Dialah Nabi Yunus as bin Matta (mim ditasydid, ta’ bertitik atas). Matta adalah nama ayahnya, ada pula yang mengatakan bahwa itu nama ibunya. Hanya saja tidak ada nama nabi yang dinisbatkan dengan ibunya kecuali Nabi Isa as.
Yunus adalah nama a’jamiy (bukan bahasa
Arab). Ada enam pengucapan kata ini, dan yang paling fashih adalah dengan
membaca dhammah nun tanpa hamzah. Inilah bacaan yang paling populer. Sebagian
ahlulkitab mengucapkannya dengan nama: Yunan bin Amtay
Kata Yunus disebutkan dalam Al Qur’an
sebanyak empat kali. Dalam surah An Nisa’ berisi informasi tentang pemilihan
Nabi Yunus sebagai seorang nabi, dan pemberian wahyu kepadanya:
۞ اِنَّآ
اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ
بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ
وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ
وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ ١٦٣
163. Sesungguhnya kami Telah memberikan wahyu
kepadamu sebagaimana kami Telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang
kemudiannya, dan kami Telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il,
Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan kami
berikan Zabur kepada Daud. QS. An Nisa
Surah Al An’am memberikan informasi
keberadaannya dari keturunan Nabi Ibrahim as,
وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ اٰتَيْنٰهَآ اِبْرٰهِيْمَ عَلٰى قَوْمِهٖۗ نَرْفَعُ
دَرَجٰتٍ مَّنْ نَّشَاۤءُۗ اِنَّ رَبَّكَ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ ٨٣ وَوَهَبْنَا لَهٗٓ
اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَۗ كُلًّا هَدَيْنَا وَنُوْحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ
ذُرِّيَّتِهٖ دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ وَاَيُّوْبَ وَيُوْسُفَ وَمُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
ۗوَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَۙ ٨٤ وَزَكَرِيَّا وَيَحْيٰى وَعِيْسٰى
وَاِلْيَاسَۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَۙ ٨٥ وَاِسْمٰعِيْلَ وَالْيَسَعَ
وَيُوْنُسَ وَلُوْطًاۗ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعٰلَمِيْنَۙ ٨٦
83. Dan Itulah hujjah kami yang kami berikan
kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. kami tinggikan siapa yang kami
kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha
Mengetahui.
84.
Dan kami Telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. kepada
keduanya masing-masing Telah kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu
(juga) Telah kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh)
yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi
balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
85.
Dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. semuanya termasuk orang-orang yang
shaleh.
86. Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth.
masing-masing kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), (QS. Al-An’am:
83-86)
Dalam surah Yunus berisi tentang
pencabutan adzab dari kaumnya, Allah terima taubatnya, dan bergegasnya mereka
untuk beriman ketika melihat tanda-tanda kemurkaan Allah.
فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا
قَوْمَ يُوْنُسَۗ لَمَّآ اٰمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى
الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ ٩٨
98. Dan Mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota
yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? tatkala
mereka (kaum Yunus itu), beriman, kami hilangkan dari mereka azab yang
menghinakan dalam kehidupan dunia, dan kami beri kesenangan kepada mereka
sampai kepada waktu yang tertentu. QS. Yunus
Dalam surah Ash Shaffat memberikan rincian
lengkat tentang kisahnya bersama dengan kaumnya:
وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ ١٣٩ اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ
الْمَشْحُوْنِۙ ١٤٠ فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ ١٤١ فَالْتَقَمَهُ
الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ ١٤٢ فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ
١٤٣ لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ ١٤٤ ۞ فَنَبَذْنٰهُ
بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ ١٤٥ وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ
يَّقْطِيْنٍۚ ١٤٦ وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ ١٤٧
فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ ١٤٨
139. Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang
rasul,
140. (Ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang
penuh muatan,
141. Kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk
orang-orang yang kalah dalam undian.
142. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan
tercela.
143. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk
orang-orang yang banyak mengingat Allah,
144. Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan
itu sampai hari berbangkit.
145. Kemudian kami lemparkan dia ke daerah yang
tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.
146. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon
dari jenis labu.
147. Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang
atau lebih.
148. Lalu mereka beriman, Karena itu kami
anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. QS. Ash
Shaffat
Sebagaimana ia disebut dengan julukannya (ذا
النون )
sekali dalam surah Al Anbiya, yang menginformasikan perpisahannya dari kaumnya
karena marah, dugaannya bahwa Rabbnya tidak menyulitkannya, naik kapal, dimakan
ikan, pengaduannya kepada Rabbnya dalam kegelapan, pengkabulan Allah padanya,
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ
عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ
اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ
الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ ٨٨
87. Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika
ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan
mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat
gelap[1]: "Bahwa tidak ada
Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, Sesungguhnya Aku adalah termasuk
orang-orang yang zalim."
88. Maka kami Telah memperkenankan doanya dan
menyelamatkannya dari pada kedukaan. dan Demikianlah kami selamatkan
orang-orang yang beriman. QS. Al Anbiya
Disebut dengan (صاحب
الحوت) sekali
saja dalam surah Al Qalam, dalam kontek perintah Allah kepada Nabi Muhammad saw
untuk bersabar dengan hukum (keputusan) Allah,
dan tidak meninggalkan kaumnya ketika berda’wah di Tsaqif. Sehingga
tidak mengalami seperti yang dialami Nabi Yunus as ”Shahibul Hut” ketika
berduka dan berdoa kepada Rabbnya di dalam perut ikan.
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ
مَكْظُوْمٌۗ ٤٨ لَوْلَآ اَنْ تَدٰرَكَهٗ نِعْمَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالْعَرَاۤءِ
وَهُوَ مَذْمُوْمٌ ٤٩ فَاجْتَبٰىهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ٥٠
48. Maka Bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap
ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut)
ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).
49.
Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya,
benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.
50. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya
termasuk orang-orang yang saleh.
Dalam ruang lingkup ayat di atas para ahli tafsir menerangkan, seperti yang
diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Yunus as dan kaumnya bertempat
tinggal di Palestina. Ada raja yang menyerangnya dan menangkap sembilan
setengah kelompok dan menyisakan dua setengah kelompok. Kemudian Allah swt
menyampaikan kepada Nabi Syu’aib as : ”Hendaklah kamu pergi menemui raja
Hazqiyl, dan katakan padanya agar menunjuk seorang Nabi yang kuat dan
terpercaya. Karena sesungguhnya Aku (Allah) telah timpakan di hati mereka ini
agar melepaskan Bani Israil”. Raja itu bertanya: ”Siapakah menurutmu?” Dalam
kerajaannya terdapat lima orang Nabi. Ia menjawab: Yunus bin Matta, karena
sesungguhnya ia orang yang kuat dan terpercaya. Maka raja memanggil Nabi Yunus
dan memerintahkannya berangkat. Nabi Yunus bertanya: Apakah Allah telah
menyuruhku agar aku keluar? Apakah Ia menyebutku? Raja menjawab: Tidak. Nabi
Yunus berkata: Di sini banyak nabi selain aku. Raja itu terus mendesaknya. Lalu
ia keluar dengan marah kepada raja dan kaumnya. Inilah firman Allah:
(وذا
النون إذ ذهب مغاضبا
) lalu ia ke pantai laut Romawi,
mendapati kaum yang mempersiapkan kapal, lalu ia naik kapal bersama mereka.
Ketika kapal berlayar ke tengah, kapal itu oleng mereka panik dan hampir
tenggelam. Nahkodanya berkata: Di sini ada orang yang berbuat maksiat atau
hamba yang kabur. Karena kapal tidak akan demikian, tanpa ada angin, pasti ada
orangyang berbuat maksiat. Dan kaidah kami jika kami diuji seperti ini, kami
mengundi, maka barang siapa yang keluar undiannya kami campakkan ke laut, satu
orang tenggelam lebih baik daripada kapal tenggelam. Lalu mereka mengundi tiga
kali dan undian itu jatuh semuanya kepada Nabi Yunus as. Ia berkata: Sayalah
orang yang berbuat maksiat dan hamba yang kabur. Ia menceburkan diri ke laut,
lalu datanglah ikan dan mencaploknya. Itulah firman Allah:
اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ ١٤٠ فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ
الْمُدْحَضِيْنَۚ ١٤١ فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ ١٤٢
140. (Ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang
penuh muatan,
141. Kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk
orang-orang yang kalah dalam undian.
142. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan
tercela. QS. Ashshaffat
Allah memerintahkan ikan: ”Jangan
menyakiti sedikitpun. Sesungguhnya Kami jadikan perutmu sebagai penjara baginya
dan tidak menjadikannya sebagai makanan bagimu”. Kemudian ketika Allah
menyelamatkannya dari perut ikan Allah melemparkannya ke daerah yang tandus,
dalam keadaan polos tanpa bulu, berkulit sangat lunak. Itulah firman Allah:
۞ فَنَبَذْنٰهُ
بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ ١٤٥
145. Kemudian kami lemparkan dia ke daerah yang
tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. QS. Ash Shaffat.
Kemudian
Allah tumbuhkan di tanah itu pohon sejenis labu, ia bisa berteduh di sana dan
makan buahnya sampaik kenyang. Maka ketika pohon itu kering ia bersedih,
diingatkanlah kepadanya: Kamu bersedih karena sebatang pohon dan tidak bersedih
karena seratus ribu lebih, kamu tidak mau ke sana dan meminta keringanan untuk
mereka? Kemudian Allah perintahkan kepadanya agar pergi menemui kaumnya. Itulah
firman Allah:
وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ ١٤٧
147. Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang
atau lebih. QS. Ash Shaffat
Kemudian
Nabi Yunus as menuju ke sana, masuk kampung halamannya, ketika sudah mendekat
ia berkata kepada rajanya: Sesungguhnya Allah mengutusku kepadamu agar engkau
lepaskan Bani Israil bersamaku. Mereka menjawab: Kami tidak mengetahui apa yang
kamu katakan. Jika kami mengetahui bahwa kamu orang yang benar maka kami akan
lakukan. Kami telah datang ke kampung halaman kalian, kami jarah kalian, jika
benar apa yang kamu katakan maka Allah pasti akan melindungi kalian dari kami.
Tiga hari Nabi Yunus berkeliling mengajak mereka, tetapi mereka tidak
menerimanya. Kemudian Allah sampaikan kepadanya: ”Katakan kepada mereka, jika
kalian tidak beriman maka akan datang adzab kepada kalian. Ia sampaikan hal itu
kepada kaumnya, tetapi mereka menolak. Lalu ia tinggalkan mereka. Ketika Nabi
Yunus sudah pergi mereka menyesal dan merasa kehilangan. Lalu mereka mencarinya
dan tidak menemukannya. Kemudian mereka mengadukan masalahnya dan masalah Nabi
Yunus itu kepada para ulama mereka. Para ulama itu berkata: Carilah ia di kota ini,
jika ada di sana maka adzab yang disebutkan itu tidak akan turun, dan jika
telah keluar dari kota ini, maka sepetrti yang ia katakan. Lalu mereka
mencarinya. Ada yang mengatakan bahwa ia telah keluar sore tadi. Maka tatkala
mereka sudah putus asa, mereka tutup semua pintu kota, mereka tidak masuk
rumahnya, masing-masing meninggalkan anak dan isterinya. Mereka berdiri menatap
langit. Ketika subuh merekah datanglah adzab dari langit, mereka meratap,
merobek bajunya, wanita yang hamil menggugurkan kandungannya. Anak-anak
berteriak, demikian juga kambing dan sampai histeris. Kemudian Allah swt
mengangkat adzab ini dari mereka. Kemudian mereka mencari Nabi Yunus sampai
ketemu, lalu beriman dengannya.
Atas
dasar riwayat Ibnu Abbas inilah risalah Nabi Yunus as setelah ikan
mencampakkannya. Didasarkan pada firman Allah:
۞ فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ
وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ ١٤٥ وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ ١٤٦ وَاَرْسَلْنٰهُ
اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ ١٤٧
145. Kemudian kami lemparkan dia ke daerah yang
tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.
146. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon
dari jenis labu.
147. Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang
atau lebih. QS. Ash Shaffat
Diriwayatkan
pula dalam kisahnya, bahwa dialah rasul yang diutus untuk penduduk Ninuway.
(nun pertama dibaca kasrah, dan nun kedua dibaca dhammah) wilayah Maushil
ibukota negeri Asyur di Iraq, mengajak mereka menyembah Allah, mencampakkan
berhala dan kemusyrikan yang pernah mereka lakukan. Mereka mendustakan dan
mengingkarinya. Lalu Nabi Yunus as pergi meninggalkan mereka dengan murka,
kecewa pada kedurhakaan dan kekufuran yang mereka teruskan. Ia meninggalkan
mereka tanpa mendapatkan izin dari Rabbnya. Ia menyangka bahwa dengan dakwah
yang telah ia lakukan itu, Allah telah memaklumi sikapnya, dan merasa telah
menunaikan tugas dari Allah,
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ
فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ
مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧
87. Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika
ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan
mempersempitnya (menyulitkannya), QS. Al Anbiya
Ia pergi
dengan kecewa karena kaum yang mendustakannya, menuju ke pantai. Di sanalah ia
bertemu dengan kapal yang hendak berlayar, lalu menaikinya. Kemudian seperti
yang telah kami ceritakan sebelumna. Kapal itu oleng, dan dilakukan undian
untuk memilih orang yang harus diceburkan ke laut, untuk menyelamatkan yang
lebih banyak. Dan undian itu jatuh ke Yunus, dan ikanpun menelannya.
Kemudian
ia tersadar ketika berada dalam kegelapan perut ikan, ia mengakui sikap yang
tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang Nabi, yaitu tidak bersabar dalam
menunjuki kaumnya, berusaha maksimal membimbingnya, dan bersempit dada
menghadapinya, meninggalkan mereka tanpa mendapatkan izin Rabbnya. Sehingga ia
berdoa kepada Allah dengan penuh penyesalan:
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ
فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ
مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧
87. ...Maka ia
menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain
Engkau. Maha Suci Engkau, Sesungguhnya Aku adalah termasuk orang-orang yang
zalim." QS. Al Anbiya
Allah
swt mengabulkan doanya, dan mengirimkan nikmat dari sisi-Nya. Ikat itu
mendaratkannya, Allah tumbuhkan tanaman sejenis labu
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ
٨٨
88. Maka kami Telah memperkenankan doanya dan
menyelamatkannya dari pada kedukaan. dan Demikianlah kami selamatkan
orang-orang yang beriman. QS. Al Anbiya
Kemudian
menyuruhnya kembali ke kaumnya gigih mendakwahinya dan bersabar menghadapinya.
Inilah yang menjadi kunci iman kaumnya, dan kembalinya mereka bertaubat mencari
ridha Rabbnya. Itulah firman Allah:
فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ ١٤٨
148. Lalu mereka beriman, Karena itu kami
anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. QS. Ash
Shaffat
Hal yang
menegaskan bahwa kisah ikan bersama dengan Nabi Yunus itu terjadi setelah masa
kenabiannya dan pengangkatannya sebagai Rasul (utusan Allah) bagi penduduk
Ninuw. Maka makna firman Allah:
فَاجْتَبٰىهُ رَبُّهٗ فَجَعَلَهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ٥٠
50. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya
termasuk orang-orang yang saleh. QS. Al Qalam.
meneruskan
firman Allah:
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ
مَكْظُوْمٌۗ ٤٨
48. Maka Bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap
ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut)
ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). QS. Al
Qalam
Allah
memilihnya, mengembalikan wahyu yang telah terputus. Wallahu a’lam.
NABI YUNUS AS MENURUT AHLUL KITAB
Menurut ahlulkitab nama Yunus itu
diucapkan dengan Yunan bin Amtay. Ia memiliki kitab yang menjadi bagian dari
kitab-kitab perundang-undangan yang diterima gereja. Kitabnya berisi empat
pasal.
Isinya adalah: Bahwa Allah menyuruh
Yunan untuk pergi ke Ninuwy karena kerusakan mereka telah sedemikian hebatnya.
Kemudian Yunan berusaha kabur dari Tuhannya ke Turcec, ia singgah di Yafa,
menemukan kapal yang hendak menyeberang ke Turcec. Ia naik kapal itu setelah
membayar ongkos. Kemudian Allah mengutus angin kencang, hingga terjadilah badai
besar yang hampir menenggelamkan kapal seisinya. Setiap orang menyeru kepada
Tuhannya, sedangkan Yunan lelap tertidur di lantai kapal, mereka
membangunkannya dan mengundi untuk mengetahui siapa yang menjadi penyebab murka
Allah. Undian itu memunculkan nama-nama mereka, dan mereka hendak kembali ke
pantai namun gagal, kemudian Yunan menyuruh mereka agar menceburkannya ke laut
agar dapat meredakan murka Tuhan. Lalu mereka menceburkannya dan ikan besarpun
menelannya. Badai mereda. Yunan memohon kepada Tuhannya karena ketakutan di
dalam perut ikan, ia meminta dengan sangat selama tiga hari tiga malam. Kemudian
ikan itu memuntahkannya di pantai, lalu Allah menyuruhnya ke Ninuwy. Ia
berangkat ke sana. Allah menyuruhnya agar mengumumkan bahwa Ninuwy akan binasa,
akan menimpa penduduknya empat puluh hari lagi. Penduduk Ninuwy beriman kepada
Allah, mereka shalat, puasa, mendekatkan diri dan kembali kepada Allah. Hal ini
terdengar oleh Raja Ninuwy lalu ia melakukan seperti yang dilakukan rakyatnya.
Ketika
sudah lewat empat puluh hari penduduk Ninuwy tidak mengalami apapun seperti
yang diperingatkan. Yunan gelisah karena ancamannya tidak terbukti. Maka ia
keluar meninggalkan kota dan menyembunyikan diri di tanah tandus. Lalu Allah
tumbuhkan di tempat itu sejenis pohon labu, yang cepat tumbuh sehingga ia bisa
berteduh di sana, dan merasa senang dengannya. Pada hari kedua Allah utus
serangga yang makan akarnya, dan angin panas kencang berhembus mengeringkannya.
Yunan sedih dan mengatakan: ”mati lebih
baik bagiku daripada hidup” Allah berikan wahyu kepadanya: Apakah kamu bersedih
karena pahon labu yang mati? Ia menjawab: Aku sedih karena kebenaran sampai
mati. Allah menegurnya: Kamu kasihan kepada pohon labu, yang kamu tidak lelah
mengurusnya, ia hanyalah tumbuh di malam hari dan mati pada malam berikutnya.
Kenapa kamu tidak lebih kasihan kepada kota Ninuwy yang besar yang dihuni lebih
dari dua belas suku, yang tidak tahu apa-apa, dan ternak mereka sangat banyak?
Inilah secara umum yang ada dalam kitab Yunan. Dan yang valid dan benar adalah
yang ada dalam Al Qur’an.
NABI
YUNUS AS DALAM AL QUR’AN
Firman
Allah dalam surah Al Anbiya
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ
فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ
مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧ فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ
نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ ٨٨
87. Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika
ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan
mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat
gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau,
Sesungguhnya Aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
88.
Maka kami Telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada
kedukaan. dan Demikianlah kami selamatkan orang-orang yang beriman.
Firman Allah dalam surah Ash Shaffat
وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ
الْمُرْسَلِيْنَۗ ١٣٩ اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ ١٤٠ فَسَاهَمَ فَكَانَ
مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ ١٤١ فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ ١٤٢ فَلَوْلَآ
اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ ١٤٣ لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ
١٤٤ ۞ فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ ١٤٥ وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً
مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ ١٤٦ وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ
١٤٧ فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ ١٤٨
139. Sesungguhnya Yunus
benar-benar salah seorang rasul,
140. (Ingatlah) ketika ia lari[1288], ke kapal
yang penuh muatan,
141. Kemudian ia ikut berundi[1289] lalu dia
termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
142. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan
tercela[1290].
143. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk
orang-orang yang banyak mengingat Allah,
144. Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan
itu sampai hari berbangkit.
145. Kemudian kami lemparkan dia ke daerah yang
tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.
146. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon
dari jenis labu.
147. Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang
atau lebih.
148. Lalu mereka beriman, Karena itu kami
anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.
PERTANYAAN
DAN DISKUSI
Sebutkan
nasab Nabi Yunus, apakah benar bahwa nasabnya itu kepada ibunya, sebagaimana
nasab nabi Isa as kepada ibunya? Apakah
ia memiliki hubungan dengan Nabi Ibrahim as? Apa dalilnya dalam hal ini?
Berapa
kali nama Nabi Yunus disebutkan dalam Al Qur’an? Mampukan antum menyebutkan dua
tempat di antaranya? Adakah surah dalam AL Qur’an yang diberi nama Yunus?
Kenapa dinamakan dengan nama ini?
Firman
Allah: (فلولا كانت قرية آمنت فنفعها إيمانها إِلاَّ قوم يونس ) iman itu
bermanfaat bagi semua negeri. Kenapa secara khusus disebut kaum Nabi Yunus?
Surah
Ash Shaffat memberikan rincian yang lengkat tentang kisah Nabi Yunus as.
Carilah dalam tafsir Ibnu Katsir atau lainnya, lalu ketauhilah pembahasannya!
Firman
Allah (وذا النون إذ ذهب مغاضباً فظن أن لن نقدر عليه ) apakah
seorang Nabi boleh menyangka seperti ini? Kenapa ia disebut “Dzannun”? apa
kisah kemarahan Nabi Yunus yang menyebabkan semua ini? Apakah marah itu haram
untuk segala urusan? Apakah boleh bagi seorang da’i terutama seorang nabi marah
kepada kaumnya? Meninggalkan mereka tanpa mendapatkan izin dari Allah terlebih
dahulu? Atau karena sebab yang tidak syar’iy padahal ia bertugas untuk
membimbingnya? Ataukan aplikasi itu ada makna lain?
Ada
pendapat lain tentang kemarahan Nabi Yunus as bahwa ia menolak pergi untuk
memperbaiki dan mendakwahi kaumnya sehingga Allah marah karena hal ini. Jika
demikian maka apakah diperbolehkan bagi seorang guru atau da’i untuk menolak
pergi ke kaum yang ahli maksiat dan merasa cukup aman dengan yang ada karena
takut lelah dan berat...dst.
Bagaimana
undian itu keluar nama Nabi Yunus as, sedang berada di atas kapal di tengah
laut untuk memilih salah satu penumpang yang akan diceburkan ke laut sehingga
bisa menyelamatkan seluruh penumpang kapal? Bukankan ini terjadi karena takdir
Allah? Apakah hati manusia masih tidak tergerak untuk kembali kepada Allah
dalam situasi seperti ini agar selamat? Apakah Allah akan membiarkan salah
seorang nabi-Nya dalam situasi seperti ini?
Ikan
menelannya hidup-hidup, kenapa? Apakah benar apa yang dikatakan bahwa Allah
memberikan wahyu kepada ikan bahwa perutmu itu adalah penjara bagi Yunus, bukan
menjadikannya sebagai makanan?
Nabi
Yunus berdoa kepada Tuhannya dalam tiga kegelapan, dan Allah mendengar doanya,
yaitu kegelapan dalam perut ikan, kegelapan dalam lauatan, dan kegelapan malam
(أن
لا إله إِلاَّ أنت سبحانك إني كنت من الظالمين ) kemudian
Allah kabulkan doanya dan menyelamatkannya dari kegelapan yang menimpanya. Ikan
itu mendaratkannya di pantai. Bukankah hal ini menunjukkan kekuasaan Allah? Perhatian
Allah kepada para hamba-Nya. Tunduknya ikan atas dengan perintah Allah
Sesungguhnya
Nabi Yunus tidak sabar menerima beban risalah, lalu sesak dadanya karena
risalah itu atau karena sikap kaumnya lalu pergi dengan marah. Inilah yang
menyebabkannya mengalami kesulitan seperti yang dialami para pendusta. Jika
saja ia tidak mengakui dosanya, mengakui kezaliman dirinya dan kesungguhan doanya,
maka Allah tidak akan keluarkan ia dari kesulitan yang menimpanya. Bukanlah hal
ini memberikan banyak pelajaran kepada para da’i, antara lain:
· Keharusan untuk tahan dan sabar dalam da’wah, tahan
menyikapi kaum yang mendustakannya, tahan menghadapi tekanan dalam dakwahnya.
· Barang siapa yang meninggalkan dakwah, maka Allah akan
adzab ia dengan berbagai macam adzab.
·
Sesungguhnya
jalan dakwah bukanlah jalan yang mudah. Bisa diterima dalam hati bukanlah
sesuatu yang mudah diraih, harus ada usaha serius, pemilihan cara yang tepat,
perjalanan panjang sehingga buahnya akan dapat dipetik dengang baik. Maka
setiap da’i harus membekali diri dengan sabar, harapan, dan kerja nyata.
Sangat
mudah bagi seorang da’i memarahi kaumnya yang tidak menerima dakwahnya; akan
tetapi hal ini tidak akan bermanfaat sedikitpun
Para da’i
adalah perangkat dakwah di bawah kekuasaan Allah, dan Allah lebih melindungi
dan menjaga dakwahnya, maka seorang da’i harus menunaikan kewajibannya dalam
semua situasi dan yang lain menjadi jaminan Allah.
Apakah
do’a Nabi Yunus ini khusus untuk dirinya atau berlaku umum untuk semua kaum
muslimin yang mengalami kesulitan?
Tumbuhnya
pohon sejenis labu untuk Nabi Yunus agar menjadi teduhan dan makanan dari
buahnya, apakah hal ini merupakan rahmat Allah? Ataukah mukjizat bagi Nabi
Yunus as? Ataukah hal ini merupakan masa jeda persiapan untuk mengutus Nabi
Yunus sehingga ia mendapatkan waktu rehat dan berfikir?
Nabi
Yunus as dengan Nabi Muhammad saw pernah ada kisah indah, ingatkan antum ketika
Rasulullah saw pergi ke Thaif. Lalu datang seorang budak yang memberikan
seuntai kurma. Rasulullah saw menanyakan dari mana asal negerinya dan agamanya?
Ia menjawab dari Ninuwy. Rasulullah saw mengatakan kepadanya bahwa ia berasal
dari negerinya orang shalih yaitu Nabi Yunus ibn Matta. Apakah kisah ini bisa
mengingatkanmu bahwa Rasulullah saw mengenal para nabi, negeri, sejarah dan
kisah mereka. Rasulullah saw mengenangnya ketika mengalami situasi sulit di
Thaif.
Firman
Allah:
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوْتِۘ اِذْ نَادٰى وَهُوَ
مَكْظُوْمٌۗ ٤٨
48. Maka Bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap
ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut)
ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).
Allah
swt mengingatkan kisah Nabi Yunus ini agar bersabar dan tidak terburu-buru,
tidak mecewa oleh kaum yang mendustakan. Sabar menghadapi pendustaan,
pembangkangan dan siksaan. Inilah ongkos dakwah, dan setelah itu tinggal
menyerahkan urusan kepada Allah.
Inilah
pengalaman yang harus diperhatikan oleh setiap da’i. Al Qur’an telah
mengingatkannya untuk Rasulullah saw, dan kita lebih membutuhkannya terutama ketika
mengalami kesulitan, penolakan, dan pembangkangan.
Walau
dekimikian tidak boleh ada terlintas sedikitpun pada seorang mujahid atau bukan
mujahid, perasaan lebih baik dari Nabi Yunus. Rasulullah saw bersabda:
مَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ أَنْ
يَقُولَ أَنَا
خَيْرٌ مِنْ يُونُسَ بْنِ مَتَّى
Tidak patut bagi siapapun
mengatakan bahwa saya lebih baik dari Yunus bin Matta. HR Al Bukhariy, dari Abu
Hurairah.
[1] yang dimaksud dengan keadaan yang sangat gelap ialah
didalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari.
No comments:
Post a Comment