Tanzhimul Auqat / Awqat 'Indal Mar'ah

PANDUAN MANAJEMAN WAKTU BAGI MUSLIMAH

Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman حفظه الله

Sumber: Majalah al-Furqon No. 104 Ed. 12 Th. Ke-9_1431/2010

Mengkaji permasalahan wanita merupakan perkara penting. Oleh karenanya pada edisi ini, kami akan mengangkat sebagian darinya, yaitu "Bagaimana Semestinya Kaum Wanita Memanfaatkan Waktunya". Allohul-Muwaffiq. 

WAKTU AKAN TERUS BERJALAN

Sungguh al-Qur'an dan Sunnah telah banyak berbicara tentang pentingnya waktu. Alloh Tabaraka wa Ta’ala telah menyebutkan bahwa waktu adalah nikmat yang sangat besar sekaligus ladang untuk menanam kebajikan. Alloh Azza wa

Jalla berfirman;

وَالعَصْرِ . إ ن الإنسَا نَ لفِي خُسْ ر . إلا ال ذِينَ  آمَنوا وَعَمِلوا ال صالِِاتِ  وَتَ واصَوْا بِِلِْقِّ  وَتَ واصَوْا بِِل صبِْ .

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS. al-Ashr [103]: 1-3)

Namun ketahuilah wahai wanita muslimah, waktu ini akan terus berjalan dan berganti, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Waktu hanyalah zaman yang singkat dan jika dia pergi maka tak akan kembali.

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: "Tidaklah berlalu sebuah hari bagi seorang anak Adam kecuali hari itu akan berkata padanya; 'Hai anak Adam, aku adalah harimu yang baru, dan apa yang engkau kerjakan untukku akan menjadi saksi. Apabila aku telah pergi, aku tak akan kembali lagi. Kerjakanlah sesukamu dengan segera dan engkau akan menjumpainya di hadapanmu, dan akhirkanlah sesukamu maka dia tidak akan kembali kepadamu'." 

Maka orang yang cerdas adalah yang mampu mengisi hari-harinya dengan amal kebaikan, memanfaatkan sisa hidup yang ada dengan segala perkara yang bermanfaat sebagai bekal menuju kampung yang abadi.

HAMBATAN YANG MENGHALANGI

Setelah kita memahami arti pentingnya waktu, di sana ada aral melintang yang harus dijauhi oleh para wanita muslimah agar benar-benar bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Apa saja hambatan tersebut?

1.   Panjang angan-angan dan sering menunda-nunda

Alloh Azza wa Jalla memperingatkan dengan ancaman yang keras bagi orang yang sering menunda-nunda dan berangan-angan. Firman-Nya:

  ذرهُمْ  يََكُلوا وَيَ  تمَت  عوا وَي لْهِهِمُ  الأمَلُ  فسَوْفَ  ي عْلمُونَ

"Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenangsenang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan

mereka). (QS. al-Hijr [15]: 3)

Imam al-Qurthubi rahimahullah mengatakan: "FirmanNya:   "...Dan  dilalaikan  oleh  angan-angan  kosong, yaitu yang menyibukkan mereka dari ketaatan". 

Angan-angan kosong akan membawa rasa malas beramal, terbuai dalam lamunan, hingga akhirnya waktunya banyak terbuang. Karena sering berangan-angan kosong akhirnya dia akan sering menunda-nunda pekerjaan yang ingin ia kerjakan. Jadilah umur dan waktunya habis tanpa meraih tujuan yang ia cita-citakan."

Abdulloh bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berwasiat:

 إذَا أمْسَيْتَ  فلَ  تَ نْ تظِرِ  ال صباحَ، وَإذَا أصْبحْتَ  فلَ  تَ نْ تظِرِ  المَسَاءَ، وخُذْ 

مِنْ  صِ حتكَ  لمَرضِكَ، وَمِنْ  حَياتكَ  لِمَوْتكَ 

"Jika engkau berada di sore hari janganlah menunggu pagi, dan jika engkau berada di pagi hari janganlah menunggu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu. (HR. Bukhori: 6416)

2. Sibuk dengan urusan tak berguna bahkan haram

Sebagian kaum wanita menyibukkan dirinya dengan perkara yang tidak berguna dan sia-sia. Sebagai contoh kecil, ada sebagian wanita yang menghabiskan waktunya dengan banyak berbelanja dan selalu keliling toko fashion. Perbuatan semacam ini bukan tindakan terpuji karena akan melalaikan waktu, menehamburkan harta dan lain-lain. Cukuplah perhiasan dan baju sesuai kebutuhan.

Contoh yang lain adalah kesibukan sebagian wanita yang sering ngrumpi, ngobrol tanpa arah yang jelas. Bahkan terkadang lebih sering berkumpul dengan temannya untuk ngobrol daripada mengurusi rumah tangga.

3. Lemah dan mengikuti hawa nafsu

Ada sebagian wanita yang menyadari arti pentingnya waktu. Akan tetapi kesadaran ini belum membawa perubahan pada pola hidupnya. Sebabnya karena lemah iman dan lebih menuruti keinginan jiwa dalam hal yang mengasyikkan dan kelezatan. Acapkali terlintas dalam benaknya untuk mengerjakan perbuatan baik dan bermanfaat namun jiwa dan keinginannya lemah sehingga setan akan menggambarkan bahwa perbuatan itu berat dan sulit hingga dia benar-benar meninggalkan amalan tersebut.

Allohul-Musta'an.

4. Pengaruh teman

Teman mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap pribadi seseorang. Teman yang baik adalah teman yang bisa mengajak kepada kebaikan dan mendorong dalam ketaatan.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: 

مَثلُ  الْْلي سِ ال صالحِ  وَال سوْءِ  كَحَامِ لِ المِسْكِ  وَنََفخِ  الكِيِر، فحَامِلُ  المِسْكِ  إ ما أنْ  يُُْذِيكَ، وَإ ما أ نْ تَ بْ تاعَ  مِنْهُ ، وَإ ما أنْ  تََِدَ  مِنْهُ  ريُا طيِّبةً، وَنََفخُ  الكِيِر  إ ما أنْ  يُُْرقَ  ثيابكَ،  وَِإ ما أنْ  تََِدَ  ريُا خَبيثة.

"Permisalan teman duduk yang baik dan teman yang jelek bagaikan penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi, engkau akan membelinya atau engkau mendapat bau wanginya. Adapun tukang pandai besi, dapat membakar rumahmu, bajumu atau engkau mendapat baunya yang tidak enak. (HR. Bukhori: 2101, Muslim: 2628)

Tidak kita pungkiri bahwa wanita banyak yang terpengaruh dengan temannya dalam melalaikan waktu. Berawal ikut-ikutan hingga jadilah dia merasa berat dan tidak enak untuk meninggalkan kegiatan tidak bermanfaat bersama temannya. Maka jauhilah teman-teman yang jelek sejak sekarang juga!

5.  Banyak tidur

Banyak tidur membuat hati menjadi kotor, jiwa menjadi malas. Waktunya habis di atas tempat tidur sehingga ia luput dari kebaikan yang banyak. Tidak mustahil perkara yang Alloh Azza wa Jalla wajibkan seperti sholat jadi terlalaikan, bahkan terkadang juga menjadi sebab percekcokan dalam rumah tangga. Renungkanlah hal ini wahai saudariku para wanita muslimah.

DENGAN APA WANITA MEMANFAATKAN WAKTUNYA

1.  Membaca bacaan yang bermanfaat

Yang paling utama untuk dibaca adalah Kitabulloh, karena al-Qur'an adalah pedoman hidup.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang keutamaan membaca dan mempelajari al-Qur'an:

مَنْ  قَ ر أَ حَرفا مِنْ  كتابِ  ا للَِ  فَ لهُ  بهِ  حَسَن ة  وَا لْ حَسَنةُ  بعَشْرِ  أمْثا لِ هَا لاَ 

أقولُ  ال م حر ف  وَلكِنْ  أل ف  حَر ف   وَلا م  حَر ف   وَِمي م  حَر ف 

Barangsiapa yang membaca satu huruf al-Qur'an, maka baginya satu kebaikan, setiap satu kebaikan dilipatgandakan hingga sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Aliif Laam Miim satu huruf, akan tetapi Aliif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf." 

Bahkan orang yang terbata-bata dalam membacanya juga mendapat ganjaran yang besar. Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

المَاهِرُ  بِِلقُرآنِ  مَعَ  ال سفَرةِ  الكِرام  البَ رَرةِ  وَال ذِى ي قْر أُ القُرآ نَ وَيَ تَ تَ عْتعُ  فيهِ 

وَهُوَ  عَليْهِ  شَا ق لهُ  أجْرانِ 

"Orang yang pandai membaca al-Qur'an berkumpul bersama para malaikat yang mulia. Dan orang yang terbata-bata dalam membacanya serta mengalami kesulitan baginya dua pahala." (HR. Muslim: 798)

Kemudian urutan kedua adalah membaca buku-buku yang bermanfaat terutama buku-buku para ulama salaf yang penuh dengan faedah. Ter-masuk dalam hal ini pula adalah membaca majalah-majalah salaf dan mendengarkan kajian.

2. Memperbanyak dzikrulloh

Perkara ini mudah dikerjakan oleh setiap orang. Wahai saudariku muslimah, maka biasakanlah lisanmu basah dengan dzikir kepada Alloh Tabaraka wa Ta’ala. Jangan engkau biarkan waktumu berlalu begitu saja kosong tanpa kegiatan. Karena bila dirimu kosong dari kegiatan, sering melamun dan tidak terbiasa ingat kepada Alloh Azza wa Jalla, setan akan mudah menggoda dan masuk dalam dirimu!

Bentengilah dirimu sebelum hal itu terjadi.

3. Mendidik Anak

Dalam hal pendidikan anak, para istri mempunyai peranan sangat penting karena mereka lebih banyak di rumah dan lebih sering bergaul dengan anak-anaknya.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan: "Hendaknya seorang wanita memperbagusi pendidikan anakanaknya. Karena anak-anaknya adalah generasi penerus. Pertama kali yang akan mereka contoh adalah para ibu. jika seorang ibu mempunyai akhlak, ibadah dan pergaulannya bagus, dan mereka tumbuh dan terdidik di tangan seorang ibu yang bagus, maka anak-anak nantinya akan mempunyai pengaruh yang positif dalam ma-syarakat. Oleh karena itu para wanita yang mempunyai anak wajib memperhatikan anak-anaknya, bersungguh-sungguh dalam mendidik mereka.  (Daurul Mar'ah Fi Ishlah al-Majtama' hal.25-26,

Ibnu Utsaimin)

4. Menyambung Tali Silaturrahim

Hendaknya bagi setiap muslimah mengisi waktu luangnya dengan silaturrohim kepada kerabat terdekat. Perkara ini penting untuk diperhatikan, selain agar hubungan keluarga tetap terjaga juga bisa dijadikan sebagai media dalam menyampaikan dakwah kepada kerabat.

5.  Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

Nash-nash al-Qur'an dan hadits sangat banyak menyebutkan kewajiban dakwah dan amar ma'ruf nahi mungkar. Kewajiban ini berlaku bagi seluruh muslim dan muslimah yang mampu.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan: "Tugas amar ma'ruf nahi mungkar bukan hanya khusus laki-laki saja, bahkan kaum wanita juga wajib memerintahkan kebaikan dan mencegah dari yang mungkar. Akan tetapi hal itu dilakukan di medan kaum wanita, perkumpulan kaum wanita, bukan di perkumpulan kaum lelaki atau di pasar yang banyak kaum lelakinya." (Syarah Riyadhus Sholihin 4/500)

Demikianlah beberapa perkara yang bisa dikerjakan oleh seorang wanita muslimah dalam mengisi waktunya. Agar nikmat waktu yang diberikan oleh Alloh Tabaraka wa Ta’ala benar-benar dapat dimaksimalkan dengan perbuatan yang bermanfaat dan bukan sebaliknya. Amiin. Allohu a'lam. []

 

Manajemen Waktu Muslim

Irsyad Syafar, Lc

DAFTAR ISI

MUQADDIMAH

I.                    PENGANTAR

1.      APAKAH PERSEPSI ANDA TENTANG WAKTU?

2.      KENAPA WAKTU ITU PENTING?

3.      KENAPA ANDA MENGATUR WAKTU?

4.      SEJAUH MANA ANDA MENGUASAI WAKTU?

II.                  PENGURAIAN WAKTU

1.      MENGAPA WAKTU ANDA TERBUANG?

2.      BAGAIMANA ANDA MENGGUNAKAN WAKTU?

3.      KLASIFIKASIKANLAH AKTIFITAS ANDA!

III.                MERANCANG WAKTU

1.      OBSERVASI

2.      MENENTUKAN TUJUAN DAN PRIORITAS

3.      LANGKAH-LANGKAH APLIKATIF

IV.               MENATA WAKTU

1.      DAFTAR AKTIFITAS HARIAN

2.      SENI PENDELEGASIAN WAKTU

3.      MENATA TEMPAT BERAKTIFITAS

V.                 PELAKSANAAN

1.      BEBERAPA NASEHAT PENTING

2.      HINDARI TASWIF!

3.      MENSIASATI PEMBUANG WAKTU

VI.               EVALUASI

1.      EVALUASI TAHUNAN

2.      EVALUASI TRIWULAN

3.      EVALUASI BULANAN

4.      EVALUASI HARIAN

PENUTUP

 

MUQADDIMAH

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan waktu sebagai modal bagi semua makhluk yang dihidupkan-Nya. Dia jadikan waktu sebagai salah satu makhluk-Nya yang mulia sehingga Dia bersumpah dengan waktu; “Demi masa....”

Kalau Allah SWT memberikan posisi yang mulia kepada waktu, maka seharusnya setiap muslim juga memuliakan waktu. Karena waktu adalah kehidupan. Tanpa waktu seorang muslim tidak dapat hidup dan mengabdi kepada-Nya. Dan menyia-nyiakan waktu berarti mengantarkan diri kepada kemurkaan Allah Ta’alaa.

Sesungguhnya fenomena negatif yang terjadi dikalangan kaum muslimin – jam karet, ingkar janji, acak-acakan, malas, amburadul dsb – adalah penyakit ummat yang harus segera diobati. Salah satu solusinya adalah manajemen waktu.

Dalam manajemen waktu setiap muslim harus memahami betapa urgennya waktu yang telah di amanahkan Allah kepadanya. Tidak ada satu detikpun berlalu kecuali akan dihisab dihadapanNya. Oleh sebab itu bagi seorang muslim yang memahami Islam secara integral dan universal menata dan mengoptimalkan waktun adalah sebuah ibadah kepada Allah SWT.

Risalah singkat ini merupakan pedoman ringkas dalam mengatur dan menata waktu. Di mulai dengan ta’shil syar’i dari penataan waktu, kemudian penyamaan persepsi tentang manajemen waktu, diteruskan dengan pembahasan realita dan kondisi nyata setiap individu muslim bersama waktu, setelah itu barulah masuk kepada tekhnik penataan waktu yang terdiri dari merancang, menata, melaksanakan dan mengevaluasi penggunaan waktu yang telah dirancang.

Dari pembahasan singkat ini diharapkan setiap muslim memiliki daftar rancangan penggunaan waktunya dalam satu tahun, satu bulan, satu pekan dan diaplikasikan dalam bentuk aktifitas nyata dalam kehidupan sehari-hari. Buku sederhana ini akan sangat efektif  bila dipelajari dalam bentuk training intensif selama lima kali pertemuan dengan rata-rata 2 jam untuk setiap pertemuan.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua, sehinga kita dapat memaksimalkan amal shaleh kita dalam setiap detik waktu yang  kita miliki.

Kairo, 3 Sya’ban 1420 H

11 November 1999 M

‘Abdun faqir ilaa Rabbih

Irsyad Syafar Lc.

 

BAB I. PENGANTAR

  1. APAKAH PERSEPSI ANDA TENTANG WAKTU.

Sebelum kita mulai menata waktu yang kita miliki marilah kita mengoreksi kembali persepsi kita tentang waktu. Karena bisa jadi ketidak-teraturan kita dalam menggunakan waktu berawal dari tidak tepatnya persepsi kita mengenai waktu dan manajemennya. Dan kita belum dapat menata waktu dengan baik sementara persepsi kita tentang waktu masih belum tepat.

Untuk menyatukan persepsi kita, marilah kita mengikuti angket berikut!

ANGKET I

PERSEPSI ANDA TENTANG WAKTU

TENTUKANLAH KALIMAT-KALIMAT BERIKUT INI MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH, BERANGKAT DARI PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN ANDA SEHARI-HARI.....! BERLAKULAH JUJUR TERHADAP DIRI ANDA DALAM MEMBERIKAN JAWABAN. TAK SEORANG PUN YANG AKAN MELIHAT HASIL KERJA ANDA....! ANGKET INI DIRANCANG KHUSUS BUAT ANDA, AGAR ANDA DAPAT MENGENAL SEJAUH MANA PERSEPSI ANDA YANG BENAR DAN YANG SALAH TENTANG WAKTU DAN MANAJEMENNYA....

NO     PERNYATAAN     B       S

  1. Tidak ada seorang pun sampai sekarang yang mempunyai waktu cukup...
  2. Kebanyakan orang mengeluh terhadap banyaknya pekerjaan yang disebabkan oleh karakter pekerjaan tersebut....
  3. Para direktur pemegang jabatan-jabatan tinggi biasanya dapat mengambil keputusan dengan baik....
  4. Pekerjaan yang menjadi tugas anda adalah pekerjaan yang specifik yang tidak mempunyai kesamaan dengan orang lain....
  5. Sebaiknya anda menunda kesempatan untuk memperbaiki keputusan yang telah anda ambil...
  6. Manajemen waktu yang baik adalah bagaimana memperkecil waktu yang terpakai dalam mengerjakan sebuah aktifitas....
  7. Setiap individu dapat menyelesaikan mayoritas problema yang berkaitan dengan waktu dengan cara mengerahkan segala kemampuannya dalam bekerja...
  8. Pendelegasian tugas (tafwidh) dapat meluangkan waktu anda dan membebaskan anda dari sebagian tanggung-jawab...
  9. Kebanyakan tugas sehari-hari tidak membutuhkan planing (takhtit) dan siapa pun tidak akan sukses merancangnya.
  10. Kebanyakan orang-orang yang produktif adalah orang-orang yang sibuk yang mengerjakan tugas-tugas berat...
  11. Dalam manajemen waktu seseorang tidak mungkin bergantung kepada tindakan-tindakan reflek, melainkan harus berdasarkan tindakan yang teratur.
  12. Kita tidak mesti mencatat target kita setiap saat dan setiap waktu.
  13. Jika anda ingin mengerjakan tugas anda dengan baik maka sebaiknya anda lakukan sendiri....
  14. Anda tidak harus selalu beraktifitas mengikuti skala prioritas...
  15. Sebagian besar dari keberhasilan disebabkan oleh sedikitnya tugas-tugas penting.

 

Klasifikasi nilai:

  1. Bila anda meraih nilai di atas 13 point maka anda benar-benar memmiliki persepsi yang tepat tentang waktu. Ini modal anda untuk berhasil dalam beraktifitas.
  2. Bila anda meraih nilai 11-13 maka anda butuh sedikit perbaikan dalam persepsi anda mengenai waktu, insya Allah dengan membaca buku ini anda bisa memperbaikinya.
  3. Bila anda meraih nilai 7-10 point, maka sebagian besar persepsi anda tentang waktu adalah kurang tepat, hal inilah yang selama ini membuat anda berantakan dalam beraktifitas.
  4. Bila nilai anda kurang dari 7 point, maka istighfarlah kepada Allah, karena anda tidak menghargai waktu dan tidak suka untuk teratur.

“MEMANG JAWABAN DARI PERYATAAN DI ATAS KADANG BERSIFAT RELATIF, AKAN TETAPI ADA BATASAN-BATASAN PENTING YANG TERDAPAT DALAM MANAJEMEN WAKTU YANG MENENTUKAN JAWABAN YANG TEPAT.

2. KENAPA WAKTU ITU PENTING?

Seseorang bila mengetahui sesuatu itu sangat berharga pasti akan memberikan perhatian yang lebih kepadanya. Bahkan akan selalu dijaga dengan baik dan tidak akan membiarkannya terbuang percuma. Namun sering seseorang menyadari hal ini bila sesuatu yang berharga itu sudah tidak dimiliki lagi. Seperti pepatah arab yang menyatakan: “Kesehatan  adalah mahkota yang bertengger diatas kepala orang-orang yang sehat, tapi mahkota tersebut tidak kelihatan kecuali oleh orang-orang yang sakit”. Itulah sifat kebanyakan manusia, apa yang ada dan dimiliki, jarang disyukuri dan dimanfa’atkan, sementara sesuatu yang tidak ada, sering dirisaukan.

Begitu juga interaksi manusia dengan waktu. Kalau punya banyak waktu tidak diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Namun bila sudah tidak punya waktu lagi barulah terburu-buru dan kocar-kacir dalam beraktifitas.

Berikut ini adalah beberapa urgensi waktu yang merupakan jawaban dari pertanyaan di atas: “kenapa waktu itu penting?”

    1. ALLAH BERSUMPAH DENGAN WAKTU

Banyak ayat Al Quran yang memuat sumpah Allah SWT dengan waktu, baik sebagian dari waktu seperti malam, siang, pagi, maupun seluruhnya (QS. 89:1-2, 92:1-2, 93:1-3...). Hal ini menunjukkan bahwa waktu merupakan salah satu yang sangat penting. Karena Allah tidak akan bersumpah kecuali dengan sesuatu yang memiliki posisi dan nilai lebih.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi...”.(QS. 103:1-2)

    1. RASULULLAH MEMPERHATIKAN WAKTU.

Dalam suatu hadits yang diriwayat oleh Abu Barzah bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya tentang 4 perkara; tentang umurnya di mana dihabiskan, masa mudanya di mana digunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan, dan ilmunya apa yang sudah diamalkannya.” (HR Tirmidzi, hasan shahih)

Dua dari empat perkara di atas berkaitan erat dengan waktu.

    1. WAKTU ADALAH HARTA YANG PALING MAHAL.

Waktu adalah modal yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia yang terlahir ke dunia. Tak satu pun manusia yang lahir ke dunia membawa harta dan ilmu. Semua yang menjadi miliknya di saat itu hanyalah waktu.  Namun sering manusia melupakan nikmat yang amat berharga ini. Bahkan banyak yang lupa  siapa gerangan yang menganugerahkan mereka nikmat tersebut. Allah berfirman yang artinya:

“Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu)  dan segala apa yang kamu  mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni'mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni'mat Allah)”. (QS. Ibrahim:32-33)

    1. WAKTU ADALAH MODAL YANG TERBATAS.

“Detak jantung manusia senantiasa berkata: sesungguhnya hidup hanyalah hitungan menit dan detik”....begitulah pepatah arab mengatakan. Karena disamping sebagai modal dasar yang amat mahal yang dimiliki oleh setiap manusia, waktu mempunyai masa yang terbatas. Dalam satu tahun cuma terdiri dari 12 bulan, dalam satu bulan hanya 28-31 hari. Kemudian dalam satu pekan cuma 7 hari saja, dan dalam satu hari ia hanya 24 jam, lalu dalam satu jam seseorang hanya dapat jatah 60 menit saja, tidak pernah lebih atau kurang, dan begitu seterusnya. Paling lama yang dimiliki seseorang adalah sampai ajalnya datang, Bila sudah datang, ia tidak dapat ditunda atau pun dipercepat. Maka habislah semua modalnya.

Imam Hasan Al Bashri berkata: “Wahai anak Adam! Sesungguhnya kamu hanyalah kumpulan dari beberapa hari, bila berlalu satu hari maka berlalulah sebagian darimu. Dan bila sebagian sudah berlalu, maka dekat sekali akan berlalu seluruhnya”.

    1. WAKTU CEPAT BERLALU.

Allah berfirman yang artinya: “ ...Pada hari mereka melihat adzab yang diancamkan kepada mereka, seolah-olah mereka tidak tinggal di dunia kecuali sesaat pada siang hari...”. (QS. 46:35)

Begitulah betapa cepatnya waktu itu berlalu. Apa yang terjadi 10 hari yang lalu sangat jauh dibandingkan dengan yang akan terjadi dua bulan yang akan datang. Dan umur yang sudah dipakai oleh setiap manusia di dunia terasa sangat pendek sekali, padahal rasanya baru kemarin kita lahir, dan baru kemarin menamatkan pendidikan SLTA, tapi sekarang sudah 30 tahun umur kita. Sungguh masa yang sangat pendek dan tidak terasa berlalu begitu saja.

    1. WAKTU BERLALU TANPA GANTI.

Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi, walaupun sesaat. Satu jam yang lalu adalah lebih jauh dari setahun yang akan datang. Wajarlah kalau Baginda Rasul memperingatkan manusia agar meraih yang lima sebelum datang yang lima; hidup sebelum mati, muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, kaya sebelum miskin. (HR. Hakim-shahih- dari Ibnu ‘Abbas)

    1. NILAINYA DAPAT BERTAMBAH DAN BERKURANG.

Apabila waktu dipergunakan dengan baik dan benar maka nilainya akan bertambah. Sebaliknya penggunaan waktu secara tidak baik dan sembrono akan berakibat kurang dan turun nilainya. Dengan standar inilah produktifitas seseorang diukur. Bila dalam satu hari seseorang dapat melakukan 5 amal sholeh misalnya, kemudian ia tidak berbuat maksiat sama sekali, maka nilainya pasa hari itu akan tinggi di sisi Allah. Sebaliknya seseorang yang yang sehariannya hanya berbuat maksiat dan tidak sempat beribadah kepada Allah, tetunya orang ini sangat rendah nilainya di sisi Allah pasa hari itu. Inilah yang telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW, bahwa barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemaren maka ia orang yang beruntung, siapa yang hari ini sama dengan kemaren maka ia orang yang merugi, dan siapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemaren maka ia adalah orang yang terlaknat.(HR Baihaqi dalam kitab zuhud)

3. KENAPA ANDA MENGATUR WAKTU?

Banyak alasan mengapa orang ingin mengatur waktunya. Alasan tersebut kebanyakan berkaitan erat dengan latar belakang dan profesi yang digelutinya. Bisnisman akan punya alasan tersendiri mengapa ia mengatur waktu. Mahasiswa dan pelajar juga punya alasan khusus untuk itu. Pegawai kantor dan pekerja pabrik punya alasan juga untuk mengatur waktu. Begitu juga profesi-profesi lain. Namun secara singkat, kita dapat sebutkan beberapa alasan umum mengapa kita harus mengatur waktu. Alasan-alasan berikut berlaku untuk semua jenis profesi:

    1. Menentukan prioritas kerja dalam kehidupan.
    2. Mencapai target dengan cepat,tepat dan baik.
    3. Meningkatkan kapabilitas dan profesionallitas kerja.
    4. Mengefektifkan waktu-waktu luang.
    5. Mengantisipasi kelelahan dalam beraktifitas.
    6. Meminimalisir pemborosan dalam tenaga, waktu dan dana.

4. SEJAUH MANA ANDA MENGUASAI WAKTU?

Permulaan yang baik untuk memperbaiki penggunaan kita terhadap waktu adalah dengan mengetahui sejauh mana kita menguasai waktu. Karena pertanyaan di atas tertuju kepada anda, maka andalah yang paling tahu dengan kondisi diri anda. Bagaimana dan sejauh mana anda menggunakan dan menguasai waktu anda hanya andalah yang berhak menentukannya.

Agar pertanyaan ini dapat terjawab dengan bukti yang agak kuat, marilah kita mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Dalam menguasai waktu, setiap orang berbeda dengan yang lainnya. Ada yang menguasai 100 % (?), ada yang 90% (?), ada yang 75%, dan juga ada yang cuma menguasai 50% dari waktunya. Oleh sebab itu LETAKKANLAH DIRI ANDA DI SALAH SATU ANGKA BERIKUT YANG MENURUT ANDA MERUPAKAN PERSENTASE KEKUASAAN ANDA TERHADAP WAKTU!

Saya tidak menguasai                                                                                   Saya menguasai

 

                           0     10     20     30    40     50     60    70     80    90    100  %

         

                TEPATKAH NILAI YANG ANDA BERIKAN BAGI DIRI ANDA SENDIRI?

 Kita akan coba membuktikan kebenaran dari nilai yang anda berikan terhadap diri anda sendiri. Apakah nilai tersebut tepat? Atau mungkin anda terlalu pesimis dengan diri anda? Atau barangkali anda terlalu PD sehingga nilai yang anda beri terlalu berlebihan? Mari kita ikuti angket berikut!

ANGKET II

BAGAIMANA ANDA MENGATUR WAKTU?

JAWABLAH SEMUA PERTANYAAN DI BAWAH INI DENGAN MEMILIH SALAH SATU DARI 3 PILIHAN JAWABAN : Selalu, Kadang-kadang dan Tidak sama sekali.

SILAKAN ANDA JAWAB DENGAN SEJUJURNYA KARENA TAK ADA ORANG LAIN YANG AKAN MELIHAT JAWABAN ANDA. ANGKET INI DIRANCANG KHUSUS UNTUK ANDA, AGAR ANDA MENGETAHUI SEJAUH MANA ANDA MENGUASAI WAKTU ANDA....!

NO     PERTANYAAN    S   K    T

  1. Apakah anda merasa menggunakan waktu sesuai dengan cara yang anda inginkan?
  2. Apakah anda merasa bahwa segala sesuatu berjalan dengan semestinya?
  3. Apakah anda merasa sukses dalam beraktifitas?
  4. Apakah anda punya waktu yang cukup untuk keluarga dan kerabat anda?
  5. Apakah anda selalu ceria dalam bekerja?
  6. Apakah anda beristirahat secukupnya dari waktu ke waktu?
  7. Apakah anda berusaha melawan keinginan anda untuk menunda sebuah pekerjaan yang sulit dan tidak menyenangkan?
  8. Apakah anda memiliki daftar tujuan jangka panjang?
  9. Apakah anda mengetahui apa yang akan anda selesaikan minggu depan?
  10. Apakah anda menyediakan waktu yang cukup untuk membuat planing (takhtit) bagi waktu anda?
  11. Apakah anda memiliki catatan kecil untuk aktifitas anda setiap hari?
  12. Apakah anda memperhatikan skala prioritas dalam beraktifitas?
  13. Apakah anda menuntaskan pekerjaan yang harus anda selesaikan hari ini?
  14. Apakah anda menekuni sebuah hobby yang bermanfaat setiap hari?
  15. Apakah anda mempunyai waktu untuk menghafal/mengulang hafalan ¼ hizb dalam satu pekan?
  16. Apakah anda dapat meyelesaikan tugas anda tepat pada waktunya?
  17. Apakah anda menghadiri setiap pertemuan tepat pada waktunya?
  18. Apakah anda punya waktu khusus untuk menyendiri dengan diri anda?
  19. Apakah anda memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan misi dan visi anda?
  20. Apakah anda mempunyai waktu untuk mengembangkan usaha-usaha baru?

Klasifikasi nilai:

  1. Jika anda meraih nilai lebih dari 54 (lebih dari 90%), maka alfu mabruk bagi anda...! anda betul-betul menguasai waktu anda sendiri.
  2. Jika anda meraih nilai antara 42-54 (70-89%), maka anda butuh perbaikan saja dalam menata dan menggunakan waktu anda.
  3. Jika anda meraih nilai kurang dari 42 (kurang dari 70%), maka merugilah anda! Karena ternyata anda tidak menguasai waktu anda sendiri. Sebaiknya anda mengikuti kursus manajemen waktu secara intensif.

II. PENGURAIAN WAKTU (TAHLIL)

Sebagai langkah awal dari manajemen waktu, kita harus berangkat dari kondisi riil waktu dan aktifitas yang kita miliki. Oleh sebab itu kita perlu menguraikan dan menganalisa secara terperinci keadaan kita sekarang ini. Kemudian barulah kita merancang langkah-langkah untuk menata waktu. Untuk itu marilah kita ikuti langkah-langkah berikut!

  1. MENGAPA WAKTU ANDA TERBUANG?

Banyak hal yang menyebabkan waktu itu terbuang dengan percuma, baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Diantara penyebabnya adalah:

    1. Faktor internal:
    1. Tidak memahami urgensi waktu.
    2. Tidak mempunyai planing yang jelas.
    3. Tidak ingin teratur.
    4. Tidak memiliki aktifitas yang positif dan produktif.
    5. Tidak punya jam.
    6. Suka menunda-nunda pekerjaan.
    7. Tidak mengenal skala prioritas.
    1. Faktor eksternal:

1.      Teman yang tidak teratur.

2.      Lingkungan yang tidak disiplin.

3.      Keterlambatan orang lain.

4.      Banyak jadwal mendadak.

5.      Orang lain yang tidak tepat janji.

6.      Sistem pendidikan yang diterima dari sarana pendidikan formal.

7.      Dll.

Masih banyak lagi sebab lain selain yang kita tuliskan di atas. Silakan anda tuliskan penyebab-penyebab lain yang anda anggap sebagai faktor atau sekurang-kurangnya berandil dalam hilangnya sebagian dari waktu anda, khususnya yang and temuakan dalam kehidupan dan aktifitas anda sehari-hari:

  1. ___________________________________________________.
  1. ___________________________________________________.
  2. ___________________________________________________.
  3. ___________________________________________________.
  4. ___________________________________________________.
  5. ____________________________________________________.
  6. ____________________________________________________.
  1. BAGAIMANA ANDA MENGATUR WAKTU?

Langkah kedua dalam penguraian waktu ini adalah melihat secara nyata penggunaan masing-masing kita terhadap waktu setiap hari. Oleh sebab itu kita perlu mengikuti langkah-langkah berikut:

    1. Tulislah semua aktifitas rutin anda setiap hari dalam satu pekan dengan waktu dan tempat pelaksanaannya berdasarkan jadwal aktifitas harian (lihat contoh jadwal harian di belakang)!. Silakan  anda isi dengan lengkap!
    2. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan jadwal aktifitas harian yang anda buat di atas!

10 PERTANYAAN PENGURAIAN WAKTU.

  1. Berapakah rata-rata waktu produktif anda? Dan apa pendapat anda?

_____________________________________________________________

  1. Kapan waktu anda yang paling produktif? Dan kapan yang kurang produktif?

_____________________________________________________________

  1. Apa penyebab waktu anda terbuang dan tidak produktif?

_____________________________________________________________

  1. Berapa rata-rata waktu anda yang terbuang setiap hari?

_____________________________________________________________

  1. Apakah aktifitas yang tidak penting yang anda lakukan?
  2. Apakah pekerjaan yang dapat anda delegasikan kepada orang lain?
  3. Apakah tugas yang tidak dapat anda kerjakan menurut semestinya?
  4. Manakah pekerjaan yang anda beri waktu kurang atau lebih dari semestinya?
  5. Apakah pekerjaan yang ingin anda lakukan tetapi anda tidak sanggup untuk melakukannya?
  6. Bagaimanakah anda menambah dan mengembangkan kemampuan anda?

Dengan menjawab pertanyaan di atas secara lengkap dan terperinci, sekarang anda telah mempunyai data kongkrit tentang kondisi anda yang sebenarnya dalam menggunakan waktu.

  1. BAGAIMANA BENTUK KURVA KEGIATAN ANDA?

Masih dari data yang telah anda tulis di atas dalam aktifitas harian. sekarang gambarlah sebuah kurva kegiatan anda yang merupakan kesimpulan dari semua aktifitas harian anda dalam satu pekan. Setiap orang akn memiliki bentuk kurva yang berbeda dengan orang lain. Hal ini sesuai dengan bentuk pekerjan atau profesi yang digeluti. Dan kadang kala juga berbeda dengan kurva aktifitas normal dari kebanyakan orang.

Namun yang sangat perlu diperhatikan, dengan menggambarkan kurva aktifitas ini, anda akan mengetahui kapan waktu produktifitas anda berada dalam kondisi puncak dan kapan berada dalam keadaan menurun.

Waktu puncak tersebut adalah waktu-waktu yang anda dapat bekerja dengan penuh semangat dan fisik yang segar dan fit, sehingga dapat beraktifitas dengan optimal.

Urgensi dari kurva ini selain dari yang di sebutkan diatas adalah agar anda ketika merancang pekerjaan anda untuk masa yang akan datang, anda akan dapat meletakkan aktifitas-aktifitas yang sangat penting pada waktu-waktu puncak. Sebaliknya aktifitas yang kurang penting atau yang bersifat rutinitas anda dapat meletakkannya di waktu-waktu penurunan produktifitas.

Silakan anda menggambar kurva anda di bawah ini:

  1. KLASIFIKASIKAN AKTIFITAS ANDA!

Setelah anda menggambar kurfva aktifitas anda, maka masih ada satu alangkah lagi yang harus anda lakukan agar anda betul-betul melihat kondisi diri anda sebenarnya bersama waktu. Langkah tersebut adalah menklasifikasikan aktifitas anda yang sudah anda tulis sebelumnya menjadi dua klasifikasi:

    1. Tulislah aktifitas-aktifitas anda yang harus anda lakukan pada waktu-waktu puncak /produktif.
    2. Tulislah aktifitas-aktifitas yang seharusnya anda lakukan pada waktu-aktu yang kurang produktif.

Dengan demikian anda telah menyelesaikan satu langkah penting untuk memulai rancangan waktu anda yaitunya dengan menguraikan realita aktifitas anda. Untuk mematangkan langkah pertama ini marilah kita mengikuti latihan berikut:

LATIHAN I.

PROBLEMATIKA SA’ID

Saa’id seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi (PT) yang bonafid di ibukota Akan tetapi ia kurang bahagia. Ia menemukan banyak kesulitang dalam mengatur waktu dan tidak mempunyai waktu yang cukup untuk setiap aktifitas yang dilakukannya. Walaupun kondisi perkuliahannya menuntutnya memilki waktu yang cukup untuk menghafal, namun ia tidak mempunyai waktu yang memadai untuk itu. Ditambah lagi posisinya sebagai anggota senat yang bertanggung-jawab dalam setiap kegiatan olah raga di kampus yang amat banyak meyita waktunya. Di samping itu ia juga harus membantu orang tuanya di rumah.

Terpaksalah Sa’id meninggalkan latihan bola basket mingguan yang sangat ia sukai (ia termasuk bintang basket di kampus), agar dapat meyisihkan waktu untuk tugas-tugas pentingnya. Ketia ia bertemu dengan temannya, Muhammad, ia ditanya: “Kenapa lu nggak hadir latihan mingguan sejak dua minggu yang lalu Id?”

Sa’id menjawab: “Gua kagak punya waktu Mad….., bayangin, gua harus ngapalin muqorror (mata kuliah),….Bantu nyak ama babe gua di rumah….belum lagi kegiatan senat yang seabreg……pokoknya nggak bias main lagi dah!!!!”

Wajah Sa’id kelihatan tambah kusut saja setelah menjawab pertanyaan temannya itu. Lalu Muhammad memberikan beberapa lembar kertas sambil berkata: “Id, lu baca dulu kertas ini, trus lu isi daftar yang ada. Ntar minggu depan kita ketemu lagi di sini. Insya Allah problem lu dapat kita tuntaskan….Ok?

Lalu Sa’id mengambil kertas tersebut dan membacanya dengan tekun. Ternyata di dalamnya terdapat kiat-kiat penting dalam menguraikan waktu dan menatanya dengan baik. Kemudian ia mengisi jadwal harian yang terdapat di dalamnya selama satu minggu penuh.

Di akhir pekan dengan sangat gembira ia pergi menemui Muhammad…. Sekarang ia menuju penyelesain problem yang mengganggunya selama ini. 

Bacalah jadwal khusus kepunyaan Sa’id, kemudian bantulah ia dalam menguraikan pekerjaan-pekerjaan tersebut sesuai dengan langkah langkah penguraian waktu yang telah kita uraikan di atas:

  1. Menjawab 10 pertanyaan penguraian waktu.
  2. Membuat kurva aktifitas.
  3. Menklasifikasikan pekerjaan.

III. MERANCANG WAKTU (TAKHTIT)

Sebelum kita memabahas langkah-langkah dalam merancang waktu, marilah kita mengenal lebih dahulu apakah yang dimaksud dengan takhtit?

Merancang atau takhtit (planing) adalah:

  1. Melakukan pengumpulan data dan membuat prakiraan masa depan dalam rangka menentukan aktifitas-aktifitas demi tercapainya suatu tujuan.
  2. Sarana yang membawa anda untuk pindah dari sebuah fase ke fase berikutnya dalam beraktifitas dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan potensi anda.
  3. Meletakkan tujuan-tujuan tertentu dalam beraktifitas serta mementukan sarana-sarana dan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

Dari ketiga definisi di atas, menurut anda manakah devenisi yang paling tepat?

Jelaskan argumen anda dalam memilih devinisi tersebut!

LANGKAH-LANGKAH DALAM MERANCANG WAKTU

1.      Observasi:

Observasi adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang waktu. Tujuannya adalah agar kita merancang aktifitas dan program kita berdasarkan data yang kongkrit dan bukan sekedar menebak-nebak. Dengan demikian rancangan kerja kita betul-betul berdiri di atas fondasi yang kuat. Dalam melakukan observasi hendaklah kita melihat secara integral kondisi kita, baik internal maupun eksternal. Untuk itu dalam observasi ini kita harus melihat poin-poin berikut:

@ Kemampuan pribadi (Faktor Internal)

Faktor ini terdiri dari dua unsur:

  1. Kekuatan (strenght), yaitu : segala kelebihan yang anda miliki dalam diri anda sendiri baik yang berkaitan dengan skill, tenaga maupun bakat. Contohnya: bisa menggunakan komputer, bisa berbahasa Arab/Inggris, mahir kaligrafi, kuat hafalan, mudah bergaul, dsb.
  2. Kelemahan (weakness), yaitu: segala sesuatu yang anda kurang/tidak mampu melaukannya disebabkan tidak adanya ilmu, bakat atau tenaga anda. Contoh: lemah dalam nahwu, tidak bisa bahasa Arab, tidak bisa mengetik cepat, bicara kurang lancar,dsb.

@ Keadaan lingkungan (Faktor eksternal)

Faktor ini juga memiliki dua unsur:

  1. Kesempatan (opportunity), yaitu kemudahan, keluangan, kelapangan, peluang, sarana yang anda miliki atau dapatkan dari pihak lain yang menunjang keberhasilan aktifitas anda. Contohnya: mempunya komputer, mempunyai banyak waktu, serumah dengan orang yang jago silat, tinggal di kawasan terpelajar, dsb.
  2. Rintangan (threatment), yaitu: hal-hal yang menghalangi, merintangi, mempersulit atau mengurangi nilai aktifitas anda. Contohnya: tidak mempunyai komputer, tidak mempunyai buku, terlalu banyak beban dan tugas, sering kedatangan tamu, suasana rumah yang tidak teratur, dsb.

Letakkanlah semua hasil observasi anda dalam daftar SWOT berikut:

2.    Menentukan tujuan dan meletakkan prioritas:

Kemudian mulailah anda menenentukan target/tujuan yang ingin anda capai selama satu tahun ke depan. Dalam menentukan target hendaklah memperhatikan unsur-unsur di bawah ini:

@ Skala tujuan                          : 1- Tahunan   2- Bulanan           3- Mingguan

@ Cakupan tujuan                    : 1- Pribadi      2- Sosial  3- Dakwah

@ Ciri tujuan yang baik:         1- Jelas, tidak membingungkan

                                                         2- Dapat dievaluasi

                                                         3- Realistis, dapat dicapai

                                                         4- Optimis, penuh harapan

                                                         5- Mempunyai jangka waktu tertentu

Agar anda tidak kebingungan dalam menetukan target yang ingin dicapai dalam 1 tahun ini, maka lakukanlah langkah berikut:

1.      Tulislah semua target yang anda inginkan (dalam kertas kosong) dalam kertas kosong.

2.      Klasifikasikan target tersebut berdasarkan skala prioritas.

Untuk meletakkan skala waktu prioritas gunakan “Metode A, B, C”

A= Pekerjaan yang wajib anda lakukan sendiri

B= Sebaiknya anda kerjakan

C= Mungkin anda kerjakan

3.      Letakkanlah salah satu dari huruf-huruf tersebut di akhir setiap target yang sudah anda tulis di kertas kosong tadi, sesuai dengan skala prioritas.

4.      Apabila terjadi pengulangan huruf (A/B/C) maka anda harus menentukan prioritas untuk setiap jenis tersebut dengan memberi katagori sbb: A1, A2, A3, A4…B1, B2, B3, B4…C1, C2, C3, C4…dan seterusnya.

3.      Menentukan langkah-langkah pelaksanaan:

@ Meletakkan tujuan satu tahun.

Setelah anda memberikan nilai/katagori dari sekian banyak target yang telah anda tulis, maka selanjutnya anda memilih target-target yang akan di capai tahun ini. Untuk itu anda dapat mengambilnya dari target yang bernilai A saja. Kalau yang bernilai A jumlahnya sedikit, maka anda bisa mengambil dari target yang bernilai B. Mulailah mengambulanya secara berurutan, A1, A2, A3.... Begitu juga yang bernilai B. Letakkanlah target yang sudah anda pilih dalm daftar target tahunan (lihat format taret tahunan)

Ingat!!!! Tidak usah mengambil target banyak sekali. Bila anda baru pemula, ambillah 3-4 target saja agar medah merealisasikannya. Bila anda sudah pernah beberapa kali mencobanya, silakan mengambil 5-6 target. Maksimal target yang anda ambil adalah 12 target, dengan rata-rata 1 target anda selesaikan dalam 1 bulan.

@ Membagi tujuan tersebut menjadi perbulan.

Setelah anda menentukan target satu tahun, maka masukkanlah ke dalam target bulananyang agak lebih terperinci (lihat format target bulanan).

@ Membagi tujuan perbulan menjadi perminggu:

Selanjutnya anda haru membagi target bulanan tersebut menjadi aktifitas perminggu, dengan meletakkan poin-poin berikut:

1.      Target

2.      Aktifitas

3.      penanggung-jawab

4.      Jumalah waktu yang dibutuhkan

5.      Batas akhir pekerjaan

TAKHTIT ADALAH KUNCI SUKSES DALAM MENGATUR WAKTU. OLEH SEBAB ITU SEDIAKANLAH WAKTU SECUKUPNYA UNTUK MEMBUAT TAKHTIT TERSEBUT

SEMINGGU DALAM SETAHUN, SEHARI DALAM SEBULAN, DAN SATU JAM DALAM SEMINGGU

IV. MENATA WAKTU (TANZHIM)

Setelah anda menyelesaikan jadwal aktifitas anda dalam bentuk tahunan, bulanan dan pekanan, maka anda sudah dapat beranjak kelangkah berikutnya dalam manajemen waktu yaitu menata waktu (tanzhim) Berikut ini langkah-langkah yang harus anda ambil dalam menata waktu:

  1. DAFTAR AKTIFITAS HARIAN

 Dari jadwal pekanan yang telah anda buat, tuangkanlah aktifitas anda tersebut ke dalam jadwal aktifitas harian, seiap hari dalam satu halaman kertas kecil. Dalam satu pekan anda hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 jam untuk memindahkan jadwal pekanan ke jadwal harian. Dengan demikian anda mempunyai 7 potong kertas kecil yang masing-masing anda isi dengan jadwal aktifitas satu hari.

Ketika meletakkan aktifitas harian tersebut, perlua anda perhatikan hal-hal berikut:

a.      Satu hari dalam satu kertas.

b.      Kumpulkan aktifitas yang sama atau mirip.

c.      Yang mungkin diganti, lansung diganti saja.

d.      Beri jarak yang cukup antara satu aktifitas dengan yang berikutnya.

e.      Yang tidak penting lansung ditinggalkan/dibuang.

f.        Gunakan kaedah: 20 – 80.

  1. SENI PENDELEGASIAN KERJA ( FANNUT TAFWID)

Pendelegasian kerja yang sukses, bermula dari pemahaman yang integral terhadap pendelegasian itu sendiri. Untuk mengantarkan kita ke arah pemahaman yang “syamil” tersebut kita akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut:

                     Apa itu pendelegasian kerja ?

                                 Kenapa kita mendelegasikan kerja?

                                 Kenapa kita tidak mendelegasikan tugas?

                                 Apa tugas-tugas yang akan kita delegasikan?

                                 Kepada siapa kita mendelegasikan kerja?

                                 Bagaimanakah kita mendelegasikan kerja?

1.      Apa itu pendelegasian kerja?

Pendelagasian kerja ( tafwid ) adalah pemberian kesempatan kepada orang lain untuk melaksanaan suatu tugas atau kerja beserta kebebasan untuk mengeluarkan keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan tugas-tugas tersebut.

Tafwidh yang baik harus memiliki tiga unsur:

a.      Tugas dan tanggung jawab, yaitu: tugas atau kerja yang dilimpahkan kepada seseorang yang wajib dilakukan oleh orang tersebut.

b.      Kekuasaan, yaitu: pemberian wewenang kepada orang yang ditafwidh untuk mengambil keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas tersebut.

c.      Evaluasi, yaitu: mengevaluasi orang dan kerja yang ditafwidhkan kepadanya, apakah pekerjaan itu sukses atau tidak.

2.      Kenapa kita mendelegasikan kerja?

Jawaban dari pertanyaan ini mengantarkan kita kepada faidah atau keuntungan dari tafwidh, antara lain:

    1. Menghemat waktu, tenaga dan dana.
    2. Meningkatkan mutu pekerjaan
    3. Merealisasikan sikap kerjasama
    4. Mengaktifkan orang lain
    5. Mengembangkan potensi
    6. Mengembangkan sikap saling mempercayai ( tsiqoh )
    7. Melatih diri untuk bertanggung jawab

3.      Kenapa kita tidak mendelegasikan tugas?

Jawaban dari pertanyaan ini mengantarkan kita kepada hal-hal yang menyebabkan orang enggan mentafwidh, antara lain yaitu:

a.      Tidak mempercayai orang lain

b.      Percaya diri yang berlebihan

c.      Takut pada kegagalan

d.      Selalu ingin berkuasa

e.      Kurangnya SDM

f.        Tidak ada qudwah

g.      Tidak mengenal tafwidh

4.      Apa tugas-tugas yang akan kita delegasikan?

a.      Pekerjaan-pekerjaan rutin

b.      Pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan spesialisasi dan kemampuan

c.      Pekerjaan-pekerjaan yang masuk dalam klasifikasi c

5.      Kepada siapa kita mendelegasikan kerja?

Ada beberapa kriteria penting yang berhubungan dengan orang yang akan diberi mandat (tanggung jawab) untuk melaksanakan tugas :

a.      Bersemangat

b.      Mempunyai kemampuan

c.      Mempunyai kesempatan

d.      Bertanggung jawab

6.      Bagaimana kita mendelegasikan kerja?

a.      Mencatat tugas-tugas yang akan ditafwidh

b.      Bertemu langsung dengan orang yang ditafwidh

c.      Memastikan kepahaman seseorang terhadap tugas yang akan ditafwidh

d.      Memastikan kesiapan seseorang terhadap tugas yang akan ditafwidh

e.      Memberi jarak antara waktu mentafwidh dengan pelaksaan tugas

f.        Memperhatikan pelaksanaan tugas yang ditafwidh

g.      Mengevaluasi pelaksanaan tugas yang ditafwidh

h.      Memberikan penghargaan

 

INGAT SELALU PESAN-PESAN BERIKUT:

TAFWIDLAH SEMAMPU ANDA

BIASAKAN UNTUK MENGATAKAN TIDAK

TANGGUNG JAWAB TIDAK BISA DITAFWDH

  1. MENATA TEMPAT BERAKTIFITAS

Salah satu faktor yang menunjang anda untuk menjadi efektif dan efisien dalam menggunakan waktu adalah menata tempat beraktifitas.. Untuk memahami poin ini silakan anda membaca kisah singkat berikut ini:

KAMAR SAKINAH

Sakinah berdiri didepan  pintu kamarnya,  matanya menatap lemas kearah kamarnya yang boleh dikatakan seperti kapal pecah. Wajahnya menunjukan kesedihan dan keputus-asaan. “Oh.....My God, cam mane nak boleh belajar nih! Kita punya bilik macam kapal perang saje. Peperiksaan tinggal dua hari lagi, bis tu tak de orang nak boleh mintakan tolong untuk susun semula ni kamar. Aduuuuh..... teruklah ku ini. Mau belajar kat mane kalau nikamar tak diatur semula......aduuuuh peliknya aku!!!!.”

Bermacam-macam keluhankeluar dari mulut sakinah melihat kamarnya yang berantakan. Sedangkan ia harus belajar dan menghafal karena ujian tinggal dua hari lagi. Sementara itu tidak ada orang yang dimintai tolong untuk merapikan kamar tersebut untuk menghafal. Apa yang harus ia perbuat sementara ia betul-betul tidak sakinah dalam kamar tersebut  ?.

MENURUT ANDA APAKAH TINDAKAN YANG PALING BIJAKSANA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH SAKINAH  ?

  1. Duduk dikamar tersebut sambil menghafal pelajaranyya..........karena ujian tinggal dua hari lagi......tidak usah buang-buang waktu lagi untuk mengatur kamarnya. Nanti setelah ujian dapat dirapikan kembali.
  2. Pergi menghafal kerumah salah seorang temannya  sehingga ia dapat menghindar dari suntuknya suasana kamar tersebut.
  3. Mengatur kamar tersebut dengan secepatnya....meletakkan segala sesuatu pada tempatnya....tanpa berlebihan dalam mengaturnya...kemudian baru menghafal pelajarannya.
  4. Menata ulang kamar tersebut kembali dengan susunan yang baru dan menyenangkan sehingga ia dapat menghafal pelajaranya dengan semangat baru, karena susunan dan tata letak yang baru menimbulkan dorongan untuk betah didalamnya dan membuatnya  menjadi segar kembali untuk belajar.

Sebagai standar umum apakah tempat anda beraktifitas tertata rapi atau tidak, maka jawablah pertanyaan berikut:

    1. Apakah anda ingat tempat sesuatu benda yang anda letakkan dalam ruang tersebut sementara anda yakin benda itu ada?
    2. Apakah anda dapat mencari benda yang anda inginkan dalam ruangan tersebut dalam waktu yang cepat? (5 menit paling lama)
    3. Apakah anda merasakan ruangan tersebut ruangan yang luas dan lega.

Apabila semua pertanyaan tersebut anda jawab dengan “ya”, maka berbahagialah anda , karena tempat anda beraktifitas betul-betul tertata rapi.

Tetapi bila sebaliknya, maka anda perlu menata ulang tempat anda beraktifitas.

Dengan tiga langkah ini anda telah menyelesaikan penataan waktu anda. Selanjutnya agar pemahaman anda menjadi mantap, ikutilah latihan berikut:

LATIHAN II

KOMANDAN HAITSAM

              Haitsam bersemangat sekali dengan tugasnya yang baru sebagai komandan pasukan dalam kegiatan pramuka..... Tapi sekarang setelah satu tahun berjalan sebagai komandan pasukan, Haitsam datang menghadap pembinanya dan terjadilah dialog berikut :

-“Maaf kak, dengan berat hati saya mengundurkan diri dari tugas saya sebagai komandan pasukan.              

   Saya tidak sanggup lagi meneruskan tugas ini.”

-“kenapa ?”

-“tidak mungkin saya melanjutkan tugas yang menyita lebih 5 jam sehari dari waku saya setiaphari,...

   belum lagi acra piknik dan kemping yang juga harus saya persiapkan .

-“Betulkah tugas tersebut menyita waktumu sebanyak itu ?”

-“Betul kak.  Saya harus bertugas menyeleksi semua kegiatan lalu ,menyetujuinya, kemudian memberikan perintah kepada semua anggota pasukan – menyiapkan undangan para  tamu – melatih anggota pasukan untuk meningkatkan kemampuan mereka – memboking tempat unuk perkemahan beserta sarananya  - menyusun program  untuk piknik dan kemping,.... dan banyak lagi tugas-tugas rutin yang harus saya selesaikan,.... Maaf kak saya tidak sanggup lagi memimpin pasukan !”

              Dengan tersenyum kakak pembina menarik tangan Haitsam dan mengajaknya u ntuk duduk.  Lalu Ia memberikan beberapa nasehat.

APAKAH NASEHAT YANG ANDA BERIKAN KALAU ANDA MENJADI KAKAK PEMBINA ?

V. PELAKSANAAN (TANFIDZ)

Tiga langkah sebelum ini (tahlil, takhtit dan tanzhim waktu) merupakan sisi teori dalam manajemen waktu. Semuanya baru mewakili 40% dari keberhasilan anda dalam manajemen waktu. Namun semua itu tidak akan ada gunanya bila tidak diaplikasikan dalam kerja nyata sehari-hari. Karena rancangan anda masih di alam imaginasi, dan perlu diwujudkan ke alam nyata.

Dalam mengaplikasikan (tanfidz) planing anda dengan baik dan tepat, ikutilah langkah-langkah berikut:

1.BEBERAPA NASEHAT PENTING

1.  Perhatikan jadwal harian anda.

    1. Adakah ia bersama anda ?
    2. Apakah pekerjaan-pekerjaan  tersebut penting ?
    3. Apakah yang dapat ditafwidkan ?
    4. Ingat selalu dengan kaedah 20 : 80 !
    5. Adakah anda memberikan jarak yang memadai?
    6. Pastikan  mau,id tempat dan waktu

  2.  Disiplinlah dengan jadwal yang anda buat sendiri.

a.       Selau bersma anda.

b.       Dilihat dari waktu ke waktu.

c.       Merubah jadwal apabila keadaan darurat.

3.    Mulailah menuntaskan tugas anda

a.      Mulai dengan yang sulit dan tidak disukai

b.      Pekerjaan yang urgen pada waktu yang produktif

c.      Mangurangi rutinitas dan meletakkannya pada watu yang kurang produktif

4.   Menyikapi pekerjaan yang besar/berat dengan baik

a.       Membagi pekerjaan menjadi bagian-bagian kecil.

b.       Kerja sama / tafwidh

 5.   Jadilah anda orang yang produktif.

a.       Konsentrasi terhadap satu pekerjaan dalam satu waktu.

b.       Tidak ragu-ragu.

c.       Itqon dalam kerja / memilih metode yang paling tepat.

d.       Menyeselesaikan  pekerjaan-pekerjaan yang serupa(mirip) dengan berurutan.

  6.   Selesaikan setiap tugas pada waktunya

a.      Disiplin dengan jadwal.

b.      Hindari sikap ingin lebih sempurna.

                7.  Biasakan untuk memngatakan  Tidak”.

a.          Melakukan apa yang disanggupi saja

b.          Mencari alternatif

                8.  Jangan anda memotong pekerjaan anda

a.      Menyediakan sarana yan dibutuhkan

b.      Membuang pikiran-pikiran (khayalan-khayalan yang mengganggu).

c.      Tidak meninggalkan pekerjaan kecuali darurat.                                                                           

  9.  Tambahkan hari baru kedalam hari-hari anda.

 10.  Bersabarlah dalam mengatur ewaktu.

  1. HINDARI TASWIF (MENUNDA-NUNDA).

Ketika memulai pekerjaan, sering kita menghadapi sebuah penyakit yang sngat berbahaya. Penyakit berbahaya ini dapat berakibat hancurnya planing kita. Repotnya kebanyakan kita sangat menyukai penyakit yang satu ini. Oleh sebab itu kita harus mengenalnya dan mencari solusi untuk menghindari dan menghadapinya. Penyakit tersebut bernama TASWIF atau MENUNDA-NUNDA PEKERJAAN. Marilah kita mengenalnya lebih jauh!

1.  Apa itu taswif ?

    1. Mendahulukan yang penting dari yang tidak penting
    2. Minum satu cangkir teh lagi sebelum bekerja.
    3. Membuka-buka halaman buku lebih dulu sebelum mulai menghafal.
    4. Menonton TV.

2.  Kenapa kita menunda-nunda?

a.      Malas.

b.      Takut gagal.

c.      Menunggu waktu yang tepatr.

d.      Ragu-ragu

e.      Pekerjaan yang kurang menyenangkan

               3.  Kenapa kita tidak menunda-nunda

a.      penyebab utama terbuangnya waktu.

b.      Mengeluarkan kita dari planning

c.      Menghambat keberhasilan.

d.      Ia sangat disenangi,m tapi ia adalah pembunuh.

 4.  Bagaimana menanggulangi taswif

a.      Menentukan batas akhir kerja.

b.      Berjanji dengan diri sendiri.

c.      Memotivasi diri dengan hadiah.

d.      Mengenal karakter pekerjaan yang baik.

e.      Lima (5 ) menit yang menentukan.

  1. MENSIASATI HAL – HAL YANG MEMBUANG WAKTU

Tidak kalah pentingnya dengan virus TASWIF,  kita juga perlu mensiasati hala-hal yang berakibat terbuangnya waktu kita. Karena tugas kita lebih banyak dari waktu. Oleh sebabitu jangan sampai sedikit pun yang terbuang..

Pembuang waktu tersebut ada yang bersifat internal dan ada juga yang eksternal. Kita harus bisa berinteraksi sebijaksana mungkin dengannya:

 1.  Ziarah, agar ziarah anda efektif dan tidak membuang waktu , sebaiknya anda:

    1. Memberitahu yang diziarahi
    2. Menyediakan alternatif yang lain bila yang diziarahi tidak ada..
    3. Menentukan tujuan-tujuan ziarah
    4. Meninggalkan pesan bila tidak ada orang yang diziarahi.

3.      Telepon, sering membuat waktu terbuang disamping pulsa membengkak, oleh sebab itu anda sebaiknya:

a.      Berbicara secukupnya.

b.      Menghindari hal-hal yang sepele.

c.      Mencatat hal-hal yang akan dibicarakan.

4.      Menunggu (Bis / seseorang ), salah satu pembuang waktu yang sering terjadi, kiat anda untuk mengatasinya:

a.      Menyediakan alternatif.

b.      Menentukan batas maksimal.

c.      Mempertimbangkan 3 efesiensi, waktu, tenaga dan dana.

5.      Pertemuan, paling banyak membuang waktu, maka lakukanlah kiat berikut:

a.       Sebelum Pertemuan, anda tuntaskan permasalahan berikut:

-        Penting atau tidak

-        Adakah sarana lain?

-        Siapa yang hadir?

-        Berapa jumlahnya?

-        Memastikan waktu pelaksanaan (tanggal, hari, jam).

-        Memastikan tempat pelaksanaan.

-        Menentukan agenda acara.

b.    Ketika pertemuan, anda biasakan akhlak-akhlak berikut:

-        Hadir tepat pada waktunya.

-        Memulai acara pada waktunya dan selesai pada waktunya.

-        Membagi agenda acara.

-        Menunjuk notulen acara

c.     Selesai Acara

-        Mengumumkan hasil acara.

-        Evaluasi.

VI. EVALUASI (TAQWIM)

Jika  langkah Tahlil, Takhtit dan Tanzhim mewakili 40% keberhasilan kita, maka langkah tanfidz juga mewakili 40% keberhasilan sebuah aktifitas. Sementara sisanya 20 % akan terwujud apabila kita mampu melakukan langkah yang terakhir dengan baik, yaitu Evaluasi.

Evaluasi yang kita lakukan bisa di bagi berdasarkan jangka waktu pencapaian target:

  1. Tahunan
  2. Semester
  3. Bulanan
  4. Pekanan
  5. Harian

A.     TAHUNAN

Dalam evaluasi tahunan kita melakukan hal-hal berikut:

1.      Membandingkan  antara rancangan (takhthit) dengan aplikasi.

2.      Menentukan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

3.      Mengambil pelajaran.

4.      Menghindari hal-hal yang negatif.

5.      Membuat saran-saran dan solusi.

6.      Mengulangi takhtit.

B.    BULANAN.

Dalam evaluasi bulanan juga melakukan hal yang sama, tapi dalam skala aktifitas satu bulan tersebut:

  1. Point A dari 1-5.
  2. Mencari peluang waktu pengganti aktifitas yang belum terlaksana.

Hal yang sama dapat anda lakukan bila anda melakukan evaluasi persemester dan perkwartal..

C.    HARIAN.

Adapun eavluasi harian sebaiknya anda lakukan setiap hari dalam jangka waktu tidak lebih dari 10 menit menjelang anda tidur. Anda perhatikan apa saja jadwal anda hari ini, kemudian anda tandai mana yang berhasil dikerjakan dan mana yang tidak. Lebih ideal lagi kalau anda dapat memberikan nilai terhadap aktifitas yang berhasil dilakukan.

Kemudian anda bisa menyisihkan pekerjaan yang belum terlaksana untuk dicarikan waktu penggantinya. Jangn lupa anda memuji Allah SWT yang telah memberikan taufiq untuk anda sehingga mmpu beramal, dan beristighfarlah atas segala kekurangan dan keterlambatan.

Dengan evaluasi harian ini anda dapat menjaga agar anda betul-betul berjalan berdasarkan target yang sudah anda rancang. Jangan sampai terjadi: “Targetnya di barat, anda di timur”.

LATIHAN  III

DOKTOR HASAN  DAN THAWARI’

              Doktor Hasan baru saja selesai dari mengikuti  Daurah  Manajemen  Waktu. Ia merasakan sekali manfaat yang diperoleh dari raurah tersebut. Sehiungga ia mulai menyusun program jangka panjangnya ( satu tahun ) kemudian program bulanan dan mingguan. Setelah itu ia masukkan dalam daftar kegiatan harian......Akan tetapi ia mengalami kesulitan.

Beliau telah menyusun jadwal bekerjanya dikuliah yang ia menjadi dosen disana dengan baik. Rata-rata  ia mempunyai lima tugas dikuliah yang masing-masingnya memakan waktu lebih kurang dua jam. Dengan demikian ia mempunyai waktu  10 jam dikuliah ( dan itu memang ewaktu yang diberikan  pihak fakultas padanya ).

Yang menjadi problem bagi beliau adalah seringnya hal-hal yang  mendadak ( thawari’ ) yang mengganggu jadwal kerjanya. Telah beberapa minggu beliau mencoba untuk mengatasinya, namun setiap hari ada saja satu atau dua hal yang terjadi diluar dugaannya.  Menghadap Dekanlah..... rapat kilat para dosen pembimbinglah.....belum lagi  mahasiswa atau mahasiswi yang datang secara mendadak untuk menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan mata kuliah yang beliau ajarkan . Semua itu telah menyita sebagian waktu beliau sdehingga mengganggu / merusak program yang telah dirancangnya. Kondisi ini memang tidak hasan bagi Doktor  Hasan.

APAKAH YANG ANDA SARANKAN UNTUK DOKTOR HASAN AGAR DAPAT SELAMAT DARI PROBLEM INI  ?

  1. Menambah jatah waktunya dikuliah dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang mendadak.
  2. Membatalkan beberapa tugas penting atau menundanya pada waktu yang sesuai, sehingga ia dapat menghadapi hal-hal yang mendadak tersebut dengan tenang.
  3. Membuat sedikit jarak antara satu tugas dengan tugas lain kemudian mengantisipasi setiap urusan yang mendadak berdasarkan skala prioritas.
  4. Berhenti dari membuet jadwal kerjanya karena itu tidak bermanfaat selama hal-hal yang mendadak banyak sekali.
  5. Menggunakan prinsip “ Biasakan untuk mengatakan tidak “ pada orang lain.

IKHTITAM

Demikianlah tulisan singkat tentang manajemen waktu bagi seorang muslim. Semoga apa yang ada di dalamnya bisa kita aplikasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Dan mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Terutama kita sebagai muslim yang harus menjadi contoh teladan bagi orang lain, muslim dan non muslim dalam disiplin dan  kerapian kerja.

 

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat