Urgensi dan Pola Hidup Sehat
Panduan Praktis Gaya Hidup Sehat Bagi Aktifis
Menjadi
muslim yang kuat, tidak hanya identik dengan badan berotot layaknya Ade Rai.
Sebagaimana kita semua ketahui, Rasulullah SAW mengemukakan agar umat muslim
menguasai ilmu berkuda, berenang, dan memanah. Hemat kata, ketiga hal tersebut
mengacu pada aktifitas jasmani atau jasadiyah.
Menjadi
seorang aktifis, menuntut tidak hanya beban dan tanggungjawab dakwah dan sosial
yang besar. Satu tanggungjawab yang kerap terlupakan adalah hak tubuh kita
sendiri untuk menjadi sehat dan kuat. Sehat dan kuat dalam artian sanggup untuk
menunjang aktifitas dakwah, sosial, kerja, dan sebagainya. Tubuh kita pun
memiliki hak untuk mendapat perhatian kita.
Stamina
dan berat badan cenderung menjadi satu beban tersendiri bagi para aktifis pada
umumnya. Stamina yang loyo dan hanya mampu bertahan dalam waktu singkat, kerap
menjadi kendala dalam keseharian aktifis. Segudang aktifitas, mulai dari bangun
malam untuk qiyamulail, sholat subuh, berangkat sekolah/kuliah/kerja/usaha,
menghadiri syuro, rapat kepanitiaan, liqo, ke sana dan ke sini, tentu
membutuhkan stamina yang mendukung. Berat badan yang kurang atau berlebihan,
sangat berpengaruh kepada kesehatan dan stamina itu sendiri.
Dalam
artikel pertama ini, Insya Allah akan Penulis sampaikan beberapa panduan dasar
untuk mencapai kesehatan, stamina, dan berat badan yang mampu menyokong
aktifitas dakwah, serta aktifitas lain dalam keseharian kita.
Hal
pertama yang harus ada dalam diri kita adalah niat dan kesadaran akan
pentingnya kesehatan bagi diri kita. Kesehatan fikriyah mungkin telah kita
raih, dengan hidayah yang mungkin tidak kita sangka. Demikian halnya dengan
kesehatan jasadiyah, yang tidak mustahil kita raih, dengan ikhtiar, dan nikmat
dari Allah SWT.
Pola
hidup sehat! Satu hal yang kedengarannya mudah dan dianggap telah dilakukan
oleh para aktifis pada umumnya. Kenyataan yang ada, tidaklah demikian. Betapa
banyak mereka yang mengaku aktifis, namun sulit untuk berjamaah subuh di
Masjid, bahkan bangun kesiangan, dengan alasan lelah dan mengantuk. Lelah dan
mengantuk adalah sifat bagi jasadiyah kita. Fikriyah kita memang mampu untuk
melawan itu semua, namun akan menjadi sangat sulit apabila jasad ini menolak
untuk melakukannya.
Pola
hidup sehat, terdiri dari pola makan yang baik, olahraga teratur, dan istirahat
cukup. Pada tulisan ini, hanya akan menjelaskan secara singkat mengenai ketiga
hal tersebut. Penjelasan yang lebih rinci Insya Allah akan dijelaskan pada
tulisan berikutnya.
Menjaga
Pola Makan (Diet)
Makan
merupakan cara alamiah agar jasad ini mendapatkan energi yang dibutuhkan untuk
beraktifitas. Singkat kata, apa yang kita makan, akan sangat berpengaruh kepada
jasad, bahkan fikriyah kita. Salah kaprah tentang pengertian “Diet”, yang
sering mengidentikkan dengan mengurangi makan, adalah hal yang salah. Diet
adalah pengaturan pola makan, yang selalu dibutuhkan dalam keseharian kita.
“Makan
sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang.” Rasululah tentunya adalah seorang
ahli dalam hal pola makan. Hal tersebut sejalan dengan para ahli kesehatan
kini, dimana pengaturan pola makan yang baik adalah yang mencukupi kebutuhan
kalori dalam sehari. Berikut beberapa pola makan yang kerap disarankan oleh
para ahli gizi dan nutrisi:
- Segera konsumsi makanan setelah bangun tidur
malam. Setidaknya kurang dari 30 menit. Mengapa? Karena saat tidur, tubuh
juga tetap menyerap nutrisi. Setelah tidur 4-6 jam, tubuh membutuhkan
nutrisi lebih saat bangun dari tidur. Bila tidak, akan terjadi apa yang
dinamakan katabolik, dimana tubuh memakan tubuh sendiri, khususnya protein
otot. Hal ini sangat tidak baik karena cenderung akan menyisakan lemak
tubuh. Bagi orang gemuk, tentu akan menambah komposisi lemak tubuh, dan
bagi orang yang kurus, akan semakin menurunkan stamina karena otot
berkurang.
- Makan setiap 4 jam, walaupun belum lapar. Ubahlah
pola makan ala Indonesia (3x sehari) menjadi rutinitas yang lebih sering
4-6 kali sehari, jika mampu. Setelah 4 jam, lambung cenderung kosong, dan
tubuh selalu membutuhkan nutrisi. Makanlah dalam porsi kecil. Hal ini akan
menjamin tubuh memperoleh nutrisi untuk stamina, dan juga mencegah rasa
lapar dan ngemil. Mereka yang kurus akan memperoleh manfaat penambahan
berat badan, dan mereka yang gemuk juga memperoleh manfaat dengan
pengurangan berat badan. Tentu hal-hal tersebut harus dipadu dengan
olahraga yang baik.
- Perhatikan asupan nutrisi dan jenis makanan.
Secara garis besar, ada tiga nutrisi pokok yang dibutuhkan yaitu
karbohidrat, protein, dan lemak. Aturlah pola makan dengan komposisi
kurang lebih karbohidrat 50%, protein 30%, dan lemak 20%. Insya Allah akan
dijelaskan lebih lanjut pada tulisan berikutnya tentang masing-masing
nutrisi.
“….makan
dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al A’raaf:31)
Olahraga
Teratur
Olahraga
berarti mengolah raga/jasad kita agar memperoleh hak untuk sehat. Seperti awal
tulisan ini, sebagaimana kita semua ketahui, Rasulullah SAW mengemukakan agar
umat muslim menguasai ilmu berkuda, berenang, dan memanah. Hemat kata, ketiga
hal tersebut mengacu pada aktifitas jasmani atau jasadiyah.
Olahraga
yang baik dan teratur diperlukan agar tubuh dapat mencapai kategori sehat.
Tidak perlu berolahraga berlebihan, namun juga tidak boleh kurang. Olahraga
yang baik, setidaknya adalah yang mampu membuat tubuh semakin kuat, sehat, dan
berstamina.
Olahraga
sangat baik, terutama bagi mereka yang merasa memiliki kekurangan atau
kelebihan berat badan, karena akan berpengaruh pada pengaturan pola makan. Bagi
mereka yang kurus, produksi hormon insulin dari hasil olahraga, akan memacu
tubuh menyerap nutrisi dengan baik, sehingga mampu menambah berat badan dan
massa otot. Bagi mereka yang kelebihan berat badan, olahraga mampu membakar
lemak dan menambah massa otot.
Secara
garis besar, olahraga terdiri dari dua jenis, yaitu anaerobik, dan aerobik.
Aerobik berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘aero’ yang berarti udara dan ‘bios’
yang berarti hidup. Secara harfiah, aerobik berarti hidup dengan udara
(oksigen). Aktifitas aerobik dapat diartikan sebagai aktifitas dimana tubuh
memerlukan banyak oksigen untuk pembentukan energi tubuh (hidup), sedang
aktifitas anaerobik kurang atau membutuhkan sedikit oksigen. Contoh olahraga
anaerobik adalah angkat beban, dan contoh olahraga aerobik adalah jogging.
Olahraga anaerobik cenderung membakar karbohidrat sebagai energi, sedang
olahraga aerobik membakar lemak sebagai energi.
Dari
paraqraf di atas, jogging setelah bangun tidur sangat baik untuk membakar
kelebihan lemak tubuh. Lakukanlah jogging dalam keadaan belum memperoleh asupan
nutrisi apapun, kecuali air, sehingga tubuh akan membakar lemak sebagai energi.
Bagi orang yang kegemukan, lakukan jogging dengan intensitas sedang (tidak
terlalu cepat). Pengaturan waktu bisa 3 kali sepekan, dengan masing-masing
30-45 menit, atau 5-6 kali sepekan @10-15 menit. Bagi mereka yang kurus,
lakukan dengan intensitas lebih, dalam tempo yang lebih sebentar, misal 3 kali
sepekan @10-15 menit. Ingat! Jangan mengkonsumsi makanan berlebih setelah
jogging. Gunakan pola makan di atas.
Jogging
adalah satu contoh, masih banyak olahraga lain seperti bersepeda, permainan
(sepakbola, basket, dsb), beladiri sebagai olahraga anaerobik. Untuk lebih
meningkatkan kekuatan tubuh dan stamina, dapat dipadu dengan latihan beban.
Latihan beban dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu atau tubuh. Alat
bantu dapat berupa dumbell, barbell, atau mesin lainnya. Push-up, sit-up,
squat/bending, pull-up, dsb merupakan latihan beban yang dapat dilakukan dengan
tubuh. Tingkatkan intensitas latihan dengan menambah beban secara berkala,
misalnya dengan meletakkan beban di punggung saat push-up, memeluk beban di
dada saat sit-up, dsb. Bila memungkinkan dan mampu, dapat menggunakan peralatan
beban yang umum, seperti dumbell, barbell, mesin benchpress, threadmill,
stepper, dan sebagainya.
Istirahat
Cukup
Istirahat
yang cukup diperlukan agar tubuh dapat kembali ke kondisi normal setelah
digunakan untuk beraktifitas. Istirahat terbaik adalah tidur. Tidur 4-6 jam
sehari sudah lebih dari cukup. Tidur terlalu lama, akan cenderung mengganggu
kesehatan. Sebagaimana dijelaskan di atas, saat tidur pun tubuh butuh nutrisi.
Bila tidur terlalu lama, tubuh akan mengalami katabolik. Akibatnya, akan
semakin merasa malas, tidak bertenaga, dan memboroskan waktu. Berikut beberapa
tips tidur :
- Tidur dalam cahaya seredup/segelap mungkin
- Tidak tidur dalam kondisi perut kenyang, beri
waktu 2 jam.
- Tidur dengan tingkat suara sehening mungkin
- Lakukan peregangan ringan sebelum tidur
- Berdoalah.
Beberapa
uraian di atas, menjadi awal bagi pola hidup sehat. Diperlukan disiplin untuk
dapat mencapai kondisi tubuh yang baik, peningkatan kekuatan, stamina, dan
kebugaran pada umumnya. [andika]
sumber
: http://www.hudzaifah.org/Article445.phtml
Cara
Menjaga Pola Hidup Sehat Agar Tetap Produktif
Menjaga
agar tubuh tetap sehat dan bugar perlu dilakukan agar bisa beraktivitas dengan
optimal dan lebih produktif tiap harinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan
untuk menjaga kesehatan tubuh adalah dengan menjaga cara hidup sehat. Tapi, apa
sebenarnya gaya hidup sehat serta bagaimana cara menerapkannya setiap hari?
Simak penjelasannya di sini.
Mengenal
Apa Itu Gaya Hidup Sehat
Menurut
WHO, gaya atau cara hidup sehat merupakan cara hidup yang dilakukan untuk
menurunkan risiko terjadinya penyakit atau kematian secara dini. Gaya hidup
sehat merupakan cara hidup yang dapat dilakukan untuk menikmati berbagai aspek
kehidupan. Kesehatan bukan hanya mengenai menghindari penyakit, melainkan juga
mengenai Kesehatan fisik, mental, dan sosial (1).
Manfaat
Menerapkan Gaya Hidup Sehat
Gaya
hidup sehat yang diterapkan sehari-hari memiliki efek yang signifikan terhadap
kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, mempengaruhi kualitas hidup
individu. Gaya hidup sehat memiliki efek yang baik terhadap kesehatan, antara
lain:
- Mencegah dan menangani
penyakit diabetes dan dislipidemia (kolesterol dalam darah) (2).
- Menurunkan risiko terjadinya
penyakit jantung (kardiovaskular) (2).
- Mencegah berbagai jenis
penyakit kronis (2).
- Menurunkan angka kematian
akibat penyakit (3).
- Meningkatkan kebugaran tubuh
dan kualitas hidup (3).
- Meningkatkan motivasi diri (3)
dan menurunkan stres dengan menurunkan kadar kortisol, serta hormon stres
dalam tubuh (4).
Faktor
Risiko yang Mengancam Cara Hidup Sehat
- Kebiasaan merokok
Merokok meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronik secara
signifikan, di antaranya penyakit jantung dan stroke, diabetes, dan kanker.
Peningkatan risiko ini bukan hanya terjadi pada perokok aktif, melainkan juga
pada perokok pasif (2).
Cara mengatasinya: Adapun cara hidup sehat yang
disarankan antara lain dengan berhenti merokok, menambah aktivitas fisik, diet
yang sehat, mengurangi konsumsi alkohol, menurunkan stres (5), serta
istirahat yang cukup dan tidur yang berkualitas (2).
- Kelebihan berat badan
Overweight dan obesitas merupakan masalah kesehatan
dunia. Di Amerika Serikat misalnya, jumlah orang yang overweight mencapai
70% dari populasi, sementara jumlah yang mencapai obesitas sebesar 36%. Baik overweight
dan obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit
kardiovaskular, diabetes, masalah otot dan sendi seperti arthritis, dan lain
sebagainya (2).
Cara mengatasinya: Untuk menjaga pola hidup sehat,
direkomendasikan untuk menjaga kesehatan dengan menjaga agar berat badan tidak
melebihi Indeks Massa Tubuh (IMT) yang ditentukan (IMT yang direkomendasikan
adalah 19-25 kg/m2) dengan meningkatkan aktivitas fisik dan menerapkan diet
dengan nutrisi seimbang (2).
- Memiliki gaya hidup sedentary
Gaya hidup sedentary (kurang melakukan aktivitas fisik
yang berarti) merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya obesitas dan
diabetes, yaitu kebiasaan seperti (2):
- Bekerja di depan komputer.
- Menonton TV dalam waktu
yang lama.
- Bermain hp, serta berbagai
kegiatan yang menurunkan tingkat aktivitas fisik.
Cara mengatasinya: Cara hidup sehat yang
direkomendasikan untuk mengurangi waktu sedentary, seperti mengurangi
atau memotong screen time untuk berdiri, berjalan, atau melakukan
aktivitas fisik ringan (2). Orang dewasa berusia 18-65 tahun
membutuhkan aktivitas fisik minimal 30 menit/hari selama 5 hari/minggu, atau
aktivitas fisik intensitas berat minimal 20 menit/hari, 3 hari/minggu, atau
kombinasi keduanya secara rutin (4).
Menjaga
Tubuh Agar Tetap Sehat dan Bugar
Untuk
memulai pola hidup sehat, tentunya membutuhkan konsistensi karena tidak mungkin
akan tercapai dalam semalam saja. Menerapkan pola hidup sehat bukan hanya menghindari faktor
risiko saja, namun juga berusaha untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi
kesehatan tubuh, di antaranya seperti:
- Beristirahat yang cukup.
Cara hidup sehat yang tidak bisa diabaikan adalah waktu beristirahat yang
cukup. Pasalnya, istirahat dan tidur yang berkualitas merupakan cara lain
untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Kurangnya istirahat dan
tidur di malam hari yang berkualitas terkait dengan peningkatan risiko
terjadinya penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Kurangnya istirahat dan tidur yang berkualitas juga dapat meningkatkan
stres. Kurang tidur menyebabkan peningkatan kadar hormon stres, yaitu kortisol
(4).
- Menjaga pola makan. Nutrisi
memiliki peran penting dalam menjaga pola hidup sehat dan terkait dengan
terjadinya penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes,
obesitas, dan kanker. Nutrisi yang direkomendasikan terdiri dari diet yang
mengandung banyak serat, buah dan sayuran, rendah lemak tersaturasi, gula
dan pemanis buatan, serta garam. Pedoman mengenai nutrisi juga
merekomendasikan pengurangan konsumsi daging merah dan daging yang
diproses, serta mengurangi konsumsi alkohol (2).
- Konsumsi suplemen vitamin
dan mineral. Vitamin dan mineral berperan dalam kehidupan sehari-hari,
seperti:
- Vitamin D berperan penting
dalam kesehatan otot dan tulang, dan menjaga kadar kalsium dalam tubuh (6).
- Vitamin C merupakan
antioksidan yang berperan dalam pembentukan kolagen (7).
- Vitamin B6 merupakan
vitamin yang berperan dalam produksi sel-sel yang berfungsi dalam sistem
imun, baik untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit (8).
- Kalsium berperan penting
terhadap kesehatan tulang dan menurunkan risiko terjadinya osteoporosis,
serta menurunkan kadar oksalat yang menyebabkan terjadinya batu ginjal (9).
- Mengisi kegiatan yang
melibatkan fisik. Aktivitas fisik merupakan komponen yang vital dalam
menjaga pola hidup sehat, baik sebagai pencegahan atau sebagai bagian dari
pencegahan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, sindrom
metabolik, obesitas, dan beberapa tipe kanker (2).
Banyak
manfaat yang didapat dengan menerapkan cara hidup sehat seperti tubuh jadi
lebih kuat dan tidak mudah sakit. Menjaga pola hidup sehat memang penting,
terutama saat pandemi seperti ini. Selain menjaga pikiran dan tubuh yang sehat,
jangan lupa untuk selalu mengonsumsi suplemen yang mengandung kombinasi vitamin
D, C dan B6 serta minum air putih yang cukup agar tubuh tetap sehat dan kuat
sehingga lebih produktif.
CH-20221221-41
Artikel
ini ditulis oleh: dr. Ruth Katrin Goldina
Artikel
ini ditinjau oleh: Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health
Indonesia
Referensi:
- World Health Organization
(1999) ‘Healthy Living’, Who, p. 24. Available at: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/108180/EUR_ICP_LVNG_01_07_02.pdf?sequence=1&isAllowed=y.
- Rippe, J. M. (2018)
‘Lifestyle Medicine: The Health Promoting Power of Daily Habits and
Practices’, American Journal of Lifestyle Medicine, 12(6), pp. 499–512.
doi: 10.1177/1559827618785554.
- Kinoshita, S. et al. (2020)
‘Does improvement in health-related lifestyle habits increase purpose in
life among a health literate cohort?’, International Journal of
Environmental Research and Public Health, 17(23), pp. 1–10. doi:
10.3390/ijerph17238878.
- Dasgupta, A. and Klein, K.
(2014) ‘Combating Oxidative Stress with a Healthy Lifestyle’, Antioxidants
in Food, Vitamins and Supplements, pp. 317–333. doi:
10.1016/b978-0-12-405872-9.00017-3.
- Ndejjo, R. et al. (2022)
‘Understanding factors influencing uptake of healthy lifestyle practices
among adults following a community cardiovascular disease prevention
programme in Mukono and Buikwe districts in Uganda: A qualitative study’,
PLoS ONE, 17(2 February), pp. 1–18. doi: 10.1371/journal.pone.0263867.
- Nair, R. and Maseeh, A.
(2012) ‘Vitamin D: The sunshine vitamin’, Journal of Pharmacology and
Pharmacotherapeutics, 3(2), pp. 118–126. doi: 10.4103/0976-500X.95506.
- Grosso, G. et al. (2013)
‘Effects of vitamin C on health: A review of evidence’, Frontiers in
Bioscience, 18(3), pp. 1017–1029. doi: 10.2741/4160.
- Stach, K., Stach, W. and
Augoff, K. (2021) ‘Vitamin B6 in health and disease’, Nutrients, 13(9).
doi: 10.3390/nu13093229.
- Li, K. et al. (2018) ‘The
good, the bad, and the ugly of calcium supplementation: a review of
calcium intake on human health’, Clinical Intervensions in Aging, 13, pp.
2443–2452.
Sumber:
https://www.cdr.co.id/kesehatan-tulang/cara-menjaga-pola-hidup-sehat-agar-tetap-produktif
Comments
Post a Comment