Tarbiyah Siyasiyah: Baina Ad Da’wah was Siyasah
Catatan :
Setelah mendapatkan taujih ini diharapkan
kader dapat memahami keterkaitan antara dakwah dan
politik, serta mampu mengintegrasikan
antara kerja dakwah dan politik
Mukadimah
Akhi fillah,
Allah SWT telah menurunkan Risalah
terakhir yang merangkum seluruh risalah nabi-nabi sebelumnya. Risalah yang
bersifat "syaamilah mutakaamilah" (komprehensif dan integral).
Risalah yang tidak ada satupun dimensi kehidupan kecuali ia mengaturnya secara
sistemik baik secara global maupun secara spesifik. Oleh karenanya, Allah SWT
berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman,
masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
bagimu." QS 2:208
"Dan
kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa
yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian
terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa
yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat
diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah
menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak
menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.
Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu
apa yang Telah kamu perselisihkan itu." 5:48
Akhi fillah,
Risalah Islam ini sesungguhnya "Risalah
Nabawiah" yang terakhir yang sengaja diturunkan sebagai "way of
life" (cara hidup) bagi seluruh manusia. Oleh karenanya ia bicara tentang
seluruh dimensi kehidupan manusia. Baik dimensi aqidah, ibadah dan maupun
dimensi akhlak. Dan yang termasuk dalam tiga dimensi ini adalah masalah
ekonomi, sosial budaya, politik dan keamanan. Di sini, tidak boleh ada yang
melakukan dikotomi dalam ajaran Islam. Tidak ada yang mengatakan: "Islam
Yes, Politik No", dan tidak ada lagi yang mengatakan: "Dakwah Yes,
Politik No". atau mengatakan: "Yang penting adalah aqidah, yang lain
nggak penting."
Selanjutnya bagaimana kita memiliki pemahaman yang
komprehensif ini dan memperjuangkannya dalam kehidupan kita. Yang akhirnya lahirlah
pencerahan dan perbaikan dalam dunia ekonomi, sosial budaya, politik dan
keamanan yang berimpact kepada kebaikan dan maslahat ummat.
Tarbiyah Siyasiah
Akhi fillah,
Tarbiyah siyasiah yang bermakna pendidikan dan
pembinaan politik adalah sangat urgent dipahami oleh setiap kita sebagai kader
Partai Dakwah. Karena pemahaman politik yang kita inginkan bukan seperti yang
kita pahami dalam ilmu politik secara umum, yaitu berpolitik yang hanya
dimaksudkan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Akan tetapi kita
berpolitik untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran ilahiah dan memperjuangkan
kepentingan serta maslahat masyarakat. Berkuasa untuk melayani ummat dan
memimpin untuk memperbaiki sistem yang tidak berpihak kepada nilai-nilai
kebaikan dan kebenaran. Oleh karenanya, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan
gerakan berpartai dan berpolitik, kita sebut dengan "Jihad Siyasi"
(Perjuangan Politik). Dan bahasa Asy-Syahid, Hasan Al-Banna, perjuangan ini
dikatagorikan dalam marhalah "rukun amal" yang disebut "Ishlahul
Hukumah" (Perbaikan Pemerintahan) sampai marhalah "Ustadziatul
Alam" (Soko Guru Dunia).
Akhi fillah,
Keberhasilan dan kesuksesan berpolitik atau jihad
siyasi harus berimpact kepada dimensi kehidupan yang lain. Harus berimpact
kepada dunia pendidikan dan dakwah. Yang berujung kepada pencerdasan anak
bangsa dan pencetakan generasi rabbani. Harus berimpact kepada dunia ekonomi
dan sosial budaya. Yang berakhir kepada pemeliharaan aset-aset negara dan
pendayagunaan kepada masyarakat yang lebih luas. Begitu juga mampu memelihara
identitas atau jati diri bangsa yang bertumpu pada pondasi sprituil dalam aspek
sosial budaya.
Akhi fillah,
Seruan dan anjuran kepada para kader Partai Dakwah
untuk kembali ke barak atau ke dunia dakwah saja dengan pemahaman yang sempit
karena alasan bahwa dunia politik adalah dunia "rawan dan beranjau", dunia
yang sarat dengan kebohongan, ketidak jujuran, khianat, gunjing-menggunjing,
halal menjadi haram, haram menjadi halal, adalah sebuah seruan kemunduran dalam
berdakwah. Bukankah seruan ini seperti orang yang mengatakan dulu: "Islam
Yes, Politik No". sebuah adigium yang dulu merupakan musuh bersama para
da'i yang mengajak kembali manusia kepada Islam secara kaffah/komprehensif.
Akhi fillah,
Dan bila ada sebagian kader yang tergelincir dan
terjerumus dalam permainan sistem yang destruktif negatif, maka tugas struktur
Partai Dakwah adalah bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana bagi para kader
yang melakukan jihad siyasi dan yang terjun di dunia politik agar tetap
memiliki istiqamah maknawiah, tetap menjalankan amanah yang dibebankan
kepadanya dan tetap menjaga integritas
diri.
Baina Ad-Dakwah Was Siyasah
Akhi fillah,
Apakah ada pertentangan antara dakwah dan siyasah?
Jawaban pertanyaan ini akan menyelesaikan kerisauan dan kegamangan kita dalam
melakukan kerja-kerja dakwah selanjutnya yang bersinggungan dengan dunia
politik dan langkah meraih kemenangan "Jihad Siyasi" dalam perhelatan
pemilu mendatang.
Akhi fillah,
Ayat di atas dan pengertian Islam yang didefinisikan
oleh Asy-Syahid di bawah ini adalah dalil yang menunjukkan tentang titik
temunya amal da'awi dan amal siyasi dalam bingkai keislaman. Jadi tidak ada
samasekali pertentangan antara dunia Dakwah dan dunia Politik. Coba kita
renungkan pernyataan Beliau dalam "Risalatut Ta'lim": ٍٍ
الإسلامُ نِظَامٌ شَامِلٌ
يَتَنَاوَلُ مَظَاهِرَ الحَيَاةِ جَمِيْعًا فهو دَوْلَةٌ وَوَطَنٌ أَوْ حُكَوْمَةٌ
وَأُمَّةٌ، وَهُوَ خُلُقٌ وَقَوَّةٌ أَوْ رَحْمَةٌ وَعَدَالَةٌ، وَهُوَ ثَقَافَةٌ
وَقَانُوْنٌ أَوْ عِلْمٌ وَقَضَاءٌ، وَهُوَ مَادَّةٌ وَثَرْوَةٌ أَوْ كَسْبٌ وَغِنىً، وَهُوَ جِهَادٌ وَدَعْوَةٌ
أَوْ جَيْشٌ وَفِكْرَةٌ، كَمَا هُوَ عَقِيْدَةٌ صَادِقَةٌ وَعِباَدَةٌ صَحِيْحَةٌ
سَوَاءٌ بِسَوَاءٍ
"Islam adalah nidzam
(aturan) komprehensif yang memuat seluruh dimensi kehidupan. Ia adalah daulah
dan tanah air atau pemerintahan dan ummat, ia adalah akhlak dan kekuatan atau
rahmat dan keadilan. Ia adalah tsaqafah (wawasan) dan qanun
(perundang-undangan) atau keilmuan dan peradilan, ia adalah materi dan
kesejahteraan atau profesi dan kekayaan. Ia adalah jihad dan dakwah atau
militer dan fikrah, sebagaimana ia adalah aqidah yang jujur dan ibadah yang
benar."
Akhi fillah,
Dakwah yang bertujuan menyeru manusia untuk kembali
kepada nilai-nilai Islam secara komprehensif bisa dilakukan oleh kader di
manapun ia berada dan apapun profesinya. Apakah ia seorang ekonom, pengusaha,
pendidik, teknolok, birokrat, petani, buruh dan politikus (aleg). Jadi dakwah bukan suatu yang antagonis dengan
dunia politik, akan tetapi dunia politik merupakan salah satu lahan dakwah.
Akhi fillah,
Semoga taujih singkat ini mampu memberi energi baru
dan gelora semangat bagi kita kader Partai Dakwah untuk menguatkan soliditas
dan beramal jama'I dalam proses menuju tahapan-tahapan "rukun amal"
dakwah. Allahu Akbar Walillahi alhamdu.
Comments
Post a Comment