Dakwah Keluarga
Landasan Syar’i
Ayat dan hadits yang
berkenaan dengan tanggung jawab terhadap keluarga
- “Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,
yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
Diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)
- “Berilah peringatan
kepada orang-orang terdekatmu” (QS. Asy Syuara: 26)
- "Seandainya aku
mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada
keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)" (QS.Hud: 80)
- “Laki-laki (suami)
adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah
melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)
dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya.
Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan
menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka).
Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, berilah mereka
nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau
perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Akan tetapi,
jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan
mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An-Nisaa:
34)
- “Talak (yang dapat
dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan (rujuk) dengan
cara yang patut atau melepaskan (menceraikan) dengan baik. Tidak halal
bagi kamu mengambil kembali sesuatu (mahar) yang telah kamu berikan kepada
mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu
menjalankan batas-batas ketentuan Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa
keduanya tidak mampu menjalankan batas-batas (ketentuan) Allah, maka
keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri)
untuk menebus dirinya. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah, janganlah
kamu melanggarnya. Siapa yang melanggar batas-batas (ketentuan) Allah,
mereka itulah orang-orang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 229)
- “Dan, orang-orang yang
berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari
pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi
orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
- Hadits Nabi: “Setiap
kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang
kepemimpinannya
- “Barang siapa yang
ingin dipanjangkan usianya, dilapangkan rizkinya maka hendaklah ia
menyambung tali silaturahim”
- “Tidaklah masuk surga
orang yang memutuskan silaturahim”. (HR. Muslim)
- “Sesungguhnya
sebaik-baik bentuk bakti kepada orangtua adalah menyambung silaturahim
dengan orang-orang yang dicintai orangtua” (HR. Muslim)
- "Hai
orang-orang Quraisy,selamatkan diri kalian dari api neraka,Hai Bani Ka'b,
selamatkanlah kalian dari api neraka, Wahai Fatimah binti Muhammad,
selamatkanlah dirimu dari api neraka, demi Allah sesungguhnya aku tidak
berguna bagi kalian dihadapan Allah…"(HR Muslim)
Landasan Pemikiran
- Orang-orang yang
memiliki hubungan kerabat dengan
para da’i memiliki rasa
keterikatan yang unik dengan para da’i sehingga mereka dapat berperan dalam mendukung keberhasilan dakwah.
- Sejarah
menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah Rasulullah di antaranya disebabkan
oleh dukungan dan perlindungan karib kerabat beliau.
Urgensi berdakwah kepada
keluarga
- Keluarga adalah rakyat
pertama yang dimiliki oleh seorang pamimpin.
- Keluarga adalah lembaga
terpenting dalam proses pembentukan dan perbaikan kepribadian individu,
masyarakat dan bangsa. Keluarga adalah sel-sel utama dalam pembentukan
masyarakat, kesalehan mereka akan sangat menentukan kesalehan masyarakat
pada umumnya.
- Dakwah pada keluarga
memiliki peran penting guna mengakselerasi penyebaran fikrah dakwah dan
pengembangan masyarakat Islam. Keberhasilan da’wah keluarga akan sangat
menunjang keberhasilan da’wah di masyarakat, dan kegagalan da’wah di
keluarga akan menjadi hambatan bagi keberhasilan da’wah di masyarakat.
- Berdakwah pada keluarga
merupakan salah satu kewajiban yang dibebankan Allah kepada para Nabi dan
juga kaum muslimin.
- Ruang
terkecil dalam penegakan syari’ah Allah, setelah seseorang mensalehkan
dirinya sendiri
Menyediakan waktu sehari
dalam seminggu jika anda orang yang sangat sibuk
- Buah yang dipetik dari
da’wah keluarga
a.
Dihormatinya fikrah kepala keluarga/seorang
da’I
b.
Terpeliharanya adab-adab Islam di keluarga
c.
Bergabungnya keluarga dalam barisan da’wah
d.
Kebahagiaan hidup di dunia dan akherat
e.
Adanya keharmonisan keluarga
- Kerugian yang diperoleh
bagi mereka yang tidak berdakwah keluarga.
a.
Gersangnya suasana di keluarga
b.
Akan ada anggota keluarga yang berada di luar
lingkaran da’wah, bahkan menjadi musuh da’wah.
c.
Menjadi cacat yang akan mengganggu dakwahnya di masyarakat.
d.
Murka Allah.
Comments
Post a Comment