Pasal 9: Kekuatan Ungkapan Metafora
BAB SEMBILAN: KEKUATAN UNGKAPAN METAFORA DALAM KEHIDUPAN
Tujuan
Umum:
- Memahami pentingnya
ungkapan-ungkapan metafora (majas) di dalam kehidupan.
- Mengenal faktor-faktor
kekuatan yang terkandung di dalam ungkapan metafora.
- Memperoleh keterampilan
berbahasa metafora dan menggunakannya melalui aktivitas pendamping dan
pendukung.
Tujuan
Perilaku Instruksional Tema:
Setelah
selesainya proses pembelajaran tema ini, peserta didik diharapkan mampu untuk
melakukan hal-hal berikut:
Pertama:
Tujuan Kognitif:
- Menjelaskan apa yang dimaksud
dengan ungkapan metafora dan dampaknya di dalam kehidupan.
- Mendeskripsikan kekuatan
ungkapan metafora beserta pengaruhnya dalam kehidupan.
- Menyebutkan model/contoh
orang-orang yang mampu mengubah kehidupan mereka dan kehidupan orang di
sekelilingnya dengan ungkapan metafora.
- Menyimpulkan bahwa setiap
tempat memiliki bahasanya sendiri (likulli maqamin maqal), sehingga
ungkapan yang selaras untuk pekerjaan bisa jadi tidak selaras untuk rumah.
- Merangkum daftar ungkapan
yang digunakan manusia dalam berinteraksi.
- Menghitung cara-cara dasar
yang digunakan manusia dalam menyikapi emosi.
- Memutuskan untuk mengambil
manfaat dari segala hal indah di sekitarnya dan menjadikannya sebagai
sebab kebahagiaan.
Kedua:
Tujuan Afektif (Sikap):
- Memilih ungkapan metafora
terarah yang dapat membantunya di dalam kehidupan.
- Menghindari rasa pesimis dan
ketegangan (stres) di sepanjang kehidupannya.
- Menyelaraskan antara kata
dengan perbuatan.
- Berkomitmen untuk menggunakan
ungkapan yang tepat pada waktu yang tepat.
- Mengutamakan sikap optimis
dalam segala urusannya, khususnya saat menghadapi segala bentuk kesulitan.
- Melawan rasa putus asa, rasa
frustrasi, keterasingan, dan rasa takut terhadap rasa sakit.
- Memperhatikan emosi-emosi
positifnya dan menumbuhkannya untuk membantu dirinya dalam menghadapi
berbagai masalah.
- Menghargai dan mensyukuri
nikmat-nikmat Allah Ta'ala atas dirinya.
Ketiga:
Tujuan Psikomotorik (Keterampilan):
- Menciptakan ungkapan metafora
yang memberinya kekuatan di segala bidang.
- Mengamati perubahan-perubahan
yang terjadi pada kehidupannya sebagai dampak dari penggunaan ungkapan
tertentu.
- Berlatih untuk mengambil
manfaat dari perasaan-perasaan negatif dan mengendalikannya.
- Merencanakan dengan mahir
untuk menularkan ungkapan metaforanya kepada anak-anak dan
sahabat-sahabatnya.
- Menyusun daftar berisi
seluruh ungkapan metafora yang mengikat hubungan antara dirinya, istrinya,
dan anak-anaknya.
- Menerapkan apa yang telah ia
pelajari di bab ini di dalam kehidupan sehari-hari dan segala urusannya.
- Memilih ungkapan metafora
yang tepat bagi dirinya sendiri dan bagi setiap situasi dengan cermat dan
cerdas.
- Mendayagunakan kata-kata dan
ungkapan metafora terarah untuk membahagiakan dirinya sendiri dan orang di
sekitarnya.
- Memperbagus penggunaan emosi
dan perasaannya demi mewujudkan tujuan-tujuannya.
Materi
Ilmiah:
Hancurkan
rintangan – robohkan dinding!.. Lepaskan tali ikatan itu dan berjalanlah di
jalanmu dengan riang gembira menuju kesuksesan:
Setiap
kali kita menafsirkan suatu konsep dengan cara menyerupakannya dengan sesuatu
yang lain, sesungguhnya kita sedang menggunakan ungkapan metafora.. dan hal
tersebut mampu menciptakan intensitas emosional yang lebih cepat dan lebih
sempurna daripada apa yang dilakukan oleh kata-kata konvensional.
Aku
pernah bertanya kepada sahabatku: "Mengapa kamu begitu panik dan gusar
sampai seperti ini?". Ia menjawab: "Bagi diriku, ini tampak
seolah-olah mereka telah memasukkan kami ke dalam sebuah kotak dan mereka
sedang mengacungkan pistol ke kepala kami...".
Maka
aku berkata kepadanya: "Apa warna pistol itu?". Dengan
pertanyaan tersebut, aku telah mematahkan polanya, menghancurkan gambaran
imajiner yang merampas kekuatan dirinya, dan mengubah kondisi emosionalnya pada
waktu dan momen itu juga.
Jika
kamu berkata kepada seseorang: "Jangan pikirkan warna biru!"..
maka sudah sangat jelas bahwa ia justru akan langsung memikirkan warna biru.
Pria
tadi kerap merasakan intensitas emosi negatif secara rutin karena ia berangkat
dari sebuah gambaran metafora agresif yang memperparah perasaan-perasaan
negatifnya.
Jika
seseorang berkata kepadaku bahwa ia merasa seolah-olah "dunia sedang
membebani punggungnya", maka aku akan berkata kepadanya: "Turunkan
dunia itu dari punggungmu dan melangkahlah maju ke depan!".
Kamu
tidak boleh memilih perumpamaan metafora tanpa sadar yang terus-menerus
merampas kekuatan kita, melainkan kamu wajib mengadopsi gambaran-gambaran
metafora yang juga memberimu kekuatan.. Yang perlu kamu lakukan hanyalah
bertanya kepada dirimu sendiri: "Apakah ini yang benar-benar aku
maksudkan?".
Kehidupan
bagi seseorang mungkin bermakna sebuah (ujian); yang mana opsinya kamu
meraih peringkat pertama atau kamu kalah.. Namun bagi orang lain, kehidupan
adalah sebuah (permainan); yang mana dengan begitu kehidupan menjadi
sesuatu yang menyenangkan, memiliki sedikit kompetisi, dan membutuhkan sedikit
keterampilan.
Kita
harus memandang kehidupan sebagai sesuatu yang sakral.. dalam arti kita
memiliki rasa takzim dan penghormatan yang lebih besar kepadanya.. Dan
kehidupan adalah sebuah anugerah/hadiah, yang berarti kamu akan mendapatinya
sebagai sebuah kejutan, sesuatu yang menghibur, dan sesuatu yang memiliki
keistimewaan tersendiri.
Sesungguhnya
mengubah satu gambaran metafora menyeluruh dapat menjungkirbalikkan cara
pandangmu terhadap totalitas kehidupanmu.
Bagaimana
Sang Mentor Menggerakkan Kedua Orang Tua untuk Memperhatikan Putranya?
Terkadang,
merasakan perasaan negatif dengan intensitas yang kuat merupakan hal yang
bermanfaat dan penting. Sebagai contoh, ada sepasang suami istri yang memiliki
anak pecandu narkoba, namun mereka berdua tidak tahu bagaimana cara
mengintervensi urusan anak tersebut. Sampai akhirnya seorang dokter
menggambarkan kondisi anak mereka dengan berkata kepada keduanya: (Ada dua
peluru yang sedang diarahkan ke kepala anak Anda sekarang; salah satunya adalah
narkoba/obat-obatan dan yang lainnya adalah alkohol, dan salah satu dari
keduanya pasti akan membunuhnya suatu hari nanti. Maka urusan ini hanyalah
masalah waktu jika tidak dihentikan sekarang juga).. Perumpamaan ini
menjadi daya dorong yang sangat kuat bagi pergerakan keduanya, di mana mereka
akhirnya memiliki kekuatan emosional untuk bertindak.
Bagaimana
Sang Mentor Mengubah Metode Gadis yang Mengeluhkan Segala Sesuatu:
Di
salah satu sesi seminar akademisku, ada seorang peserta perempuan yang
mengeluhkan segala hal yang bisa terlintas di dalam benak. Semua orang merasa
terganggu olehnya. Namun, aku menyadari bahwa ia sedang berada di bawah
pengaruh gambaran metafora menyeluruh tentang kehidupan yang membuatnya
bersikap fanatik/kaku seperti itu. Keyakinannya adalah: "Terlintas di
benakku bahwa kebocoran-kebocoran kecil dapat menenggelamkan kapal".
Perumpamaan ini datang kepadanya dari perkara-perkara kecil di masa lalunya yang
menuntut harga yang sangat mahal dari dirinya. Oleh karena itu, ia mengadopsi
ungkapan ini demi menjaga dirinya dan mencegah terjadinya rasa sakit serupa di
masa depan.. Maka aku membuatnya merasakan kepedihan yang terus diciptakan oleh
perumpamaan ini di dalam hidupnya, serta kesenangan yang akan ia raih dengan
cara mengubah perumpamaan tersebut.
Dahulu
aku selalu merasa tegang setiap kali memikirkan jenis pekerjaan yang aku
lakukan: Apakah aku seorang terapis? Apakah aku seorang konsultan? Apakah aku
seorang orator/pembicara? Apakah aku seorang penulis?.. Apakah kamu lebih baik
daripada orang-orang yang kamu latih? Dan jika kamu sama seperti mereka, lalu
apa yang akan mereka dapatkan darimu?
Namun
akhirnya, aku berhasil mencapai ungkapan yang paling selaras, yaitu: "Aku
adalah seorang mentor/pelatih (coach)". Seorang pelatih adalah sahabat
bagi peserta latihnya, berkomitmen untuk membantunya, dan menantangnya, namun
ia tidak melepaskan peserta itu dari kesulitan yang dihadapi atas usahanya
sendiri. Seorang pelatih memiliki pengetahuan dan pengalaman, ia tidak lebih
baik dari peserta latihnya, tetapi ia memfokuskan seluruh kekuatannya pada
bidang spesifik selama bertahun-tahun. Dengan begitu, mereka mampu mengajarkan
para peserta satu atau dua hal istimewa yang dapat membalikkan performa mereka
seketika itu juga dalam hitungan momen. Pelatih dapat mengajarkanmu informasi
baru. Visualisasi ini membebaskan diriku dari keharusan untuk menjadi manusia
yang memiliki sifat-sifat sempurna di hadapan orang-orang yang aku latih.
Seketika itu juga, pandanganku terhadap diriku berubah, aku merasa lebih minim
tekanan, lebih relaks, dan lebih dekat dengan orang-orang. Aku tidak wajib
menjadi sosok yang sempurna atau lebih baik. Aku pun mulai merasakan kesenangan
yang lebih besar dan pengaruhku terhadap orang-orang semakin meningkat.
Keselarasan
Antara Kata dan Perbuatan:
Berhati-hatilah
agar tidak memindahkan gambaran metafora yang sesuai di lingkungan tertentu
seperti tempat kerjamu (seperti perkataan pengacara di pengadilan dan komandan
di kamp militernya) ke lingkungan lain yang tidak serasi dengannya, seperti
caramu memperlakukan keluarga dan sahabat-sahabatmu.
Apa
yang harus aku katakan kepada orang yang sedang depresi? Aku katakan kepadanya:
مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، إِنَّ مَعَ
الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya
beserta kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada
kemudahan.”
Ketika
berbagai urusan tampak suram, orang-orang berkata kepada diri mereka sendiri: "Urusan
akan tetap berjalan seperti ini selamanya...". Adapun aku, maka aku
katakan: "Kehidupan memiliki musim-musimnya, dan aku sedang berada di
musim dingin sekarang, dan setelahnya pasti akan datang musim semi. Dengan
demikian, di hadapanku ada kesempatan baru tanpa ada keraguan lagi."
Gambaran
metafora mampu mengubah makna yang kamu kaitkan pada sesuatu.. Ia mengubah apa
yang kamu hubungkan dengan rasa sakit atau kesenangan.. Oleh karena itu, kamu
harus memilih ungkapan metaforamu dengan cermat dan cerdas.
Anak
kecilku (6 tahun) menangis sejadi-jadinya karena kematian salah seorang teman
kecilnya akibat jatuh dari atas wahana permainan di taman. Aku berkata
kepadanya: "Kamu sedang berpikir seperti ulat kupu-kupu". Ia
terkejut dan berkata: "Apa?". Dengan begitu, aku telah
mematahkan polanya.. Lalu aku berkata kepadanya: "Ulat di dalam
kepompong itu tidak mati seperti yang disangka oleh orang-orang, melainkan ia
sedang berubah menjadi sesuatu yang lain. Setelah beberapa lama, ia akan
menjadi kupu-kupu yang lebih indah, lebih bebas, dan riang gembira. Demikian
pula temanmu...". Maka anakku langsung memelukku dan berkata: "Temanku
pasti akan menjadi kupu-kupu yang indah."
Secara
Islami, apa yang akan kamu katakan kepada anak yang kehilangan temannya ini?
Apakah kamu memiliki informasi tentang kehidupan anak-anak di dalam surga?
Cobalah
Latihan Ini:
- Apa itu kehidupan?.. Tuliskan
ungkapan metafora yang telah kamu pilih sebelumnya. Kehidupan itu
seperti...
- Susunlah daftar berisi
seluruh ungkapan metafora yang kamu hubungkan dengan relasimu atau
pernikahanmu.. Apakah ia memberimu kekuatan atau justru merampasnya
darimu?
- Ambillah sisi lain dari
sisi-sisi kehidupanmu yang memberikan dampak paling mendalam bagimu
(misalnya dalam lingkup pekerjaanmu, atau bersama kedua orang tuamu, atau
anak-anakmu).
- Ciptakanlah ungkapan-ungkapan
metafora baru yang memberimu kekuatan di seluruh bidang ini.
- Putuskan untuk hidup bersama
ungkapan metafora baru yang memberimu kekuatan ini selama tiga puluh hari
ke depan.
Perhatikan
baik-baik ungkapan metaforamu sekarang.. dan bentuklah dunia baru bagi dirimu
sendiri.. dunia yang penuh dengan berbagai kemungkinan.. penuh kekayaan dan
keajaiban.. penuh dengan kegembiraan. Pilihlah hal tersebut, catatlah setiap
tema di lembaran kertas, dan laksanakanlah!
Sepuluh
Emosi Kekuatan:
Umat
manusia banyak yang menjalani kehidupan dalam keputusasaan dan frustrasi yang
sunyi. Ada fenomena keterasingan yang sangat masif yang dialami manusia karena
satu alasan, yaitu keinginan mereka untuk menghindari rasa sakit.. Sebagaimana
yang kita amati dari rasa lapar akan emosi yang mereka tunjukkan setiap kali
ada kesempatan untuk merasakan emosi yang lebih besar, energi yang lebih besar,
dan bahwa mereka lebih hidup.
Terdapat
empat cara dasar yang digunakan manusia dalam menyikapi emosi:
- Menghindar (Tavoidance):
Kita semua ingin menghindari emosi yang menyakitkan, sehingga kita merasa
keberatan untuk membangun hubungan apa pun dan tidak mencoba melamar
pekerjaan yang menuntut tantangan.. Perkara ini mungkin melindungimu dalam
jangka pendek, namun ia mengharamkanmu dari merasakan cinta, kasih sayang,
dan interaksi komunikasi, dan pada akhirnya kamu tidak akan bisa
menghindari perasaan.. Sikap yang lebih kuat adalah belajar bagaimana
mencapai makna positif yang tersembunyi dari perkara-perkara yang di masa
lalu kamu sangka sebagai emosi negatif.
- Menolak/Menafikan
(Denial): Ini adalah strategi penyangkalan dan penolakan; "Aku
tidak merasa seburuk itu...". Namun, jika kamu mengabaikan pesan
yang coba dikirimkan oleh emosimu, maka emosimu akan bekerja menaikkan
suhu pesan tersebut sampai akhirnya kamu menaruh perhatian kepadanya..
Adapun memahami emosi-emosi ini dan menggunakannya merupakan strategi yang
benar; mengobati perasaan dengan cara yang benar adalah solusi yang benar.
- Mendebat/Memperbincangkan
(Competition): Kamu mengatakan bahwa kamu telah banyak menderita?
Apakah kamu tahu penderitaan apa yang telah aku jumpai?.. Maka mereka pun
mulai saling pamer bahwa kondisi mereka lebih buruk daripada orang lain..
Pendekatan ini wajib dihindari dengan harga berapa pun karena ia akan
menjelma menjadi ramalan yang terwujud (self-fulfilling prophecy)..
Adapun pendekatan yang lebih kuat dan lebih sehat untuk menyikapi emosi
yang kamu sangka menyakitkan adalah dengan menyadari bahwa emosi tersebut
melayani tujuan positif, yaitu pembelajaran dan pendayagunaan. Kita
belajar dari kesalahan-kesalahan kita, dan kita menginvestasikannya ke
dalam tindakan yang lebih kuat. Amerika Serikat misalnya, telah
menggunakan peristiwa penyerangan terhadap target-target miliknya ke dalam
banyak hal yang justru meningkatkan kekuatan dan kemanfaatannya, dan
demikian pula negara-negara di dunia mulai menggunakan hal yang sama.
- Belajar dan Mendayagunakan
(Learning and Utilizing): Jika kamu menghendaki kesuksesan di dalam
kehidupan, maka jadikanlah emosi-emosi itu bermanfaat bagimu. Sebab kamu
tidak bisa melarikan diri darinya, tidak bisa mengabaikannya, tidak bisa
mengecilkan perannya, atau membohongi dirimu sendiri terkait maknanya.
Kamu juga tidak boleh membiarkannya membesar sampai pada tingkat ia
menyetir kehidupanmu. Emosi-emosi itu, sekalipun menyakitkan dalam jangka
pendek, ia memberikan sinyal kepadamu tentang apa yang wajib kamu lakukan
demi mewujudkan tujuan-tujuanmu.
Emosi-emosi
yang tadinya kamu anggap negatif sesungguhnya merupakan undangan untuk
melakukan suatu tindakan. Alih-alih menamainya sebagai emosi negatif, kita akan
menamainya dengan istilah "Sinyal Tindakan" (action
signals).
Sesungguhnya
emosi kita semua memiliki kepentingan dan nilainya masing-masing, asalkan
berada dalam kadar yang pas, waktu yang tepat, dan bingkai yang selaras.
Suara
kereta api di dekat rumah pada waktu malam dahulu terasa sangat bising dan
membuat kami frustrasi. Namun mulai momen ini, kami akan merayakan setiap kali
kami mendengar lengkingan kereta api dan kami akan merasakan perasaan yang
baik.
Kamu
tidak membutuhkan alasan khusus untuk menikmati perasaan yang baik.. Cukup
putuskan bahwa kamu merasakan perasaan yang baik sekarang, hanya karena fakta
bahwa kamu masih hidup dan hanya karena kamu menginginkan hal tersebut. Jika
kamu adalah sumber dari seluruh emosimu, maka mengapa kamu tidak menikmati
perasaan yang baik itu selamanya?
Aktivasi
Praktis dari Fakta-Fakta Tema dan Nilai-Nilainya Melalui Aktivitas-Aktivitas
Berikut:
Pertama:
Aktivitas Pendamping (Asosiatif):
- Berpartisipasi dalam
menciptakan ungkapan metafora baru yang memberinya kekuatan di segala
bidang.
- Berbicara di hadapan
saudara-saudaranya tentang pentingnya ungkapan metafora dalam meningkatkan
optimisme dan melukiskan peluang bagi semua orang.
- Mencatat sebuah ungkapan baru
di dalam buku catatannya melalui diskusi-diskusi bersama rekan-rekan
sejawatnya.
Kedua:
Aktivitas Pendukung:
- Membiasakan diri menggunakan
sejumlah ungkapan metafora miliknya sendiri di beberapa bidang, dan
menyediakan satu kertas besar khusus untuk setiap bidang, lalu
meletakkannya di tempat yang menonjol di dalam rumah atau mobil agar ia
selalu mengingatnya.
- Bekerja mengumpulkan ungkapan
metafora baru yang memberinya kekuatan di dalam rumah dan di tempat kerja.
- Menuliskan sejumlah ungkapan
metafora yang memberikan pengaruh negatif pada dirinya, lalu menggantinya
dengan ungkapan metafora yang positif.
- Membuat pelatihan untuk
melatih ungkapan metafora yang memberikan manfaat bagi individu di dalam
kehidupan ilmiah dan manajerialnya.
Evaluasi
dan Pengukuran Mandiri:
Pertama:
Pertanyaan Esai:
- Apa yang dimaksud dengan
ungkapan metafora?
- Deskripsikan kekuatan
ungkapan metafora dalam mengubah pandangan umum terhadap kehidupan!
- Sebutkan dua contoh orang
yang mampu mengubah cara pandang mereka terhadap kehidupan melalui
perantara ungkapan metafora!
- Bandingkan antara perumpamaan
metafora negatif dengan perumpamaan metafora positif dari segi dampak dan
manfaat masing-masing!
- Terdapat empat cara dasar
yang digunakan manusia dalam menyikapi emosi, sebutkan keempat cara
tersebut dan jelaskan dua di antaranya!
Kedua:
Pertanyaan Objektif:
- Hubungkan antara kelompok
(A) dan (B) dengan cara meletakkan nomor yang ada di kolom (A) di depan
kalimat yang selaras di kolom (B):
|
No |
Kelompok
(A) |
Kelompok
(B) |
|
|
1 |
Agar
kamu dapat menyikapi emosi yang menyakitkan dengan penyikapan yang benar |
emosi-emosi
itu bermanfaat bagimu. |
|
|
2 |
Jika
kamu menghendaki kesuksesan di dalam kehidupan, maka jadikanlah |
asalkan
berada dalam kadar yang pas dan penomoran/bingkai yang selaras. |
|
|
3 |
Emosi
kita semua memiliki kepentingannya |
kita
wajib belajar darinya dan menginvestasikannya ke dalam tindakan yang lebih
kuat. |
Comments
Post a Comment