هزيمة بني إسرائيل وسلب التابوت منهم
KEKALAHAN BANI ISRAIL DAN DIRAMPASNYA TABUT DARI MEREKA
Setelah Nabi
Musa as wafat, Bani Israil dipimpin oleh Yusya’ bin Nun, salah satu keturunan
Nabi Yusuf as. Bersamanyalah Bani Israil memasuki negeri yang telah dijanjikan
waktu itu, yaitu Palestina.
Kota pertama
yang mereka kuasai adalah kota Ariyha, ada yang menyebut Aussyalim. Allah swt
telah memerintahkan mereka untuk memasuki pintu kota itu dengan khusyu’
merendahkan diri kepada Allah, dengan mengatakan (حطة) yang berarti: ampunilah kesalahan-kesalahan kami, Wahai Tuhan
kami. Akan tetapi laum ini melanggar perintah Allah, mereka masuk kota dengan
sombong dan berbuat dosa. Padahal mereka disuruh beristighfar kepada Rabbnya.
Maka Allah murka kepada mereka dan menurunkan adzab sebagai balasan maksiatnya.
وَإِذْ قُلْنَا ٱدْخُلُوا۟
هَـٰذِهِ ٱلْقَرْيَةَ فَكُلُوا۟ مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًۭا وَٱدْخُلُوا۟ ٱلْبَابَ
سُجَّدًۭا وَقُولُوا۟ حِطَّةٌۭ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطَـٰيَـٰكُمْ ۚ وَسَنَزِيدُ ٱلْمُحْسِنِينَ
٥٨
فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَنزَلْنَا عَلَى ٱلَّذِينَ
ظَلَمُوا۟ رِجْزًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ ٥٩
Dan
(ingatlah), ketika kami berfirman: "Masuklah kamu ke negeri Ini (Baitul
Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang
kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud[1], dan Katakanlah:
"Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya kami ampuni
kesalahan-kesalahanmu, dan kelak kami akan menambah (pemberian kami) kepada
orang-orang yang berbuat baik". Lalu orang-orang yang zalim mengganti
perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. sebab itu
kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, Karena mereka
berbuat fasik. QS. Al Baqarah. 58-59
Yusya’
memimpin Bani Israil di Palestian sampai wafatnya. Kemudian mereka dipimpin
oleh para Qadhi (hakim) dalam beberapa waktu lamanya tanpa memiliki kekuasaan
yang kuat dan disegani. Ketika itulah Bani Israil menjadi sasaran serangan
bangsa-bangsa lain. Kebiasaan mereka jika berperang adalah dengan membawa
tabut, untuk meminta kemenangan dan menguatkan semangatnya.
Kemudian
terjadilah pertempuran berdarah Bani Israil dengan bangsa Palestina. Karena
Allah tidak menyukai Bani Israil atas kesalahan yang telah mereka perbuat,
akhirnya mereka dikalahkan oleh bangsa Palestina dengan sangat mengenaskan;
wanita dan anak-anak mereka dijarah, dan mereka diusir dari kampung halamannya.
Dan Tabut yang menjadi kebanggaan mereka dirampas pula, dan dibawa ke rumah Daajun
(داجون) sesembahan mereka.
Di masa mereka dipimpin para hakim ini, mereka hidup dalam keadaan badui, menguatnya fanatik suku (qabilah) sampai pada tahun 1040 SM, ketika muncul seorang pemimpin yang mampu menyatukan para qabilah ini di bawah satu bendera, hidup berdasarkan hukum. Inilah awal masa kekuasaan dalam Bani Israil. Dan dalam sejarah Yahudi dikenal dengan nama (شاول) dan Al Qur’annya menyebutnya dengan .(طالوت)
بنوة
إسرائيل يطلبون ملكا
BANI
ISRAIL MENCARI PEMIMPIN
Kehinaan
dialami Bani Israil setelah kekalahannya dalam perang dan dirampasnya tabut
dari tangan mereka. Maka para pemuka mereka mendatangi (صموئيل) Shamuel seorang Nabi dan Qadhi, memintanya untuk memilih
pemimpin mereka, yang bisa menyatukan mereka untuk berperang melawan musuhnya. Shamuel
mengenal betul hakekat kaumnya, tabiatnya, dan malasnya mereka untuk berperang.
Ia bertanya kepada kaumnya: Nanti jika diwajikan perang, malah kamu tidak mau
berperang? Mereka menolak anggapan ini, dan menyangkal: Bagaimana kami tidak
berperang untuk mengambil kembali hak kami. Musuh
kita telah mengusir kita dari kampung halaman, memisahkan kita dengan anak-anak
kita. Dugaan Shamuel betul; begitu Allah kabulkan permintaan mereka dan
mewajibkan perang pada mereka, mereka mundur kecuali sekelompok kecil saja.
Firman Allah:
أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلْمَلَإِ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ
مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰٓ إِذْ قَالُوا۟ لِنَبِىٍّۢ لَّهُمُ ٱبْعَثْ لَنَا مَلِكًۭا
نُّقَـٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ
أَلَّا تُقَـٰتِلُوا۟ ۖ قَالُوا۟ وَمَا لَنَآ أَلَّا نُقَـٰتِلَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ
وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِن دِيَـٰرِنَا وَأَبْنَآئِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ
ٱلْقِتَالُ تَوَلَّوْا۟ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنْهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّـٰلِمِينَ
٢٤٦
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ٱللَّهَ قَدْ بَعَثَ
لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًۭا ۚ قَالُوٓا۟ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلْمُلْكُ عَلَيْنَا
وَنَحْنُ أَحَقُّ بِٱلْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةًۭ مِّنَ ٱلْمَالِ ۚ
قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُۥ بَسْطَةًۭ فِى ٱلْعِلْمِ
وَٱلْجِسْمِ ۖ وَٱللَّهُ يُؤْتِى مُلْكَهُۥ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ
عَلِيمٌۭ ٢٤٧
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ءَايَةَ مُلْكِهِۦٓ أَن
يَأْتِيَكُمُ ٱلتَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌۭ مِّمَّا
تَرَكَ ءَالُ مُوسَىٰ وَءَالُ هَـٰرُونَ تَحْمِلُهُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ ۚ إِنَّ فِى
ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ٢٤٨
فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِٱلْجُنُودِ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ
مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍۢ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّى وَمَن لَّمْ
يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّىٓ إِلَّا مَنِ ٱغْتَرَفَ غُرْفَةًۢ بِيَدِهِۦ ۚ
فَشَرِبُوا۟ مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُۥ هُوَ وَٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ قَالُوا۟ لَا طَاقَةَ لَنَا ٱلْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ
ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَـٰقُوا۟ ٱللَّهِ كَم مِّن فِئَةٍۢ
قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةًۭ كَثِيرَةًۢ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
٢٤٩
وَلَمَّا بَرَزُوا۟ لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ قَالُوا۟
رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًۭا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ
ٱلْكَـٰفِرِينَ ٢٥٠
فَهَزَمُوهُم بِإِذْنِ ٱللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُۥدُ جَالُوتَ
وَءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلْمُلْكَ وَٱلْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُۥ مِمَّا يَشَآءُ ۗ
وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍۢ لَّفَسَدَتِ ٱلْأَرْضُ
وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلْعَـٰلَمِينَ ٢٥١
246. Apakah kamu tidak
memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah nabi Musa, yaitu ketika mereka
Berkata kepada seorang nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja
supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". nabi mereka
menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak
akan berperang". mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang
di jalan Allah, padahal Sesungguhnya kami Telah diusir dari anak-anak
kami?"[2].
Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali
beberapa saja di antara mereka. dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang
yang zalim.
247. Nabi mereka
mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah Telah mengangkat Thalut
menjadi rajamu." mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami,
padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun
tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" nabi (mereka) berkata:
"Sesungguhnya Allah Telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang
luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa
yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
248. Dan nabi
mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja,
ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan[3] dari Tuhanmu dan sisa dari
peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang
beriman.
249. Maka tatkala
Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan
menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya;
bukanlah ia pengikutku. dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk
seceduk tangan, Maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya
kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang
yang beriman bersama dia Telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang Telah
minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari Ini untuk melawan Jalut
dan tentaranya." orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui
Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat
mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang
yang sabar."
250. Tatkala Jalut
dan tentaranya Telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya)
berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan
kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."
251. Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara
Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut,
Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah[4] (sesudah meninggalnya
Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. seandainya Allah
tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain,
pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas
semesta alam. (Al-Baqarah: 246-251).
تولية طالوت الملك
KEPEMIMPINAN THALUT
Shamuel menyampaikan kepada Bani Israil bahwa Allah telah
mengabulkan permintaan mereka dan mengangkat Thalut keturuan Bunyamin sebagai
pemimpin mereka. Akan tetapi kaumnya protes dan menolak pilihan ini, sebab
Thalut tidak memiliki nasab yang tinggi, dan mereka –menurut sangkaannya- lebih
berhak menjadi pemimpin daripada Thalut, karena para pemimpin Bani Israil
semula dari keturuan Yahudza, dan kenabian dari keturunan Lawiya. Sedangkan
Thalut keturunan Bunyamin yang hanya rakyat jelata. Mereka menolak Thalut juga
karena faktor lain yaitu karena ia miskin, tidak memiliki harta yang berlimpah.
Harta menurut Yahudi adalah faktor terpenting dalam kemuliaan dan status
sosial.
Shamuel menjawab penolakan ini dengan mengatakan: Bahwa
Allah telah memilih Thalut dan memiliki sifat yang layak untuk memimpin. Allah
telah berikan ilmu yang berlimpah yang memungkinkannya mengetahui masalah
politik dan menata urusan, sebagaimana Allah telah berikan pula kekuatan fisik
yang membuatnya mampu berperang melawan musuh. Dan Allah yang telah memilih
Thalut Maha Mengetahui urusan makhluk-Nya. Dialah yang mengatur alam semesta
sesuai dengan kehendak-Nya, memberikan kekuasaan kepada yang dikehendaki karena
ada hikmah yang tidak diketahui manusia.
247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka:
"Sesungguhnya Allah Telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." mereka
menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak
mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan
yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah Telah
memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang
perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. QS. AL Baqarah
علامة الملك في طالوت
TANDA KEKUASAAN
THALUT
Al Qur’an menerangkan bahwa Nabi Shamuel menyampaikan
kepada Bani Israil: Sesungguhnya tanda kekuaan Thalut adalah bahwa ia akan
memimpin mereka meraih kemenangan, dan tabut yang menjadi simbul kebesarannya,
ketenangan hatinya, di sana terdapat bekas peninggalan Musa dan Harun as, dari
sanalah terdapat lembaran-lembaran catatan wasiat Allah. Tabut ini akan kembali
kepada mereka dibawa Malaikat. Firman Allah:
248. Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka:
"Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu,
di dalamnya terdapat ketenangan[5] dari Tuhanmu dan sisa dari
peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang
beriman. QS. AL Baqarah.
طالوت يختبر جيشه
THALUT MENGUJI PASUKANNYA
Thalut mengajak kaumnya berjihad di jalan Allah dan
memotivasinya untuk berperang melawan musuh yang telah menghinakannya. Maka
bergabunglah di bawah komandonya itu pasukan besar dan dibawakah ke medan
perang melawan bangsa Palestina yang dipimpin Jalut, yang terkenal pemberani,
dan telah populer nama besarnya di antara bangsa-bangsa sekitarnya, sehingga
mereka menghindari pertempuran dengannya.
Thalut bergerak dengan pasukannya, menjauh dari kampung
halamannya, semakin dekat dengan musuh. Maka Thalut ingin menguji semangat
pasukannya untuk berperang, menguji kesabaran dan ketaatannya. Ia berkata
kepada pasukan yang sudah kelelahan dan kehausan itu: “Sesungguhnya kalian akan
melintasi sungai, dan Allah menguji kalian untuk membedakan antara yang taat
dan yang durhaka. Maka barang siapa yang tidak meminumnya dan tidak
mencicipinya maka dialah pengikutku; diperbolehkan kalian untuk mengambil
seteguk dengan tangannya menghilangkan dahaganya. Dan barangsiapa minum lebih
dari itu maka dia bukan pengikutku”. Maka tatkala sudah sampai di sungai itu,
mayoritas pasukan melanggar perintah Thalut, dan mereka mengalami kepayahan
yang berat sekali.
249. Maka tatkala Thalut keluar membawa
tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu
sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan
barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, Maka dia adalah
pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara
mereka. QS. Al Baqarah
انتصار طالوت
KEMENANGAN THALUT
Thalut melintasi sungai itu bersama dengan orang-orang
sabar melawan haus dan lelah. Mereka merasa sangat sedikit di hadapan jumlah
musuh di hadapannya yang sangat besar, setelah sebagian besar pasukan ketinggalan.
Sekelompok orang yang terkesima dengan jumlah musuh yang besar berkata: Hari
ini kita tidak lagi punya kemampuan melawan Jalut. Kelompok lain yang beriman,
tidak menghiraukan jumlah musuh yang besar, karena yakin bahwa mereka akan
menemui Rabbnya dengan kematian. Karena itulah mereka berkata: Berapa banyak
telah terjadi kelompok kecil, yang sedikit jumlahnya mampu mengalahkan kelompok
besar yang banyak bilangannya karena idzin Allah. Maka hendaklah kita bersabar
menghadapi musuh. Karena sesungguhnya Allah menjanjikan kemenangan dan
pertolongan kepada orang yang bersabar.
Ketika orang-orang yang beriman itu keluar untuk
menyerang Jalut dan pasukannya; mereka meminta dengan sungguh-sungguh kepada
Allah agar memenuhi hati mereka dengan kesabaran, dan meneguhkan mereka di
medan perang, memberikan kemenangan kepada mereka atas musuh-musuhnya. Lalu
Allah kabulkan doanya dan memberinya kemenangan. Daud berhasil membunuh Jalut,
dan Allah berikan kepadanya kekuasaan Bani Israil, mengajarkannya apa yang
dikehendaki, ilmu dan hikmah. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya yang
shalih. Jika saja Allah tidak memberikan kekuasaan kepada orang-orang shalih
mengalahkan para perusak, maka kerusakan mereka akan menyebar, dan jika saja
Allah tidak membuat perang antara para perusak itu, maka dunia ini akan
dipenuhi kerusakan; Akan tetapi Allah Maha Ihsan (selalu membuat kebaikan) dan
memberikan anugerah kepada manusia.
249. ...Maka
tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia Telah menyeberangi
sungai itu, orang-orang yang Telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan
kami pada hari Ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." orang-orang yang
meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi
golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.
dan Allah beserta orang-orang yang sabar." QS. Al Baqarah
داود
وقتله جالوت (جُليات)
DAUD MEMBUNUH JALUT (GOLIAT)
Al Qur’an
tidak merinci bagaimana Daud mengalahkan Jalut. Tetapi dalam perjanjian lama,
diterangkan peristiwa ini, dan kami sebutkan dengan ringkas di sini:
Bangsa
Palestina mengumpulkan pasukannya untuk menyerang Bani Israil. Dan yang
menghadapinya adalah Syawil dan beberapa tokoh Bani Israil lainnya. Dua kubu ini berada di atas bukit yang
dibatasi oleh lembah. Beberapa hari berlalu, dua kubu ini tidak ada yang berani
berhadapan langsung. Ketika itulah dari Palestina muncul seorang lelaki gagah,
berwajah seram, bernama Goliat, dengan pedang dan tombak di tangannya. Goliat
keluar dan berdiri di tengah lembah, memanggil barisan Bani Israil agar
menampilkan salah satu jagoannya untuk bertanding dengannya; dengan mengatakan:
“Jika ada perajuritmu yang mampu mengalahkanku, maka kami akan menjadi hamba
sahayamu, dan jika aku yang menang maka kalian semua akan jadi hamba sahayaku.”
Syawil dan
pasukannya mendengar perkataan Goliat. Mereka gentar dan takut bertanding
mengalahkannya. Goliat terus menantang mereka sampai empat puluh hari lamanya.
Syawil telah menjanjikan bahwa ia akan memberikan hadiah harta yang berlimpah
dan menikahkan dengan anaknya kepada siapapun yang bisa membunuh Goliat.
Ada seorang
dari Batullahm (Betlehm) bernama Yasiyyi memiliki tiga anak yang ikut perang
dalam pasukan Syawil. Dan anak ke empatnya bernama Daud diutus untuk mencari
tahu kabar mereka. Lalu melihat Goliat yang mencari lawan, dan orang-orang
takut menghadapinya. Goliat mencaci maki dan menghina mereka. Maka tergeraklah
semangat di hati Daud dan meminta izin kepada Syawil untuk meladeninya. Syawil
keberatan dan khawatir ia ceroboh, tetapi akhirnya mengizinkannya untuk
bertanding, dan memakaikan baju perang. Ia belum bisa memakai dan membukanya.
Kemudian ia ambil tongkatnya, memilih lima butir batu licin dari lembah itu,
dimasukkan ke dalam kantungnya dan pelontarnya ada di tangannya. Setelah
berbicara dengan Goliat, dengan cepat Goliat menyerang Daud, tetapi Daud lebih
cepat lagi melemparnya dengan batu dari pelontarnya itu dan mengenai dahi
Goliat yang langsung jatuh tersungkur ke tanah, dan dengan cepat Daud
memburunya, dan secepat kilat Daud dapat menyerangnya dan memenggal kepalanya. Palestina
panik ketika melihat rajanya terbunuh, barisan mereka kacau, kemudian mereka
melarikan diri, lalu dikejar oleh Syawil dan pasukannya hingga membunuh banyak
sekali pasukan Goliat.
موت طالوت وتولية داود ملكا
THALUT WAFAT
DAN DAUD DIANGKAT MENJADI RAJA
Ketika Daud
berhasil membunuh Goliat, maka posisinya menjadi semakin baik di hadapan Syawil
(Thalut), dan menjadi yang terdepan di antara para tokoh Bani Israil dalam
perang. Apalagi ia mendapatkan simpati seluruh Bani Israil. Dan tidak lama
kemudian terjadi perang kembali antara Bani Israil dan Palestina, yang
dimenangkan oleh Palestina. Bani Israil terpecah belah setelah kekalahan ini.
Setelah itu pula Daud pergi ke kota Al Khalil, dan diangkat oleh para tokoh
Yahudza sebagai raja dan mendirikan kerajaan di sana. Dan sebagian Bani Israil
yang lain dipimpin oleh anaknya Syawil sampai wafatya, kemudian Daud dinobatkan
sebagai raja yang menguasai seluruh keturunan Israil, pada usia tigapuluh
tahun, dan memerintah selama empat puluh tahun.
قصة داود - u -
KISAH NABI
DAUD AS
Dialah Daud
bin Abasya bin Uwaid bin Abir bin Salmun bin Nahsyun bin ’Uwainadib bin Aram
bin Hashrun bin Farash bin Yahudza bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim Al Khalil
hamba dan nabi Allah di Baitul Maqdis.
Muhammad bin
Ishaq mengatakan dari sebagian ahlul ilmi dari Wahb bin Munabbih: Daud as
adalah bertubuh pendek bermata biru, sedikit rambutnya, bersih hatinya. Allah
berikan secara bersamaan kepadanya kekuasaan dan kenabian, gabungan antara
kebaikan dunia dan akhirat. Kekuasaan itu berada pada jalur kakeknya dan
kenabian dari jalur lainnya. Dan keduanya bertemu dalam diri Daud as.
حياة داود - u -
KEHIDUPAN
NABI DAUD
Nabi Daud as
adalah seorang ahli ibadah dan dekat dengan Allah, kuat beragamanya. Tidak
jatuh oleh kesulitan dan tidak lemah oleh tekanan. Allah swt anugerahkan
kepadanya seekor kuda yang bertasbih siang dan malam dengan bahasa khusus yang
tidak diketahui kebanyakan orang. Dan Nabi Daud sendiri Allah berikan berbagai
keistimewaan, seperti burung yang berkerumun di sekelilingnya menyertainya
bertasbih bersama. Firman Allah:
ٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ
وَٱذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُۥدَ ذَا ٱلْأَيْدِ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ ١٧
إِنَّا سَخَّرْنَا ٱلْجِبَالَ
مَعَهُۥ يُسَبِّحْنَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِشْرَاقِ ١٨
وَٱلطَّيْرَ
مَحْشُورَةًۭ ۖ كُلٌّۭ لَّهُۥٓ أَوَّابٌۭ ١٩
17. Bersabarlah atas segala apa yang mereka
katakan; dan ingatlah hamba kami Daud yang mempunyai kekuatan; Sesungguhnya dia
amat taat (kepada Tuhan).
18. Sesungguhnya kami menundukkan gunung-gunung
untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,
19. Dan (Kami
tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. masing-masingnya amat
taat kepada Allah. QS. Shaad.
۞ وَلَقَدْ
ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضْلًۭا ۖ يَـٰجِبَالُ أَوِّبِى مَعَهُۥ وَٱلطَّيْرَ
ۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلْحَدِيدَ ١٠
10.
Dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepada Daud kurnia dari kami. (Kami
berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah
berulang-ulang bersama Daud", dan kami Telah melunakkan besi untuknya, QS.
Saba’
KERAJAAN DAN HIKMAH NABI DAUD AS
Allah menyebutkan nikmat-nikmat-Nya kepada Nabi Daud
antara lain:
وَشَدَدْنَا
مُلْكَهُۥ وَءَاتَيْنَـٰهُ ٱلْحِكْمَةَ وَفَصْلَ ٱلْخِطَابِ ٢٠
20. Dan kami kuatkan kerajaannya dan kami berikan
kepadanya hikmah[6]
dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. QS. Shaad
Maksud
dari kalimat:
وشددنا مُلكه : Kami kuatkan ia
dengan kewibawaan, pertolongan, banyaknya pasukan dan bertambahnya kenikmatan.
وآتيناه الحكمة : Kenabian,
kelengkapan ilmu dan pengetahuan agama
وفصل
الخطاب : Penengah dalam perselisihan yang terjadi antara orang yang
bersengketa untuk membedakan antara yang hak dan yang batil.
مُعجزات داود - u -
MU’JIZAT
NABI DAUD AS
Allah swt
menunjukkan beberapa hal luar biasa dalam diri Nabi Daud yang tidak bisa
dilakukan oleh manusia biasa:
۞ وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ مِنَّا
فَضْلًۭا ۖ يَـٰجِبَالُ أَوِّبِى مَعَهُۥ وَٱلطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلْحَدِيدَ
١٠
أَنِ ٱعْمَلْ
سَـٰبِغَـٰتٍۢ وَقَدِّرْ فِى ٱلسَّرْدِ ۖ وَٱعْمَلُوا۟ صَـٰلِحًا ۖ إِنِّى بِمَا
تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ ١١
10. Dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepada
Daud kurnia dari kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan
burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan kami Telah
melunakkan besi untuknya,
11. (yaitu)
buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah
amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. QS. Saba’
Bahwa Allah
swt melunakkan besi di tangan Nabi Daud as dapat membentuknya sesuka hatinya
tanpa perlu dipanasi dengan api atau ditempa dengan palu. Maka dari besi inilah
Nabi Daud dapat membuat baju perang, dengan sambungan yang sangat tepat antara
satu bagian dengan bagian lainnya. Baju perang yang tidak mengganggu gerakan
pemakainya sebagaimana baju-baju perang lainnya. Al Qur’an menunjukkan hal ini:
وَعَلَّمْنَـٰهُ
صَنْعَةَ لَبُوسٍۢ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ
شَـٰكِرُونَ ٨٠
80.
Dan Telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna
memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada
Allah). QS. An Anbiya : 80.
Kami ajarkan kepada Daud kemampuan membuat baju perang
yang terbuat dari besi untuk melindungi diri dari pukulan pedang, hujaman anak
panah di medan perang.
KITAB NABI DAUD AS
Al Qur’an menyebutkan bahwa Allah swt telah memberikan
kitab kepada Nabi Daud yang diberi nama Az Zabur,
وَرَبُّكَ
أَعْلَمُ بِمَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ
عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۖ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًۭا ٥٥
55. ... dan kami berikan Zabur kepada Daud.
QS.Al Isra
Para ahli kitab menyebutnya dengan nama Al Mazamir, yaitu
nyanyian bersajak yang relegius dan penuh perasaan. Di sana terdapat
kidung-kidung yang mengagungkan Allah lewat keajaiban makhluk, ada pula shalat,
ajaran-ajaran Allah, terdapat pula balasan dan ancaman. Mayoritas Mazamir
direferensikan kepada Daud as, dan ada pula sebagian Mazamir yang dibuat
sesudahnya, antara lain yang dibuat oleh Haman, Ithan, Sulaiman, Isaf, dan
keturunannya.
داود - u - القاضي
NABI DAUD AS SEBAGAI QADHI (HAKIM)
Nabi
Daud membagi waktunya dalam kerajaannya itu menjadi empat bagian, yaitu:
- Hari untuk ibadah
- Hari untuk menjadi hakim
- Hari untuk memberi nasehat
- Hari untuk dirinya sendiri.
KEPUTUSANNYA TENTANG DUA ORANG YANG MEMANJAT PAGAR
Ketika Nabi Daud as berada pada hari khusus ibadahnya,
tiba-tiba datang dua orang yang memanjat pagarnya. Keduanya punya masalah yang
ingin mendapatkan keputusan hukum darinya. Nabi Daud as terkejut karena
kedatangannya yang tiba-tiba. Dua orang ini memanjat pagar dan melewati pasukan
penjaganya. Nabi Daud mengira keduanya akan berbuat buruk padanya.
Keduanya berkata: "Janganlah kamu merasa takut;
(kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat
zalim kepada yang lain; Maka berilah Keputusan antara kami dengan adil dan
janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang
lurus.
Yang satu berkata: Sesungguhnya saudaraku Ini mempunyai
sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan Aku mempunyai seekor saja. Maka
dia berkata: "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan Aku
dalam perdebatan".
Ketika Nabi Daud mendengar pengaduan ini, dengan cepat
menvonis pemiliki kambing yang banyak sebagai orang yang bersalah, tanpa
bertanya terlebih dahulu kepada pihak lain yang diadukan.
"Sesungguhnya dia Telah berbuat zalim kepadamu
dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. dan
Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka
berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini"
Dan sejenak kemudian Nabi Daud as tersadar bahwa ia
terlalu cepat mengambil keputusan.
قَالَ لَقَدْ
ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْخُلَطَآءِ
لَيَبْغِى بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
وَقَلِيلٌۭ مَّا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّـٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ
رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًۭا وَأَنَابَ ۩ ٢٤
Dia (Dawud) berkata, "Sungguh, dia telah berbuat
zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada
kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat
zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
kebajikan; dan hanya sedikitlah mereka yang begitu." Dan Dawud menduga
bahwa Kami mengujinya; maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur
sujud dan bertobat. (Shaad, 38/24)
Tentang peristiwa ini terdapat dalam Al Qur’an surah
Shaad. 21-26.
KEPUTUSAN TENTANG SENGKETA KEBUN
Suatu malam ada kambing yang tidak ada penggembalanya
merusak salah satu kebun. Pemilik kebun itu mengadukannya kepada Nabi Daud as.
Ia bekata: “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami telah mebajak ladang kami,
menanaminya, dan mengurusnya, sampai ketika mendekati masa panen,
kambing-kambing ini datang di malam hari dan memakan dan menghancurkan tanaman
kami, sehingga tidak tersisa sedikitpun.
Nabi
Daud bertanya kepada pemilik kebun itu: Berapa kira-kira harga tanamanmu?
Pemilik
kebun itu menunjukkan harganya.
Nabi
Daud bertanya pula kepada pemilik kambing: Berapa harga kambingmu?
Pemiliki
kambing itu menunjukkan harganya.
Ketika Nabi Daud melihat harga keduanya hampir sama, maka
ia sampaikan kepada pemilik kambing: Berikan kambingmu kepada pemilik kebun
ini, untuk menggantikan kerusakan tanamannya.
Nabi Sulaiman yang menyaksikan peradilan itu segera
menyampaikan usulan kepada ayahnya dalam masalah ini; Yaitu: Pemilik kambing menyerahkan kambingnya kepada
pemilik kebun untuk diambil bulu dan susunya, serta anaknya. Dan pemilik kebun
menyerahkan kebunnya kepada pemilik kambing untuk ditanami dan dirawat sehingga
tanaman itu pulih kembali. Dan ketika sudah mendekati masa panen ia serahkan
kepada pemilik kebun dan pemilik kebun menyerahkan kambing kepada pemiliknya.
Keduanya menerima keputusan ini. Nabi Daud berkata: Kamu
betul wahai anakku dengan keputusan seperti ini, dan Nabi Daud memutuskan
sesuai dengan usulan Nabi Sulaiman. Inilah yang disebut dalam Al Qur’an.
وَدَاوُۥدَ
وَسُلَيْمَـٰنَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِى ٱلْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ ٱلْقَوْمِ
وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَـٰهِدِينَ ٧٨
فَفَهَّمْنَـٰهَا
سُلَيْمَـٰنَ ۚ وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ
دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَـٰعِلِينَ ٧٩
78. Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di
waktu keduanya memberikan Keputusan mengenai tanaman, Karena tanaman itu
dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. dan adalah kami menyaksikan
Keputusan yang diberikan oleh mereka itu,
79. Maka kami
Telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)[7]; dan kepada masing-masing
mereka Telah kami berikan hikmah dan ilmu dan Telah kami tundukkan
gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. dan kamilah yang
melakukannya. QS. Al Anbiya.
NIKMAT-NIKMAT ALLAH KEPADA NABI DAUD AS
Allah swt menyebutkan beberapa situasi baik bagi Nabi
Daud as dan memberinya nikmat yang besar, antara lain:
1. Allah menundukkan gunung-gunung bertasbih bersama
dengan Nabi Daud pagi dan petang.
10. Dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepada
Daud kurnia dari kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan
burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan kami Telah
melunakkan besi untuknya, QS. Saba’
18. Sesungguhnya
kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu
petang dan pagi, QS. Shaad.
Hal ini menunjukkan besarnya posisi dan kekuasaannya,
sehingga Allah jadikan gunung-gunung mengikuti perintahnya.
2. Tasbih burung-burung sebagaimana gunung-gunung,
seperti yang disebutkan dalam surah Saba’ dan surah Shaad:
وَٱلطَّيْرَ
مَحْشُورَةًۭ ۖ كُلٌّۭ لَّهُۥٓ أَوَّابٌۭ ١٩
19. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam
keadaan terkumpul. masing-masingnya amat taat kepada Allah.
3. Mengetahui bahasa burung, seperti dalam surah An Naml:
وَوَرِثَ
سُلَيْمَـٰنُ دَاوُۥدَ ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ
وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ ١٦
16.
Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud [8] dan dia berkata: "Hai
manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi
segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang
nyata". QS. An Naml
Al
Baidhawi mengatakan: Dhamir (kata ganti) dalam kalimat (أوتينا
- وعلمنا ) untuk dirinya dan ayahnya, atau untuk dirinya saja. Menurutku
ia berbicara tentang diri dan ayahnya. Hal ini dikuatkan dengan:
1.
Firman Allah,
Saba’: 10 يا جبال أوبي معه والطير
2.
Firman Allah,
Shaad: 19 والطير محشورة كل له أواب
3.
Firman Allah, An
Naml: 16 وورث سليمان داو zhahirnya bahwa ia mewarisi ilmu dan hikmah
dari ayahnya.
4. Pandai besi yang dimilikinya seperti dalam firman
Allah di surah Saba’
10. Dan
Sesungguhnya Telah kami berikan kepada Daud kurnia dari kami. (Kami berfirman):
"Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama
Daud", dan kami Telah melunakkan besi untuknya,
Al Baidhawi menerangkan tentang firman Allah (ألنا له الحديد ) Kami jadikan
besi di tangannya seperti lilin
yang bisa ia bentuk sesuai keinginannya, tanpa dipanaskan dan tanpa alat
pemukul (palu)
Ia bisa
membut baju perang dengan tangan kosong sebagai mukjizat dan kejadian luar
biasa. Kalau ia membuat baju perang dengan dipanaskan pakai api, maka itu bukan
keistimewaan yang ia terima dari Allah, karena orang lain dapat melakukan hal
seperti itu. Kecuali kalau ada yang mengatakan bahwa pandai besi itu belum
dikenal sebelum masa Nabi Daud as, dan kemudian Allah menunjukkan kepadanya
profesi yang belum dikenal ini. Tentu
hal ini tidak bisa dibuktikan.
Ia
membuatbaju perang yang tersusun dari lingkaran dan lempengan besi, ia susun
sehingga sempurna menjadi baju yang lebih ringan dari baju besi lainnya, tidak
sempit bagi pemakainya, melindungi dari senjata tajam. Sepeti yang diterangkan
dalam firman Allah:
80. Dan Telah kami
ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam
peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). QS. Al Anbiya
Baju
besi ini tidak lagi berfungsi efektif setelah era bom dan senapan. Karena
peluru senapan dapan menembusnya. Dan sekarang ini kita dengar pembuatan baju
besi yang dilapisi dengan Nekel, sehingga lebih kuat dan tidak tembus peluru,
meskipun hal ini menjadi sangat mahal.
5. Pengokohan kekuasaannya.
Allah swt mengokohkan kekuasaannya dan menjadikannya
selalu menang mengalahkan musuh-musuhnya, sebelum dan sesudah berkuasa, dan
bertahun-tahun tidak ada yang mengalahkannya dan apalagi mengganggunya.
Al
Baidhawi memaknai firman Allah (شددنا ملكه ) Kami kuatkan
ia dengan kewibawaan dan kemenangan serta pasukan besar. Ada yang membaca
kalimat ini dengan tasydid untuk memberikan penekanan makna lebih.
PERTANYAAN
- Mengapa Bani Israil tidak masuk ke bumi yang disucikan itu bersama
dengan Nabi Musa, padahal ia telah dijanjikan kemenangan kalau mereka mau
memasukinya?
- Apakah setelah Nabi Musa, Bani Israil dapat memasuki bumi yang
disucikan itu? Dan siapa yan menemaninya?
- Apa saja pesan Allah kepada mereka ketika masuk bumi yang disucikan
itu? Apakah mereka melaksanakannya? Kenapa?
- Apakah bangsa Palestina dapat mengalahkan Bani Israil setelah mereka
masuk ke sana?
- Siapakah pemimpin pemersatu yang bisa menyatukan seluruh kekuatan Bani
Israil setelah kekalahan mereka untuk mengalahkan musuhnya?
- Bani Israil merindukan kemenangan dan ingin berjihad untuk mendapatkan
kemerdekaannya, mengembalikan kehormatannya? Apa yang mereka katakan
kepada nabinya?
- Ketika Allah kabulkan permintaannya dan menyuruhnya berperang? Apakah
mereka berpaling? Apakah mereka senang menyambutnya? Ataukah sebagian
menyambut dan sebagian lagi mengingkari?
- Apakah kamu hafla ayat Al Qur’an yang merekam kisah ini? Apakah kamu
bisa menerangkannya untuk teman-temanmu? Apakah kisah ini punya kemiripan
di zaman sekarang? Semangat tanpa kerja, keinginan tanpa usaha,
ingin menang tanpa perang?
- Allah swt memilih Thalut sebagai pemimpin Bani Israil. Apakah Bani
Israil menerima pemilihan ini?
- Apakah kenabian dan kerasulan itu bisa diusahakan, artinya seseorang
bisa berusaha dengan belajar dan beribadah sehingga mendapatkan status
ini, seperti gelar doktor, ataukah ia pelihan langsung dari Allah? والله
أعلم حيث يجعل رسالته
- Apa saja tanda yang menjadikan Thalut berhak menjadi pemimpin Bani
Israil?
- Ada tanda lain yang Allah berikan dan jika diperhatikan dengan seksama
maka akan diketahui bahwa ia mendapatkan pertolongan Allah. Dan
tanda itu menyerupai mukjizat para rasul.
- Apakah yang kamu ketahui tentang tabut yang menjadi kebanggaan Bani
Israil dan apa keistimewaannya?
- Di bawah bendera Thalut dapat terkumpul pasukan besar. Akan tetapi
Thalut tidak terkesima dengan jumlah besar itu, sehingga ia membuat ujian,
dan memberikan beberapa perintah dalam menguji pasukan ini. Apakah
ujian itu?
- Apa hikmah larangan Thalut pada pasukannya agar tidak minum air kerena
kehausan, padahal airnya berlimpah memenuhi sungai?
- Apa yang dikatakan oleh kelompok pilihan yang lulus dala ujian itu
ketika melihat musuh di hadapannya? Dan apa yang dikatakan oleh kelompok
kecil yang beriman?
- Berapa banyak jumlah kelompok yang bertawakkal bersama dengan Thalut,
dan apa kemiripannya dengan para sahabat Rasulullah saw di perang Badr?
- Al Qur’an mengatakan: كم من فئة قليلة
غلبت فئة كثيرة بإذن الله والله مع الصابرين bagaimana kelompok kecil bisa
mengalahkan kelompok besar? Apakah ini artinya bahwa jumlah musuh yang
banyak itu tidak berguna? Apakah berarti bahwa orang beriman tidak perduli
dengan jumlah dalam keadaan apapaun, tidak memperhatikan persiapan selama
hatinya dipenuih dengan iman kepada Allah?
- Ketika perang sedang berlangsung kita tidak melihat peran Thalut,
tetapi kita diperlihatkan dengan tokoh lain yang bernama Daud, dialah yang
menang, di manakah Thalut? Cobalah ceritakan tentang fokus kisah ini yang
mengangkat kemenangan iman dan kaum mukminin dan tidak menfokuskan pada
keberadaan seseorang?
- Thalut wafat, dan Daud menjadi pemimpin, ceritakan hal ini
- Apa cerita Goliat dalam kisah israiliyah dan permintaannya untuk
bertanding? Apakah kisah ini mirip dengan tantangan dalam perang Khaibar
yang dimenangkan oleh Ali bin Abi Thalib?
- Perang itu adalah perang melawan Palestina. Apakah Palestina sekarang
ini adalah Palestina di masa lalu? Ataukah dahulu mereka kafir dan
sekarang mereka beriman, bertauhid, dan Yahudi adalah orang-orang beriman
di masa lalu dan sekarang kafir, sehinga ayatnya berganti, dan Palestina
yang muslim itu menunggu kemenangan mengalahkan Yahudi yang kafir. Kaum
muslimin hari ini bersama dengan imannya sebagaimana sebelumnya, bukan
dengan figur, suku dan qabilah. Sedangkan perang melawan Yahudi hari ini bukanlah perang
Bani Israil melawan Palestina di seperti di masa lalu, tetapi perang
antara kaum muslimin dari timur ke barat, membela iman dan Islam,
mempertahankan tanah air dan kehormatan kaum muslimin. Perang ini juga
merupakan peperangan melawan musuh Allah yang terkutuk dalam Al Qur’an, As
Sunnah dan Sejarah.
- Muhammad bin Ishaq menerangkan sifat Daud ad, apakah kamu bisa
menyebutkannya? Kemudian ceritakan tentang terkumpulnya kenabian dan
kekuasaan dalam diri Nabi Daud as. Apakah ini keistimewaan ataukah ujian
seperti yang ada dalam Al Qur’an.
- Ada sifat imaniyah dan sifat syakhshiyyah (kepribadian) Nabi Daud as,
ada pula tanda-tanda yang menunjukkan keikhlasan dan kedalaman imannya,
terangkan semua ini.
- Bagaimanakah gunung bertasbih bersama dengan Nabi Daud as? Demikian
juga burung? Apakah bisa didengar oleh manusia pada umumnya ataukah khusus
didengar oleh Nabi Daud?
- Allah berfirman tentang Daud, وشددنا ملكه وآتيناه الحكمة وفصل
الخطاب apa makna وشددنا ملكه dan apa
hikmah yang diberikan kepada Nabi Daud as?
- Nabi Daud memiliki beberapa mukjizat khusus. Apa saja mukjizatnya itu?
Apakah ia memang pandai besi, makan dari hasil kerja tangannya sendiri? Bagaimana
mungkin hal ini dilakukan sementara ia juga seorang raja dan memiliki apa
saja?
- Nabi Daud diberi Al Kitab, apa namanya, bagaimana sifatnya?
- Mereka mengatakan bahwa kitab itu adalah kumpulan nyanyian relegius.
Apakah ini berarti bahwa lagu-legu relegius itu halal dalam agama sebelum
kita, dan tidak dilarang?
- Nabi Daud mengatur hari-harinya. Bagaimana ia mengaturnya?
- Bagaimana kisah dua orang yang melompat pagar rumah Nabi Daud? Kenapa
Nabi Daud terkejut karenanya? Apakah ia mendengarkan mereka atau
memberikan hukuman kepada mereka karena melompat pagar, dan melanggar
aturan? Dan menuduhnya akan menyerangnya?
- Apakah kisah dua orang yang bersengketa itu menunjukkan bahwa seorang
pemimpin adalah miliki rakayatnya dan kapan saja harus membantu memenuhi
kebutuhan mereka, perbuatan dua orang yang memanjat pagar ini bukanlah
melanggar hukum. Apakah kaum muslimin sudah mencapai derajat ini, dan apa
yang terjadi di zaman sekarang jika ada yang melakukan perbuatan nekad
seperti ini? Apakah Rasulullah saw akan melakukan seperti yang dilakukan
Nabi Daud ketika ada yang memanjat tembok karena sesuatu tertentu? Kenapa
terjadi perubahan para pemimpin sekarang?
- Sekilas dari kisah mereka mengindikasikan adanya kezaliman salah-satu
dari dua orang yang bersengketa. Dan Nabi Daud tergesa-gesa memberikan
vonis sebelum mendengarkan keterangan lengkap. Apa saja dasar-dasar
keputusan yang harus diambil? Dalam hal ini Allah berfirman وظن
داود أنما فتناه apa fakus fitnah dalam kisah itu?
Perbuatan apa yang membuat Nabi Daud beristighfar darinya? Apakah
ada catatan Al Qur’an dalam hal ini? Bacalah ayatnya dan simpulkan apa
yang harus dilakukan para pemimpin sekarang ini.
- Dalam masalah kebun Nabi Daud telah membuat keputusan. Apa
keputusannya? Kemudian ia mencabut keputusan itu, siapa yang mengusulkan
keputusan lain itu? Bagaimana Nabi Daud mencabut keputusan yang ia
tetapkan padahak ia seorang raja? Apakah hal ini diperbolehkan secara syar’iy?
Apakah ada nash khusus menurut kita? Umar pernah mengatakan kepada
hakimnya: Janganlah kamu menolak mencabut hukum yang telah kamu tetapkan
karena kamu menemukan hukum yang lebih baik darinya” apakah hal ini
diterapkan pada zaman sekarang? Apakah kamu hafal ayat yang membahas
tentang sengketa kebun itu?
- Allah telah berikan banyak nikmat kepada Nabi Daud, apakah kamu bisa
menyebutkannya? Apakah nikmat itu membuat Nabi Daud mensyukurinya?
PELAJARAN
DARI KISAH
- Bahwa Allah swt telah memilih Nabi Daud as untuk melakukan keajaiban.
Sebelumnya ia tidak berkeahlian melakukan hal ini. Waktu itu ia masih anak
kecil penggembala kambing, dan dengan tangannya Allah membunuh Jalut yang
sombing yang ditakuti banyak panglima perang. Ia tidak membunuhnya dengan
pedang atau panah akan tetapi membunuhnya dengan batu. Hal ini semakin
menegaskan tekanan Allah atas para diktator dengan cara yang paling hina
lewat hamba yang paling lemah.
- Orang yang lemah tidak boleh putus asa dari keberhasilan usaha dan
mencari sarana-sarana sukses dengan senantiasa berpegang teguh pada
nilai-nilai ketaqwaan dan syukur atas nikmat-nikmat Allah.
- Kemenangan Daud mengalahkan Jalut tidak merubah pribadi Daud, dan
tidak membuatnya menjadi takabbur; bahkan peritiwa itu semakin menambah
tawadhu’nya, dan Allah mengangkat derajatnya setiap kali ia tawadhu’ dan
bersyukur.
- Taat kepada Allah dan mensyukuri nikmat-Nya adalah pintu bertambahnya
nikmat itu. Ketika Allah melihat ketaatan Daud dan syukurnya, Allah
tambahkan nikmat, seperti besi yang lnak di tangannya sehingga bisa
membuat baju perang, nikmat anaknya –Sulaiman- yang bisa menjadi pewaris
kerajaan, ilmu dan hikmahnya.
KEGIATAN
PRAKTIS UNTUK MEREALISASIKAN TEMA INI
I.
AKTIFITAS
PENYERTA
- Menyaksikan film tentang kisah Thalut dan Jalut
- Mengungkapkan ayat-ayat Al Qur’an yang berbicara tentang tema ini,
lewat kaset atau bacaan yang baik
- Meringkas buku yang membicarakan kisah Daud dan as dan
mempresentasikannya
- Mendengarkan kaset tentang pelajaran yang dapat dipetik dari kisah
Thalut dan Daud as dari sisi tarbawi dan da’awiy
- Menyelenggarakan musabaqah ilmiah seputar kisah ini untuk menguatkan
pemahaman
- Mengungkapkan sebagian pemahaman dan hukum dalam menghadapi
persengketaan untuk melatih ketrampilan peradilan
- Menghafal ayat yang berkaitan dengan kisah di atas dan mengujinya
II.
KEGIATAN PENGUAT
- Membuat majalah
dinding tentang kisah Thalut dan Nabi Daud as
- Menulis artikel
tentang urgensi akhlak
- Menugaskan sebagian
orang untuk berlatih menjadi pemimpin dan jundi
- Membuat rekaman documenter
tentang pelajaran yang dapat dipetik dari kisah Nabi Daud as
- Menyelenggarakan
ceramah tentang urgensi qiyadah dan jundi dalam kehidupan muslim
- Renungan di masjid
tentang urgensi berakhak dengan akhlak dan sifat para nabi
- Mengunjungi para
ulama dan mengambil pelajaran dari pengalamannya dalam da’wah dan tarbiyah
- Menyelenggarakan
ceramah tentang unrgensi sabar dalam kehidupan da’i
- Berbaur dengan
masyarakat dan membantu mencari solusi permasalahan mereka dan
mendampinginya
- Mengajarkan nilai-nilai dari pelajaran kisah ini kepada sepuluh orang
kaummuslimin
EVALUASI
I.
PERTANYAAN ESAY
- Tulislah sebuah
contoh bahwa maksiat itu penyebab kegagalan kaum muslimin
- Terangkan alasan
berikut ini:
- Penolakan Bani Israil atas kepemimpinan Thalut
- Sebab pemilihan Thalut sebagai panglima perang
- Urgensi taat
kepada pemimpin
- Bahaya
terburu-buru memvonis sebelum mengambil keterangan lengkap
- Apa urgensi
pemahaman yang baik dalam kehidupan da’i
- Apa saja
kewajibanmu terhadap dakwah? Apakah kamu mendakwahi orang lain?
- Apakah kamu menyampaikan pemikiranmu kepada orang lain? Dan apa sarana
dan jalannya?
II.
PERTANYAAN
TEMATIS
Berilah
tanda (V) pada kalimat yang benar dan (X) pada kalimat yang salah
- المسلم
يصبر على توصيل فكرته الصحيحة وفهمه السبل حتى لو أدى ذلك إلى سوء العاقبة.( )
- القيادة السليمة الرشيدة تحتاج أحياناً إلى
الحكمة والصبر حتى تقود الأمور دائماً . ( )
- الاختبار والصبر للمؤمنين دليل صدقهم وثباتهم . ( )
- يجوز للقاضي أن يسمع لأحد المتخاصمين لصدقه
وأمانته وشهرته بالعدل بين الناس . ( )
Isilah
titik-titik di bawah ini
-
دعا طالوت قومه
للجهاد في سبيل الله فاجتمع تحت لوائه جيش ....................... وساقهم إلى
قتال ………........ الذين كان يقودهم …………. الذي اشتهر ………… و ………..... .
-
أن تخصيص الله تعالى
لسليمان عليه السلام …….....….. لا يدل على ……........….. داود عليه السلام لأن
الله تعالى وصفها ……....…….. و ……....……… .
---)|(---
[1] maksudnya menurut sebagian ahli tafsir: menundukkan diri.
[2] Maksudnya: mereka diusir dan anak-anak
mereka ditawan.
[3] tabut ialah peti tempat menyimpan
Taurat yang membawa ketenangan bagi mereka.
[4] yang dimaksud di
sini ialah kenabian dan Kitab Zabur.
[5] tabut ialah peti
tempat menyimpan Taurat yang membawa ketenangan bagi mereka.
[6] yang dimaksud hikmah di sini ialah kenabian, kesempurnaan
ilmu dan ketelitian amal perbuatan.
[7] menurut riwayat ibnu Abbas bahwa sekelompok kambing Telah
merusak tanaman di waktu malam. Maka yang Empunya tanaman mengadukan hal Ini
kepada nabi Daud a.s. nabi Daud memutuskan bahwa kambing-kambing itu harus
diserahkan kepada yang Empunya tanaman sebagai ganti tanam-tanaman yang rusak.
tetapi nabi Sulaiman a.s. memutuskan supaya kambing-kambing itu diserahkan
sementara kepada yang Empunya tanaman untuk diambil manfaatnya. dan prang yang
Empunya kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanam-tanaman yang
baru. apabila tanaman yang baru Telah dapat diambil hasilnya, mereka yang
mepunyai kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali. putusan nabi Sulaiman
a.s. Ini adalah Keputusan yang tepat.
[8] maksudnya nabi Sulaiman menggantikan kenabian dan
kerajaan nabi Daud a.s. serta mewarisi ilmu pengetahuannya dan Kitab Zabur yang
diturunkan kepadanya.
No comments:
Post a Comment