Ordo Jesuit
Al-Jazwait (Yesuit)
Pengertian
(Definisi):
Al-Jazwait
(Yesuit) adalah suatu ordo/kelompok Katolik Serikat Yesus (Yesuit) yang
tersebar di Eropa secara umum, serta di Portugal, Spanyol, dan Prancis secara
khusus. Ordo ini merupakan perkumpulan () keagamaan yang fanatik (ekstrem),
yang saat ini bertujuan untuk menghancurkan agama () Islam.
Pendirian
dan Tokoh-Tokoh Terkemuka:
Didirikan
oleh seorang biarawan/pastur () asal Prancis bernama Inigo Lopez de Loyola
(Ignatius Loyola) pada Abad Pertengahan. Ordo ini turut andil dalam memusnahkan
umat Islam di Andalusia (Spanyol) melalui lembaga Inkuisisi (محاكم التفتيش). Saat ini, ordo
tersebut dikelola oleh sekelompok besar imam/pastur dan biarawan ().
Pemikiran
dan Keyakinan:
- Para biarawan yang tergabung
dalam ordo ini berkewajiban untuk menjaga rahasia-rahasianya dan tidak
membocorkannya, walaupun kepada sesama anggotanya.
- Para anggotanya juga
diwajibkan untuk menjaga kerahasiaan petunjuk/instruksinya serta mencegah
agar jangan sampai jatuh ke tangan orang luar secara umum, dan musuh-musuh
secara khusus.
- Setelah ordo ini diusir dari
banyak negara Eropa, mereka mulai menarik simpati para politisi dan
pejabat dengan cara menampakkan permusuhan terhadap agama Islam, serta
menyusup ke negara-negara Islam guna menyebarkan pemikiran-pemikiran yang
merusak di kalangan umat Islam melalui sekolah-sekolah dan di bawah kedok
lembaga-lembaga kebajikan dan kedermawanan.
- Ordo ini berlindung di balik
kegiatan-kegiatan kebajikan, seperti mendirikan sekolah-sekolah dan
rumah-rumah sakit di berbagai belahan dunia, menunjukkan rasa kasih sayang
kepada orang-orang sakit, serta mewajibkan para anggotanya untuk
berpura-pura rendah hati (tawaduk) guna menarik simpati manusia kepada
mereka dan kepada agama Nasrani.
- Mereka menerima
sumbangan/donasi dan sangat mahir dalam berbagai metode pengumpulan dana.
Untuk menepis tuduhan menimbun harta dari diri mereka, mereka
menyumbangkan sebagian dana tersebut di tempat yang sama guna memberikan
kesan ilusi bahwa tujuan mereka semata-mata adalah melayani kaum fakir
miskin.
- Para anggota perkumpulan (*)
wajib menjaga kewibawaan/kehormatan ordo; mereka tidak berselisih di
hadapan orang lain, melainkan menampilkan kekompakan dan keinginan kuat
untuk melayani sesama.
- Ketika para anggota ordo
mendatangi suatu kota untuk pertama kalinya, mereka menghindari bergegas
membeli tanah selama jangka waktu tertentu. Hingga apabila telah terbukti
bahwa pembelian tanah tersebut benar-benar mendesak/diperlukan, barulah
mereka membelinya. Sering kali pembelian tanah tersebut dilakukan dengan
menggunakan nama samaran agar kepercayaan masyarakat terhadap ordo tidak
tergoncang.
- Pemasukan/pendapatan ordo
dianggap sebagai rahasia yang sakral, sehingga tidak boleh diketahui
kecuali oleh pimpinan tertinggi biarawan (*). Khazanah/brankas ordo di
Roma beserta seluruh isinya juga dianggap sebagai rahasia yang sakral yang
tidak boleh dibocorkan.
- Tujuan utama ordo ini pada
saat ini adalah menghancurkan para pemeluk agama-agama lain, khususnya
agama (*) Islam. Oleh karena itu, para anggotanya tidak segan-segan
menggunakan seluruh metode pembujukan dan sarana daya tarik massa demi
mengkristenkan mereka.
- Untuk mencapai tujuan
tersebut, ordo ini berupaya memenangkan kepercayaan para pejabat negara,
menyenangkan hati mereka, memuji-muji mereka, menutup mata dari
praktik-praktik mereka yang tidak wajar serta perbuatan-perbuatan mereka
yang tidak lurus, sekaligus memberikan pemahaman kepada mereka jika
diperlukan bahwa Tuhan telah mengampuni dosa-dosa mereka.
- Ordo ini juga berupaya meraih
kepercayaan para penguasa di negara-negara tempat mereka melakukan misi
penginjilan (misionaris). Mereka mengutus utusan-utusan yang memiliki
tingkat kecerdasan, kelicikan, dan kebudayaan yang tinggi kepada para
penguasa tersebut. Para utusan ini sangat bersungguh-sungguh dalam memberi
kesan ilusi kepada para penguasa bahwa mereka diutus secara resmi oleh
Paus Roma dan membawa salam penghormatan darinya untuk mereka.
- Para anggota ordo menghindari
sikap berlebih-lebihan dalam berpakaian dan tidak menerima hadiah untuk
diri mereka sendiri. Sebaliknya, mereka menyerahkan hadiah-hadiah tersebut
ke biara ordo terdekat dari lokasi mereka berada, agar tertanam di dalam
benak masyarakat bahwa mereka adalah orang-orang yang ikhlas, sehingga
rasa simpati masyarakat terhadap ordo semakin meningkat.
- Para anggota ordo berusaha
dengan segala cara untuk mencegah didirikan atau dibangunnya sekolah apa
pun di dekat sekolah-sekolah milik ordo. Sekolah-sekolah ordo tersebut
sangat memperhatikan olahraga fisik dan mencurahkan segenap kemampuan
dalam menjalankan proses pendidikan secara terbaik, disertai perlakuan
yang baik terhadap para siswa agar mereka menaruh kepercayaan kepada staf
pengajar beserta pemikiran-pemikiran misionaris yang disusupkannya.
- Ordo ini () berusaha
dengan segala cara yang memungkinkan untuk merebut hati para wanita janda.
Jika salah seorang janda memiliki pembimbing spiritual (biarawan) ()
yang bukan dari ordo Yesuit, maka biarawan tersebut akan disingkirkan dan
digantikan oleh biarawan dari ordo Yesuit untuk mengelola urusan-urusan
wanita tersebut secara bertahap.
Dan
agar penguasaan terhadap para janda tersebut menjadi sempurna, ordo ini
mendorong mereka untuk bersedekah kepada orang-orang miskin atas nama Al-Masih
(*) dan Maryam. Keadaan ini terus berlanjut hingga seluruh harta kekayaan
mereka habis. Demi mencapai hal tersebut, ordo ini tidak segan-segan membantu
para janda tersebut dalam memuaskan hasrat dan memenuhi kebutuhan biologis
mereka apabila diperlukan.
Apabila
para janda tersebut memiliki anak perempuan, maka anak-anak perempuan itu
diyakinkan untuk menjadi biarawati atau dididik dengan pendidikan Nasrani.
Adapun anak-anak laki-laki, mereka didorong untuk sering mendatangi biara-biara
dan gereja-gereja (*), seraya menenggelamkan mereka dalam kenikmatan-kenikmatan
syahwat dan memberikan isyarat kepada mereka bahwa tidak ada dosa dalam
hubungan seksual bebas. Ordo ini juga mempermudah jalan bagi mereka untuk
terlibat dalam perkemahan-perkemahan musim panas yang di dalamnya mereka
diyakinkan akan pentingnya pendidikan Nasrani.
Para
anggota ordo berulang kali berkunjung melawat orang-orang sakit yang kondisinya
sudah kritis/tidak ada harapan sembuh. Mereka ditakut-takuti dengan siksa
neraka dan didorong untuk menyedekahkan seluruh harta kekayaan mereka kepada
ordo.
Barang
siapa yang keluar dari prinsip-prinsip perusak ordo ini, maka ia akan diusir,
dijauhi, dan dicabut dari seluruh hak-hak istimewa yang dinikmati oleh seluruh
anggota. Pengusiran secara khusus dilakukan apabila yang bersangkutan
mencemarkan nama baik ordo, membocorkan rahasia-rahasianya, merugikan para
anggotanya, atau bersikap malas dan tidak melaksanakan tugas-tugas yang
dibebankan kepadanya.
Ordo
ini berusaha untuk mendapatkan rahasia-rahasia politik serta berita-berita yang
terpercaya dan krusial, lalu memberitahukannya kepada para penguasa untuk
meraih kedudukan yang bergengsi di sisi mereka, yang mana kedudukan tersebut
membantu mereka dalam menggaet para pemilik kekayaan, pemegang pengaruh, dan
keluarga-keluarga besar ke dalam ordo.
Ordo
ini menjaga kewibawaannya di dalam jiwa orang lain dengan cara memberikan
pemahaman kepada mereka bahwa ordo ini didirikan oleh Biarawan Joachim [Joachim
of Fiore] () melalui ilham ketuhanan untuk membatasi penyimpangan Gereja ()
dan mengembalikannya ke kondisinya yang murni serta menyebarkan agama Isa di
seluruh penjuru dunia. Dengan demikian, mereka melegitimasi jalan lama mereka
yang dahulu menjual surat pengampunan dosa (indulgensi), serta merancang
garis-garis jalan baru mereka saat ini untuk menghancurkan Islam dan umat
Islam.
Dari
paparan di atas dapat dipahami secara jelas bahwa:
Al-Jazwait
(Yesuit) adalah sebuah ordo Katolik Serikat Yesus yang berlindung di balik
kegiatan-kegiatan kebajikan seperti mendirikan sekolah-sekolah, rumah-rumah
sakit, dan lainnya guna menarik simpati masyarakat menuju agama Nasrani,
khususnya umat Islam di antara mereka. Ordo ini berupaya menyelam ke dalam
kedalaman rahasia-rahasia politik dan menyediakannya bagi sebagian penguasa
demi meraih kedudukan terpandang di sisi mereka, yang memberi mereka pengaruh
besar untuk menjalankan operasi-operasi misionaris secara langsung. Misionaris
ini bersandar pada perusakan nilai-nilai agama, penyebaran
kemaksiatan/keburukan, menganggap wajar hubungan seksual bebas, serta
menyebarkan pemikiran-pemikiran yang merusak di tengah-tengah umat Islam, yang
pada akhirnya menjadikan mereka (umat Islam) sebagai bangunan yang rapuh dan
mudah dibentuk sesuai dengan tujuan-tujuan ordo ini.
Wilayah
Penyebaran:
Ordo
ini menjadikan Eropa secara keseluruhan sebagai pusat pergerakannya. Mereka
terkonsentrasi di Portugal dan Spanyol karena adanya keinginan untuk
memusnahkan setiap jejak peninggalan Islam di sana; di Prancis karena di
sanalah lahir jargon kebebasan () mutlak dalam bidang akidah/keyakinan;
serta di Italia di mana Takhta Paus () Vatikan berada. Dari pusat-pusat
kekuatan inilah ordo ini membentangkan cengkeramannya menuju
komunitas-komunitas Muslim di negara-negara kawasan Laut Tengah dan Asia
Tenggara, khususnya di Indonesia.
Referensi
untuk Pendalaman (Rujukan Lanjutan):
- Muhaadhoraat fii
an-Nashraaniyyah (Kuliah-Kuliah tentang Agama Nasrani), Dar al-Fikr
al-'Arabi, Cetakan ke-4, Syekh Muhammad Abu Zahrah.
- Da'irat Ma'aarif al-Qarn
al-'Isyriin (Ensiklopedia Abad Ke-20), karya Muhammad Farid Wajdi, Dar
al-Ma'rifah, Beirut, Cetakan ke-4.
- Haqiiqat at-Tabsyiir baina
al-Maadhii wa al-Haadhir (Hakikat Misionaris Antara Masa Lalu dan Masa
Kini), Cetakan ke-1, Ahmad 'Abdul Wahhab.
- At-Tabsyiir wa
al-Isti'maar (Misionaris dan Imperialisme), Cetakan ke-1, 'Umar
Farrukh dan Mushthafa al-Khalidi.
Catatan
Penjelasan Penjelas Istilah [Footnote / Kurung Siku]:
- Tanda (*) pada teks
asli: Menunjukkan adanya entitas atau istilah yang dalam versi cetak
ensiklopedia tersebut merujuk pada indeks, catatan kaki, atau pembahasan
di bab lain.
- [Inkuisisi / محاكم
التفتيش]: Mahkamah pemeriksaan gereja yang dibentuk pada Abad
Pertengahan untuk mengejar, mengadili, dan menghukum orang-orang yang
dianggap heretik (murtad/menyimpang), yang dalam sejarah Andalusia
digunakan secara masif untuk memaksa atau memusnahkan penduduk Muslim dan
Yahudi.
- [Surat Pengampunan Dosa / صكوك
الغفران / Indulgensi]: Surat sertifikat yang dijual oleh
otoritas Gereja Barat pada Abad Pertengahan dengan janji menghapus hukuman
siksa atas dosa di api penyucian (purgatori).
Sumber:
Al-Nadwah
al-ʿĀlamiyyah
li al-Shabāb al-Islāmī. Al-Mawsūʿah
al-Muyassarah fī al-Adyān wa
al-Madhāhib wa al-Aḥzāb al-Muʿāṣirah.
Supervised by Maniʿ ibn Ḥammād al-Juhanī. 4th ed.
Riyadh: Al-Nadwah al-ʿĀlamiyyah li al-Shabāb al-Islāmī, 1999.
Comments
Post a Comment