Yahudi dan Pecahan-Pecahannya
YAHUDI DAN CABANG-CABANGNYA
PENDAHULUAN
UMUM
Agama
yang dibawa oleh Nabi Musa 'alaihissalam pada dasarnya adalah agama
tauhid yang murni. Akan tetapi, para pengikutnya sepeninggal Nabi Sulaiman 'alaihissalam
merusak dan menyimpangankannya, sehingga dari situlah lahir ajaran Yahudi.
Lembar sejarah dan perbuatan mereka dipenuhi dengan kehinaan, tindakan mereka
sarat dengan dosa dan kesalahan, serta paham materialisme sangat mendominasi
mereka. Mereka memandang bahwa penguasaan ekonomi dunia adalah satu-satunya
landasan bagi supremasi bangsa Yahudi. Oleh karena itu, mereka memerangi
seluruh dunia dengan menyebarkan kemerosotan moral, mendukung kedzaliman,
mengukuhkan agresi, merusak ajaran agama, dan keluar dari fitrah kemanusiaan
secara ekstrem dengan dalih rasisme yang kosong dan klaim supremasi yang palsu.
Semua
hal tersebut dan tindakan lainnya dilakukan melalui berbagai perkumpulan Yahudi
yang bergerak di bawah naungan agama ini; bukan hanya untuk mencemarkan agama
ini semata, melainkan juga untuk mengguncang akidah para pemeluk agama
seluruhnya melalui proses manipulasi yang cerdik. Perkumpulan-perkumpulan ini
sama sekali tidak pernah menunjukkan bahwa mereka bersumber dari ajaran Yahudi
atau bahwa seruan mereka ditujukan untuk melayani tujuan-tujuan agama yang
telah terhapus (mansukh) ini. Perkumpulan-perkumpulan ini juga berhasil
menyusup dengan kecerdasan dan kelicikan yang sangat tinggi ke dalam banyak
organisasi internasional yang berkedok kemanusiaan, guna menjalankan aktivitas
destruktif mereka darinya dalam kerahasiaan yang sangat menakjubkan. Akan
tetapi, Allah Subhanahu wa Ta'ala berkehendak untuk membongkar tipu
muslihat mereka yang terlaknat terhadap agama, sehingga hakikat mereka terkuak
dan tampak jelas di hadapan banyak orang yang berakal sehat dan berpikiran
lurus, yang kemudian berusaha menghentikan laju ekspansi mereka. Walau
demikian, masih banyak orang yang tidak mengetahui hal ini, bahkan hampir tidak
mengakuinya.
Demi
menjelaskan hakikat-hakikat ini dan lainnya, ensiklopedia ini mengangkat
pembahasan mengenai Yahudi, dengan menjelaskan bahwa pada asalnya Yahudi adalah
agama bangsa Ibrani yang keturunan dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan
dikenal sebagai Asy-Syubuth (suku-suku Bani Israil) yang Allah utus kepada
mereka Nabi Musa 'alaihissalam dengan diperkuat oleh Taurat agar menjadi
nabi bagi mereka. Namun, mereka terpecah belah di antara sesama mereka; di
antara mereka ada kelompok sufi-rabani, kelompok yang mengingkari hari
kebangkitan, hisab, surga, dan neraka, serta kelompok agresif yang tidak
toleran. Di antara mereka juga ada yang mengaku sebagai nabi, dan ada pula yang
masuk Islam semata-mata untuk melakukan tipu daya terhadap Islam dan menyalakan
api fitnah di dalamnya. Kemudian, mereka semua mengarah pada paham politeisme
(kepercayaan pada banyak tuhan), antropomorfisme (penyerupaan Tuhan dengan
makhluk), paham utilitarianisme, serta penegasan bahwa mereka adalah
"bangsa pilihan Allah", bahwa roh-roh orang Yahudi adalah bagian dari
Allah, dan bahwa Yesus orang Nazaret berada di dasar jurang neraka.
Di
antara kaum Yahudi yang membentuk bahaya sangat besar terhadap Islam adalah
kaum Yahudi Doenmeh, yaitu orang-orang yang menampakkan keislaman namun
menyembunyikan keyahudian di dalam batin demi memperdaya umat Islam. Oleh
karena itu, mereka bermukim di wilayah barat Asia Kecil dan berkontribusi dalam
meruntuhkan Daulah Utsmaniyah, menyerang hijab wanita Muslimah, serta
menyerukan pembukaan aurat (sufur), kemerosotan moral, dan perusakan
generasi muda seluruh bangsa.
Hal
ini juga merupakan jalan yang ditempuh oleh Zionisme, yaitu sebuah gerakan
politik rasis ekstrem yang bertujuan untuk mendirikan negara bagi kaum Yahudi
di Palestina. Gerakan ini mengerahkan segala potensi hingga berhasil
mendirikannya agar dapat menguasai—menurut konseptualisasi mereka—seluruh dunia
melalui negara tersebut dan melalui pemikiran mereka yang dituangkan dalam Protokolat
Para Tetua Zion (Protocols of the Elders of Zion). Zionisme
bersandar pada metode menakut-nakuti pihak lain, menggunakan kekerasan terhadap
mereka, serta perlunya menjerumuskan bangsa-bangsa non-Yahudi (Goyim) ke
dalam kenistaan disertai keharusan menundukkan dunia kepada mereka melalui
penguasaan ekonomi, keuangan, dan dominasi media global. Orang-orang Zionis
juga menyatakan bahwa wajib meruntuhkan benteng iman di dalam hati
bangsa-bangsa dan mencabut pemikiran tentang keberadaan Allah dari akal pikiran
mereka. Cukuplah hal ini bagi kita untuk menjelaskan pentingnya apa yang
dicita-citakan oleh ensiklopedia ini dalam menyoroti persoalan-persoalan
tersebut dan lainnya.
Dari
rahim ajaran Yahudi yang telah terdistorsi dan gerakan Zionisme yang merusak
inilah lahir berbagai organisasi, gerakan, dan orientasi Yahudi serta Zionis,
di antaranya adalah Masonry (Freemasonry). Freemasonry tidak lain adalah
organisasi rahasia Yahudi yang destruktif, diselubungi misteri, dan memancarkan
terorisme yang bertujuan untuk mengukuhkan dominasi Yahudi atas dunia melalui
propaganda ateisme, kebebasan seksual (ibahiyah), dan kerusakan, dengan
berkedok di balik slogan-slogan penyesat seperti kebebasan, persamaan,
persaudaraan, dan kemanusiaan. Organisasi ini telah berhasil merekrut banyak
tokoh terkemuka di dunia, dan melalui mereka, organisasi ini berusaha
mewujudkan tujuannya untuk membentuk pemerintahan sekuler (nir-agama) global.
Di
antaranya pula adalah Klub Lions (Lions Club), yang menampilkan corak
formalistik sosial kemanusiaan, padahal ia tidak lain merupakan salah satu
organisasi internasional yang berafiliasi dengan Freemasonry yang dikendalikan
oleh jemari Yahudi demi merusak dunia dan memperketat penguasaan atasnya.
Dari
Rotary International juga telah lahir beberapa klub, salah satunya untuk
anak-anak yang dikenal dengan Interact, lainnya untuk remaja yang
dikenal dengan Rotaract, dan yang ketiga untuk wanita yang dikenal
dengan Inner Wheel. Seluruh klub tersebut dikendalikan oleh Yahudi
Internasional dan menyatu dalam tujuan-tujuan yang sama dengan Freemasonry.
Klub-klub Rotaract atau remaja Rotary yang dikendalikan oleh
Yahudi Internasional dan organisasi-organisasi Freemasonry tidak memiliki
tujuan lain kecuali merusak kaum non-Yahudi secara umum dan masyarakat Muslim
secara khusus.
Oleh
karena itu, ensiklopedia ini membahas organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan
ini agar pembaca dapat mengetahui hakikat sebenarnya dari tujuan-tujuan
destruktif mereka.
Ensiklopedia
ini juga menjelaskan tentang Partai Herut, yang didirikan oleh politisi
Zionis Menachem Begin setelah berdirinya Israel di tanah Palestina dengan
tujuan menuntut batas-batas "Israel Raya", memberkati
tindakan-tindakan agresi terhadap bangsa Arab, masuk ke dalam pakta pertahanan
bersama negara-negara Barat melawan negara-negara Arab, serta mendorong
pemukiman di Palestina demi mengikis identitas Islam, Arab, dan Palestina.
Demikian
pula ensiklopedia ini menjelaskan tentang perhimpunan B'nai B'rith
(Anak-Anak Perjanjian) yang dianggap sebagai salah satu perhimpunan dan loji
Freemasonry kontemporer tertua serta salah satu sayap destruktifnya. Karena
perhimpunan ini berbasis Yahudi, maka tidak ada yang penting baginya selain
mengagungkan unsur ras ini agar dapat menguasai dunia.
Gagasan-gagasan
kelompok ini dipaparkan sesuai dengan kemunculannya di panggung sejarah secara
objektif dan netral, sehingga pembaca dapat memetik hakikat tantangan yang
dihadapi oleh Islam dan umat Islam, serta peran yang seharusnya dilakukan oleh
generasi muda untuk melindungi akidah ini.
YAHUDI
Definisi:
Yahudi
(Al-Yahudiyyah): Adalah agama bangsa Ibrani yang merupakan keturunan
dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam, yang dikenal dengan Al-Asybath
(Bani Israil) yang Allah utus kepada mereka Nabi Musa 'alaihissalam
dengan diperkuat oleh Taurat agar menjadi nabi bagi mereka. Yahudi adalah agama
yang tampaknya dinisbatkan kepada kata Yahud (rakyat/bangsa). Kata ini
sendiri diperdebatkan asal-usulnya; kemungkinan dinisbatkan kepada Yahudza
(Yehuda), salah seorang putra Nabi Ya'qub, lalu digeneralisasikan kepada
seluruh bangsa sebagai bentuk penamaan secara mayoritas (at-taghlib).
Pendirian
dan Tokoh-Tokoh Utama:
- Musa 'alaihissalam:
Seorang laki-laki dari Bani Israil, lahir di Mesir pada masa Firaun Ramses
II (kemungkinan besar tahun 1301–1234 SM). Beliau dibesarkan di istana
Firaun ini setelah ibunya menghanyutkannya ke sungai di dalam sebuah peti
karena takut terhadap Firaun yang membunuh anak-anak laki-laki Bani
Israil. Ketika usianya mencapai empat puluh tahun—menurut sebagian
riwayat—beliau melihat seorang pria Mesir memukul seorang pria Ibrani,
maka Musa meninjut pria Mesir itu hingga tewas tanpa bermaksud
membunuhnya. Beliau lalu keluar dari Mesir menuju Madyan dan bekerja
sebagai penggembala pada seorang syekh saleh di sana (dikatakan bahwa
beliau adalah Nabi Syu'aib 'alaihissalam) yang kemudian
menikahkannya dengan salah satu dari dua putrinya.
Dalam
perjalanan kembalinya ke Mesir, Allah memberikan wahyu risalah kepadanya di
Sinai, dan memerintahkannya bersama saudaranya, Harun, untuk pergi kepada
Firaun guna mendakwahinya dan menyelamatkan Bani Israil. Namun Firaun berpaling
dari keduanya dan memusuhi mereka. Maka Musa keluar bersama Bani Israil pada
tahun 1211 SM [^1] pada masa Firaun Merneptah yang menggantikan ayahnya, Ramses
II. Firaun ini mengejar Musa dan kaumnya, namun Allah membinasakannya dengan
menenggelamkannya di laut dan menyelamatkan Musa serta kaumnya.
Di
padang pasir Sinai, Musa naik ke gunung untuk berbicara dengan Tuhannya dan
menerima kepingan-kepingan loh (Alwal), namun ketika kembali, beliau mendapati
mayoritas kaumnya telah menyembah patung anak lembu dari emas yang dibuatkan
oleh Samiri. Musa pun menegur keras mereka. Ketika beliau memerintahkan mereka
untuk memasuki Palestina, mereka membangkang dan berkata kepadanya: "Wahai
Musa! Sungguh, di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam,
dan kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka
keluar darinya, tentu kami akan masuk." (QS. Al-Ma'idah [5]: 22).
Ketika dua orang laki-laki dari kaum mereka mencoba berdialog dengan mereka
mengenai hal itu, mereka berkata kepada Musa: "Wahai Musa! Sampai kapan
pun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya, karena itu
pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami
tetap menanti di sini saja." (QS. Al-Ma'idah [5]: 24). Di sinilah Musa
berdoa memohon perlindungan dari perbuatan kaumnya: "Ya Tuhanku, aku
tidak menguasai selain diriku sendiri dan saudaraku. Oleh sebab itu,
pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu." (QS.
Al-Ma'idah [5]: 25). Hal ini menjadi sebab kemurkaan Allah atas mereka,
sehingga Allah membiarkan mereka tersesat berputar-putar di padang pasir selama
empat puluh tahun. Setelah masa itu, Musa wafat dan dimakamkan di bukit pasir
merah tanpa sempat memasuki Palestina. Sedikit sebelum kematiannya, saudaranya
Harun wafat dan dimakamkan di Gunung Hor. Para sejarawan menyebutkan bahwa
orang-orang yang bersama Musa semuanya meninggal di masa kesesatan (At-Tih)
tersebut, kecuali dua orang, yang salah satunya adalah Yosua bin Nun (Yusya'
bin Nun).
- Yosua bin Nun (Yusya'
bin Nun): Pemuda pengiring Musa yang disebutkan dalam ayat-ayat
Surah Al-Kahfi di Al-Qur'an menurut sebagian riwayat. Beliau memegang
kepemimpinan setelah Musa 'alahissalam dan membawa Bani Israil
memasuki Yerikho di Palestina melalui jalur timur Yordan. Teks-teks
Perjanjian Lama menisbatkan pembantaian-pembantaian berdarah kepadanya; di
mana Yosua menghancurkan Yerikho dan kota-kota lainnya, membumihancurkan
dan membakarnya. Riwayat-riwayat tersebut tidak cukup hanya dengan
menisbatkan tindakan-tindakan keji itu kepada Yosua, melainkan juga
menisbatkan bahwa beliau menyembelih semua orang yang ada di dalamnya
kecuali seorang wanita pezina (Rahab), yang diklaim oleh teks-teks
tersebut telah dinikahinya sebagai imbalan atas pengkhianatannya.
- Era Pasca-Eksodus
(Khuruj): Dapat dibagi menjadi tiga fase utama, yaitu:
- Era Para Hakim (Ashr
al-Qudhat): Dimulai setelah wafatnya Yosua bin Nun, kemudian
pembagian wilayah yang ditaklukkan di antara dua belas suku (asbath),
suatu hal yang melemahkan kekuatan Yahudi. Dengan demikian, negara mereka
terbatas pada sejumlah desa kecil yang dipimpin oleh seorang hakim yang
asalnya adalah seorang imam/imam klan (kahin). Patut dicatat bahwa
pada periode ini Bani Israil murtad dari menyembah Allah Ta'ala
setidaknya sebanyak tujuh kali, di mana mereka menyembah sejumlah berhala
seperti: Ba'alim (Ba'al), Asytaroth, Milkom, dll. Periode ini berlangsung
kurang lebih selama 140 tahun.
- Era Kerajaan (Ashr
al-Muluk): Teks-teks Perjanjian Lama menyebutkan bahwa Nabi
Samuel (Samuil) adalah hakim terakhir mereka, yang diisyaratkan
oleh Al-Qur'anul Karim dalam ayat-ayat Surah Al-Baqarah tanpa menyebutkan
namanya secara eksplisit dalam firman Allah Ta'ala: "Tidakkah
engkau memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, ketika
mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah seorang raja
untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah..." [QS.
Al-Baqarah [2]: 246]. Maka Samuel mengurapi Talut (yang dikenal dalam
Taurat dengan nama Saul) sebagai raja atas mereka. Ia membawa Bani Israil
dari kondisi nomaden menuju kondisi berperadaban dan menetap, namun
demikian kerajaannya tidak melampaui batas-batas sukunya (Benyamin). Pada
masa kekuasaannya, Bani Israil mengalami kekalahan dan kediaman mereka
dihancurkan. Oleh karena itu, Taurat mereka menyebutkan bahwa Allah yang
Maha Tinggi dari kedustaan mereka firman-Nya kepada Samuel: "Aku
menyesal karena Aku telah mengangkat Saul menjadi raja..." (I
Samuel 15:11).
- Nabi Daud 'alaihissalam:
Salah seorang nabi Bani Israil, Allah menganugerahkannya karunia-Nya
dengan melunakkan besi baginya dan memberikannya Zabur yang berisi
doa-doa yang dikumandangkannya. Selain itu, beliau adalah salah seorang
panglima tentara Raja Talut. Beliau menyaksikan tragedi kehinaan Bani
Israil di tangan bangsa Filistin ketika beliau berhasil merobohkan
raksasa Jalut (Goliath) dengan ketapelnya, suatu hal yang
memperkokoh kedudukannya di antara Bani Israil sehingga Samuel
menobatkannya sebagai raja atas mereka (1004–965 SM) untuk menjadi raja
kedua bagi mereka dan menjadikan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu
kota kerajaannya, serta membangun bait/tempat ibadah untuk Yahweh di sana
dan menyimpan Tabut Perjanjian di dalamnya. Teks-teks Taurat—yang ada di
tangan kaum Yahudi hari ini—menisbatkan moralitas nista yang tidak layak
bagi para nabi 'alaihimussalam kepada Daud, di mana mereka tidak
mengakuinya sebagai nabi melainkan hanya sebagai penyair, bendahara,
raja, dan pencinta yang sering melakukan dosa. Hal ini sangat bertolak
belakang dengan penghormatan Al-Qur'anul Karim kepadanya.
- Sulaiman bin Daud:
Sulaiman bin Daud adalah nabi yang mulia yang menggantikan ayahnya, Nabi
Daud, dalam kerajaan Bani Israil. Allah Ta'ala menganugerahkannya hikmah
dan kebijaksanaan dalam memutuskan perkara, serta melimpahkan nikmat
kepadanya berupa penundukan angin dan jin, mengajarkan bahasa burung
kepadanya, dan Kerajaan Saba' pun tunduk kepadanya. Sumber-sumber Yahudi
dan Nasrani membicarakannya dengan kapasitas sebagai raja atau orang bijak
(al-hakim) dan tidak mengisyaratkan kenabiannya. Dalam Bab Keempat
dari Kitab Raja-Raja disebutkan: "Dan hikmat Sulaiman melebihi
hikmat semua orang di sebelah timur... dan ia terkenal di antara segala
bangsa di sekelilingnya. Dan orang datang dari segala bangsa untuk
mendengar hikmat Sulaiman, dari semua raja-raja di bumi yang telah
mendengar tentang hikmatnya."
Teks-teks
Perjanjian Lama menisbatkan kepadanya bahwa ia mengawali kerajaannya dengan
membunuh saudaranya, Adonia, dan Yoab, panglima tentara ayahnya (Daud), di
samping individu-individu lainnya. Mereka juga menisbatkan Kitab Kidung Agung (Sifr
Nasyid al-Ansyad) kepadanya, namun penelitian sejarah membuktikan bahwa isi
kitab ini dikumpulkan beberapa abad setelah kematian Sulaiman dan disadur dari
sumber-sumber rakyat. Demikian pula, mereka secara keliru menisbatkan Kitab
Hikmah Sulaiman (Sifr Hikmat Sulaiman) kepadanya, padahal telah terbukti
bahwa penyusunnya adalah seorang Yahudi yang hidup pada abad pertama Masehi
yang terpengaruh oleh filsafat Yunani.
Sumber-sumber
Yahudi menyebutkan bahwa setelah pemerintahan Sulaiman, kerajaannya terpecah
belah dan persatuan suku-suku Ibrani runtuh, hingga wilayahnya terbatas pada
sebelah barat Sungai Yordan.
- Era Perpecahan,
Disintegrasi, dan Kehancuran: Dimulai dari kematian Sulaiman dan
pembaiatan Rehoboam bin Sulaiman sebagai raja atas mereka.
- Rehoboam: Menjadi
raja pada tahun 935 SM, namun ia tidak mendapatkan pembaiatan dari
suku-suku (asbath) kecuali dua suku (Yehuda dan Benyamin),
sedangkan sisa suku-suku lainnya cenderung memilih saudaranya, Jeroboam
bin Sulaiman. Hal ini menyebabkan terbaginya kerajaan menjadi dua bagian:
- Kerajaan Utara:
Namanya Israel-Efraim, dan kadang-kadang disebut Samaria merujuk pada ibu
kotanya. Dipimpin oleh Jeroboam dan mencakup—menurut riwayat
sejarah—Sungai Yordan, Tepi Barat (termasuk Nablus), serta bagian dari
Tepi Timur dan Galilea.
- Kerajaan Selatan:
Luas wilayahnya sepertiga dari luas Kerajaan Utara. Namanya Yehuda (Yahudza),
ibu kotanya Yerusalem, dan dipimpin oleh Rehoboam. Terletak di dekat Laut
Mati, sementara bangsa Filistin mendiami bagian selatan pesisir Laut
Tengah.
Masing-masing
dari kedua kerajaan tersebut dipimpin oleh 19 orang raja. Dinasti kerajaan
berlanjut pada keturunan Sulaiman di Kerajaan Yehuda, sementara di Kerajaan
Israel berpindah-pindah pada beberapa keluarga.
- Amos: Seorang nabi
yang muncul sekitar tahun 750 SM, hidup pada masa Jeroboam II (783–743
SM).
- Pada tahun 721 SM,
orang-orang Yahudi Israel jatuh ke dalam cengkeraman bangsa Asiria pada
masa Raja Sargon II, Raja Asyur, sehingga mereka lenyap dari panggung
sejarah. Sementara itu, Kerajaan Yehuda jatuh ke dalam cengkeraman bangsa
Babilonia pada tahun 586 SM; Nebukadnezar (Bakhtanashar)
menghancurkan Yerusalem dan Bait/Candi serta menawan kaum Yahudi ke
Babilonia. Inilah penghancuran yang pertama.
- Yesaya (Asy'iya):
Hidup pada abad ke-8 SM, merupakan salah satu penasihat Raja Hizkia, Raja
Yehuda (729–668 SM).
- Yeremia (Irmiya):
(650–580 SM) Mengecam kesalahan-kesalahan kaumnya, meramalkan jatuhnya
Yerusalem, dan menyerukan ketundukan kepada raja-raja Babilonia, yang
menyebabkan kaum Yahudi mengintimidasi dan menganiayanya.
- Yehezkiel (Hazqiyal):
Muncul pada abad ke-6 SM. Ia menyatakan adanya hari kebangkitan dan hisab
serta kedatangan Al-Masih yang akan datang dari keturunan Daud untuk
menjadi raja atas kaum Yahudi. Ia hidup pada periode jatuhnya Kerajaan
Yehuda dan diasingkan ke Babilonia setelah menyerahnya Yerusalem.
- Daniel: Mengumumkan
masa depan bangsa Israel karena ia terkenal dengan mimpi-mimpi dan
penglihatan simbolis. Ia menjanjikan keselamatan bagi kaumnya di tangan
Al-Masih.
- Pada tahun 538 SM, Koresh (Qurasy),
Raja Persia, menaklukkan negeri Babilonia. Koresh mengizinkan mereka untuk
kembali ke Palestina, namun hanya sedikit dari mereka yang kembali, dan
mereka membangun kembali Bait Allah (Haikal).
- Pada tahun 320 SM, kekuasaan
di Palestina beralih ke tangan Alexander Agung dan setelahnya kepada
Dinasti Ptolemaik.
- Bangsa Romawi menginvasi
Palestina pada tahun 63 SM dan menguasai Yerusalem di bawah pimpinan
Pompey.
- Candi/Bait ini tetap berdiri
hingga tahun 70 M, ketika Kaisar Titus menghancurkan kota tersebut dan
membakar Candi; inilah penghancuran yang kedua. Kemudian Hadrianus (Uriyanus)
datang pada tahun 135 M untuk mengikis habis jejak-jejak kota tersebut dan
memusnahkan kaum Yahudi dengan membunuh dan mengusir mereka. Ia membangun
sebuah candi pagan bernama Jupiter di lokasi Tempat Kudus tersebut. Candi
pagan ini tetap berdiri hingga dihancurkan oleh kaum Nasrani pada masa
Kaisar Konstantinus.
- Pada tahun 636 M, kaum
Muslimin membebaskan Palestina dan mengusir bangsa Romawi darinya.
Sophronius, Patriark Nasrani, mensyaratkan agar tidak ada seorang pun dari
kaum Yahudi yang tinggal di kota tersebut.
- Pada tahun 1897 M, gerakan
baru kaum Yahudi dimulai dengan nama Zionisme untuk mendirikan Negara
Israel di tanah Palestina (lihat pembahasan Zionisme).
Sekte-Sekte
Yahudi:
- Kaum Farisi (Al-Farisiuyyun):
Yaitu orang-orang yang ekstrem/ketat, disebut juga Al-Ahbar (para
ulama) atau Ar-Rabbaniyyun (para rabi). Mereka adalah kaum sufi
monastik yang tidak menikah, namun mereka mempertahankan mazhab mereka
melalui jalur adopsi anak. Mereka percaya pada hari kebangkitan, malaikat,
dan alam akhirat.
- Kaum Saduki (Ash-Shaduqiyyun):
Penamaan ini termasuk kebalikan dari maknanya (min al-adhdad),
karena mereka terkenal dengan pengingkaran; mereka mengingkari hari
kebangkitan, hisab, surga, dan neraka. Mereka juga mengingkari Talmud,
malaikat, serta Al-Masih yang dinanti.
- Kaum Ekstremis/Fanatik (Al-Muta'ashshibun):
Pemikiran mereka dekat dengan pemikiran kaum Farisi, namun mereka
dicirikan oleh ketidak toleranan dan sikap agresif. Pada awal abad pertama
Masehi, mereka melakukan pemberontakan dan membunuh orang-orang Romawi
serta siapa saja dari kaum Yahudi yang bekerja sama dengan Romawi,
sehingga mereka dijuluki sebagai kelompok haus darah (As-Saffakin).
- Para Scribe/Penyalin (Al-Katabah):
Mereka mengenal syariat melalui pekerjaan mereka dalam menyalin dan
menulis, lalu menjadikan khotbah/nasihat sebagai profesi mereka. Mereka
disebut sebagai orang-orang bijak (Al-Hukama') dan para tuan (As-Sadah),
di mana gelar individu mereka adalah "Ayah". Mereka menjadi
sangat kaya raya atas beban sekolah-sekolah dan para murid mereka.
- Kaum Karait (Al-Qarra'un):
Mereka adalah minoritas Yahudi yang muncul setelah kemunduran kaum Farisi
dan mewarisi pengikut mereka. Mereka tidak mengakui kecuali Perjanjian
Lama, tidak tunduk pada Talmud, dan tidak mengakuinya dengan dalih
kebebasan mereka dalam menafsirkan Taurat.
- Kaum Samaria (As-Samiriyyun):
Suatu kelompok yang di-Yahudikan dari luar Bani Israil. Mereka mendiami
pegunungan Baitul Maqdis. Mereka menetapkan kenabian Musa, Harun, dan
Yosua bin Nun, namun menolak kenabian orang-orang setelah mereka. Di
antara mereka muncul seorang pria bernama Al-Ulfan yang mengaku sebagai
nabi pada seratus tahun sebelum Al-Masih. Mereka terpecah menjadi kelompok
Dustaniyyah (yaitu kaum Al-Ulfaniyyah) dan kelompok Kustaniyyah
(yaitu kelompok sufi). Kiblat kaum Samaria menghadap ke sebuah gunung
bernama Gerizim di antara Baitul Maqdis dan Nablus, dan bahasa mereka
berbeda dari bahasa Ibrani kaum Yahudi.
Pemikiran
dan Keyakinan:
Kitab-Kitab
Mereka:
- Perjanjian Lama (Al-'Ahd
al-Qadim): Kitab ini disucikan oleh kaum Yahudi dan Nasrani, di
mana di dalamnya tercatat puisi, prosa, hikmah, peribahasa, kisah,
legenda, filsafat, hukum/syariat, puisi percintaan, dan ratapan. Terbagi
menjadi dua bagian:
- Taurat: Di dalamnya
terdapat lima kitab (sefer): Kejadian (At-Takwin), Keluaran (Al-Khuruj),
Imamat (Al-Lawiyyin), Bilangan (Al-'Adad), dan Ulangan (At-Tatsniyah).
Kitab-kitab ini disebut sebagai Kitab-Kitab Musa.
Taurat
Nabi Musa telah hilang setelah kehancuran Candi pada masa Nebukadnezar. Ketika
ditulis kembali pada masa Artahsasta (Artaxerxes), Raja Persia, kitab
itu telah terdistorsi (muharraf) dari aslinya. Allah Ta'ala berfirman:
...
(yaitu) mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya, dan mereka
(menyengaja) melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka
... (QS. Al-Ma'idah [5]: 13).
- Kitab-Kitab Para Nabi (Asfar
al-Anbiya'): Terdiri dari dua jenis:
- Kitab Para Nabi Dulu (Al-Mutaqaddimun):
Yosua (Yusya' bin Nun), Hakim-Hakim, I Samuel, II Samuel, I
Raja-Raja, II Raja-Raja.
- Kitab Para Nabi
Kemudian (Al-Muta'akhkhirun): Yesaya, Yeremia, Yehezkiel,
Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai,
Zakharia, Maleakhi.
Terdapat
pula Tulisan-Tulisan (Al-Maktubat), yaitu:
- Tulisan-Tulisan Agung:
Mazmur (Zabur), Amsal (Amsal Sulaiman), Ayub.
- Lima Gulungan (Al-Mijallat
al-Khams): Kidung Agung, Rut, Ratapan (Ratapan Yeremia),
Pengkhotbah, Ester.
- Kitab-Kitab Lain:
Daniel, Ezra, Nehemia, I Tawarikh, II Tawarikh.
Kitab-kitab
yang disebutkan di atas diakui oleh kaum Yahudi dan juga oleh kaum Protestan.
Adapun
Gereja Katolik menambahkan tujuh kitab lainnya, yaitu: Tobit, Yudit,
Kebijaksanaan Sulaiman, Yesus bin Sirak (Sirakh), Barukh, I Makabe, II Makabe.
Mereka juga menjadikan Kitab Raja-Raja menjadi empat bagian, di mana bagian
pertama dan keduanya menggantikan Kitab I dan II Samuel.
Ester
dan Yudit: Masing-masing merupakan legenda yang menceritakan kisah seorang
wanita di bawah kekuasaan penguasa non-Bani Israil, di mana ia menggunakan
kecantikan dan pesonanya demi menghapuskan kedzaliman dari kaum Yahudi, di
samping memberikan jasa kepada mereka.
- Talmud: Adalah
riwayat-riwayat lisan yang ditransmisikan oleh para rabi hingga
dikumpulkan oleh Rabi Judah (Yudhas) pada tahun 150 M dalam sebuah
kitab yang dinamai Mishna (artinya syariat yang diulang) sebagai
penjelasan dan tafsir bagi Taurat Musa. Rabi Yehuda menyelesaikan
penulisan tambahan-tambahan dan riwayat lisan pada tahun 216 M. Mishna ini
kemudian dijelaskan dalam sebuah kitab bernama Gemara. Dari
gabungan Mishna dan Gemara inilah terbentuk Talmud. Talmud menduduki
kedudukan yang sangat penting di sisi kaum Yahudi, bahkan melebihi
kedudukan Taurat.
Hari-Hari
Besar/Hari Raya Mereka:
- Hari Paskah (Yaum
al-Fish-h): Adalah hari raya keluarnya Bani Israil dari Mesir.
Dimulai dari malam 14 April dan berakhir pada malam 21 April, di mana
makanan pada hari tersebut adalah roti tanpa ragi.
- Hari Penghapusan Dosa (Yaum
at-Takfir/Yom Kippur): Pada bulan kesepuluh dalam kalender Yahudi,
seseorang mengasingkan diri selama sembilan hari untuk beribadah dan
berpuasa, yang disebut sebagai Hari-Hari Pertobatan. Pada hari kesepuluh
yang merupakan Hari Penghapusan Dosa, orang Yahudi tidak makan dan tidak
minum serta menghabiskan waktunya dalam beribadah, karena ia percaya bahwa
seluruh keburukannya akan diampuni pada hari itu dan ia bersiap menyambut
tahun baru.
- Ziarah ke Baitul Maqdis:
Setiap laki-laki Yahudi yang akil balig diwajibkan mengunjungi Baitul
Maqdis dua kali setiap tahun.
- Bulan Baru (Al-Hilal
al-Jadid): Mereka biasa merayakan kelahiran setiap bulan baru, di
mana sangkakala ditiup di Baitul Maqdis dan api dinyalakan sebagai bentuk
sukacita dengannya.
- Hari Sabat (Yaum
as-Sabt): Mereka tidak diperbolehkan bekerja pada hari ini, karena
hari itu adalah hari di mana Tuhan beristirahat menurut keyakinan mereka.
Kaum Yahudi bersepakat bahwa Allah Ta'ala ketika selesai menciptakan
langit dan bumi, Dia bersemayam di atas 'Arsy-Nya dengan terlentang sambil
meletakkan salah satu kakinya di atas kaki yang lain—Maha Tinggi Allah
dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
Tuhan:
Kaum
Yahudi adalah Ahli Kitab yang menyimpang dari prinsip-prinsip tauhid murni yang
dibawa oleh Musa 'alaihissalam, dan mengarah pada paham politeisme,
antropomorfisme, serta utilitarianisme. Hal ini menyebabkan banyaknya nabi di
kalangan mereka untuk mengembalikan mereka ke jalan tauhid setiap kali terjadi
penyimpangan dalam konsep ketuhanan pada diri mereka.
Maksudnya,
mereka menjadikan patung anak lembu sebagai sesembahan mereka tak lama setelah
keluar dari Mesir. Perjanjian Lama meriwayatkan bahwa Musa telah membuatkan
ular dari tembaga untuk mereka dan Bani Israil menyembahnya setelah itu. Ular
disucikan di sisi mereka karena mewakili kebijaksanaan dan kelicikan.
Tuhan
di sisi mereka dinamai Yahweh. Ia bukanlah Tuhan yang maksum, melainkan
dapat berbuat salah, murka, dan menyesal. Ia memerintahkan pencurian, bersifat
kejam, fanatik, dan merusak kaumnya sendiri. Ia hanyalah Tuhan bagi Bani Israil
saja, dan dengan demikian Ia adalah musuh bagi bangsa lain. Mereka mengklaim
bahwa Ia berjalan di depan rombongan Bani Israil dalam tiang awan.
Gagasan
dan Keyakinan Lainnya:
- Mereka meyakini bahwa anak
yang dikurbankan dari putra-putra Ibrahim adalah Ishak yang lahir dari
Sarah. Padahal yang benar adalah Ismail.
- Tidak ada hal berarti yang
disebutkan dalam agama mereka mengenai hari kebangkitan, kekekalan,
pahala, dan siksa selain dari isyarat-isyarat sederhana. Hal itu karena
perkara-perkara tersebut jauh dari struktur pemikiran materialistis
Yahudi.
- Pahala dan siksa hanya
terjadi di dunia; pahala berupa kemenangan dan dukungan, sedangkan siksa
berupa kerugian, kehinaan, dan perbudakan.
- Setiap orang Yahudi wajib
melakukan ziarah tiga kali dalam setahun ke Yerusalem pada: Hari Raya
Paskah, Hari Raya Pekan (Pentakosta), dan Hari Raya Pondok Daun. Di antara
ritual ziarah ini adalah mempersembahkan kurban bakaran bagi Bait Allah.
- Tabut (At-Tabut):
Adalah sebuah peti tempat mereka menyimpan kekayaan, perjanjian, dan
kitab-kitab suci yang paling berharga yang mereka miliki.
- Mezbah/Mizbah (Al-Madzbah):
Tempat khusus untuk menyalakan ukupan/dupa yang diletakkan di depan tabir
di muka Tabut.
- Haikal/Candi (Al-Haikal):
Adalah bangunan yang diperintahkan oleh Daud dan didirikan oleh Sulaiman.
Di dalamnya dibangun mihrab (yaitu Tempat Yang Mahakudus) dan disiapkan
pula tempat untuk meletakkan Tabut Perjanjian Tuhan.
- Imamat/Keimaman (Al-Kahanah):
Khusus bagi keturunan Lewi (Lifi), salah seorang putra Ya'qub.
Hanya mereka yang berhak menafsirkan teks-teks dan mempersembahkan kurban.
Mereka dibebaskan dari pajak dan kepribadian mereka menjadi sarana untuk
mendekatkan diri kepada Allah, sehingga mereka menjadi lebih kuat daripada
raja-raja.
- Kurban (Al-Qarabin):
Dahulu mencakup kurban manusia di samping hewan dan buah-buahan. Kemudian
Tuhan merasa cukup dengan sebagian dari manusia, yaitu bagian yang
dipotong dalam proses khitan yang dipegang teguh oleh kaum Yahudi hingga
hari ini, di samping buah-buahan dan hewan.
- Mereka meyakini bahwa mereka
adalah "bangsa pilihan Allah" (sya'bullah al-mukhtar),
dan bahwa roh-roh orang Yahudi adalah bagian dari Allah. Jika seorang
non-Yahudi (Goyim) memukul seorang Israel, maka seolah-olah ia
telah memukul Keagungan Ilahi. Perbedaan antara derajat manusia dan hewan
adalah setara dengan perbedaan antara orang Yahudi dan non-Yahudi.
- Boleh menipu orang
non-Yahudi, mencurinya, meminjamkannya uang dengan riba yang sangat
mencekik, bersaksi palsu terhadapnya, dan tidak menepati sumpah di
hadapannya. Hal itu karena orang non-Yahudi dalam akidah mereka adalah
seperti anjing, babi, dan binatang ternak. Bahkan orang Yahudi mendekatkan
diri kepada Allah dengan melakukan tindakan tersebut terhadap orang
non-Yahudi.
- Talmud berkata tentang
Al-Masih: Bahwa Yesus orang Nazaret berada di dasar jurang neraka di
antara ter dan api, bahwa ibunya (Maryam) melahirkannya dari prajurit
Pandara melalui perbuatan dosa, dan bahwa gereja-gereja Nasrani adalah
tempat kotoran serta para pengkhotbah di dalamnya menyerupai anjing yang
menggonggong.
- Karena kondisi penindasan,
lahir pemikiran tentang "Al-Masih yang Dinanti" (Al-Masiyh
al-Muntazhar) sebagai bentuk pelampiasan serta pencarian harapan dan
cita-cita.
- Mereka mengatakan bahwa
Ya'qub telah bergulat dengan Tuhan, bahwa Lut telah meminum khamar dan
berzina dengan kedua putrinya setelah penyelamatannya ke Gunung Zoar (Shu'ar),
dan bahwa Daud adalah orang yang buruk di mata Tuhan.
- Agama mereka bersifat
eksklusif untuk mereka sendiri, tertutup hanya bagi bangsa Yahudi.
- Anak sulung adalah orang
pertama yang mewarisi dan mendapatkan bagian dua kali lipat dari
saudara-saudaranya. Tidak ada perbedaan antara anak yang lahir dari
pernikahan sah atau tidak sah dalam hal warisan.
- Setelah menikah, wanita
dianggap sebagai milik suaminya dan hartanya adalah milik suaminya. Namun
karena banyaknya perselisihan, kemudian ditetapkan bahwa istri memiliki
hak atas fisik harta (raqabah al-mal) sedangkan suami memiliki hak
atas manfaatnya.
- Barangsiapa yang telah
mencapai usia dua puluh tahun dan belum menikah, maka ia berhak
mendapatkan laknat. Poligami diperbolehkan secara syariat tanpa batas;
para rabi membatasinya hingga empat istri, sedangkan kaum Karait
membebaskannya tanpa batas.
Akar
Pemikiran dan Akidah:
- Penyembahan anak lembu
diambil dari bangsa Mesir kuno saat mereka berada di sana sebelum
peristiwa Eksodus. Pemikiran Mesir kuno merupakan sumber utama bagi
kitab-kitab dalam Perjanjian Lama.
- Sumber paling penting yang
menjadi sandaran kitab-kitab Perjanjian Lama adalah Hukum Hammurabi yang
berasal dari sekitar tahun 1900 SM. Hukum ini ditemukan pada tahun 1902 M
terukir pada sebuah pilar batu hitam dan merupakan hukum Semit tertua yang
diketahui hingga saat ini.
- Talmud mengajarkan paham
reinkarnasi (tanasukh), yaitu sebuah gagasan yang menyusup ke
Babilonia dari India, lalu dipindahkan oleh para rabi Babilonia ke dalam
pemikiran Yahudi.
- Mereka terpengaruh oleh
pemikiran Nasrani, sehingga Anda melihat mereka berkata: "Jadikanlah
wahai Bapa kami agar kami kembali kepada syariat-Mu, dekatkanlah kami
wahai Raja kami untuk beribadah kepada-Mu, dan kembalikanlah kami pada
pertobatan yang murni di hadirat-Mu."
- Pada beberapa fase
sejarahnya, mereka menyembah tuhan-tuhan Ba'alim, Asytaroth, tuhan-tuhan
Aram, tuhan-tuhan Sidon, tuhan-tuhan Moab, tuhan-tuhan Amon, dan
tuhan-tuhan bangsa Filistin (Kitab Hakim-Hakim 10:6).
Penyebaran
dan Wilayah Pengaruh:
- Kaum Ibrani pada asalnya—pada
masa ayah mereka, Israil—hidup di wilayah Yordan dan Palestina. Kemudian
Bani Israil berpindah ke Mesir, lalu berimigrasi ke Palestina untuk
mendirikan masyarakat Yahudi di sana. Namun karena sikap mengisolasi diri,
kesombongan, rasisme, dan konspirasi mereka, mereka ditindas dan diusir,
sehingga terpecah belah di negara-negara dunia. Sebagian dari mereka
sampai ke Eropa, Rusia, negara-negara Balkan, Benua Amerika, dan Spanyol.
Sementara sebagian lainnya menuju ke pedalaman Jazirah Arab, yang kemudian
diusir darinya seiring terbitnya fajar Islam. Sebagian dari mereka juga
hidup di Afrika dan Asia.
- Sejak akhir abad masehi yang
lalu hingga saat ini, mereka terus mengumpulkan kelompok-kelompok mereka
yang terpecah di tanah Palestina dengan didorong dan didukung oleh
Zionisme dan gerakan Salibis.
- Tidak diragukan lagi bahwa
kaum Yahudi saat ini—yang jumlahnya mencapai sekitar lima belas juta
jiwa—sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan kaum Ibrani Israel
kuno yang merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam.
Sebab, mereka saat ini merupakan campuran dari berbagai bangsa di bumi
yang di-Yahudikan yang didorong oleh motivasi kolonialisme. Adapun
orang-orang yang benar-benar kembali pada asal-usul Israel, hari
ini—khususnya di Israel—merupakan kaum Yahudi kelas bawah.
- Tampak bagi banyak peneliti
mengenai Taurat, melalui pengamatan terhadap bahasa, gaya bahasa, serta
tema, hukum, dan syariat yang dikandungnya, bahwa kitab tersebut ditulis
pada era yang berbeda-beda dan oleh pena yang berbeda-beda pula. Akan
tetapi, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala
tentang mereka:
...
dan mereka (menyengaja) melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan
kepada mereka ... (QS. Al-Ma'idah [5]: 13).
Oleh
karena itu, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Maka dari itu,
Allah Ta'ala mengancam mereka atas perbuatan ini, bahkan mengancam siapa saja
yang melakukan tindakan seperti mereka, melalui firman-Nya:
Maka
celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri, kemudian
berkata, "Ini dari Allah," (dengan maksud) untuk menjualnya dengan
harga yang murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka dan
celakalah mereka, karena apa yang mereka perbuat. (QS. Al-Baqarah [2]: 79).
- Kritik modern juga telah
berhasil membuktikan pertentangan teks-teks Taurat dan Injil dengan banyak
hakikat ilmiah kontemporer. Adapun kritik internal (an-naqd al-bathini)
menganggapnya sebagai sekumpulan hal yang saling bertentangan—sebagaimana
dikatakan oleh Maurice Bucaille—dan hal ini cukuplah bagi siapa saja yang
ingin memastikan bahwa Taurat tidak dapat dijadikan sandaran data-datanya
karena kontradiksi dan kisah-kisah manipulatif yang menyertainya, bahkan
puisi-puisi yang diragukan keabsahannya pula.
Jelas
dari pembahasan di atas bahwa:
Yahudi
adalah agama bangsa Ibrani keturunan Ibrahim 'alaihissalam, yang dikenal
sebagai Al-Asybath dari Bani Israil (Ya'qub 'alaihissalam). Allah
Ta'ala telah mengutus Musa 'alaihissalam kepada mereka dengan diperkuat
oleh Taurat agar menjadi nabi bagi mereka. Kaum Yahudi terbagi menjadi
sekte-sekte, yaitu: Kaum Farisi (mereka percaya pada hari kebangkitan,
malaikat, dan alam akhirat); Kaum Saduki (mereka mengingkari Talmud, malaikat,
dan Al-Masih yang dinanti); Kaum Fanatik (berkarakter agresif); Para
Penyalin/Scribe (mereka mengenal syariat melalui pekerjaan menyalin dan menjadi
kaya atas beban sekolah dan murid mereka); Kaum Karait (mereka tidak mengakui
kecuali Perjanjian Lama dan tidak tunduk pada Talmud); serta Kaum Samaria
(suatu kelompok yang di-Yahudikan dari luar Bani Israil). Bagaimanapun juga,
kaum Yahudi hari ini bukanlah orang-orang Israel asli dan tidak terhubung
dengan dua belas suku (asbath) sebagaimana telah diisyaratkan
sebelumnya.
Kitab-kitab
mereka adalah Perjanjian Lama yang mengandung puisi, prosa, hikmah, peribahasa,
kisah, legenda, filsafat, hukum, puisi percintaan, dan ratapan; terbagi menjadi
Taurat dan Kitab Para Nabi dengan kedua jenisnya. Terdapat pula Talmud, yaitu
riwayat-riwayat lisan yang dikumpulkan dalam sebuah kitab bernama Mishna
(syariat yang diulang), dan Mishna dijelaskan dalam kitab bernama Gemara.
Kaum
Yahudi pada dasarnya adalah Ahli Kitab yang bertauhid, namun mereka mengarah
pada paham politeisme, antropomorfisme, dan utilitarianisme sehingga nabi-nabi
mereka sangat banyak. Mereka menyembah anak lembu dan menyucikan ular. Telah
terbukti bahwa Taurat ditulis pada era yang berbeda dan oleh pena yang berbeda,
oleh karena itu banyak dari teks-teksnya bertentangan dengan hakikat ilmiah
kontemporer serta bertentangan satu sama lain.
Referensi
untuk Pendalaman:
- Al-Yahud: Nasy'atuhum wa
'Aqidatuhum wa Mujtama'uhum, Zaki Syenouda - Cet. 1 - Maktabah Nahdhah
Misr - 1974 M.
- Izh-har al-Haqq,
Rahmatullah Al-Hindi.
- Allah, Abbas Mahmud
Al-Aqqad.
- Khathar al-Yahudiyyah
al-'Alamiyyah 'ala al-Islam wa al-Masihiyyah, Abdullah At-Tall.
- Muqaranat al-Adyan:
Al-Yahudiyyah, Dr. Ahmad Syalabi - Cet. 4 - An-Nahdhah Al-Misriyyah -
1974 M.
- Al-Yahud fi Tarikh
al-Hadharat al-Ula, Gustave Le Bon - Terjemahan Adil Zu'aitar -
Cetakan Isa Al-Babi Al-Halabi.
- At-Taurat: 'Ardh wa
Tahlil, Dr. Fuad Hasanain.
- Tarikh Bani Isra'il min
Asfarihim, Muhammad Izzah Darwazah.
- Al-Adyan wa al-Firaq wa
al-Madzahib al-Mu'ashirah, Abdul Qadir Syaibah Al-Hamd - Matbu'at
Al-Jami'ah Al-Islamiyyah bil-Madinah Al-Munawwarah.
Referensi
Asing:
- Berry: Religions of the
World.
- Reinach: History of
Religion.
- Smith J.W.d: God and Man
in Early Israel.
- Kirk: A Short History of
the Middle East.
- Max Margolis and Alexander
Marx: A History of the Jewish People.
- Herzl: The Jewish State.
- Weech: Civilization of
Near East.
- Wells: A Short History of the World.
CABANG-CABANG
YAHUDI
YAHUDI DOENMEH (YAHUD AD-DONMEH)
Definisi:
Yahudi
Doenmeh: Adalah sekelompok kaum Yahudi yang menampakkan keislaman namun
menyembunyikan keyahudian di dalam batin demi memperdaya umat Islam. Mereka
mendiami wilayah barat Asia Kecil dan berkontribusi dalam meruntuhkan Daulah
Utsmaniyah serta menghapuskan kekhalifahan melalui kudeta Kelompok Ittehad
ve Terakki (Komite Persatuan dan Kemajuan). Hingga saat ini mereka masih
terus memperdaya Islam. Mereka memiliki keahlian di bidang ekonomi, kebudayaan,
dan media massa, karena bidang-bidang tersebut merupakan sarana untuk menguasai
masyarakat.
Pendirian
dan Tokoh-Tokoh Utama:
- Didirikan oleh Sabbatai
Zevi (1626–1675 M): Ia adalah seorang Yahudi keturunan Spanyol, lahir
dan tumbuh di Turki. Hal itu terjadi pada tahun 1648 M ketika ia
mengumumkan bahwa dirinya adalah Al-Masih bagi Bani Israil dan penyelamat
mereka yang dijanjikan. Nama aslinya adalah Mordecai Zevi, dan di kalangan
orang-orang Turki ia dikenal dengan nama Karamenteshte.
- Bahaya Sabbatai semakin
membesar, sehingga pemerintah Utsmaniyah menangkapnya dan para ulama
berdebat dengannya mengenai klaim-klaimnya. Ketika ia tahu bahwa telah
diputuskan hukuman mati atas dirinya, ia menampakkan keinginannya untuk
masuk Islam dan dinamai dengan nama Muhammad Efendi.
- Ia melanjutkan seruan
destruktifnya dari kedudukan barunya sebagai seorang Muslim dan sebagai
kepala rumah tangga istana (ra'is al-hujjab). Ia memerintahkan para
pengikutnya untuk menampakkan keislaman dan tetap mempertahankan
keyahudian mereka di dalam batin.
- Ia meminta izin kepada
negara untuk berdakwah di kalangan kaum Yahudi, maka negara
mengizinkannya. Ia pun bekerja dengan segala kelicikan dan memanfaatkan
kesempatan besar ini untuk merusak Islam.
- Pemerintah menyadari setelah
lebih dari 10 tahun bahwa keislaman Sabbatai hanyalah tipu daya belaka,
maka pemerintah mengasingkannya ke Albania hingga ia meninggal di sana.
- Orang-orang Turki menjuluki
para pengikut mazhab ini dengan sebutan Doenmeh, yang diambil dari
kata kerja bahasa Turki donmek yang berarti kembali atau berbalik.
- Abraham Nathan:
Seorang Yahudi yang menjadi utusan/rasul Sabbatai kepada manusia.
- Joseph Pelosoff:
Merupakan khalifah/pengganti Sabbatai dan ayah dari istri keduanya, ia
bergerak menggunakan nama Abdul Ghafur Efendi.
- Mustafa Celebi:
Pemimpin faksi Qaraqasy, yang merupakan salah satu dari tiga faksi
yang bercabang dari Doenmeh, yaitu: Al-Ya'aqibah (Jacobites), Al-Qaraqasdiyyah
(Karakash), dan Al-Qabatjiysyah (Kapanci).
- Mereka tidak memiliki karya
tulis yang dicetak dan diedarkan secara umum, namun mereka memiliki banyak
buletin rahasia yang saling mereka edarkan di antara sesama mereka.
Pemikiran
dan Keyakinan:
- Mereka meyakini bahwa
Sabbatai adalah Al-Masih bagi Israel yang menjadi penyelamat bagi kaum
Yahudi.
- Mereka mengatakan bahwa
jasad lama Sabbatai telah naik ke langit, lalu kembali atas perintah Allah
dalam wujud malaikat yang mengenakan jubah dan sorban untuk menyempurnakan
risalahnya.
- Mereka menampakkan keislaman
dan menyembunyikan keyahudian yang licik dan penuh kedengkian terhadap
umat Islam.
- Mereka tidak berpuasa, tidak
shalat, dan tidak mandi janabah. Mereka kadang-kadang menampakkan sebagian
syiar Islam pada beberapa kesempatan seperti hari raya sebagai bentuk
manipulasi, penipuan, serta memperhatikan adat istiadat orang-orang Turki
demi mengelabui mata mereka (dzarr ar-ramad fi al-'uyun) dan
menjaga penampilan mereka sebagai Muslim.
- Mereka mengharamkan
pernikahan dengan umat Islam. Seseorang dari anggota mereka tidak dapat
mengetahui kehidupan kelompok dan pemikirannya kecuali setelah menikah.
- Mereka memiliki banyak hari
raya yang jumlahnya lebih dari dua puluh hari, di antaranya merayakan
acara memadamkan lampu dan melakukan perbuatan keji (perzinahan massal).
Mereka meyakini bahwa anak-anak yang lahir pada malam tersebut diberkahi
dan mendapatkan sejenis kesucian di antara anggota Doenmeh.
- Mereka memiliki pakaian
khusus; kaum wanitanya mengenakan sepatu kuning dan kaum prianya
mengenakan topi wol putih yang dililit dengan sorban hijau.
- Mereka mengharamkan memulai
mengucapkan salam kepada orang lain.
- Mereka menyerang hijab
wanita dan menyerukan pembukaan aurat (sufur), terlepas dari
nilai-nilai moral, serta menyerukan pendidikan campur baur (koedukasi)
demi merusak generasi muda umat Islam.
Akar
Pemikiran dan Akidah:
- Akidah mereka murni Yahudi,
oleh karena itu mereka berhias dengan sifat-sifat dasar kaum Yahudi
seperti kelicikan, pemutarbalikkan fakta, tipu daya, kedustaan, penakut,
dan pengkhianatan. Penampakan keislaman mereka hanyalah sarana untuk
memukul Islam dari dalam.
- Mereka memiliki hubungan
yang sangat erat dengan Freemasonry, dan tokoh-tokoh senior Doenmeh
merupakan petinggi-petinggi Freemasonry.
- Mereka bekerja di dalam
lingkaran rencana-rencana Zionisme Internasional.
- Mereka memiliki dan
mengelola koran-koran Turki yang paling luas penyebarannya, seperti koran Hürriyet,
majalah Hayat, majalah Tarih, koran Milliyet, dan
koran Cumhuriyet, yang semuanya mengusung haluan kiri dan memiliki
pengaruh yang jelas terhadap opini publik Turki.
Penyebaran
dan Wilayah Pengaruh:
- Mayoritas terbesar mereka
saat ini berada di Turki.
- Hingga saat ini di Turki
mereka masih memiliki sarana-sarana untuk menguasai media massa dan
ekonomi, serta memiliki jabatan-jabatan yang sangat sensitif di dalam
pemerintahan.
- Mereka berada di balik
pembentukan Kelompok Ittehad ve Terakki (Komite Persatuan dan
Kemajuan) di mana sebagian besar anggotanya berasal dari mereka. Mereka
juga berkontribusi dari kedudukan ini dalam menyekulerkan Turki yang
Muslim, serta memanfaatkan banyak pemuda Muslim yang tertipu untuk
melayani tujuan-tujuan destruktif mereka.
Jelas
dari pembahasan di atas bahwa:
Doenmeh
adalah satu kelompok dari kaum Yahudi yang mengaku Islam padahal mereka sama
sekali tidak memiliki hubungan dengan Islam sekecil zarrah pun. Mereka selalu
mencari-cari kesempatan untuk membalas dendam terhadap Islam, merusak kehidupan
sosial Islam, dan menyerang syiar-syiar Islam. Cukuplah bukti bahwa mereka
mengelola bagian terbesar dari kudeta "Turki Muda" yang menjatuhkan
Sultan Abdul Hamid II.
Referensi
untuk Pendalaman:
- Yahud ad-Donmeh,
Muhammad Ali Quthb.
- Watsa'iq Munazhzhamat wa
'Adat as-Sabbata'i, Ibrahim Galanti.
- Majmu'at Maqalat 'an
ad-Donmeh, Alauddin Ghuseh.
- Yahud ad-Donmeh, Dr.
Muhammad Umar (Mu'assasat ad-Dirasat at-Tarikhiyyah).
Catatan
Kaki Terjemahan:
[^1]
Para sejarawan berbeda pendapat dalam menentukan tahun peristiwa Eksodus (Al-Khuruj)
menjadi empat pendapat sebagaimana disebutkan oleh Dr. Ahmad Badawi:
- Sejarawan Mesir yang hidup
sekitar tahun 250 SM berpendapat bahwa Eksodus terjadi enam abad sebelum
era Manetho (Manitu).
- Pendapat Kedua: Bahwa Musa 'alaihissalam
hidup sezaman dengan Raja Thutmose III (1490–1436 SM).
- Pendapat Ketiga: Bahwa
peristiwa itu terjadi pada masa Ramses II (1290–1223 SM).
- Pendapat Keempat: Bahwa
peristiwa itu terjadi pada masa Merneptah (1223–1211 SM).
Dr.
Ahmad Badawi berpendapat bahwa pendapat keempat didukung oleh prasasti-prasasti
arkeologis yang terukir di kuil-kuil Firaun di Mesir. Lihat: Ahmad Badawi,
2/912 dalam Mawkib asy-Syams, Cet. 1, Kairo, 1950 M.
Sumber:
Al-Nadwah
al-ʿĀlamiyyah
li al-Shabāb al-Islāmī. Al-Mawsūʿah
al-Muyassarah fī al-Adyān wa
al-Madhāhib wa al-Aḥzāb al-Muʿāṣirah.
Supervised by Maniʿ ibn Ḥammād al-Juhanī. 4th ed.
Riyadh: Al-Nadwah al-ʿĀlamiyyah li al-Shabāb al-Islāmī, 1999.
Comments
Post a Comment