini sangat prima terdapat di kalangan pemuda. Oleh karena itu pula, dengan kekuatan ini pemuda dapat secara efektif menjadi generasi penerus dan generasi pengganti. Beberapa ciri pemuda sebagai generasi penerus dan pengganti digambarkan di dalam surat Al Maidah:54-56 yaitu di antaranya beriman, mencintai Allah, berkasih sayang sesama muslim, keras terhadap orang kafir, berjihad di jalan Allah, tidak takut celaan orang kafir, menjadikan Allah dan RasulNya sebagai wali. Ini merupakan karakter generasi penerus dan pengganti yang dilakoni oleh orang-orang yang beriman. Sebagai pemuda tidak sulit untuk memerankan karakter yang digambarkan oleh Allah SWT tadi.

Generasi tua memiliki karakter yang berbeda dengan generasi pemuda di antaranya mereka tidak lagi memiliki kekuatan fisik yang optimal dan kemampuan akalnya pun mulai berkurang, begitu pula dengan semangatnya yang tidak lagi menggebu-gebu. Oleh karena itu peran generasi tua adalah memberikan suatu bimbingan kepada para pemuda dengan bijaksana. Generasi tua perlu diganti perannya oleh kalangan pemuda dalam melakukan perubahan-perubahan di masyarakat.

Pembaru moral umat juga dibebankan kepada para pemuda karena masalah moral merupakan suatu yang sangat berat. Para pemuda mampu memperbarui moral umat dari yang tidak baik menjadi baik, hal ini dilakukan dengan dakwah kepada masyarakat. Moral umat dengan berkembangnya budaya Barat melalui globalisasi akan mudah menghancurkan tingkah laku dan kepribadian seorang muslim. Begitu beratnya masalah moral ini maka peran pemuda amat sangat dibutuhkan. Walaupun pemuda memiliki godaan dan ujian moral tetapi pemuda yang beriman dan beramal shaleh mampu untuk menjalankan peran perubahan moral tersebut. Hal ini dibuktikan perjalanan sejarah manusia yang cukup panjang.

Peran utama lainnya yang dilakukan pemuda adalah melakukan perbaikan dan reformasi karena pemuda merupakan unsur perubah. Pemuda sangat mudah melakukati perubahan khususnya pada dirinya karena mereka belum memiliki suatu sikap yang permanen, budaya yang tetap, clan perilaku yang membudaya. Merekapun tidak memiliki suatu pemikiran yang kaku dan tetap tetapi senantiasa berubah sesuai dengan dinamika kepemudaannya. Pemuda juga tergolong independen, dimana mereka belum mempunyai ikatan dan kepentingan tertentu. Mereka terkadang belum berkeluarga dan belum memiliki suatu tanggung jawab masyarakat secara khusus dan juga tidak dituntut oleh kepentingan tertentu sehingga para pemuda mudah melakukan suatu perbaikan. Pemuda selain mampu merubah dirinya menjadi baik mereka juga mampu melakukan perubahan pada masyarakat. Hal inipun dapat dibuktikan dari perjalanan sejarah bahwa pemuda banyak terlibat melakukan perubahan dan reformasi di tengah masyarakat.

Untuk dapat dan mampu melaksanakan peran para pemuda di atas dalam menjalankan tugas risalah maka perlu dilakukan pembekalan-pembekalan kepada mereka. Di antara pembekalan tersebut adalah tarbiyah kejiwaan, bijaksana dan ilmu, dan pembentukan kepribadian kepemimpinan. Dari bekal tersebut maka peran pemuda akan menjadi efektif clan sangat berpengaruh dan lagi pula dengan bekal tadi mampu untuk menggerakkan mereka kepada perj uangan.

Tarbiyah kepada para pemuda akan membangkitkan dan mengaktualkan fitrah yang dimilikinya sehingga potensi pemuda dapat berkembang dan disalurkan kepada kebaikan. Pemuda yang tidak tertarbiyah hati dan potensinya tertutupi dengan kemaksiatan sehingga menjadilah mereka tidak berpotensi dan juga tidak mampu menjalankan peran dan tugasnya sebagai seorang pemuda. Tarbiyah tidak saja menibangun potensi pemuda tetapi juga mampu memelihara, tnengembangkan dan menyalurkan potensi tersebut ke tempat yang sesuai. Nabi Muhammad Rasulullah SAW telah tnembuktikan kegiatan tarbiyah mampu dan menggerakkan potensi pemuda untuk berdakwah di jalan Allah. Tarbiyah yang bersifat total serta komprehensif amat diperlukan bagi para pemuda di dalam menjalankan peran dan tugasnya.

Para pemuda pada dasarnya belum memiliki banyak pengalaman karena usianya serta kegiatannya yang belum begitu banyak. Oleh karena itu terkadang pemuda kurang bijaksana dan kurang mempunyai wawasan dalam mengambil berbagai tindakan dan sikap. Walaupun demikian tidak sedikit juga para pemuda yang memiliki pengalaman dan ilmu sehingga mampu bersikap bijaksana dalam menjalankan kehidupannya. Oleh karena itu tetap diperlukan suatu pembekalan kepada para pemuda berupa kebijaksanaan dan keilmuan sehingga dapat melaksanakan peran dengan baik. Bijaksana dan ilmu biasa dimiliki oleh generasi tua. Oleh karena itu pula diharapkan generasi tua memberikan suatu pembekalan berupa kebijaksanaan dan keilmuan kepada para pemuda dalam menjalankan berbagai program perjuangannya. Dengan demikian pula diperlukan adanya komunikasi dan saling tolong menolong generasi tua dan muda. Generasi tua yang memiliki sikap bijaksana dan ilmu yang luas menularkannya kepada para pemuda sementara itu generasi muda yang memiliki semangat dan kekuatan diperbantukan kepada generasi tua yang pada dasarnya sudah tidak lagi kuat.

Pembentukan pribadi-pribadi pemuda yang demikian perlu senantiasa dilakukan tiada henti-hentinya agar pembekalan ini mampu memberikan suatu hasil yang optimal berupa terlaksananya peran pemuda secara efektif dan bergeraknya rnereka para pemuda dalam memikul tugas-tugas risalah.

1. Daur Asy-Syabaab Fii Haml Ar-Risaalah (Peran Para Pemuda Dalam Memikul Tugas Risalah)

Risalah Islam dan perintah perubahan hanya dapat dilakukan oleh pemuda. Sepanjang perjalanan sejarah manusia dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW dan berlanjut sampai hari ini membuktikan bahwa perubahan-perubahan selalu dipelopori oleh pemuda. Pemuda yang potensial sekarang ini adalah para pelajar dan mahasiswa.

Revolusi besar di banyak negara dimotori oleh pemuda. Di Indonesia rejim Soeharto di jatuhkan oleh gerbong reformasi pelajar dan mahasiswa. Pelajar dan mahasiswa dengan potensinya menjadi momok bagi penguasa zhalim. Dakwah Islam yang dibawa Nabi SAW dipelopori oleh pemuda seperti Ali bin Abi Thalib, Mus'ab bin Umair, Usamah bin Zaid dan sebagainya.

Keberadaan pemuda sangat strategis. Unsur pemuda adalah pelajar, mahasiswa dan mereka yang berusia antara 15-45 tahun. Pelajar dan mahasiswa adalah nyawa gerakan pemuda dan masyarakat.

Kehadiran pemuda sangat dinantikan untuk menyongsong perubahan dan pembaruan. Aksi reformasi di semua bidang adalah agenda pemuda ke arah masyarakat madani. Reformasi tidak mungkin dapat dilakukan oleh orang tua atau anak-anak.

2. Bi'ts Al-Himmah Min At-Tasaa'ulaat (Mengangkat Semangat Dari Problematika)

Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan nabi-nabi lainnya pada masa mudanya sering mengkritisi dan memberikan solusi persoalan yang muncul di sekitarnya. Mereka mengkritisi hal-hal yang tidak benar dan tidak adil. Potensi ini merupakan ciri pertama dari kemampuan pemuda yang dapat melakukan perubahan.

Pemuda selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah dicapai. Pemuda juga tidak tenang melihat ketidakadilan. Peranan mereka sangat penting dalam membangun budaya dan mindstream di kampus dan masyarakat.

Masalah yang berkembang di dalam masyarakat dapat menggerakkan pemuda untuk menjatuhkan penguasa yang zhalim.

Dalil

Q. 21:52. (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"

Q. 21:67. Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?

Q. 26:69-70. Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah?"

Q. 10:83-84. Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.

Hadits. Dari Ibnu Abbas berkata, "Cukuplah bagiku Al­lah. Dialah sebaik-baik pelindung. Kalimat itu diucapkan Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api; diucapkan oleh Muhammad SAW ketika orang-orang berkata, "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu. Karena itu, takutlah kepada mereka" Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka pun berkata, "Cukuplah bagi kami Allah. Dialah sebaik-baik pelindung" (HR Bukhari).

Hadits. "Apabila Rasulullah SAW diliputi oleh suatu persoalan maka beliau shalat" (HR Ibnu Daud).

3. Nagl Al-Ajyaal (Generasi Penerus)

Setiap pemimpin di dalam kerajaan, dakwah atau masyarakat akan mengalami masa tua dan mungkin mati. Perlu ada generasi yang menggantikan peranatl pemimpin sebelumnya. Logikanya, sebagai pengganti adalah pemuda atau pelajar yang potensial. Generasi ibu bapak diganti oleh generasi anaknya, kemudian diganti oleh cucunya. Di tengah masyarakat dan organisasi pun terjadi demikian.

Dalil

Q. 52:2 1. Dan orang-orang yang beriman, dat1 yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala anlal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Q. 25:74. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Z'uhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

4. Istibdaal Al-Ajyaal (Generasi Pengganti)

Memindahkan generasi berarti menggantikari pemimpin sebelumnya dengan meneruskan semua program-program yang telah dirancang sebelumnya. Menukar generasi dilakukan karena generasi sebelumnya tidak baik. Sehingga diperlukan penukaran generasi kepada generasi yang baru. Allah SWT menyebutkan bahwa orang yang tidak beriman akan digantikan oleh yang beriman. Begitupun di negara atau kerajaan manakala raja atau presiden tidak berbuat adil, jujur dan amanah maka kepemimpinanttya ditukar dengan yang baru.

Dalil

Q. 5:54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Al­lah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian­Nya) lagi Maha Mengetahui.

Q. 47:38. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah or­ang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

5. Tajdiid Ma'nawiyah Al-Ummah (Pembaru Moral Umat)

Pemuda atau pelajar merupakan pembaharu ma'nawiyah umat. Pemuda dengan potensi yang dimiliki, semangat yang berkobar-kobar, fisik yang kuat, pemikiran yang cerdas / jernih dapat memperbarui ma'nawiyah umat. Usaha pembaruan ini adalah dengan memberikan da'wah, tarbiyah dan jihad.

Orang tua dan anak-anak tidak mungkin dapat melaksanakan peranan ini secara efektif.

Dalil

Q. 2:246. Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka­ pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim.

Q. 2:247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dari padanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi mereka ) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dike hendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Pergunakan yang lima sebelum datang yang lima : sehatmu sebelum sakitmu, waktu lapangmu sebelum waktu sibukmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, kayamu sebelum miskinmu, dan hidupmu sebelum matimu" (HR Baihaqi).

6. 'Anaashir Al-Ishlaah (Unsur Perbaikan)

Pemuda dengan potensi yang dimilikinya merupakan unsur perubah. Unsur perubah ketidakadilan, kejahiliyahan, kesesatan, kemusyrikan dan lain sebagainya. Pemuda dengan unsur perubahnya dapat efektif menjalankan peranan secara baik.  Di zaman Nabi yang merubah jahiliyah kepada Islamiyah, kemusyrikan kearah tauhid, kabathilan kepada al-haq dan perubahan sekuler kepada Islam dilakukan oleh pemuda.

Unsur perubah yang potensial adalah pemuda yang sadar, berpengetahuan, berfikrah dan berpotensi. Mereka yang mempunyai ciri ini adalah mereka yang belajar dan menuntut ilmu.

Dalil

Q. 18:13-14. Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.

Hadits. Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tujuh orang yang akan dinaungi oleh Al­lah di bawah naungan-Nya pada hari tiada naungan selain naungan-Nya, ialah; Pemimpin yang adil, pemuda yang rajin ibadah kepada Allah, Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang berkasih sayang karena Al­lah berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, Seorang laki-laki yang digoda oleh seorang wanita bangsawan yang cantik, kemudian ia berkata, "Sesunguhnya aku takut kepada Allah", Seseorang yang bersedekah secara diam-diam, sehingga apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya tidak diketahui oleh tangan kirinya, seseorang yang selalu berdzikir kepada Al­lah secara sembunyi kemudian mencucurkan airmata" (HR Bukhari dan Muslim).

7. At-Tazawwud (Pembekalan)

·           At-Tarbiyah Al-Fithriyah (Tarbiyah Jiwa)

·      Al-Hikmah Wa Al-'Ilm (Bijaksana Dan ilmu)

·      Asy-Syakhshiyah Al-Qiyaadiyah Al-Jundiyah (Membentuk Pribadi-Pribadi Pemimpin Dan Anggota Yang Bergerak)

Agar potensi pemuda ini muncul berkesan dan dapat berpengaruh maka mereka perlu dibekali at-tarbiyah al­fithriyah, al-hikmah dan al-'ilm serta syakhsyiah Islamiyah qiyadiyah.

Tanpa pembekalan maka potensi pemuda yang berharga akan menghilang. Pembekalan yang baik adalah pembekalan yang mengikuti kaedah dan minhaj dari Al­lah dan RasulNya.

8. At-Tarbiyah Al-Fithriyah (Tarbiyah Jiwa)

At-tarbiyah al-fithriyah adalah tarbiyah yang meruj uk kepada fitrah manusia. At-tarbiyah al-fithriyah adalah istilah lain dari tarbiyah Islaamiyah, sebagaimana Islam juga dapat disebut sebagai fitrah. Fitrah manusia sangat sesuai dengan fitrah Islam. Pemberian fitrah Islam kepada pemuda lebih mudah diterima dengan ikhlas dan dapat diamalkan dengan baik. Penerimaan at-tarbiyah al-fithriyah ini tertolak apabila di dalam hatinya ada noda atau kotoran maksiyat yang menutup fitrahnya.

At-tarbiyah al-fithriyah yang diberikan kepada pemuda adalah usaha untuk membangun dan memelihara potensi yang mereka miliki. Membaca Al-Quran, beribadah, beramal shaleh dan memelihara alam adalah bagian dari aktifitas at-tarbiyah al-fithriyah .

At-Tarbiyah Al-Fithriyah memberikan sesuatu yang diperlukan oleh pemuda. Dengan cara ini mereka terpenuhi kebutuhannya sehingga dapat mengembangkan dirinya. Kebutuhan belaj ar, persaudaraan, ingin bebas tidak terikat, ingin tahu, dinamik dan aktif merupakan ciri pada masa muda. Cara yang fitrah dan Islam dapat secara efektif membangun potensi pemuda.

Dalil

Q. 28:7-12. Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa: "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, Karena sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.

Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan berkatalah istri Fir'aun : " (Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak sedang mereka tiada menyadari".

Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya.

Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan­perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkata saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?".

Q. 5:114. Isa putra Maryam berdo'a: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling utama"

Hadits. Dari Nu'man Ibnu Basyir berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang-orang mukmin di dalam cinta mencintai, kasih mengasihi, dan berlemah lembut ibarat satu tubuh bila sebagian anggota menderita sakit niscaya dirasakan oleh seluruh anggota tubuh dengan tidak bisa tidur dan demam" (HR Bukhari Muslim).

9. Al-Hikmah Wa Al-'llm (Bijaksana Dan Ilmu)

Selain at-tarbiyah al-fithriyah, pemuda diberi ilmu dan kebijaksanaan (al-hikmah). Sehingga kesadaran dan motivasi untuk bergerak dapat muncul. Orang dewasa dan tua yang berpengalaman dan berilmu serta telah merasakan asam manisnya kehidupan perlu memberikan teladan kebijaksanaan (al-hikmah) dan ilmu pengetahuan.

Ilmu juga perlu diberikan kepada pemuda. Bekal yang demikian dapat meningkatkan potensi pemuda.

Dalil

Q. 28:14. Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasar, kepada orang-orang yang berbuat baik.

Q. 12:22. Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Hadits. Dari Hudzaifah bin Yamani RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan ilmu itu lebih baik dari keutamaan ibadah, dan sebaik-baiknya agama kamu ialah keshalehan" (HR Thabrani).

Hadits. Dari Anas bin Malik RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "mencari ilmu itu wajib atas setiap orang Islam. Dan orang yang mengajarkan ilmu pada orang yang bukan ahlinya seperti orang yang memakaikan kalung permata, mutiara, emas pada leher babi" (HR Ibnu Majah).

Hadits. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seutama-utamanya sedekah ialah bahwa seseorang muslim belajar suatu ilmu kemudian ia ajarkan kepada saudaranya yang muslim" (HR Ibnu Majah).

Hadits. Dari Ibnu Abbas RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang ahli fikih (berilmu) adalah lebih berat bagi syaitan untuk menggodanya daripada seribu ahli ibadah" (HR Turmudzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi).

Hadits. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang melalui suatu jalan untuk belajar, maka Allah memudahkan baginya jalan kesurga" (HR Muslim).

Hadits. Dari Anas bin Malik RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang keluar berusaha untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sehingga ia kembali" (HR. Turmudzi).

10. Asy-Syakhshiyah Al-Qiyaadiyah Al-Jundiyah (Membentuk Pribadi-Pribadi Pemimpin Dan Anggota Yang Bergerak)

Para pemuda harus dibekali kepribadian yang mempunyai sifat qiyaadah (kepemimpinan) dan jundiyah (ketentaraan). Pemuda siap memimpin dan siap dipimpin. Sifat pemimpin yang ikhlas dan tentara yang taat perlu ditanamkan kepada jiwa pemuda. Sehingga dengan cara ini pergantian, penukaran dan pemindahan generasi dari orang tua ke pemuda dapat terlaksana dengan baik.

Kepribadian qiyadah dan jundiyah akan memperlancar al­'amalul al-jamaa'i dalam perjalanan dakwah.

Dalil

Q. 12:55. Berkata Yusuf : "jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan".

Q. 28:26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".

Q. 9:128. Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Q. 8:45-47. Hai orang-orang beriman apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi orang dari jalan Allah. Dan ilmu Allah meliputi apa yang kamu kerjakan.

Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah sekali-kali kamu mengharapkan bertemu dengan musuh. Mintalah keselamatan dari Allah. Jika kamu bertemu musuh, maka bersabarlah, dan ketahuilah bahwa surga i u berada dibawah bayang-bayang pedang. Kemudian Nabi SAW berdiri lalu bersabda, "Ya, Allah Penurun Al-Kitab, Penggerak awan dan Yang mengalahkan musuh, kalahkanlah mereka dan tolonglah kami atas mereka" (HR Bukh; ri Muslim).

11. At-Taharruk (Berharakah)

Potensi pemuda dikembangkan melalui pembekalan tarbiyah. Melalui pembekalan ini akan menghasilkan pemuda yang bergerak (at-taharruk), d,namis dan aktif. Pemuda yang aktif akan menghasilkan banyak hal. Sedangkan pemuda yang pasif akan menghancurkan dirinya sendiri.

Dalil

Q. 3:169. Janganlah kamu mengira bahwaorang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mjeka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.

Q. 2:154. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, bahwa mereka itu mati; bahkan sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadari.

Hadits. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menghilangkan dari seorang mukmin kesusahan dunia, pasti Allah akan menghilangkan satu kesusahan dia di hari kiamat. Dan siap,' yang menolong seorang yang menderita kenukaran, pasti Allah akan menolongnya di dunia dan di akhirat. Dan siapa yang menutupi malu (aib) muslim, Pasti AllaT akan menutupi malunya di dunia dan di akhirat. Dan kllah akan tetap menolong hamba-Nya selama hamba itO suka menolong saudaranya. Dan siapa berjalan untuk mwncari ilmu, pasti Allah mudahkan jalannya ke surga. Dan jika berkumpul suatu kaum di suatu rumah Allah, dengan membaca Al' Kitab dan mempelajarinya sesama mereka, maka turun atas mereka ketentraman, dan mereka diliputi dengan rahmat dan dikelilingi malaikat. Dan Allah menyebut mereka dalam golongan disisi-Nya, dan siapa yang lambat amalannya, maka tak akan dipercepat mengangkat derajatnya" (HR Muslim).




 


 

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat