Percaya Diri

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

WASPADA Online

Oleh KH. Abdullah Gymnastiar

Ditulis Untuk Harian Waspada

Rasa percaya diri merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Sebab dengan kepercayaan diri, seseorang telah memiliki keyakinan diri yang baik. Sayangnya, tidak jarang soal rasa percaya diri ini menjadi masalah bagi sebagian orang. Akibatnya, muncullah rasa minder yang malah akan menghambat kemajuan. Lalu bagaimana caranya menumbuhkan rasa percaya diri ini? Di sini, setidaknya ada tujuh langkah yang dapat kita tempuh untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Kita urai satu persatu dan semoga bermanfaat. Pertama, kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Maha Cermat. Seperti difirmankan-Nya dalam surat at-Tiin 4, "La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim" (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya). Nah saudaraku, jangan sekali-kali kita menyesali kenapa kita terlahir ke dunia ini. Kita tidak diciptakan untuk gagal. Jika kita gagal, itu pasti bukan kehendak Allah, melainkan karena kita tidak serius memompa potensi yang dikaruniakan-Nya.

Bukankah di antara 250 juta sperma yang terpancar untuk berlomba berjumpa dengan sel telur hanya satu saja yang berhasil? Dan itu adalah kita. Jadi, tanpa kita sadari kita sebenarnya pernah bertarung dengan begitu banyak calon manusia lainnya. Itulah yang harus membuat kita yakin bahwa kita ini adalah orang yang memiliki potensi untuk sukses.

Kedua, belajarlah mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Alhamdulillah, akal bisa berpikir, mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, mulut bisa berkata, dan hati masih mempunyai iman. Kalau tak bisa mendengar, alhamdulillah, masih bisa membaca. Kalau tunanetra, alhamdullilah, ternyata telinganya masih bisa mendengar, begitu seterusnya. Cari nikmat Allah yang masih bisa kita syukuri karena setiap kali bersyukur, setiap kali pula akan datang nikmat lainnya. Jadi, daripada kita memikirkan yang tak ada lebih baik kita memikirkan potensi yang ada. Demikian pula, carilah kejadian masa lalu yang membuat kita sadar bahwa kita pernah berbuat sesuatu atau mungkin kita pernah mengalami situasi sulit yang berhasil kita atasi. Ketiga, baca potensi diri. Segera lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada ibu, bapak, suami, istri, atau teman dekat. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.

Keempat, paculah diri kita untuk terus belajar dari orang-orang sukses. Salah satu caranya dapat kita lakukan dengan bertemu atau membaca buku biografi tentang orang-orang sukses. Mengapa? Karena biasanya, jika kita mendengar kisah dari orang-orang yang sukses maka akan tumbuh semangat. Semakin banyak input dari kisah orang-orang yang berhasil bangkit dari keterpurukan, insya Allah, akan bangkit inspirasi kita.

Kelima, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, insya Allah, semangatnya akan menular kepada diri kita. Jadi, "salah dalam memilih teman, salah dalam memilih pergaulan, sama dengan salah dalam memompa kemampuan kita."

Keenam, mulailah berani untuk berbuat dan mengarungi resiko. Do it now! Lakukan sekarang juga dengan keberanian yang telah kita miliki. Karena, setiap kali kita bertambah pengalaman, insya Allah, akan bertambah pula rasa percaya diri.

Ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Tidak harus semuanya sesuai keinginan. Sebab yang harus itu adalah berani berbuat sesuatu sepanjang masih dalam kebaikan. Yang disebut gagal itu jika niatnya jelek, ikhtiarnya tidak maksimal atau sama sekali tidak mau ikhtiar. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?

Ketujuh, bertawakal. Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa kita, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka akan makin mengundang pertolongan Allah. Dan itu bisa meningkatkan percaya diri. Demikianlah wahai saudaraku, sedikit kiat sederhana dalam menumbuhkan rasa percaya diri. Yakinlah, Allah tak akan menyia-nyiakan amal yang kita lakukan. Tidak usah panik menghadapi hidup yang serba ruwet dan sempit ini. Anggaplah sebagai ladang dari Allah untuk membangkitkan kemampuan kita. Kelapangan kadang tak menjadikan orang kreatif, tapi kesulitan seringkali menjadikan kita orang kreatif. Wallahu a'lam bishshawaab.*** (am)

 

Reerens lain:

Pengertian Percaya Diri, Manfaat Percaya Diri & Contoh

By R Adinda

Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan atau kompetensi di dalam dirinya. Namun tidak semua bisa menggunakan kemampuan yang dimiliki bahkan ada beberapa orang yang merasa tidak percaya dengan kemampuannya.

Seperti seseorang yang memiliki kemampuan untuk memimpin sebuah tim dan suatu ketika ia ditunjuk menjadi seorang pemimpin, tetapi merasa dirinya belum mampu sehingga muncul rasa kurang percaya diri atau minder.

Jika dalam hidup terjadi penurunan dalam rasa percaya diri dan terjadi secara terus menerus maka bisa membuat kehidupan seseorang berjalan di tempat atau tidak ada pergerakan yang mengarah pada kemajuan dalam kehidupannya. Oleh karena itu, ketika rasa percaya diri sedang berkurang maka penting bagi setiap orang mengetahui kiat-kiat meningkatkan rasa percaya diri.

Kepercayaan diri merupakan sifat yang dimiliki oleh seseorang dengan rasa percaya dan yakin terhadap kemampuan yang di dalam dirinya. Sehingga semua rencana dalam hidup bisa direncanakan dengan baik.

Orang memiliki rasa percaya diri juga bisa dikatakan sebagai seseorang yang tahu tentang kemampuan dirinya dan bisa menggunakan kemampuannya untuk melakukan suatu hal. Orang yang percaya diri hanya mau mendengar perkataan orang lain yang berupa masukan yang bisa membuat dirinya menjadi lebih baik lagi.

Dengan demikian, rasa percaya diri yang dimiliki oleh setiap orang mempunyai manfaat yaitu supaya bisa menjalani kehidupan dengan penuh keyakinan. Kehidupan yang penuh dengan keyakinan akan dipenuhi juga dengan hal-hal yang positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Penting bagi kita untuk selalu melakukan hal-hal yang positif karena selain dapat meningkatkan rasa percaya diri, kehidupan yang positif bisa membuat kesehatan fisik dan mental terjaga.

Pengertian Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri adalah seseorang yang mampu berpikir positif dan percaya bahwa kemampuan yang dimiliki mempunyai kualitas dan bisa bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Seseorang yang percaya diri tidak akan beranggapan bahwa dirinya merupakan sebuah penghalang atau hambatan untuk melakukan suatu hal.

Rasa percaya diri bukan terbentuk dari sejak lahir atau keturunan. Rasa percaya diri terbentuk oleh proses sosialisasi yang telah dijalani selama perjalanan hidupnya. Dengan kata lain, rasa percaya diri terbentuk dari berbagai macam pengalaman yang terjadi pada saat berinteraksi sosial baik dengan lingkungan yang baru ataupun dengan lingkungan yang lama.

Interaksi sosial ini bisa dilakukan mulai dari lingkungan keluarga karena keluarga biasanya merupakan lingkungan terdekat yang dimiliki oleh seseorang. Di dalam sebuah keluarga seorang anak bisa memperoleh pendidikan yang akan bermanfaat bagi kehidupannya di masa depan.

Adapun pendidikan yang dimaksud, seperti pendidikan moral, pendidikan keterampilan, dan pendidikan etika. Semua pendidikan itu bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari dan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, untuk melatih dan membangun rasa percaya diri bisa dimulai dari lingkungan keluarga. Rasa percaya diri bisa dikatakan sebagai sebuah perasaan yang berupa rasa percaya dan yakin terhadap diri sendiri yang bisa membuat bahagia.

Bukan hanya itu, dengan rasa percaya diri juga setiap individu bisa melatih dirinya untuk tetap bersyukur dengan apa yang dimilikinya saat ini seperti yang dibahas pada  buku Cara Mudah Tampil Percaya Diri dibawah ini.

Faktor-Faktor Percaya Diri

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika percaya diri tidak datang hadir sejak saat lahir, tetapi terbentuk oleh pengalaman-pengalaman yang dijalani selama masa hidupnya. Adapun faktor-faktor yang bisa memunculkan rasa percaya diri, terdiri dari, keadaan fisik, tingkat pendidikan, kualitas hubungan dalam keluarga, interaksi sosial, dan jenis kelamin. Kelima faktor itu akan dijelaskan lebih lengkap sebagai berikut.

1. Keadaan Fisik

Pada dasarnya, tidak ada kondisi fisik yang sempurna yang dimiliki oleh seseorang, tetapi dalam beberapa kasus ada beberapa orang yang memiliki kondisi fisik mendekati sempurna. Kondisi fisik yang mendekati sempurna bisa menambah rasa percaya diri.

Kondisi fisik yang dimaksud yakni wajah (ganteng atau cantik), tinggi badan (normal atau di bawah normal), berat badan (kurus, norma, atau gemuk), dan bentuk tubuh yang ideal.

Sementara itu, jika seseorang mempunyai kondisi fisik yang kurang ideal maka akan muncul rasa malu atau minder bahkan rasa takut dalam melakukan interaksi sosial.

Namun, bagi kamu yang tidak memiliki kondisi fisik yang mendekati sempurna jangan khawatir dan minder karena setiap manusia yang diciptakan pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Tetap bersyukur adalah salah satu cara untuk menghilangkan rasa minder dan khawatir itu.

2. Tingkat Pendidikan

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya untuk bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi karena mereka (orang tua) beranggapan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seorang anak maka anak itu lebih dipandang oleh orang lain.

Apalagi jika kedua orang tua mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi juga maka mereka akan berusaha dan bekerja keras semaksimal mungkin supaya anaknya bisa menyelesaikan tingkat pendidikan yang tinggi.

Setelah menyelesaikan setiap tingkat pendidikan tinggi maka seseorang akan diberikan gelar. Adanya gelar yang disematkan pada seseorang maka rasa percaya diri pada orang tersebut akan bertambah. Bertambahnya rasa percaya diri akan memengaruhi kehidupannya di kemudian hari.

Dengan demikian, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka bisa menambah rasa percaya di dalam dirinya. Namun, dalam beberapa kasus, tingkat pendidikan tinggi bisa menurunkan rasa percaya diri.

Misalnya, setelah menyelesaikan tingkat pendidikan tinggi, tetapi orang tersebut belum juga mendapatkan pekerjaan sehingga merasa ilmu yang didapatkan tidak berguna.

Oleh sebab itu, agar kemampuan yang kita miliki dapat dikenali orang lain, kita sendiri tidak boleh meragukannya dan menanamkan nilai kepercayaan diri tersebut di dalam diri kita. Pelajari caranya melalui buku Percaya Diri Harga Mati.

3. Kualitas Hubungan dalam Keluarga

Sebuah keluarga yang harmonis akan memunculkan rasa kasih sayang pada setiap anggota keluarga khususnya anak. Kasih sayang ini sangat diperlukan bagi seorang anak karena memiliki perjalanan hidup yang masih panjang.

Kasih sayang yang baik dalam sebuah keluarga bisa memberikan pengalaman yang baik juga untuk anak. Semakin banyak pengalaman baik yang didapatkan dari sebuah keluarga maka rasa percaya diri seorang anak akan bertambah.

Namun, jika hubungan dalam sebuah keluarga tidak berjalan dengan harmonis maka bisa terjadi kekerasan pada seorang anak. Kekerasan ini bisa menghasilkan pengalaman buruk. Pengalaman buruk ini sangat tidak baik bagi seorang anak karena akan memunculkan rasa takut dan bisa mengurangi rasa percaya diri ketika melakukan interaksi sosial.

Kualitas hubungan keluarga bisa dikatakan sebagai salah satu faktor penting supaya rasa percaya diri pada seorang anak bisa terjaga bahkan akan lebih bagus jika rasa percaya diri itu meningkat.

4. Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan salah satu faktor yang bisa memunculkan rasa percaya diri. Interaksi sosial itu sendiri bisa diartikan sebagai sebuah komunikasi yang dilakukan dengan orang lain.

Interaksi sosial yang baik adalah interaksi yang dilakukan dengan bantuan dukungan sosial karen dengan bantuan dukungan sosial maka rasa percaya diri seseorang akan meningkat. Dukungan sosial bisa berasal dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, saudara, dan lain-lain.

Sedangkan di sisi lain, interaksi sosial yang tidak dibarengi dengan dukungan sosial maka bisa membuat rasa percaya diri menjadi menurun sehingga akan timbul rasa minder, dan takut ketika melakukan interaksi sosial.

Dengan demikian, penting untuk kita melakukan interaksi sosial yang dibarengi dengan dukungan sosial supaya rasa percaya diri yang dimiliki tidak berkurang dan cenderung bertambah.

Manfaat Percaya Diri

Seperti yang kita ketahui bahwa percaya diri sangatlah penting untuk dimiliki karena dengan bisa mengurangi rasa minder dan takut ketika melakukan suatu hal atau ketika berinteraksi dengan orang lain. Adapun manfaat-manfaat lain yang bisa diperoleh dari rasa percaya diri. Simak manfaat-manfaat percaya diri sebagai berikut.

1. Percaya diri bisa mengendalikan berbagai hal

Seseorang yang memiliki rasa percaya diri yang semakin meningkat maka orang tersebut bisa menyelesaikan berbagai macam hal dengan kemampuan membaca atau melihat sesuatu dengan jernih sehingga masalah akan terselesaikan dan mencapai sebuah keberhasilan.

Setiap kemampuan yang dimiliki oleh seseorang pasti bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Namun, jika ada seseorang yang belum bisa melihat kemampuan yang ada di dalam dirinya maka suatu masalah tidak bisa diselesaikan sehingga tujuan dari orang tersebut belum tercapai.

2. Percaya diri bisa membuat hidup lebih menyenangkan 

Hidup yang dijalani akan terasa menyenangkan dan nyaman jika kita mempunyai rasa percaya diri. Hal ini dikarenakan rasa percaya diri mengajarkan diri sendiri untuk tidak perlu membandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain dan lebih mengutamakan untuk berlatih bersyukur dengan apa yang kita punya.

Rasa bersyukur juga bisa membuat diri sendiri atau lingkungan disekitarnya lebih bisa dinikmati dengan rasa bahagia. Dengan kata lain, percaya diri bisa bermanfaat untuk membuat hidup lebih hidup.

3. Percaya diri membuat diri sendiri menjadi lebih yakin

Manfaat berikutnya ialah rasa percaya diri bisa membuat diri sendiri lebih yakin, baik itu yakin terhadap kemampuan yang ada di dalam diri atau yakin mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Rasa yakin yang digunakan dengan maksimal bisa memudahkan seseorang yang memiliki rasa percaya diri mencapai tujuan dan keberhasilannya.

4. Percaya diri bisa meningkatkan kemampuan belajar

Semua pengalaman hidup yang dimiliki oleh seseorang yang percaya diri diibaratkan seperti sekolah. Maksudnya, seseorang yang percaya diri akan terus belajar seputar menjalani hidup melalui proses pembentukan dan teladan.

Dengan kata lain, ia bisa berkembang ke arah yang lebih baik dan dapat mengevaluasi semua pengalamannya sehingga mendapatkan pelajaran yang bisa berguna di kemudian hari.

Banyak ahli juga menilai, bahwa percaya diri menjadi faktor penting yang dapat menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal di berbagai hal. Oleh sebab itu, agar dapat meningkatkan peluang kesuksesan, Grameds harus memiliki rasa percaya diri seperti halnya yang dapat dipealjari meallui  buku Percaya Diri Modal Berprestasi.

5. Percaya diri bisa membuat diri sendiri memiliki mental yang kuat

Mental yang kuat akan dimiliki oleh seseorang yang percaya diri sehingga ia akan lebih tahan terhadap berbagai tekanan atau hambatan yang sedang dialami.

Seorang yang percaya diri juga akan mampu menghadapi berbagai macam situasi, baik itu situasi yang menyangkut masalah pribadi, sosial, bisnis dan lain-lain. Hal ini dikarenakan ia mempunyai cara berpikir dan mental yang kuat.

Contoh Sikap Percaya Diri

Berikut ini adalah beberapa contoh sikap percaya diri:

1. Tertuju pada pemecahan masalah

Pada dasarnya, setiap permasalahan merupakan hambatan untuk mencapai keberhasilan. Seseorang yang tidak memiliki rasa percaya diri ketika sedang berada dalam kondisi seperti itu akan berpikir negatif atau berpikiran tentang kegagalan karena tidak menyelesaikan masalah tersebut.

Namun, seseorang yang mempunyai sikap rasa percaya diri akan berpikir sebaliknya. Maksudnya, ia akan berpikir positif untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara mencari solusi atau jalan keluar.

2. Menggunakan bahasa positif

Sikap percaya diri berikutnya adalah penggunaan bahasa yang positif saat berinteraksi dengan orang lain. Bahasa yang positif bisa dikatakan sebagai bahasa yang memiliki unsur-unsur kesopanan dan membangun sehingga ketika memakai bahasa yang positif interaksi dengan orang lain akan lebih erat dan bisa membangun perilaku yang positif, baik itu untuk diri sendiri atau orang lain.

3. Menggunakan bahasa tubuh yang positif

Bahasa tubuh sangat diperhatikan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa tubuh yang positif akan membuat lawan bicara merasa nyaman dan senang. Namun, jika bahasa tubuh berkomunikasi dengan orang lain menunjukkan bahasa tubuh yang negatif maka bisa memunculkan rasa kecewa pada lawan bicara.

Bahasa tubuh yang positif ini berasal dari pola pikir yang positif.  Oleh karena itu, seorang yang punya rasa percaya diri akan berusaha untuk menjaga pola pikirnya tetap positif agar tidak menggunakan bahasa tubuh yang negatif ketika berinteraksi dengan orang lain.

4. Introspeksi diri

Sikap perilaku percaya diri bukan hanya berhubungan dengan orang lain. Dengan kata lain, sikap perilaku percaya diri juga bisa berkaitan dengan diri sendiri, seperti introspeksi diri.

Introspeksi diri ini berupa cara seseorang untuk menyadari kekurangan yang dimilikinya. Dengan mengetahui kekurangan yang ada di dalam diri maka kita bisa mengembangkan kekurangan itu menjadi sebuah kelebihan sehingga akan muncul rasa percaya diri dalam diri sendiri.

Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Bagi beberapa orang belum tahu bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri supaya tidak minder dan takut ketika melakukan suatu hal atau saat berkomunikasi dengan orang lain. Simak cara meningkatkan rasa percaya diri sebagai berikut.

 

1. Bergaul dengan orang-orang yang memiliki rasa percaya diri

Lingkungan bisa membentuk suatu kepercayaan diri pada seseorang sehingga lingkungan bisa dikatakan sebagai salah satu aspek penting dalam pembentukan rasa percaya diri. Jika kita berbaur dengan orang-orang yang mempunyai rasa percaya diri maka rasa percaya diri yang ada di dalam diri akan meningkat.

2. Membuang rasa takut

Musuh alami percaya diri adalah rasa takut yang ada di dalam diri sendiri. Rasa takut pada seseorang bisa membuat dirinya tidak berani melakukan interaksi dengan orang lain dan tidak berani melakukan suatu hal yang susah karena takut gagal.

3. Objektif menilai diri sendiri

Seseorang harus jujur dalam menilai diri sendiri karena penilaian yang jujur akan membuat diri sendiri tahu akan batas kemampuannya. Maksudnya, setiap orang mempunyai keahliannya masing-masing sehingga diri tidak semua hal bisa dikerjakan dengan maksimal.

Pada buku Rahasia Menjadi Pribadi Memikat, Berpengaruh dan Percaya Diri, Grameds dapat belajar bagaimana cara mengurai dan mengupas secara tuntas kepibadian yang akmu miliki agar dapat menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

4. Membiasakan diri berpikir positif

Berpikir positif akan menghasilkan energi positif di dalam diri. Dengan energi positif inilah rasa percaya diri seseorang bisa semakin bertambah sehingga akan muncul rasa senang dan berani dalam melakukan suatu hal khususnya saat melakukan interaksi sosial.

5. Melakukan pola hidup yang sehat

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pola hidup yang sehat akan berdampak baik bagi kesehatan fisik ataupun kesehatan mental seseorang. Bukan hanya itu, pola hidup yang sehat bisa juga meningkatkan rasa percaya diri pada seseorang.

Kesimpulan

Percaya diri bisa diartikan seperti sebuah sikap atau perilaku yang lahir dari tanggapan atau penerimaan yang positif. Dengan kata lain, rasa percaya diri itu merupakan hal-hal yang positif yang bisa bermanfaat untuk kehidupan diri sendiri di kemudian hari.

Setiap orang perlu memiliki rasa percaya diri di dalam dirinya supaya akan selalu merasa kalau dirinya mempunyai kompetensi yang bisa digunakan untuk melakukan sesuatu di dalam hidupnya.

Seorang yang percaya diri selalu mempunyai keberanian untuk menjalani hidupnya. Ia akan berusaha untuk selalu menunjukkan kemampuannya dengan prestasi yang dicapainya. Hal terpenting adalah seorang yang percaya diri selalu bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah sesulit apapun.

 

Sumber:

https://www.gramedia.com/best-seller/percaya-diri/

 

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat