Posts

Pasal 6: Tata Kehidupan dan Tradisi

  Sebagaimana masyarakat Islam itu memiliki ciri khas dalam aqidah dan ibadahnya, dalam pemikiran dan perasaannya, dalam akhlaq (moralitas) dan keutamaannya, maka ia juga memiliki ciri khas dalam tata kehidupan dan tradisinya secara khusus. Yaitu yang diwamai oleh aqidahnya, aspek-aspek yang mengikutinya dan yang bersumber darinya.   Masyarakat Islam memiliki tata kehidupan yang tersendiri dalam hal makan dan minum, berdandan dan berpakaian, tidur dan bangun, bepergian dan bemukim, bersahabat dan berkeluarga, bekerja dan beristirahat, berteman dan bersahabat, pernikahan dan perceraian, hubungan antara laki-laki dan perempuan, hubungan antara anak dan bapak, hubungan antara seseorang dengan kerabatnya, antara tetangga dengan tetangga yang lain, antara yang tua dengan yang muda, antara yang kaya dengan yang miskin, antara penjual dan pembeli, antara pimpinan dengan yang dipimpin, antara buruh dengan majikan dan lain sebagainya.   GAMBARAN TRADISI MASYARAKAT ISLAM   Ses...

Pasal 5: Akhlaq dan Keutamaan

  Sebagaimana masyarakat Islam itu memiliki keistimewaan di bidang aqidah, ibadah dan pemikiran, maka ia juga memiliki keistimewaan dalam masalah akhlaq dan keutamaan.   Akhlaq dan keutamaan merupakan bagian penting dari eksistensi masyarakat Islam. Mereka adalah masyarakat yang mengenal persamaan keadilan, kebajikan dan kasih sayang, kejujuran dan kepercayaan, sabar dan kesetiaan, rasa malu dan kesetiaan, 'izzah dan ketawadhu'an, kedermawanan dan keberanian, perjuangan dan pengorbanan, kebersihan dan keindahan, kesederhanaan dan keseimbangan, pemaaf dan penyantun, serta saling menasihati dan bekerjasama (ta'awun). Mereka beramar ma'ruf dan nahi munkar, melakukan segala bentuk kebaikan dan kemuliaan, keutamaan akhlaq, semua dengan niat ikhlas karena Allah, bertaubat dan bertawakal kepada-Nya, takut menghadapi ancaman-Nya dan mengharap rahmat-Nya. Memuliakan syiar-syiarNya, senang untuk memperoleh ridhaNya, menghindari murka-Nya, dan lain-lain dari nilai-nilai Rabbaniyah...

Tafsir Surah Al Hasyr

  Pengantar   Surat ini turun berkenaan dengan kasus Bani  Nadhir (suatu kabilah dan perkam pungan dari  kaum Yahudi) pada tahun keempat dari Hijriyah.  Surat ini menggambarkan bagaimana kejadian dan  kasus itu terjadi? Kenapa terjadi? Dan, apa akibat  dan pengaruhnya terhadap sistem dan penataan  komunitas masyarakat Islam?   Surat ini meriwayatkan kejadian dan kasus itu  dengan cara Al Qur’an sendiri. Dan, ia mengomen­ tari kejadian-kejadian dan penataan-penataan dalam  mendidik jamaah dengan pendidikan yang hidup bersama dan menyertai kasus-kasus, pengarahan-pengarahan, dan komentar-komentar.  Sebelum kami memaparkan nash-nash Al Qur’an  dalam surat ini, ada baiknya kami me­ maparkan terlebih dahulu apa yang disebutkan  dalam riwayat-riwayat tentang kejadian yang karena  sebabnya surat ini turun, agar kita dapat me nyaksikan keistimewaan pemaparan Al Qur’an dan  jangkauannya yang jauh di balik kejadian-ke...