Hadits_13_Kewajiban Jihad di Jalan Allah: Jihad di Jalan Allah Adalah Amal yang Paling Utama untuk Mendekatkan Diri kepada Allah
Dari
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Ditanyakan kepada Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam: "Amal apakah yang setara dengan jihad di jalan
Allah?" Beliau menjawab: "Kalian tidak akan sanggup
melakukannya." Beliau mengulanginya dua atau tiga kali, dan setiap
kali itu pula beliau bersabda: "Kalian tidak akan sanggup
melakukannya." Kemudian pada kali yang ketiga beliau bersabda:
مَثَلُ الْمُجَاهِدِ
فِي سَبِيلِ اللهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللهِ ،
لاَ يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ ، وَلاَ صَلاَةٍ ، حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِي
سَبِيلِ اللهِ تَعَالَى
"Perumpamaan
orang yang berjihad di jalan Allah adalah seperti orang yang berpuasa, yang
mendirikan shalat, dan yang khusyu' membaca ayat-ayat Allah; ia tidak berhenti
dari puasa dan shalatnya hingga orang yang berjihad di jalan Allah Ta'ala itu
kembali." (HR. Al-Bukhari (2785) dan Muslim (1878)).
Makna
Kata Asing (Ghorib)
- لا يفتر (Laa yafturu):
Tidak terputus / tidak berhenti.
Makna
Global Hadis
Tidak
Ada Satu Amal Pun yang Dapat Menandingi Jihad
Pertanyaan
sebagian Sahabat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
mengenai suatu amal yang dapat mengimbangi dan menyamai pahala serta ganjaran
jihad di sisi Allah menunjukkan kecintaan mereka terhadap amal saleh. Hal ini
juga menunjukkan keinginan mereka dalam memilih amal yang paling utama, paling
diharapkan, serta paling banyak pahala dan ganjarannya. Ini menegaskan bahwa
pendidikan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada mereka untuk saling
berlomba dalam kebaikan telah membuahkan hasil dan mencapai tujuannya.
Disebabkan
banyaknya hal yang mereka dengar tentang jihad dan keutamaannya di dalam
Kitabullah serta hadis-hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
hal itu mendorong mereka bertaut tanya apakah ada amal lain yang menyamai jihad
dalam pahala dan ganjarannya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
menegaskan kepada mereka tentang kedudukan jihad dalam Islam, bahwa tidak ada
satu amal pun yang dapat menyamainya betapa pun agungnya amal tersebut. Beliau
ingin mendekatkan gambaran tersebut kepada mereka, lalu bersabda bahwa tidak
ada sesuatu pun yang dapat mengimbanginya, bahkan amal orang yang melakukan
shalat tanpa tidur dan berpuasa tanpa berbuka sekalipun—yang mana hal itu
merupakan bentuk kesulitan yang sangat berat dan tidak akan mampu dilakukan
oleh siapa pun.
Fikih
Prioritas (Fiqhul Awwaliyyaat) di Sisi Para Sahabat
Hal
ini di satu sisi, dan di sisi lain, pertanyaan mereka tentang amal-amal yang
paling utama merupakan metode nabawi yang menjadi bahan pendidikan mereka dalam
meneliti, mencari tahu, serta memahami skala prioritas. Dalam hadis ini, jihad
didahulukan atas seluruh amal perbuatan lainnya dari dua tinjauan:
- Dari segi tujuan dan
maksud (Ats-Tsarwah/Al-Maqaashid) yang diwujudkan oleh jihad bagi
umat: Sebab dalam jihad terdapat penyebaran kalimat tauhid di muka
bumi, pertolongan bagi umat, penjagaan terhadap kedudukan, kekuatan, dan
keberadaannya, serta penolakan terhadap bahaya yang mengancamnya. Dengan
jihad, kita merebut kembali tanah air kita yang terampas, kekayaan kita
yang dijarah, dan kejayaan kita yang hilang. Dengan jihad pula kita meraih
keridaan Rabb kita dan menyebarkan dakwah kita. Oleh karena itu, termasuk
dalam semboyan Gerakan Islam (Al-Harakah Al-Islamiyyah) di zaman
ini adalah: "Jihad adalah jalan kami, dan mati syahid di jalan
Allah adalah cita-cita kami yang tertinggi."
- Dari segi pengorbanan dan
kesungguhan: Dalam jihad terdapat pengorbanan dan kesungguhan yang
tidak dapat ditandingi oleh pengorbanan lainnya.
Pelajaran-Pelajaran
Penting dari Hadis
- Antusiasme para Sahabat untuk
mengetahui amal-amal yang paling utama.
- Isyarat terhadap upaya para
Sahabat dalam menuntut ilmu Fikih Prioritas (Fiqhul Awwaliyyaat).
- Jihad di jalan Allah tidak
dapat ditandingi oleh suatu amal apa pun.
- Arahan bagi para dai (du'at)
untuk menunaikan kewajibannya dalam mengingatkan umat tentang agungnya
kedudukan jihad di jalan Allah.
Comments
Post a Comment