Yahudi dan Pecahan-Pecahannya

YAHUDI DAN CABANG-CABANGNYA

PENDAHULUAN UMUM

Agama yang dibawa oleh Nabi Musa 'alaihissalam pada dasarnya adalah agama tauhid yang murni. Akan tetapi, para pengikutnya sepeninggal Nabi Sulaiman 'alaihissalam merusak dan menyimpangankannya, sehingga dari situlah lahir ajaran Yahudi. Lembar sejarah dan perbuatan mereka dipenuhi dengan kehinaan, tindakan mereka sarat dengan dosa dan kesalahan, serta paham materialisme sangat mendominasi mereka. Mereka memandang bahwa penguasaan ekonomi dunia adalah satu-satunya landasan bagi supremasi bangsa Yahudi. Oleh karena itu, mereka memerangi seluruh dunia dengan menyebarkan kemerosotan moral, mendukung kedzaliman, mengukuhkan agresi, merusak ajaran agama, dan keluar dari fitrah kemanusiaan secara ekstrem dengan dalih rasisme yang kosong dan klaim supremasi yang palsu.

Semua hal tersebut dan tindakan lainnya dilakukan melalui berbagai perkumpulan Yahudi yang bergerak di bawah naungan agama ini; bukan hanya untuk mencemarkan agama ini semata, melainkan juga untuk mengguncang akidah para pemeluk agama seluruhnya melalui proses manipulasi yang cerdik. Perkumpulan-perkumpulan ini sama sekali tidak pernah menunjukkan bahwa mereka bersumber dari ajaran Yahudi atau bahwa seruan mereka ditujukan untuk melayani tujuan-tujuan agama yang telah terhapus (mansukh) ini. Perkumpulan-perkumpulan ini juga berhasil menyusup dengan kecerdasan dan kelicikan yang sangat tinggi ke dalam banyak organisasi internasional yang berkedok kemanusiaan, guna menjalankan aktivitas destruktif mereka darinya dalam kerahasiaan yang sangat menakjubkan. Akan tetapi, Allah Subhanahu wa Ta'ala berkehendak untuk membongkar tipu muslihat mereka yang terlaknat terhadap agama, sehingga hakikat mereka terkuak dan tampak jelas di hadapan banyak orang yang berakal sehat dan berpikiran lurus, yang kemudian berusaha menghentikan laju ekspansi mereka. Walau demikian, masih banyak orang yang tidak mengetahui hal ini, bahkan hampir tidak mengakuinya.

Demi menjelaskan hakikat-hakikat ini dan lainnya, ensiklopedia ini mengangkat pembahasan mengenai Yahudi, dengan menjelaskan bahwa pada asalnya Yahudi adalah agama bangsa Ibrani yang keturunan dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan dikenal sebagai Asy-Syubuth (suku-suku Bani Israil) yang Allah utus kepada mereka Nabi Musa 'alaihissalam dengan diperkuat oleh Taurat agar menjadi nabi bagi mereka. Namun, mereka terpecah belah di antara sesama mereka; di antara mereka ada kelompok sufi-rabani, kelompok yang mengingkari hari kebangkitan, hisab, surga, dan neraka, serta kelompok agresif yang tidak toleran. Di antara mereka juga ada yang mengaku sebagai nabi, dan ada pula yang masuk Islam semata-mata untuk melakukan tipu daya terhadap Islam dan menyalakan api fitnah di dalamnya. Kemudian, mereka semua mengarah pada paham politeisme (kepercayaan pada banyak tuhan), antropomorfisme (penyerupaan Tuhan dengan makhluk), paham utilitarianisme, serta penegasan bahwa mereka adalah "bangsa pilihan Allah", bahwa roh-roh orang Yahudi adalah bagian dari Allah, dan bahwa Yesus orang Nazaret berada di dasar jurang neraka.

Di antara kaum Yahudi yang membentuk bahaya sangat besar terhadap Islam adalah kaum Yahudi Doenmeh, yaitu orang-orang yang menampakkan keislaman namun menyembunyikan keyahudian di dalam batin demi memperdaya umat Islam. Oleh karena itu, mereka bermukim di wilayah barat Asia Kecil dan berkontribusi dalam meruntuhkan Daulah Utsmaniyah, menyerang hijab wanita Muslimah, serta menyerukan pembukaan aurat (sufur), kemerosotan moral, dan perusakan generasi muda seluruh bangsa.

Hal ini juga merupakan jalan yang ditempuh oleh Zionisme, yaitu sebuah gerakan politik rasis ekstrem yang bertujuan untuk mendirikan negara bagi kaum Yahudi di Palestina. Gerakan ini mengerahkan segala potensi hingga berhasil mendirikannya agar dapat menguasai—menurut konseptualisasi mereka—seluruh dunia melalui negara tersebut dan melalui pemikiran mereka yang dituangkan dalam Protokolat Para Tetua Zion (Protocols of the Elders of Zion). Zionisme bersandar pada metode menakut-nakuti pihak lain, menggunakan kekerasan terhadap mereka, serta perlunya menjerumuskan bangsa-bangsa non-Yahudi (Goyim) ke dalam kenistaan disertai keharusan menundukkan dunia kepada mereka melalui penguasaan ekonomi, keuangan, dan dominasi media global. Orang-orang Zionis juga menyatakan bahwa wajib meruntuhkan benteng iman di dalam hati bangsa-bangsa dan mencabut pemikiran tentang keberadaan Allah dari akal pikiran mereka. Cukuplah hal ini bagi kita untuk menjelaskan pentingnya apa yang dicita-citakan oleh ensiklopedia ini dalam menyoroti persoalan-persoalan tersebut dan lainnya.

Dari rahim ajaran Yahudi yang telah terdistorsi dan gerakan Zionisme yang merusak inilah lahir berbagai organisasi, gerakan, dan orientasi Yahudi serta Zionis, di antaranya adalah Masonry (Freemasonry). Freemasonry tidak lain adalah organisasi rahasia Yahudi yang destruktif, diselubungi misteri, dan memancarkan terorisme yang bertujuan untuk mengukuhkan dominasi Yahudi atas dunia melalui propaganda ateisme, kebebasan seksual (ibahiyah), dan kerusakan, dengan berkedok di balik slogan-slogan penyesat seperti kebebasan, persamaan, persaudaraan, dan kemanusiaan. Organisasi ini telah berhasil merekrut banyak tokoh terkemuka di dunia, dan melalui mereka, organisasi ini berusaha mewujudkan tujuannya untuk membentuk pemerintahan sekuler (nir-agama) global.

Di antaranya pula adalah Klub Lions (Lions Club), yang menampilkan corak formalistik sosial kemanusiaan, padahal ia tidak lain merupakan salah satu organisasi internasional yang berafiliasi dengan Freemasonry yang dikendalikan oleh jemari Yahudi demi merusak dunia dan memperketat penguasaan atasnya.

Dari Rotary International juga telah lahir beberapa klub, salah satunya untuk anak-anak yang dikenal dengan Interact, lainnya untuk remaja yang dikenal dengan Rotaract, dan yang ketiga untuk wanita yang dikenal dengan Inner Wheel. Seluruh klub tersebut dikendalikan oleh Yahudi Internasional dan menyatu dalam tujuan-tujuan yang sama dengan Freemasonry. Klub-klub Rotaract atau remaja Rotary yang dikendalikan oleh Yahudi Internasional dan organisasi-organisasi Freemasonry tidak memiliki tujuan lain kecuali merusak kaum non-Yahudi secara umum dan masyarakat Muslim secara khusus.

Oleh karena itu, ensiklopedia ini membahas organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan ini agar pembaca dapat mengetahui hakikat sebenarnya dari tujuan-tujuan destruktif mereka.

Ensiklopedia ini juga menjelaskan tentang Partai Herut, yang didirikan oleh politisi Zionis Menachem Begin setelah berdirinya Israel di tanah Palestina dengan tujuan menuntut batas-batas "Israel Raya", memberkati tindakan-tindakan agresi terhadap bangsa Arab, masuk ke dalam pakta pertahanan bersama negara-negara Barat melawan negara-negara Arab, serta mendorong pemukiman di Palestina demi mengikis identitas Islam, Arab, dan Palestina.

Demikian pula ensiklopedia ini menjelaskan tentang perhimpunan B'nai B'rith (Anak-Anak Perjanjian) yang dianggap sebagai salah satu perhimpunan dan loji Freemasonry kontemporer tertua serta salah satu sayap destruktifnya. Karena perhimpunan ini berbasis Yahudi, maka tidak ada yang penting baginya selain mengagungkan unsur ras ini agar dapat menguasai dunia.

Gagasan-gagasan kelompok ini dipaparkan sesuai dengan kemunculannya di panggung sejarah secara objektif dan netral, sehingga pembaca dapat memetik hakikat tantangan yang dihadapi oleh Islam dan umat Islam, serta peran yang seharusnya dilakukan oleh generasi muda untuk melindungi akidah ini.

YAHUDI

Definisi:

Yahudi (Al-Yahudiyyah): Adalah agama bangsa Ibrani yang merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam, yang dikenal dengan Al-Asybath (Bani Israil) yang Allah utus kepada mereka Nabi Musa 'alaihissalam dengan diperkuat oleh Taurat agar menjadi nabi bagi mereka. Yahudi adalah agama yang tampaknya dinisbatkan kepada kata Yahud (rakyat/bangsa). Kata ini sendiri diperdebatkan asal-usulnya; kemungkinan dinisbatkan kepada Yahudza (Yehuda), salah seorang putra Nabi Ya'qub, lalu digeneralisasikan kepada seluruh bangsa sebagai bentuk penamaan secara mayoritas (at-taghlib).

Pendirian dan Tokoh-Tokoh Utama:

  • Musa 'alaihissalam: Seorang laki-laki dari Bani Israil, lahir di Mesir pada masa Firaun Ramses II (kemungkinan besar tahun 1301–1234 SM). Beliau dibesarkan di istana Firaun ini setelah ibunya menghanyutkannya ke sungai di dalam sebuah peti karena takut terhadap Firaun yang membunuh anak-anak laki-laki Bani Israil. Ketika usianya mencapai empat puluh tahun—menurut sebagian riwayat—beliau melihat seorang pria Mesir memukul seorang pria Ibrani, maka Musa meninjut pria Mesir itu hingga tewas tanpa bermaksud membunuhnya. Beliau lalu keluar dari Mesir menuju Madyan dan bekerja sebagai penggembala pada seorang syekh saleh di sana (dikatakan bahwa beliau adalah Nabi Syu'aib 'alaihissalam) yang kemudian menikahkannya dengan salah satu dari dua putrinya.

Dalam perjalanan kembalinya ke Mesir, Allah memberikan wahyu risalah kepadanya di Sinai, dan memerintahkannya bersama saudaranya, Harun, untuk pergi kepada Firaun guna mendakwahinya dan menyelamatkan Bani Israil. Namun Firaun berpaling dari keduanya dan memusuhi mereka. Maka Musa keluar bersama Bani Israil pada tahun 1211 SM [^1] pada masa Firaun Merneptah yang menggantikan ayahnya, Ramses II. Firaun ini mengejar Musa dan kaumnya, namun Allah membinasakannya dengan menenggelamkannya di laut dan menyelamatkan Musa serta kaumnya.

Di padang pasir Sinai, Musa naik ke gunung untuk berbicara dengan Tuhannya dan menerima kepingan-kepingan loh (Alwal), namun ketika kembali, beliau mendapati mayoritas kaumnya telah menyembah patung anak lembu dari emas yang dibuatkan oleh Samiri. Musa pun menegur keras mereka. Ketika beliau memerintahkan mereka untuk memasuki Palestina, mereka membangkang dan berkata kepadanya: "Wahai Musa! Sungguh, di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, dan kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar darinya, tentu kami akan masuk." (QS. Al-Ma'idah [5]: 22). Ketika dua orang laki-laki dari kaum mereka mencoba berdialog dengan mereka mengenai hal itu, mereka berkata kepada Musa: "Wahai Musa! Sampai kapan pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap menanti di sini saja." (QS. Al-Ma'idah [5]: 24). Di sinilah Musa berdoa memohon perlindungan dari perbuatan kaumnya: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai selain diriku sendiri dan saudaraku. Oleh sebab itu, pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu." (QS. Al-Ma'idah [5]: 25). Hal ini menjadi sebab kemurkaan Allah atas mereka, sehingga Allah membiarkan mereka tersesat berputar-putar di padang pasir selama empat puluh tahun. Setelah masa itu, Musa wafat dan dimakamkan di bukit pasir merah tanpa sempat memasuki Palestina. Sedikit sebelum kematiannya, saudaranya Harun wafat dan dimakamkan di Gunung Hor. Para sejarawan menyebutkan bahwa orang-orang yang bersama Musa semuanya meninggal di masa kesesatan (At-Tih) tersebut, kecuali dua orang, yang salah satunya adalah Yosua bin Nun (Yusya' bin Nun).

  • Yosua bin Nun (Yusya' bin Nun): Pemuda pengiring Musa yang disebutkan dalam ayat-ayat Surah Al-Kahfi di Al-Qur'an menurut sebagian riwayat. Beliau memegang kepemimpinan setelah Musa 'alahissalam dan membawa Bani Israil memasuki Yerikho di Palestina melalui jalur timur Yordan. Teks-teks Perjanjian Lama menisbatkan pembantaian-pembantaian berdarah kepadanya; di mana Yosua menghancurkan Yerikho dan kota-kota lainnya, membumihancurkan dan membakarnya. Riwayat-riwayat tersebut tidak cukup hanya dengan menisbatkan tindakan-tindakan keji itu kepada Yosua, melainkan juga menisbatkan bahwa beliau menyembelih semua orang yang ada di dalamnya kecuali seorang wanita pezina (Rahab), yang diklaim oleh teks-teks tersebut telah dinikahinya sebagai imbalan atas pengkhianatannya.
  • Era Pasca-Eksodus (Khuruj): Dapat dibagi menjadi tiga fase utama, yaitu:
    1. Era Para Hakim (Ashr al-Qudhat): Dimulai setelah wafatnya Yosua bin Nun, kemudian pembagian wilayah yang ditaklukkan di antara dua belas suku (asbath), suatu hal yang melemahkan kekuatan Yahudi. Dengan demikian, negara mereka terbatas pada sejumlah desa kecil yang dipimpin oleh seorang hakim yang asalnya adalah seorang imam/imam klan (kahin). Patut dicatat bahwa pada periode ini Bani Israil murtad dari menyembah Allah Ta'ala setidaknya sebanyak tujuh kali, di mana mereka menyembah sejumlah berhala seperti: Ba'alim (Ba'al), Asytaroth, Milkom, dll. Periode ini berlangsung kurang lebih selama 140 tahun.
    2. Era Kerajaan (Ashr al-Muluk): Teks-teks Perjanjian Lama menyebutkan bahwa Nabi Samuel (Samuil) adalah hakim terakhir mereka, yang diisyaratkan oleh Al-Qur'anul Karim dalam ayat-ayat Surah Al-Baqarah tanpa menyebutkan namanya secara eksplisit dalam firman Allah Ta'ala: "Tidakkah engkau memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah..." [QS. Al-Baqarah [2]: 246]. Maka Samuel mengurapi Talut (yang dikenal dalam Taurat dengan nama Saul) sebagai raja atas mereka. Ia membawa Bani Israil dari kondisi nomaden menuju kondisi berperadaban dan menetap, namun demikian kerajaannya tidak melampaui batas-batas sukunya (Benyamin). Pada masa kekuasaannya, Bani Israil mengalami kekalahan dan kediaman mereka dihancurkan. Oleh karena itu, Taurat mereka menyebutkan bahwa Allah yang Maha Tinggi dari kedustaan mereka firman-Nya kepada Samuel: "Aku menyesal karena Aku telah mengangkat Saul menjadi raja..." (I Samuel 15:11).
    3. Nabi Daud 'alaihissalam: Salah seorang nabi Bani Israil, Allah menganugerahkannya karunia-Nya dengan melunakkan besi baginya dan memberikannya Zabur yang berisi doa-doa yang dikumandangkannya. Selain itu, beliau adalah salah seorang panglima tentara Raja Talut. Beliau menyaksikan tragedi kehinaan Bani Israil di tangan bangsa Filistin ketika beliau berhasil merobohkan raksasa Jalut (Goliath) dengan ketapelnya, suatu hal yang memperkokoh kedudukannya di antara Bani Israil sehingga Samuel menobatkannya sebagai raja atas mereka (1004–965 SM) untuk menjadi raja kedua bagi mereka dan menjadikan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kota kerajaannya, serta membangun bait/tempat ibadah untuk Yahweh di sana dan menyimpan Tabut Perjanjian di dalamnya. Teks-teks Taurat—yang ada di tangan kaum Yahudi hari ini—menisbatkan moralitas nista yang tidak layak bagi para nabi 'alaihimussalam kepada Daud, di mana mereka tidak mengakuinya sebagai nabi melainkan hanya sebagai penyair, bendahara, raja, dan pencinta yang sering melakukan dosa. Hal ini sangat bertolak belakang dengan penghormatan Al-Qur'anul Karim kepadanya.
  • Sulaiman bin Daud: Sulaiman bin Daud adalah nabi yang mulia yang menggantikan ayahnya, Nabi Daud, dalam kerajaan Bani Israil. Allah Ta'ala menganugerahkannya hikmah dan kebijaksanaan dalam memutuskan perkara, serta melimpahkan nikmat kepadanya berupa penundukan angin dan jin, mengajarkan bahasa burung kepadanya, dan Kerajaan Saba' pun tunduk kepadanya. Sumber-sumber Yahudi dan Nasrani membicarakannya dengan kapasitas sebagai raja atau orang bijak (al-hakim) dan tidak mengisyaratkan kenabiannya. Dalam Bab Keempat dari Kitab Raja-Raja disebutkan: "Dan hikmat Sulaiman melebihi hikmat semua orang di sebelah timur... dan ia terkenal di antara segala bangsa di sekelilingnya. Dan orang datang dari segala bangsa untuk mendengar hikmat Sulaiman, dari semua raja-raja di bumi yang telah mendengar tentang hikmatnya."

Teks-teks Perjanjian Lama menisbatkan kepadanya bahwa ia mengawali kerajaannya dengan membunuh saudaranya, Adonia, dan Yoab, panglima tentara ayahnya (Daud), di samping individu-individu lainnya. Mereka juga menisbatkan Kitab Kidung Agung (Sifr Nasyid al-Ansyad) kepadanya, namun penelitian sejarah membuktikan bahwa isi kitab ini dikumpulkan beberapa abad setelah kematian Sulaiman dan disadur dari sumber-sumber rakyat. Demikian pula, mereka secara keliru menisbatkan Kitab Hikmah Sulaiman (Sifr Hikmat Sulaiman) kepadanya, padahal telah terbukti bahwa penyusunnya adalah seorang Yahudi yang hidup pada abad pertama Masehi yang terpengaruh oleh filsafat Yunani.

Sumber-sumber Yahudi menyebutkan bahwa setelah pemerintahan Sulaiman, kerajaannya terpecah belah dan persatuan suku-suku Ibrani runtuh, hingga wilayahnya terbatas pada sebelah barat Sungai Yordan.

  • Era Perpecahan, Disintegrasi, dan Kehancuran: Dimulai dari kematian Sulaiman dan pembaiatan Rehoboam bin Sulaiman sebagai raja atas mereka.
  • Rehoboam: Menjadi raja pada tahun 935 SM, namun ia tidak mendapatkan pembaiatan dari suku-suku (asbath) kecuali dua suku (Yehuda dan Benyamin), sedangkan sisa suku-suku lainnya cenderung memilih saudaranya, Jeroboam bin Sulaiman. Hal ini menyebabkan terbaginya kerajaan menjadi dua bagian:
    • Kerajaan Utara: Namanya Israel-Efraim, dan kadang-kadang disebut Samaria merujuk pada ibu kotanya. Dipimpin oleh Jeroboam dan mencakup—menurut riwayat sejarah—Sungai Yordan, Tepi Barat (termasuk Nablus), serta bagian dari Tepi Timur dan Galilea.
    • Kerajaan Selatan: Luas wilayahnya sepertiga dari luas Kerajaan Utara. Namanya Yehuda (Yahudza), ibu kotanya Yerusalem, dan dipimpin oleh Rehoboam. Terletak di dekat Laut Mati, sementara bangsa Filistin mendiami bagian selatan pesisir Laut Tengah.

Masing-masing dari kedua kerajaan tersebut dipimpin oleh 19 orang raja. Dinasti kerajaan berlanjut pada keturunan Sulaiman di Kerajaan Yehuda, sementara di Kerajaan Israel berpindah-pindah pada beberapa keluarga.

  • Amos: Seorang nabi yang muncul sekitar tahun 750 SM, hidup pada masa Jeroboam II (783–743 SM).
  • Pada tahun 721 SM, orang-orang Yahudi Israel jatuh ke dalam cengkeraman bangsa Asiria pada masa Raja Sargon II, Raja Asyur, sehingga mereka lenyap dari panggung sejarah. Sementara itu, Kerajaan Yehuda jatuh ke dalam cengkeraman bangsa Babilonia pada tahun 586 SM; Nebukadnezar (Bakhtanashar) menghancurkan Yerusalem dan Bait/Candi serta menawan kaum Yahudi ke Babilonia. Inilah penghancuran yang pertama.
  • Yesaya (Asy'iya): Hidup pada abad ke-8 SM, merupakan salah satu penasihat Raja Hizkia, Raja Yehuda (729–668 SM).
  • Yeremia (Irmiya): (650–580 SM) Mengecam kesalahan-kesalahan kaumnya, meramalkan jatuhnya Yerusalem, dan menyerukan ketundukan kepada raja-raja Babilonia, yang menyebabkan kaum Yahudi mengintimidasi dan menganiayanya.
  • Yehezkiel (Hazqiyal): Muncul pada abad ke-6 SM. Ia menyatakan adanya hari kebangkitan dan hisab serta kedatangan Al-Masih yang akan datang dari keturunan Daud untuk menjadi raja atas kaum Yahudi. Ia hidup pada periode jatuhnya Kerajaan Yehuda dan diasingkan ke Babilonia setelah menyerahnya Yerusalem.
  • Daniel: Mengumumkan masa depan bangsa Israel karena ia terkenal dengan mimpi-mimpi dan penglihatan simbolis. Ia menjanjikan keselamatan bagi kaumnya di tangan Al-Masih.
  • Pada tahun 538 SM, Koresh (Qurasy), Raja Persia, menaklukkan negeri Babilonia. Koresh mengizinkan mereka untuk kembali ke Palestina, namun hanya sedikit dari mereka yang kembali, dan mereka membangun kembali Bait Allah (Haikal).
  • Pada tahun 320 SM, kekuasaan di Palestina beralih ke tangan Alexander Agung dan setelahnya kepada Dinasti Ptolemaik.
  • Bangsa Romawi menginvasi Palestina pada tahun 63 SM dan menguasai Yerusalem di bawah pimpinan Pompey.
  • Candi/Bait ini tetap berdiri hingga tahun 70 M, ketika Kaisar Titus menghancurkan kota tersebut dan membakar Candi; inilah penghancuran yang kedua. Kemudian Hadrianus (Uriyanus) datang pada tahun 135 M untuk mengikis habis jejak-jejak kota tersebut dan memusnahkan kaum Yahudi dengan membunuh dan mengusir mereka. Ia membangun sebuah candi pagan bernama Jupiter di lokasi Tempat Kudus tersebut. Candi pagan ini tetap berdiri hingga dihancurkan oleh kaum Nasrani pada masa Kaisar Konstantinus.
  • Pada tahun 636 M, kaum Muslimin membebaskan Palestina dan mengusir bangsa Romawi darinya. Sophronius, Patriark Nasrani, mensyaratkan agar tidak ada seorang pun dari kaum Yahudi yang tinggal di kota tersebut.
  • Pada tahun 1897 M, gerakan baru kaum Yahudi dimulai dengan nama Zionisme untuk mendirikan Negara Israel di tanah Palestina (lihat pembahasan Zionisme).

Sekte-Sekte Yahudi:

  • Kaum Farisi (Al-Farisiuyyun): Yaitu orang-orang yang ekstrem/ketat, disebut juga Al-Ahbar (para ulama) atau Ar-Rabbaniyyun (para rabi). Mereka adalah kaum sufi monastik yang tidak menikah, namun mereka mempertahankan mazhab mereka melalui jalur adopsi anak. Mereka percaya pada hari kebangkitan, malaikat, dan alam akhirat.
  • Kaum Saduki (Ash-Shaduqiyyun): Penamaan ini termasuk kebalikan dari maknanya (min al-adhdad), karena mereka terkenal dengan pengingkaran; mereka mengingkari hari kebangkitan, hisab, surga, dan neraka. Mereka juga mengingkari Talmud, malaikat, serta Al-Masih yang dinanti.
  • Kaum Ekstremis/Fanatik (Al-Muta'ashshibun): Pemikiran mereka dekat dengan pemikiran kaum Farisi, namun mereka dicirikan oleh ketidak toleranan dan sikap agresif. Pada awal abad pertama Masehi, mereka melakukan pemberontakan dan membunuh orang-orang Romawi serta siapa saja dari kaum Yahudi yang bekerja sama dengan Romawi, sehingga mereka dijuluki sebagai kelompok haus darah (As-Saffakin).
  • Para Scribe/Penyalin (Al-Katabah): Mereka mengenal syariat melalui pekerjaan mereka dalam menyalin dan menulis, lalu menjadikan khotbah/nasihat sebagai profesi mereka. Mereka disebut sebagai orang-orang bijak (Al-Hukama') dan para tuan (As-Sadah), di mana gelar individu mereka adalah "Ayah". Mereka menjadi sangat kaya raya atas beban sekolah-sekolah dan para murid mereka.
  • Kaum Karait (Al-Qarra'un): Mereka adalah minoritas Yahudi yang muncul setelah kemunduran kaum Farisi dan mewarisi pengikut mereka. Mereka tidak mengakui kecuali Perjanjian Lama, tidak tunduk pada Talmud, dan tidak mengakuinya dengan dalih kebebasan mereka dalam menafsirkan Taurat.
  • Kaum Samaria (As-Samiriyyun): Suatu kelompok yang di-Yahudikan dari luar Bani Israil. Mereka mendiami pegunungan Baitul Maqdis. Mereka menetapkan kenabian Musa, Harun, dan Yosua bin Nun, namun menolak kenabian orang-orang setelah mereka. Di antara mereka muncul seorang pria bernama Al-Ulfan yang mengaku sebagai nabi pada seratus tahun sebelum Al-Masih. Mereka terpecah menjadi kelompok Dustaniyyah (yaitu kaum Al-Ulfaniyyah) dan kelompok Kustaniyyah (yaitu kelompok sufi). Kiblat kaum Samaria menghadap ke sebuah gunung bernama Gerizim di antara Baitul Maqdis dan Nablus, dan bahasa mereka berbeda dari bahasa Ibrani kaum Yahudi.

Pemikiran dan Keyakinan:

Kitab-Kitab Mereka:

  • Perjanjian Lama (Al-'Ahd al-Qadim): Kitab ini disucikan oleh kaum Yahudi dan Nasrani, di mana di dalamnya tercatat puisi, prosa, hikmah, peribahasa, kisah, legenda, filsafat, hukum/syariat, puisi percintaan, dan ratapan. Terbagi menjadi dua bagian:
    1. Taurat: Di dalamnya terdapat lima kitab (sefer): Kejadian (At-Takwin), Keluaran (Al-Khuruj), Imamat (Al-Lawiyyin), Bilangan (Al-'Adad), dan Ulangan (At-Tatsniyah). Kitab-kitab ini disebut sebagai Kitab-Kitab Musa.

Taurat Nabi Musa telah hilang setelah kehancuran Candi pada masa Nebukadnezar. Ketika ditulis kembali pada masa Artahsasta (Artaxerxes), Raja Persia, kitab itu telah terdistorsi (muharraf) dari aslinya. Allah Ta'ala berfirman:

... (yaitu) mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya, dan mereka (menyengaja) melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka ... (QS. Al-Ma'idah [5]: 13).

    1. Kitab-Kitab Para Nabi (Asfar al-Anbiya'): Terdiri dari dua jenis:
      • Kitab Para Nabi Dulu (Al-Mutaqaddimun): Yosua (Yusya' bin Nun), Hakim-Hakim, I Samuel, II Samuel, I Raja-Raja, II Raja-Raja.
      • Kitab Para Nabi Kemudian (Al-Muta'akhkhirun): Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi.

Terdapat pula Tulisan-Tulisan (Al-Maktubat), yaitu:

      • Tulisan-Tulisan Agung: Mazmur (Zabur), Amsal (Amsal Sulaiman), Ayub.
      • Lima Gulungan (Al-Mijallat al-Khams): Kidung Agung, Rut, Ratapan (Ratapan Yeremia), Pengkhotbah, Ester.
      • Kitab-Kitab Lain: Daniel, Ezra, Nehemia, I Tawarikh, II Tawarikh.

Kitab-kitab yang disebutkan di atas diakui oleh kaum Yahudi dan juga oleh kaum Protestan.

Adapun Gereja Katolik menambahkan tujuh kitab lainnya, yaitu: Tobit, Yudit, Kebijaksanaan Sulaiman, Yesus bin Sirak (Sirakh), Barukh, I Makabe, II Makabe. Mereka juga menjadikan Kitab Raja-Raja menjadi empat bagian, di mana bagian pertama dan keduanya menggantikan Kitab I dan II Samuel.

Ester dan Yudit: Masing-masing merupakan legenda yang menceritakan kisah seorang wanita di bawah kekuasaan penguasa non-Bani Israil, di mana ia menggunakan kecantikan dan pesonanya demi menghapuskan kedzaliman dari kaum Yahudi, di samping memberikan jasa kepada mereka.

  • Talmud: Adalah riwayat-riwayat lisan yang ditransmisikan oleh para rabi hingga dikumpulkan oleh Rabi Judah (Yudhas) pada tahun 150 M dalam sebuah kitab yang dinamai Mishna (artinya syariat yang diulang) sebagai penjelasan dan tafsir bagi Taurat Musa. Rabi Yehuda menyelesaikan penulisan tambahan-tambahan dan riwayat lisan pada tahun 216 M. Mishna ini kemudian dijelaskan dalam sebuah kitab bernama Gemara. Dari gabungan Mishna dan Gemara inilah terbentuk Talmud. Talmud menduduki kedudukan yang sangat penting di sisi kaum Yahudi, bahkan melebihi kedudukan Taurat.

Hari-Hari Besar/Hari Raya Mereka:

  • Hari Paskah (Yaum al-Fish-h): Adalah hari raya keluarnya Bani Israil dari Mesir. Dimulai dari malam 14 April dan berakhir pada malam 21 April, di mana makanan pada hari tersebut adalah roti tanpa ragi.
  • Hari Penghapusan Dosa (Yaum at-Takfir/Yom Kippur): Pada bulan kesepuluh dalam kalender Yahudi, seseorang mengasingkan diri selama sembilan hari untuk beribadah dan berpuasa, yang disebut sebagai Hari-Hari Pertobatan. Pada hari kesepuluh yang merupakan Hari Penghapusan Dosa, orang Yahudi tidak makan dan tidak minum serta menghabiskan waktunya dalam beribadah, karena ia percaya bahwa seluruh keburukannya akan diampuni pada hari itu dan ia bersiap menyambut tahun baru.
  • Ziarah ke Baitul Maqdis: Setiap laki-laki Yahudi yang akil balig diwajibkan mengunjungi Baitul Maqdis dua kali setiap tahun.
  • Bulan Baru (Al-Hilal al-Jadid): Mereka biasa merayakan kelahiran setiap bulan baru, di mana sangkakala ditiup di Baitul Maqdis dan api dinyalakan sebagai bentuk sukacita dengannya.
  • Hari Sabat (Yaum as-Sabt): Mereka tidak diperbolehkan bekerja pada hari ini, karena hari itu adalah hari di mana Tuhan beristirahat menurut keyakinan mereka. Kaum Yahudi bersepakat bahwa Allah Ta'ala ketika selesai menciptakan langit dan bumi, Dia bersemayam di atas 'Arsy-Nya dengan terlentang sambil meletakkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain—Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.

Tuhan:

Kaum Yahudi adalah Ahli Kitab yang menyimpang dari prinsip-prinsip tauhid murni yang dibawa oleh Musa 'alaihissalam, dan mengarah pada paham politeisme, antropomorfisme, serta utilitarianisme. Hal ini menyebabkan banyaknya nabi di kalangan mereka untuk mengembalikan mereka ke jalan tauhid setiap kali terjadi penyimpangan dalam konsep ketuhanan pada diri mereka.

Maksudnya, mereka menjadikan patung anak lembu sebagai sesembahan mereka tak lama setelah keluar dari Mesir. Perjanjian Lama meriwayatkan bahwa Musa telah membuatkan ular dari tembaga untuk mereka dan Bani Israil menyembahnya setelah itu. Ular disucikan di sisi mereka karena mewakili kebijaksanaan dan kelicikan.

Tuhan di sisi mereka dinamai Yahweh. Ia bukanlah Tuhan yang maksum, melainkan dapat berbuat salah, murka, dan menyesal. Ia memerintahkan pencurian, bersifat kejam, fanatik, dan merusak kaumnya sendiri. Ia hanyalah Tuhan bagi Bani Israil saja, dan dengan demikian Ia adalah musuh bagi bangsa lain. Mereka mengklaim bahwa Ia berjalan di depan rombongan Bani Israil dalam tiang awan.

Gagasan dan Keyakinan Lainnya:

  • Mereka meyakini bahwa anak yang dikurbankan dari putra-putra Ibrahim adalah Ishak yang lahir dari Sarah. Padahal yang benar adalah Ismail.
  • Tidak ada hal berarti yang disebutkan dalam agama mereka mengenai hari kebangkitan, kekekalan, pahala, dan siksa selain dari isyarat-isyarat sederhana. Hal itu karena perkara-perkara tersebut jauh dari struktur pemikiran materialistis Yahudi.
  • Pahala dan siksa hanya terjadi di dunia; pahala berupa kemenangan dan dukungan, sedangkan siksa berupa kerugian, kehinaan, dan perbudakan.
  • Setiap orang Yahudi wajib melakukan ziarah tiga kali dalam setahun ke Yerusalem pada: Hari Raya Paskah, Hari Raya Pekan (Pentakosta), dan Hari Raya Pondok Daun. Di antara ritual ziarah ini adalah mempersembahkan kurban bakaran bagi Bait Allah.
  • Tabut (At-Tabut): Adalah sebuah peti tempat mereka menyimpan kekayaan, perjanjian, dan kitab-kitab suci yang paling berharga yang mereka miliki.
  • Mezbah/Mizbah (Al-Madzbah): Tempat khusus untuk menyalakan ukupan/dupa yang diletakkan di depan tabir di muka Tabut.
  • Haikal/Candi (Al-Haikal): Adalah bangunan yang diperintahkan oleh Daud dan didirikan oleh Sulaiman. Di dalamnya dibangun mihrab (yaitu Tempat Yang Mahakudus) dan disiapkan pula tempat untuk meletakkan Tabut Perjanjian Tuhan.
  • Imamat/Keimaman (Al-Kahanah): Khusus bagi keturunan Lewi (Lifi), salah seorang putra Ya'qub. Hanya mereka yang berhak menafsirkan teks-teks dan mempersembahkan kurban. Mereka dibebaskan dari pajak dan kepribadian mereka menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga mereka menjadi lebih kuat daripada raja-raja.
  • Kurban (Al-Qarabin): Dahulu mencakup kurban manusia di samping hewan dan buah-buahan. Kemudian Tuhan merasa cukup dengan sebagian dari manusia, yaitu bagian yang dipotong dalam proses khitan yang dipegang teguh oleh kaum Yahudi hingga hari ini, di samping buah-buahan dan hewan.
  • Mereka meyakini bahwa mereka adalah "bangsa pilihan Allah" (sya'bullah al-mukhtar), dan bahwa roh-roh orang Yahudi adalah bagian dari Allah. Jika seorang non-Yahudi (Goyim) memukul seorang Israel, maka seolah-olah ia telah memukul Keagungan Ilahi. Perbedaan antara derajat manusia dan hewan adalah setara dengan perbedaan antara orang Yahudi dan non-Yahudi.
  • Boleh menipu orang non-Yahudi, mencurinya, meminjamkannya uang dengan riba yang sangat mencekik, bersaksi palsu terhadapnya, dan tidak menepati sumpah di hadapannya. Hal itu karena orang non-Yahudi dalam akidah mereka adalah seperti anjing, babi, dan binatang ternak. Bahkan orang Yahudi mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan tindakan tersebut terhadap orang non-Yahudi.
  • Talmud berkata tentang Al-Masih: Bahwa Yesus orang Nazaret berada di dasar jurang neraka di antara ter dan api, bahwa ibunya (Maryam) melahirkannya dari prajurit Pandara melalui perbuatan dosa, dan bahwa gereja-gereja Nasrani adalah tempat kotoran serta para pengkhotbah di dalamnya menyerupai anjing yang menggonggong.
  • Karena kondisi penindasan, lahir pemikiran tentang "Al-Masih yang Dinanti" (Al-Masiyh al-Muntazhar) sebagai bentuk pelampiasan serta pencarian harapan dan cita-cita.
  • Mereka mengatakan bahwa Ya'qub telah bergulat dengan Tuhan, bahwa Lut telah meminum khamar dan berzina dengan kedua putrinya setelah penyelamatannya ke Gunung Zoar (Shu'ar), dan bahwa Daud adalah orang yang buruk di mata Tuhan.
  • Agama mereka bersifat eksklusif untuk mereka sendiri, tertutup hanya bagi bangsa Yahudi.
  • Anak sulung adalah orang pertama yang mewarisi dan mendapatkan bagian dua kali lipat dari saudara-saudaranya. Tidak ada perbedaan antara anak yang lahir dari pernikahan sah atau tidak sah dalam hal warisan.
  • Setelah menikah, wanita dianggap sebagai milik suaminya dan hartanya adalah milik suaminya. Namun karena banyaknya perselisihan, kemudian ditetapkan bahwa istri memiliki hak atas fisik harta (raqabah al-mal) sedangkan suami memiliki hak atas manfaatnya.
  • Barangsiapa yang telah mencapai usia dua puluh tahun dan belum menikah, maka ia berhak mendapatkan laknat. Poligami diperbolehkan secara syariat tanpa batas; para rabi membatasinya hingga empat istri, sedangkan kaum Karait membebaskannya tanpa batas.

Akar Pemikiran dan Akidah:

  • Penyembahan anak lembu diambil dari bangsa Mesir kuno saat mereka berada di sana sebelum peristiwa Eksodus. Pemikiran Mesir kuno merupakan sumber utama bagi kitab-kitab dalam Perjanjian Lama.
  • Sumber paling penting yang menjadi sandaran kitab-kitab Perjanjian Lama adalah Hukum Hammurabi yang berasal dari sekitar tahun 1900 SM. Hukum ini ditemukan pada tahun 1902 M terukir pada sebuah pilar batu hitam dan merupakan hukum Semit tertua yang diketahui hingga saat ini.
  • Talmud mengajarkan paham reinkarnasi (tanasukh), yaitu sebuah gagasan yang menyusup ke Babilonia dari India, lalu dipindahkan oleh para rabi Babilonia ke dalam pemikiran Yahudi.
  • Mereka terpengaruh oleh pemikiran Nasrani, sehingga Anda melihat mereka berkata: "Jadikanlah wahai Bapa kami agar kami kembali kepada syariat-Mu, dekatkanlah kami wahai Raja kami untuk beribadah kepada-Mu, dan kembalikanlah kami pada pertobatan yang murni di hadirat-Mu."
  • Pada beberapa fase sejarahnya, mereka menyembah tuhan-tuhan Ba'alim, Asytaroth, tuhan-tuhan Aram, tuhan-tuhan Sidon, tuhan-tuhan Moab, tuhan-tuhan Amon, dan tuhan-tuhan bangsa Filistin (Kitab Hakim-Hakim 10:6).

Penyebaran dan Wilayah Pengaruh:

  • Kaum Ibrani pada asalnya—pada masa ayah mereka, Israil—hidup di wilayah Yordan dan Palestina. Kemudian Bani Israil berpindah ke Mesir, lalu berimigrasi ke Palestina untuk mendirikan masyarakat Yahudi di sana. Namun karena sikap mengisolasi diri, kesombongan, rasisme, dan konspirasi mereka, mereka ditindas dan diusir, sehingga terpecah belah di negara-negara dunia. Sebagian dari mereka sampai ke Eropa, Rusia, negara-negara Balkan, Benua Amerika, dan Spanyol. Sementara sebagian lainnya menuju ke pedalaman Jazirah Arab, yang kemudian diusir darinya seiring terbitnya fajar Islam. Sebagian dari mereka juga hidup di Afrika dan Asia.
  • Sejak akhir abad masehi yang lalu hingga saat ini, mereka terus mengumpulkan kelompok-kelompok mereka yang terpecah di tanah Palestina dengan didorong dan didukung oleh Zionisme dan gerakan Salibis.
  • Tidak diragukan lagi bahwa kaum Yahudi saat ini—yang jumlahnya mencapai sekitar lima belas juta jiwa—sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan kaum Ibrani Israel kuno yang merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Sebab, mereka saat ini merupakan campuran dari berbagai bangsa di bumi yang di-Yahudikan yang didorong oleh motivasi kolonialisme. Adapun orang-orang yang benar-benar kembali pada asal-usul Israel, hari ini—khususnya di Israel—merupakan kaum Yahudi kelas bawah.
  • Tampak bagi banyak peneliti mengenai Taurat, melalui pengamatan terhadap bahasa, gaya bahasa, serta tema, hukum, dan syariat yang dikandungnya, bahwa kitab tersebut ditulis pada era yang berbeda-beda dan oleh pena yang berbeda-beda pula. Akan tetapi, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala tentang mereka:

... dan mereka (menyengaja) melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka ... (QS. Al-Ma'idah [5]: 13).

Oleh karena itu, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Maka dari itu, Allah Ta'ala mengancam mereka atas perbuatan ini, bahkan mengancam siapa saja yang melakukan tindakan seperti mereka, melalui firman-Nya:

Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri, kemudian berkata, "Ini dari Allah," (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga yang murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka, karena apa yang mereka perbuat. (QS. Al-Baqarah [2]: 79).

  • Kritik modern juga telah berhasil membuktikan pertentangan teks-teks Taurat dan Injil dengan banyak hakikat ilmiah kontemporer. Adapun kritik internal (an-naqd al-bathini) menganggapnya sebagai sekumpulan hal yang saling bertentangan—sebagaimana dikatakan oleh Maurice Bucaille—dan hal ini cukuplah bagi siapa saja yang ingin memastikan bahwa Taurat tidak dapat dijadikan sandaran data-datanya karena kontradiksi dan kisah-kisah manipulatif yang menyertainya, bahkan puisi-puisi yang diragukan keabsahannya pula.

Jelas dari pembahasan di atas bahwa:

Yahudi adalah agama bangsa Ibrani keturunan Ibrahim 'alaihissalam, yang dikenal sebagai Al-Asybath dari Bani Israil (Ya'qub 'alaihissalam). Allah Ta'ala telah mengutus Musa 'alaihissalam kepada mereka dengan diperkuat oleh Taurat agar menjadi nabi bagi mereka. Kaum Yahudi terbagi menjadi sekte-sekte, yaitu: Kaum Farisi (mereka percaya pada hari kebangkitan, malaikat, dan alam akhirat); Kaum Saduki (mereka mengingkari Talmud, malaikat, dan Al-Masih yang dinanti); Kaum Fanatik (berkarakter agresif); Para Penyalin/Scribe (mereka mengenal syariat melalui pekerjaan menyalin dan menjadi kaya atas beban sekolah dan murid mereka); Kaum Karait (mereka tidak mengakui kecuali Perjanjian Lama dan tidak tunduk pada Talmud); serta Kaum Samaria (suatu kelompok yang di-Yahudikan dari luar Bani Israil). Bagaimanapun juga, kaum Yahudi hari ini bukanlah orang-orang Israel asli dan tidak terhubung dengan dua belas suku (asbath) sebagaimana telah diisyaratkan sebelumnya.

Kitab-kitab mereka adalah Perjanjian Lama yang mengandung puisi, prosa, hikmah, peribahasa, kisah, legenda, filsafat, hukum, puisi percintaan, dan ratapan; terbagi menjadi Taurat dan Kitab Para Nabi dengan kedua jenisnya. Terdapat pula Talmud, yaitu riwayat-riwayat lisan yang dikumpulkan dalam sebuah kitab bernama Mishna (syariat yang diulang), dan Mishna dijelaskan dalam kitab bernama Gemara.

Kaum Yahudi pada dasarnya adalah Ahli Kitab yang bertauhid, namun mereka mengarah pada paham politeisme, antropomorfisme, dan utilitarianisme sehingga nabi-nabi mereka sangat banyak. Mereka menyembah anak lembu dan menyucikan ular. Telah terbukti bahwa Taurat ditulis pada era yang berbeda dan oleh pena yang berbeda, oleh karena itu banyak dari teks-teksnya bertentangan dengan hakikat ilmiah kontemporer serta bertentangan satu sama lain.

Referensi untuk Pendalaman:

  • Al-Yahud: Nasy'atuhum wa 'Aqidatuhum wa Mujtama'uhum, Zaki Syenouda - Cet. 1 - Maktabah Nahdhah Misr - 1974 M.
  • Izh-har al-Haqq, Rahmatullah Al-Hindi.
  • Allah, Abbas Mahmud Al-Aqqad.
  • Khathar al-Yahudiyyah al-'Alamiyyah 'ala al-Islam wa al-Masihiyyah, Abdullah At-Tall.
  • Muqaranat al-Adyan: Al-Yahudiyyah, Dr. Ahmad Syalabi - Cet. 4 - An-Nahdhah Al-Misriyyah - 1974 M.
  • Al-Yahud fi Tarikh al-Hadharat al-Ula, Gustave Le Bon - Terjemahan Adil Zu'aitar - Cetakan Isa Al-Babi Al-Halabi.
  • At-Taurat: 'Ardh wa Tahlil, Dr. Fuad Hasanain.
  • Tarikh Bani Isra'il min Asfarihim, Muhammad Izzah Darwazah.
  • Al-Adyan wa al-Firaq wa al-Madzahib al-Mu'ashirah, Abdul Qadir Syaibah Al-Hamd - Matbu'at Al-Jami'ah Al-Islamiyyah bil-Madinah Al-Munawwarah.

Referensi Asing:

  • Berry: Religions of the World.
  • Reinach: History of Religion.
  • Smith J.W.d: God and Man in Early Israel.
  • Kirk: A Short History of the Middle East.
  • Max Margolis and Alexander Marx: A History of the Jewish People.
  • Herzl: The Jewish State.
  • Weech: Civilization of Near East.
  • Wells: A Short History of the World.

CABANG-CABANG YAHUDI

YAHUDI DOENMEH (YAHUD AD-DONMEH)

Definisi:

Yahudi Doenmeh: Adalah sekelompok kaum Yahudi yang menampakkan keislaman namun menyembunyikan keyahudian di dalam batin demi memperdaya umat Islam. Mereka mendiami wilayah barat Asia Kecil dan berkontribusi dalam meruntuhkan Daulah Utsmaniyah serta menghapuskan kekhalifahan melalui kudeta Kelompok Ittehad ve Terakki (Komite Persatuan dan Kemajuan). Hingga saat ini mereka masih terus memperdaya Islam. Mereka memiliki keahlian di bidang ekonomi, kebudayaan, dan media massa, karena bidang-bidang tersebut merupakan sarana untuk menguasai masyarakat.

Pendirian dan Tokoh-Tokoh Utama:

  • Didirikan oleh Sabbatai Zevi (1626–1675 M): Ia adalah seorang Yahudi keturunan Spanyol, lahir dan tumbuh di Turki. Hal itu terjadi pada tahun 1648 M ketika ia mengumumkan bahwa dirinya adalah Al-Masih bagi Bani Israil dan penyelamat mereka yang dijanjikan. Nama aslinya adalah Mordecai Zevi, dan di kalangan orang-orang Turki ia dikenal dengan nama Karamenteshte.
  • Bahaya Sabbatai semakin membesar, sehingga pemerintah Utsmaniyah menangkapnya dan para ulama berdebat dengannya mengenai klaim-klaimnya. Ketika ia tahu bahwa telah diputuskan hukuman mati atas dirinya, ia menampakkan keinginannya untuk masuk Islam dan dinamai dengan nama Muhammad Efendi.
  • Ia melanjutkan seruan destruktifnya dari kedudukan barunya sebagai seorang Muslim dan sebagai kepala rumah tangga istana (ra'is al-hujjab). Ia memerintahkan para pengikutnya untuk menampakkan keislaman dan tetap mempertahankan keyahudian mereka di dalam batin.
  • Ia meminta izin kepada negara untuk berdakwah di kalangan kaum Yahudi, maka negara mengizinkannya. Ia pun bekerja dengan segala kelicikan dan memanfaatkan kesempatan besar ini untuk merusak Islam.
  • Pemerintah menyadari setelah lebih dari 10 tahun bahwa keislaman Sabbatai hanyalah tipu daya belaka, maka pemerintah mengasingkannya ke Albania hingga ia meninggal di sana.
  • Orang-orang Turki menjuluki para pengikut mazhab ini dengan sebutan Doenmeh, yang diambil dari kata kerja bahasa Turki donmek yang berarti kembali atau berbalik.
  • Abraham Nathan: Seorang Yahudi yang menjadi utusan/rasul Sabbatai kepada manusia.
  • Joseph Pelosoff: Merupakan khalifah/pengganti Sabbatai dan ayah dari istri keduanya, ia bergerak menggunakan nama Abdul Ghafur Efendi.
  • Mustafa Celebi: Pemimpin faksi Qaraqasy, yang merupakan salah satu dari tiga faksi yang bercabang dari Doenmeh, yaitu: Al-Ya'aqibah (Jacobites), Al-Qaraqasdiyyah (Karakash), dan Al-Qabatjiysyah (Kapanci).
  • Mereka tidak memiliki karya tulis yang dicetak dan diedarkan secara umum, namun mereka memiliki banyak buletin rahasia yang saling mereka edarkan di antara sesama mereka.

Pemikiran dan Keyakinan:

  • Mereka meyakini bahwa Sabbatai adalah Al-Masih bagi Israel yang menjadi penyelamat bagi kaum Yahudi.
  • Mereka mengatakan bahwa jasad lama Sabbatai telah naik ke langit, lalu kembali atas perintah Allah dalam wujud malaikat yang mengenakan jubah dan sorban untuk menyempurnakan risalahnya.
  • Mereka menampakkan keislaman dan menyembunyikan keyahudian yang licik dan penuh kedengkian terhadap umat Islam.
  • Mereka tidak berpuasa, tidak shalat, dan tidak mandi janabah. Mereka kadang-kadang menampakkan sebagian syiar Islam pada beberapa kesempatan seperti hari raya sebagai bentuk manipulasi, penipuan, serta memperhatikan adat istiadat orang-orang Turki demi mengelabui mata mereka (dzarr ar-ramad fi al-'uyun) dan menjaga penampilan mereka sebagai Muslim.
  • Mereka mengharamkan pernikahan dengan umat Islam. Seseorang dari anggota mereka tidak dapat mengetahui kehidupan kelompok dan pemikirannya kecuali setelah menikah.
  • Mereka memiliki banyak hari raya yang jumlahnya lebih dari dua puluh hari, di antaranya merayakan acara memadamkan lampu dan melakukan perbuatan keji (perzinahan massal). Mereka meyakini bahwa anak-anak yang lahir pada malam tersebut diberkahi dan mendapatkan sejenis kesucian di antara anggota Doenmeh.
  • Mereka memiliki pakaian khusus; kaum wanitanya mengenakan sepatu kuning dan kaum prianya mengenakan topi wol putih yang dililit dengan sorban hijau.
  • Mereka mengharamkan memulai mengucapkan salam kepada orang lain.
  • Mereka menyerang hijab wanita dan menyerukan pembukaan aurat (sufur), terlepas dari nilai-nilai moral, serta menyerukan pendidikan campur baur (koedukasi) demi merusak generasi muda umat Islam.

Akar Pemikiran dan Akidah:

  • Akidah mereka murni Yahudi, oleh karena itu mereka berhias dengan sifat-sifat dasar kaum Yahudi seperti kelicikan, pemutarbalikkan fakta, tipu daya, kedustaan, penakut, dan pengkhianatan. Penampakan keislaman mereka hanyalah sarana untuk memukul Islam dari dalam.
  • Mereka memiliki hubungan yang sangat erat dengan Freemasonry, dan tokoh-tokoh senior Doenmeh merupakan petinggi-petinggi Freemasonry.
  • Mereka bekerja di dalam lingkaran rencana-rencana Zionisme Internasional.
  • Mereka memiliki dan mengelola koran-koran Turki yang paling luas penyebarannya, seperti koran Hürriyet, majalah Hayat, majalah Tarih, koran Milliyet, dan koran Cumhuriyet, yang semuanya mengusung haluan kiri dan memiliki pengaruh yang jelas terhadap opini publik Turki.

Penyebaran dan Wilayah Pengaruh:

  • Mayoritas terbesar mereka saat ini berada di Turki.
  • Hingga saat ini di Turki mereka masih memiliki sarana-sarana untuk menguasai media massa dan ekonomi, serta memiliki jabatan-jabatan yang sangat sensitif di dalam pemerintahan.
  • Mereka berada di balik pembentukan Kelompok Ittehad ve Terakki (Komite Persatuan dan Kemajuan) di mana sebagian besar anggotanya berasal dari mereka. Mereka juga berkontribusi dari kedudukan ini dalam menyekulerkan Turki yang Muslim, serta memanfaatkan banyak pemuda Muslim yang tertipu untuk melayani tujuan-tujuan destruktif mereka.

Jelas dari pembahasan di atas bahwa:

Doenmeh adalah satu kelompok dari kaum Yahudi yang mengaku Islam padahal mereka sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Islam sekecil zarrah pun. Mereka selalu mencari-cari kesempatan untuk membalas dendam terhadap Islam, merusak kehidupan sosial Islam, dan menyerang syiar-syiar Islam. Cukuplah bukti bahwa mereka mengelola bagian terbesar dari kudeta "Turki Muda" yang menjatuhkan Sultan Abdul Hamid II.

Referensi untuk Pendalaman:

  • Yahud ad-Donmeh, Muhammad Ali Quthb.
  • Watsa'iq Munazhzhamat wa 'Adat as-Sabbata'i, Ibrahim Galanti.
  • Majmu'at Maqalat 'an ad-Donmeh, Alauddin Ghuseh.
  • Yahud ad-Donmeh, Dr. Muhammad Umar (Mu'assasat ad-Dirasat at-Tarikhiyyah).

Catatan Kaki Terjemahan:

[^1] Para sejarawan berbeda pendapat dalam menentukan tahun peristiwa Eksodus (Al-Khuruj) menjadi empat pendapat sebagaimana disebutkan oleh Dr. Ahmad Badawi:

  1. Sejarawan Mesir yang hidup sekitar tahun 250 SM berpendapat bahwa Eksodus terjadi enam abad sebelum era Manetho (Manitu).
  2. Pendapat Kedua: Bahwa Musa 'alaihissalam hidup sezaman dengan Raja Thutmose III (1490–1436 SM).
  3. Pendapat Ketiga: Bahwa peristiwa itu terjadi pada masa Ramses II (1290–1223 SM).
  4. Pendapat Keempat: Bahwa peristiwa itu terjadi pada masa Merneptah (1223–1211 SM).

Dr. Ahmad Badawi berpendapat bahwa pendapat keempat didukung oleh prasasti-prasasti arkeologis yang terukir di kuil-kuil Firaun di Mesir. Lihat: Ahmad Badawi, 2/912 dalam Mawkib asy-Syams, Cet. 1, Kairo, 1950 M.

 

Sumber:

Al-Nadwah al-ʿĀlamiyyah li al-Shabāb al-Islāmī. Al-Mawsūʿah al-Muyassarah fī al-Adyān wa al-Madhāhib wa al-Azāb al-Muʿāṣirah. Supervised by Maniʿ ibn ammād al-Juhanī. 4th ed. Riyadh: Al-Nadwah al-ʿĀlamiyyah li al-Shabāb al-Islāmī, 1999.

 

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat