Pasal 6: Mulailah Dengan Langkah-Langkah Kesuksesan
BAB KEENAM: Mulailah Langkah-Langkah Kesuksesan
Tujuan
Umum:
- Memahami secara mendalam
langkah-langkah kesuksesan.
- Memperkuat sikap positif
peserta didik dalam mewujudkan kesuksesan.
- Memberikan pemahaman kepada
peserta didik mengenai sekumpulan aktivitas yang dapat membantunya meraih
kesuksesan.
Tujuan
Perilaku Instruksional untuk Tema Ini:
Dengan
berakhirnya proses pembelajaran pada tema ini, diharapkan peserta didik mampu
melakukan hal-hal berikut:
Pertama:
Tujuan Kognitif (Pengetahuan):
- Menyebutkan bahwa kesuksesan
itu bertumpu pada keteguhan dalam memegang nilai-nilai kemampuan bertahan
(daya tahan) dan melayani orang lain.
- Menyerasikan (memadukan)
antara impian-impian dan tujuan-tujuannya.
- Memastikan penerapannya
terhadap prinsip "Fokus Kekuatan" agar dapat mewujudkan
tingkatan-tingkatan terbaik.
- Menjelaskan sejauh mana
kemungkinan mengeksploitasi bakat-bakat khusus untuk mewujudkan
keunggulan.
- Menyebutkan tiga prinsip
pertama dari perubahan.
- Mengurutkan
keterampilan-keterampilan hidup yang wajib dikuasai agar dapat mewujudkan
kesuksesan.
- Membuktikan bahwasanya
keputusan-keputusan merupakan jalan menuju kekuatan.
- Membedakan antara sekadar
menaruh perhatian pada suatu urusan dengan berkomitmen penuh padanya.
- Memastikan bahwasanya
objektivitas dalam tujuan akan memberikannya kekuatan dalam mengambil
keputusan yang tepat.
- Mengetahui bahwasanya
pengulangan adalah induk dari keterampilan.
- Menyerasikan antara
perwujudan tujuan dengan upaya mengamalkan nilai luhur dan nilai-nilai
moralnya.
- Menggunakan
kemampuan-kemampuan, keyakinan-keyakinan kuat, dan nilai-nilainya secara
teratur yang dapat membantunya mengambil keputusan yang sesuai.
- Mengambil manfaat dari setiap
pengalaman yang ia lalui.
- Membentuk titik fokus jangka
panjang di dalam dirinya untuk menghadapi berbagai tantangan.
- Menghubungkan antara
perubahan dan perwujudan kesuksesan.
Kedua:
Tujuan Afektif (Sikap/Nilai):
- Berpegang teguh pada
nilai-nilai kemampuan bertahan (daya tahan) dan melayani orang lain.
- Menghindari
kerugian-kerugian (hambatan-hambatan fisik/mental) dan penghalang
kesuksesan.
- Menunjukkan kesungguhan
untuk menggunakan prinsip fokus kekuatan demi mewujudkan keunggulan.
- Menaruh perhatian besar
untuk membaca buku ini dan menerapkan aktivitas serta program yang ada di
dalamnya.
- Mengerahkan upaya dalam
meningkatkan fasilitasi dirinya dan mengubah dirinya menuju arah yang
lebih baik.
- Percaya pada diri sendiri
dan kemampuan-kemampuannya, serta sadar bahwa ia adalah bagian dari umat
yang agung yang memegang kepemimpinan di garda depan.
- Menunjukkan kesiapan untuk
menguasai dengan baik (itqan) dan unggul di berbagai bidang kehidupan.
- Meneladani Rasulullah ﷺ,
para sahabat beliau yang mulia, serta seluruh pahlawan Islam.
- Bersemangat untuk
berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain.
- Menegaskan bahwa komitmen
dalam mengambil keputusan yang jujur berarti komitmen untuk menerapkannya.
- Tekun melakukan pengulangan
dalam setiap urusan sampai ia memiliki keterampilan tersebut.
- Mengadopsi prinsip "Mintalah
pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah" sebagai prinsip
dasar di dalam kehidupannya.
- Berinisiatif untuk mengambil
keputusan yang tepat.
Ketiga:
Tujuan Psikomotorik (Keterampilan):
- Merencanakan dengan mahir
untuk mengambil manfaat dari impian-impiannya dan mengubahnya menjadi
kenyataan dengan memanfaatkan potensi serta kemampuannya.
- Selalu berusaha melayani
orang lain dan bersabar atas hal tersebut.
- Berinovasi menciptakan
cara-cara baru untuk mengeksploitasi bakat-bakat khususnya dengan
pemanfaatan yang paling optimal.
- Membaca tema ini dengan
kecermatan yang sangat tinggi.
- Mempraktikkan apa yang telah
dipelajarinya secara nyata.
- Menulis sebuah selebaran
(daftar) berisi segala hal yang tidak akan ia terima lagi di dalam
kehidupannya dan hal-hal yang ia impikan untuk diwujudkan.
- Menciptakan metode-metode
baru untuk menginvestasikan waktu dan menundukkannya di kemudian hari.
- Melakukan olahraga fisik
demi menjaga kebugaran jasmaninya.
- Menerapkan apa yang telah
dipelajarinya dalam seluruh urusan kehidupannya.
- Mencoba mengambil keputusan
yang sesuai baginya tepat pada waktunya.
- Menerapkan apa yang telah
dipelajarinya dalam seluruh urusan kehidupannya. (Poin berulang sesuai
teks asli)
- Mencoba mengambil keputusan
yang sesuai baginya di dalam kehidupannya.
- Menyempurnakan
keputusan-keputusan yang telah diambilnya dengan cara berkomitmen untuk
menerapkannya pada realitas kenyataan di dalam kehidupannya.
- Mahir memanggil kembali
impian-impiannya dan mengubahnya menjadi kenyataan.
- Mahir mengambil manfaat dari
kesalahan-kesalahannya dengan menghindari meratapi nasib buruk.
- Berinovasi menciptakan
cara-cara baru yang tidak konvensional untuk mengenal orang lain dan
berkomunikasi dengan mereka.
Materi
Ilmiah:
Kesuksesan
yang sejati pertama-tama bertumpu pada keteguhan dalam memegang nilai-nilai
kemampuan bertahan (daya tahan) dan melayani orang lain.
Bagian
Pertama: Lepaskan Kekuatan yang Ada di Dalam Dirimu
1.
Impian-Impian Takdir
- Setiap dari kita memiliki
impian-impiannya sendiri di dalam kehidupan, hanya saja berbagai
keputusasaan membuyarkan kehendak kita... dan fokus utama kesibukanku
adalah memanggil kembali impian tersebut lalu menjadikannya sebagai
kenyataan.
- Momen di mana kehidupanku
berubah adalah momen ketika aku berkata kepada diriku sendiri: "Cukup!
Sesungguhnya aku tahu bahwa aku lebih besar daripada apa yang telah aku
capai hingga saat ini, baik secara mental, emosional, maupun fisik."
Dan pada saat itulah aku mengambil sebuah keputusan yang mengubah
kehidupanku untuk selama-lamanya... karena aku memutuskan untuk mengubah
hampir setiap sisi dari sisi-sisi kehidupanku, sebagaimana aku juga
memutuskan untuk tidak akan pernah menerima apa pun yang lebih rendah dari
apa yang mampu aku wujudkan.
- Aku telah menggunakan
prinsip "Fokus Kekuatan", yaitu fokus secara
terus-menerus untuk naik ke tingkatan yang lebih baik dan menguasai
pekerjaanku secara sempurna (itqan).
- Aku telah sampai pada sebuah
keyakinan kuat bahwa kita diciptakan agar setiap dari kita mempersembahkan
sesuatu yang unik, dan bahwasanya di dalam diri setiap kita ada seorang
raksasa yang sedang tertidur (bakat khusus) yang sedang menunggu seseorang
untuk mengetuknya dan membangunungkannya dari tidur panjangnya.
- Bahkan, kita semua
diciptakan dalam keadaan setiap dari kita menjadi unik di dalam polanya...
dan kita semua menikmati kesempatan-kesempatan yang setara untuk mengalami
kehidupan dengan segala aspeknya... Aku telah memutuskan bahwa aku harus
berkontribusi di dalam kehidupan dengan suatu cara tertentu, sehingga
kontribusi tersebut tetap terus berjalan melampaui batas berakhirnya
kehidupanku.
- Mulailah segera dengan
mengambil langkah unik berupa membaca buku ini, kerahkanlah dalam hal itu
segenap kemampuanmu, dan terapkanlah setiap hal yang kamu pelajari dengan
cara-cara yang sederhana pada setiap menit dari setiap hari dari hari-hari
kehidupanmu.
- Agar perubahan-perubahan
tersebut memiliki nilai yang sejati, maka ia harus bersifat permanen dan
terus-menerus.
Ada
Tiga Prinsip Pertama Bagi Perubahan:
Ini
adalah prinsip-prinsip yang sederhana namun memiliki efek yang kuat, dan wajib
bagi setiap individu untuk mengikutinya agar dapat menciptakan perubahan
personal di dalam kehidupannya:
- Langkah 1: Naikkan
Standarmu (Kriteriamu):
Artinya:
Mengubah apa yang kamu tuntut dari dirimu sendiri dan jangan menerima apa yang
ada di bawah hal tersebut... Ubahlah dirimu... Tulislah segala hal yang tidak
akan kamu terima lagi di dalam kehidupannya setelah hari ini, hal-hal yang
tidak akan mampu kamu tanggung lagi, dan hal-hal yang sangat kamu dambakan
untuk menjadi bagian dari dirimu di kemudian hari.
- Langkah 2: Ubahlah
Keyakinan-Keyakinan Kuat yang Menjadi Penghalang di Hadapanmu:
Jika
kamu mengubah standarmu tanpa kamu diiringi oleh rasa yakin yang nyata bahwa
kamu mampu mewujudkannya, maka sesungguhnya kamu hanyalah menghambat dirimu
sendiri... Kamu harus menumbuhkan perasaan percaya di dalam dirimu bahwa kamu
mampu berpegang teguh pada standar-standar barumu dan bahwasanya kamu akan
sukses... Karena rasa percaya yang pasti itulah yang berdiri di balik setiap
kesuksesan yang agung.
- Langkah 3: Ubahlah
Strategimu:
Sesungguhnya
strategi terbaik dalam hampir setiap kondisi yang kamu hadapi adalah kamu
menemukan seorang teladan (figur peniru) ... Seseorang yang telah berhasil
mewujudkan hasil-hasil yang kamu dambakan untuk diwujudkan... Dan kenalilah apa
yang ia miliki dari pengetahuan, apa yang ia lakukan untuk mewujudkan hal
tersebut, dan bagaimana cara ia berpikir... Karena dengan begitu, kamu tidak
perlu mendesain ulang roda dari awal, melainkan kamu hanya tinggal
meningkatkannya saja. Dan ingatlah bahwa pengetahuan itu bukanlah
segala-galanya, melainkan harus ada pengambilan tindakan yang diperlukan untuk
mengubah pengetahuan tersebut menjadi kenyataan... Oleh karena itu, buku ini
akan memainkan peran sebagai pelatih bagimu.
Medan-Medan
yang Wajib Dikuasai (Itqan):
Ada
lima medan di dalam kehidupan yang akan kita fokuskan bersama mengenai
bagaimana cara menguasainya secara sempurna... Yaitu medan-medan yang
menciptakan pengaruh-pengaruh paling kuat pada kehidupan kita:
- 1. Menguasai Investasi
Emosionalmu:
Kami
akan menyajikan kepadamu sebuah rencana yang bersandar pada prinsip
langkah-demi-langkah untuk menjelaskan kepadamu emosi manakah yang membekalimu
dengan kekuatan, dan emosi manakah yang menguras kekuatan-kekuatanmu, serta
bagaimana kamu dapat menggunakan keduanya dengan jalan-jalan terbaik agar
emosimu menjadi alat kuat yang membantumu mewujudkan potensi maksimal yang ada
padamu, alih-alih ia menjadi penghalang di hadapanmu.
- 2. Menguasai Investasi
Fisikmu:
Apakah
ada manfaatnya bagimu jika kamu memiliki segala hal yang dahulu kamu impikan
tanpa kamu memiliki kesehatan fisik yang membuatmu mampu menikmati hal
tersebut? Sesungguhnya pelajaran dalam penguasaan ini akan membantumu untuk
mengendalikan kesehatan fisikmu, dan pada saat itulah kamu akan tampak dalam
penampilan yang lebih baik, kamu akan merasa bahwa kamu berada dalam kondisi
yang baik, dan kamu akan memegang kendali atas urusan-urusan kehidupamu karena
kamu memiliki rasa yang memancarkan vitalitas serta aktivitas sekiranya kamu
dapat menyelesaikan apa yang kamu dambakan untuk diselesaikan.
- 3. Menguasai Investasi
Hubunganmu:
Baik
hubungan emosional, keluarga, pekerjaan, sosial, maupun hubunganmu dengan
dirimu sendiri terlebih dahulu kemudian dengan orang lain... Kamu akan mulai
menemukan apa yang kamu berikan nilai tertinggi di dalam kehidupamu, apa
sajakah harapan-harapanmu dari kehidupan, dan apa sajakah aturan-aturan yang
mengatur nilai kehidupan di matamu, kemudian setelah itu kamu akan belajar
bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain.
- 4. Menguasai Investasi
Urusan Keuanganmu:
Pelajaran
ini akan membimbingmu tentang bagaimana cara melampaui sekadar bertahan hidup
di masa tua usiamu atau bahkan sebelum masa itu... Kebanyakan dari kita
menderita kesulitan materi yang terus-menerus dan berhalusinasi bahwa perolehan
kita terhadap lebih banyak uang akan dapat menyelesaikan masalah ini serta
membebaskan kita dari stres. Padahal, setiap kali kita mengumpulkan lebih
banyak uang, justru semakin meningkat pula stres yang kita rasakan. Kunci dari
segala urusan ini bukanlah mengejar kekayaan semata, melainkan mengubah
keyakinan-keyakinan kuatmu serta sikapmu seputar topik ini, sekiranya kamu
menyadari bahwa uang hanyalah saramu untuk berkontribusi dengan peran yang
dituntut darimu, dan uang bukanlah tujuan itu sendiri untuk mewujudkan kebahagiaan...
Kamu akan belajar bagaimana cara mengubah apa yang menyebabkanmu mengalami
kekurangan finansial, kemudian bagaimana cara menempuh jalan yang diperlukan
yang membuatmu mampu mendapatkan kekayaan dan menjaganya.
- 5. Menguasai Investasi
Waktu:
Aku
tidak sedang berbicara di sini tentang manajemen waktu, melainkan tentang
mengambil waktu dan "menekuknya" sekiranya ia menjadi sekutu bagimu
alih-alih ia menjadi musuhmu. Ini akan mengajarkanmu bagaimana evaluasi jangka
pendek dapat menuntun pada rasa sakit jangka panjang... Dan bagaimana kamu
mengambil keputusan yang nyata serta bagaimana kamu mengekang gejolak
keinginanmu untuk mencapai upah (balasan) yang instan, sekiranya kamu
memberikan kesempatan bagi ide-ide, kreativitasmu, bahkan kemampuan-kemampuanmu
untuk mengambil waktu yang diperlukan agar menjadi matang.
Sesungguhnya
impian-impian dan tujuan-tujuanku tidak harus sama dengan impian-impian dan
tujuan-tujuanmu, hanya saja aku meyakini bahwa pelajaran-pelajaran yang aku
pelajari seputar bagaimana cara mengubah impian-impianku menjadi kenyataan
adalah pelajaran-pelajaran fundamental untuk mewujudkan tingkatan kesuksesan
personal maupun profesional apa pun... Buku ini akan membekalimu dengan
pola-pola kekuatan baru yang istimewa yang dapat membantumu membawa kehidupanmu
ke tingkat yang lain, dan kamu akan mempelajari rangkaian strategi spesifik
yang sederhana untuk menghadapi sebab-sebab tantangan dan perubahan apa pun
dengan porsi usaha yang paling minimal... Dan buku ini akan menjadi titik tolak
yang membantumu mengangkat seluruh kehidupanmu ke tingkat yang lebih tinggi
dengan menciptakan perubahan-perubahan yang menyeluruh.
Kamu
akan menemukan di dalam buku ini manfaat-manfaat dari pengalaman ribuan buku,
kaset rekaman, ceramah, dan wawancara yang aku kumpulkan selama kurun waktu 10
tahun.
Dan
dikarenakan pengulangan adalah induk dari keterampilan, maka kamu wajib
mengulang-ulang membaca buku ini dan menggunakannya sebagai alat yang
mendorongmu untuk menemukan jawaban-jawaban yang sebenarnya telah bersemayam di
dalam dirimu.
Dan
tidak ada keharusan bagimu untuk memercayai atau menggunakan seluruh apa yang
ada di dalam buku ini... Ambillah apa yang kamu anggap bermanfaat dan
letakkanlah ia dalam ranah praktik penerapan segera... Dan kamu tidak harus
menerapkan seluruh strategi yang tercakup di dalamnya... Sebab setiap orang
memiliki potensi individual untuk mengubah kualitas kehidupannya.
Keputusan:
Jalan Menuju Kekuatan
Manusia
dilahirkan untuk hidup... bukan untuk bersiap-siap untuk hidup.
Kamu
harus menangkap momen yang tepat... karena sekarang adalah waktu untuk
mendesain sepuluh tahun ke depan dari kehidupanmu... Bagaimanakah kamu akan
menjalani tahun-tahun tersebut? Dan apa sajakah urusan-urusan yang penting
bagimu dalam jangka panjang? Serta apa sajakah tindakan-tindakan yang wajib
kamu lakukan hari ini yang mana hal itu akan membentuk takdir akhirmu?
Aku
telah menjelaskan bahwa jalan paling kuat untuk membentuk kehidupan kita adalah
dengan memaksa diri kita sendiri untuk melakukan tindakan (pekerjaan)... Dan
tindakan-tindakan yang berbeda akan menghasilkan hasil-hasil yang berbeda
pula... Inti dari masalah ini adalah bahwa kita harus mengendalikan
tindakan-tindakan kita yang terus-menerus jika kita ingin memegang kendali
inisiatif dalam mengarahkan kehidupan kita... Karena yang membentuk kehidupan
kita bukanlah apa yang kita lakukan dari waktu ke waktu (sesekali)... melainkan
apa yang kita lakukan secara terus-menerus.
Kunci
dari segala urusan adalah: Apakah yang menentukan tindakan-tindakan yang kita
lakukan? Jawabannya adalah: Kekuatan dalam mengambil keputusan... Sesungguhnya
momen-momen di saat kamu mengambil keputusan-keputusanmu, itulah yang membentuk
kehidupanmu... Maka keputusan-keputusan kita, dan bukanlah kondisi-kondisi
kehidupan kita, yang menentukan takdir kita lebih dari apa pun yang lain.
Ada
perbedaan antara sekadar menaruh perhatian pada suatu urusan dengan berkomitmen
penuh padanya... Jika kamu ingin mendapatkan lebih banyak uang atau ingin lebih
dekat dengan anak-anakmu... maka ucapan seperti ini sama sekali tidak
merepresentasikan sebuah komitmen... melainkan hanyalah sebuah ungkapan tentang
bagaimana kamu lebih menyukai urusan-urusan itu terjadi.
Kamu
harus memutuskan—sebagai tambahan bagi hasil-hasil yang kamu berkomitmen untuk
mewujudkannya—kualitas pribadi seperti apa yang kamu berkomitmen untuk menjadi
sosok tersebut... Kamu harus menetapkan standar-standar bagi apa yang kamu
anggap sebagai perilaku yang dapat diterima. Karena jika kamu tidak menetapkan
standar minimal dari apa yang dapat kamu terima di dalam kehidupanmu, maka kamu
akan mendapati dirimu tergelincir dengan mudah ke dalam pola-pola perilaku,
sikap, atau kualitas kehidupan yang jauh lebih rendah daripada apa yang
sebenarnya layak kamu dapatkan secara realitas... Kamu harus menetapkan
standar-standar tersebut dan hidup berdasarkan standarnya apa pun yang kamu
hadapi di dalam kehidupanmu... Akan tetapi, mayoritas manusia tidak pernah
melakukan hal itu karena mereka menghabiskan waktu mereka untuk mencoba
menciptakan alasan-alasan bagi diri mereka sendiri... Contohnya: Tidak
tersedianya peluang-peluang di hadapan mereka selama masa muda mereka, atau
karena mereka tidak menerima pendidikan yang sesuai, atau karena mereka masih
berusia sangat muda, atau karena mereka telah lanjut usia... Semua ini pada
realitasnya adalah alasan-alasan yang menghancurkan... Sesungguhnya penggunaan
kekuatan keputusan memberikanmu kemampuan untuk melompati alasan apa pun pada
saat dan momen itu juga... Dialah sumber perubahan... Kamu dapat mengambil
sebuah keputusan pada momen ini secara khusus... Kamu pada realitasnya dapat
melakukan apa pun jika kamu benar-benar memutuskannya... Kamu memiliki
kemampuan mengambil keputusan baru yang boleh jadi akan mengubah kehidupanmu
secara langsung... Bangunkanlah kekuatan raksasa dari pengambilan keputusan...
Ambillah sekarang juga keputusan yang akan menjalankanmu ke arah baru yang
positif lagi kuat untuk mengantarkanmu pada kebahagiaan dan pertumbuhan.
Kekuatan
pendorong ini sebenarnya sudah ada pada dirimu... Bahkan, ia tersedia bagi
pekerja biasa (buruh) sama persis seperti ia tersedia bagi tokoh-tokoh besar...
Mulailah dengan mengumumkan: ("Inilah aku, dan seperti inilah
kehidupanku nantinya, dan inilah yang akan aku lakukan... Tidak akan ada yang
berdiri di hadapanku dengan izin Allah yang menghalangiku dari mewujudkan
takdir-takdirku... Tidak akan ada hambatan yang berdiri di hadapanku dengan
daya dan kekuatan Allah").
Yang
penting bukanlah posisi tempatmu memulai, melainkan keputusan-keputusan yang
kamu ambil seputar posisi yang kamu azamkan (desain) untuk kamu capai.
Tidaklah
penting pada permulaannya kamu mengetahui bagaimana cara mencapai suatu hasil,
melainkan yang penting adalah kamu bertekad kuat (mendesain) untuk mencapai
jalan menuju hal tersebut.
Aku
telah menetapkan formula kesuksesan akhir sebagai berikut:
- Memutuskan apa yang kamu
inginkan.
- Melangkah untuk bertindak
(bekerja).
- Mengamati sisi-sisi yang
berhasil dan yang gagal.
- Mengubah arahmu (strategimu)
sampai kamu berhasil mewujudkan apa yang kamu inginkan.
Pada
momen di saat kamu berkomitmen dengan komitmen yang sempurna, maka pertolongan
dan pemeliharaan Ilahi akan berembas untuk membantumu.
Sesungguhnya
mengambil keputusan yang jujur berarti berkomitmen untuk mewujudkan suatu hasil
dan kemudian menutup dirimu dari kemungkinan-kemungkinan lain apa pun... Kita,
setelah mengambil keputusan yang jujur, tegas, bahkan kejam (terhadap pilihan
lain), maka mayoritas dari kita akan merasakan porsi ketenteraman yang sangat
besar... Kita akhirnya telah melompati pagar... Sesungguhnya kejelasan dalam
tujuan memberikanmu kekuatan.
Tantangan
bagi mayoritas dari kita adalah bahwa kita sudah lama tidak mengambil
keputusan, sehingga kita lupa bagaimana rasanya ketika itu... Otot-otot
pengambilan keputusan kita telah layu (lemah)... Maka cara yang benar untuk
mengambil keputusan-keputusan yang lebih baik adalah dengan mengambil lebih
banyak keputusan... Dan setelah itu, bersungguh-sungguhlah untuk belajar dari
setiap keputusan yang kamu ambil... Setiap kali kamu mengambil keputusan lebih
banyak, maka akan semakin meningkat pula perasaanmu bahwasanya kamu
mengendalikan kehidupanmu dengan pengendalian yang lebih baik, dan dengan
begitu kamu akan menantikan lebih banyak tantangan.
Informasi
adalah kekuatan ketika ia diletakkan dalam ranah praktik penerapan.
Pengulangan
adalah induk dari keterampilan.
Ada
perbedaan antara perwujudan tujuan dengan upaya mengamalkan nilai luhur dan
nilai-nilai moralnya... Oleh karena itu, banyak dari orang-orang terkenal di
Amerika sebagai contoh—mereka mewujudkan apa yang dahulu mereka impikan dari
kesuksesan—namun mereka tidak menemukan jalan untuk menikmati apa yang telah
mereka wujudkan tersebut. Karena itu, mereka sering kali melarikan diri pada
kecanduan obat-obatan; hal ini dikembalikan kepada faktor kekosongan spiritual
(ruhiyah) dan dikembalikan kepada hilangnya nilai luhur, kesucian, sikap
ihtisab (mengharap pahala), serta keimanan yang mewariskan ketenangan di dalam
hati. Dan Mahabenar Allah:
"Dan
barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada
hatinya."
Serta
karena mereka terputus dari keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala:
"Dan
barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang
dapat menyesatkannya." [QS. Az-Zumar: 37]
"Katakanlah:
Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk
kepada orang-orang yang bertobat kepada-Nya." [QS. Ar-Ra'd: 27]
Tiga
keputusan yang kamu ambil pada setiap momen dari kehidupanmu yang mengendalikan
takdirmu dan memegang kontrol atasnya:
- Keputusan-keputusanmu seputar
apa yang akan kamu "fokuskan".
- Seputar "makna segala
sesuatu" bagimu.
- Seputar apa yang "akan
kamu lakukan" untuk mewujudkan hasil-hasil yang kamu tuju.
Banyak
orang tidak mengambil mayoritas keputusan mereka berdasarkan kesadaran...
Mereka langsung melompat ke tengah-tengah sungai kehidupan tanpa pada
realitasnya memutuskan ke mana mereka akan menuju... Mereka merasa cukup dengan
melesat bersama arus... Sehingga mereka menjadi bagian dari ketumpukan (massa)
manusia yang diarahkan oleh lingkungan sekitarnya, alih-alih mereka diarahkan
oleh nilai-nilai mereka. Oleh karena itu, mereka merasa bahwa mereka telah
kehilangan kendali sampai suara air terjun yang bergemuruh membangunkan mereka,
dan pada saat itulah mereka bersiap-siap untuk bertindak, namun setelah
hilangnya kesempatan (terlambat) karena mereka pasti akan jatuh... Maka,
tantangan apa pun yang kamu hadapi saat ini di dalam kehidupanmu, sering kali sebenarnya
bisa kamu hindari dengan cara kamu mengambil keputusan-keputusan yang lebih
baik pada permulaannya.
Sesungguhnya
di dalam otak kita terdapat sistem internal untuk mengambil keputusan, dan
sistem ini bekerja sebagai kekuatan tidak kasat mata yang mengarahkan seluruh
pikiran, tindakan, dan perasaanmu... Kebanyakan manusia tidak mencoba untuk
menyetel sistem ini terlebih dahulu, melainkan ia telah terpasang bagi mereka
melewati tahun demi tahun oleh sumber-sumber yang bervariasi seperti kedua
orang tua, para guru, televisi, dan budaya... Dan sistem ini terbentuk dari
lima bagian:
- Keyakinan-keyakinanmu dan
aturan-aturan yang tidak kamu sadari.
- Nilai-nilai kehidupan.
- Referensimu (basis rujukan).
- Pertanyaan-pertanyaan yang
biasanya kamu ajukan kepada dirimu sendiri.
- Kondisi-kondisi emosional
yang kamu tunduk kepadanya pada setiap momen.
Hubungan
kooperatif di antara elemen-elemen ini menuntun pada pengerahan usaha yang
dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk mendorongmu atau
menghentikanmu dari melakukan tindakan (pekerjaan)...
Dan
dengan mengubah apa pun dari kelima elemen ini, maka kamu akan langsung
menciptakan perubahan yang dapat dirasakan di dalam kehidupanmu... Dan yang
lebih penting dari itu, adalah bahwa dengan begitu kamu sedang memerangi sebab
(akar masalah), alih-alih memerangi hasil-hasil akibatnya.
Contohnya,
jika kamu berlebihan dalam mengonsumsi makanan, maka sebab yang sejati dalam
hal itu sering kali adalah masalah nilai-nilai atau keyakinan-keyakinan kuat,
lebih dari sekadar masalah yang berkaitan dengan makanan itu sendiri secara
khusus.
Kita
memiliki kemungkinan untuk melompati sistem ini dengan cara mengambil
keputusan-keputusan berdasarkan kesadaran pada momen apa pun dari momen-momen
kehidupan kita; karena kita tidak boleh membiarkan cara yang memprogram masa
lalu kita untuk memegang kontrol atas masa kini dan masa depan kita. Sebab di
dalam pemprograman-pemprograman ini terdapat sisa-sisa keterbelakangan,
kesia-siaan, penjajahan budaya, kebiasaan lingkungan tempat kita dibesarkan,
serta pendidikan lingkungan dan sekolah yang tidak benar. Karena ketika usia
anak mencapai 7 tahun, sebanyak 90% dari nilai-nilai kita telah tersimpan di
dalam akal anak tersebut, dan ketika usia seseorang mencapai 21 tahun,
nilai-nilainya telah sempurna di dalam akalnya baik yang negatif maupun yang
positif. Di sekolah, guru berkata kepada siswa dengan kalimat-kalimat pelemahan
yang menggantung di dalam benaknya seperti: "Kamu selamanya tidak akan
pernah paham," "Kamu itu begini dan begitu," dan
teman-teman yang buruk mengajarinya merokok serta sikap masa bodoh, ditambah
lagi media massa yang buruk dan lagu-lagu murahan menjalankan tugas merusaknya,
dan endapan-endapan ini seluruhnya sepatutnya disingkirkan.
Temukan
kembali dirimu dengan mengatur keyakinan-keyakinan kuatmu dan nilai-nilaimu
secara teratur dengan cara yang menarikmu ke arah desain yang telah kamu
tetapkan sebagai cetak biru (rencana) bagi kehidupanmu.
"Setiap
percobaan keliru yang aku tinggalkan adalah satu langkah lain yang menuntunku
ke arah depan." (Thomas Edison).
Ada
satu hambatan terakhir yang menghalangi pemanfaatan kemampuan kita untuk
mengambil keputusan, yaitu mengatasi rasa takut kita dari pengambilan keputusan
yang keliru... Sesungguhnya kesuksesan itu pada hakikatnya adalah hasil dari
penilaian yang tepat, dan penilaian yang tepat adalah hasil dari sebuah
pengalaman, dan pengalaman sering kali dihasilkan dari penilaian yang keliru...
Maka kita wajib berkomitmen untuk belajar dari kesalahan-kesalahan kita
alih-alih kita menampar wajah kita sendiri dalam kepanikan, karena jika tidak,
kita pasti akan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama di masa depan tanpa
diragukan lagi. "Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat
bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, jangan merasa lemah, dan janganlah
kamu berkata: 'Seandainya aku melakukan begini niscaya akan menjadi begitu,'
karena sesungguhnya kata 'seandainya' itu membuka pintu amalan setan."
Di
samping pengalaman personal dalam hal tingkat kepentingan, adalah penting
bagimu untuk memikirkan siapakah yang akan kamu teladani dalam
sentuhan-sentuhan yang ingin kamu kuasai secara sempurna (itqan) di dalam
kehidupanmu; karena urusan itu akan menghemat bertahun-tahun rasa sakit darimu
dan melindungimu dari terseret dalam arus masalah dan hambatan.
Tidak
ada kegagalan di dalam kehidupan... yang ada hanyalah hasil-hasil semata...
Jika kamu belum mewujudkan hasil-hasil yang kamu tuju, maka kamu wajib belajar
dari pengalaman ini agar kamu memiliki referensi yang membuatmu mampu
mengetahui bagaimana cara mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan.
Salah
satu keputusan paling penting adalah kamu memutuskan untuk menggunakan apa yang
dianugerahkan kehidupan kepadamu pada momen itu juga; karena kamu akan mampu
mewujudkan seluruh apa yang kamu dambakan jika kamu:
- Memutuskan dengan jelas apa
yang kamu berkomitmen untuk mewujudkannya.
- Memiliki keinginan untuk
melakukan tindakan yang serius.
- Memeriksa apa yang bisa
diwujudkan dan apa yang tidak bisa diwujudkan.
- Melanjutkan perubahan
arahmu sampai kamu mampu mewujudkan apa yang kamu inginkan.
Anthony
Robbins berkata: Pendiri perusahaan Honda sukses karena ia mengambil
keputusan-keputusan yang kuat bahwasanya ia harus sukses, dan ia memiliki emosi
yang meluap-luap serta keyakinan kuat terhadap apa yang ia lakukan, sebagaimana
ia juga memiliki strategi yang agung, mengambil tindakan-tindakan yang
menyeluruh, dan memutuskan untuk terus konsisten dalam mewujudkan tujuannya.
Agar
kamu sukses, haruslah kamu memiliki titik fokus jangka panjang... Karena
mayoritas tantangan yang kamu hadapi—seperti merokok atau melepaskan
tujuan-tujuan kita—sesungguhnya ia bersumber dari titik fokus jangka pendek.
Jangan
meratapi nasibmu apa pun yang kamu jumpai di dalam kehidupanmu... Karena
masalah apa pun yang menjumpaimu adalah lebih kecil dengan tingkat perbandingan
yang tidak dapat diukur dibandingkan apa yang diderita oleh orang-orang lain
(seperti para pasien penyakit mental, contohnya...).
Ketika
anugerah-anugerah Allah Subhanahu wa Ta'ala terlambat datang, maka hal ini
tidak berarti Allah menahannya dari kita. Karena apa yang tampak mustahil dalam
jangka pendek akan menjadi sangat mungkin terjadi dalam jangka panjang.
Sesungguhnya musim apa pun dari musim-musim dalam setahun tidak akan
berlangsung selamanya, karena kehidupan ini adalah sebuah siklus alami... Akan
tetapi, musim dingin berarti bagi sebagian orang sebagai musim (hibernasi/tidur
musim dingin), sedangkan bagi sebagian orang yang lain ia berarti bermain papan
seluncur atau ski, kesenangan, dan aktivitas... Dan selalu memungkinkan bagimu
untuk menunggu berakhirnya musim yang kamu benci, akan tetapi bukankah lebih
baik jika kamu menjadikannya sebagai waktu yang membawa kenangan-kenangan indah
untukmu?
Bukankah
lebih baik jika kamu bekerja untuk mendatangkan apa yang kamu cintai alih-alih
kamu meratapi nasibmu? Kemudian, apakah yang telah kamu persembahkan sampai
kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan? Dan apakah angan-angan kosong itu
saja sudah sah untuk melakukan perubahan, ataukah perubahan itu tidak sah
baginya kecuali dengan tindakan-tindakan yang besar?
Kendalikan
Kemampuan dalam Mengambil Keputusan:
Ada
enam kunci cepat yang akan membuatmu mampu mengendalikan kemampuanmu dalam
mengambil keputusan:
- Ingatlah kekuatan sejati
dari pengambilan keputusan.
- Kamu harus menyadari
bahwa langkah paling sulit pada jalan perwujudan apa pun adalah komitmen
yang nyata lagi jujur yang menyertai pengambilan keputusan jujur apa
pun... Maka jangan melelahkan dirimu selamanya dalam keadaan kamu
berpikir mengenai masalah bagaimana cara (atau apakah kamu mampu untuk)
melangkah melakukan tindakan ini... Sesungguhnya orang-orang yang paling
sukses adalah mereka yang mengambil keputusan-keputusan mereka dengan
cepat dikarenakan mereka memiliki nilai-nilai yang jelas dan tujuan-tujuan
yang jelas, begitu pula mereka adalah orang-orang yang paling lambat dalam
mengubah keputusan-keputusan mereka jika mereka melakukannya... Adapun
orang-orang yang gagal, mereka adalah orang-orang yang mengambil keputusan
mereka dengan lambat namun mengubah pikiran mereka dengan cepat dan merasa
cukup dengan membolak-balikkan urusan ke sana kemari... Putuskanlah untuk
tidak meninggalkan panggung suatu keputusan tanpa kamu mengambil
langkah-langkah nyata untuk mewujudkannya dan meletakkannya dalam ranah
praktik penerapan.
- Ambillah keputusan yang
banyak: Karena otot-otot itu akan semakin meningkat kekuatannya dengan
cara digunakan...
- Belajarlah dari
keputusan-keputusanmu: Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari
kegagalan, maka jika hal itu terjadi janganlah kamu menampar kedua pipimu
dalam kepanikan, melainkan belajarlah sesuatu yang baru dan tanyakan
kepada dirimu sendiri: Apakah hal yang baik di dalam kejadian ini? Apakah
yang dapat aku pelajari dari kejadian ini? Karena boleh jadi kegagalan
ini adalah anugerah yang tetap tersembunyi sampai kamu menggunakannya
untuk mengambil keputusan-keputusan yang lebih baik di masa depan.
- Berkomitmenlah pada
keputusan-keputusanmu namun bersungguh-sungguhlah untuk memiliki
fleksibilitas dalam arahmu (strategimu)... Maka jangan berhenti dengan
keras kepala terkait sarana-sarana untuk mewujudkan tujuan akhir ini...
Karena kamu wajib membuka diri pada jalan-jalan lain yang boleh jadi lebih
baik.
- Nikmatilah pengambilan
keputusan.
Wajib bagimu untuk menjalani kehidupan yang selalu penuh
ekspektasi dan penantian yang optimis.
Kehidupan itu adakalanya berupa petualangan yang berani, atau
tidak menjadi apa-apa sama sekali...
Kamu harus menyadari bahwasanya keputusan-keputusanmu, dan
bukanlah kondisi-kondisimu, yang menentukan takdirmu.
Aktivasi
Praktis terhadap Hakikat dan Nilai-Nilai Tema
Melalui
aktivitas-aktivitas berikut ini:
Pertama:
Aktivitas Pendamping (Ko-kurikuler):
- Mengemukakan pendapat dan
konsepnya seputar melayani orang lain serta membantu mereka agar mereka
menjadi bagian dari prajurit dakwah.
- Mencatat hakikat-hakikat
pelajaran yang telah ia ambil manfaatnya, mengungkapkannya dengan gayanya
sendiri, dan menyusunnya dalam bentuk rumusan yang baru.
Kedua:
Aktivitas Pendukung (Penunjang):
- Merencanakan untuk mengambil
manfaat dari impian-impiannya dan mengubahnya menjadi realitas praktis.
- Mengangkat slogan: "Hakikat
hari ini adalah impian hari kemarin, dan impian hari ini adalah hakikat
hari esok."
- Merangkum seluruh apa yang
diambil manfaatnya dari buku dalam poin-poin yang membantunya mewujudkan
kesuksesan di dalam kehidupannya.
- Bekerja dengan
bersungguh-sungguh untuk melaksanakan nasihat-nasihat buku yang telah ia
pelajari.
- Berlatih untuk mengambil
keputusan-keputusan tegas guna mengubah kehidupannya dalam kurun waktu
tertentu dengan meminta bantuan musyawarah dari saudara-saudara dan
keluarganya.
- Menyampaikan khotbah atau
kultum seputar pentingnya meneladani Rasul dan para sahabat beliau yang
mulia dalam mewujudkan kesuksesan.
- Mengulang-ulang tugas-tugas
dan program-program yang telah ia tetapkan bagi dirinya sendiri sampai ia
menguasai keterampilan-keterampilan yang didapatkan tersebut.
- Membuat kelas pelatihan
tentang kesuksesan.
Evaluasi
dan Pengukuran Mandiri:
Pertama:
Pertanyaan Esai (Uraian):
- Kesuksesan bertumpu pada
keteguhan dalam memegang nilai-nilai kemampuan bertahan (daya tahan) dan
melayani orang lain.... Jelaskanlah hal tersebut!
- Apakah hubungan antara
impian-impian dan perwujudan kesuksesan?
- Apakah yang dimaksud dengan
prinsip fokus kekuatan?
- Di sana ada tiga prinsip
pertama bagi perubahan... Sebutkanlah!
- Sebutkanlah manfaat-manfaat
paling penting dari meneladani orang-orang sukses dan mengikuti jejak
langkah mereka!
- Bagaimanakah kita dapat
menginvestasikan emosi kita untuk mewujudkan tujuan-tujuan kita?
- Manusia dilahirkan untuk
hidup.... bukan untuk bersiap-siap untuk hidup... Terangkanlah hal
tersebut!
- Apakah pentingnya mengambil
keputusan dalam mewujudkan kesuksesan? Dan apa sajakah langkah-langkah
yang diperlukan untuk hal tersebut?
Kedua:
Pertanyaan Objektif:
- Pilihlah dari kelompok (A)
apa yang sesuai dengannya dari kelompok (B) dengan cara meletakkan nomor
pada tempatnya yang sesuai di antara tanda kurung.
|
No |
Kelompok
(A) |
Jawaban |
Kelompok
(B) |
|
1 |
Kesuksesan
pada hakikatnya berdiri di atas |
(
2 ) |
Maka
kamu wajib belajar dari pengalaman ini |
|
2 |
Jika
kamu belum mewujudkan hasil-hasil yang kamu tuju |
(
1 ) |
Hasil
dari penilaian yang tepat |
|
3 |
Agar
perubahan-perubahan memiliki nilai |
(
4 ) |
Dan
mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah |
|
4 |
Bersungguh-sungguhlah
terhadap apa yang bermanfaat bagimu |
(
3 ) |
Haruslah
ia bersifat permanen dan terus-menerus |
|
(
) |
Ubahlah
arahmu sampai kamu mencapai hakikat |
Comments
Post a Comment