Kalimatullah Hiyal-'Ulya (Kalimat Allah-lah yang Tertinggi)
Sinopsis
Kalimat Allah SWT adalah yang paling tinggi. Islam sebagai then mempunyai konsep yang jelas, lengkap dan dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan konsep atau sistem selain Islam adalah buatan manusia yang tidak lengkap, tidak jelas dan bersifat berubah atau sementara. Konsep Islam dilandasi oleh syahaadatain, sedangkan
selain Islam menja-dikan pemikiran jahiliyah dasarnya.
Syahaadah
adalah kalimat yang tinggi yang dijadikan sebagai
kalimat tauhid dan kalimat takwa.
Gambaran kalimat tauhid ini di dalam AlQuran adalah kalimat thayyibah yaitu kalimat yang teguh dan kuat.
Pe-mikiran jahiliyah sebagai
landasan dari konsep selain Islam merupakan kalimat syirik yang menjadi saingan
konsep dan sistem Islam. Konsep
jahili berdasarkan semangat jahiliyah
seperti materialisme, kapitalisme, komunisme, sekulerisme dan isme lainnya. Isme-isme ini tidak mempunyai
kekuatan dan sebagai kalimat khabitsah
yang lemah dan tidak kuat.
1. Al-Islaam - Ghairu Al-Islaam (Konsep Islam vs Selain Islam)
A. AI-Islaam (Konsep Islam)
Konsep
Islam merupakan ajaran yang bersumber dari Allah
SWT yang Maha Tinggi, tanpa dicampuri oleh pemikiran manusia. Karena Allah SWT Maha Mengetahui maka Islam adalah ilmu yang dalam. Karena Allah SWT
Maha Hidup maka Islam merupakan
panduan hidup. Karena Allah SWT Maha
Bijaksana maka Islam adalah hukumhukum
yang adil dan bijaksana. Islam merupakan perwujudan sifat Allah SWT yang membimbing dan memimpin manusia menuju kepada keba-hagiaan yang sejati. Petunjuk
Allah SWT yang sebenar-benarnya petunjuk, karena Allah yang menciptakan makhluk termasuk manusia sehingga hanya Allah saja yang mengetahui
secara sebenarnya karakter ciptaanNya
tersebut. Dengan demikian,
sebenar-benarnya petunjuk adalah Allah. Allah SWT menunjuki kepada kebenaran selain Allah SWT hanya menyesatkan. Maka Allah SWT saja yang sesuai untuk diikuti. Kalimat Allah SWT sangat tegas dan bukan permainan.
Kalimat permainan hanyalah milik
syaitan yang tidak mempunyai dasar
yang jelas dan tidak mempunyai kepastian.
Dalil
Q. 2:120. Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang
kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya
jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung
dan penolong bagimu.
Q. 10:35. Katakanlah: 'Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakanlah: "Allahlah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu
(berbuat demikian) ? Bagaimanakah kamu
mengambil keputusan?
Q. 86:13. Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang
memisahkan antara yang hak dan yang batil.
B. Ghairu AI-Islaam (Selain Islam)
Konsep orang kafir menjadikan selain Islam sebagai panduannya
misalnya pandangan bukan dari Allah SWT, Rasul
dan Dien-Nya. Mereka merupakan orang yang bodoh (jahil) terhadap kebenaran.
Keingkaran mereka menunjukkan
kehinaan dan kerendahan yang tidak berarti dibandingkan dengan ketinggian Allah SWT Konsep hidup mereka tidak boleh diikuti oleh manusia. Orang-orang kafir saling memberikan pandangan yang
menipu manusia dengan hiasan
kalimat-kalimat yang indah. Menolak
kitabullah berarti mengikuti hawa nafsu. Lihat pula 33:72, 30:29. Konsep orang-orang zalim berdasarkan hawa nafsu dan kesesatan mereka.
Dalil
Q.
6:112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu
syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan
(dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan mempunyai kejelasan dan kepastian, is juga tidak memiliki kebenaran tapi hanya uji coba atau benar salah
sehingga mereka yang mengikuti
dugaan akan sesat.
Konsep demokrasi adalah
hawa nafsu manusia, bila tidak berdasarkan
kebenaran. Pemikiran jahiliyah yang tidak merujuk kepada kebenaran akan semakin membawa manusia kepada kehancuran. Karena dasarnya bukan kepada kebenaran tetapi kepada siapa yang berkuasa
atau yang kuat.
Dalil
Hadits. Sabda Rasulullah kepada Abdullah bin Amru bin Ash: "Tulislah, demi Allah SWT yang jiwaku berada ditanganNya. Tidak keluar dari lidahku ini kecuali kebenaran".
Q. 10:36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Q. 53:23. Itu
tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan
bapak-bapak kamu mengada-adakannya;
Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun
untuk (menyembah)nya. Mereka tidak
lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan,
dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk
kepada mereka dari Tuhan mereka.
Q.
6:116. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain
hanyalah berdusta (terhadap Allah).
3. Kalimatullah Al-`Ulyaa - Kalimah Alladziina Kafaru As-Suflaa (Kalimat Allah yang Tinggi vs Kalimat Kafir yang Rendah).
A. Kalimatullah Al-`Ulyaa (Kalimat Allah yang Tinggi)
Syahadatain merupakan kalimat Allah SWT yang tinggi karena didalamnya mengandung suatu konsep yang mendalam tentang kehidupan manusia. Karena
Allah SWT sebagai pencipta yang menurunkan perintah
kepada hambaNya untuk bersyahadat dan mengamalkan
syariat dalam kehidupan, maka kalimat inilah
yang benar dan kalimat ini pula yang tinggi dibandingkan kalimat yang lainnya. Kalimat Allah yang tinggi ini tak tertandingi oleh konsep dan
pemahaman di luar Islam karena konsep
Allah telah terbukti kebenarannya dan
memberikan janji yang benar kepada ciptaanNya. Syahadatain merupakan gambaran kesempurnaan, ketepatan dan keadilan kalimat Allah SWT. Syahadatain j uga menggambarkan kedalaman
pengetahuan Allah SWT
Dalil
Q. 6:115. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Quran), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimatNya dan Dialah Yang
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Q. 54:5. Itulah
suatu hikmat yang sempurna maka peringatan-peringatan
itu tiada berguna (bagi mereka).
B. Kalimah Alladziina Kafaru
As-Suflaa (Kalimat Kafir yang Rendah)
Selain
dari kalimat Allah adalah kalimat kafir yang ditentang oleh Islam. Hal ini disebabkan
karena dasar dari konsep bukan Islam adalah dzon (sangkaan)
saja. Karena konsep bukan Islam ini bersifat uji dan coba yang belum terbukti
kebenarannya sehingga sangat rendah nilainya di sisi Allah SWT ataupun di sisi
manusia yang beriman dan berakal. Kalimat Allah SWT yang tinggi sedangkan
konsep orangorang kafir itu rendah.
Dalil
Hadits. Sabda Rasulullah SAW: Islam itu tinggi dan tiada yang
melebihi ketinggiannya.
Q. 9:40. Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka
sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika
orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah)
sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam goa.
Hadits. Ibnu Abbas berkata, "Kalimat kalimat orang kafir ialah kemusyrikan sedang kalimat Allah adalah 'Tiada tuhan melainkan Allah'. Abu Musa Al-Asy'ari R.A dia berkata, Rasulullah tentang seorang yang berperang dengan gagah berani, berperang dengan panas hati, dan berperang dengan riya', apakah dia termasuk berjihad di jalan
Allah?," Maka beliau bersabda, "Barangsiapa yang berperang agar kalimat Allah-lah yang tinggi, maka dia berperang dijalan Allah."
4. Kalimah At-Tauhiid - Kalimah Asy-Syirk
(Kalimat Tauhid vs Kalimat Syirik).
A. Kalimah At-Tauhiid (Konsep Tauhid)
Syahaadatain dengan Islam sebagai pen-jelasannya merupakan konsep yang mengesakan Allah SWT Manusia
dibawa pada satu tujuan dan orientasi
yaitu mencari keridhaan Allah SWT
Yang Maha Esa. Konsep ini marnpu menya-tukan manusia dari berbagai jenis suku dan bangsal Dari berbagai latar belakang budaya disatukan
dalam sate ikatan aqidah tauhid yang
punya satu kepentingan tegaknya
kalimat Allah SWT yang tinggi. Dengan
berpegang teguh kepada tauhidullah maka urnat
dapat bersatu. Walaupun berbeda suku, bangsa dan latar
belakang manusia akan bersatu dalam iman dan Islam. Islam adalah ajaran Tauhid yang memiliki hanya satu urnat yaitu umat Islam yang mengesakan Allah dari segala berituk sembahan dan abdian. Konsep
Islam tentang kesatuan manusia dengan menjadikan takwa sebagai timbangan kemuliaan dan kehinaan manusia.
Dalil
Q.
3:103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu
dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh
musuhan, maka Allah mempersatukan
hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkarr kamu
daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat. ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Hadits.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya Allah menyukai dari
kamu tiga perkara dan membenci dalam tiga
perkara. Dia ridha padamu jika kamu
menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, agar
kamu semua berpegang teguh kepada tali
Allah dan tidak bercerai-berai, dan agar kamu setia kepada orang yang telah
diserahi urusanmu oleh Allah, Allah
murka kepadmu lantaran tiga perkara, banyak berbicara, banyak bertanya, dan menghamburkan
harta." (HR.Muslim).
Q. 21:92. Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu
semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.
Q. 49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di
antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal.
Hadits. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling baik di antara kamu pada masa jahiliyah adalah yang paling baik pada masa Islam, apabila mereka memahami." (HR. Bukhari).
B. Kalimah Asy-Syirk (Konsep Syirik)
Di
dalam jahiliyah manusia saling
mem-perbudak satu dengan lainnya, atau diperbudak oleh materi. Tujuan dan orientasi
mereka bermacam-macam dan ber-beda-beda. Karenanya
mereka saling mengeksploitasi. Yang satu ingin menguasai yang lain. Jiwa dan kepribadian mereka berpisah, tiada
ruh yang dapat melandasi kesatuan dan persatuan. Konsep di luar Islam hanya membawa kepada kemusyrikan, menghasilkan
perbudakan antara manusia. Kehinaan ilah-ilah kaum musyrikin yang menjadi beban bagi penyembahnya, hal ini terjadi karena ilah kaum musyrik adalah ilah yang tidak kuat dan tidak
memiliki kemampuan apapun, sehingga
menjadi beban bagi yang menyembahnya. Kalimat
syirk merupakan gambaran orang yang berada di dalam konsep jahiliyah dan menjalankan kemusyrikan dibandingkan
dengan konsep tauhid. Allah menyatakan bahwa
musuh Allah SWT itu tidak bersatu dan mereka bercerai berai, karena
konsep yang dipegangnya tidak satu dan tidak
sama.
Dalil
Q. 3:64. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang)
kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) ".
Q. 16:75-76. Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui. Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan,. dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?
Q. 39:29. Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki
(budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja);
Adakah kedua budak itu sama halnya?
Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan
mereka tidak mengetahui Q. 59:14.
Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali
dalam kampung-kampung yang berbenteng atau
di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira
mereka itu bersatu sedang hati
mereka berpecah belah. Yang demikian itu
karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti.
5. Kalimah At-Taqwaa - Hamiyyah
Al-Jaahiliyah (Kalimat Takwa vs Kesombongan Jahi-liyah)
A. Kalimah At-Taqwaa (Kalimat
Takwa)
Konsep Islam yang tinggi itu merupakan sumber ketakwaan dan kebajikan. Mengucapkan saja me-rupakan ibadah, apalagi mempelajari, menghayati dan meng-amalkannya. Hanya konsep inilah yang dapat membentuk pribadi takwa dan akhlak mulia. Manusia
yang mendasari kehidupannya dengan kalimat laa ilaaha illa Allaah diperumpamakan membangun sesuatu dengan landasan takwa. Tuj uan
dan penghambaan Islam adalah membentuk pribadi takwa. Hanya dengan
melaksanakan syahaadatain secara murni dan basil takwa dapat dicapai. Banyak contoh-contoh konsep takwa yang disajikan
oleh kitabullah dan dicontohkan oleh
Nabi SAW dalam sunnah dan sirahnya. Manusia yang membenarkan kitabullah sebagai jalan menuj u takwa, adalah kewajiban bagi seorang yang
beriman.
Dalil
Q. 9:108. Janganlah
kamu bersembahyang dalam mesjid itu sesama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang
didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah
menyukai orang-orang yang bersih.
Q. 2:2 1. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
Q.
2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, Q. 2:178. Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka,
hamba dengan hamba dan wanita dengan
wanita. Maka barangsiapa yang
mendapat suatu pema'afan dari saudaranya,
hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan
cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma`af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan
cara yang baik (pula). Yang demikian
itu adalah suatu keringanan dari Tuhan
kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.
Q.
3:133-135. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumf yang
disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya),
baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang
berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat
mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Q.
39:33. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad)
dan membenarkannya, mereka itulah orangorang yang bertakwa.
B. Hamiyyah Al-Jaahiliyah
(Kesombongan Jahiliyah)
Selain konsep Islam maka konsep itu adalah jahiliyah hanya berupa slogan yang menunjukkan
kesombongan dan ke-banggaan orang-orang yang
bodoh. Tak terbukti di dalam kenyataan, hanya teori-teori
kosong yang dusta. Masyarakat yang dibentuknya menjadi
masyarakat yang kufur dan ber-gelimang dalam maksiat.
Orang-orang kafir menanamkan kecintaan pada konsep mereka.
Sedangkan Allah SWT mewajibkan pengkajian kalimat
takwa.
Penguasa sistem jahiliyah membanggakan kekuasaan dan kekayaan mereka untuk menipu rakyat. Sistem jahiliyah adalah sistem uji coba yang tidak mempunyai suatu kepastian sehingga dapat membawa manusia kepada kebodohan.
Penguasa jahiliyah selalu berdalih stabilitas kekuasaannya untuk menjelekkan pembawa kebenaran dan mengekalkan kekuasaannya.
Dalil
Q. 48:26. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Q. 43:51-54. Dan
Fir`aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata:
"Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat (nya)?. Bukankah aku lebih baik dari orang
yang hina ini dan yang hampir tidak dapat
menjelaskan (perkataannya) ?. Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang
dari emas atau malaikat datang bersama-sama
dia untuk mengiringkannya.". Maka Fir'aun
mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya.
Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang
fasik.
Q.
40:26. Dan berkata Fir'aun (kepada pembesarpembesarnya):
"Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah is memohon kepada
Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir
dia akan menukar agamamu atau
menimbulkan kerusakan di muka bumi".
6. Al-Kalimah Ath-Thayyibah - Al-Kalimah Al-Khabiitsah (Kalimat Yang Baik vs
Kalimat Tak
Baik)
A. Al-Kalimah Ath-Thayyibah (Konsep yang Baik)
Karena membawa kepada
ketakwaan dan persatuan maka Islam merupakan
konsep yang baik. Ibarat pohon yang baik, is akan berakar dihati manusia
yang suci (fitrah), kuat dan tertunjang
dalam keyakinan dan kepribadian mereka. Kalimat yang baik melahirkan
manusia yang membentuk peradaban mulia dan
bermanfaat di dunia. Bila tiba masanya pohon
Islam akan menghasilkan buah yang lezat lagi berkhasiat. Syahaadatain
sebagai kalimat yang baik
diumpamakan Allah SWT bagaikan pohon
yang baik, akamya tertunjang ke bumi
dan batangnya menjulang ke angkasa (tertanam baik di hati manusia karena sesuai dengan fitrah).
Pohon itu senantiasa memberikan buah
yang baik di setiap musim karena setiap muslim dalam berbuat baik
mengharapkan ridha Allah SWT yang kekal dan
pasti. Sistem tauhid ini menghasilkan
manusia-manusia yang bermanfaat bagi dunia
dan peradaban. Masyarakat tauhid ini tumbuh bagaikan pohon pula, lihat Q. 48:29.
Dalil
Q.
14:24-25. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan
kalimat yang baik seperti pohon yang baik,
akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Hadits. Ahmad meriwayatkan dari
Mujahid,"Aku menyertai Ibnu Umar ke Madinah
maka aku tdak mendengar beliau menceritakan dari Nabi SAW kecuali sebuah hadits. Beliau berkata," Kami tengah
bersama Rasulullah SAW beliau
mengambil sejumlah kerikil, kemudian
bersabda, ada sebuah pohon yang dapat dij adikan perumpamaan bagi seorang muslim. Aku ingin mengatakan bahwa pohon
itu adalah pohon kurma. Aku memperhatikan
sekitar dan ternyata aku adalah orang yang paling muda disana. Maka Rasulullah SAW bersabda,"Ia adalah pohon kurma."
B. Al-Kalimah AI-Khabiitsah (Konsep yang Buruk)
Karena membawa kepada
ke-ku-furan dan kemaksiatan, maka jahiliyah
merupakan sumber masalah bagi manusia. la ibarat pohon yang buruk yang telah
tercabut dari akarnya, kering kerontang, mudah hancur. Tidak memberikan buah kebaikan sama sekali bahkan men-jadi sampah atau
sumber penyakit. Konsep yang buruk
ibarat pohon yang buruk. Tidak tertanam dalam hati dan jiwa manusia
karena bertentangan dengan fitrah. Pribadi yang dihasilkan oleh sistem jahiliyah
adalah kosong dan tidak berarti,
hanya pandai bersilat lidah saja, berkata
tetapi tdak diamalkan, lihat Q. 2:204-205. Perumpamaan lainnya adalah kayu yang tersandar. Kelihatannya kokoh
tetapi sebenarnya rapuh. Ini contoh tentang
munafiqin, lihat juga Q. 63:4.
Dalil
Q. 14:26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
Q. 48:29 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orangorang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu
lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti
tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan
tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan
tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati
penanam-penanamnya karena Allah hendak
menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal yang saleh di antara mereka
ampunan dan pahala yang besar.
Q. 2:204-205 Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya
tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya
kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya,
padahal is adalah penantang yang paling keras. Dan apabila is berpaling
(dari kamu), is berjalan di bumi untuk
mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai
kebinasaan.
Q. 63:4 Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan
kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap
teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap
mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah
mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
Hadits. Ibnu Abi Hatim neriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasanya Nabi SAW bersabda,"Dan Perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk."Ia adalah pohon labu. Kemudian aku memberitahukan hal itu
kepada Abu Al-Aliyah. Maka is berkata,"Demikianlah yang kami dengar dari Rasulullah."
7. Tsaabitah - Ghairu Tsaabitah
(Kukuh
vs Rapuh)
A. Tsaabitah (Stabil dan Kukuh)
Kukuh merupakan sifat
Islam, tidak pernah mengalami kegoncangan. Tak lapuk dengan hujan dan angin,
bahkan itu akan menumbuhkan pohon Islam. Sebagai kebe-naran is ibarat arus sungai yang deras, selalu teguh
berke-lanj utan dan menghantam batu
karang. Kekukuhan al haq dalam menghadapi tantangan
bagaikan air arus yang berjalan terus. Al haq tidak akan pernah berhenti berhadapan dengan kebatilan karena hal ini merupakan
sunatullah semenjak adanya manusia. Akhir dari setiap pertempuran tersebut
selalu dimenangkan oleh al haq. Konsepsi
ini membawa keteguhan kepada orang-orang
yang mengikutinya. Allah SWT meneguhkan
orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh dalam
kehidupan dunia maupun akhirat. Kemenangan aqidah adalah kemenangan hakiki yang dituju orang-orang beriman dalam perjuangan.
Dalil
Q. 13:17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan
dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat
perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya;
adapun yang memberi manfaat kepada
manusia, maka is tetap di bumi. Demikianlah
Allah membuat perumpamaanperumpamaan.
Q.
14:27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan
di akhirat; dan Allah menyesatkan orangorang
yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
Q. 85:6. Dia diciptakan dari air yang terpancar,
B. Ghairu Tsaabitah (Tidak Seimbang dan Rapuh)
Rapuh merupakan sifat
dienul jahiliyah. la selalu mengalami pasang surut, berubah dan berganti. Dapat lapuk di telan masa. Sedikit saja mengalami goncangan is akan
hancur. Sebagai kebatilan is ibarat
buih di atas arus, akan lenyap dengan
sendirinya. Kerapuhan jahiliyah
bagaikan sampah, kelihatannya
banyak tetapi mengikut saja kemana
pergi. Jahiliyah tidak mempunyai
tempat berpijak yang jelas dan pasti. la pun tidak mempunyai dasar yang jelas sehingga
jahiliyah bersifat lemah.
Dalil
Hadits Rasulullah mengumpamakan petunjuk yang dibawa oleh beliau seperti hujan dan air. Tergantung kesiapan tanah (jiwa manusia) untuk menerimanya.
Q. 13:17. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih
arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya;
adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka is tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaanperumpamaan.
Hadits. Dari Abu Musa Al-Asy'ari R.A bahwasanya Rasulullah bersabda,"Perumpamaan hidayah dan ilmu yang dibawakan
dari sisi Allah adalah seperti hujan yang turun ke bumi. Maka ada sebagian lahan yang dapat menerima air itu, lalu is
menumbuhkan rerumputan dan pepohonan yang
lebat. Dan di antara lahan ada yang menyerap dan dapat menahan air sehingga Allah memberi manfaat kepada manusia, melalui air itu, untuk minum,
menggembala, mengairi clan bercocok
tanam. Hujan pun turun ke wilayah cadas
sehingga is tidak dapat menahan air dan tidak menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami agama
Allah. Allah memberi manfaat melalui apa
yang aku bawa, kemudian is memanfaatkannya, mengkajinya kemudian
mengajarkannya, adapula orang yang tidak
memberikan perhatian kepadanya sedikitpun dan tidak menerima hidayah Allah yang aku diutus karenanya. (HR. Bukhari-Muslim).
8. Qawiyyah - Dha'iifah (Kuat vs
Lemah)
A. Qawiyyah (Kuat dan Tak Terkalahkan)
Karena teguh dan kukuh maka sebagai konsepsi Islam tidal dapat dikalahkan. Ditinjau dari sudut apapun Islam unggul. tidak dapat ditandingi. Peradaban dan warisannya penuL
kehebatan dan kehebatan kemanusiaan. Seluruh ajaran Islam memiliki kekuatan dari segi hujjah maupun realitas Dari
itu umat Islam harus kukuh dan kuat seperti Islam. Berizzah yang tinggi karena prestasi yang
dicapainya. Orang-orang kafir putus asa untuk
mengalahkan Islarr, dari segi konsep sehingga kita tak perlu takut kepad2 mereka. Karena Allah SWT akan membantu pare hambanya. Jaminan Allah SWT bagi kemenangan
tentaraNya yaitu yang mengikuti sistem ini dengan sesungguhnya. Fakta sejarah yang menunjukkan kekuatan kaum
beriman telah membuktikan bagaimana
kekuatan orang beriman mengalahkan orang kafir.
Dalil
Q. 5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk,
dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat
kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan
(diharamkan juga) mengundi nasib
dengan anak panah, (mengundi nasib dengan
anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah
putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada
mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah Kucukupkan kepadamu
ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka
barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa
sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
37:172-173(yaitu)
sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya
tentara Kami itulah yang pasti menang.
Q. 5:56. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang
yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya
pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.
Q.
3:137-139. Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orangorang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al Qur'an)
ini adalah penerangan bagi seluruh
manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Janganlah
kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),
jika kamu orang-orang yang beriman.
B. Dha'iifah (Lemah dan Selalu Kalah)
Karena kegoncangan dan kerapuhannya maka jahiliyah ini sangat lemah, mudah untuk dihancurkan. Tak ada daya dan kekuatannya sama sekali. Para pengikutnya menjadi orang-orang yang paling lemah, tanpa kepribadian, kecewa dan pesimis. Tanpa prestasi sehingga manusia tak ada harganya sama sekali. Kelemahan sistem yang dibangun
oleh konsep syirik seperti sarang laba-laba. Sehingga sistem orang kafir sangat lernah dan mudah dihancurkan oleh kekuatan Islam. Pernyataan Allah SWT bahwa pengikut kebatilan
pasti kalah dan tempat mereka adalah neraka jahanam. Gambaran tentang cara Allah SWT meng-hancurkan kebatilan secara sistematik yaitu dengan
menghabiskan asasnya terlebih dahulu.
Sedangkan kehinaan mereka sangat dekat
waktunya karena akan datang setelah kematian menimpa mereka.
Dalil
Q. 29:41 Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui..
Q. 3:12. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburukburuknya".
Q.
16:26-27. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap
(rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada
mereka dari tempat yang tidak mereka
sadari. Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Di manakah sekutu-sekutuKu itu (yang karena membelanya) kamu selalu
memusuhi mereka (nabi-nabi dan
orang-orang mukmin) ?" Berkatalah
orang-orang yang telah diberi ilmu):
"Sesungguhnya kehinaan dan azab
hari ini ditimpakan atas orang-orang yang
kafir".
Comments
Post a Comment