Pemrograman Al-Qur'an

PEMROGRAMAN AL-QUR'AN AL-KARIM DAN INDEKSASINYA

Wahai Saudara Pembelajar: Topik pemrograman Al-Qur'an dan indeksasinya mengulas tema-tema berikut secara terperinci:

  1. Makna pemrograman Al-Qur'an al-Karim.
  2. Manfaat-manfaat pemrograman Al-Qur'an al-Karim.
  3. Hukum pemrograman Al-Qur'an al-Karim.
  4. Indeksasi (fahrasah) Al-Qur'an al-Karim dan jenis-jenisnya.
  5. Perekaman audio dan visual bagi Al-Qur'an al-Karim—hukum dan manfaat-manfaatnya.

Sesungguhnya sistem pemrograman secara umum—yang bermakna memasukkan informasi yang hendak diprogram ke dalam komputer (al-hasib al-ali)—hampir-hampir terbatas hanya pada studi dan program-program statistik, keuangan, serta sosial.

Adapun ketika program ini berpindah ke ranah studi Al-Qur'an, maka hal ini dianggap sebagai langkah pelopor yang membuka cakrawala ilmiah dan pendidikan yang luas, yang secara keseluruhan mengabdi kepada Al-Qur'an al-Karim, serta terhitung secara benar sebagai sarana baru untuk menghafal Kitabullah, menyebarkannya, mengajarkannya, dan mendakwahkannya.

Ini merupakan bukti nyata yang menegaskan—tanpa keraguan sedikit pun—bahwa Islam memiliki kemampuan untuk mengasimilasi pencapaian-pencapaian peradaban modern, bahkan Islam-lah yang mengarahkan dan menegakkannya di atas fondasi-fondasi yang sehat dan kokoh dari akidah dan syariat.

Makna Pemrograman Al-Qur'an dan Bagian-bagiannya:

Makna pemrograman Al-Qur'an di sini adalah: penundukan (tasakhir) komputer untuk mengabdi kepada Kitab yang Agung (al-Kitab al-'Aziz), dimulai dengan mengenali lafaz-lafaznya, ayat-ayatnya, dan topik-topik pembahasannya, serta diakhiri dengan kontribusi dalam menyebarkan akidah dan hukum-hukum syariatnya.

Jika perihalnya demikian, maka hal ini secara niscaya mendorong kita untuk menjelaskan deskripsi umum bagi pemrograman ini, yang melaluinya kita dapat mengenali bagian-bagian dari program yang khusus bagi Al-Qur'an al-Karim ini.

Bagian-Bagian Program:

Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut:

  • Bagian Pertama: Penampilan ('Ardh) Al-Qur'an al-Karim.
  • Bagian Kedua: Pencarian Kata (Al-Bahts 'an Kalimah).
  • Bagian Ketiga: Pencarian Kosakata (Al-Bahts 'an Mufradat).
  • Bagian Keempat: Pencarian Tematik (Al-Bahts al-Maudhu'i).
  • Bagian Kelima: Makna-makna Lafaz (Ma'ani al-Alfaz).
  • Bagian Keenam: Pengajaran Hafalan Al-Qur'an (Tahfizhal-Qur'an).
  • Bagian Ketujuh: Data-data tentang Al-Qur'an (Bayanat 'an al-Qur'an).
  • Bagian Kedelapan: Perpustakaan Al-Qur'an (Maktabah al-Qur'an).
  • Bagian Kesembilan: Tentang Pencapaian Ini ('An Hadza al-Injaz).

Ini adalah ringkasan bagian-bagian program, dan berikut adalah perinciannya:

Bagian Pertama: Penampilan ('Ardh) Al-Qur'an al-Karim:

Bagian ini mewujudkan tujuan para penghafal Al-Qur'an (huffazh), ulama, dan peneliti dalam berbagai spesialisasi mereka untuk kemudahan menghadirkan ayat-ayat dan berpindah dari satu topik dalam Al-Qur'an al-Karim ke topik lainnya. Sebagaimana bagian ini juga memenuhi kebutuhan para penuntut ilmu (thullabul 'ilmi) dan orang-orang yang menaruh perhatian pada studi Al-Qur'an. Bagian ini mencakup hal-hal berikut:

  1. Penampilan Surah: Pengguna perangkat komputer menentukan nomor surah, atau nama surah yang diinginkan, atau menentukan nomor juz atau hizb tempat surah tersebut berada. Setelah itu, surah akan ditampilkan diawali dengan penyebutan nama surah, nomornya, jumlah ayatnya, juz tempat keberadaannya, serta statusnya apakah Makkiyah atau Madaniyah. Pengguna dapat berpindah di antara ayat-ayat dalam satu surah secara mudah, sebagaimana ia juga dapat berpindah ke surah berikutnya atau kembali ke surah sebelumnya dengan sangat mudah.
  2. Penampilan Ayat: Pengguna menentukan nama atau nomor surah dan nomor ayat agar program dapat menampilkan ayat tersebut. Pengguna juga dapat meninjau ayat-ayat sebelum dan sesudahnya dalam surah yang sama dengan sangat mudah, serta dapat pula mencetak ayat tersebut.

Bagian Kedua: Pencarian Kata (Al-Bahts 'an Kalimah):

Program dalam bagian ini menyajikan kamus terindeks (mu'jam mufahras) bagi kata-kata Al-Qur'an al-Karim. Pengguna melalui sarana ini dapat mencari suatu kata dari kata-kata Al-Qur'an beserta inventarisasi ayat-ayat yang memuat kata tersebut. Program ini menyediakan tiga metode untuk mencari kata:

  1. Pertama: Pada tingkat kata ('ala mustawa al-kalimah).
  2. Kedua: Pada tingkat kata beserta imbuhan/partikel (al-lawashiq) dan huruf-huruf jer (huruf al-jarr).
  3. Ketiga: Pada tingkat akar kata ('ala mustawa al-jadzr).

Penjelasannya:

  1. Pada tingkat kata: Ini berarti bahwa pengguna berkeinginan untuk mendapatkan ayat-ayat yang mengandung kata yang identik persis dengan kata yang ia pilih tanpa ada penambahan atau pengurangan sedikit pun.
    • Yaitu ketika ia meminta kata "al-mu'minin" (المؤمنين), maka program akan menampilkan ayat-ayat yang memuat kata al-mu'minin secara utuh.
  2. Pencarian pada tingkat kata beserta imbuhan dan huruf-huruf konjungsi (huruf al-'athf): Dalam pilihan ini, pengguna dapat memanggil kembali seluruh ayat yang memuat kata yang diminta, meskipun kata tersebut hadir terkait dengan "al-" definisi (al-ta'rif), hamzah istifham (kata tanya), seluruh kata ganti (dhamir), huruf fa, huruf sin, maupun huruf-huruf konjungsi.
    • Contohnya: Jika pengguna menginginkan kata "âmana" (آمن), maka program akan memanggil kembali ayat-ayat yang memuat kata-kata berikut atau kata-kata yang mengandung kata "âmana" di dalamnya, seperti "âminûn" (آمنون), "âminât" (آمنات), "al-âmin" (الآمن), "fal-âminûn" (فالآمنون), "wal-âminûn" (والآمنون), dan seterusnya.
  3. Pencarian pada tingkat akar kata (yaitu akar kata dasar):
    • Di sini pengguna dapat memanggil kembali seluruh ayat yang memuat turunan-turunan (isytiqaqat) dari akar kata yang telah ia tentukan.
    • Contoh: Pengguna meminta ayat-ayat yang memuat kata "mu'min" (مؤمن) pada tingkat akar kata, maka program akan menampilkan kepada pengguna seluruh ayat yang di dalamnya terdapat turunan-turunan dari akar kata "a-m-n" (أمن), seperti "mu'minîn" (مؤمنين), "îmân" (إيمان), "mu'minât" (مؤمنات), "âminîn" (آمنين), "yu'minu" (يؤمن), "âmana" (آمن), "amna" (أمن), dan seterusnya.
    • Dalam kondisi apa pun dari kondisi-kondisi di atas, pengguna dapat mencetak ayat-ayat tersebut selain menampilkannya di layar.

Bagian Ketiga: Pencarian Kosakata (Al-Bahts 'an Mufradat):

Di sini pengguna dapat mencari sekelompok kosakata yang perlu ia ketahui tempat-tempat kemunculannya dalam Al-Qur'an, serta jumlah pengulangannya jika ada. Bagian pencarian kosakata ini mengikuti empat tingkat:

  1. Pencarian kosakata berurutan (mufradat mutataliyah): Seperti (خلق السموات والأرض - khalaqa as-samâwâti wal-ardh), (كل زوج كريم - kulla zaujin karîm), (تمر مر السحاب - tamurru marra as-sahâb).
  2. Pencarian kosakata terpisah yang berurutan (mufradat mutaba'idah murattabah): Seperti: (مسكم … تجأرون - massakum... taj'arûn), demikianlah ia terdapat dalam ayat dan di antara keduanya terdapat lafaz (الضر فإليه - adh-dhurru fa-ilaihi); dan seperti (طائفة … قومهم - thâ'ifatun... qaumahum) dan di antara keduanya terdapat lafaz (ليتفقوا في الدين ولينذروا - liyatafaqqahû fid-dîni wa liyundzirû).
  3. Pencarian kosakata terpisah yang tidak berurutan (mufradat mutaba'idah ghairu murattabah): Seperti kata (لساني - lisânî), (صدري - shadrî), dan (هارون - Hârûn), di mana ia muncul dalam Al-Qur'an demikian: (ويضيق صدري ولا ينطلق لساني فأرسل إلى هارون - wa yadhîqu shadrî wa lâ yanthaliqu lisânî fa-arsil ilâ Hârûn); dan seperti kata (غيبه - ghaibihi), (أحداً - ahadan), dan (يظهر - yuzhhiru), yang mana muncul dalam Al-Qur'an: (عالم الغيب فلا يظهر على غيبه أحداً - 'âlimul-ghaibi falâ yuzhhiru 'alâ ghaibihi ahadâ).
  4. Pencarian kosakata pada tingkat akar kata ('ala mustawa al-jadzr):
    • Seperti: (قتل الأولاد - qatl al-aulâd [pembunuhan anak-anak]), sesungguhnya kosakata ini tidak muncul secara persis demikian dalam Al-Qur'an, maka memungkinkan untuk mencarinya pada tingkat akar kata "q-t-l" (قتل) dan akar kata "w-l-d" (ولد), di mana program akan menghadirkan seluruh ayat yang mengandung kedua akar kata tersebut beserta turunannya. Contoh lain seperti (آية الليل والنهار - âyat al-lail wa an-nahâr), maka pencariannya dilakukan pada tingkat akar kata-kata ini.

Tidak diragukan lagi bahwa kemampuan-kemampuan beraneka ragam yang tersedia pada bagian pencarian kosakata ini menjadikan proses pencarian kosakata menjadi mudah dan cepat. Dalam bentuk apa pun dan dengan kadar kosakata berapa pun yang diingat oleh pengguna, hal itu dapat menjadi panduan cepat dan akurat baginya menuju ayat atau ayat-ayat yang dicari, baik kosakata tersebut berurutan maupun terpisah, teratur maupun tidak teratur. Bahkan sekiranya ia hanya mengingat makna umumnya sebagaimana dalam (قتل الأولاد - pembunuhan anak-anak) padahal ia menginginkan ayat yang mengharamkan pembunuhan anak-anak misalnya, yaitu firman-Nya: (ولا تقتلوا أولادكم خشية إملاق - Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin), hanya saja ia tidak mengingat bagian mana pun darinya, maka ayat tersebut dapat dihadirkan melalui cara menuliskan makna umum dengan syarat ia terikat dengan lafaz-lafaz yang benar-benar terdapat dalam Al-Qur'an al-Karim seperti lafaz (قتل - qatl) dan (ولد - walad), dan demikian seterusnya.

Jika pengguna tidak mengingat lafaz-lafaz aktual yang terdapat dalam Al-Qur'an, maka ia memungkinkan menggunakan tombol untuk memasukkan akar-akar kata yang dicari. Misalnya pengguna ingin memasukkan frasa (اجتناب الخمر - menjauhi khamar), maka program tidak akan menerimanya karena tidak adanya lafaz (اجتناب - ijtinâb) dalam Al-Qur'an. Saat itulah ia dapat memasukkan akar kata (جنب - j-n-b) dan (خمر - kh-m-r) melalui tombol khusus yang memiliki nomor tertentu (M3).

Latihan:

A. Jawablah dengan "Ya" atau "Tidak":

Apakah Anda dapat mencari suatu kosakata dari kosakata Al-Qur'an dalam program komputer jika kosakata tersebut:

  1. Berurutan (mutataliyah).
  2. Terpisah berurutan (mutaba'idah murattabah).
  3. Terpisah tidak berurutan (mutaba'idah ghairu murattabah).
  4. Kosakata pada tingkat akar kata ('ala mustawa al-jadzr).

B. Jika Anda ingin menulis sebuah penelitian dalam topik Al-Qur'an al-Karim seperti—Akidah, Nilai-nilai Akhlak, maka kembalilah kepada program komputer agar ia menyajikan pelayanan yang agung untuk Anda di bidang ini. Demi mewujudkan tujuan dan maksud Anda, seyogianya kerja Anda berjalan dalam dua tingkat—yang saling terhubung:

  • Tingkat Pertama
  • Tingkat Kedua

Bagian Keempat: Pencarian Tematik (Al-Bahts al-Maudhu'i):

Di sini program menyajikan analisis tematik (tahlil maudhu'i) bagi ayat-ayat Al-Qur'an, di mana ayat-ayat diklasifikasikan ke dalam empat topik utama:

  1. Akidah.
  2. Hukum-hukum Fikih.
  3. Akhlak, Perilaku, dan Adab.
  4. Kisah-kisah.

Topik-topik utama ini masing-masing dibagi menjadi topik-topik cabang yang jumlah keseluruhannya mencapai tiga ratus empat (304) topik. Telah dilampirkan dua lampiran terperinci (Lampiran B, Lampiran C) pada topik-topik ini.

Adapun penampilan topik-topik pada bagian ini dilakukan pada dua tingkat:

  • Pertama: Tingkat Topik (Mustawa al-Maudhu').
  • Kedua: Tingkat Surah (Mustawa as-Suwar).

Adapun Tingkat Topik: Maka pengguna dapat meninjau ayat-ayat yang berkaitan dengan topik mana pun darinya dengan memanfaatkan banyaknya dan beragamnya topik-topik cabang.

Adapun Tingkat Kedua yaitu "Surah": Maka pengguna dapat meninjau topik-topik yang berkaitan dengan surah tertentu, di mana program akan menampilkan kepadanya surah yang ia pilih, beserta topik atau topik-topik yang berkaitan dengan setiap ayat darinya.

Bagi bagian ini terdapat dua manfaat: Pertama, membantu memahami ayat-ayat Al-Qur'an untuk mengetahui topik-topik yang menjadi bagiannya; Kedua, bagian ini dianggap sebagai rujukan mendasar dalam melakukan studi-studi tematik tentang Al-Qur'an, dan tafsir tematik (at-tafsir al-maudhu'i) yang membutuhkan penafsiran sekelompok ayat atau surah yang bersekutu dalam satu kesatuan tematik.

Bagian Kelima: Makna-makna Lafaz (Ma'ani al-Alfaz):

Al-Qur'an al-Karim mengandung sekelompok lafaz yang sulit dipahami maknanya tanpa adanya penjelasan atau penafsiran, dan lafaz-lafaz ini dinamakan "Al-Gharib" [kata-kata langka/asing dalam Al-Qur'an]. Tidak diragukan lagi bahwa pemahaman makna Al-Qur'an secara keseluruhan bergantung pada tingkat pertama pada pemahaman makna lafaz-lafaz gharib tersebut. Oleh karena itu, merupakan hal yang niscaya bahwa program Al-Qur'an mencakup bagian khusus yang menjelaskan lafaz-lafaz ini, yang menyajikan penafsiran yang mudah dan ringkas yang mendekatkannya pada pemahaman dan membantu untuk menangkap makna keseluruhan dari ayat yang mulia.

Pengguna dapat menghadirkan—pada bagian ini—lafaz yang gharib dengan dua cara:

  1. Pertama: Sesuai kemunculan lafaz-lafaz dalam surah-surah, yaitu dengan menghadirkan surah tersebut, lalu program akan menampilkan kepadanya lafaz-lafaz gharib yang terdapat di dalamnya sesuai urutan ayat-ayat beserta penjelasannya.
  2. Kedua: Sesuai urutan lafaz secara alfabetis (hajâ'iyyah), di mana program menampilkan kepadanya daftar lafaz-lafaz gharib yang tersusun secara alfabetis beserta makna-maknanya dan tempat-tempat keberadaannya dalam Al-Qur'an.

Pengguna dapat memilih surah, atau sekelompok ayat yang ia ingin tinjau kembali, kemudian program menjalankan proses pengujian (ikhtibar) atas ayat-ayat ini, baik secara berurutan atau memilih awal pengujian secara acak. Sebagaimana ia juga dapat memilih memasukkan kata-kata secara pilihan (ikhtiyari) atau wajib (ijbari).

Bagian Ketujuh: Data-data tentang Al-Qur'an al-Karim (Bayanat 'an al-Qur'an al-Karim):

Bagian ini mencakup data-data berikut:

  1. Nama-nama Al-Qur'an dan sifat-sifatnya.
  2. Nama-nama penghafal Al-Qur'an al-Karim (Huffazh).
  3. Nama-nama penulis wahyu (Kuttab al-Wahy).
  4. Nama-nama pemilik bacaan (Ash-hab al-Qira'at / Para Imam Qira'at).
  5. Sejarah penulisan mushaf.
  6. Nama-nama surah Al-Qur'an.
  7. Data-data tentang surah-surah Al-Qur'an.
  8. Ayat-ayat sajdah.
  9. Urutan surah-surah Makkiyah sesuai turunnya (nuzul).
  10. Urutan surah-surah Madaniyah sesuai turunnya (nuzul).

Bagian Kedelapan: Perpustakaan Al-Qur'an (Maktabah al-Qur'an):

Bagian ini menyajikan kepada pengguna nama-nama seratus dua (102) buku yang berkaitan dengan ilmu-ilmu Al-Qur'an yang terbagi ke dalam enam belas (16) jenis yang merepresentasikan sumber-sumber utama di bidang ini. Jenis-jenis tersebut adalah:

  1. I'rab al-Qur'an [Analisis Tata Bahasa Al-Qur'an].
  2. Tajwid al-Qur'an [Tata Cara Pengucapan/Pembacaan Al-Qur'an].
  3. 'Ilm al-Qur'an [Ilmu Al-Qur'an].
  4. Kitab-kitab Ayat Hukum (Kutub Ayat al-Ahkam).
  5. Kitab-kitab Sebab Turunnya Ayat (Kutub Asbab an-Nuzul).
  6. Keutamaan/Kemu'jizatan Al-Qur'an dan Balagahnya (I'jaz al-Qur'an wa Balaghatuhu).
  7. An-Nasikh wa al-Mansukh [Ayat yang Menghapus dan Dihapus Hukumnya].
  8. Sejarah Mushaf dan Adab-adabnya (Tarikh al-Mushaf wa Adabuhu).
  9. Kitab-kitab Makna Lafaz (Kutub Ma'ani al-Alfaz).
  10. Pengenalan Para Mufasir (At-Ta'rif bi al-Mufassirin).
  11. Kitab-kitab Tafsir Penalaran (Kutub at-Tafsir bi ar-Ra'yi).
  12. Kitab-kitab Tafsir Riwayat (Kutub at-Tafsir bi al-Ma'tsur).
  13. Fondasi Tafsir dan Ilmu Al-Qur'an (Ushul at-Tafsir wa 'Ulum al-Qur'an).
  14. Pengenalan Para Ahli Qira'at Al-Qur'an (At-Ta'rif bi Qurra' al-Qur'an).
  15. Kamus-kamus dan Ensiklopedia Al-Qur'an (Mu'jamat wa Mausu'at Qur'aniyyah).
  16. Polisemi dan Sinonimitas dalam Al-Qur'an (Al-Wujuh wa an-Nazha'ir fi al-Qur'an).

Bagian Kesembilan: Apa tentang Pencapaian Ini? (Madza 'an Hadza al-Injaz?):

Metode-metode yang diusulkan untuk menghubungkan antara bagian-bagian program, dan hal ini bergantung pada pengguna program. Yang dituntut darinya adalah hendaknya ia berusaha mengambil manfaat dari program ini dengan cara menghubungkan antara dua bagian atau lebih dari bagian-bagiannya. Hal ini diserahkan kepada pandangan, ijtihad, dan penilaian pengguna, karena ia lebih mampu menentukan apa yang dibutuhkan oleh informasinya dalam studi, penelitian, atau peninjauan yang sedang ia jalani.

Contoh:

Pertanyaan: Bagaimana tahapan syariat dalam pengharaman khamar?

Untuk menjawab pertanyaan ini, dibutuhkan bagian-bagian berikut:

  1. Pencarian Tematik (Al-Bahts al-Maudhu'i): Hukum-hukum Fikih, Hal-hal yang Diharamkan, Khamar dan Judi; hal itu untuk menginventarisasi ayat-ayat yang membahas hukum khamar.
  2. Penampilan Al-Qur'an ('Ardh al-Qur'an): Hal itu untuk menampilkan ayat-ayat yang berkaitan dengan topik tersebut yang telah ditentukan sebelumnya.
  3. Perpustakaan Al-Qur'an (Maktabah al-Qur'an): Untuk mengetahui salah satu buku An-Nasikh wa al-Mansukh guna meninjau kembali ayat-ayat ini, serta apa yang terjadi di antara keduanya berupa nasakh (penghapusan hukum) jika ada.

Demikianlah.. wahai Saudara Pembelajar.. kita telah mampu menyajikan ringkasan untukmu tentang pemrograman Al-Qur'an al-Karim dan bagian-bagian program ini, seraya berharap engkau telah memahami setiap bagian dan apa yang disajikannya berupa pelayanan agung bagi teks Al-Qur'an yang menghemat daya yang besar dan waktu yang panjang bagi peneliti dan pengkaji ilmu Al-Qur'an serta pembelajar—dengan memuji Allah Ta'ala—melalui hal tersebut bahwasanya Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Di antara hal yang patut dikatakan adalah bahwasanya program ini dianggap sebagai lompatan kualitatif dalam mengabdi kepada teks-teks Al-Qur'an—dengan menggunakan penganalisis morfologi (al-muhallil ash-scharfi)—dan penelitian dalam struktur bahasa Arab dengan tujuan menundukkan teknologi-teknologi komputasi bagi tuntutan-tuntutannya, bukan sebaliknya.

Perlu diisyaratkan di sini pula bahwa program ini secara keseluruhan bersandarkan pada penelitian-penelitian Dr. Nabil Ali, Direktur Penelitian dan Pengembangan di Perusahaan Al-'Alamiah bi al-Baramij (Al-Alamiah for Applications).

Dalam program ini telah bekerja tim peneliti, perancang, pemrogram, pemeriksa, serta penginput dan penyiap data yang terintegrasi selama masa penyelesaian program yang melampaui dua tahun. Selama masa tersebut, pekerjaan-pekerjaan utama berikut telah diselesaikan:

  1. Enam ratus hari kerja (600) penelitian dalam linguistik komputasi (al-lughawiyyat al-hasubiyyah).
  2. Tiga ratus hari kerja (300) perancangan.
  3. Seribu tiga ratus lima puluh hari kerja (1.350) pemrograman.
  4. Dua ribu seribu lima puluh hari kerja (2.150) penginputan dan pemeriksaan data.
  5. Seribu empat ratus hari kerja (1.400) penyiapan data.
  6. Seratus lima puluh hari kerja (150) kaligrafi/jenis huruf dan ornamen.
  7. Tiga ratus lima puluh hari kerja (350) pengujian program.
  8. Seratus hari kerja (100) penyuntingan dan eksekusi buku petunjuk penggunaan.
  9. Enam ratus hari kerja (600) konsultasi dan peninjauan kembali.
  10. Tujuh ribu hari kerja (7.000) jumlah total keseluruhan, dan ini setara dengan dua puluh tiga tahun kerja.

Dalam hal ini, telah digunakan teknologi perluasan memori (memory expansion) melalui cip-cip elektronik yang memungkinkan pengoperasian program pada perangkat-perangkat yang kapasitas memorinya kurang secara signifikan dari ukuran aktual program—yang mencapai sekitar satu juta unit memori (Megabyte)—yang mencakup teks Al-Qur'an yang mulia, kaligrafi, ornamen, data, serta program-program pencarian dan penghafalan.

Di antara hal yang patut disebutkan adalah bahwa kapasitas yang sangat besar ini merupakan separuh dari ukuran asli program. Tim telah berhasil meringkasnya dengan efisiensi yang sangat tinggi tersebut sebagai hasil dari penggunaan "teknologi" analisis morfologi (al-tahlil ash-scharfi) dan sarana-sarana teknis mutakhir lainnya.

Kemudian sesungguhnya program ini memiliki keunggulan berupa kecepatan dan keakuratan kinerja untuk proses-proses penampilan, pencarian, dan fungsi-fungsi yang beraneka ragam dalam program, hal itu disebabkan oleh penggunaan "teknologi" dan metode-metode modern untuk menstandarisasi proses-proses ini.

Manfaat-manfaat Pemrograman Al-Qur'an al-Karim:

Wahai Saudara Pembelajar.. setelah penjelajahan kita di kawasan pemrograman Al-Qur'an dan pengamatan kita terhadap bagian-bagian programnya beserta fungsinya yang beragam dan apa yang disajikannya berupa pelayanan dan pengetahuan, kita dapat sampai bersama-sama pada manfaat-manfaat pemrograman Al-Qur'an yang dapat dibatasi dalam poin-poin berikut:

  1. Pemeliharaan Al-Qur'an al-Karim dari pemalsuan, pengubahan, penambahan, dan pengurangan. Hal ini diwujudkan melalui cara memasukkan teks Al-Qur'an dan mencocokkan apa yang dihafal dalam dada (al-mahfuzh fi as-shudur) dengan apa yang tertulis dalam tulisan (al-makhthuth bi as-suthur) [dalam program] dan mushaf, dengan pemeliharaan sempurna terhadap rupa tulisan (rasm) dan harakatnya (syakl).
  2. Pelayanan bagi para ulama, peneliti, dan pembelajar dalam spesialisasi ilmu-ilmu Al-Qur'an, serta kemudahan menghadirkan apa yang mereka inginkan dari surah-surah, ayat-ayat, lafaz-lafaz, dan topik-topik. Sebagaimana ia juga memenuhi kebutuhan orang-orang yang menaruh perhatian pada studi-studi Al-Qur'an dalam berbagai bidang, baik dalam hal menghafal, mengingat kembali, belajar, maupun mengajar.
  3. Penyediaan sarana-sarana, daya yang dikeluarkan, serta pemangkasan waktu untuk sampai pada pengetahuan-pengetahuan Al-Qur'an yang masuk dalam lingkaran spesialisasi program.
  4. Pembentukan kekayaan pengetahuan yang sangat besar dengan sarana-sarana dan biaya materiil maupun imateriil yang paling minim dalam bidang studi Al-Qur'an, yaitu dengan mengetahui lafaz-lafaz Al-Qur'an al-Karim, kosakatanya, makna-maknanya, tafsirnya, ayat-ayatnya, surah-surahnya, dan topik-topiknya yang beragam.
  5. Pelayanan terhadap bahasa Arab dan pemeliharaannya—sebagai bahasa Al-Qur'an—dengan membentuk simpanan pengetahuan dalam struktur lafaz-lafaznya, serta mengetahui akar kata dan turunannya, dan penggunaan-penggunaannya yang beragam, yang mana hal tersebut berkontribusi dalam proses pengajaran dan pembelajaran bahasa.
  6. Program ini dianggap sebagai kamus biografi bagi para tokoh dan penyusun biografi yang telah menulis dan menyusun karya dalam berbagai ilmu dan studi Al-Qur'an, yang mana hal itu menyajikan pelayanan yang agung bagi peneliti dan pembelajar dalam mewujudkan tujuannya dan mempermudah maksudnya.
  7. Program ini dianggap sebagai perpustakaan umum bagi Al-Qur'an al-Karim, ilmu-ilmunya, bahasanya, karya-karya tulisnya, dan para penulis di dalamnya, sedemikian rupa sehingga seorang alim, peneliti, dan pembelajar dapat berpindah-pindah di dalamnya, mencari apa yang hilang darinya dan mewujudkan maksudnya dengan segala kemudahan dan kelancaran.
  8. Program ini secara benar dianggap sebagai dakwah kepada Allah Ta'ala untuk masuk ke dalam agama-Nya—Islam—melalui jalan pengetahuan tentang Al-Qur'an al-Karim, dakwah kepadanya, penyebarannya, dan kemudahan peredarannya di dunia untuk mentelaahnya, serta mengetahui apa yang dikandungnya berupa petunjuk dan kelurusan, serta apa yang dimuatnya berupa perbendaharaan ilmu dan pengetahuan.

Hukum Pemrograman Al-Qur'an al-Karim:

Sesungguhnya pemrograman Al-Qur'an al-Karim sebagaimana yang telah dijelaskan dan diterangkan sebelumnya, beserta fungsi-fungsi dan manfaat-manfaat yang dijalankannya yang berkontribusi secara besar dalam memelihara Al-Qur'an, mengajarkan hafalan, mempelajari, menyebarkan, dan hal-hal selain itu dari pelayanan-pelayanan yang beraneka ragam di bidang studi Al-Qur'an—di mana manusia membutuhkan waktu dan daya berlipat-lipat ganda dari apa yang dibutuhkan oleh perangkat (program) ini untuk mewujudkan dan menyelesaikannya dengan kecepatan yang menakjubkan disertai keakuratan dalam informasi dan hasil-hasilnya.

Sesungguhnya hal ini tidak membutuhkan dari kita melainkan untuk mengatakan bahwa hukum pemrograman Al-Qur'an adalah mubah (boleh), bahkan saya katakan bahwasanya hal itu mustahab (disukai/dianjurkan) dengan dalil kaidah-kaidah universal syariat (kuliyyât asy-syarî'ah) dan dalil-dalil umumnya yang menetapkan pemeliharaan Al-Qur'an al-Karim, mempelajarinya, memahaminya, mempermudah penghafalannya, penafsiran dan penjelasannya, serta berdakwah kepadanya.

Sesungguhnya merupakan kewajiban kaum muslimin untuk memasukkan program ini dan yang sejenis dengannya dalam bidang hadis, fikih, dan fatwa-fatwa... ke dalam berbagai lembaga ilmiah dan kebudayaan mereka sebagai bentuk pengabdian kepada Al-Qur'an al-Karim dan penyebaran dakwahnya. Khususnya kita adalah umat yang telah dipersiapkan oleh Allah untuk menjadi umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, maka kita lebih berhak daripada selain kita terhadap pencapaian ini terlebih dahulu. Kemudian kita memiliki pandangan khusus kita tentang waktu, dan filsafat kita yang istimewa karena waktu—yaitu waktu itu sendiri—merupakan wadah yang dipersiapkan untuk meluasnya gerak kehidupan.. dan gerak kehidupan menurut kita adalah ibadah dengan berbagai makna dan dimensinya, maka lihatlah dan renungkanlah.

Di antara hal yang patut diisyaratkan di sini adalah bahwasanya pihak-pihak Islam terpercaya telah menyetujui program ini, yang berada di pucuk pimpinannya adalah Al-Idarah al-'Ammah li al-Buhuts wa an-Nasyr wa at-Tarjamah yang bernaung di bawah Majma' al-Buhuts al-Islamiyyah di Al-Azhar, Kairo; serta Al-Idarah al-'Ammah li Syu'un al-Masahif wa Muraqabat al-Mathbu'at yang bernaung di bawah Risa'at Idarat al-Buhuts al-'Ilmiyyah wa al-Ifta' wa ad-Da'wah wa al-Irsyad – Riyadh – Arab Saudi.

Kemudian sesungguhnya program ini telah ditampilkan pula kepada pihak-pihak Islam lainnya di negara-negara Islam, dan mendapatkan persetujuan serta penerimaan, seperti:

  1. Universitas Al-Azhar – Kairo.
  2. Mufti Republik Arab Mesir – Kairo.
  3. Risa'at Idarat al-Buhuts al-'Ilmiyyah wa al-Ifta' – Riyadh.
  4. Fakultas Al-Qur'an – Universitas Islam Madinah – Madinah Al-Munawwarah.
  5. Universitas Islam Pangeran Abdul Qadir Al-Jazairi – Aljazair.
  6. Pusat Kebudayaan Islam di Universitas Yordania – Yordania.
  7. Yang Mulia Mufti Oman – Muscat.
  8. Konferensi Ketiga Liga Dunia Islam (Rabitah al-'Alam al-Islami) – Makkah Al-Mukarramah.
  9. Kementerian Pendidikan – Sanaa – Yaman.
  10. Pusat Islam (Al-Markaz al-Islami) – Jenewa – Swiss.
  11. Dan pihak-pihak lain yang sangat banyak.

Soal-soal Evaluasi Diri

  1. Apa yang dimaksud dengan pemrograman Al-Qur'an al-Karim?
  2. Sebutkan bagian-bagian yang diulas oleh program Al-Qur'an al-Karim?
  3. Melalui pengetahuan Anda tentang bagian-bagian program Al-Qur'an al-Karim, bagaimana Anda dapat mengetahui hal-hal berikut:
    • A – Pencarian surah dari surah-surah Al-Qur'an al-Karim.
    • B – Pencarian ayat dari ayat-ayat Al-Qur'an al-Karim.
    • C – Pencarian kosakata dari kosakata Al-Qur'an al-Karim:
      1. Berurutan teratur.
      2. Berurutan tidak teratur.
  4. Apa yang disajikan oleh program pada bagian data-data tentang Al-Qur'an al-Karim?
  5. Apa manfaat yang didapatkan dari mengetahui pencarian topik dari topik-topik Al-Qur'an al-Karim?
  6. Program dianggap sebagai perpustakaan bagi Al-Qur'an al-Karim—jelaskan sumber-sumber utama yang dicakup oleh bagian program ini!
  7. Program dianggap sebagai lompatan kualitatif yang sangat besar dalam dunia studi Al-Qur'an. Sebutkan manfaat-manfaat yang didapatkan dari pemrograman Al-Qur'an al-Karim secara umum!
  8. Pemrograman Al-Qur'an al-Karim merupakan dakwah menuju pengetahuan tentang Al-Qur'an dan menelaah ilmu-ilmu serta pengetahuan-pengetahuannya—jelaskan dimensi-dimensi fakta ini!
  9. Dalam naungan pengetahuan Anda yang komprehensif tentang pemrograman Al-Qur'an al-Karim.. jelaskan hukum pemrograman ini beserta dalilnya!

 

Sumber: Aʾ ʿalā ʿUlūm al-Qurʾān (أضواء على علوم القرآن), Abdul Aziz Shaqr (عبد العزيز صقر)

Comments

Popular posts from this blog

Risalah Nizhamul Usrah

Risalah Al-Ma’tsurat (Al-Ma'tsurat wa Ad'iyah)

Kaidah Dakwah ke-1: Da’wah kepada Allah adalah jalan keselamatan di dunia dan akherat