Pasal 6: Mulailah Dengan Langkah-Langkah Kesuksesan

BAB KEENAM: Mulailah Langkah-Langkah Kesuksesan

Tujuan Umum:

  1. Memahami secara mendalam langkah-langkah kesuksesan.
  2. Memperkuat sikap positif peserta didik dalam mewujudkan kesuksesan.
  3. Memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai sekumpulan aktivitas yang dapat membantunya meraih kesuksesan.

Tujuan Perilaku Instruksional untuk Tema Ini:

Dengan berakhirnya proses pembelajaran pada tema ini, diharapkan peserta didik mampu melakukan hal-hal berikut:

Pertama: Tujuan Kognitif (Pengetahuan):

  1. Menyebutkan bahwa kesuksesan itu bertumpu pada keteguhan dalam memegang nilai-nilai kemampuan bertahan (daya tahan) dan melayani orang lain.
  2. Menyerasikan (memadukan) antara impian-impian dan tujuan-tujuannya.
  3. Memastikan penerapannya terhadap prinsip "Fokus Kekuatan" agar dapat mewujudkan tingkatan-tingkatan terbaik.
  4. Menjelaskan sejauh mana kemungkinan mengeksploitasi bakat-bakat khusus untuk mewujudkan keunggulan.
  5. Menyebutkan tiga prinsip pertama dari perubahan.
  6. Mengurutkan keterampilan-keterampilan hidup yang wajib dikuasai agar dapat mewujudkan kesuksesan.
  7. Membuktikan bahwasanya keputusan-keputusan merupakan jalan menuju kekuatan.
  8. Membedakan antara sekadar menaruh perhatian pada suatu urusan dengan berkomitmen penuh padanya.
  9. Memastikan bahwasanya objektivitas dalam tujuan akan memberikannya kekuatan dalam mengambil keputusan yang tepat.
  10. Mengetahui bahwasanya pengulangan adalah induk dari keterampilan.
  11. Menyerasikan antara perwujudan tujuan dengan upaya mengamalkan nilai luhur dan nilai-nilai moralnya.
  12. Menggunakan kemampuan-kemampuan, keyakinan-keyakinan kuat, dan nilai-nilainya secara teratur yang dapat membantunya mengambil keputusan yang sesuai.
  13. Mengambil manfaat dari setiap pengalaman yang ia lalui.
  14. Membentuk titik fokus jangka panjang di dalam dirinya untuk menghadapi berbagai tantangan.
  15. Menghubungkan antara perubahan dan perwujudan kesuksesan.

Kedua: Tujuan Afektif (Sikap/Nilai):

  1. Berpegang teguh pada nilai-nilai kemampuan bertahan (daya tahan) dan melayani orang lain.
  2. Menghindari kerugian-kerugian (hambatan-hambatan fisik/mental) dan penghalang kesuksesan.
  3. Menunjukkan kesungguhan untuk menggunakan prinsip fokus kekuatan demi mewujudkan keunggulan.
  4. Menaruh perhatian besar untuk membaca buku ini dan menerapkan aktivitas serta program yang ada di dalamnya.
  5. Mengerahkan upaya dalam meningkatkan fasilitasi dirinya dan mengubah dirinya menuju arah yang lebih baik.
  6. Percaya pada diri sendiri dan kemampuan-kemampuannya, serta sadar bahwa ia adalah bagian dari umat yang agung yang memegang kepemimpinan di garda depan.
  7. Menunjukkan kesiapan untuk menguasai dengan baik (itqan) dan unggul di berbagai bidang kehidupan.
  8. Meneladani Rasulullah , para sahabat beliau yang mulia, serta seluruh pahlawan Islam.
  9. Bersemangat untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain.
  10. Menegaskan bahwa komitmen dalam mengambil keputusan yang jujur berarti komitmen untuk menerapkannya.
  11. Tekun melakukan pengulangan dalam setiap urusan sampai ia memiliki keterampilan tersebut.
  12. Mengadopsi prinsip "Mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah" sebagai prinsip dasar di dalam kehidupannya.
  13. Berinisiatif untuk mengambil keputusan yang tepat.

Ketiga: Tujuan Psikomotorik (Keterampilan):

  1. Merencanakan dengan mahir untuk mengambil manfaat dari impian-impiannya dan mengubahnya menjadi kenyataan dengan memanfaatkan potensi serta kemampuannya.
  2. Selalu berusaha melayani orang lain dan bersabar atas hal tersebut.
  3. Berinovasi menciptakan cara-cara baru untuk mengeksploitasi bakat-bakat khususnya dengan pemanfaatan yang paling optimal.
  4. Membaca tema ini dengan kecermatan yang sangat tinggi.
  5. Mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya secara nyata.
  6. Menulis sebuah selebaran (daftar) berisi segala hal yang tidak akan ia terima lagi di dalam kehidupannya dan hal-hal yang ia impikan untuk diwujudkan.
  7. Menciptakan metode-metode baru untuk menginvestasikan waktu dan menundukkannya di kemudian hari.
  8. Melakukan olahraga fisik demi menjaga kebugaran jasmaninya.
  9. Menerapkan apa yang telah dipelajarinya dalam seluruh urusan kehidupannya.
  10. Mencoba mengambil keputusan yang sesuai baginya tepat pada waktunya.
  11. Menerapkan apa yang telah dipelajarinya dalam seluruh urusan kehidupannya. (Poin berulang sesuai teks asli)
  12. Mencoba mengambil keputusan yang sesuai baginya di dalam kehidupannya.
  13. Menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah diambilnya dengan cara berkomitmen untuk menerapkannya pada realitas kenyataan di dalam kehidupannya.
  14. Mahir memanggil kembali impian-impiannya dan mengubahnya menjadi kenyataan.
  15. Mahir mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahannya dengan menghindari meratapi nasib buruk.
  16. Berinovasi menciptakan cara-cara baru yang tidak konvensional untuk mengenal orang lain dan berkomunikasi dengan mereka.

Materi Ilmiah:

Kesuksesan yang sejati pertama-tama bertumpu pada keteguhan dalam memegang nilai-nilai kemampuan bertahan (daya tahan) dan melayani orang lain.

Bagian Pertama: Lepaskan Kekuatan yang Ada di Dalam Dirimu

1. Impian-Impian Takdir

  • Setiap dari kita memiliki impian-impiannya sendiri di dalam kehidupan, hanya saja berbagai keputusasaan membuyarkan kehendak kita... dan fokus utama kesibukanku adalah memanggil kembali impian tersebut lalu menjadikannya sebagai kenyataan.
  • Momen di mana kehidupanku berubah adalah momen ketika aku berkata kepada diriku sendiri: "Cukup! Sesungguhnya aku tahu bahwa aku lebih besar daripada apa yang telah aku capai hingga saat ini, baik secara mental, emosional, maupun fisik." Dan pada saat itulah aku mengambil sebuah keputusan yang mengubah kehidupanku untuk selama-lamanya... karena aku memutuskan untuk mengubah hampir setiap sisi dari sisi-sisi kehidupanku, sebagaimana aku juga memutuskan untuk tidak akan pernah menerima apa pun yang lebih rendah dari apa yang mampu aku wujudkan.
  • Aku telah menggunakan prinsip "Fokus Kekuatan", yaitu fokus secara terus-menerus untuk naik ke tingkatan yang lebih baik dan menguasai pekerjaanku secara sempurna (itqan).
  • Aku telah sampai pada sebuah keyakinan kuat bahwa kita diciptakan agar setiap dari kita mempersembahkan sesuatu yang unik, dan bahwasanya di dalam diri setiap kita ada seorang raksasa yang sedang tertidur (bakat khusus) yang sedang menunggu seseorang untuk mengetuknya dan membangunungkannya dari tidur panjangnya.
  • Bahkan, kita semua diciptakan dalam keadaan setiap dari kita menjadi unik di dalam polanya... dan kita semua menikmati kesempatan-kesempatan yang setara untuk mengalami kehidupan dengan segala aspeknya... Aku telah memutuskan bahwa aku harus berkontribusi di dalam kehidupan dengan suatu cara tertentu, sehingga kontribusi tersebut tetap terus berjalan melampaui batas berakhirnya kehidupanku.
  • Mulailah segera dengan mengambil langkah unik berupa membaca buku ini, kerahkanlah dalam hal itu segenap kemampuanmu, dan terapkanlah setiap hal yang kamu pelajari dengan cara-cara yang sederhana pada setiap menit dari setiap hari dari hari-hari kehidupanmu.
  • Agar perubahan-perubahan tersebut memiliki nilai yang sejati, maka ia harus bersifat permanen dan terus-menerus.

Ada Tiga Prinsip Pertama Bagi Perubahan:

Ini adalah prinsip-prinsip yang sederhana namun memiliki efek yang kuat, dan wajib bagi setiap individu untuk mengikutinya agar dapat menciptakan perubahan personal di dalam kehidupannya:

  • Langkah 1: Naikkan Standarmu (Kriteriamu):

Artinya: Mengubah apa yang kamu tuntut dari dirimu sendiri dan jangan menerima apa yang ada di bawah hal tersebut... Ubahlah dirimu... Tulislah segala hal yang tidak akan kamu terima lagi di dalam kehidupannya setelah hari ini, hal-hal yang tidak akan mampu kamu tanggung lagi, dan hal-hal yang sangat kamu dambakan untuk menjadi bagian dari dirimu di kemudian hari.

  • Langkah 2: Ubahlah Keyakinan-Keyakinan Kuat yang Menjadi Penghalang di Hadapanmu:

Jika kamu mengubah standarmu tanpa kamu diiringi oleh rasa yakin yang nyata bahwa kamu mampu mewujudkannya, maka sesungguhnya kamu hanyalah menghambat dirimu sendiri... Kamu harus menumbuhkan perasaan percaya di dalam dirimu bahwa kamu mampu berpegang teguh pada standar-standar barumu dan bahwasanya kamu akan sukses... Karena rasa percaya yang pasti itulah yang berdiri di balik setiap kesuksesan yang agung.

  • Langkah 3: Ubahlah Strategimu:

Sesungguhnya strategi terbaik dalam hampir setiap kondisi yang kamu hadapi adalah kamu menemukan seorang teladan (figur peniru) ... Seseorang yang telah berhasil mewujudkan hasil-hasil yang kamu dambakan untuk diwujudkan... Dan kenalilah apa yang ia miliki dari pengetahuan, apa yang ia lakukan untuk mewujudkan hal tersebut, dan bagaimana cara ia berpikir... Karena dengan begitu, kamu tidak perlu mendesain ulang roda dari awal, melainkan kamu hanya tinggal meningkatkannya saja. Dan ingatlah bahwa pengetahuan itu bukanlah segala-galanya, melainkan harus ada pengambilan tindakan yang diperlukan untuk mengubah pengetahuan tersebut menjadi kenyataan... Oleh karena itu, buku ini akan memainkan peran sebagai pelatih bagimu.

Medan-Medan yang Wajib Dikuasai (Itqan):

Ada lima medan di dalam kehidupan yang akan kita fokuskan bersama mengenai bagaimana cara menguasainya secara sempurna... Yaitu medan-medan yang menciptakan pengaruh-pengaruh paling kuat pada kehidupan kita:

  • 1. Menguasai Investasi Emosionalmu:

Kami akan menyajikan kepadamu sebuah rencana yang bersandar pada prinsip langkah-demi-langkah untuk menjelaskan kepadamu emosi manakah yang membekalimu dengan kekuatan, dan emosi manakah yang menguras kekuatan-kekuatanmu, serta bagaimana kamu dapat menggunakan keduanya dengan jalan-jalan terbaik agar emosimu menjadi alat kuat yang membantumu mewujudkan potensi maksimal yang ada padamu, alih-alih ia menjadi penghalang di hadapanmu.

  • 2. Menguasai Investasi Fisikmu:

Apakah ada manfaatnya bagimu jika kamu memiliki segala hal yang dahulu kamu impikan tanpa kamu memiliki kesehatan fisik yang membuatmu mampu menikmati hal tersebut? Sesungguhnya pelajaran dalam penguasaan ini akan membantumu untuk mengendalikan kesehatan fisikmu, dan pada saat itulah kamu akan tampak dalam penampilan yang lebih baik, kamu akan merasa bahwa kamu berada dalam kondisi yang baik, dan kamu akan memegang kendali atas urusan-urusan kehidupamu karena kamu memiliki rasa yang memancarkan vitalitas serta aktivitas sekiranya kamu dapat menyelesaikan apa yang kamu dambakan untuk diselesaikan.

  • 3. Menguasai Investasi Hubunganmu:

Baik hubungan emosional, keluarga, pekerjaan, sosial, maupun hubunganmu dengan dirimu sendiri terlebih dahulu kemudian dengan orang lain... Kamu akan mulai menemukan apa yang kamu berikan nilai tertinggi di dalam kehidupamu, apa sajakah harapan-harapanmu dari kehidupan, dan apa sajakah aturan-aturan yang mengatur nilai kehidupan di matamu, kemudian setelah itu kamu akan belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan orang lain.

  • 4. Menguasai Investasi Urusan Keuanganmu:

Pelajaran ini akan membimbingmu tentang bagaimana cara melampaui sekadar bertahan hidup di masa tua usiamu atau bahkan sebelum masa itu... Kebanyakan dari kita menderita kesulitan materi yang terus-menerus dan berhalusinasi bahwa perolehan kita terhadap lebih banyak uang akan dapat menyelesaikan masalah ini serta membebaskan kita dari stres. Padahal, setiap kali kita mengumpulkan lebih banyak uang, justru semakin meningkat pula stres yang kita rasakan. Kunci dari segala urusan ini bukanlah mengejar kekayaan semata, melainkan mengubah keyakinan-keyakinan kuatmu serta sikapmu seputar topik ini, sekiranya kamu menyadari bahwa uang hanyalah saramu untuk berkontribusi dengan peran yang dituntut darimu, dan uang bukanlah tujuan itu sendiri untuk mewujudkan kebahagiaan... Kamu akan belajar bagaimana cara mengubah apa yang menyebabkanmu mengalami kekurangan finansial, kemudian bagaimana cara menempuh jalan yang diperlukan yang membuatmu mampu mendapatkan kekayaan dan menjaganya.

  • 5. Menguasai Investasi Waktu:

Aku tidak sedang berbicara di sini tentang manajemen waktu, melainkan tentang mengambil waktu dan "menekuknya" sekiranya ia menjadi sekutu bagimu alih-alih ia menjadi musuhmu. Ini akan mengajarkanmu bagaimana evaluasi jangka pendek dapat menuntun pada rasa sakit jangka panjang... Dan bagaimana kamu mengambil keputusan yang nyata serta bagaimana kamu mengekang gejolak keinginanmu untuk mencapai upah (balasan) yang instan, sekiranya kamu memberikan kesempatan bagi ide-ide, kreativitasmu, bahkan kemampuan-kemampuanmu untuk mengambil waktu yang diperlukan agar menjadi matang.

Sesungguhnya impian-impian dan tujuan-tujuanku tidak harus sama dengan impian-impian dan tujuan-tujuanmu, hanya saja aku meyakini bahwa pelajaran-pelajaran yang aku pelajari seputar bagaimana cara mengubah impian-impianku menjadi kenyataan adalah pelajaran-pelajaran fundamental untuk mewujudkan tingkatan kesuksesan personal maupun profesional apa pun... Buku ini akan membekalimu dengan pola-pola kekuatan baru yang istimewa yang dapat membantumu membawa kehidupanmu ke tingkat yang lain, dan kamu akan mempelajari rangkaian strategi spesifik yang sederhana untuk menghadapi sebab-sebab tantangan dan perubahan apa pun dengan porsi usaha yang paling minimal... Dan buku ini akan menjadi titik tolak yang membantumu mengangkat seluruh kehidupanmu ke tingkat yang lebih tinggi dengan menciptakan perubahan-perubahan yang menyeluruh.

Kamu akan menemukan di dalam buku ini manfaat-manfaat dari pengalaman ribuan buku, kaset rekaman, ceramah, dan wawancara yang aku kumpulkan selama kurun waktu 10 tahun.

Dan dikarenakan pengulangan adalah induk dari keterampilan, maka kamu wajib mengulang-ulang membaca buku ini dan menggunakannya sebagai alat yang mendorongmu untuk menemukan jawaban-jawaban yang sebenarnya telah bersemayam di dalam dirimu.

Dan tidak ada keharusan bagimu untuk memercayai atau menggunakan seluruh apa yang ada di dalam buku ini... Ambillah apa yang kamu anggap bermanfaat dan letakkanlah ia dalam ranah praktik penerapan segera... Dan kamu tidak harus menerapkan seluruh strategi yang tercakup di dalamnya... Sebab setiap orang memiliki potensi individual untuk mengubah kualitas kehidupannya.

Keputusan: Jalan Menuju Kekuatan

Manusia dilahirkan untuk hidup... bukan untuk bersiap-siap untuk hidup.

Kamu harus menangkap momen yang tepat... karena sekarang adalah waktu untuk mendesain sepuluh tahun ke depan dari kehidupanmu... Bagaimanakah kamu akan menjalani tahun-tahun tersebut? Dan apa sajakah urusan-urusan yang penting bagimu dalam jangka panjang? Serta apa sajakah tindakan-tindakan yang wajib kamu lakukan hari ini yang mana hal itu akan membentuk takdir akhirmu?

Aku telah menjelaskan bahwa jalan paling kuat untuk membentuk kehidupan kita adalah dengan memaksa diri kita sendiri untuk melakukan tindakan (pekerjaan)... Dan tindakan-tindakan yang berbeda akan menghasilkan hasil-hasil yang berbeda pula... Inti dari masalah ini adalah bahwa kita harus mengendalikan tindakan-tindakan kita yang terus-menerus jika kita ingin memegang kendali inisiatif dalam mengarahkan kehidupan kita... Karena yang membentuk kehidupan kita bukanlah apa yang kita lakukan dari waktu ke waktu (sesekali)... melainkan apa yang kita lakukan secara terus-menerus.

Kunci dari segala urusan adalah: Apakah yang menentukan tindakan-tindakan yang kita lakukan? Jawabannya adalah: Kekuatan dalam mengambil keputusan... Sesungguhnya momen-momen di saat kamu mengambil keputusan-keputusanmu, itulah yang membentuk kehidupanmu... Maka keputusan-keputusan kita, dan bukanlah kondisi-kondisi kehidupan kita, yang menentukan takdir kita lebih dari apa pun yang lain.

Ada perbedaan antara sekadar menaruh perhatian pada suatu urusan dengan berkomitmen penuh padanya... Jika kamu ingin mendapatkan lebih banyak uang atau ingin lebih dekat dengan anak-anakmu... maka ucapan seperti ini sama sekali tidak merepresentasikan sebuah komitmen... melainkan hanyalah sebuah ungkapan tentang bagaimana kamu lebih menyukai urusan-urusan itu terjadi.

Kamu harus memutuskan—sebagai tambahan bagi hasil-hasil yang kamu berkomitmen untuk mewujudkannya—kualitas pribadi seperti apa yang kamu berkomitmen untuk menjadi sosok tersebut... Kamu harus menetapkan standar-standar bagi apa yang kamu anggap sebagai perilaku yang dapat diterima. Karena jika kamu tidak menetapkan standar minimal dari apa yang dapat kamu terima di dalam kehidupanmu, maka kamu akan mendapati dirimu tergelincir dengan mudah ke dalam pola-pola perilaku, sikap, atau kualitas kehidupan yang jauh lebih rendah daripada apa yang sebenarnya layak kamu dapatkan secara realitas... Kamu harus menetapkan standar-standar tersebut dan hidup berdasarkan standarnya apa pun yang kamu hadapi di dalam kehidupanmu... Akan tetapi, mayoritas manusia tidak pernah melakukan hal itu karena mereka menghabiskan waktu mereka untuk mencoba menciptakan alasan-alasan bagi diri mereka sendiri... Contohnya: Tidak tersedianya peluang-peluang di hadapan mereka selama masa muda mereka, atau karena mereka tidak menerima pendidikan yang sesuai, atau karena mereka masih berusia sangat muda, atau karena mereka telah lanjut usia... Semua ini pada realitasnya adalah alasan-alasan yang menghancurkan... Sesungguhnya penggunaan kekuatan keputusan memberikanmu kemampuan untuk melompati alasan apa pun pada saat dan momen itu juga... Dialah sumber perubahan... Kamu dapat mengambil sebuah keputusan pada momen ini secara khusus... Kamu pada realitasnya dapat melakukan apa pun jika kamu benar-benar memutuskannya... Kamu memiliki kemampuan mengambil keputusan baru yang boleh jadi akan mengubah kehidupanmu secara langsung... Bangunkanlah kekuatan raksasa dari pengambilan keputusan... Ambillah sekarang juga keputusan yang akan menjalankanmu ke arah baru yang positif lagi kuat untuk mengantarkanmu pada kebahagiaan dan pertumbuhan.

Kekuatan pendorong ini sebenarnya sudah ada pada dirimu... Bahkan, ia tersedia bagi pekerja biasa (buruh) sama persis seperti ia tersedia bagi tokoh-tokoh besar... Mulailah dengan mengumumkan: ("Inilah aku, dan seperti inilah kehidupanku nantinya, dan inilah yang akan aku lakukan... Tidak akan ada yang berdiri di hadapanku dengan izin Allah yang menghalangiku dari mewujudkan takdir-takdirku... Tidak akan ada hambatan yang berdiri di hadapanku dengan daya dan kekuatan Allah").

Yang penting bukanlah posisi tempatmu memulai, melainkan keputusan-keputusan yang kamu ambil seputar posisi yang kamu azamkan (desain) untuk kamu capai.

Tidaklah penting pada permulaannya kamu mengetahui bagaimana cara mencapai suatu hasil, melainkan yang penting adalah kamu bertekad kuat (mendesain) untuk mencapai jalan menuju hal tersebut.

Aku telah menetapkan formula kesuksesan akhir sebagai berikut:

  1. Memutuskan apa yang kamu inginkan.
  2. Melangkah untuk bertindak (bekerja).
  3. Mengamati sisi-sisi yang berhasil dan yang gagal.
  4. Mengubah arahmu (strategimu) sampai kamu berhasil mewujudkan apa yang kamu inginkan.

Pada momen di saat kamu berkomitmen dengan komitmen yang sempurna, maka pertolongan dan pemeliharaan Ilahi akan berembas untuk membantumu.

Sesungguhnya mengambil keputusan yang jujur berarti berkomitmen untuk mewujudkan suatu hasil dan kemudian menutup dirimu dari kemungkinan-kemungkinan lain apa pun... Kita, setelah mengambil keputusan yang jujur, tegas, bahkan kejam (terhadap pilihan lain), maka mayoritas dari kita akan merasakan porsi ketenteraman yang sangat besar... Kita akhirnya telah melompati pagar... Sesungguhnya kejelasan dalam tujuan memberikanmu kekuatan.

Tantangan bagi mayoritas dari kita adalah bahwa kita sudah lama tidak mengambil keputusan, sehingga kita lupa bagaimana rasanya ketika itu... Otot-otot pengambilan keputusan kita telah layu (lemah)... Maka cara yang benar untuk mengambil keputusan-keputusan yang lebih baik adalah dengan mengambil lebih banyak keputusan... Dan setelah itu, bersungguh-sungguhlah untuk belajar dari setiap keputusan yang kamu ambil... Setiap kali kamu mengambil keputusan lebih banyak, maka akan semakin meningkat pula perasaanmu bahwasanya kamu mengendalikan kehidupanmu dengan pengendalian yang lebih baik, dan dengan begitu kamu akan menantikan lebih banyak tantangan.

Informasi adalah kekuatan ketika ia diletakkan dalam ranah praktik penerapan.

Pengulangan adalah induk dari keterampilan.

Ada perbedaan antara perwujudan tujuan dengan upaya mengamalkan nilai luhur dan nilai-nilai moralnya... Oleh karena itu, banyak dari orang-orang terkenal di Amerika sebagai contoh—mereka mewujudkan apa yang dahulu mereka impikan dari kesuksesan—namun mereka tidak menemukan jalan untuk menikmati apa yang telah mereka wujudkan tersebut. Karena itu, mereka sering kali melarikan diri pada kecanduan obat-obatan; hal ini dikembalikan kepada faktor kekosongan spiritual (ruhiyah) dan dikembalikan kepada hilangnya nilai luhur, kesucian, sikap ihtisab (mengharap pahala), serta keimanan yang mewariskan ketenangan di dalam hati. Dan Mahabenar Allah:

"Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya."

Serta karena mereka terputus dari keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya." [QS. Az-Zumar: 37]

"Katakanlah: Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang bertobat kepada-Nya." [QS. Ar-Ra'd: 27]

Tiga keputusan yang kamu ambil pada setiap momen dari kehidupanmu yang mengendalikan takdirmu dan memegang kontrol atasnya:

  1. Keputusan-keputusanmu seputar apa yang akan kamu "fokuskan".
  2. Seputar "makna segala sesuatu" bagimu.
  3. Seputar apa yang "akan kamu lakukan" untuk mewujudkan hasil-hasil yang kamu tuju.

Banyak orang tidak mengambil mayoritas keputusan mereka berdasarkan kesadaran... Mereka langsung melompat ke tengah-tengah sungai kehidupan tanpa pada realitasnya memutuskan ke mana mereka akan menuju... Mereka merasa cukup dengan melesat bersama arus... Sehingga mereka menjadi bagian dari ketumpukan (massa) manusia yang diarahkan oleh lingkungan sekitarnya, alih-alih mereka diarahkan oleh nilai-nilai mereka. Oleh karena itu, mereka merasa bahwa mereka telah kehilangan kendali sampai suara air terjun yang bergemuruh membangunkan mereka, dan pada saat itulah mereka bersiap-siap untuk bertindak, namun setelah hilangnya kesempatan (terlambat) karena mereka pasti akan jatuh... Maka, tantangan apa pun yang kamu hadapi saat ini di dalam kehidupanmu, sering kali sebenarnya bisa kamu hindari dengan cara kamu mengambil keputusan-keputusan yang lebih baik pada permulaannya.

Sesungguhnya di dalam otak kita terdapat sistem internal untuk mengambil keputusan, dan sistem ini bekerja sebagai kekuatan tidak kasat mata yang mengarahkan seluruh pikiran, tindakan, dan perasaanmu... Kebanyakan manusia tidak mencoba untuk menyetel sistem ini terlebih dahulu, melainkan ia telah terpasang bagi mereka melewati tahun demi tahun oleh sumber-sumber yang bervariasi seperti kedua orang tua, para guru, televisi, dan budaya... Dan sistem ini terbentuk dari lima bagian:

  1. Keyakinan-keyakinanmu dan aturan-aturan yang tidak kamu sadari.
  2. Nilai-nilai kehidupan.
  3. Referensimu (basis rujukan).
  4. Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya kamu ajukan kepada dirimu sendiri.
  5. Kondisi-kondisi emosional yang kamu tunduk kepadanya pada setiap momen.

Hubungan kooperatif di antara elemen-elemen ini menuntun pada pengerahan usaha yang dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk mendorongmu atau menghentikanmu dari melakukan tindakan (pekerjaan)...

Dan dengan mengubah apa pun dari kelima elemen ini, maka kamu akan langsung menciptakan perubahan yang dapat dirasakan di dalam kehidupanmu... Dan yang lebih penting dari itu, adalah bahwa dengan begitu kamu sedang memerangi sebab (akar masalah), alih-alih memerangi hasil-hasil akibatnya.

Contohnya, jika kamu berlebihan dalam mengonsumsi makanan, maka sebab yang sejati dalam hal itu sering kali adalah masalah nilai-nilai atau keyakinan-keyakinan kuat, lebih dari sekadar masalah yang berkaitan dengan makanan itu sendiri secara khusus.

Kita memiliki kemungkinan untuk melompati sistem ini dengan cara mengambil keputusan-keputusan berdasarkan kesadaran pada momen apa pun dari momen-momen kehidupan kita; karena kita tidak boleh membiarkan cara yang memprogram masa lalu kita untuk memegang kontrol atas masa kini dan masa depan kita. Sebab di dalam pemprograman-pemprograman ini terdapat sisa-sisa keterbelakangan, kesia-siaan, penjajahan budaya, kebiasaan lingkungan tempat kita dibesarkan, serta pendidikan lingkungan dan sekolah yang tidak benar. Karena ketika usia anak mencapai 7 tahun, sebanyak 90% dari nilai-nilai kita telah tersimpan di dalam akal anak tersebut, dan ketika usia seseorang mencapai 21 tahun, nilai-nilainya telah sempurna di dalam akalnya baik yang negatif maupun yang positif. Di sekolah, guru berkata kepada siswa dengan kalimat-kalimat pelemahan yang menggantung di dalam benaknya seperti: "Kamu selamanya tidak akan pernah paham," "Kamu itu begini dan begitu," dan teman-teman yang buruk mengajarinya merokok serta sikap masa bodoh, ditambah lagi media massa yang buruk dan lagu-lagu murahan menjalankan tugas merusaknya, dan endapan-endapan ini seluruhnya sepatutnya disingkirkan.

Temukan kembali dirimu dengan mengatur keyakinan-keyakinan kuatmu dan nilai-nilaimu secara teratur dengan cara yang menarikmu ke arah desain yang telah kamu tetapkan sebagai cetak biru (rencana) bagi kehidupanmu.

"Setiap percobaan keliru yang aku tinggalkan adalah satu langkah lain yang menuntunku ke arah depan." (Thomas Edison).

Ada satu hambatan terakhir yang menghalangi pemanfaatan kemampuan kita untuk mengambil keputusan, yaitu mengatasi rasa takut kita dari pengambilan keputusan yang keliru... Sesungguhnya kesuksesan itu pada hakikatnya adalah hasil dari penilaian yang tepat, dan penilaian yang tepat adalah hasil dari sebuah pengalaman, dan pengalaman sering kali dihasilkan dari penilaian yang keliru... Maka kita wajib berkomitmen untuk belajar dari kesalahan-kesalahan kita alih-alih kita menampar wajah kita sendiri dalam kepanikan, karena jika tidak, kita pasti akan melakukan kesalahan-kesalahan yang sama di masa depan tanpa diragukan lagi. "Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, jangan merasa lemah, dan janganlah kamu berkata: 'Seandainya aku melakukan begini niscaya akan menjadi begitu,' karena sesungguhnya kata 'seandainya' itu membuka pintu amalan setan."

Di samping pengalaman personal dalam hal tingkat kepentingan, adalah penting bagimu untuk memikirkan siapakah yang akan kamu teladani dalam sentuhan-sentuhan yang ingin kamu kuasai secara sempurna (itqan) di dalam kehidupanmu; karena urusan itu akan menghemat bertahun-tahun rasa sakit darimu dan melindungimu dari terseret dalam arus masalah dan hambatan.

Tidak ada kegagalan di dalam kehidupan... yang ada hanyalah hasil-hasil semata... Jika kamu belum mewujudkan hasil-hasil yang kamu tuju, maka kamu wajib belajar dari pengalaman ini agar kamu memiliki referensi yang membuatmu mampu mengetahui bagaimana cara mengambil keputusan yang lebih baik di masa depan.

Salah satu keputusan paling penting adalah kamu memutuskan untuk menggunakan apa yang dianugerahkan kehidupan kepadamu pada momen itu juga; karena kamu akan mampu mewujudkan seluruh apa yang kamu dambakan jika kamu:

  1. Memutuskan dengan jelas apa yang kamu berkomitmen untuk mewujudkannya.
  2. Memiliki keinginan untuk melakukan tindakan yang serius.
  3. Memeriksa apa yang bisa diwujudkan dan apa yang tidak bisa diwujudkan.
  4. Melanjutkan perubahan arahmu sampai kamu mampu mewujudkan apa yang kamu inginkan.

Anthony Robbins berkata: Pendiri perusahaan Honda sukses karena ia mengambil keputusan-keputusan yang kuat bahwasanya ia harus sukses, dan ia memiliki emosi yang meluap-luap serta keyakinan kuat terhadap apa yang ia lakukan, sebagaimana ia juga memiliki strategi yang agung, mengambil tindakan-tindakan yang menyeluruh, dan memutuskan untuk terus konsisten dalam mewujudkan tujuannya.

Agar kamu sukses, haruslah kamu memiliki titik fokus jangka panjang... Karena mayoritas tantangan yang kamu hadapi—seperti merokok atau melepaskan tujuan-tujuan kita—sesungguhnya ia bersumber dari titik fokus jangka pendek.

Jangan meratapi nasibmu apa pun yang kamu jumpai di dalam kehidupanmu... Karena masalah apa pun yang menjumpaimu adalah lebih kecil dengan tingkat perbandingan yang tidak dapat diukur dibandingkan apa yang diderita oleh orang-orang lain (seperti para pasien penyakit mental, contohnya...).

Ketika anugerah-anugerah Allah Subhanahu wa Ta'ala terlambat datang, maka hal ini tidak berarti Allah menahannya dari kita. Karena apa yang tampak mustahil dalam jangka pendek akan menjadi sangat mungkin terjadi dalam jangka panjang. Sesungguhnya musim apa pun dari musim-musim dalam setahun tidak akan berlangsung selamanya, karena kehidupan ini adalah sebuah siklus alami... Akan tetapi, musim dingin berarti bagi sebagian orang sebagai musim (hibernasi/tidur musim dingin), sedangkan bagi sebagian orang yang lain ia berarti bermain papan seluncur atau ski, kesenangan, dan aktivitas... Dan selalu memungkinkan bagimu untuk menunggu berakhirnya musim yang kamu benci, akan tetapi bukankah lebih baik jika kamu menjadikannya sebagai waktu yang membawa kenangan-kenangan indah untukmu?

Bukankah lebih baik jika kamu bekerja untuk mendatangkan apa yang kamu cintai alih-alih kamu meratapi nasibmu? Kemudian, apakah yang telah kamu persembahkan sampai kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan? Dan apakah angan-angan kosong itu saja sudah sah untuk melakukan perubahan, ataukah perubahan itu tidak sah baginya kecuali dengan tindakan-tindakan yang besar?

Kendalikan Kemampuan dalam Mengambil Keputusan:

Ada enam kunci cepat yang akan membuatmu mampu mengendalikan kemampuanmu dalam mengambil keputusan:

  1. Ingatlah kekuatan sejati dari pengambilan keputusan.
  2. Kamu harus menyadari bahwa langkah paling sulit pada jalan perwujudan apa pun adalah komitmen yang nyata lagi jujur yang menyertai pengambilan keputusan jujur apa pun... Maka jangan melelahkan dirimu selamanya dalam keadaan kamu berpikir mengenai masalah bagaimana cara (atau apakah kamu mampu untuk) melangkah melakukan tindakan ini... Sesungguhnya orang-orang yang paling sukses adalah mereka yang mengambil keputusan-keputusan mereka dengan cepat dikarenakan mereka memiliki nilai-nilai yang jelas dan tujuan-tujuan yang jelas, begitu pula mereka adalah orang-orang yang paling lambat dalam mengubah keputusan-keputusan mereka jika mereka melakukannya... Adapun orang-orang yang gagal, mereka adalah orang-orang yang mengambil keputusan mereka dengan lambat namun mengubah pikiran mereka dengan cepat dan merasa cukup dengan membolak-balikkan urusan ke sana kemari... Putuskanlah untuk tidak meninggalkan panggung suatu keputusan tanpa kamu mengambil langkah-langkah nyata untuk mewujudkannya dan meletakkannya dalam ranah praktik penerapan.
  3. Ambillah keputusan yang banyak: Karena otot-otot itu akan semakin meningkat kekuatannya dengan cara digunakan...
  4. Belajarlah dari keputusan-keputusanmu: Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari kegagalan, maka jika hal itu terjadi janganlah kamu menampar kedua pipimu dalam kepanikan, melainkan belajarlah sesuatu yang baru dan tanyakan kepada dirimu sendiri: Apakah hal yang baik di dalam kejadian ini? Apakah yang dapat aku pelajari dari kejadian ini? Karena boleh jadi kegagalan ini adalah anugerah yang tetap tersembunyi sampai kamu menggunakannya untuk mengambil keputusan-keputusan yang lebih baik di masa depan.
  5. Berkomitmenlah pada keputusan-keputusanmu namun bersungguh-sungguhlah untuk memiliki fleksibilitas dalam arahmu (strategimu)... Maka jangan berhenti dengan keras kepala terkait sarana-sarana untuk mewujudkan tujuan akhir ini... Karena kamu wajib membuka diri pada jalan-jalan lain yang boleh jadi lebih baik.
  6. Nikmatilah pengambilan keputusan.

Wajib bagimu untuk menjalani kehidupan yang selalu penuh ekspektasi dan penantian yang optimis.

Kehidupan itu adakalanya berupa petualangan yang berani, atau tidak menjadi apa-apa sama sekali...

Kamu harus menyadari bahwasanya keputusan-keputusanmu, dan bukanlah kondisi-kondisimu, yang menentukan takdirmu.

Aktivasi Praktis terhadap Hakikat dan Nilai-Nilai Tema

Melalui aktivitas-aktivitas berikut ini:

Pertama: Aktivitas Pendamping (Ko-kurikuler):

  1. Mengemukakan pendapat dan konsepnya seputar melayani orang lain serta membantu mereka agar mereka menjadi bagian dari prajurit dakwah.
  2. Mencatat hakikat-hakikat pelajaran yang telah ia ambil manfaatnya, mengungkapkannya dengan gayanya sendiri, dan menyusunnya dalam bentuk rumusan yang baru.

Kedua: Aktivitas Pendukung (Penunjang):

  1. Merencanakan untuk mengambil manfaat dari impian-impiannya dan mengubahnya menjadi realitas praktis.
  2. Mengangkat slogan: "Hakikat hari ini adalah impian hari kemarin, dan impian hari ini adalah hakikat hari esok."
  3. Merangkum seluruh apa yang diambil manfaatnya dari buku dalam poin-poin yang membantunya mewujudkan kesuksesan di dalam kehidupannya.
  4. Bekerja dengan bersungguh-sungguh untuk melaksanakan nasihat-nasihat buku yang telah ia pelajari.
  5. Berlatih untuk mengambil keputusan-keputusan tegas guna mengubah kehidupannya dalam kurun waktu tertentu dengan meminta bantuan musyawarah dari saudara-saudara dan keluarganya.
  6. Menyampaikan khotbah atau kultum seputar pentingnya meneladani Rasul dan para sahabat beliau yang mulia dalam mewujudkan kesuksesan.
  7. Mengulang-ulang tugas-tugas dan program-program yang telah ia tetapkan bagi dirinya sendiri sampai ia menguasai keterampilan-keterampilan yang didapatkan tersebut.
  8. Membuat kelas pelatihan tentang kesuksesan.

Evaluasi dan Pengukuran Mandiri:

Pertama: Pertanyaan Esai (Uraian):

  1. Kesuksesan bertumpu pada keteguhan dalam memegang nilai-nilai kemampuan bertahan (daya tahan) dan melayani orang lain.... Jelaskanlah hal tersebut!
  2. Apakah hubungan antara impian-impian dan perwujudan kesuksesan?
  3. Apakah yang dimaksud dengan prinsip fokus kekuatan?
  4. Di sana ada tiga prinsip pertama bagi perubahan... Sebutkanlah!
  5. Sebutkanlah manfaat-manfaat paling penting dari meneladani orang-orang sukses dan mengikuti jejak langkah mereka!
  6. Bagaimanakah kita dapat menginvestasikan emosi kita untuk mewujudkan tujuan-tujuan kita?
  7. Manusia dilahirkan untuk hidup.... bukan untuk bersiap-siap untuk hidup... Terangkanlah hal tersebut!
  8. Apakah pentingnya mengambil keputusan dalam mewujudkan kesuksesan? Dan apa sajakah langkah-langkah yang diperlukan untuk hal tersebut?

Kedua: Pertanyaan Objektif:

  1. Pilihlah dari kelompok (A) apa yang sesuai dengannya dari kelompok (B) dengan cara meletakkan nomor pada tempatnya yang sesuai di antara tanda kurung.

No

Kelompok (A)

Jawaban

Kelompok (B)

1

Kesuksesan pada hakikatnya berdiri di atas

( 2 )

Maka kamu wajib belajar dari pengalaman ini

2

Jika kamu belum mewujudkan hasil-hasil yang kamu tuju

( 1 )

Hasil dari penilaian yang tepat

3

Agar perubahan-perubahan memiliki nilai

( 4 )

Dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah

4

Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu

( 3 )

Haruslah ia bersifat permanen dan terus-menerus

( )

Ubahlah arahmu sampai kamu mencapai hakikat

 

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat